Berita Terkini

Bambang Widjojanto: KPK Sedang Dihabisi

SOLO (Jurnalislam.com) – Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menilai saat ini KPK sedang dihabisi. Menuruntya, janji-janji untuk memperkuat KPK justru dilumpuhkan melalui beberapa hal seperti pemilihan ketua KPK yang integritasnya diragukan.

“Saya merasa saat ini KPK sedang dihabisi. Karena janji-janji untuk memperkuat KPK dilumpuhkan melalui tiga hal,” katanya kepada Jurnalislam.com di Solo, Jumat (15/11/2019).

Pertama, kata Bambang, Revisi Undang-undang KPK tidak menempatkan KPK menjadi semakin kuat.

“Salah satu indikatornya sederhana sekali. Pimpinan KPK sekarang bukan penegak hukum. Pimpinan KPK sekarang tidak jelas siapa pucuknya, komisioner atau Dewan Pengawas. Pimpinan KPK sekarang otoritasnya dikebiri,” paparnya.

Kedua, orang-orang yang dipilih sebagiannya diduga mempunyai integritas yang buruk.

“Menempatkan pimpinan KPK yang tuna integritas itu sebenarnya upaya sadar dan sistematik untuk membuat KPK lumpuh secara permanen,” tegasnya.

Ketiga, kehormatan KPK dihabisi oleh berita-berita hoaks yang terus menerus dipublikasikan. “Dan ini menyebabkan KPK dideligitimasi,” ujar Bambang.

“Itu mengapa saya sebut KPK sedang dihabisi,” katanya.

Kendati demikian, ia merasa harus tetap membangun optimisme dalam membangun KPK kedepan. Sebab menurut dia, kekuatan KPK tidak hanya pada komisioner dan Dewan Pengawasnya.

“Maka kekuatannya sekarang terletak pada temen-temen yang sekarang jadi bagian langsung dari KPK serta civil society yang selama ini dibutuhkan KPK,” paparnya.

“Jadi semangat itu bisa tetap dihidupkan kalau kita mempunyai insan-insan KPK yang integritasnya terus diasah dan keberaniannya terus dikonsolidasi dan mereka benar-benar mandat dan amanatnya secara bertanggungjawab,” pungkas BW.

Bantai Keluarga Al-Sawarka, Israel: Kami Mengira Rumah Itu Kosong

GAZA (Jurnalislam.com) – Juru bicara militer Israel mengakui kesalahan mereka telah menyerang sebuah rumah milik keluarga Al-Sawarka pada hari Rabu (13/11/2019). Rumah itu hancur dan 8 anggota keluarga yang berada di dalamnya meninggal seketika.

Juru bicara itu mengatakan, pihaknya mengira rumah di kamp pengungsian Deir Al-Balah tidak berpenghuni. Dia menyampaikan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sedang menyelidiki serangan itu beberapa jam sebelum genjatan senjata diberlakukan.

“Kami menyadari adanya klaim bahwa non-kombatan terluka di Jalur Gaza tengah, dan kami sedang menyelidikinya,” kata IDF dalam sebuah pernyataan, Jumat (15/11/2019).

“Kami melakukan intelijen hebat dan upaya operasional untuk tidak menyakiti non-kombatan. Selama menggagalkan kegiatan teror,” klaimnya.

IDF beralasan, sasaran serangan itu adalah “infrastruktur,” dan sama sekali tidak menyadari bahwa orang-orang Palestina ada di dalamnya.

Setelah serangan itu, juru bicara militer Israel mengumumkan bahwa sasarannya adalah Rasmi Al-Saraka atau yang dikenal dengan Rasmi Abu Malhous, yang disebutnya sebagai komandan Jihad Islam dari sebuah skuadron roket di pusat Jalur Gaza. Mereka juga mengklaim telah menerbitkan gambar Abu Malhous, tetapi penduduk Deir al-Balah mengatakan orang dalam gambar itu bukanlah orang yang terbunuh pada Rabu malam.

