Berita Terkini

Destinasi Wisata Eropa Sebagian Mulai Dibuka

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)–Menjelang liburan musim panas di Eropa, negara-negara yang secara tradisional menjadi tujuan utama wisatawan Eropa mulai melakukan pelonggaran sejak hari Senin, 25 Mei 2020. Namun tetap ada aturan menjaga jarak. Bagaimana kondisi di negara-negara itu, dan bagaimana aturan jaga jarak ditaati dan diawasi? Inilah ringkasan dari tiga negara.

Warga Yunani sekarang sudah diizinkan mengunjungi pulau-pulau wisata Yunani dengan kapal feri. Yunani sudah memulai musim liburan musim panas tiga minggu lebih awal dari biasanya. Peraturan jarak sosial dan pembatasan jumlah penumpang diberlakukan pada feri untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sejak pandemi Covid-19 melanda Yunani, perjalanan ke pulau-pulau wisata pada umumnya dilarang. Namun karena tingkat infeksi di negara itu terus menunjukan penurunan, pemerintah Yunani sekarang membolehkan warganya yang tidak berada di bawah karantina untuk melakukan perjalanan feri.

Tetapi wisatawan asing masih belum diizinkan melakukan perjalanan wisata sampai 15 Juni 2020. Sementara itu,restoran dan cafe sudah dibolehkan beroperasi, dengan menaati aturan jarak sosial.

Italia mulai melonggarkan lockdown sejak beberapa waktu lalu. Sekarang, kegiatan rutin sudah dibolehkan, termasuk kegiatan di tempat-tempat olahraga dan kolam renang dibuka kembali di seluruh negeri.

Pengunjung tempat olahraga dan fitness center diwajibkan menjaga jarak aman dua meter dan harus mensterilkan peralatan setelah digunakan. Meskipun masker diwajibkan saat memasuki fasilitas olahraga, orang tidak harus memakainya saat berolahraga.

Pengguna kolam renang harus memiliki setidaknya tujuh meter persegi ruang untuk diri mereka sendiri dan harus berjarak satu setengah meter dari perenang lain.

Operator fasilitas olahraga dan kolam renang juga harus mencatat siapa yang hadir dan menyimpan catatan itu setidaknya selama dua minggu.

Menurut lembaga statistik Italia, Istat, ada sekitar 18 juta orang Italia yang biasanya mendatangi sekitar 8.000 fitness center di seluruh Italia. Namun sepertiga warga Italia mengatakan mereka tidak melakukan latihan olahraga selama lockdown, dan mereka rata-rata mengalami kenaikan berat badan sampai 2 kilogram selama dua bulan masa lockdown.

Sumber: republika.co.id

Sejumlah Negara Mulai Longgarkan Aturan Pembatasan

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Banyak negara yang mulai mempertimbangkan langkah-langkah untuk mencabut aturan pembatasan yang ditetapkan selama pandemi Covid-19 melanda.

Meski wabah belum berakhir, hal itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian yang terkena dampak sangat besar akibat situasi ini.

Di Amerika Serikat (AS), negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbesar di dunia, pelonggaran telah mulai dilakukan di banyak wilayah negara bagian. Banyak orang di Negeri Paman Sam yang menyambut pembukaan kembali area-area publik seperti taman dan pantai dengan datang secara berama-ramai pada akhir pekan lalu. Mereka seakan memperingati sebuah hari bersejarah.

Di Eropa, banyak negara yang telah membuka area publik seperti taman hingga kolam renang pada Senin (25/4). Orang-orang berbondong-bondong datang, setelah hampir tiga bulan hidup dalam aturan lockdown yang mengharuskan mereka tetap berada di rumah masing-masing kecuali untuk membeli bahan pokok, obat-obatan, atau mencari perawatan medis.

