Berita Terkini

Solopeduli Gelar Seleksi Penerima Beasiswa Perguruan Tinggi untuk Yatim dan Dhuafa

SOLO (Jurnalislam.com)- Solopeduli menggelar tes seleksi penerimaan beasiswa perguruan tinggi khusus bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini merupakan tes tahap ketiga yang dilakukan di kantor pusat SOLOPEDULI di Jl. Griya Smart Tentara Pelajar, Jetak, Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar pada (8/6/2020).

 

Tes seleksi ini diikuti oleh 16  calon-calon peserta yang berasal dari wilayah Soloraya, Magelang dan Ngawi Jawa Timur. Tes ini merupakan tes tahap ketiga, dimana tes tahap pertama dilakukan awal bulan Mei berupa tes administrasi yang, tes tahap kedua dilakukan pada akhir bulan Mei berupa tes tertulis dan tes tahap ketiga dilakukan tes psikotes pada 8/6.

 

”Saya dari Ngawi Jawa Timur, ini saya dianter ayah, semoga bisa lolos biar saya bisa kuliah gratis dan mendapat fasilitas lainnya untuk mengejar cita-cita,” ungkap salah satu peserta yang berasal dari Ngawi Jawa Timur, Riski Utami. Riski adalah anak keempat,  Bapaknya walau sudah berusia lanjut tetap bekerja menjadi pedagang, sedang ibunya di rumah.

 

Selain Riski, ada juga peserta yang berasal dari MAN Karanganyar Safira Oktafiana. Safira adalah anak yatim, ia berharap bisa diterima menjadi penerima beasiswa perguruan tinggi Solopeduli. Dengan kuliah ia berharap mendapat skill dan ilmu yang memadai sehingga ke depan bisa memanfaatkan ilmunya untuk membantu keluarga dan masyarakat sekitar.

 

Tes seleksi pada tahap ketiga ini, tes psikotes dilakukan langsung oleh HRD Solopeduli Andri Kusumaratih.

 

”Dengan adanya tes psikotes, calon penerima beasiswa benar-benar akan terlihat kemampuan dan potensinya. Tes ini juga akan memudahkan kami untuk jadi salah satu pertimbangan untuk menerima mereka atau tidak, dan untuk penerima beasiswa juga memudahkan potensi dan kecenderungan mereka,” jelasnya.

 

Solopeduli akan mengambil 5 calon dari 16 calon pendaftar. Penerima beasiswa ini akan kuliah di Universitas Sinar Nusantara Solo. Sudah 12 tahun Solopeduli bekerjasama dengan Universitas Sinar Nusantara memberikan beasiswa pendidikan gratis 100 persen, tempat tinggal, uang bulanan dan pembinaan mahasiswa.

 

Para penerima beasiswa yang lolos adalah anak-anak yang berasal dari keluarga dhuafa dengan menyertakan Surat Keterangan Tidak  Mampu dari kelurahan masing-masing, atau anak yatim yang dhuafa.

 

”Tes terakhir nanti bulan Juli berupa tes wawancara dan sekaligus penandatanganan MoU oleh calon penerima beasiswa dan orangtua atau walinya. Kami buat demikian agar bisa mendapatkan calon-calon penerima beasiswa yang benar-benar membutuhkan dan serius untuk kuliah dan mengikuti program Solopeduli. Semoga semua rencana dan pentahapan ini bisa mengantarkan penerima beasiswa meraih cita-cita dan kemudahan untuk masa depan mereka,” terang Direktur Utama Solopeduli, Sidik Anshori.

Milad ke-18, BSMI Gelar Baksos Swab PCR dan Rapid Test Covid19

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyelenggarakan rangkaian Pekan Milad ke-18 dengan menggelar Baksos Rapid Test dan Swab Test di RS Lapangan Covid-19 BSMI di Halaman RSU Alfauzan Jakarta Timur, Senin (8/6/2020).

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Muhammad Djazuli Ambari menyebut usia 18 tahun adalah usia menuju kedewasaan. Ia menyebut semakin dewasanya umur BSMI ditandai dengan hadirnya BSMI di 30 Provinsi di seluruh Indonesia.

