Berita Terkini

Jokowi Akan Coba Terapkan ‘New Normal’ di 4 Provinsi dan 25 Wilayah

BEKASI(Jurnalislam.com)–Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa mulai hari ini akan menerjunkan aparat keamanan yang terdiri dari TNI maupun Polri untuk mengawal sejumlah titik wilayah dalam menghadapi new normal.

“Kita harapkan kedisiplinan yang kuat dari masyarakat akan semakin terjaga,” kata Jokowi kemarin.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengemukakan bahwa setidaknya akan ada puluhan ribu pasukan keamanan yang diterjunkan di sejumlah titik agar lebih mendisiplinkan perilaku masyarakat di era new normal. Setidaknya, ada sekitar 340.000 personel yang dikerahkan.

“Anggota Polri yang akan dilibatkan kurang lebih 30.300 – 40.000,” kata Hadi dalam konferensi pers usai meninjau stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia.

Hadi mengemukakan bahwa upaya pendisiplinan protokol kesehatan ini akan dilaksanakan di 4 provinsi dan 25 kabupaten kota di mana objeknya meliputi aktivitas lalu lintas masyarakat, mal, pasar rakyat, hingga tempat pariwisata.

“Dari data yang ada di 4 provinsi 25 kabupaten kota ada 1.800 objek yang akan kita laksanakan pendisiplinan tersebut,” katanya.

Hadi menegaskan bahwa aparat nantinya akan mengawasai apakah masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, hingga membatasi jarak satu sama lain.

“Yang kita laksanakan adalah pertama harus seluruh masyarakat kita awasi supaya tetap memakai masker. Kedua dalam berkegiatan harus jaga jarak aman, kemudian kita sediakan tempat mencuci tangan, atau hand sanitizer,” katanya.

Berikut 4 provinsi dan 25 kabupaten kota yang akan dikawal ketat TNI dan Polri, berdasarkan data yang disampaikan Biro Pers Sekretariat Presiden :

Provinsi :

1. DKI Jakarta
2. Jawa Barat
3. Sumatera Barat
4. Gorontalo

Kabupaten/Kota :

1. Kota Pekanbaru
2. Kota Dumai
3. Kabupaten Kampar
4. Kabupaten Pelalawan
5. Kabupaten Siak
6. Kota Bengkalis
7. Kota Palembang
8. Kota Prabumulih
9. Kota Tangerang
10. Kota Tangerang Selatan
11. Kabupaten Tangerang
12. Kota Tegal
13. Kota Surabaya
14. Kota Malang
15. Kota Batu
16. Kabupaten Sidoharjo
17. Kabupaten Gresik
18. Kabupaten Malang
19. Kota Palangkaraya
20. Kota Tarakan
21. Kota Banjarmasin
22. Kota Banjar Baru
23. Kabupaten Banjar
24. Kabupaten Barito Kuala, dan
25. Kabupaten Buol

 

Sumber: cnbcindonesia

Masjid Italia Dibuka Kembali dengan Protokol Ketat

ROMA(Jurnalislam.com) — Masjid-masjid di Italia mulai membuka kembali pintunya untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan ditutup akibat Pandemi. Italia berkomitmen menerapkan langkah-langkah menekan penyebaran virus corona.

Jamaah yang datang di Masjid Via Meda Milan diminta mengenakan masker. Selain itu, jamaah juga diminta menjaga jarak dengan cara bergantian sholat untuk menghindari kepadatan.

“Ini untuk keselamatan kita, untuk kebaikan kita, jadi kita harus melakukan apa yang diminta,” kata seorang jamaah, Saleh kepada Arab News, Ahad (24/5).

Saleh mengaku sangat bersyukur ia dan keluarganya bisa kembali sholat di masjid meskipun harus bergantian. Karena itu ia mematuhi aturan yang telah diterapkan.

“Saya telah menunggu lama untuk ini. Sekarang kami berharap pandemi ini dapat segera berakhir dan kita semua dapat kembali ke kehidupan normal tanpa rasa takut,” ungkapnya.

Masjid-masjid di Italia telah ditutup sejak 9 Maret 2020 saat pemerintah memutuskan melakukan lockdown negaranya dari penyebaran virus. Saat ini, masjid-masjid mulai dibuka kembali, salah satunya Masjid Via Meda. Masjid ini biasa menampung 250 jamaah, namun dalam situasi pandemi hanya mengizinkan 70 jamaah dan umat Islam akan shalat secara bergiliran sampai pandemi berakhir.

