BEKASI (jurnalislam.com)— Diskusi kritis mengenai pembacaan sejarah hubungan Indonesia dan Palestina mengemuka dalam acara Empower Youth Book Talk yang berlangsung di Typica Coffee, Bekasi pada Sabtu, (12/9/2026).
Forum yang dipadati peserta dari berbagai elemen pemuda ini membedah buku “Akar Sejarah Solidaritas Indonesia-Palestina” dengan pendekatan kritisisme sejarah.
Pengulas buku, Fajar Sadikov, menggunakan metode kritik sejarah (Annaqadd at-Tarikh) ala Ibnu Khaldun untuk menguji terminologi yang digunakan dalam narasi sejarah hubungan Indonesia-Palestina, khususnya perbedaan antara konsep ‘solidaritas’ dan ‘ukhuwah’.
“Dalam perspektif aritas merupakan salah satu manifestasi eksternal dari satu relasi yang lebih mendasar, yaitu ukhuwah. Kalau solidaritas itu relationship of support, tetapi kalau ukhuwah relationship of brotherhood. Ketika ukhuwah, kamu adalah saudaraku, penderitaanmu bukanlah hal eksternal bagiku,” papar Fajar Sadikov.
Fajar juga mengkritisi penggunaan istilah ‘pan-Islamisme’ yang sering dirujuk dari kacamata sejarawan kolonial Barat.
“Istilah pan-Islamisme itu kebanyakan datang dari para sejarawan kolonial… Istilah-istilah yang dibawa oleh para penulis dan para pemikir Islam pada saat itu sebenarnya al-wahdah al-islamiyah, al-islah, tajdid, atau ittihadul ummah,” tambah Fajar.
Merespons catatan kritis tersebut, penulis buku Beggy Rizkiansyah menuturkan alasan sosiologis di balik pemilihan istilah ‘solidaritas’ dalam karyanya, yakni untuk merangkul spektrum pembaca yang lebih luas dari berbagai latar belakang.
“Kita pakai kata solidaritas untuk mencakup pembaca yang lebih luas, karena di sini tidak hanya berbicara tentang tokoh Islam, tapi juga tokoh-tokoh di luar Islam atau dengan ideologi bukan Islam… Untuk merangkul pembaca audiens lebih luas,” jelas Beggy Rizkiansyah.
Melalui diskusi historiografi ini, para pembicara berharap publik tidak terjebak pada narasi permukaan, melainkan mampu memahami kedalaman ikatan historis antara kedua bangsa.
Acara Booktalk ini membedah buku berjudul Akar Sejarah Solidaritas Indonesia Palestina, hasil kolaborasi dengan komunitas sejarah Jejak Islam untuk Bangsa (JIB), Kelompok Kerja Strategis Ummatica dan PC Pemuda Muhammadiyah Jatiasih dan PC Nasyiatul Aisyiah Jatiasih Kota Bekasi.