Jepang juga mencabut status darurat nasional yang diberlakukan pada awal April. Namun, negara itu menekankan bahwa masyarakat akan memasuki fase kehidupan normal baru. Pemerintah Jepang terus mendesak kewaspadaan dan memberlakukan aturan-aturan yang bertujuan menghindari kemungkinan gelombang infeksi lebih lanjut terjadi mengingat ancaman Covid-19 masih terus ada.

Di Spanyol aturan pembatasan mulai dilonggarkan di Madrid dan Barcelona. Taman dan area luar kafe diizinkan untuk dibuka kembali setelah lebih dari dua bulan ditutup. Ratusan orang membanjiri Taman Retiro Madrid yang terkenal untuk menikmati jalan-jalan atau berolahraga di bawah sinar matahari.

“Pembukaan kembali Retiro memberi saya perasaan tenang, memberi saya kenyamanan,” kata Rosa San Jose, seorang warga yang berprofesi sebagai guru seperti dilansir TRT World, Selasa (26/5).

Di bagian lain Spanyol, pantai-pantai juga mulai dibuka kembali dengan pedoman ketat untuk menjaga jarak sosial (social distancing). Pemerintah negara itu juga mengumumkan akan menghapus aturan karantina untuk kedatangan warga asing mulai 1 Juli, dengan harapan membantu sektor pariwisata yang terpukul.

Di Jerman, Islandia, dan Italia pusat kebugaran dan kolam renang juga telah dibuka kembali. Yunani yang juga memulai pelonggaran pembatasan menyusul penurunan kasus COVID-19 di negara itu kini memungkinkan restoran beroperasi, satu pekan lebih cepat dari jadwal. Namun, hanya area outdoor atau luar ruangan yang boleh dibuka bagi pengunjung.

“Kafe di Yunani memiliki dimensi sosial. Di situlah jantung distrik berdetak,” ujar salah seorang warga Yunani, Giorgos Karavatsanis.

Namun, tidak semua berita dari Eropa menggembirakan. Swedia, yang telah mendapatkan perhatian internasional karena tidak menegakkan aturan agar warganya tinggal di rumah, melihat angka kematian akibat Covid-19 mencapai empat ribu. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibading negara-negara tetangganya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan bahwa pemerintah akan mengizinkan toko ritel dibuka kembali pada 15 Juni. Namun, saat ini banyak orang telah mulai menyerbu pantai, seperti di Bournemouth yang menggarisbawahi kesulitan menegakkan aturan jarak sosial ditetapkan.

India yang telah memberlakukan lockdown dengan aturan-aturan ketat memulai kembali penerbangan domestik pada Senin (25/4). Pemerintah nampaknya berusaha membuat ekonomi terbesar ketiga di Asia itu bergerak seperti semula.

Tetapi jumlah kasus Covid-19 masih melonjak di India. Meski para ahli memperingatkan agar tidak membuka kembali pembatasan terlalu cepat dan merekomendasikan beberapa bentuk tindakan pembatasan sampai vaksin atau pengobatan dikembangkan, pemerintah merasakan tekanan besar secepatnya mencabut aturan tersebut.

Sumber: republika.co.id

WHO Nyatakan Benua Amerika Jadi Episentrum Baru Corona

BRASILIA(Jurnalislam.com) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan benua Amerika telah menjadi episentrum baru pandemic virus corona jenis baru atau Covid-19.

Diperkirakan, jumlah kematian akibat virus corona di Brasil dan negara-negara Amerika Latin lainnya akan melonjak hingga Agustus.

“Sekarang bukan saatnya bagi negara-negara untuk mengurangi pembatasan,” ujar Direktur WHO untuk Amerika dan Kepala Organisasi Kesehatan Pan Amerika, Carissa Etienne.

Benua Amerika telah mencatat lebih dari 2,4 juta kasus virus corona dengan lebih dari 143 ribu kematian. Sementara, jumlah kasus di Amerika Latin telah melampaui Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Etienne memperingatkan, Brasil masih memiliki jalan yang panjang untuk melawan pandemi virus tersebut. Selain itu, WHO juga mengawasi perkembangan pandemi di Peru, Chile, El Salvador, Guatemala, dan Nikaragua.

