Berita Terkini

Tak Pakai Masker, Berpotensi 75 Persen Tularkan Virus Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan orang pembawa virus Covid-19 yang tidak menggunakan masker berpotensi menularkan virus. Penularannya bisa capai 75 persen kepada orang lain.

“Beberapa pengamat mengatakan bahwa seseorang yang membawa virus, seseorang yang di dalam tubuhnya terdapat virus dan tidak menggunakan masker, orang di sekitarnya memiliki peluang tertular bisa sampai 75 persen,” kata Yurianto dalam konferensi video yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Kamis (7/5).

Karena, ketika orang yang memiliki virus Covid-19 di dalam tubuhnya pergi keluar, droplet atau percikan yang dikeluarkan akan mengenai semua benda. “Namun, manakala dia menggunakan masker, bisa ditekan sampai dengan 5 persen,” tuturnya.

Oleh karena itu, Yurianto meminta semua orang yang harus terpaksa keluar rumah, harus menggunakan masker. Penggunaan masker ini untuk melindungi diri dan orang lain agar tidak tertular atau mungkin menularkan penyakit itu.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Jika harus keluar, batasi waktu di luar rumah dan sesegera mungkin kembali ke rumah. Sesampai di rumah, bersihkan diri, cuci tangan dan ganti baju.

“Jika memang terpaksa harus keluar rumah hindari kerumunan orang yang cukup banyak, hindari berdesak-desakan di kendaraan umum, dan sampai di rumah secepatnya,” ujarnya.

Masyarakat juga harus membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Mencuci tangan adalah kunci untuk membunuh, merusak dan mematikan virus yang mencemari tangan. Menjaga jarak juga dapat melindungi diri dari percikan saluran pernapasan.

“Mungkin kita bisa melindungi diri dengan menggunakan masker untuk mencegah droplet langsung, tetapi cemaran pada benda di sekitar kita yang kemudian tidak sadar kita pegang dan kemudian kita gunakan tangan yang tercemar ini untuk memanipulasi mulut, hidung, mata, penularan itu akan menjadi sangat efektif,” tuturnya.

Masyarakat juga harus sama-sama mendukung dan mematuhi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Semua langkah pencegahan itu harus dilakukan secara menyeluruh dan bersama-sama dengan penuh tanggung jawab dan disiplin kuat agar bisa memutus mata rantai penularan Covid-19.

Sumber: republika.co.id

Bupati Bogor Abaikan Aturan Kemenhub Soal Transportasi Umum

BOGOR(Jurnalislam.com) — Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan akan tetap memperketat operasional moda transportasi di wilayahnya. Ade Yasin mengabaikan aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang kembali membuka seluruh moda transportasi mulai 7 Mei 2020.

“Kalau saya sih masih melaksanakan pengetatan baik kendaraan pribadi maupun umum. Kami tidak ingin mengambil risiko lebih tinggi terhadap penularan virus ini,” ujarnya, Kamis (7/5).

Bahkan, ia mengkritisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19. Menurutnya, peraturan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi penyebaran Covid-19 di masing-masing daerah.

“Harusnya dilihat dulu kurvanya di daerah itu sudah melandai apa belum, rata-rata kan (di Kabupaten Bogor) setiap hari masih ada yang positif. Artinya justru angkutan umum itu adalah tempat paling mudah menularkan virus,” kata Ade Yasin yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Ade Yasin menganggap aturan dari Kemenhub itu akan menghambat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia bahkan mengakui kerap direpotkan dengan aturan yang berubah-ubah di level pemerintah pusat.

“Jadi ketika kita melaksanakan suatu aturan besoknya berubah lagi ini cukup membingungkan, bagaimana kita akan cepat menghabisi virus ini kalau beberapa regulasi tumpang tindih,” tuturnya.

Ia berharap ke depan ada harmonisasi mengenai regulasi dari tingkat pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, sehingga penanganan Covid-19 bisa berjalan maksimal. “Yang kami minta kepada pemerintah pusat, mendukung apa yang kami lakukan, karena yang di lapangan ini kami yang melihat, sulitnya mengedukasi masyarakat agar patuh terhadap aturan,” kata Ade Yasin.