Tetangga dan keluarga korban juga mengungkapkan bahwa Al-Sawarka tidak memiliki hubungan dengan komandan Jihad Islam.

“Mereka adalah keluarga miskin yang sangat sederhana, yang hidup dari tangan ke mulut di gubuk timah, tanpa air atau listrik,” kata seorang tetangga yang mengenal keluarga itu.

“Mereka hidup dari menggembalakan domba dan dikenal sebagai orang yang sederhana dan miskin. Apakah ini cara hidup seorang kepala unit roket atau seorang Jihadis Islam senior?” sambungnya.

“Setiap orang di Gaza tahu bahwa anggota unit dan aktivis senior hidup dalam kondisi yang berbeda, mereka memiliki rumah, dan bahkan ketika mereka pergi ke bawah tanah anak-anak dan keluarga mereka tidak hidup dalam kemelaratan seperti itu,” katanya.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban meninggal sebagai Rasmi Abu Malhous dari suku Asouarka, 45; putranya Mohand, 12; Miriam Asoarka, 45; Moad Mohamed Asoarka, 7; Sim Mohamed Asoarka, 13; Yoseri Asoarka, 39; dan dua balita yang tubuhnya digali dari puing-puing pada Kamis (14/11/2019) pagi dan yang namanya belum dirilis.

Kesaksian Diyaa Rasmi Al-Sawarka, Bocah 11 Tahun yang Selamat Dari Serangan Udara Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Salah seorang anggota keluarga Al-Sawarka yang selamat dalam serangan udara Israel pada hari Rabu (13/11/2019) menceritakan kisah menyeramkan yang menimpa keluarganya hari itu. Dia adalah Diyaa Rasmi Al-Sawarka, anak laki-laki berumur 11 tahun. Diyaa dan adiknya selamat dari serang brutal itu.

“Saya sedang tidur ketika rumah itu dibombardir. Saya bangun ketakutan dan semua yang ada di sekitar saya berwarna merah. Saya tidak bisa melihat apa-apa,” ungkap Diyaa kepada Middle East Eye, Sabtu (16/11/2019).

Diyaa yang mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya mengaku sempat berteriak minta tolong tetapi tidak ada yang mendengar.

“Saya mencoba melarikan diri tetapi kaki saya terjebak di bawah puing-puing. Saya mulai berteriak tetapi tidak ada yang mendengar saya; semua anggota keluarga saya berada di bawah puing-puing,” katanya.

“Saya sedang berusaha menarik kaki saya ketika saya menemukan adik lelaki saya berjuang untuk keluar dari bawah reruntuhan. Saya membantunya, kemudian menarik kaki saya dan bergegas di belakangnya,” sambung Diyaa.

Serangan udara brutal Israel dimulai pada hari Selasa (12/11/2019) ketika tentara Israel membunuh seorang komandan Jihad Islam terkemuka, Baha Abu al-Ata, istrinya, dan sejumlah warga sipil.

Setelah pembunuhan itu, para pejuang Jihad Islam melancarkan serangan balasan ke Israel dengan roket. Meskipun tidak meninggalkan korban meninggal di pihak Israel karena sebagian besar roket pejuang Palestina ditepis Iron Dome, namun sebagian roket lain berhasil menembus Iron Dome dan melukai beberapa warga Israel serta menyebabkan kerusakan properti mereka.

Israel kemudian melancarkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza yang menewaskan 34 warga Palestina dan melukai lebih dari 100.

Hari Ketiga Agresi Militer Israel di Gaza, 34 Orang Tewas

Israel Akan Menyelidiki Serangan Udara yang Menewaskan 8 Keluarga Al-Sawarka

GAZA (Jurnalislam.com) – Agresi militer Israel di wilayah Jalur Gaza selama tiga hari berturut-turut telah menewaskan puluhan warga sipil, termasuk delapan anggota keluarga Al-Sawarka yang tewas dalam serangan hari Rabu (13/11/2019). Setelah melakukan serangan keji itu, pihak militer Israel mengaku akan menyelidiki serangan tersebut.

