Berita Terkini

Himpuh Dukung Keputusan Pemerintah Tiadakan Haji Tahun Ini

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (Himpuh), Baluki Ahmad, mengatakan beberapa saat lalu menteri agama sudah mengumumkan bila penyelenggaraan ibadah haji dari Indonesia ke tanah suci ditiadakan.

Penyebabnya, pemerintah mempertimbangkan segala dampak yang ada akibat adanya pandemi haji yang kini tengah melanda khusunya Saudi Arabia (Makkah Madinah) serta seluruh dunia pada umumnya.

”Barusan 10 menit lalu menteri agama mengumumkan pembatalaan penyelanggaraan ibadah haji. Saya kira keputusan tepat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, khusunya keselamatan jamaah. Ibadah haji bisa ditunda tahun depan, tapi soal keselamatan jamaah menjadi hal utama,” kata Baliki, di Jakarta, Selasa (2/6).

Baluki mengatakan, bagi para anggoa asosiasi perjalanan haji yang selama ini menyelenggaran pelayanan ibadah haji khusus, keputusan ini juga melagakan. Setidaknya sudah tidak ada lagi keraguan ada tidaknya pelayananan ibadah haji khusus untuk tahun 2020 ini.

”Ibaratnya bisul, kini bisul itu sudah dan melegakan. Bagi kami secara teknis memang sangat kesulitan bila pelayananan kepada jamaah haji khusus tahun ini tetap dilaksanakan. Sebab, ada kendala teknis yang sangat  banyak hingga soal mepetnya waktu yang sudah sangat dekat. Jadi kami bersyukur atas keputusan pembatalan penyelenggaran ibadah haji tahun 2020 oleh menteri agama,” tegasnya.

Sumber: republika.co.id

 

Din Syamsuddin Ungkap Syarat Pemakzulan dalam Ajaran Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) —  Webinar nasional bertema “Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19″ digelar Senin (1/6). Webinar tersebut digelar oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (MAHUTAMA) dan Kolegium Jurist Institute (KJI).

Dalam kesempatan itu, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Din Syamsuddin, menyebutkan, berdasarkan pendapat beberapa teoritikus politik Islam, pemakzulan pemimpin mungkin dilakukan. Pemakzulan dapat dilakukan jika telah ada beberapa kriteria, di antaranya adanya ketidakadilan dan ketiadaan ilmu pengetahuan, kerendahan dan kelangkaan visi.

“Di dalam pendapat beberapa teoritikus politik Islam, yang mungkin ingin saya kutip umpamanya Al-Mawardi yang sangat terkenal itu, pemakzulan imam, pemimpin, itu mungkin dilakukan jika syarat-syaratnya sudah tertanggalkan,” ujar Din dalam diskusi daring bersama Mahutama dan KJI, Senin (1/6).

Din menjelaskan, hal pertama yang dapat membuat suatu imam atau pemimpin dimakzulkan menurut Al-Mawardi ialah adanya ketidakadilan. Beberapa contohnya jika pemimpin tidak berlaku adil, tidak mampu menciptakan keadilan dalam masyarakatnya, hanya menciptakan suatu kelompok yang lebih kaya daripada yang lain, menyebabkan kesenjangan sosial.

“Katakanlah indikatornya gini indeks dalam sebuah negara, ini sangat asasi sekali. Karena itu adalah syarat utama dari seorang pemimpin. Maka, jika itu berkurang atau hilang, itu syarat sudah dapat dilakukan pemakzulan,” kata dia.

Kemudian, hal kedua ialah jika terjadi ketiadaan ilmu pengetahuan, kerendahan, dan kelangkaan visi dari seorang pemimpin. Visi yang ia sebut dalam konteks ini ialah tentang cita-cita hidup berbangsa dan bernegara. Dalam konteks negara modern, kata dia, visi tersebut merupakan cita-cita nasional suatu bangsa. Indonesia ia sebut memiliki visi menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Kalau ada pembukaman kampus, pembungkaman kegiatan akademik, pemberangusan mimbar akademik, itu sebenarnya bertentangan secara esensial dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena praktik-praktik sebaliknya adalah pembodohan kehidupan bangsa,” jelas dia.