“Wilayah kami telah menjadi pusat pandemi Covid-19,” ujar Etienne.

Sebuah penelitian dari Washington University menyatakan, jumlah kematian akibat virus corona di Brasil bisa naik lima kali lipat menjadi 125 ribu pada awal Agustus.

Selain itu, Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) memperkirakan jumlah kematian di Peru akan mencapai 20 ribu pada Agustus.

Hal ini mengindikasikan bahwa kemungkinan sistem kesehatan Peru akan kewalahan.

IHME memproyeksikan kenaikan jumlah kematian di negara Amerika Latin lainnya seperti 12 ribu di Chile, 7.000 di Meksiko, 6.000 di Ekuador, 5.500 di Argentina, dan 4.500 di Kolombia pada Agustus mendatang. IHME menyatakan Kuba memiliki jumlah kematian yang relatif sedikit yakni hanya 82 pada Agustus.

Sumber: republika.co.id

Sebagian Siswa Australia Sudah Kembali ke Sekolah

SYDNEY(Jurnalislam.com) — Setelah dua bulan belajar jarak jauh, Senin pekan ini (25/05) menandai hari pertama sebagian besar murid sekolah negeri kembali ke sekolah di negara bagian New South Wales dan Queensland.

Di negara bagian Victoria, siswa sekolah negeri di pra-sekolah dasar, kelas 1, kelas 2, dan kelas 11 serta 12 kembali ke sekolah mulai hari Selasa (26/05), sedangkan sisanya akan kembali ke kelas pada 9 Juni 2020.

Menjadi guru bagi kedua anaknya di sekolah selama enam minggu, Jamil Bahruddin pagi tadi mengantarkan Nararya, anaknya yang duduk di kelas 1 kembali ke sekolah di Melbourne.

Menurut Bahruddin, Nararya terlihat sangat senang dan antusias menyambut hari pertamanya bertemu lagi dengan teman-teman dan gurunya.

Tapi anak sulungnya, Malya, yang duduk di kelas 4, masih harus menunggu sampai tanggal 9 Juni untuk bisa merasakan lagi duduk di

di kelas.

I wish I could go to school too,” ucap Malya yang berharap bisa masuk sekolah juga saat ia ikut mengantarkan adiknya ke sekolah.

Sesampai di sekolah, Nararya langsung bertanya pada gurunya, seperti yang Bahruddin ceritakan kepada Hellena Souisa dari ABC News.

Do you still remember me? [Masih ingat saya?],” kata Bahruddin menirukan pertanyaan Nararya kepada gurunya.

Sure! I still remember all of you [tentu saya masih ingat semuanya],” jawab sang guru.

Sebagai orangtua yang mencoba melakukan tugas sebagai guru di rumah bagi kedua anaknya selama masa ‘school from home’, pembukaan kembali sekolah membuat Bahruddin lega meski masih waswas.

“Senang tapi agak khawatir [karena faktor pandemi], tapi kami percaya saja dengan pihak sekolah yang sudah punya rencana yang detil untuk menjaga social distancing,” katanya.

Sumber: republika.co.id

 

Prospek Ekonomi Negara Maju Diprediksi Sangat Suram

BENGALURU(Jurnalislam.com) – Prospek ekonomi negara maju tahun ini telah suram lagi dalam sebulan terakhir akibat pandemi Covid-19 yang telah bergulir dari Asia ke Amerika, menurut survei Reuters. Hanya kurang dari seperlima ekonom yang disurvei mengatakan, pemulihan tajam berbentuk V (V shaped) akan terjadi.

Pasar ekuitas mulai menuai harapan untuk kembali membaik. Sebab, banyak negara mulai melonggarkan pembatasan atau lockdown guna menghentikan penyebaran virus Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 5,5 juta orang di seluruh dunia.