“Dilahirkan di Al Azhar 8 Juni 2002 kini BSMI sudah ada di 30 Provinsi berkat kerja keras para relawan,” ujar Djazuli.

Djazuli menyebut dalam rangka Milad ke-18, BSMI menggelar Baksos Rapid Test dan Swab PCR Test Covid-19 bagi masyarakat di wilayah Jakarta Timur.

“Hari ini menggelar rapid test untuk masyarakat. Disini termasuk zona merah. Semoga setelah PSBB transisi ini bisa segera berakhir,” papar Djazuli.

Anggota DPR RI Dapil Jakarta Timur Mardani Ali Sera yang hadir meninjau RS Lapangan BSMI mengapresiasi capaian BSMI selama 18 tahun.

Ia menyebut, di era demokrasi saat ini tidak masalah semakin banyak unit organik kemanusiaan yang bergerak dan dibantu oleh negara.

“Seperti BSMI dan PMI adalah unit organik kemanusiaan yang harus didukung dan dibantu. Di era demokrasi ini kita dorong. Dulu kita melihat cuma ada PGRI untuk organisasi guru, sekarang ada banyak unit organisasi guru. Semakin banyak semakin baik. Unit kemanusiaan seperti BSMI sebaiknya juga mendapat perhatian dari negara,” ujar Mardani.

Direktur RS Lapangan Covid-19 BSMI dr Jupriah menambahkan, Baksos Milad 18 BSMI diikuti oleh 12 orang yang menjalani rapid test dan dua orang yang menjalani swab test PCR.

“Sejak berdiri sampai 31 Mei 2020, ada 52 orang yang menjalani rapid test di RS Lapangan BSMI dengan yang reaktif tiga orang. Tiga orang yang reaktif kami rujuk ke RSUD Pasar Minggu,” papar Jupriah.

New Normal, MUI Harap Ulama dan Umat Tetap Disiplin

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyepakati kerjasama menanggulangi Covid-19.

 

Kiai Muhyiddin Junaidi mengatakan, MUI merasa tersanjung telah diberikan kepercayaan oleh BNPB untuk membantu memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

 

Dengan ditandanganinya MoU ini, menurut dia, MUI memiliki beberapa kewajiban yang di antaranya menyiapkan materi khutbah atau ceramah untuk menghadapi Covid-19.

 

Kiai Muhyiddin menjelaskan, kewajiban dari MUI antara lain adalah menyiapkan materi khutbah, ceramah dan juga tausiyah kepada masyarakat apabila dalam kondisi musibah harus memperbanyak bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dia mengatakan, kedepannya MUI juga akan meminta saran kepada BNPB untuk meningkatan kedisiplinan umat Islam dalam menghadapi Covid-19 ini.

Dia juga berharap para ulama nantinya lebih disiplin lagi seperti halnya tentara dalam menghadapi pandemi tersebut.  “Mudah-mudahan disiplin tentara ini dapat ditularkan kepada alim ulama. Dan kalau dua-duanya dilakukan insyaAllah upaya kita bisa memberantas Covid-19

dan terputus mata rantainya,” ujar dia.

 

Sementara itu,  Sekretaris Satgas Covid-19 MUI, KH Cholil Nafis, menjelaskan penandatanganan MoU antara MUI dan BNPB ini bertujuan mempererat hubungan untuk penanggulangan bencana. Kerjasama ini nantinya akan memprioritaskan penanggulangan pandemi Covid-19.

 

Namun, menurut dia, MUI kedepannya juga akan membantu BNPB untuk menanggulangi bencana lainnya, seperti bencana konflik maupun bencana alam. Karena itu, Kiai Cholil berharap para dai kedepannya bisa menjadi pahlawan kemanusiaan.

 

“Harapannya, para dai menjadi pahlawan kemanusiaan untuk menyelamatkan umat dari bencana memberi pelajaran dan kesadaran umat untuk mematuhi protokol kesehatan,” kata Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI ini.

MUI-BNPB Jalin Kerjasama Tanggulangi Covid-19 di Era New Normal

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepakat untuk bekerjasama menanggulangi Covid-19.