Syarat ketiga, yakni ketika seorang pemimpin di sebuah negara mengalami kehilangan kewibawaan karena kehilangan dan kekurangan kemampuan untuk memimpin, terutama di dalam situasi kritis. Menurut Din, seorang pemimpin akan dilihat kepemimpinannya pada masa kritis.

Selain mengutip dari Al-Mawardi, Din juga mengutip pendapat filsuf Islam, Imam Al-Ghazali. Menurutnya, Imam Al-Ghazali juga memungkinkan adanya pemakzulan seorang pemimpin dengan syarat yang kurang lebih sama, yakni jika terjadi ketidakadilan atau kezaliman yang dilakukan oleh seorang pemimpin.

“Ketidakadilan atau kezaliman, terutama orientasi represif, diktatorship,” terang dosen Pemikiran Politik Islam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut.

Din melihat kehidupan kenegaraan di Indonesia saat ini tengah membangun situasi demikian. Ia melihat adanya kediktatoran konstitusional, kediktatoran yang bersemayam di balik konstitusi.

Ia pun mengambil beberapa contoh kasus yang mendukung pandangannya tersebut. “Seperti ada produk Perppu jadi undang-undang dan sejumlah kebijakan-kebijakan lain,” ungkap Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Ia kemudian mengutip pemikir Islam lainnya, yakni Rasyid Ridho. Ia menerangkan, Rasyid Ridho bahkan menyerukan kepada rakyat untuk melawan pemimpin yang zalim, tidak adil, dan membahayakan kehidupan bersama seperti melanggar konstitusi negara.

“Sekarang kita lihat kehidupan nasional kita mengalami deviasi, distorsi, dan disorientasi dari nilai-nilai dasar itu,” katanya.

Sumber: republika.co.id

 

Dihina, Din Syamsuddin Doakan Ade Armando Dapat Hidayah

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Dosen Universitas Indonesia Ade Armando menyebut Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr. KH Din Syamsuddin dengan panggilan tak senonoh.

Din Syamsuddin enggan menanggapi cibiran Ade Armando tersebut. Menurutnya, hanya akan merendahkan harkat dan martabatnya, karena telah menanggapi pernyataan yang tidak berdasar dan bernuansa hasutan kebencian itu.

“Maaf saya tidak ada waktu menanggapi pernyataan seperti itu, karena tidak ingin merendahkan derajat dan martabat diri,” ucap Din Syamsuddin, baru-baru ini.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, justru mendoakan agar Ade Armando mendapatkan hidayah dari Allah SWT untuk kembali ke jalan yang benar.

“Saya berdoa semoga Allah SWT memberi hidayah kepada beliau untuk kembali ke jalan yang benar,” tukas Din.

 

Perbankan Syariah Dinilai Lebih Tahan Guncangan Ekonomi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Industri perbankan syariah dinilai lebih tahan terhadap krisis dan guncangan ekonomi.

Pengamat Ekonomi Syariah STEI SEBI, Azis Setiawan menyampaikan sistem perbankan syariah memungkinkan penyesuaian bagi hasil karena kondisi ekonomi.

“Meski sama-sama terdampak signifikan, sepertinya bank syariah akan bisa lebih baik,” katanya, Senin (1/6).

Salah satu penyebabnya adalah, mayoritas proporsi dari Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah, sekitar 80 persen, adalah dengan skema bagi hasil. Ini memungkinkan penyesuaian tingkat bagi hasilnya karena kondisi ekonomi.

