FKUIB Ponorogo dan AMIPROK Desak Pemerintah Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

FKUIB Ponorogo dan AMIPROK Desak Pemerintah Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

PONOROGO (Jurnalislam.com) – Forum Komunikasi Umat Islam Bersatu (FKUIB) Ponorogo dan Aliansi Masyarakat Indonesia Peduli Rohingya dan Kemanusiaan (AMIPROK ) mengutuk keras kekejaman pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar. Pernyataan itu disampaikan dalam aksi damai peduli Rohingya di depan Gedung DPRD Ponorogo, Jum’at Siang (15/9/2017).

Peduli Rohingya, Kiai Azaim Pimpin Doa untuk Rohingya di Bondowoso

FKUIB Ponorogo juga mendesak PBB untuk menjatuhkan sanksi kepada pemerintah Myanmar atas kejahatan HAM yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya. Berikut pernyataan sikap FKUIB dan AMIPROK selengkapnya,

  1. Mengutuk keras tindakan biadab rezim Myanmar yang telah membantai anak-anak, kaum perempuan, dan orang tua muslim Rohingya. Berikut selengkapnya.
  2. Mendesak PBB melalui pemerintah untuk menjatuhkan sanksi atas kejahatan HAM rezim militer Myanmar.
  3. Mengembalikan hak kewarganegaraan kepada warga Rohingya yang pernah diberikan pada tahun 1951 oleh P.M Myanmar U Nu.
  4. Mendorong pemerintah Indonesia supaya menggunakan kekuatan ekonomi, politik dan militer untuk menolong warga muslim Rohingya dan memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar.
  5. Mendorong pemerintah Indonesia beserta anggota ASEAN untuk mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan atas pelanggaran HAM berat kepada muslim Rohingya.
Bagikan
Close X