Tapi, palung aktivitas ekonomi akan lebih dalam, sementara rebound kemungkinan akan memakan waktu lebih lama dari yang diprediksi beberapa waktu lalu. Sebagian di antaranya karena pandemi telah menyebar ke seluruh dunia secara bertahap dan tiba di suatu negara dalam waktu yang berbeda.

Jajak pendapat Reuters mengumpulkan pandangan dari 250 ekonom yang diambil selama beberapa pekan terakhir. Hasilnya, resesi di sebagian besar ekonomi utama akan lebih dalam tahun ini dibandingkan prediksi semula.

Kepala penelitian ekonomi global di BofA Ethan Harris mengatakan, dalam banyak hal, prospek ekonomi global seperti area yang penuh dengan rintangan. “Pada rintangan pertama, ekonomi jatuh ke lubang besar yang dimulai di China pada kuartal pertama. Sebagian besar dunia menyusul pada kuartal kedua dan meluas pada kuartal ketiga di beberapa pasar berkembang,” katanya.

Harris menjelaskan, rintangan kedua adalah mencoba membuka kembali aktivitas perekonomian tanpa memperparah penularan Covid-19. Rintangan ketiga, berurusan dengan dampak kepercayaan diri yang tertunda pada belanja barang tahan lama, risiko prematur yang melebihi stimulus fiskal dan moneter. Selain itu, adanya perang dagang dan teknologi yang menunggu di masa depan.

Hampir tiga perempat ekonom, 69 dari 94, yang menjawab pertanyaan tambahan mengatakan, pemulihan akan berbentuk U (U shaped). Artinya, terjadi perlambatan ekonomi berkepanjangan. Atau, seperti tanda ceklis di mana kecepatan pemulihan tidak secepat penurunan.

Sementara itu, hanya 15 responden yang memperkirakan pemulihan kuat berbentuk V. Sisanya mengatakan, pemulihan akan berbentuk W, di mana rebound yang kuat diikuti kemerosotan tajam lainnya, atau berbentuk L, yakni ekonomi tumbuh datar setelah mengalami penurunan.

Dalam jajak pendapat ini, para ekonom memperkirakan, ekonomi dunia kontraksi 3,2 persen sepanjang 2020. Kontraksi ini lebih dalam dibandingkan prediksi 23 April, yakni menyusut 2,0 persen, maupun perkiraan minus 1,2 persen dalam jajak pendapat 3 April.

Tidak ada ekonom yang memperkirakan pertumbuhan positif pada 2020. Para ekonom memproyeksikan, ekonomi akan tumbuh negatif 0,3 persen hingga 6,7 persen. Prediksi ini jauh lebih buruk dibandingkan perkiraan sebelum adanya pandemi, yakni 2,3 sampai 3,6 persen.

Tapi, titik terang diprediksi terjadi tahun depan. Ekonomi global diperkirakan tumbuh 5,4 persen tahun depan, menurut jajak pendapat terbaru, lebih cepat dibandingkan perkiraan bulan lalu, 4,5 persen.

Untuk negara maju seperti Amerika, zona Euro, Inggris dan Jepang, para ekonom menurunkan proyeksi ekonomi dari jajak pendapat sebelumnya. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan pun terbilang modest.

Sebanyak 38 dari 69 ekonom mengatakan, respons kebijakan ekonomi global terhadap pandemi sudah hampir benar. Sementara, 29 responden lainnya mengatakan tidak cukup, dan hanya dua ekonom yang menilainya terlalu banyak.

Peter Dixon dari Commerzbank mengatakan, sejauh ini, banyak pelonggaran kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Untuk ukuran saat ini, langkah tersebut mungkin tidak akan cukup, tapi pembuat kebijakan selalu bisa melakukannya apabila memang dibutuhkan,” tuturnya.