Sehingga biaya dana bank syariah juga bisa turun. Jadi bank syariah dengan sistemnya yang berbeda dengan bank konvensional seharusnya memang akan lebih baik karena fleksibilitasnya yang bisa menyesuaikan kondisi ekonomi secara teori.

Menurut data proposi DPK berbasis bagi hasil dari Bank Umum Syariah yang diteliti Azis, rata-rata DPK Mudharabah yakni 84 persen. Sejumlah bank memiliki DPK mudharabah di atas 90 persen.

“Ini bisa membuat biaya dana bank syariah harusnya lebih fleksibel mengikuti kondisi ekonomi,” kata dia.

sumber: republika.co.id

Kemenag Resmi Tidak Berangkatkan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2020

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah melalui Kementerian Agama, Selasa (2/6), akhirnya memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun 2020 ini. Hal tersebut sebagai upaya pemerintah melindungi warga negaranya di masa pandemi covid-19 ini.

Penyampaian keputusan itu disampaikan langsung oleh Menteri Agama Fachrul Razi dalam konferensi pers secara virtual. Dalam pengumuman itu, Menteri Agama didampingi oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid dan Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh.

Menurut Menag, Arab Saudi tak kunjung memberi kepastian soal penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Sehingga, membuat pemerintah Indonesia tak punya cukup waktu untuk melaksanakan persiapan haji.

“Berdasarkan kenyataan tersebut, pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun 1441 H atau 2020 ini. Keputusan ini saya sampaikan melalui keputusan Menteri Agama RI No 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelengagraan Ibadah Haji pada 1441 H atau 2020 M,” kata Menteri Agam Fachrul Razi.

Menurut Menag, sesuai amanat undang-undang, selain kemampuan ekonomi dan fisik, keselamatan dan keamanan jamaah haji harus diutamakan. Yaitu, sejak dari embarkasi dalam perjalanan dan di Arab Saudi.

“Sungguh ini keputusan pahit dan sulit, di satu sisi kita sudah upaya bersama untuk menyiapkan penyelanggaran haji tahun ini, sebagai tugas pembinaan dan pelayanan. Tapi di sisi lain kita punya tanggung jawab perlindungan bagi jamaah dan petugas haji. Ini tugas negara untuk menjamin keselamatan warganya,” kata Menag.

Sumber: ihram.co.id

Ade Armando Dinilai Hina Muhammadiyah, Kokam Minta Kader Tak Terprovokasi

SOLO (jurnalislam.com)– Ketua Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Jawa Tengah Andika Budi Riswanto menegaskan bahwa pihaknya akan membawa kasus dugaan penghinaan dan fitnah kepada Muhammadiyah dan Prof Din Syamsuddin yang dilakukan Ade Armando ke jalur hukum apabila Ade tidak mencabut pernyataan dan meminta maaf.

 

“Kami masih menunggu i’tikad baiknya selama 7 hari, karena kami sebagai warga negara yang baik dan tentunya umat muslim diajarkan Adab dahulu baru Ilmu. Kemudian segera meminta maaf secara terbuka kepada Muhammadiyah, serta Prof.Din Syamsudin,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Senin, (1/6/2020).

 

“Selanjutnya apabila somasi dari kami tidak di indahkan, tentunya kami akan melakukan upaya upaya hukum, sebagai upaya terakhir,” imbuh Andika.

 

Andika menegaskan bawah pernyataan dari akun Ade Armando tersebut sangat provokatif dan juga sangat mengandung unsur fitnah dan menyerang kehormatan Muhammadiyah dan Prof Din Syamsudin secara pribadi.

 

“Karena unsurnya masuk, melanggar pidana pasal 27 ayat 3 UU ITE,: setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik,” paparnya.

 

Namun demikian, ia tetap menghimbau kepada seluruh kader Kokam untuk tetap tenang, satu komando dan tidak terprovokasi.

 

“Namun jika memang tetap tidak bergeming, tanpa adanya i’tikad baik, maka kami menganggap ini pemilik akun Ade Armando sengaja memprovokasi,” pungkasnya.

