Berita Terkini

Penuhi Kebutuhan Beras, Humanity Careline Layani Masyarakat 24 Jam

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Di tengah krisis selama pandemi Covid-19, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menghadirkan beragam program pemenuhan kebutuhan pangan warga prasejahtera.

Salah satunya adalah program Humanity Careline yang akan mengantarkan pangan bagi warga terdampak wabah Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Humanity Careline hadir nomor panggil di 0800 1 165 228.

Humanity Careline atau Layanan Antar Pangan menjadi salah satu program andalan ACT sebagai turunan Operasi Pangan Gratis. Dalam proses pengiriman bantuan, ACT melibatkan ojek daring sebagai kurir paket pangan. Koordinator Program Humanity Careline Rizky Wihardi mengatakan, saat ini sistem Humanity Careline terus dikembangkan sehingga mampu melayani panggilan masyarakat selama 24 jam.

Hingga saat ini, total telepon yang masuk ke program Humanity Careline mencapai  11.249 penelepon. Lebih lanjut Rizky menjelaskan, jumlah jangkauan akan terus ditingkatkan.

Pertama, menambah jumlah line call dari 3 line menjadi 20 line, lalu targetnya kita akan tambah menjadi 50 line. Kedua, adanya penambahan periode pada jam operasional. Dari 8 jam, 12 jam, lalu sekarang 24 jam. Ketiga, dari segi sistem. Pada mulanya sistem operasi bersifat manual, lalu saat ini menjadi sistematis.

“Selama bulan Ramadan ini, selain menjadi medium untuk donasi umum, HCL akan menjadi medium untuk donasi zakat fitrah. Otomatis maka akan ada dua campaign yang berjalan. Dengan dua campaign ini insya Allah akan semakin masif bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat,” ungkap Rizky.

Untuk mempermudah proses pengantaran, ACT menempatkan titik pengantaran di beberapa wilayah.

Saat ini per harinya adalah 13 titik telah melibatkan dengan 600-an mitra ojol per hari. Semua beras akan diantar oleh pengemudi ojol kepada penerima manfaat Ojol yang diamanahkan pun dipesan melalui aplikasi yang biasa dijalankan.

Dengan menggunakan layanan ini, diharapkan tidak ada kerumunan yang terjadi.

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Gelontorkan 78 Miliar Rupiah untuk Penanggulangan Covid-19

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)–Dalam rangka penanggulangan wabah Covid-19 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) bahu membahu melaksanakan berbagai upaya untuk mendukung ketahanan komunitas baik internal kampus masing-masing, Persyarikatan Muhammadiyah, dan warga masyarakat pada umumnya.

 

Data yang dihimpun oleh Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) hingga 28 April 2020, PTMA seluruh Indonesia telah menggelontorkan stimulus penanggulangan Covid-19 senilai Rp 78.690.771.596.

 

Stimulus terbesar yang diberikan berupa keringanan biaya perkuliahan yang nilainya mencapai Rp 36.400.000.000 bagi 36.390 orang mahasiswa dan subsidi pembelajaran online senilai Rp 27.320.930.000 bagi 174.509 mahasiswa karena pembelajaran hanya bisa dilaksanakan secara daring guna mengikuti himbauan pemerintah untuk laksanakan physical distancing.

 

Pemberian potongan biaya kuliah total 36 miliar rupiah lebih tersebut diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Malang yang memberi keringanan biaya kuliah bagi semua mahasiswanya yang aktif sebesar 1 juta rupiah per mahasiswa.

 

Dilansir dari situs Universitas Muhammadiyah Malang, disebutkan bahwa potongan biaya kuliah diberikan kepada semua mahasiswa yang aktif di perkuliahan semester genap tahun 2019/2020 dan ganjil tahun 2020/2021 masing-masing 500 ribu per semester sehingga total sebesar 1 juta rupiah.

 

Sementara pemberian subsidi potongan biaya kuliah untuk mendukung pembelajaran daring dilakukan oleh beberapa universitas, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Muhammadiyah Magelang.