 

Kerjasama itu tertuang dalam penandatangan MoU bersama Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (8/5).

 

Nota kesepamahan ini ditandangani langsung Kepala BNPB, Letnan Jenderal Doni Monardo ersama Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi.

 

Menurut Doni Monardo, MoU ini sangat penting untuk menghadapi Covid-19, apalagi saat ini sudah memasuki era new normal. “MoU ini sangat penting bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk menghadapi Covid-19 ini,” tutur dia di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (8/6).

Libatkan Ulama dan Ustaz

Doni menjelaskan bentuk kerjasama yang sangat diharapkan dari para ulama adalah bagaimana  MUI lewat para ustaz, dai di berbagai daerah bisa menyampaikan pesan tentang pentingnya protokol kesehatan.

 

“Supaya masyarakat kita tahu bahwa mengabaikan protokol kesehatan berisiko pada ancaman kesehatan,” kata dia.

 

Lebih lanjut Doni mengatakan, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 ini masyarakat perlu memperbaiki perilakunya, lebih taat kepada aturan dan lebih patuh kepada protokol kesehatan.

 

Namun, menurut dia, protokol kesehatan ini terkadang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan.

Karena itu, untuk menghadapi Covid-19 dia menekankan pentingnya selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

 

“Ketiga bagian penting inilah yang harus kita lakukan selama Covid ini masih ada, selama wabah ini masih menjadi ancaman,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini.

 

Dia menambahkan, melalui kerjasama dengan MUI ini diharapkan nantinya para ulama bisa menyampaikan pentingnya protokol kesehatan itu setiap saat, baik di lingkungan pendidikan formal maupun di pendidikan non formal seperti pesantren.

 

“Sehingga masyarakat kita yang mayoritas Islam ini betul-betul bisa memahami karena yang menyampaikannya adalah ulama,” katanya.

 

Doni yakin masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam sangat patuh dan taat terhadap para ulama. Semakin banyak tokoh-tokoh Islam yang menyampaikan pesan pentingnya protokol kesehatan, sehingga bangsa akan semakin cepat mengatasi Covid-19. “Inilah yang menjadi harapan kami semua,” ujar dia.

New Normal Jangan Diartikan Bebas Beraktivitas

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Upaya pemerintah pusat dan daerah yang mulai menerapkan wacana kenormalan baru atau New Normal, dikritik oleh Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani.

Adapun hal tersebut ditandai dengan penghentian kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayah dan diikuti pencabutan larangan mudik dengan membuka kembali akses keluar masuk ibu kota.

Netty mengatakan, New normal tidak bisa dimaknai sebagai kebebasan kembali beraktivitas seperti sebelum pandemi virus Corona (Covid-19) terjadi.

“Gunakan pendekatan saintifik dalam membuat kebijakan, jangan pake perasaan. Pemerintah daerah juga harus melibatkan akademisi dan ahli jangan sekadar ikut kebijakan,” kata Netty dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Senin (8/6/2020).

Netty mengingatkan, agar pemerintah tidak boleh serampangan dan sembarangan mewacanakan new normal sebelum menyiapkan perencanaan dan pentahapan yang terukur baik kuantitatif maupun kualitatif.

“Perencanaan dan pentahapan ini harus clear dan jelas dari pusat sampai daerah, terutama daerah yang masih menghadapi covid-19. Jangan sampai alih-alih new normal, justru kita menuai badai,” ujar Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS DPR ini.

Sekadar informasi, pada 6 Juni terjadi rekor penambahan kasus baru sebanyak 993 kasus. Tambahan terbanyak dari Jawa Timur, Jakarta dan Papua. Netty mengatakan, badai Pandemi Covid-19 masih terus mengintai.

“Kurva kasus masih belum melandai. Jawa Timur dan Surabaya sedang berjuang melawan darurat covid-19. Apa kurang jelas indikator yang tampak untuk membuat kebijakan yang benar-benar menyelamatkan rakyat?” ujarnya.