Kokam Muhammadiyah Layangkan Somasi terhadap Ade Armando

SOLO (jurnalislam.com)- Ketua Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah Jawa Tengah Andika Budi Riswanto memberikan somasi kepada Ade Armado yang dianggap melakukan fitnah dan pelecehan terhadap Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Prof Din Syamsudin.

 

Sebelumnya, akun Facebook bernama Ade Armando mengatakan bahwa isu pemakzulan presiden digulirkan Muhammadiyah. Ia juga menyebut Prof Din dengan sebutan ‘si dungu’.

 

Prof Din sendiri menjadi Keynore Speaker dalam Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (MAHUTAMA) dan Kolegium Jurist Institute (KJI) dengan tema ‘Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19.

 

“Atas nama Kokam Jateng, mengutuk keras pernyataan yang diposting akun Ade Armando, pemelintiran opini diarahkan kepada Muhammadiyah, yang mengesankan Muhammadiyah melempar isu pemakzulan,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com pada Senin, (1/6/2020).

 

“Bahwa yang sebenarnya adalah webinar yg dilakukan oleh para ahli hukum tata negara, sehingga bahasa ini suatu bahasa yang menyakitkan di hari dimana pancasila dilahirkan,” imbuhnya.

 

Untuk itu, katanya, Kokam melayangkan somasi kepada pemilik akun Ade Armando untuk segera mencabut pernyataanya.

 

“Kami masih menunggu i’tikad baiknya selama 7 hari, karena kami sebagai warga negara yang baik dan tentunya umat muslim diajarkan adab dahulu baru Ilmu. Kemudian segera meminta maaf secara terbuka kepada Muhammadiyah, serta Prof.Din Syamsudin,” tandasnya.

Global Qurban ACT Targetkan 100 Ribu Hewan Kurban, Ajak Masyarakat Jadi Agen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Saat ekonomi melemah di tengah kondisi pandemi, masyarakat bahu-membahu untuk mendukung mereka yang kurang mampu.

Pada momen kurban tahun ini, Global Qurban – Aksi Cepat Tanggap tidak hanya mendistribusikan hewan kurban tetapi juga berupaya memulihkan perekonomian masyarakat lewat keagenan kurban.

Global Qurban – ACT nantinya akan memberikan benefit yang cukup besar kepada agen yang mampu mengajak orang lain berkurban satu ekor hewan setara sapi. Targetnya, ada 100.000 orang yang akan menjadi agen Global Qurban – ACT.

“Kalau ini terjadi, maka satu orang targetnya adalah satu hewan kurban setara sapi. Kita hadirkan cara ini supaya mereka mendapatkan penghasilan yang cukup untuk melanjutkan aktivitasnya selepas mereka terkena PHK,” ujar President ACT Ibnu Khajar.

Selain untuk pekerja yang mengalami PHK, Qurban – ACT menyadari ada berbagai pihak yang terkait dalam penyediaan hewan kurban.

Sehingga, jika satu individu yang berkolaborasi dalam program kurban ini, individu lain juga akan ikut merasakan manfaatnya.

Para penjual kurban yang melapak di pinggir jalan pun akan ikut diberdayakan. Sebab, pandemi ini tentunya menyulitkan mereka untuk berdagang seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga Global Qurban – ACT akan mengajak mereka untuk bekerja sama.

Seluruh sistem ini nantinya akan berjalan dengan sistem teknologi digital Global Qurban – ACT. Para agen akan diberikan materi, melakukan pemasaran, dan pengelolaan para pekurban lewat media digital.

Pengantaran daging kurban juga akan dilakukan lewat Humanity Care Line. Atau bisa juga langsung melalui para pelapak yang telah bekerja sama dengan Global Qurban – ACT.

