Responsive image

Bertepatan Idul Fitri, Bupati Didesak Cabut Undangan Upacara Perayaan Hari Jadi Boyolali

Bertepatan Idul Fitri, Bupati Didesak Cabut Undangan Upacara Perayaan Hari Jadi Boyolali

SOLO (Jurnalislam.com)- The Islamic Study and Action Center (ISAC) mendesak Bupati Boyolali Seno Samodro untuk mengubah hari perayaan Hari Jadi ke-172 Kabupaten Boyolali karena bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1440 H atau Rabu, (5/6/2019).

Sebelumnya, beredar surat dari Pemkab Boyolali yang meminta sejumlah ASN untuk menghadiri upacara perayaan Hari Jadi ke-172 kabupaten Boyolali pada Rabu (5/6/2019) pukul 07.00 wib.

“Kepada Bupati Boyolali dan Panitia Hari jadi Kabupaten Boyolali ke 172 dan para Camat untuk menjadwalkan ulang peringatan hari jadi Kabupaten Boyolali, sebaiknya diundur setelah libur idul Fitri,” kata Sekjen ISAC Endro Sudarsono dalam rilis yang diterima jurniscom sabtu, (1/6/2019).

Endro beralasan, berdasarkan kalender libur nasional tertulis bahwa tanggal 5-6 Juni 2019 adalah hari libur nasional keagamaan yaitu hari raya Iedul Fitri 1440 H.

“Bahwa pada hari raya Iedul Fitri diawali dengan kegiatan takbiran dan sholat idul Fitri dan dilanjutkan khotbah Idul Fitri,” ungkapnya.

“Bahwa setelah itu biasanya dilanjutkan bersilaturahmi ke keluarga dan tetangga terdekat, bisa jadi pada hari itu atau hari sebelumnya masyarakat sudah mudik keluar daerah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Endro meminta kepada Ketua MUI Kabupaten Boyolali untuk memberikan pendapat dan sikapnya atas kebijakan Panitia Hari Jadi Kabupaten Boyolali ke 172.

“Yang bertepatan hari Idul Fitri dengan mempertimbangkan hak hak umat Islam,” ujarnya.

Endro juga meminta kepada Komnas HAM dan Ombudsman untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran HAM dan maladministrasi yang dilakukan oleh panitia atau penyelenggara.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X