Dia pun mengaku sudah meninjau kondisi terkini penanganan Covid-19 di Cirebon dan Indramayu. legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat 8 ini juga menemukan kasus bayi berusia 50 hari terkonfirmasi positif covid-19 setelah dibawa orang tuanya ke pesta pernikahan dan berinteraksi dengan saudaranya dari wilayah episenter covid-19.

Selain itu, di Dapil Netty juga terdapat banyak pesantren dan boarding school yang santrinya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga, kata Netty, jangan sampai di masa yang masih rawan ini, mengizinkan para santri untuk kembali ke pondok lagi.

“Demi kebaikan bersama, saya harap pemerintah dengan tegas memberikan arahan yang jelas kepada para pimpinan lembaga pendidikan dan dinas kesehatan daerah agar memberikan jaminan perlindungan bagi anak-anak kita. Jangan sampai mereka menjadi korban karena kelalaian pemerintah,” tuturnya.

Sumber: sindonews.com

 

Survei Penanganan Covid: Kepuasan Kebijakan Pemerintah Pusat Menurun

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Indikator merilis hasil survei terkait hasil kepuasan masyarakat terhadap pemerintah pusat dalam penanganan pandemi virus Corona (Covid-19). Hasilnya adanya penurunan kepuasan dari masyarakat kepada pemerintah pusat.

“Jadi yang puas atau sangat puas di bulan Mei terhadap kinerja pemerintah pusat itu mencapai 56% ini secara nasional meksipun diatas 50% tetapi kalau dibandingkan dengan persepsi warga terkait dengan penanganan covid-19 oleh pemerintah pusat itu turunnya signifikan dari 70 menjadi 56% yang mengatakan kurang puas naik,” ujar Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, Minggu (7/6/2020).

Burhanuddin menjelaskan, pada survei yang dilakukan pada bulan Februari 2020 persentase sangat puas sebanyak 10,1%, cukup puas 60,7%, kurang puas 10,3%, tidak puas sama sekali 1,3%. Jika ditotal tingkat kepuasan terhadap pemerintah pusat sebesar 70,8%.

Sedangkan pada bulan Mei 2020, persentase kepuasan menurun yakni 8,8% sangat puas, 47,6% cukup puas, 29,6% kurang puas, dan 1,7% tidak puas sama sekali. Jadi jika ditotal tingkat kepuasan terhadap pemerintah pusat yakni 56,4%.

“Kepuasan publik dengan langkah-langkah Pemerintah dalam pencegahan penyebaran corona masih mayoritas, tapi menurun signifikan dibanding tiga bulan sebelumnya.

Namun berbanding terbalik dengan pemerintah pusat, ada segmen Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 masyarakat menilai cukup atau sangat puas dengan gugus tugas tersebut.

“Evaluasi terhadap gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 ini sedikit lebih tinggi tingkat kepuasannya dibanding pemeritah pusat. Jadi gugus tugas ini meskipun dibentuk oleh pemerintah pusat itu approval ratingnya di atas 60% total 63% yang puas,” tuturnya.

Sumber: sindonews.com

Jelang Haji, Jumlah Kasus Covid Saudi Tembus 101 Ribu Jiwa

SAUDI (Jurnalislam.com)–Jumlah kasus infeksi virus corona baru (Covid-19) di Arab Saudi melonjak menjadi total 101.914 pada hari Minggu. Lonjakan kasus baru ini terjadi beberapa minggu menjelang pelaksanaan ibadah haji.

Data lonjakan kasus infeksi Covid-19 itu disampaikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Dengan kondisi pandemi virus corona SARS-CoV-2 yang belum mereda, Kerajaan Arab Saudi belum memutuskan apakah tetap menggelar ibadah haji atau tidak.

Jumlah total kasus infeksi di Arab Saudi merupakan yang tertinggi di Timur Tengah. Menurut Kementerian Kesehatan jumlah kematian juga meningkat menjadi 712 jiwa.

Lonjakan jumlah kasus infeksi terjadi ketika kerajaan melonggarkan penguncian atau lockdown yang ketat. Jumlah kasus harian melebihi 3.000 untuk hari kedua berturut-turut pada hari Minggu.