Sehingga kurban tidak bermakna ritual belaka, tapi juga sebagai solusi nyata terhadap permasalahan ekonomi masyarakat.

“Nilai tambah kita tidak hanya sekadar membincang kelebihan ritual kurban sebagai ibadah sunnah muakkadah, tapi kita akan jadikan kurban ini sebagai solusi kepada permasalahan ekonomi umat yang saat ini terdampak pandemi Covid-19 ini,” pungkas Ibnu. []

Konsistensi para pekurban ini bisa sedikit menjadi acuan bahwa sekalipun kondisi ekonomi warga kurang stabil, momen kedermawanan tetap berjalan. Selain itu, Global Qurban terus meningkatkan jejaring kemitraan yang artinya menambah lagi opsi kemudahan berkurban. Jejaring lokal bertambah, jejaring luar negeri diluaskan, saling berkolaborasi, menyukseskan perayaan akbar lebaran kurban [].

 

 

Singgung Muhammadiyah, Ade Armando Sebut Prof. Din Syamsuddin Si Dungu

JAKARTA(Jurnalislam.com)-Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando melalui akun facebook-nya menyinggung ormas Muhamamadiyah dan mengomentari Mantan Ketua PP Muhamamdiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin.

Hal ini berkaitan dengan poster acara Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah Mahutama.

“Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah.Keynote Speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat,” tulis Ade Armando dalam status facebook-nya , Senin (1/6/2020).

Status tersebut mendapat kecaman dari ribuan warganet dan mengatakan tak sepatutnya Ade Armando menghina Tokoh Muhammadiyah dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu.

“Muhammadiyah sangat besar jasa dan kontribusainya bagi NKRI, Apa yang sdh kau berikan buat negeri ini ade armando???” tulis akun Bustami Arifin dalam komentarnya.

Sebelum ini, ada Armando sudah beberapa kali tersandung kasus, dan pernah menjadi tersangka kasus penodaan agama.

Kerusuhan Meluas, Trump Dilaporkan Mengungsi ke Bunker

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sempat diungsikan ke bunker saat demonstrasi pengecaman kematian George Floydberlangsung di Gedung Putih pada Jumat (29/5) malam. Massa sesekali terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian.

Kabar mengenai diungsikannya Trump ke bunker dilaporkan oleh New York Times. “Agen-agen Secret Service tiba-tiba membawa presiden ke bunker bawah tanah yang digunakan di masa lalu selama serangan teroris,” tulis New York Times, dikutip laman the Guardian, Senin (1/6).

Tak diterangkan reaksi spesifik Trump saat agen Secret Service membawanya ke bunker. “Presiden (Trump) dan keluarganya bingung dengan pengalaman mereka pada Jumat malam, menurut beberapa penasihat,” kata New York Times.

Pada Jumat pekan lalu, Trump sempat mengomentari aksi demonstrasi yang mengecam kematian George Floyd di luar Gedung Putih melalui akun Twitter pribadinya. Seperti sebelumnya, Trump melontarkan ancaman kepada massa.

“Jika mereka (menerabas pagar), mereka akan disambut dengan anjing-anjing paling ganas dan senjata paling tidak menyenangkan yang pernah saya lihat. Saat itulah orang-orang akan terluka parah,” kata Trump.

Trump dilaporkan telah menjalin percakapan dengan keluarga George Floyd. Tapi menurut saudara laki-laki Floyd, Philonise Floyd, pembicaraan itu berlangsung sangat singkat. “Dia (Trump) tidak memberi saya kesempatan untuk berbicara,” katanya kepada MSNBC.

George Floyd adalah pria Afrika-Amerika yang tewas pada Senin pekan lalu. Dia meninggal setelah dipiting dan dijepit lehernya dengan menggunakan lutut oleh petugas kepolisian Minneapolis. Floyd ditangkap karena dilaporkan menggunakan uang palsu pecahan 20 dolar AS.

sumber: republika.co.id