 

Adapun UMY memberi subsidi Rp 150.000 per bulan dari bulan Maret sampai Mei 2020, Unisa memberi subsidi pemotongan biaya SPP sebesar Rp 250.000 untuk semester gasal ini. Sementara UAD memberi pengurangan SPP sebesar Rp 200.000 dan UM Magelang memberi subsidi sebesar Rp 150.000 pemotongan biaya registrasi semester gasal tahun akademik 2020/2021.

 

Selain stimulus keringanan kuliah, dana besar lain adalah sumbangan kampus untuk layanan pasien rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sebesar Rp 8.400.000.000, sumbangan untuk sahur dan takjil gratis dengan jumlah mencapai Rp 1.491.800.000, pemberian bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) senilai Rp 1.448.718.000.

 

Ragam bentuk kegiatan dalam rangka penanggulangan Covid-19 yang lain diantaranya pembuatan materi edukasi dalam beragam bentuk, bantuan wastafel portabel, pembuatan pembagian dan penyemprotan desinfektan, pemberian bantuan alat semprot desinfektan, puasa berbagi untuk anak yatim dan masyarakat kurang mampu, bantuan bagi guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah, pembuatan web info Covid-19, edukasi relawan, pembuatan bilik dekontaminasi, pemberian beasiswa bagi mahasiswa terdampak Covid-19, membuat call center, diskusi-diskusi daring yang melibatkan narasumber dari internal dan eksternal kampus hingga bantuan bagi WNI yang berada di luar negeri.

 

 

 

50 Persen Pengusaha Mengaku Tak Sanggup Bayar THR

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Kalangan pengusaha melakukan survei internal terutama dari sektor industri makanan dan minuman. Cukup mengejutkan, separuh dari pengusaha masih ragu mampu memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) 100% kepada para karyawannya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi), Adhi S. Lukman bilang ini karena kinerja industri makanan dan minuman juga ikut terdampak pandemi corona. Sektor ini awalnya di luar dugaan tak kena imbas corona, tapi kenyataannya juga kena dampak, dari bahan baku hingga masalah logistik dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selain itu, selama pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang pendapatannya mengalami penurunan bahkan kehilangan sama sekali. Hal ini tentu berpengaruh terhadap penurunan penjualan produk makanan dan minuman (mamin).

Ia menyebutkan ada beberapa jenis produk yang mengalami peningkatan penjualan, namun kontribusi terhadap pertumbuhan sangat memang ada laporan meningkat seperti di beberapa marketplace seperti Tokopedia, Blibli, dan lain sebagainya, peningkatan naik antara 500% sampai 600%. Namun, basis perdagangan online itu masih sangat kecil hanya sekitar 1% sampai 2% porsinya dari total omzet.
Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan kepada para anggotanya, sekitar 71% pengusaha mengaku mengalami penurunan produksi hingga 40% secara umum.

“Survei lainnya ternyata 50% menyatakan ragu dan tidak yakin dalam menangani upah karyawan dan THR secara utuh dan 46% menyatakan masih bisa tahan sampai di atas lima bulan, sisanya hanya tahan sekitar satu sampai lima bulan,” jelas Adhi.

Sarman Simanjorang salah satu pengusaha di Jakarta yang sejak awal menggulirkan soal tidak semua pengusaha sanggup bayar THR di tengah kondisi sulit ini. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta ini mengatakan solusi dari THR adalah semua tergantung kesepakatan dan kondisi cashflow masing-masing perusahaan dengan para pekerjanya.

“Setidaknya ada tiga kriteria pertama apakah perusahaan itu mampu, kedua mampu tadi tidak sepenuhnya, atau pengusaha tidak mampu sama sekali. Kalau misalnya kesepakatannya dicicil tentu kembali ke kondisi keuangan perusahaan, dicicil berapa kali tentu perusahaan akan menghitung secara cermat dan melihat situasi dan kondisi stabilitas ekonomi,” kata Sarman, Selasa (28/4).