Poster-poster berbahasa Italia dan Arab di pintu masuk masjid dan di dindingnya. Mereka juga mendesak jamaah menggunakan masker dan kaus kaki.

Sajadah dibersihkan setiap pergantian shift sehingga jamaah berikutnya dapat menggunakannya dengan aman. Sepatu ditempatkan di rak di luar ruangan dengan ditata sebaik mungkin untuk menghindari sentuhan. Jabat tangan dan pelukan telah dilarang, salam dilakukan dengan cara m meletakkan tangan kanan di dada.

Imam masjid, Yaha Pallavicini khotbahnya untuk pertama lainnya sejak penutupan masjid. Ia berterima kasih kepada Allah atas kesehatan seluruh umat Muslim, dan berdoa agar di hari-hari terakhir Ramadhan terus diberikan kesehatan baik fisik maupun spiritual bagian semua umat Islam di seluruh Italia.

“Kami mungkin tidak menjamin aturan jarak sosial akan dihormati,” Imam Abdullah Tchina mengatakan kepada Arab News, mengatakan bahwajumlah suara yang besar akan diharapkan pada bagian akhir bulan suci.

Sumber: republika.co.id

KBRI London Gelar Silaturahim Lebaran Virtual

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London menggelar acara Lebaran, silaturahim, dan halalbihalal secara virtual untuk merayakan Idul Fitri 1441 H bersama warga Indonesia di Inggris Raya dan Irlandia.

Sedikitnya 400 WNI di Inggris Raya dan Irlandia yang mengikuti kegiatan Lebaran virtual itu. Mereka saling mengucapkan selamat, saling memaafkan, dan melepas kerinduan setelah lebih dari dua bulan menjalani penguncian akibat Covid-19.

Duta Besar RI untuk Inggris Raya dan Irlandia, Rizal Sukma yang memberikan sambutan pada acara Lebaran virtual itu menyampaikan rasa syukur bahwa WNI tetap mematuhi imbauan pemerintah setempat mengenai Covid-19 untuk merayakan Idul Fitri dari rumah masing-masing.

“Meskipun pada masa sulit seperti ini, kita tetap memanfaatkan teknologi untuk tetap bertatap muka dan merayakan Idul Fitri bersama,” ujar Dubes Rizal seperti dikutip dari keterangan KBRI London yang diterima di Jakarta, Senin (25/5).

Segenap masyarakat Indonesia di Inggris dan Irlandia melakukan doa bersama agar ibadah puasa pada bulan Ramadhan dapat menjadikan umat Muslim sebagai kaum yang bertakwa.

Pelaksana fungsi penerangan dan sosial budaya KBRI London, Hartyo Harkomoyo menjelaskan bahwa pada kesempatan Lebaran virtual itu, doa dan harapan dipanjatkan agar wabah Covid-19 dapat segera berlalu.

Beberapa wakil dari BUMN Indonesia yang berkantor di London dan organisasi-organisasi kemasyarakatan memanfaatkan acara Lebaran virtual itu untuk menyapa semua WNI di Inggris Raya dan Irlandia.

“Tercatat 19 BUMN dan organisasi kemasyarakatan berpartisipasi dan menyampaikan pesan-pesan Idul Fitri serta rasa solidaritas bersama dalam menghadapi wabah Covid-19,” kata Hartyo.

Warga yang mengikuti acara Lebaran virtual KBRI London dihibur oleh Lucky Idol yang menyanyikan tiga lagu, yaitu lagu Imagine John Lennon, lagu Indonesia Pusaka, dan lagu Selamat Hari Lebaran.

Sumber: republika.co.id

Kemenkumham Sebut Wawancara Siti Fadilah oleh Deddy Corbuzer Ilegal

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan  Kementeran Hukum dan HAM (Kemenkumham) Rika Aprianti menilai wawancara yang dilakukan oleh Deddy Corbuzer terhadap Mantan Menkes Siti Fadilah Supari adalah illegal.

“Bahwa kegiatan liputan dan wawancara Siti Fadilah dan Deddy Corbuzier tidak sesuai dan tidak memenuhi persyaratan yang tercantum pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI,” kata Rika dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Selasa (26/5/2020).