Serangan udara Israel yang menghancurkan rumah keluarga Al-Sawarka di kamp pengungsian Deir Al-Balah adalah satu-satunya serangan paling mematkan dalam dua hari pemboman.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, serangan Israel pada hari itu menewaskan Rasmi Al-Sawarka yang juga dikena sebagai Rasmi Abu Malhous, dua istrinya, dan lima anak-anaknya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (15/11/2019), juru bicara militer Israel, Jonathan Concricus mengatakan bahwa intelijen militer mereka telah mengindikasi tidak ada warga sipil yang akan menjadi korban dalam serangan tersebut.

“Tidak ada warga sipil yang diperkirakan akan dirugikan pada saat serangan. Kami sedang menyelidik kerusakan pada warga sipil yang disebabkan oleh serangan,” kata pernyataan itu.

Sebelum pernyataan itu dirilis, juru bicara media Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, membenarkan serangan udara itu dalam twitternya dan menuding bahwa Al-Sawarka adalah seorang komandan Jihad Islam.

Jihad Islam kemudian membenarkan bahwa Sawarka dikenal sebagai orang yang berafiliasi dengan mereka, tetapi dia bukan seorang komandan.

Pada Jumat (15/11/2019), koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengatakan, “Tidak ada pembenaran untuk menyerang warga sipil di Gaza.”

“Belasungkawa yang tulus saya kepada keluarga Al-Sawarkah dan saya berharap pemulihan yang cepat untuk mereka yang terluka. Saya meminta Israel untuk bergerak cepat dengan penyelidikannya,” katanya Nickolay dalam twitternya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengkritik penyelidikan militer Israel sebelumnya terhadap potensi kejahatan perang yang dilakukan di Jalur Gaza.

ADALAH, sebuah kelompok yang membela hak-hak warga negara Palestina Israel, mengajukan laporan 25 halaman pada tahun 2018 yang menyimpulkan bahwa Israel tidak mau melakukan penyelidikan atau memulai penuntutan yang berkaitan dengan perang Gaza 2014.

Hal ini membuktikan bahwa diperlukan adanya sebuah badan internasional untuk terlibat dalam penyelidikan semacam itu.

Selain keluarga Al-Sawarka, serangan Israel juga menewaskan 3 anggota keluarga Ayad, 3 orang anggota keluarga Abad Elal, dan 2 anggota keluarga Abu Al-Afa.

 

 

Tentara Israel Menembak Seorang Fotografer Palestina

HEBRON (Jurnalislam.com) – Seorang fotografer lepas Palestina, Mo’ath Amarnah menjadi sasaran tembak pasukan penjajah Israel. Mata kiri Moath ditembak tentara Israel saat sedang melakukan tugas peliputan di Kota Surif, Hebron, Jumat (15/11/2019).

Rumah Sakit Palestina mengatakan, Mo’ath dipastikan akan kehilangan mata kirinya akibat tembakan peluru tajam yang dilapisi karet tersebut.

Moath adalah satu-satunya awak media yang mendokumentasikan pembunuhan keji tentara Israel terhadap warga Palestina bernama Omar Haitham Al-Badawi (22) di kamp pengungsian Al-Arroub, Tepi Barat pada Senin (11/11/2019).

Saat kejadian itu, Moath tepat berada di depan Omar. Omar dibunuh tentara Israel dengan ditembak di bagian perut di pintu masuk Al-Arroub usai menghadiri peringatan 15 tahun kematian presiden Palestina Yasser Arafat.

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus penyerangan terhadap jurnalis oleh tentara Zionis Israel.