Sumber: cnbcindonesia

Kasus Corona Global Tembus 3 Juta Kasus

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)— Saat ini, pasien positif virus corona (COVID-19) di dunia sudah melewati 3 juta kasus. Menurut data Worldometers pada Rabu (29/4/2020) pukul 6:30 WIB, sudah ada 3.136.052 kasus terjangkit, 217.784 kematian, dan 953.034 pasien berhasil sembuh.

Virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini awalnya muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019. Dalam kurun waktu 5 bulan, virus ini sudah menjalar ke 210 negara dan wilayah lain di seluruh dunia.

Awalnya, China Daratan merupakan episentrum awal penularan yang memiliki kasus terjangkit paling tinggi di dunia. Namun posisi tersebut direbut oleh Amerika Serikat dengan 1.035.396 kasus terjangkit, naik lebih dari 25 ribu kasus dalam sehari. Sedangkan kasus kematian ada 59.246, dan 141.951 kasus berhasil sembuh.

Posisi kedua ditempati oleh Spanyol dengan 232.128 kasus positif, 23.822 kasus kematian, dan 123.903 kasus berhasil sembuh. Kemudian ada Italia di posisi ketiga dengan 201.505 kasus positif, 27.359 kematian, dan 68.941 pasien berhasil sembuh.

Selanjutnya ada Prancis (165.911 positif, 23.660 kematian, 46.886 sembuh); Inggris (161.145 positif, 21.678 kematian, 813 sembuh); dan Jerman (159.912 positif, 6.314 kematian, 117.400 sembuh).

Menduduki posisi ketujuh, Turki memiliki 114.653 kasus positif, 2.992 kematian, 38.809 sembuh. Setelahnya ada Rusia (93.558 positif, 867 kematian, 8.456 sembuh) dan Iran (92.584 positif, 5.877 kematian, 72.439 sembuh).

China Daratan sendiri turun menduduki posisi ke-10 dengan 82.836 kasus positif, 4.633 kematian, 77.555 kasus berhasil sembuh.

Sumber: cnbcindonesia

Nilai Tukar Rupiah Masih Rp 15.300 Per Dollar AS

JAKARTA(Jurnalislam.com) Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di perdagangan pasar spot hari ini, mendekati level Rp 15.300/US$.

Pada Rabu (29/4/2020), US$ 1 dibanderol Rp 15.350/US$ di pasar spot. Rupiah menguat 0,2% dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 8:50 WIB, dilansir cnbcindonesia

Periode Kurs
1 Pekan Rp15.416
1 Bulan Rp15.501
2 Bulan Rp15.640
3 Bulan Rp15.796
6 Bulan Rp16.105
9 Bulan Rp16.325
1 Tahun Rp16.555
2 Tahun Rp17.568,0

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang terakhir diperbaharui Selasa kemarin pada pukul 14:59 WIB:

Periode Kurs
1 Bulan Rp 15.480
3 Bulan Rp 15.594

Berikut kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank nasional yang terakhir diperbaharui Selasa kemarin pada pukul 14:50 WIB:

Bank Harga Beli Harga Jual
Bank BNI 15.294 15.594
Bank BRI 15.320 15.610
Bank Mandiri 15.370 15.630
Bank BCA 15.460 15.510
CIMB Niaga 15.492 15.552

KFC Tutup 97 Geraihya dan Rumahkan Karyawan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kentucky Fried Chicken atau KFC didirikan oleh Colonel Harland Sanders yang lahir pada 9 September 1890 ketika ia berumur 65 tahun. KFC adalah salah satu bisnis terbesar global industri pelayanan makanan dan secara luas dikenal di seluruh dunia dengan wajah Colonel Sanders sendiri.

Sementara itu di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk terpaksa menutup sejumlah 97 gerai seiring dengan adanya penutupan sementara terhadap pusat-pusat perbelanjaan di wilayah Indonesia yang terdampak Covid-19.