Ia mengatakan bahwa bahwa Peliputan untuk Kepentingan Penyediaan Informasi dan Dokumentasi harus mendapat izin secara tertulis dari Ditjenpas.

“Pihak Rutan Pondok Bambu mengatakan baru mengetahui adanya wawancara tersebut, setelah melihat video wawancara Siti Fadillah dan Deddy Corbuzier di instagram milik Deddy Corbuzier,” ungkapnya.

Idul Fitri Momen Saling Memaafkan di Tengah Pandemi

MEULABOH(Jurnalislam.com)—  Perayaan Idul Fitri 1441 Hijriyah merupakan momentum untuk saling memaafkan di tengah pandemi Covid-19.

“Apabila kita ingin mendapatkan piala kemenangan dan ampunan dari Allah SWT, di hari yang fitri ini kita harus saling memaafkan. Tidak perlu ada dendam,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Teungku Abdurrani Adian, saat berkhutbah pada sholat Idul Fitri 1441 Hijriyah di Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Ahad (25/5).

Menurutnya, manusia memiliki sifat amarah dan dendam dalam bergaul dan bersikap sehari-hari di lingkungan masing-masing.

Namun, kata dia, kedua sifat tersebut harus mampu dikendalikan dan tidak larut dalam emosi dalam menyikapi sebuah persoalan.

Teungku Abdurrani menjelaskan Allah SWT memberi batas toleransi kepada umat manusia yang marah kepada orang lain, dengan batas waktu selama tiga hari.

Apabila melebihi dari batas waktu yang sudah ditentukan tersebut, kata dia, maka manusia yang memiliki sifat dendam dan amarah kepada orang lain, maka amalan seseorang tidak akan diterima.

Di sisi lain, dia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Aceh Barat, agar dapat mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dalam menghadapi wabah virus corona (Covid-19).

Masyarakat juga diajak agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari, seperti sering mencuci tangan dan hidup secara sehat lainnya.

Sumber: republika.co.id

 

Banyak UMKM Terdampak Covid-19, ACT Siapkan Program Sahabat UMI

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Tak sedikit warga Jakarta yang kini harus mengalami kelumpuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19, seperti terlilit hutang, kehilangan modal, sampai harus gulung tikar.

Seperti yang dialami Siti Munasiroh (48), penjual nasi uduk dan donat di pinggir rel kereta api, yang terpaksa meminjam modal kepada rentenir demi membantu beban ekonomi keluarga. Kini, lapak Siti Munasiroh harus tutup lantaran pembeli yang semakin berkurang.

Jualan nasi uduk dan donat menjadi pilihan bagi Siti. Penghasilan suami sebagai supir angkot tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah ketiga anaknya. Selama berjualan, Siti mengandalkan pesanan dari orang-orang yang berjualan di Pasar Pagi. Kebutuhan sehari-hari, ia tutupi dengan meminjam uang ke bank keliling. Siti mengaku terjerat utang bank keliling.

“Punya utang di mana-mana. Sekarang enggak bisa jualan juga, (pembeli) berkurang karena Corona. Saya maunya lepas dari utang, saya tahu ini enggak boleh, tetapi bagaimana?” kata Siti menyeka air mata saat ditemui tim ACT di rumahnya.

Covid-19 memang semakin terasa menghimpit. Siti terus berikhtiar membuka dagangan kembali usai Idulfitri walau pembeli memang tidak sebanyak biasanya. Selain biaya sekolah anak, Siti juga harus membayar iuran air dan membeli gas masak. “Semoga masih ada masyarakat yang mau saling menolong. Setidaknya untuk modal usaha, dan semoga corona segera berakhir,” doa Siti.

Siti Munasiroh hanyalah salah satu potret masyarakat yang berusaha membantu perekonomian keluarga. Segalanya dilakukan demi menyambung hidup. Untuk terus membersamai saudara-saudara yang terdampak pandemi dalam aspek sosial dan ekonomi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (Sahabat UMI) dengan untuk menumbuhkembangkan Usaha Mikro dengan dana sedekah dari para donatur.

Sahabat UMI merupakan sedekah modal kerja yang dikhususkan bagi pelaku usaha Perempuan pemilik usaha rumahan atau pedagang keliling yang terdampak pandemi Covid-19. Terealisasinya program ini dilandaskan oleh beberapa fakta yang terjadi di lapangan.