Sumber: Alarabiya

Mahasiwa Harvard Walk Out Saat Kuliah Umum Konsul Jenderal Israel

NEYWORK (Jurnalislam.com) – Seratus mahasiwa Fakultas Hukum Harvard University pada Rabu (14/11/2019) melakukan aksi walkout saat Konsul Jenderal Israel di New York, Dani Dayan menyampaikan kuliah umum di kelas mereka.

Dayan terkejut ketika dia akan memulai ceramahnya tentang “Strategi Hukum Permukiman Israel di Palestina yang Diduduki”, tiba-tiba para mahasiswa yang telah mengisi ruang kuliah berdiri dan mengangkat poster bertuliskan “Permukiman adalah kejahatan perang”, lalu mereka berjalan keluar kelas.

Dayan yang kecewa lalu bergumam dan menyindir aksi mahasiswa tersebut. “Aku ingat melakukan ini di TK,”  katanya.

Salah seorang mahasiwa yang mengikuti aksi walkout, Samer Hjour, mengatakan, aksi dadakan itu dilakukan setelah para mahasiwa mendengar kabar adanya utusan Israel yang akan mengisi kelad mereka.

“Aksi 1oo orang walkout sekaligus ini sangat meninggalkan dampak serius. Kami merencanakan ini dan butuh banyak waktu, tapi kami memiliki tim di sekolah ini dan mencari orang untuk membantu kami mewujudkannya,” kata Samer kepada media, Rabu (14/11/2019).

Dayan adalah penasehat utama pendirian dan pemeliharaan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Dia menjabat sebagai Ketua Dewan Yesha, sebuah aliansi permukiman ilegal Israel dari 20017 hingga 2013. Dia kemudian ditunjuk sebagai Kepala Utusan Asing, satu-satunya perwakilan resmi dari gerakan penyelesaian ilegal ke komunitas internasional.

Ini bukan pertama kalinya pejabat Israel atau tokoh pro-Israel dipermalukan mahasiswa dan aktivis di acara-acara di universitas. Beberapa dari tokoh itu justru menuduh para mahasiswa telah menindas kebebasan berbicara.

Pada bulan Mei tahun lalu, mantan Duta Besar AS untuk Israel yang sangat pro-Israel Nikki Haley berpidato di Universitas Houston, diinterupsi oleh para pemrotes yang berteriak, “Nikki Haley, darah ada di tangan Anda!”

Meskipun Israel membangun permukiman Yahudi di wilayah Palestina yang melanggar hukum internasional dan juga dianggap sebagai kejahatan perang, namun permukiman tersebut terus dibangun dan diperluas, dengan sekitar 650.000 warga Israel saat ini tinggal di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Permukiman itu dibangun dengan mengorbankan rumah-rumah, desa-desa dan seluruh lingkungan Palestina baik dievakuasi dan ditempati atau dihancurkan dan diganti, meninggalkan pemilik sah mereka miskin.

 

Akibat Serangan Isarel, Gaza Mengalami Kerugian Senilai $3 Juta

GAZA (Jurnalislam.com) –  Media Palestina melaporkan, jumlah kerugian akibat pemboman Israel di Jalur Gaza tahun ini sekitar $ 3 juta.

Sekitar 500 unit rumah rusak dan hancur, termasuk delapan rumah dan 12 unit perumahan, dengan perkiraan nilai total $ 2 juta. Selain itu, lahan dan fasilitas pertanian juga mengalami kerusakan seperti kerusakan lahan, pertanian, irigasi sistem dan kapal penangkap ikan, bernilai lebih dari satu juta shekel ($ 0,29 juta).

Total kerugian dalam infrastruktur, termasuk air, air limbah, listrik, dan jalan, berjumlah lebih dari 1 juta shekel.

Kantor tersebut menunjukkan bahwa 12 perusahaan komersial rusak dengan biaya 300.000 shekel ($ 26.311). Sementara kerugian di sektor transportasi dan komunikasi berjumlah lebih dari 200.000 ($ 57.540) akibat kerusakan pada mobil dan kendaraan transportasi.