Pada hari Jumat, kerajaan mengumumkan penguncian baru di kota Jeddah, pintu gerbang ke pelaksanaan haji Muslim ke Makkah. Penguncian baru ini dilakukan untuk melawan menghentikan penyebaran virus corona SARS-CoV-2.

Langkah-langkah tersebut termasuk pemberlakuan jam malam dari pukul 15.00 sore sampai pukul 06.00 pagi, penangguhan salat di masjid-masjid dan memerintahkan masyarakat tinggal di rumah untuk pekerja sektor publik dan swasta di kota Laut Merah yang bandaranya melayani para jamaah.

Setelah melonggarkan tindakan pencegahan Covid-19 di kerajaan pada akhir Mei, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa langkah-langkah ketat juga dapat segera diterapkan kembali di Riyadh. “Kota ini mengalami peningkatan kasus terus menerus selama hari-hari terakhir,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip dari AFP, Senin (8/6/2020).

Sumber: sindonews.com

KAI Buka Layanan Kereta, Wajib Taati Protokol Kesehatan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan uji coba pelayanan perjalanan Kereta Api Indonesia bagi masyarakat umum mulai hari ini, Senin (8/6/2020). Kendati begitu, masyarakat yang akan menggunakan kereta api harus memenuhi persyaratan protokol kesehatan.

Nantinya, masyarakat umum akan diangkut menggunakan kereta luar biasa (KLB). Penggunaan KLB menyesuaikan dengan masa berlaku KLB hingga 11 Juni 2020. Selama ini, KLB hanya diperuntukkan bagi PNS, Tim Gugus Tugas COVID-19, perjalanan dinas, dan masyarakat yang ditentukan.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, untuk bisa menggunakan kereta api, calon penumpang tetap diharuskan bebas dari COVID-19. Hal itu harus dibuktikan dengan menunjukkan hasil PCR Test atau Rapid Test yang negatif dan masih berlaku.

“Petugas di stasiun akan memeriksa seluruh kelengkapan dokumen calon penumpang sebelum diizinkan membeli tiket. Tujuannya untuk mencegah penyebaran COVID-19 melalui pengoperasian KLB,” tegas Joni, Senin (8/6/2020).

Khusus bagi calon penumpang yang akan menggunakan KLB dari dan menuju Provinsi DKI Jakarta, diharuskan memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta. Penjualan tiket hanya dilakukan di stasiun keberangkatan mulai H-2 keberangkatan dan tidak dapat diwakilkan.

Pada saat keberangkatan, penumpang tetap harus bermasker, dalam kondisi sehat (tidak flu, tidak demam, tidak batuk), dan suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat Celcius. “Jika tidak memenuhi persyaratan tersebut, penumpang dilarang menggunakan KLB,” ujar Joni.

Joni menegaskan, perpanjangan operasi KLB ini merupakan bentuk komitmen KAI untuk tetap melayani mobilitas masyarakat di tengah pandemi COVID-19. “Kami harap masyarakat dapat terbantu dengan adanya perjalanan KLB. Layanan KLB ini juga terus kami evaluasi pengoperasiannya,” jelas Joni.

Dalam hal operasional KLB, KAI masih tetap mengoperasikan 6 perjalanan KLB yang melayani 3 rute yaitu Gambir – Surabaya Pasarturi Lintas Selatan PP, Gambir – Surabaya Pasarturi Lintas Utara pp, dan Bandung – Surabaya Pasar Turi pp. Perjalanan KLB dari arah Surabaya hanya akan beroperasi setiap tanggal ganjil, dan KLB dari arah Jakarta dan Bandung akan beroperasi setiap tanggal genap.

Sumber: sindonews

Jaga Semangat Ramadhan di Masa New Normal

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Semangat puasa dan Idul Fitri yaitu sabar, menahan hawa nafsu, solidaritas, kepedulian, kebersamaan serta menaati imbauan pemerintah, harus terus dijaga saat diberlakukan new normal atau hidup baru saat pandemi virus Covid-19 masih belum berakhir.

Dengan semangat itulah, bangsa Indonesia diyakini akan mampu melewati cobaan pandemi ini, terutama untuk kembali menjadi bangsa yang bersatu, kuat, dan maju.