Beberapa usaha yang akan dibantu Sahabat UMI harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya penggerak usahanya adalah perempuan dari keluarga prasejahtera dengan skala rumahan atau pedagang keliling, modal usaha di bawah Rp 1juta, produk siap jual (bukan dropshipper atau barang ada jika ada pesanan), tidak mensyaratkan agunan fisik atau hal lainnya, wajib memiliki usaha dan pengalaman berjualan sebelumnya, tidak dalam proses atau pengajuan modal usaha dari lembaga lainnya, dan tidak menggunakan dana tambahan modal untuk kebutuhan pribadi.

Seluruh bantuan modal ini akan menjadi bantuan terbaik untuk para Ibu yang berjuang menggerakkan perekonomian keluarga sekaligus menghidupkan sektor usaha mikro.

Taati Aturan Pembatasan, PM Belanda Tak Bisa Kunjungi Sang Ibu Sebelum Wafat

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Perdana Menteri Belanda Mark Rutte tidak dapat mengunjungi sang ibu yang sedang kritis di pekan terakhirnya sebelum meninggal dunia pada 13 Mei lalu karena mematuhi pembatasan pergerakan pencegahan penularan virus corona (Covid-19).

Rutte mengumumkan kematian ibunda, Mieke Rutte-Dilling, pada Senin (26/5). Perempuan berusia 96 tahun itu meninggal karena terserang virus.

“Perdana Menteri telah mematuhi semua aturan,” kata juru bicara Rutte kepada AFP.

Secara terpisah, Rutte mengatakan kematian sang ibu membawa kesedihan yang luar biasa bagi dirinya. Namun, Rutte mengatakan dia dan keluarga sangat bersyukur karena sang ibu bisa hidup bersama mereka untuk waktu yang sangat panjang.

“Kami sekarang telah mengucapkan selamat tinggal padanya dalam lingkaran keluarga dan berharap dapat melewati rasa kehilangan besar ini alam kedamaian dalam waktu dekat,” ujar Rutte.

Media lokal Belanda melaporkan ibu Rutte meninggal setelah terserang virus, namun bukan virus corona. Media lokal menuturkan kampung halaman ibu Rutte tengah diserang wabah penyakit ketika ia sakit.

Belanda mengonfirmasi kasus pertama virus corona pada 27 Februari lalu yakni seorang pasien berusia 56 tahun di Tilburg yang memiliki riwayat perjalanan dari Italia.

Pada Maret, pemerintahan Rutte mengumumkan pemberlakukan pembatasan pergerakan seperti membatalkan seluruh kegiatan publik dan perkumpulan massa, menutup tempat publik, sekolah, universitas, hingga membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju negara dengan kasus corona tinggi termasuk China, Italia, Iran, dan Korea Selatan.

sumber: cnnindonesia

Anies: Keberlanjutan PSBB Tergantung Perilaku Masyarakat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tetap menaati peraturan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini untuk mengurangi penyebaran virus corona (Covid-19) di ibu kota.

Anies berharap PSBB di Jakarta bisa berakhir pada 4 Juni 2020. Namun menurutnya, PSBB bisa kembali diperpanjang apabila masyarakat tak menaati aturan.

“Jadi, yang menentukan PSBB diperpanjang atau tidak itu sebenarnya bukan pemerintah, bukan para ahli, yang menentukan adalah perilaku seluruh masyarakat di seluruh wilayah PSBB,” kata Anies dalam konferensi pers di Stasiun MRT Bundaran HI, Selasa (26/5).

PSBB di Jakarta sudah diterapkan sejak 10 April 2020. Saat itu, PSBB tahap pertama dilaksanakan selama dua pekan atau hingga 23 April 2020.

Anies kemudian memperpanjang PSBB pada 23 April hingga 21 Mei 2020. Alasannya, kasus virus corona di Jakarta masih cukup tinggi.

Terakhir, Anies kembali memutuskan PSBB kembali diperpanjang hingga 4 Juni. PSBB kali ini diharapkan menjadi yang terakhir untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Bila seluruh masyarakat di wilayah PSBB memilih taat, maka PSBB bisa berakhir. Bila masyarakat tidak (taat), PSBB terpaksa harus diperpanjang,” ujarnya.

