Berita Terkini

Banjir Bandang Menerjang Lebak Banten di Awal 2020

LEBAK (Jurnalislam.com) – Hujan di penghujung tahun 2019, Selasa (31/12/2019) mengakibatkan Sungai Ciberang dan Sungai Cimangenteung meluap.

Hingga pukul 06.30 WIB, banjir bandang menerjang 4 kecamatan di Lebak, dan yang terparah adalah kecamatan Cipanas, Lebak Gedong dan Sajira.

Beberapa jembatan putus dan satu diantaranya merupakan jembatan utama yang menghubungkan tiga kecamatan.

Akibat putusnya jembatan-jembatan ini, warga di Muncang dan Sobang yang hendak ke Sajira dan Rangkasbitung harus memutar sejauh 50 kilometer melalui kecamatan Leuwidamar.

Rahmat Camat Sajira menjelaskan, “Ada enam jembatan gantung dan satu jembatan utama yang putus, warga dari Kecamatan Sajira, Muncang dan Sobang tidak bisa melintas.”

Selain memutuskan beberapa jembatan, banjir bandang pun menghanyutkan sejumlah rumah dan pondok pesantren yang ada di bantaran sungai. Namun demikian belum diketahui korban jiwa.

Sejumlah ruas jalan pun ditutup oleh pihak kepolisian karena tertutup banjir dan tanah longsor, yakni jalan dari Cipanas menuju kecamatan Muncang kemudian jalan dari Cipanas menuju Lebak Gesing.

Jalan ambles di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten

“Sementara jalan ditutup akibat tertutup longsor dan banjir, ” kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi. “Untuk korban jiwa sementara nihil. Data kerusakan dan kerugian masih didata,” imbuhnya lagi.

Sejumlah tiang listrik pun bertumbangan akibat terkena hantaman banjir, longsor, dan tanah amblas. Hingga berita ini ditulis pada Kamis 2 Januari 2020 dini hari, sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Lebak, yakni Kecamatan Cipanas, Cimuncang, serta Sajira gelap gulita.

Akibat bencana ini ribuan penduduk mengungsi, BPBD Lebak mendirikan beberapa posko pengungsian dan dapur umum agar masyarakat korban bencana tidak mengalami kerawanan pangan dan serangan penyakit.

“Kami memfokuskan pasca penanganan banjir dan longsor dengan melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi.

“Kami mengutamakan warga korban banjir dan longsor tetap tinggal di pengungsian sebelum banjir surut,” kata dia lagi.

(dari berbagai sumber)

Anies Baswedan: Seluruh Kantor Pemerintah dan Sekolah Harus Siap Jadi Tempat Pengungsian

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengeluarkan perintah khusus dalam menghadapi banjir di Jakarta pada awal tahun baru 2020. Ia menginstruksikan jajarannya untuk cepat tanggap menanggulangi banjir.

“Seluruh kantor pemerintah dan sekolah harus siap menjadi tempat pengungsian bagi warga terdampak banjir. Siapkan dapur umum, pos kesehatan, dan makanan siap saji. Semua tenaga kesehatan harus siaga,” kata Anies yang pagi ini, Rabu (1/1/2020) usai meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta.

Selain obat-obatan dan air minum, tuturnya, toilet umum dan seluruh kebutuhan dasar bagi pengungsi harus disiagakan. Anies juga memerintahkan untuk menjaga kelancaran mobilitas warga sehingga tidak terganggu.

“Pemprov DKI harus hadir dan mengambil sikap bertanggung jawab. Kita tunjukkan pada seluruh warga, bahwa seluruh jajaran turun tangan,” ujarnya.

“Amankan semua transportasi publik. Jika ada rute kendaraan umum yang terkendala banjir, segera siapkan rute alternatif,” paparnya.

Seluruh wali kota, ujar Anies, diharapkan melakukan koordinasi antarbagian. Para wali kota, camat, dan lurah diperintahkan juga untuk selalu memberikan informasi mutakhir yang valid tentang kondisi saat ini.

Secara khusus ia berpesan agar aparat Pemprov DKI juga menjaga kesehatan dan keselamatan masing-masing. Hal ini agar bisa memastikan bantuan keselamatan bagi warga. “Curah hujan tidak bisa kita kendalikan, akan tetapi dampaknya bisa kita kendalikan,” urai Anies.

