Responsive image

Ibukota Rezim Assad Digempur Serangan Artileri

Ibukota Rezim Assad Digempur Serangan Artileri

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Lima orang tewas dalam tembakan artileri di ibukota Suriah, Damaskus, menurut sebuah kelompok pemantau perang yang berbasis di Inggris.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), yang mengumpulkan rincian korban dari jaringan sumber di dalam negeri, mengatakan pada hari Senin (22/1/2018) bahwa 11 lainnya luka-luka dalam serangan di lingkungan Bab Touma, lansir Aljazeera.

Kantor berita resmi rezim, SANA, mengkonfirmasi laporan tersebut, mengatakan bahwa mereka yang tewas dalam serangan tersebut adalah warga sipil.

Seorang sumber di Damaskus melaporkan kepada SANA bahwa “kelompok bersenjata yang dikerahkan di beberapa daerah di Ghouta Timur menargetkan lingkungan Bab Touma dengan serangan artileri, yang satu di antaranya menimpa halte bus di bundaran sekitar …”

Markas Komando Polisi Rezim Assad di Damaskus Dihantam 3 Serangan Bom

SANA mengutip sumber tersebut yang mengatakan bahwa beberapa orang terluka parah, yang berarti korban tewas kemungkinan akan naik.

Masih belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Menurut SOHR, sedikitnya tujuh lainnya terluka dalam baku tembak di daerah lain di Damaskus.

Ghouta Timur adalah daerah yang dikuasai oposisi yang berdekatan dengan Damaskus, tempat pemerintahan rezim Bashar al-Assad berada.

Kedekatan Ghouta Timur ke Damaskus menjadikannya sasaran utama.

20 Pasukan Syiah Assad Tewas dalam Pertempuran di Timur Damaskus

Sejak 2013, rezim Nushairiyah Assad mengepung wilayah tersebut dengan ketat untuk melemahkan kelompok oposisi, dan terus mempertahankan pengepungan walaupun sebuah perjanjian de-eskalasi telah disepakati yang dimaksudkan untuk mengurangi kekerasan di sana.

Wilayah tersebut berada di bawah kendali kelompok-kelompok yang setia kepada Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA), sebuah konglomerasi yang longgar dari brigade bersenjata yang beranggotakan para pembelot tentara Suriah dan warga sipil biasa, yang mendapat dukungan finansial dan logistik dari Turki, dan beberapa negara Teluk Arab.

Pengepungan rezim Assad selama empat tahun telah menyebabkan krisis kemanusiaan besar, dengan kekurangan makanan dan obat-obatan yang parah.

Bagikan
Close X