Pemilik tunggal waralaba KFC di Indonesia ini didirikan oleh Gelael Group pada tahun 1978 sebagai pihak pertama yang mendapat waralaba KFC di Indonesia. Perseroan memulai operasi restoran pertamanya pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta.

Sukses membuka outlet pertama, kesuksesan outlet ini pun diikuti dengan pendahuluan outlet-outlet selanjutnya di Jakarta dan ekspansi area jangkauan hingga ke kota-kota besar di Indonesia. Keberhasilan pun terus diraih oleh KFC hingga menjadi bisnis waralaba cepat saji yang dikenal luas dan berpengaruh di Indonesia.

Di tambah lagi, bergabungnya Salim Group sebagai pemegang saham utama pada tahun 1990 ini telah menambah pengembangan Perseroan.

Hingga pada tahun 1993 tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta sebagai tahapan untuk semakin mendorong pertumbuhannya.

Kepemilikan saham beberapa mayoritas adalah 79,6% dengan pendistribusian 43,8% untuk PT Gelael Pratama dari Gelael Group, dan 35,8% untuk PT Megah Eraraharja dari Salim Group sedangkan saham minoritas (20,4%) didistribusikan untuk Publik dan Koperasi.

sumber: republika.co.id

Kiai Ma’ruf Ingatkan Agar Warga Tetap Shalat Taraweh di Rumah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Presiden Ma’ruf Amin kembali mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah dan tidak berkumpul dengan kerumunan agar menghindari penularan virus Covid-19.

Begitu juga pada Ramadhan kali ini, Ma’ruf meminta masyarakat untuk melakukan sholat Tarawih, tadarus, dan sholat berjamaah di rumah.

Ma’ruf mengatakan, situasi pandemi Covid-19 tidak boleh menyurutkan semangat untuk beribadah Ramadhan, tetapi tetap memperhatikan imbauan pemerintah.

“Dalam situasi ini kita tidak boleh kehilangan semangat untuk beribadah, tapi ibadah yang kita lakukan seharusnya dilakukan di rumah. Tarawih di rumah, tadarus di rumah. Tidak boleh, terutama di daerah yang (zona) merah tidak boleh dilakukan di masjid secara berjamaah,” ujar Ma’ruf dalam keterangannya dari rumah dinas wapres, Menteng, Senin (27/4).

Ma’ruf menerangkan, meski pahala sholat berjamaah besar, dalam situasi pandemi menghindari kemudaratan, yakni virus Covid-19, merupakan kewajiban. Hal ini, menurut Ma’ruf, sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang mengatakan tidak boleh umat Muslim menyakiti diri sendiri ataupun orang lain.

Adanya perkumpulan memungkinkan terjadinya penularan, termasuk sholat berjamaah dalam masjid atau mushala.

“Bisa kita yang ditulari dan bisa kita yang menularkan karena kita membawa penyakit. Penularan atau menimbulkan bahaya dengan berkumpul itu sangat potensial. Artinya, diduga kuat memberikan bahaya kepada diri kita sendiri atau orang lain. Itu yang dilarang oleh Rasulullah SAW,” kata Ma’ruf.

Karena itu, meskipun beribadah jamaah merupakan sunnah atau dianjurkan, untuk saat ini menjauhi bahaya justru lebih wajib.

“Kita tak boleh melakukan sesuatu yang diyakini bahayanya. Walaupun pekerjaan itu baik, pekerjaan itu adalah sunnah bahkan wajib sekalipun, karena menghindari terjadinya bahaya itu adalah wajib,” ujarnya

Ketua Umum nonaktif MUI itu pun menilai pahala ibadah yang dilakukan dari rumah tidak kalah besar dengan yang dilakukan secara berjamaah. Oleh sebab itu, ia kembali mengimbau warga untuk melakukan ibadah sholat Tarawih ataupun tadarus di rumah dan sesuai anjuran pemerintah. “Bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Dampak Corona, Brunei Perpanjang Penutupan Seluruh Masjid

BRUNEI (Jurnalislam.com)–Penutupan sementara masjid-masjid, surau dan pusat-pusat kajian keagamaan di seluruh negeri Brunei Darussalam. Penutupan ini diperpanjang selama sepekan lagi.