Agresi mengakibatkan kerusakan parsial pada bangunan dan institusi pemerintah, termasuk 15 sekolah, dua direktorat pendidikan dan markas keamanan, dengan nilai total 100.000 ($ 34.750).

Kantor media itu menganggap Israel bertanggung jawab atas semua kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina selama agresi ini.

Sumber: Middle East Monitor

Mulut Busuk

Oleh: M Rizal Fadillah

Lagi lagi omongan busuk keluar dari mulut Soekmawati anak Soekarno. Menghina Nabi Muhammad SAW. Ia mengaitkan hal yang jauh dari relevansi soal kemuliaan Nabi dengan Soekarno dan tokoh lain. Ia bertanya dengan pertanyaan bodoh dan konyol bahwa di abad 20 ini lebih berjasa Nabi Muhammad atau Soekarno? Lalu ia memuji Soekarno yang berjasa bagi kemerdekaan negara Indonesia.

Dahulu Soekmawati membuat puisi yang dinilai menghina Islam. Syariat Islam dibandingkan konde ibu ibu. “Sarikonde” katanya. Merendahkan pula cadar. Alunan kidung lebih merdu daripada suara adzan. Memang ia mengaku tak faham syariat tapi anehnya melecehkan syariat. Mulut penghina agama adalah busuk. Maka pelesetan nya bu suk. Ibu Soekmawati.

Kini direndahkannya Nabi Muhammad, Nabi mulia yang dihormati dan dicintai umat. Membandingkan dengan Soekarno tidak relevan dan mengada ada.
Membawa dan menganggap Nabi Muhammad tidak berjasa bagi kemerdekaan Indonesia adalah naif. Anak SD pun tahu Nabi Muhammad SAW tidak hidup di Indonesia. Apa kaitan dengan jasa kemerdekaan ? Sungguh jahil.

Dahulu Arswendo Atmowiloto seniman yang “iseng” menempatkan Nabi Muhammad SAW di bawah Soeharto dinilai menghina Nabi dan dihukum penjara 5 (lima) tahun. Kini keisengan mulut busuk mawati juga patut untuk dihukum pula. Sayang skeptisme menerpa umat di rezim ini. Telah banyak penista agama bebas bebas saja. Ahok dihukum dengan tekanan jutaan umat. Itupun dipenjara dengan penuh pemanjaan. Lapas yang tak jelas.

Para penista agama yang bebas berujar dan berulah semakin banyak di negeri ini. Mulut mulut busuk melecehkan akidah dan syari’ah. Sulit memprosesnya. Simbol simbol keagamaan disudutkan dan dilekatkan predikat negatif apakah radikal, intoleran, bahkan teroris. Radikalisme adalah kata yang disemburkan oleh mulut busuk “islamofobia” lalu diburu dan diintimidasi. Racun ketakutan ditebar kemana-mana.

Saatnya politik hukum keagamaan ditata ulang. Pengambil keputusan politik di negeri ini mesti lebih arif. Main tuduh dan memproteksi peleceh agama adalah langkah yang tidak sehat. Hanya menciptakan kekecewaan dan kejengkelan. Tak ada bangunan apik yang dapat didirikan di atas fondasi kejengkelan dan kekecewaan. Mulut mulut busuk baiknya disumpal oleh hukum. Agar jera para peleceh lain.
Agama mesti dimuliakan, bukan dihina dan direndahkan.

*) Pemerhati Politik dan Keagamaan

Fantastis, Utang BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit Mencapai Rp 17 Triliun

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kuntjoro, mengungkapkan jumlah utang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada rumah sakit (RS). Jumlahnya fantastis, yaitu mencapai Rp 17 triliun.

“Piutang (Rumah Sakit ke BPJS) yang saya tahu hingga 30 September 2019 itu Rp 17 triliun. Semua, se-Indonesia,” katanya di gedung DPR, Senin (12/11/2019).