Sumber: republika.co.id

 

Tips Hindari Dehidrasi Saat Puasa

DUBAI(Jurnalislam.com) — Mengkonsumsi banyak cairan sangat penting untuk setiap fungsi tubuh. Cairan membantu membawa zat gizi ke sel tubuh, membersihkan bakteri dan racun dari kandung kemih, mempertahankan fungsi ginjal yang tepat, dan mencegah sembelit.

Hidrasi yang tepat memaksimalkan performa atletik, memacu tingkat energi dan menunda kelelahan otot. Kebanyakan orang yang berpuasa selama Ramadhan akan mengalami dehidrasi ringan, terutama jika cuacanya panas. Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan, sembelit, dan kurangnya konsentrasi.

Seperti dikutip Arab News, penelitian memperlihatkan satu persen dehidrasi sama dengan satu persen berat tubuh kehilangan air. Hal ini akan berdampak negatif terhadap fungsi mental dan fisik. Ingatlah Anda mungkin mengalami dehidrasi bahkan sewaktu duduk di meja tanpa banyak upaya fisik.

Rahasia hidrasi

Mulai iftar dengan dua gelas air. Setidaknya minum 1,5 liter air sepanjang malam sampai sahur. Meski demikian, jangan terlalu banyak minum air, karena hal ini akan membuat ginjalmu mengalami tekanan.

Bagi mereka yang memiliki bertanya-tanya apakah yang terbaik minum air hangat atau dingin? Jika Anda berkeringat, kepanasan atau baru saja selesai berolahraga, air dingin akan menyegarkan.

Namun, air hangat di sisi lain akan mengurangi haus dan membantu pencernaan. Air hangat membantu sirkulasi darah yang sangat nyaman sebagai relaksan otot dan bantuan terhadap sembelit.

Air boleh diminum kapan saja. Anda bisa menetapkan jadwal untuk minum atau bisa dikaitkan dengan tugas tertentu sebagai pengingat misalnya, setiap kali Anda pergi ke dapur atau di antara jeda iklan TV.

Cerdaslah terhadap cairan yang Anda minum

Minuman tradisional Ramadhan seperti minuman asam manis (erk sous) dan minuman asam membantu menurunkan cairan asam. Licorice tidak direkomendasikan bagi mereka memiliki tekanan darah tinggi.

Jus yang berasal dari apricot-dikenal sebagai Qamar al-Din dikenal untuk membantu dengan gerakan usus dan membersihkan usus. Dan ingatlah semua minuman di atas mengandung gula dan kalori yang tinggi. Minumlah dengan bijak.

Minuman berbahan dasar susu

Ide cerdas dapat dipertimbangkan adalah minum susu atau yoghurt. Mereka menyediakan kalsium serta mineral dan vitamin lain yang kemungkinan besar tidak diminum pada makanan utama selama bulan suci ini.

Sup

Jangan melewatkan sup saat iftar, terutama jika diencerkan dengan kaldu, karena tidak hanya menghidrasi tubuh, tetapi juga menyediakan elektrolit yang hilang selama puasa.

Buah dan sayuran

Buah dan sayuran baik hidrasi maupun sarat dengan mineral, vitamin dan antioksidan. Contoh buah dan sayuran yang kaya air mencakup: mentimun (96 persen air), tomat (95 persen), bayam (93 persen), semangka (92 persen), nanas (87 persen), jeruk (86 persen), dan apel (86 persen). Waspadalah terhadap smoothie buah yang telah ditambahkan susu, gula, kacang-kacangan atau havermout karena mengandung kalori.

Jus bit

Jus bit sangat direkomendasikan dikonsumsi selama Ramadhan, karena secangkir jus bit biasanya mengandung sekitar 100 kalori dan 25 gram karbohidrat. Bit merupakan sumber yang baik untuk folat, kalium, kalsium, serat, antioksidan, dan nitrat. Mereka tidak hanya hidrasi, tetapi juga menurunkan tekanan darah dan meningkatkan stamina para atlet seraya mereka membantu mengangkut oksigen dengan merangsang sirkulasi darah.