Ia mengingatkan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada dengan sebaik-baiknya. Ia yakin Allah akan memberi kemudahan sehingga bisa menanggulangi masalah banjir dengan secepatnya.

Anies Instruksikan Aparatnya Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Banjir

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta aparatnya untuk sigap membantu warga terdampak banjir. Pesan itu disampaikan Anies pagi ini, Rabu (1/1/2020) ketika meninjau pintu air Manggarai, Jakarta.

“Saya instruksikan pada seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk turun tangan langsung. Datangi kantor kelurahan setempat untuk bekerja di bawah koordinasi lurah,” tuturnya.

Ia meminta seluruh aparat Pemprov DKI membantu untuk menyelamatkan warga. Aparat juga diharapkan melakukan evakuasi warga terdampak, memastikan kesiapan tempat pengungsian.

Anies menambahkan, aparat juga harus memastikan keamanan warga di tempat tinggal maupun di jalanan. “Pastikan warga bebas dari bahaya listrik, pohon tumbang, dan semacamnya,” paparnya.

Dia menjelaskan, bahwa masalah banjir dan dampaknya ini harus dihadapi dengan sebaik-baiknya. Dia percaya Allah akan memberikan kemudahan untuk menanggulangi banjir sesegera mungkin.

“Camkan dan segera laksanakan pesan ini. Semoga Allah selalu mengiringi dan memudahkan Bapak-Ibu dalam menjalankan tugas ini,” ujar Anies.

ACT Turunkan Tim DER Bantu Korban Banjir Jabodetabek

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (31/1/2019) sore hingga Rabu (1/1/2020) pagi membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Tim Disaster Emergency Response (DER) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah memberangkatkan tim ke sejumlah lokasi banjir pada Rabu (1/1/2020) pagi.

Komandan DER – ACT Dwiko Hari Dastriadi menerangkan, tim sudah diberangkatkan ke wilayah terdampak banjir, yakni Jakarta Timur, Tangerang, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.

“Tim sudah bergerak, relawan di beberapa lokasi banjir sudah siaga, tim di pusat sedang bergerak untuk menurunkan perahu karet ke lokasi-lokasi tersebut,” kata Dwiko. Satu regu tim DER terdiri dari 4-5 personel yang dilengkapi perahu karet dan peralatan penyelamatan lainnya.

“Kami juga segera mengaktivasi posko bantuan di Jabodetabek,” tambah Dwiko.

Anggota tim DER-ACT Lukman Salehuddin yang bertugas di Tangerang Selatan melaporkan, saat ini ia dan timnya tengah mengevakuasi warga di wilayah Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

“Puluhan orang kami evakuasi keluar dari rumah ke tempat yang lebih aman,” terang Lukman.

Sementara itu, sejumlah warga di Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tampak mulai mengungsi ke masjid Al Ridwan. Pengurus DKM Masjid Al Ridwan, Jati Padang, Iwan Hari mengatakan, hujan yang tidak kunjung berhenti membuat semakin banyak warga yang mengungsi.

“Bahkan banjir di Jati Padang ada yang mencapai setengah meter di kampung padat penduduk, terutama RT 03, RT 11 di RW 06 Kelurahan Jati Padang. Semalam ACT juga mendistribusikan Air Minum Wakaf 50 dus, sangat membantu sekali,” jelas Hari.

Laporan langsung pun juga terus diterima ACT, baik melalui media sosial maupun tim di lapangan. Pengamatan mata tim ACT Eka Saputra langsung dari Pintu Air Bendung Katulampa, saat ini debit air sudah mencapai 340 meter kubik atau siaga 2.

“Warga di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi, diimbau untuk waspada. Saat ini sejumlah wilayah juga sudah dilaporkan banjir,” terang Eka

Banjir Juga  Meluas di Wilayah Banten

LEBAK (Jurnalislam.com) – Banjir terjadi di Kabupaten Lebak, Banten, akibat sungai meluap.

Banjir melanda daerah Kecamatan Cipanas dan Lebak Gedong. Air berasal dari luapan Sungai Ciberang dan Cimangenteung.

Banjir di Cipanas sendiri saat ini terjadi di tujuh desa, yaitu Desa Bintangresmi, Bintangsari, Haur Jauh, Sukasari, Sipayung, Cipanas, Luhurjaya. Meluapnya dua sungai tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

“Banjirnya luar biasa gede, jadi karena dua sungai,” kata Camat Cipanas, Oleh Najamudin, di Lebak, Banten, Rabu (1/1/2020).