Sumber: cnnindonesia

Sultan Brunei Minta Masyarakat Bersabar Tak Rayakan Idul Fitri

BRUNEI(Jurnalislam.com) – Sultan Hassanal Bolkiah tak menampik ada banyak tradisi Hari Raya Idul Fitri yang tidak dilakukan. Namun demikian, bukan berarti hal tersebut tak bisa diantisipasi dengan alternatif lainnya.

“Kita mungkin tidak bisa berjabat tangan, tetapi ada cara komunikasi lainnya. Kita tidak hanya dapat mendengar suara mereka, tetapi kita juga dapat berkomunikasi melalui konferensi video,” ujar dia seperti dilansir borneo bulletin, Ahad (24/5).

Meski demikian, dia merasa bersyukur dan memuji rakyat Brunei karena mematuhi aturan pencegahan penyebaran Covid-19 saat Idul fitri.

Dia menegaskan, perayaan Idul fitri dilakukan di seluruh penjuru dunia, begitupun Brunei. Tetapi, beberapa tradisi tidak bisa dilakukan karena ancaman yang masih ada. “Biasanya, perayaan dimulai dengan sholat Sunnat idul fitri. Tapi, tahun ini menjadi pertama kalinya tradisi itu tidak akan dilakukan,” kata dia.

Sambung dia, dalam situasi idul fitri kali ini, tak ada yang lebih bermakna dari pada menumbuhkan kesabaran. Sebab, ia beranggapan bahwa kesabaran adalah istana dari iman.

“Sebagaimana dinyatakan dalam Ayat 146 dari Surah Ali Imran: ‘Allah mencintai orang-orang yang sabar’. Tanda kesabaran adalah kesiapan kita untuk mematuhi peraturan,” tuturnya.

Dia melanjutkan, tradisi open house yang juga tak dilakukan, telah sesuai dengan pedoman keselamatan. Terlebih, dengan meniadakan hal tersebut di tengah pandemi, ia menilai bahwa semangat dan makna Hari Raya juga tak akan padam.

“Kita masih bisa terus melakukan tindakan kesalehan dengan membaca Al-Quran dan melakukan puasa enam hari di bulan Syawal, yang membawa banyak hadiah,” ucapnya.

Dia menambahkan, sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan Brunei, perayaan Hari Raya masih dapat diadakan dengan anggota keluarga dekat. Namun, pedoman tetap harus dilakukan di dalamnya, terlebih mencegah pertemuan lebih dari 20-30 orang.

“Dalam keluarga besar, kunjungan mereka dapat diatur dalam jadwal dan dengan bergiliran untuk menghindari jumlah orang yang dilarang dalam pertemuan,” ungkap dia.

Sumber: republika.co.id

Kapan Masuk Sekolah? Ini Kata Mendikbud

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan pembukaan kembali sekolah ditetapkan berdasarkan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Coronavirus Disease (COVID-19).

Ia menggarisbawahi keputusan membuka kembali sekolah bukan sepihak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Harus diketahui bahwa Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Kami sudah ada berbagai macam. Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri. Jadi, kami yang akan mengeksekusi dan mengoordinasikan,” jelas Nadiem di situs resmi Kemendikbud, Selasa (26/8/2020).

Nadiem menegaskan, keputusan mengenai waktu dan metodenya akan juga berlandaskan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. “Tapi keputusan kapan, dengan format apa, dan seperti apa, karena ini melibatkan faktor kesehatan, bukan hanya pendidikan, itu masih di Gugus Tugas,” imbuhnya.

Terkait adanya berbagai rumor maupun pemberitaan yang mengabarkan Kemendikbud akan membuka sekolah pada awal tahun ajaran baru di bulan Juli dinyatakan Nadiem tidak benar.

“Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan kepastian, karena memang keputusannya bukan di kami. Jadi mohon stakeholders atau media yang menyebut itu, itu tidak benar,” tegas Nadiem.

Di banyak negara, awal tahun ajaran baru relatif tetap. Adapun demikian, penyesuaian metode belajar disesuaikan dengan kondisi dan status kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Kemendikbud menilai saat ini tidak diperlukan adanya perubahan tahun ajaran maupun tahun akademik. Tetapi metode belajarnya apakah belajar dari rumah atau di sekolah akan berdasarkan pertimbangan gugus tugas,” tuturnya.

Sumber: cnbcindonesia