Jus bit memiliki gizi vitamin dan mineral. Namun, kandungannya berkurang dalam bit yang dimasak. Membuat jus dari bit mentah adalah pilihan yang lebih baik.

Sumber: republika.co.id

PSBB Jabar, Kendaraan dan Orang di Jalan Masih Ramai

PURWAKARTA(Jurnalislam.com) – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diterapkan secara menyeluruh di Jawa Barat pada Rabu (7/5). Pada hari kedua penerapan pembatasan pergerakan manusia tersebut jalan-jalan raya justru tambah ramai.

Dengan diadakannya PSBB menyeluruh, semua 27 kota/kabupaten di Jabar mulai melakukan PSBB. Sebelumnya, PSBB hanya diterapkan di Bodebek dan Bandung Raya sejak 29 April lalu.

Pada Kamis (7/5) tercatat sebanyak 1.320 kasus Covid-19 terkonfirmasi di Jabar. Jumlah itu bertambah 20 pasien dari hari sebelumnya. Sedangkan jumlah kesembuhan mencapai 177 pasien, dan kematian 90 orang, bertambah tiga orang dari hari sebelumnya.

Angka penularan di Jabar sempat melandai selepas penerapan PSBB di Bodebek dan Bandung Raya. Penularan berkisar pada angka 5 hingga paling banyak 30 penularan perhari pada 2 Mei. Namun, terjadi lonjakan pada 4 mei sebanyak 180 kasus kemudian turun lagi jadi 48 kasus pada 5 Mei dan 20 kasus pada 6 Mei serta 56 kasus pada 7 mei.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta melansir, pada Kamis (7/5) masih banyak warga yang melanggar aturan yang ditetapkan dalam PSBB.  “Masih banyak warga yang belum paham tetang PSBB. Jadi kita masih kita edukasi masyarakat agar patuh terhadap aturan,” kata Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Zanuar Cahya Wibowo, kemarin.

Ia mengatakan, sejak Rabu (6/5) personelnya telah mulai berjaga di titik cek kendaraan lalu lintas. Nyatanya tetap saja  masih banyak warga yang kedapatan melanggar aturan PSBB. Ia mengatakan ada 22 cek poin yang disiapkan Polres Purwakarta.

Di titik-titik ini kendaraan yang lalu lalang akan diperiksa sesuai dengan aturan PSBB. Mulai dari penggunaan masker, arah tujuan, hingga jumlah penumpang.  Menurut Zanuar, pada pelaksanaan PSBB ini kebanyakan pelanggaran masih berupa tidak menggunakan masker saat berkendara. “Saat ini sanksinya masih bersifat teguran,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya mengevaluasi pelaaksanaan PSBB tiap empat hari sekali. Sehingga penerapannya masih sesuai aturan awal dan belum ada perubahan.

 

Sumber: republika.co.id

ACT Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer dan Pendidik Terdampak Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sejak wabah pandemi Covid-19 banyak sektor mengalami perubahan yang signifikan.

Tidak hanya para pekerja harian di sektor informal saja yang sangat terdampak wabah Covid-19 secara perekonomian, para pendidik dengan status honorer pun turut merasakannya.

Banyak para guru yang harus terpaksa dirumahkan atau mengalami penurunan pendapatan, beralih profesi menjadi tukang parkir, pemulung, dan lain-lain sekadar menyambung hidup. Hal ini menjadi catatan tersendiri di bulan pendidikan.

Setelah adanya imbauan untuk tidak berkegiatan di luar rumah, mayoritas sekolah-sekolah diliburkan.  Penyaluran bantuan operasional sekolah pun turut terhambat. Alhasil, para guru honorer yang biasanya mendapatkan tunjangan dari dana ini pun otomatis tidak mendapatkan haknya. Terlebih, banyak dari mereka yang diupah berdasarkan dari kehadiran dalam sebulan.