Oleh, yang saat ini sedang berada di lokasi, menjelaskan, rumah warga terendam di 7 desa di Cipanas. Ada laporan bahwa 3 orang terjebak di persawahan dan saat ini masih dalam proses pencarian.

“Saya di lokasi tengah evakuasi, belum ada korban, tapi laporan ada 3 warga yang kejebak di sawah,” ujarnya.

Kepala BPBD Lebak Kaprawi mengatakan, selain Kecamatan Cipanas, banjir terjadi di Kecamatan Lebak Gedong. Banjir akibat luapan Sungai Ciberang dan hujan deras sejak tadi malam.

“Tadi malam sudah menginformasikan dua wilayah itu untuk waspada, tadi jam 7 sampai jam 8 banjir bandang melanda dua wilayah yaitu di Lebak Gedong dan Cipanas,” ujar Kaprawi.

Hujan Deras, Jalan Utama Depok Dilanda Banjir

DEPOK(Jurnalislam.com)–Hujan deras mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya sejak kemarin malam. Hal tersebut memicu banjir, termasuk di Depok.

Salah satu warga Depok, Kusumo, mengatakan banjir terjadi di Jalan Arif Rahman Hakim. Dia mengatakan air menggenangi jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

“Jalan Arif Rahman Hakim, Depok banjir,” ujar Kusumo, Rabu (1/1/2020).

Banjir terlihat sekitar pukul 09.30 WIB. Dia mengatakan cuaca masih hujan di lokasi.

Sumber: detik.com

Anies Instruksikan Jajarannya Penuhi Kebutuhan Korban Banjir Jakarta

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyampaikan instruksi untuk para jajarannya guna mengatasi banjir yang juga melanda daerah Jakarta. Dia memerintahkan anak buahnya untuk menghadapi banjir.

“Karena itu saya instruksikan kepada seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk turun tangan langsung, datangi kantor kelurahan terdekat, bekerja di bawah koordinasi para lurah, membantu untuk menyelamatkan warga,” perintah Anies dalam pesan suara, disampaikan Humas Pemprov DKI, Rabu (1/1/2020).

Dia menyampaikan ini saat berada di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan. Dia mengawali pesannya dengan penjelasan bahwa Jakarta mengalami banjir sejak Selasa (31/12/2019) saat kawasan barat Pulau Jawa mengalami hujan yang cukup intensif. Dia memerintahkan anak buahnya untuk melayani korban banjir.

Siapkan evakuasi warga terdampak. Pastikan tempat pengungsian sudah siap, seluruh kantor pemerintah, sekolah, harus siap menjadi tempat pengungsian. Siapkan dapur umum, siapkan pos kesehatan, dan pastikan semua tenaga kesehatan siap,” kata Anies.

Obat-obatan hingga makanan untuk warga harus terjamin. Alas tidur, toilet umum, dan semua kebutuhan dasar untuk korban banjir harus siap.

“Kepada para Wali Kota, lakukan koordinasi di wilayahnya masing-masing,” kata Anies.

sumber: detik.com

ACT Kirim Tim Evakuasi Korban Banjir di Wilayah Jabodetabek

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Hujan deras yang menguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (31/1/2019) sore hinga Rabu (1/1/2020) pagi membuat sejumlah wilayah terendam banjir.

Tim Disaster Emergency Response (DER) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah memberangkatkan tim ke sejumlah lokasi banjir pada Rabu (1/1/2020) pagi.

Komandan DER – ACT Dwiko Hari Dastriadi menerangkan, tim sudah diberangkatkan ke wilayah terdampak banjir, yakni Jakarta Timur, Tangerang, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat. “Tim sudah bergerak, relawan di beberapa lokasi banjir sudah siaga, tim di pusat sedang bergerak untuk menurunkan perahu karet ke lokasi-lokasi tersebut,” kata Dwiko dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Satu regu tim DER terdiri dari 4-5 personel yang dilengkapi perahu karet dan peralatan penyelamatan lainnya.

“Kami juga segera mengaktivasi posko bantuan di Jabodetabek,” tambah Dwiko.