Sumber: republika.co.id

82 Ribu Kendaraan Mudik Diminta Putar Balik

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Mabes Polri mengatakan selama 32 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 terdapat 82.604 kendaraan yang diminta diputar balik karena terindikasi akan mudik. Di antaranya terdapat kendaraan pribadi, sewa, busa, travel dan roda dua. Paling banyak ditangani oleh Polda Metro Jaya (PMJ).

“Total kendaraan yang diputar balik selama 32 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 sebanyak 82.604 kendaraan. Lalu, pada hari ini terdapat 4.149 kendaraan yang diminta putar balik. Seperti kendaraan pribadi, sewa, bus, travel dan roda dua. Paling banyak ditangani oleh PMJ,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan saat virtual konferensi pers melalui akun Instagram, Selasa (26/5).

Kemudian, ia menjelaskan kendaraan yang diminta putar balik yang tersebar di beberapa wilayah antara lain di PMJ sebanyak 39.962 kendaraan, Polda Banten sebanyak 8.249 kendaraan, Polda Jawa Barat sebanyak 11.008 kendaraan, Polda Jawa Tengah 5.333 sebanyak kendaraan, Polda DIY sebanyak 783 kendaraan.

Lalu, Polda Jawa Timur sebanyak 15.769 kendaraan dan Polda Lampung sebanyak 1.500 kendaraan. “Kami imbau masyarakat agar tetap di rumah saja dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19,” kata dia.

Sebelumnya diketahui, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 34.925 kendaraan diputarbalik arah karena berusaha keluar dari wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Jumlah tersebut merupakan hasil Operasi Ketupat 2020 selama 30 hari pelaksanaan.

“Total 34.925 kendaraan coba keluar Jadetabek selama 30 hari,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam keterangan tertulisnya, Ahad (24/5).

Yusri merinci, jumlah kendaraan yang diputarbalik arah paling banyak ditemui di pos penyekatan Pintu Tol Cikarang Barat, yakni sebanyak 16.525 kendaraan. Selanjutnya berada di jalur arteri dengan jumlah 13.155 kendaraan. Sementara itu, tercatat 5.245 kendaraan yang diputarbalik arah di Pintu Tol Cikupa.

Selain itu, sambung Yusri, pihaknya telah menindak ratusan kendaraan travel gelap yang nekat membawa pemudik. Selama 30 hari pelaksanaan operasi tersebut, tercatat ada 202 travel gelap yang diamankan.

Sumber: republika.co.id

Begini Suasana Idul Fitri di Italia

ROMA(Jurnalislam.com) — Muslim Italia berkumpul di taman dan lapangan umum untuk merayakan Idul Fitri. Itu karena masjid-masjid di negara itu masih ditutup sebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19.

Meski beberapa telah dibuka namun untuk menjamin jarak sosial dan protokol pencegahan covid-19 yang diperlukan harus berdasarkan kesepakatan antara komunitas muslim dan pemerintah setempat. Masjdi  harus menghormati aturan yang cukup ketat dan juga diterapkan pada gereja-gereja katolik di Italia. Aula tempat ibadah harus disterilkan sebelum dan sesudah ibadah.

Selain itu maksimal jamaah yang diizinkan hanya 200 orang termasuk tempat ibadah yang berukuran besar.  Sementara untuk pelaksanaan sholat di luar batar jamaah maksimal 1000 orang dan setiap jamaah harus berjarak setidaknya satu meter. Selain itu suhu jamaah di atas 37,5 derajat tak bisa masuk ke area ibadah. Umat Islam Italia pun  berkumpul untuk melaksanakan sholat ied dengan menerapkan langkah pencegahan virus corona.

“Selamat Idul Fitri pada semua muslim di Italia, karena mereka memiliki dua alasan untuk merayakan. Ini bukan satu-satunya perayaan yang menutup bulan suci Ramadhan, bahkan lebih penting karena akhirnya umat kembali ke masjid setelah beberapa bulan dikunci karena virus corona. Umat muslim di seluruh Italia berdoa kepada Tuhan agar puasa, doa, dan setiao perbuatan baik yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan membawa kedamaian dan berkah ke rumah. Sehingga fase kedua dalam perang melawan covid-19 di Italia akan dimulai dengan cara terbaik,” Kata Presiden Persatuan Komunitas Islam Italia (UCOII), Yassine Lafram seperti dilansir Arab News pada Selasa (26/5).