Salah satunya kisah Sholichudin, seorang guru yang mengajar pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Ma’mur Nikmah, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Delapan tahun sudah ia mengabdikan dirinya menjadi guru. Tak besar gajinya, kurang dari 500 ribu rupiah per bulan.

Sejak wabah Covid-19 melanda, Sholichudin terpaksa dirumahkan. Sudah dua bulan ini ia melakukan kegiatannya dari rumah.

Warung kelontong yang ia kelola pun mulai sepi pembeli. Saat ini, Sholichudin berjualan kurma untuk menambah penghasilan. Dari sanalah ia mendapatkan selisih keuntungan untuk menghidupi keluarga. Namun, menurut Sholichudin penjualan kurma yang identik dengan Ramadan kini menurun akibat pandemi.

Kepala Cabang Global Zakat – ACT Tegal Siswartono mengatakan, bantuan biaya hidup ini merupakan bentuk apresiasi kepada guru yang telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. “Dedikasi guru-guru yang telah mengabdikan dirinya perlu mendapatkan perhatian,” ungkapnya.

Selain  di Tegal, terdapat pula kisah Arni dan Ahmad Faizal yang merupakan guru honorer di SDN 410 Akkotengeng, Sulawesi Selatan. Arni dan Faizal merupakan guru yang tinggal di Dusun Totakki, Desa Akkotengeng, Kecamatan Sajoanging, Wajo.

Bertahun-tahun mereka telah mengabdi menjadi guru dalam kondisi ekonomi yang prasejahtera. Selain menjadi guru, Arni sendiri merupakan seorang ibu rumah tangga, sedangkan Faizal merupakan petani.

Dengan adanya program Sahabat Guru Indonesia dari Global Zakat – ACT, Faizal mengungkapkan rasa terima kasihnya.

Ia berharap, perhatian ke guru honorer dapat terus dilakukan. “Ini merupakan semangat bagi kami untuk terus membina anak didik. Pengalaman paling tak terlupakan itu, beberapa tahun lalu sekolah ini tidak memiliki perahu. Jadi harus jalan kaki sejauh 7 kilometer untuk mengajar ke sekolah,” kenang Faizal.

 

Lawan Covid, MUI Minta Indonesia Bangun Aliansi Negara Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Indonesia disarankan membangun aliansi negara-negara Islam dan negara-negara berkembang untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di dunia.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhyiddin Junaidi saat acara MUI Dakwah Online bertema “Pandemi Covid-19 dan Konspirasi Dunia Internasional”, Kamis (7/5).

KH Muhyiddin membahas persaingan antara China dan Amerika Serikat (AS) serta rekayasa virus atau senjata biologi. Dia mengatakan Indonesia adalah negara berkembang yang dulunya berkiblat ke Barat. Apakah Indonesia sekarang akan berkiblat ke China. Menurutnya Indonesia sekarang jangan berkiblat ke Barat ataupun China.

“Kalau menurut saya kita harus berada di tengah, kita harus membangun aliansi negara-negara Islam dan negara-negara berkembang,” kata KH Muhyiddin.

Ia berpandangan, kalau China dan Amerika Serikat (AS) mau berperang silakan saja perang dagang, perang urat saraf atau perang apa pun. Tapi Indonesia jangan ikut-ikutan, sebab Indonesia harus berada di tengah karena bangsa ini memiliki moral.

ia juga mengingatkan para ulama dan cendekiawan Indonesia jangan mudah diadu domba dan mengikuti keinginan pihak asing yang ingin memanfaatkan kekayaan Indonesia. Indonesia harus independen.

Terkait virus corona atau Covid-19, KH Muhyiddin meyakini itu adalah makhluk Allah, tapi para pakar dari Jepang, Rusia dan negara-negara maju lain melihat ada keanehan virus ini karena Covid-19 terus mengalami perubahan.