Anggota tim DER-ACT Lukman Salehuddin yang bertugas di Tangerang Selata  melaporkan, saat ini ia dan timnya tengah mengevakuasi warga di wilayah Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

“Puluhan orang kami evakuasi keluar dari rumah ke tempat yang lebih aman,” terang Lukman.

Sementara itu, sejumlah warga di Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tampak mulai mengungsi ke masjid Al Ridwan. Pengurus DKM Masjid Al Ridwan, Jati Padang, Iwan Hari mengatakan, hujan yang tidak kunjung berhenti membuat semakin banyak warga yang mengungsi.

“Bahkan banjir di Jati Padang ada yang mencapai setengah mete di kampung padat penduduk, terutama RT 03, RT 11 di RW 06 Kelurahan Jati Padang. Semalam ACT juga mendistribusikan Air Minum Wakaf 50 dus, sangat membantu sekali,” jelas Hari.

Laporan langsung pun juga terus diterima ACT, baik melalui media sosial maupun tim di lapangan. Pengamatan mata tim ACT Eka Saputra langsung dari Pintu Air Bendung Katulampa, saat ini debit air sudah mencapai 340 meter kubik atau siaga 2.

“Warga di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi, diimbau untuk wwaspada. Saat ini sejumlah wilayah juga sudah dilaporkan banjir,” terang Eka

Meneropong Diplomasi RI dalam Persoalan Rohingya

Oleh: Habibah Auni*

Isu Rohingya kembali muncul ke permukaan. Kabar yang masuk ke nusantara akhirnya adalah mengenai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Resolusi PBB atas Rohingya akhirnya disahkan pada Jum’at, 27 Desember 2019.

Seperti yang kita tahu, ribuan orang Rohingya dibunuh sebab aksi represif oleh militer Myanmar pada tahun 2017. Kala itu Myanmar mengencangkan kampanye pembersihan di Rakhine dalam menanggapi serangan oleh kelompok pemberontak Rohingya. Pasukan keamanan tersebut diduga melakukan pemerkosaan massal dan pembunuhan serta membakar ribuan rumah.

Selain menerima tindakan kekerasan, Rohingya yang sudah lama menempati Rakhine, juga tidak dianggap bagian dari Myanmar. Mereka ditolak kewarganegaraannya sejak tahun 1982. Myanmar yang mayoritas beragama Buddha, abadi melabeli Rohingya sebagai “orang Bengali” dari Bangladesh.  Alhasil, kebebasan bergerak dan hak-hak dasar lain orang Rohingya ditolak.

Perbuatan Myanmar menjadi sebuah hal yang ironis jika kita mereka memori kembali. Sejarahnya, Myanmar pernah penandatangan Konvensi Genosida 1948. Konvensi ini berisikan tentang pelarangan negara dalam melakukan kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) bahkan genosida dan memaksa Myanmar untuk mencegah serta menghukum kejahatan genosida.

Resolusi yang baru saja dikeluarkan oleh PBB, mengamanatkan Myanmar agar melindungi semua golongan masyarakat dan menjamin keadilan untuk seluruh korban pelanggaran HAM. Resolusi yang disahkan ini memang bukanlah suatu produk hukum, namun 134 negara dari 193 negara anggota yang pro terhadap resolusi nampaknya dapat mencerminkan opini dunia.

Syukur-syukur Myanmar tidak jadi menelan ludah sendiri. Coba dipikir, Myanmar telah melakukan pelanggaran HAM terhadap Rohingya, namun ia juga menandatangani Konvensi 1948. Sebuah keironian bukan? Ultimatum yang diberikan oleh PBB setidaknya sudah menjadi alarm agar Myanmar menyudahi perbuatannya.

Peran Cina

Meskipun sudah ada sedikit titik terang dari perkara Rohingya ini, nampaknya kita tetap perlu mewaspadai ancaman yang akan datang. Ya, sebut saja marabahaya yang menanti berasal dari Cina. Wah, kenapa dari Cina? Karena Cina sebagai salah satu negara adikuasa memiliki kedekatan yang erat dengan Myanmar.

Cina yang kini memegang posisi ekonomi global yang sangat kuat, memandang Myanmar sebagai saudara Asianya yang patut dilindungi. Hal ini dikarenakan Cina tengah menjalankan projek Belt Road Initiative (BRI). Saking berharganya Myanmar bagi Cina, Cina sampai rela menggunakan hak veto-nya lagi untuk melindungi Myanmar dari hukuman PBB.

