Hadapi LGBT, MUI Kota Tasik Minta Ormas Islam Bersinergi Dengan Ulama dan Pemerintah

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Majelis Ulama Indonesi (MU) Kota Tasikmalaya, KH Aminuddin Bustomi menilai, fenomena LGBT, semaraknya Valentines Day di kalangan umat Islam merupakan rangkaian dari skenario orang kafir untuk merusak kader-kader umat Islam.

"Saya melihatnya itu adalah sebagai suatu rangkaian skenario orang kafir memerangi kader umat Islam," katanya kepada Jurnalislam saat ditemui di gelaran Car Free Day Kota Tasikmalaya Jalan KHz. Mustofa, Ahad (14/02/2016).

Menurutnya, Kota Tasikmalaya sudah mempunyai payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 07/2014 Tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius di Kota Tasikmalaya sebagai langkah awal untuk membendung fenomena tersebut.

"Dengan adanya Perda Tata Nilai di Kota Tasikmalaya ini, seharusnya bisa menjadi payung hukum untuk membentengi umat Islam dari aliran-aliran sesat, termasuk LGBT jika dijalankan dengan serius dan sungguh-sungguh," ujarnya.

Lebih jauh terkait LGBT, pengasuh pondok pesantren Sulalatul Huda Paseh itu mengapresiasi ormas-ormas Islam yang lantang menyuarakan bahaya LGBT kepada umat.

"Saya berikan apresiasi kepada sekelompok dari umat islam yang berani menyuarakan dan menyampaikan tentang perbuatan kaum Nabi Luth ini. Tapi saya berharap tindakan tersebut tidak bersifat farsial, harus ada sinergi antara pemerintah daerah, para ulama dan juga masyarakat dalam upaya sosialisasi dan pencegahan merebaknya LGBT ini,” terangnya.

“Mudah-mudahan ini bisa jadi solusi untuk permasalahan seperti ini," pungkasnya.

Perkembangan kaum LGBT di kota santri itu sendiri cukup pesat. Munculnya akun-akun media sosial mengatasnamakan komunitas LGBT Tasikmalaya menjadi bukti bahwa mereka telah berani menunjukkan identitasnya.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.