“Dari Wuhan (di China) virus ini setelah sampai ke AS berubah, (virus ini) pergi ke Eropa dan Asia melakukan perubahan lagi. Mengapa itu sampai terjadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada pakar virus yang mengatakan Covid-19 bukan sembarangan penyakit. Virus ini hasil rekayasa para ahli yang sudah memperhitungkan suhu udara dan perilaku manusia di berbagai wilayah.

Ia menerangkan, seorang ahli virus dari Rusia mengatakan hanya orang gila yang menambah kekuatan virus corona yang awalnya biasa saja menjadi super biasa. Meski itu hanya sebuah pernyataan, tapi keluar dari seorang ahli.

Sumber: republika.co.id

 

Optimisme Konsumen Terhadap Ekonomi April Melemah Cukup Tajam

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi pada April 2020 melemah cukup dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat, keyakinan konsumen berada dalam zona pesimis atau indeks di bawah 100.

Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2020 yang sebesar 84,8 atau turun dari bulan sebelumnya yang sebesar 113,8. Penurunan IKK disebabkan oleh penurunan kedua indeks pembentuknya, terutama Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) yang turun ke level 62,8 dari sebelumnya 103,3.

“Melemahnya optimisme konsumen terutama disebabkan oleh menurunnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, dengan penurunan terdalam pada indeks penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan kerja,” ujar Onny Widjarnako, Kepala Humas BI dalam keterangan resmi di Jakarta (06/05/2020).

Melemahnya IKE ditengarai akibat kondisi darurat bencana nasional sebagai dampak penyebaran Covid-19. Penurunan indeks terdalam terjadi pada Indeks Penghasilan Saat Ini yang menjadi 63,5. Hal ini terutama disebabkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berdampak pada penurunan penghasilan baik yang bersifat rutin seperti gaji dan honor, maupun omset usaha.

Penurunan indeks terjadi pada seluruh kategori pengeluaran, terutama pada kelompok responden dengan tingkat pengeluaran Rp 2,1 – Rp 3 juta per bulan dan pada seluruh kategori usia responden, terdalam pada usia 20 – 30 tahun.

Penurunan optimisme konsumen terhadap penghasilan seiring dengan keyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini yang semakin menurun. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja turun menjadi 41,2. Hal tersebut disebabkan banyaknya pengurangan tenaga kerja yang dilakukan perusahaan akibat pandemi Covid-19.

“Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, per 20 April 2020 jumlah tenaga kerja yang dirumahkan dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) telah mencapai 2,08 juta pekerja,” jelasnya.

Penurunan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja terjadi pada seluruh kategori pendidikan dan responden. Terdalam, pada responden dengan pendidikan pasca sarjana dan berusia 41- 50 tahun.

Keyakinan konsumen untuk melakuan pembelian barang tahan lama (durable goods) pada April 2020 juga mengalami penurunan. Indeks Pembelian Durable Goods tercatat turun menjadi 83,7 pada April 2020.

Penurunan pembelian durable goods, menurut responden, terutama terjadi pada jenis barang elektronik, furnitur, dan perabot rumah tangga. Penurunannya terjadi di selruuh kategori tingkat pengeluaran dan kategori usia. Terutama pada responden pengeluaran Rp 1 – Rp 2 juta dan responden berusia 41 – 50 tahun.

Sementara itu, konsumen masih cukup optimistis terhadap perkiraan kondisi ekonomi 6 bulan ke depan meskipun tidak sekuat perkiraan bulan sebelumnya. Ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) April 2020 sebesar 106,8 melemah dari 124,3 di bulan sebelumnya.

“Optimisme konsumen tersebut didukung perkiraan telah meredanya pandemi Covid-19 pada 6 bulan ke depan sehingga kondisi ekonomi bisa mulai pulih,” kata nya.

Menurunnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan disebabkan oleh penurunan seluruh komponen indeks, terutama Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha 6 bulan mendatang.

Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha dalam 6 bulan ke depan melemah dari 126,2 pada bulan sebelumnya menjadi 102,3 pada April 2020. Penurunan indeks terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran responden, terdalam pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 3,1 – Rp 4 juta per bulan. Dari kategori usia, penurunan terdalam pada responden berusia di atas 60 tahun.

Ekspektasi responden terhadap kenaikan penghasilan 6 bulan mendatang juga melemah. Hal ini erlihat dari Indeks Ekspektasi Penghasilan yang menurun dari 138,2 pada bulan sebelumnya menjadi 116,1. Penurunan indeks terdalam terjadi pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 2,1 – Rp 3 juta per bulan. Berdasarkan kategori usia responden, penurunan ekspektasi terhadap penghasilan ke depan terjadi pada responden berusia di bawah 60 tahun.

Selain itu, ekspektasi responden terhadap tersedianya lapangan kerja pada 6 bulan mendatang juga terpantau melemah. Hal ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja yang turun dari 108,4 menjadi 102,1 pada April 2020.

Penurunan indeks terjadi pada seluruh kelompok pendidikan, dan yang terdalam pada responden dengan tingkat pendidikan pasca sarjana. Sementara dari sisi usia, penurunan indeks terjadi pada responden berusia 20 – 50 tahun.

Sumber: republika.co.id

Hadapi Covid-19, Arab Saudi Lakukan Sejumlah Langkah Penghematan

JEDDAH(Jurnalislam.com) — Ekonom dari Al Rajhi, Mazen Al-Sudairy mengatakan, saat ini Arab Saudi akan terus melakukan berbagai langkah penghematan karena ekonomi yang sempat jatuh. Termasuk, penurunan harga minyak.

Mengutip Saudigazzete, Kamis (7/5) Dia memuji langkah rasionalisasi besar-besaran Saudi. Utamanya terkait pengurangan belanja modal dari 240 miliar riyal menjadi 143 miliar riyal. Pengurangan itu ia nilai akan terus berlanjut, mengingat Covid-19 yang masih belum bisa ditebak akhirnya.

Al-Sudairy melanjutkan, masalah dalam anggaran Saudi adalah bagian penting dan dinilai tidak fleksibel. Bahkan, ia sebut cukup sulit untuk memotongnya.

Khusus alokasi anggaran untuk gaji di Kerajaan, telah memakan jumlah sekitar 504 miliar riyal. Tentu hal itu akan berdampak pada harga minyak per barel yang menjadi 55 dolar AS, jika pendapatan minyak hanya digunakan untuk pembayaran gaji.

Al-Sudairy menekankan agar Kerajaan tertarik pada kesejahteraan warga dengan memastikan bahwa tidak ada karyawan Saudi yang diberhentikan dari pekerjaannya, terlebih dalam situasi ekonomi yang sulit.  Dalam perspektif ini, kata dia, pengurangan dapat terjadi di beberapa tunjangan tetapi tidak pada gaji pokok.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa Kerajaan telah tertarik untuk mempertahankan kohesi masyarakat dengan memastikan tenaga kerja Saudi tidak terpengaruh oleh krisis. Bahkan menurut dia, Saudi juga telah tertarik untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempertahankan proporsi kelas menengah dalam masyarakat, dengan menurunkan jumlah orang miskin di masyarakat.

Oleh sebab itu Al-Sudairy menegaskan, karyawan pada akhirnya adalah konsumen, dan oleh karena itu gaji mereka tidak boleh terpengaruh. Sehingga, ia menyarankan bahwa anggaran yang mungkin dapat dihapus dapat berupa alokasi untuk proyek-proyek yang tidak signifikan, atau pengeluaran seperti tunjangan perjalanan dan lainnya.

Sumber: republika.co.id

 

Uber Merugi 2,9 Miliar Dollar dan PHK Karyawannya

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)–Uber harus merugi sebanyak US$2,9 miliar pada kuartal pertama 2020. Ini merupakan kerugian terbesar Uber dalam tiga kuartal terakhir.