Banyak umat muslim di Italia merayakan Idul Fitri dengan anggota keluarganya. Beberapa memutuskan untuk bertemu dan sholat berjamaah di luar rumah  dengan mematuhi protokol kesehatan dan jarak sosial untuk menghindari risiko terinfeksi virus corona. Sementara UCOII telah meminta masyarakat agar berhati-hati dan bertanggungjawab setiap memasuki rumah ibadah.

Sementara itu Imam Masjid Al Wahid di Milan, Yahya Sergio Pallavicini mengatakan pihaknya memberlakukan pengaturan jarak jamaah dengan 140 sajadah. Selain itu titik masuk dan keluar jamaah pria dan wanita juga berbeda termasuk di halaman khusu dan wanita, bersama dengan halaman khusus. Pembersihan juga dilakukan teratur dengan menggunakan disinfektan. “Kami berdoa untuk kesehatan lahir dan batin dari orang-orang yang beriman dan orang Italia,” kata Pallavicini.

Sementara itu sekitar 200 orang berkumpul untuk menggelar sholat di Piazza Vittorio Emanuele Roma.  Umat muslim mengatur sajadah mereka sesuai aturan jarak sosial. Sejumlah poster berbahasa Italia dan Arab mengingatkan jamaah bahwa berpelukan, bersalaman tidak diizinkan. Sedang di Piazza Re di Roma ada 250 muslim berkumpul untuk sholat. Perayaan di luar ruangan juga berlangsung di ibukota Sisilia Palermo dengan dihadiri Walikota Leoluca Orlando.

Sumber: republika.co.id

Baznas Mengaku Penghimpunan Zakatnya Naik Selama Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Irfan Syauqi Beik mengatakan, Baznas mencatatkan peningkatan penghimpunan zakat sepanjang Ramadhan 1441 H lalu.

“Angkanya sangat luar biasa, Alhamdulillah berkat karunia Allah SWT, berkah di bulan Ramadhan, dan berkat kerja ikhlas teman-teman di Baznas dari sisi pengumpulan kita bisa melebihi target yang ditetapkan,” ujar Irfan, Selasa (26/5).

Adapun angka kenaikan itu mencapai 44 persen dari target yang telah ditetapkan. Sementara dari sisi penyaluran, Baznas Pusat telah menyalurkan zakat kepada lebih dari 400 ribu mustahik.

Untuk Baznas kabupaten/kota, menurut Irfan, sampai saat ini masih dalam konsolidasi data bersama. Namun dari segi penghimpunan zakat, ada Baznas kabupaten/kota yang mencatatkan peningkatan, namun ada pula yang dalam tekanan.

“Tetapi kinerja nasional secara umum mengalami peningkatan,” kata dia.

Menurut Irfan, peningkatan penghimpunan zakat dapat menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Baznas.

Hal itu juga merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang begitu baik di tengah situasi pandemi Covid-19. Meski di tengah pandemi ini masyarakat menghindari konsumsi belanja yang berlebihan dan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, namun mereka tetap membayar zakat, infak dan sedekah.

“Yang menarik khusus ZIS dipenuhi, bahkan meningkat, jadi yang patut kita syukuri perilaku masyarakat ini adalah modal sosial besar buat masyarakat kita, buat bangsa ini untuk bersama-sama menghadapi dampak dan tantangan pandemi Covid-19.’’

Sumber: republika.co.id

Palestina Kembali Buka Masjid dan Gereja, Jamaah Berdatangan

RAMALLAH(Jurnalislam.com) – Pemerintah Palestina mengumumkan membuka kembali masjid dan gereja terkemuka di Tepi Barat yang diduduki. Masjid Ibrahimi di Hebron dan Gereja Kelahiran di Betlehem dibuka untuk para jamaah setelah tiga bulan ditutup.