Seperti dikutip situs borneobulletin, Menteri Agama Brunai Darussalam Awang Othaman dengan persetujuan Sultan dan Raja Brune Darussalam Haji Hassanal Bolkiah, Kementerian urusan agama akan melanjutkan penutupan sementara masjid-masjid, suraus dan balai-balai keagamaan di seluruh negeri selama seminggu lagi mulai hari ini sampai tanggal 4 Mei karena keprihatinan atas bahaya infeksi Covid-19di negara ini.

Keputusan dibuat pada pertemuan khusus Dewan Agama Islam Brunei kamis lalu. Pada pertemuan tersebut, Menteri Kesehatan Brunei manyampaikan tentang bagaimana perlunya melanjutkan langkah-langkah untuk menekan penyebaran wabah Covid-19.

Pernyataan Menkes Brunei itu sudah sesuai petunjuk hukum syariah seperti yang dinyatakan dalam dekrit Mufti Negara Nomor 02/2020.

Sumber: republika.co.id

Tiga Kota Ini Diprediksi Jadi Episentrum Baru Corona di Indonesia

JAKARTA( Jurnalislam.com)– Jubir Pemerintah Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto menyatakan bahwa ada tiga daerah yang berpotensi menjadi episentrum baru kasus virus corona di Indonesia, antara lain Kota Semarang, Kota Surabaya dan Kota Makassar. Kasus di tiga kota tersebut tergolong besar.

“Semarang, Surabaya, Makassar,” kata Yurianto, Selasa (28/4).

Yurianto tidak mengatakan bahwa tiga daerah tersebut berpotensi menjadi episentrum baru karena masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Menurutnya, terlalu dini jika menyimpulkan bahwa peningkatan kasus di tiga daerah tersebut akibat dari warga yang pulang kampung.

Semarang

Merujuk laman siagacorona.semarangkota.go.id, ada 118 orang yang positif terinfeksi virus corona hingga Selasa (28/4). Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya meninggal dunia dan 75 orang dinyatakan sembuh.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga tergolong banyak. Total ada 630 PDP. Dari jumlah itu, per Selasa (28/4), 309 di antaranya negatif, 46 negatif namun meninggal dunia, 9 meninggal dunia saat menunggu hasil tes. Kini, ada 266 PDP yang masih menunggu hasil tes.

Surabaya

Jumlah orang yang positif terinfeksi virus corona di Kota Surabaya, Jawa Timur mencapai 392 per Selasa (28/4). Berdasarkan data dalam situs lawancovid-19.surabaya.go.id, dari 392 itu, 75 orang di antaranya telah sembuh dan 53 meninggal dunia.

Jumlah PDP di Surabaya sebanyak 1.056 orang. Sebanyak 674 di antaranya masih dalam pengawasan. Kemudian, jumlah ODP sebanyal 2.365 orang. Dari jumlah itu, 931 orang yang masih dipantau.

Pemkot Surabaya sudah menerapkan PSBB guna menekan laju penularan virus corona. PSBB berlaku pada 28 April hingga 11 Mei 2020 dan bisa diperpanjang. PSBB juga berlaku di daerah sekitar Surabaya, yakni Sidoarjo dan Gresik.

Makassar

Kota Makassar, Sulawesi Selatan merupakan daerah sebaran kasus virus corona tertinggi di luar Pulau Jawa. Hingga Selasa (28/4), ada 336 orang yang positif terinfeksi virus corona berdasarkan data dalam situs infocorona.makassar.go.id.