Uber juga melaporkan pendapatan US$3,54 miliar. Angka pemesanan dalam bisnis antar-jemput turun 3 persen, sementara pemesanan di divisi Uber Eats naik lebih dari 54 persen dari tahun ke tahun, berkat meningkatnya permintaan untuk pengiriman makanan.

Bisnis transportasi Uber telah anjlok akibat meluasnya penutupan karena pandemi. Dilansir dari The Verge (8/5/2020), Uber mengumumkan minggu ini bahwa mereka akan memecat 3.700 karyawan penuh waktu, atau sekitar 14 persen dari tenaga kerjanya.

Lebih dari 400 karyawan tambahan dari divisi Uber Jump Bike dan Scooter juga akan diberhentikan sebagai bagian dari kesepakatan investasi dengan Lime, menurut laporan The Information dikutip dari The Verge.

Dalam panggilan dengan investor pada Maret, CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan total pemesanan perusahaan di sebagian besar kota besar turun hingga 70 persen.

Bisnis keseluruhannya dilaporkan turun 80 persen dari tahun ke tahun. Keuntungan baru-baru ini dalam pengiriman makanannya divisi Uber Eats telah gagal untuk menebus kerugian besar dalam produk inti perjalanannya.

Sumber: republika.co.id

Presiden Dinilai Sepelekan Covid-19, RS Brasil Kewalahan Tangani Pasien

BRASIL (Jurnalislam.com)–Jumlah orang yang meninggal dunia dalam sehari karena wabah corona di Brasil meningkat di atas 600 untuk pertama kalinya, kata Departemen Kesehatan Brasil hari Rabu (6/5).

Departemen Kesehatan memperingatkan bahwa tingkat penularan virus belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Pada hari Selasa (5/5) tercatat angka kematian mencapai 615 dan menjadi hari yang paling mematikan sejak penyebaran Covid-19 mulai terdeteksi di Brasil. Secara keseluruhan, hingga saat ini tercatat 8536 orang meninggal karena virus corona.

Angka resmi juga menunjukkan bahwa lebih 125 ribu orang telah terinfeksi virus corona. Namun jumlah kasus yang sebenarnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi karena banyak kasus yang tidak terdeteksi. Para pengamat menilai, jumlah tes di brasil masih terlalu kecil.

Juru bicara presiden dikonfirmasi positif Covid-19

Juru bicara Presiden Jair Bolsonaro, Jenderal Angkatan Darat Otavio Rego Barros, dinyatakan positif tertular Covid-19, kata kantornya hari Rabu.

Selanjutnya disebutkan, pria berusia 59 tahun itu harus menjalani karantina di rumah. Barros menambah daftar tertular Covid-19 di lingkungan dekat Presiden Jair Bolsonaro. Sejauh ini tercatat ada 23 anggota delegasi dalam rombongan presiden yang berkunjung ke Florida, AS, bulan Maret lalu yang dinyatakan positif Covid-19.

Pejabat tinggi pemerintahan yang mengidap Covid-19 antara lain Kepala Komunikasi Fabio Wajngarten dan Menteri Keamanan Nasional Augusto Heleno. Jair Bolsonaro sendiri menyatakan dia sudah dites negatif.

Rumah sakit kewalahan

Presiden Bolsonaro selama ini menyepelekan ancaman Covid-19 dan menyatakan dia tidak percaya pada pembatasan sosial.

Dia menyerukan agar kehidupan kembali ke situasi normal. Namun Kementerian Kesehatan tetap mengeluarkan peringatan kepada pembatasan sosial kepada publik.

Menurut data dari John Hopkins University, Brasil memiliki jumlah infeksi keenam tertinggi di dunia. Brasil adalah negara pertama di Amerika Selatan yang mencatatkan kasus Covid-19 pada tanggal 26 Februari lalu.

Rumah sakit dan tempat pemakaman di berbagai kota dan negara bagian Brasil kini diberitakan sudah mencapai batas kapasitasnya dan kewalahan menghadapi wabah corona, karena infeksi terus meningkat dengan cepat.

Sumber: republika.co.id