Anehnya, apa yang dilakukan Cina terhadap Myanmar sedikit keluar dari kebijakannya sendiri. Cina selama ini memegang prinsip bahwa ia tidak akan mengintervensi permasalahan HAM negara lain. Sekarang, Cina malah mencampuri urusan politik dalam negeri Myanmar.

Sudah terlihat jelas sekali Cina ingin mempertahankan Myanmar, lebih tepatnya menjerat negara Asia Tenggara itu dalam jaring laba-labanya. Cina yang tengah bersaing dengan Amerika Serikat (AS), merasa bahwa usaha negeri Paman Sam dilakukan untuk menghalau pengaruh Cina. AS yang terancam dengan projek BRI, mengintervensi keputusan di PBB dalam rangka memenangkan kontestasi geopolitik melawan Cina.

Melihat narasi Cina merantai kaki Myanmar, bisa disimpulkan bahwa apa yang dilakukannya hanyalah kepentingan ekonomi belaka. Beijing yang menganut sistem pemerintahan yang otoriter, tidak tertarik menolong Myanmar yang tengah bertransformasi dari negara yang militeristik menjadi demokratis. Dampaknya, Myanmar akan terus mengekor pada Beijing tanpa tau akan teraktualisasinya negara tanpa pelanggaran HAM.

Lantas apa yang harus dilakukan Myanmar dalam menyelesaikan persoalan Rohingya adalah meminta bantuan dari negara lain. Salah satu negara yang bisa dimintai tolong yakni Indonesia. Mengapa Indonesia? Berbeda dengan negara lain, Indonesia memiliki hubungan persaudaraan yang dekat sejak awal tanah air merdeka.

Urusan Ekonomi

Salah satu buktinya dapat diteropong dari segi ekonomi, dimana nilai perdagangan antara Indonesia dan Myanmar sudah mencapai 1 triliun US dolar pada tahun 2018 (Mizzima, 2019). Akumulasi perdagangan ini berhasil mencetak sejarah hubungan bilateral yang positif.

Adapun produk yang diperjualbelikan Hubungan antara Indonesia dan Myanmar fokus adalah sektor agrikultur, industri, tekstil, dan produk makanan. Indonesia mengekspor minyak kelapa sawit, minyak, plastik, karet, elektronik, dan part mobil ke Myanmar, sedangkan Myanmar menjual kayu jati ke Indonesia. Produk kayu jati yang diimpor ini sesuai cita-cita nusantara dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 (Pramudyani, 2019).

Indonesia sendiri berkomitmen dalam memberi bantuan kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine. Pak Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Persatuan Myanmar Win Myint pada tahun 2018, pernah mengeluarkan statement: “Kepentingan Indonesia hanya satu, melihat Rakhine State stabil dan damai, dimana masyarakatnya, termasuk masyarakat muslim, dapat hidup dengan damai.”

Percayalah, karena Indonesia sudah berhasil membangun rumah sakit di Rakhine pada tahun 2019. Indonesia juga pernah diapresiasi Indonesia atas bantuan kemanusiaan sebesar 20 ton.

Hal yang agak disayangkan dari Indonesia adalah kurang memanfaatkan diplomasi secara maksimal untuk menyelesaikan perkara Rohingya. Keganjalan yang dapat ditemui adalah Myanmar yang sekarang ini, jauh terlampau percaya dengan Beijing dibandingkan dengan Indonesia. Padahal Indonesia dan Myanmar memiliki keakraban mulai dari liang lahat.

Memang tidak bisa disangkal secara ekonomi Indonesia jauh tertinggal dari Beijing, mengingat Indonesia sendiri ekonominya masih bergantung dengan Cina. Berdasarkan data ANP-INSIGHT (Ucu, 2019), Beijing menempati posisi global player pada level diplomacy in global perspective dan memiliki internal security serta external security yang sama-sama mencapai poin 1. Policy vitality Cina juga mencapai 0.89.

Sedangkan Indonesia hanya menempati posisi internal player yang lebih menekankan kepada kebijakan inward looking dengan policy vitality 0.33. Artinya, Indonesia memiliki daya tawar diplomasi yang lemah dibandingkan dengan Cina. Sehingga power yang dipunyai Indonesia untuk menyelesaikan masalah Rohingya sangatlah kecil.

