Berita Terkini

Pemerintah Diminta Jalankan Rekomendasi KPK soal Kartu Prakerja

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Inisiator Prakerja.org, Andri W Kusuma, meminta pemerintah menjalankan hasil kajian dan rekomendasi KPK terkait perbaikan pelaksanaan program Kartu Prakerja. KPK menemukan metode pelaksanaan program pelatihan secara daring berpotensi tidak efektif hingga merugikan keuangan negara.

“Kajian KPK ini harus jadi perhatian pemerintah. Banyak celah yang harus segera dibenahi. Ikuti saja rekomendasi KPK,” kata dia, melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (19/6).

Bahkan, kata dia, seharusnya KPK juga sudah melakukan penyelidikan untuk menemukan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi atas program tersebut.

“Meskipun sebenarnya saya mengharapkan KPK bukan saja melakukan kajian akan tetapi harusnya sudah melakukan paling tidak penyelidikan untuk menemukan ada atau tidaknya peristiwa pidana karena indikasi-indkasi sudah ada ke arah sana. Program pelatihannya kan sudah berjalan, pencegahan itu untuk sesuatu yang akan dijalankan, bukan yang sudah berjalan,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah seharusnya menunda atau mengubah skema pelatihan daring menjadi bantuan tunai setelah ditemukan sejumlah masalah. Menurut dia, program pelatihan daring Kartu Prakerja sebaiknya dilaksanakan usai pandemi Covid-19 karena lapangan kerjanya juga belum tersedia dan industri juga saat ini belum dapat menyerap tenaga kerja.

“Pemerintah seharusnya menunda atau mengubah skema pelatihan online menjadi bantuan tunai dulu. Pada saatnya nanti pandemi sudah menurun, sebaiknya program pelatihan online Kartu Prakerja ini lebih banyak libatkan Disnaker yang ada karena di Disnakeritu ada BLK (Balai Latihan Kerja) yang lebih tahu budaya setempat, kearifan setempat, dan karakter masyarakat setempat,” kata dia.

Sebelumnya, KPK telah merampungkan kajian atas program Kartu Prakerja saat pandemi Covid-19 itu Lembaga antirasuah itu juga telah mengirim hasil kajian tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, pada 2 Juni 2020.

“Beberapa temuan KPK terkait program kartu prakerja antara lain sekitar 9 juta calon peserta yang mendaftar bukan yang disasar oleh program ini. Kemudian penggunaan fitur face recognition dalam program ini dengan anggaran Rp 30 miliar sangat tidak efisien untuk kepentingan pengenalan peserta,” kata Kusuma.

Kemudian, kerja sama dengan delapan pijakan digital tak melalui mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Sementara penetapan kerja sama bukan dilakukan oleh manajemen pelaksana.

“Selain itu, terdapat konflik kepentingan pada lima platform digital dengan Lembaga Penyedia Pelatihan, yaitu pada 250 pelatihan dari 1.895 pelatihan yang tersedia,” kata dia.

Selanjutnya, materi pelatihan tak dilakukan dengan kompetensi yang memadai. Hanya 24 persen dari 1.895 pelatihan yang laik dikategorikan sebagai pelatihan.

“Dari jumlah itu, hanya 55 persen yang layak diberikan dengan metode daring. Pelatihan yang memenuhi syarat baik materi maupun penyampaian secara daring hanya 13 persen dari 1.895 pelatihan,” ucap dia.

KPK menemukan metode pelaksanaan program pelatihan secara daring berpotensi fiktif, tidak efektif, dan merugikan keuangan negara karena metode pelatihan hanya satu arah serta tak memiliki mekanisme kontrol atas penyelesaian pelatihan yang sesungguhnya oleh peserta.

“Atas beberapa temuan itu, KPK merekomendasikan pelatihan kartu prakerja gelombang keempat ditunda sementara sambil dilakukan evaluasi dari gelombang sebelumnya. Selain itu, mengusulkan agar program ini kembali berada di bawah Kementerian Ketenagakerjaan,” kata dia.

Sumber: republika.co.id

Gugus Tugas Akan Gelar Operasi Gabungan di Puncak

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) akan mengadakan operasi gabungan di kawasan Puncak, Sabtu (20/6). Tujuannya menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan dan pengetesan masif Covid-19, guna cegah sebaran virus SARS-CoV-2.

Menurut Ketua Divisi Pengamanan dan Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Dedi Supandi, gugus tugas provinsi akan menggandeng TNI/Polri, gugus tugas kabupaten/kota setempat, dan Satpol PP.

“Di beberapa titik kerumunan akan dilakukan tes swab ataupun rapid test. Kami juga akan dibantu gugus tugas daerah setempat,” ujar Dedi dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (19/6).

