Diekspos Berlebihan, Ayah Aisyahnaz Minum Racun Serangga

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Kampanye anti ISIS yang terus diekspos oleh media serta introgasi aparat yang berlebihan membuat ayah Aisyahnaz Yasmin, salah seorang WNI yang ditangkap di Turki mencoba bunuh diri pada Selasa, (17/3/2015).

Mahfouzt Firdaus (47) warga Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung itu meminum beberapa botol racun serangga hingga tak sadarkan diri. Beruntung nyawanya masih terselamatkan. Saat ini, kondisinya berangsur pulih. Namun pihak keluarga masih belum bersedia untuk menerima kunjungan media.

“Keluarganya meminta izin ke saya untuk istirahat. Tapi saya bilang jangan putus komunikasi. Kesini kan banyak wartawan, jadi jiwanya juga belum stabil,” kata Kepala Desa Rancakasumba Jajat Sudrajat, S.Sos saat diwawanara Jurniscom di kantornya, Jumat (20/3/2015).

Jajat mengatakan kemungkinan Mahfouzt mengalami depresi akibat wartawan dan aparat kepolisian terus berdatangan sejak hari Ahad, (15/3/2015).

“Ya mungkin depresi atau stres saya juga gak paham. Kebetulan saja saya yang menemukan bersama keluarganya. Pas nganter wartawan mau memfoto-foto terus didapati sudah pingsan, jadi saya bawa ke klinik,” ujarnya.

Mahfouzt Firdaus, (47 tahun) yang sehari-hari menyambung hidup sebagai kuli bangunan dan kerja serabutan ini ditemukan terkapar di lantai kamarnya sendiri oleh kakak iparnya pada Selasa lalu.

Bahkan, pada malam sebelum kejadian itu, Mahfoudzt usai diinterogasi oleh pihak kepolisian hingga pukul 01.00 dini hari.

“Malamnya itu, malam Selasa, dia dipanggil oleh Polsek (Solokan Jeruk), diinterogasi. Gak tahu apa saja yang ditanyakan,” tambahnya.

Sebelumnya, pemberitaan media-media menyebutkan bahwa Mahfouzt minum obat serangga akibat stres karena puterinya, Aisyahnaz Yasmin masuk ke dalam daftar 16 WNI yang hilang di Turki dan dituduh bergabung ke ISIS.

Jurniscom juga mendatangi Kantor Kecamatan Solokan Jeruk untuk meminta keterangan. Namun, Camat Solokan Jeruk sedang tidak ada di kantor. Sekretarisnya yang menyambut kedatangan wartawan saat itu menganjurkan untuk tidak mendatangi rumah orang Mahfouzt dengan alasan kondisi kesehatannya belum memungkinkan.

“Saya sarankan jangan dulu lah. Diwawancara lagi, nanti dia minum (racun-red) lagi,” cetusnya, bercanda.

Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.