“Dengan hablum minannas, sesama manusia kita saling bermaaf-maafan, solidaritas dan kesalehan sosial tentu harus ditingkatkan lagi untuk menghadapi pandemi yang masih terjadi saat ini.

Lalu secara hablum minnallah kita juga secara bersama-sama satu bulan sebelumnya telah bermunajat, beristighfar serta memaksimalkan ibadah ritual kita untuk menyambut hari kemenangan. Ini harus terus dijaga dalam menjalani kehidupan new normal,” ujar anggota Komisi IX DPR RI Anggia Ermarini beberapa waktu lalu.

Ia meyakini umat Islam dapat mengelola kesalehan dan solidaritas sosialnya dengan baik. Sehingga setelah Ramadan dan Idul Fitri bisa kembali menjadi insan yang lebih baik lagi.

La’alakum tattakun ibadahnya bisa lebih maksimal lagi,” imbuh Ketua Umum Fatayat NU ini.

Anggia menilai, sejauh ini pemerintah telah memberikan arahan dan anjuran yan tepat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tinggal di rumah, bekerja di rumah, dan bekerja di rumah.

“Kalau kita bicara makna Idul Fitri adalah untuk menjaga jiwa. Nah, dengan melakukan ibadah di rumah, salat id di rumah dan tidak melakukan halal bihalal ke rumah sanak saudara seperti tahun-tahun sebelumnya, itu merupakan salah satu cara menjaga jiwa kita sendiri,” tuturnya.

Anggia menyampaikan, kalau masyarakat tidak mematuhi aturan tersebut dan keluar rumah, potensi tertular ataupun menularkan kepada orang lain dan keluarga sangat besar.

“Jadi lebih kepada kita kembali kepada tujuan syariah, kita menjaga jiwa, Jiwa kita sendiri, keluarga dan masyarakat secara menyeluruh.  Karena itu lebih baik tetap di rumah saja. Lalu kemudian memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan dalam ibadah baik itu hablum minallah maupun hablum minannas,”  ucap politisi Partai PKB tersebut.

Terkait rencana penerapan new normal, Anggia menilai rencana semacam pelonggaran lockdown di luar negeri dan PSBB di Indonesia. Dan itu terjadi hampir di seluruh negara-negara yang kini masih mengalami pandemi Covid-19.

Sumber: republika.co.id

 

Perkantoran Kembali Dibuka, Lalu Lintas Jaktim Macet

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Sejumlah ruas jalan protokol dan tol di Jakarta Timur mengalami kemacetan lalu lintas pada hari pertama pembukaan kembali perkantoran, Senin (8/6) pagi.

Bahkan, sejumlah ruas Tol Dalam Kota kembali memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow atau lawan arah untuk mengurai kepadatan.

“Atas diskresi kepolisian contraflow Tol Dalam Kota dari KM00+200 sampai dengan KM08+100 sudah dimulai hari ini sejak pukul 06.00 WIB,” ujar Corporate Communications Department Head PT Jasa Marga (Persero) Irra Susiyanti di Jakarta.

Antrean kendaraan mengular di sekitar pintu masuk tol Cawang yang didominasi kendaraan pribadi. Meskipun otoritas terkait hanya memberlakukan 50 persen pembukaan kembali aktivitas perkantoran, simpul kepadatan di ruas protokol Jakarta Timur mulai bermunculan.

Salah satunya di Jalan MT Haryono Cawang yang padat oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengendara umumnya mengarah ke wilayah Jakarta Pusat serta Jakarta Selatan.

“Sudah mulai macet, tadi lumayan juga sudah mulai ramai lagi,” kata pengendara Adi Nugroho (41 tahun).

Menurut pekerja swasta di Jakarta Selatan itu sejumlah simpul kemacetan juga terpantau di Panglima Polim, Gatot Subroto sampai Dewi Sartika. “Pagi ini sudah benar-benar hampir normal lagi ini walaupun perkantoran baru masuk setengahnya tapi ramai banget di jalan,” katanya.

Sumber: republika.co.id