Menurut Dedi, meski sejumlah destinasi wisata belum dibuka, banyak masyarakat berkunjung ke kawasan puncak, sehingga menciptakan kerumunan. Hal tersebut berpotensi besar memperluas penularan Covid-19. Maka itu, antisipatif dengan menggelar operasi gabungan dilakukan.

“Hotel juga belum beberapa yang buka, termasuk restoran jarang yang buka. Tetapi, warung-warung yang kecil di pinggir (jalan) itu sudah banyak buka, dan banyak kerumunan yang terjadi,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Divisi Komunikasi Publik Hermansyah meminta warga Jabar tidak takut mengikuti tes masif Covid-19. Sebab, pelaksanaan tes masif di Jabar, baik rapid test maupun tes swab, mematuhi semua prosedur yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Masyarakat tidak perlu takut melaksanakan rapid test ini, karena ini upaya kita untuk mencegah yang lebih besar terhadap penularan.Kemudian juga kita jangan ada lagi stigma orang-orang yang positif Covid-19,” kata Hermansyah

Sementara itu, berdasarkan data PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar) pada Jumat (19/6/20) pukul 17:10 WIB, 30 pasien Covid-19 sudah dinyatakan sembuh, sehingga total pasien sembuh di Jabar mencapai 1.261.

Sementara jumlah pasien positif Covid-19 yakni 2.805 orang, pasien positif aktif yakni 1.373 orang, dan 171 meninggal dunia.

Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 9.815, selesai pengawasan 8.499 orang, dan pasien masih dalam pengawasan sebanyak 1.316 orang. Untuk ODP sebanyak 53.641 orang, selesai pemantauan sebanyak 50.641 orang, dan orang masih dalam pemantauan sebanyak 3.000 orang.

Sumber: republika.co.id

Muhammadiyah Gelar Lomba Video Tangkal Covid-19

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) — Sejak awal diumumkannya pasien pertama Covid-19 di Indonesia, Muhammadiyah bergerak mengantisipasi penyebarannya. Berbagai upaya-upaya ditempuh dimulai pembentukan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC).

Beragam aksi nyata Muhammadiyah dilakukan lewat penyemprotan disinfektan di fasilitas umum sampai penyediaan logistik untuk warga terdampak. Yang mana, semuanya masih terus dilaksanakan sampai hari ini.

Kini, Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah membuat Lomba Video Cabang dan Ranting 2020. Rutin dilaksanakan tiap tahun, kali ini bertema Cabang dan Ranting Bersatu Menghadang Pandemi Corona.

Pesertanya dari perwakilan PCM dan PRM atau Ortom setingkat baik perorangan dan kelompok. Bagi LPCR PP Muhammadiyah, lomba video kali ini jadi yang tiga kalinya setelah pertama digelar 2018 lalu tentang profil cabang dan ranting.

Lalu, pada 2019 tentang inspirasi gerakan berkemajuan cabang dan ranting. Produksi video dari peserta lomba dilaksanakan 19 April-3 Juni 2020 dengan masa penjurian 7-17 Juni 2020, dan diumumkan pememangnya pada 18 Juni 2020.

“Kriteria penilaian kreativitas dan originalitas cerita, kesesuaian tema, estetika dan pesan yang menginspirasi,” kata Wakil Ketua LPCR, Muhammad Jamaluddin Ahmad, Jumat (19/6).

Total hadiah yang disediakan untuk pemenang Rp 15 juta. Dewan juri terdiri dari Ketua LPCR PP Muhammadiyah, Ahmad Norma Permata, Wakil Ketua LPCR PP Muhammadiyah, Ahmad Jamaludin, dan Dosen Videografi UAD, Gibbran Prathisara.

Usai penjurian, panitia tetapkan PCM Tegalrejo Kota Yogyakarta dengan judul video Bersama Saling Menguatkan sebagai juara satu. Lalu, PCM Jatinom Klaten Jawa Tengah dengan video Media Pasukan Terdepan Dakwah sebagai juara dua.

Juara tiga PRM Karangduak, Madura dengan video Profitabel Virus dan PCM Kuaro, Kaltim, dengan video Pandemi dan Sang Pencerah. Juara favorit ada Superdiro: Menembus Keterbatasan Muhammadiyah Cabang Ajibarang, dan juara harapan Sela Lebaran di Rumah Aja dari PCM Sampang.

Jamaluddin menilai, kualitas video semakin meningkat dan terlihat digarap dengan serius. Walau untuk yang ketiga ini waktunya relatif agak mepet, namun secara kualitas dan kuantitas dirasa malah meningkat.

Yang lebih menggembirakan, sebaran video yang masuk ke panitia cukup mewakili Indonesia secara keseluruhan. Ada yang dari Madura, Kalimantan, Bali, Jawa, Sumatera, juga Papua dan pulau lainnya.