Indonesia yang menganut asas politik luar negeri yang bebas aktif, menjadi enggan mengintervensi urusan negara lain. Ditambah lagi, Indonesia dan Myanmar yang merupakan anggota ASEAN, memegang prinsip non-intervensi. Prinsip ini melarang negara anggota ASEAN mencampuri urusan domestik anggota negara lainnya (Firman, 2017).

Jadinya Indonesia tidak berani mengambil langkah dalam perkara Rohingya, padahal perlakuan Myanmar terhadap etnis Rohingya sudah kelewat batas. Masalah hak asasi manusia seharusnya tidak tidak punya batasan. Terlebih lagi masalahnya sudah sangat jelas dan terekspos ke dunia internasional.

 

Tentu sangat disayangkan dari usaha Indonesia atas Rohingya yang kurang getol, padahal Indonesia sudah menjadi anggota DK PBB dan sangat terhormat posisinya di OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) (Mulyadi, 2019). Jika saja Indonesia berani m

engambil langkah diplomasi, ia bisa merebut kembali hati Myanmar yang sekarang digenggam oleh Beijing.

Ketulusan Indonesia dalam menjalin kasih sayang dengan Myanmar, akan membuat problem solving Rohingya lebih mudah dicapai. Maka dengan kata lain, Indonesia harus memaksimalkan diplomasi dengan Myanmar baik dalam forum bilateral maupun multilateral.

*Penulis adalah Mahasiswa Univeritas Gajah Mada

Daftar pustaka:

Firman, T., 2017. Rohingya: Membandingka Respons Indonesia & Negara Lain. [Online]
Available at: https://tirto.id/rohingya-membandingkan-respons-indonesia-negara-lain-cv3b
[Accessed 29 Desember 2019].

Mizzima, 2019. Indonesian Ambassador Stresses Strong Ties on 70th Anniversary of Indonesia-Myanmar Relations. [Online]
Available at: http://mizzima.com/article/indonesian-ambassador-stresses-strong-ties-70th-anniversary-indonesia-myanmar-relations
[Accessed 29 Desember 2019].

Mulyadi, I., 2019. MUI Kritik Indonesia Kalah dari Gambia Soal Krisis Rohingya. [Online]
Available at: https://m.cnnindonesia.com/internasional/20191217174726-106-457798/mui-kritik-indonesia-kalah-dari-gambia-soal-krisis-rohingya
[Accessed 29 Desember 2019].

Pramudyani, Y. D., 2019. Tekstil Indonesia dipromosikan di Myanmar. [Online]
Available at: https://m.antaranews.com/berita/1183848/tekstil-indonesia-dipromosikan-di-myanmar
[Accessed 29 Desember 2019].

Ucu, K. R., 2019. Uighur dan Komitmen Indonesia Menyelamatkan Umat Islam. [Online]
Available at: https://m.republika.co.id/berita/kolom/wacana/19/02/16/pn00y7282-uighur-dan-komitmen-indonesia-menyelamatkan-umat-islam
[Accessed 16 Desember 2019].

 

 

 

 

Pergantian Tahun, Warga dan Pemkot Tasikmalaya Hadiri Muhasabah ‘Syukur Waktu’ di Masjid Agung

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) Menjelang pergantian tahun 2020, DKMB Masjid Agung Kota Tasikmalaya mengadakan acara Syukur Waktu, Selasa (31/12/2019).

Acara dimulai pada ba’da shalat isya dengan muhasabah, Istighosah, i’tikaf, tahajud, haflah tilawah, simaah, tabligh akbar / parade dakwah, doa bersama dan  diakhiri dengan shalat subuh berjamaah.

Acara Syukur Waktu ini juga dihadiri oleh pejabat pemerintahan kota Tasikmalaya, diantaranya Wakil Wali Kota, Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya, Dandim TNI, Kapolres Kota tasik, ketua DPRD, kepala Sekda Kota, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Drs. H. M Yusuf menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara acara Syukur waktu dan jama’ah yang hadir.

Yusuf juga membacakan salah satu ayat Qur an yaitu QS 59 ayat 11 yang berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”.

“Ada 3 hal yang perlu kita renungkan dalam ayat ini, yang pertama adalah kita harus menjaga dan meningkatkan ketakwaan, kedua kita harus senantiasa bermuhasabah dengan apa yang telah kita lakukan, terakhir adalah kita harus senantiasa istiqomah menjaga ketakwaan kita kepada Allah” jelasnya.