IRAN (Jurnalislam.com) – Menurut situs berita Iran berbahasa Farsi, Tabnak, hampir 200 pasukan Syiah dari Brigade Fatemiyoun telah tewas selama pertempuran di Suriah, menurut laporan the Middle East Eye, lansir World Bulletin, Kamis (29/10/2015).
The Fatemiyoun Brigade adalah kekuatan yang terdiri dari pengungsi Afghanistan yang tinggal di Iran, yang dikabarkan dibayar $ 500 per bulan dan dijanjikan sertifikat tempat tinggal sebagai imbalan berperang bersama pasukan rezim pemerintah Suriah.
Para pejabat Iran menolak untuk mengomentari jumlah korban saat Iran dan Arab Saudi yang bersaing saling memberikan dukungan mereka untuk pihak yang berlawanan.
Namun wakil komandan Garda Revolusi, sayap militer yang didirikan setelah revolusi 1979 untuk mencegah campur tangan asing di Iran, mengakui pada hari Senin bahwa jumlah korban meningkat.
"Jumlah pasukan kami yang tewas tidak tinggi," kata Brigadir Jenderal Hossein Salami kepada televisi pemerintah Iran pada hari Senin, "tetapi dibandingkan dengan sebelumnya jumlah ini lebih menonjol."
"Hal ini dikarenakan tentara rezim Suriah me-reorganisasi militernya – jadi pasukan militer Syiah dari Pakistan, Irak, Afghanistan dan Irak telah masuk bersama pasukan kami di Suriah.”
"Itu sebabnya terdapat peningkatan jumlah korban dalam operasi militer di sana."
Salami mengatakan Iran telah mengirimkan lebih banyak penasihat militer dan pelatih untuk Suriah dalam menanggapi permintaan bantuan dari Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Pasukan Syiah sekutu Assad, yang meliputi kelompok militan Syiah Libanon, Syiah Hizbullah, juga menerima bantuan ketika Rusia memulai serangan udara untuk mendukung gerakan mereka di darat.
Ada juga laporan bahwa korban tewas pertama Rusia di daratan Suriah, adalah Vadim Kostenko, 19 tahun, yang dikabarkan sedang melakukan perjalanan ke negara tersebut "sebagai seorang prajurit bayaran".
Deddy | World Bulletin | Jurniscom