Masjid dan gereja ini dibuka kembali sebagai bagian dari langkah-langkah pelonggaran penguncian akibat menyebarnya pandemi virus Covid-19. Pascadibuka Selasa (27/5), lusinan warga Palestina melakukan sholat subuh di Masjid Ibrahimi. Ibadah berjamaah dilakukan di tengah langkah-langkah keamanan Israel yang ketat.

Direktur Endowmen untuk Provinsi Hebron, Hefzi Abu Sneineh, mengatakan otoritas Israel membatasi hanya 50 jamaah yang bisa memasuki masjid karena pandemi ini. “Sholat subuh dilaksanakan sebanyak tiga kali untuk memungkinkan lebih banyak orang beribadah,” katanya dikutip Anadolu Agency, Selasa (27/5).

Gereja Nativity juga sudah membuka kembali pintunya bagi para penyembah dan pengunjung di tengah keamanan yang ketat. Menteri Pariwisata dan Purbakala, Rula Maayah, mengatakan membuka kembali gereja merupakan secercah harapan bagi permulaan kembali ke kehidupan normal. Terutama karena gereja menerima jutaan peziarah dan wisatawan dari seluruh dunia.

Gereja ini merupakan situs suci Kristen yang paling menonjol di Palestina. Rumah ibadah ini dibangun di situs yang diyakini sebagai tempat Yesus dilahirkan.

Senin (26/5) kemarin, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengumumkan pembukaan tempat-tempat ibadah mulai hari Selasa. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari melonggarkan langkah-langkah pencegahan terhadap Covid-19.

Hingga Selasa, Palestina mencatat total 602 kasus virus Covid-18. Termasuk lima kematian dan 475 pemulihan.

Setelah berasal dari Wuhan, China Desember lalu, Covid-19 telah menyebar ke sedikitnya 188 negara dan wilayah. Eropa dan AS saat ini merupakan wilayah yang terparah.

Pandemi telah menewaskan lebih dari 346.200 orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 5,49 juta kasus dikonfirmasi. Menurut angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins di AS, jumlah pemulihan telah melampaui 2,23 juta.

Sumber: republika.co.id

Sebagian Besar Toko-toko Inggris Akan Dibuka Kembali

LONDON(Jurnalislam.com) — Sebagian besar toko-toko di Inggris akan diizinkan buka kembali bulan depan. Pemerintah Inggris perlahan-lahan melonggarkan pembatasan untuk menahan laju penyebaran virus corona.

Selasa (26/5) Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan mulai 1 Juni pasar terbuka dan showroom mobil besar dapat dibuka kembali. Langkah ini diambil karena tingkat penular virus corona di tempat-tempat cukup kecil.

Toko baju, buku, jahit, pelelangan, dan ritel lainnya dapat dibuka pada 15 Juni. Dengan syarat jumlah kasus infeksi terus menurun dan toko-toko tersebut dapat menerapkan keamanan Covid-19.

Wilayah Inggris lainnya seperti Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara dapat menentukan waktu mereka sendiri-sendiri. Sejak Inggris memberlakukan karantina nasional pada 23 Maret, hanya toko-toko ‘esensial’ seperti supermarket yang diizinkan buka.

Sementara itu negara bagian Kalifornia, Amerika Serikat (AS) mengatakan gereja-gereja dapat menggelar misa tatap muka. Tapi pelayanan dibatasi hanya 100 orang dan jemaat harus memakai masker.

Departemen Kesehatan Publik Kalifornia memberikan kerangka waktu izin tempat ibadah dibuka kembali kepada pejabat kesehatan pemerintah county. Sejak Maret lalu sebagian besar tempat ibadah menggelar misa secara daring.

Sumber: republika.co.id