Dari 336 kasus positif, 238 orang masih dalam perawatan. Sementara 71 lainnya dinyatakan telah sembuh dan 27 orang meninggal dunia.
PDP di Kota Makassar sebanyak 350 pasien. Sebanyak 107 di antaranya telah sehat dan diperbolehkan pulang dan 48 lainnya meninggal dunia.

Jumlah ODP ada 897 orang. Dari angka tersebut, 631 orang telah selesai dipantau dan 266 lainnya masih dalam pemantauan. Jika mengalami gejala klinis seperti batuk, demam dan sesak nafas, mereka akan ditetapkan menjadi PDP.

Pemkot Makassar juga telah menerapkan PSBB sejak 24 April lalu hingga 7 Mei 2020. Masa PSBB bisa diperpanjang jika dirasa masih belum optimal menekan laju penyebaran virus corona.

sumber: cnnindonesia

Kondisi Ekonomi Berpotensi Memicu Penurunan Penerimaan Zakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Direktur Utama Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan masih optimistis terhadap pertumbuhan penerimaan zakat selama Ramadhan 1441/2020.

Meski begitu dia mengakui, jika melihat kondisi perekonomian nasional, memang ada potensi penurunan penerimaan zakat.

“Kami secara internal tetap harus optimistis. Tetapi melihat kondisi makro, kami memahami ada potensi penurunan pembayaran zakat dan juga penurunan daya beli,” kata dia, Selasa (28/4).

Karena itu, Imam mengatakan, jika total penerimaan donasi selama Ramadhan 2020, baik dari zakat, infak, sedekah dan wakaf uang, sama nilainya dengan Ramadhan tahun lalu, itu sudah bagus.

Total yang terhimpun selama Ramadhan 2019 mencapai Rp 96 miliar. “Kalau sama saja dengan tahun lalu itu sudah luar biasa,” tuturnya.

Imam menyadari, krisis yang terjadi pada tahun ini nyaris mengenai semua sektor.

“Kalau mengacu ke krisis 1997/98, justru pertumbuhan zakat infak sedekah Dompet Dhuafa saat itu naik berkali-kali lipat. Tetapi krisis tahun ini berbeda, karena semua sektor nyaris terkena, termasuk sektor UMKM,” ujarnya.

Pada Ramadhan kali ini, Imam melihat adanya pergeseran pembayaran zakat dari zakat maal ke zakat fitrah.

Masyarakat Muslim dinilai akan lebih banyak menunaikan zakat fitrah ketimbang zakat maal. Sebab, sebagian kalangan ada yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi, seperti dirumahkan atau pemotongan gaji.

“Zakat maal ini kan dari penghasilan. Ketika penghasilannya menurun, maka zakat maalnya juga ikut turun. Kalaupun jumlah yang dia donasikan itu sama, itu bukan untuk zakat seluruhnya, tetapi ada uang sedekah dan infak yang dia tambahkan agar bisa tetap berdonasi setiap bulan,” jelasnya.

Kendati demikian, Imam mengatakan Dompet Dhuafa sampai saat ini masih menunjukkan tren peningkatan penerimaan donasi baik itu zakat, infak dan sedekah. Bahkan, penghimpunan zakat selama 1-24 April 2020 sebelum memasuki Ramadhan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan 1-24 April 2019.

“Alhamdulillah Dompet Dhuafa masih bisa meningkat penghimpunan zakatnya sesuai dengan target yang diharapkan. Dan pada saat masuk Ramadhan, tanggal 2-4 Ramadhan, kita sedang mengalami proses rekonsiliasi,” tutur dia.

Dari tahun ke tahun, jelas Imam, jumlah donatur sebelum terjadi pandemi wabah corona kian bertambah. Tetapi, jumlah rata-rata nilai yang didonasikan turun. Menurut dia, ini cerminan bahwa kelas milenial dan menengah itu mulai sadar berdonasi sehingga donatur tidak hanya dari kalangan menengah atas.

Sumber: republika.co.id