Menurut Kuntjoro, angka tersebut bukanlah jumlah yang sedikit. Karenanya PERSI menekankan agar BPJS Kesehatan bisa segera menyelesaikan kewajibannya tersebut. Jika tidak, operasional RS yang berpotensi terganggu.

“Terpenting sekarang bayar dulu. Saya kan rumah sakit nih. Yang penting dibayar dulu saja. Supaya pasien yang non BPJS-nya itu meningkat,” lanjut Kuntjoro.

Dia mengatakan sudah menjadi rahasia umum jika jumlah pasien yang menggunakan BPJS menjadi mayoritas di banyak RS. Begitupun di RS besar, jumlah pasien non BPJS masih kalah dengan pasien BPJS.

“RS besar seperti Gatot Subroto bisa 30%-40% yang pasien non BPJS,” lanjutnya.

Oleh karenanya, ia menilai bahwa RS sebaiknya jeli dalam menentukan daftar penyakit mana saja yang bisa maupun tidak bisa digunakan dengan BPJS.

“Makanya RS inovasi. Apa aja penyakit yang tidak dibiayai non-BPJS. Kan ada penyakit yang tidak dibiayai BPJS. How to treat services itu ditentukan leader-nya,” kata Kuntjoro.

Bukan kali ini saja informasi utang BPJS naik ke permukaan. Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan bahwa utang BPJS kepada RS yang berada di bawah Muhammadiyah mencapai Rp 300 miliar.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah bilang ke saya tolong diingatkan Kementerian Kesehatan, BPJS, mereka punya utang Rp 300 miliar kepada Rumah Sakit Muhammadiyah di Indonesia tolong ini diperintahkan agar jangan sampai operasional rumah sakit yang membantu masyarakat terkendala,” sebut Daulay kala Rapat Dengar Pendapat antara Kemenkes dan Komisi IX beberapa waktu lalu.

Sumber: CNBC Indonesia

Respon Agresi Israel di Gaza, ACT Akan Masifkan Penyaluran Bantuan untuk Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Organisasi kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengecam keras serangan Israel di Gaza yang telah menewaskan 32 warga Palestina dan sepertiga diantaranya adalah warga sipil.

“ACT mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina,” kata Direktur ACT Nurman Priyatna dalam Konferensi Pers Palestine Under Attack di Menara 165 Jakarta, Kamis (14/11/2019).

ACT mengecam keras serangan Israel yang dilakukan terutama menjelang musim dingin di Palestina.

Dia melihat permasalahan itu bukan lagi masalah ringan karena sudah berlangsung setiap tahun dengan eskalasi yang semakin meningkat.

ACT berjanji akan lebih masif lagi menyalurkan bantuan bagi warga Palestina, terutama menyusul serangan dari Israel yang dimulai sejak 48 jam terakhir dan telah menewaskan 32 orang.

“Kami sudah berikan instruksi kepada relawan dan mitra-mitra kami di Gaza untuk memastikan pendistribusian bantuan medis, kesediaan pangan dan bantuan lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, serangan Israel ke wilayah Gaza, Palestina yang telah dimulai sejak Selasa menewaskan komandan lapangan Jihad Islam, memicu gempuran roket lintas perbatasan oleh kelompok tersebut dan serangan susulan Israel.

Direktur Eksekutif Global Humanity Response Bambang Triyono mengatakan bahwa berdasarkan laporan yang diterima ACT langsung dari Palestina, 32 warga Palestina yang sepertiga di antaranya merupakan warga sipil, tewas akibat 94 serangan udara dan 21 serangan artileri dari Israel.

Dari 32 korban tewas tersebut, beberapa di antaranya adalah anak-anak dan perempuan, dengan 85 korban lainnya mengalami luka-luka.

Selain menewaskan puluhan orang, serangan Israel di Gaza juga menghancurkan sekitar 48 rumah hingga rata dengan tanah dan beberapa lainnya hanya tersisa puing-puing.