“Semua video pemenang dan video dari seluruh peserta dapat dilihat di chanel YouTube LPCR PP Muhammadiyah,” ujar Jamaluddiin.

Sumber: republika.co.id

Menkes Terbitkan Protokol Kesehatan di Tempat Publik

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Tempat dan fasilitas umum merupakan salah satu fokus masyarakat beraktivitas yang akan mendukung keberlangsungan perekonomian, namun berpotensi menjadi lokus penyebaran virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).

Karena itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum, Jumat (19/6).

Terawan mengatakan, tempat dan fasilitas umum merupakan area dimana masyarakat melakukan aktifitas kehidupan sosial dan berkegiatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Risiko pergerakan orang dan berkumpulnya masyarakat pada tempat dan fasilitas umum, memiliki potensi penularan Covid-19 yang cukup besar.

“Masyarakat harus melakukan perubahan pola hidup dengan tatanan dan adaptasi kebiasaan yang baru agar dapat hidup produktif dan terhindar dari penularan Covid-19,” katanya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Jumat (19/6).

Ia menyebutkan, tempat dan fasilitas umum yang dimaksud dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut antara lain pasar dan sejenisnya, Mall/pertokoan dan sejenisnya, Hotel/penginapan/homestay/asrama dan sejenisnya, rumah makan/restoran dan sejenisnya, sarana dan kegiatan olahraga, moda transportasi, stasiun/terminal/pelabuhan/bandar udara, lokasi daya Tarik wisata, jasa perawatan kecantikan/rambut dan sejenisnya, jasa ekonomi kreatif, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, jasa penyelenggaraan event/pertemuan.

“Protokol kesehatan berlaku bagi siapa saja yang terlibat atau berada di tempat dan fasilitas umum,” ujarnya.

Prinsipnya, dia menegaskan, protokol kesehatan di tempat dan fasilitas umum harus memuat perlindungan kesehatan individu seperti memakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak fisik dengan orang lain, dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Substansi protokol kesehatan pada masyarakat harus memperhatikan titik kritis dalam penularan Covid-19 yang meliputi jenis dan karakteristik kegiatan/aktivitas, besarnya kegiatan, lokasi kegiatan (outdor/indoor), lamanya kegiatan, jumlah orang yang terlibat, kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan penderita komorbid, atau penyandang disabilitas yang terlibat dan lain sebagainya. Dalam penerapan protokol kesehatan, ia meminta peran pihak-pihak yang terkait juga terlinat termasuk aparat yang akan melakukan penertiban dan pengawasan.

Sumber: republika.co.id

Kemendikbud Terbitkan Kebijakan untuk Mahasiswa Terdampak Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan tiga kebijakan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan yang terdampak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, menjelaskan kebijakan pertama dan kedua terkait dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Dana Bantuan UKT mahasiswa, sementara kebijakan ketiga menyangkut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja.

“Kami terus berkomitmen menghadirkan akses pada layanan pendidikan. Beberapa penyesuaian kebijakan dilakukan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan agar tetap memperoleh hak dan menjalankan layanan pendidikan secara optimal,” katanya dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat (19/6).

Ia menegaskan berbagai dukungan tersebut dibuat setelah Kemendikbud melakukan kajian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan kebijakan terbaik. “Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya gotong-royong dan dukungan pemerintah terhadap seluruh insan dan satuan pendidikan yang terkena dampak pandemi, sehingga diharapkan mereka akan mampu melewati tantangan yang ada,” katanya.

Nadiem menjelaskan kebijakan penyesuaian UKT diatur dalam Permendikbud Nomor 25 tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan itu bertujuan memberikan keringanan UKT bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yang menghadapi kendala finansial selama pandemi Covid-19.

Istana Ogah Tanggapi Temuan KPK Soal Kartu Prakerja

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pihak Istana enggan memberikan tanggapannya terkait temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai sejumlah masalah dalam pelaksanaan program Kartu Prakerja. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman pun menyampaikan, masalah ini sebaiknya ditanyakan ke pejabat yang berwenang.

“Problemnya sudah sangat teknis, terkait kementerian/lembaga terkait, mohon untuk Kartu Prakerja ke Ibu Denni Purbasari, Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja,” kata dia kepada wartawan, Jumat (19/6).

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah masalah dalam pelaksanaan prorgam kartu prakerja. Namun, komisi antirasuah hanya memberikan rekomendasi kepada pelaksana kartu prakerja, tanpa mengungkap temuan delik hukum mengingat program itu telah berjalan.

KPK memaparkan sejumlah temuan sekaligus dengan rekomendasi masing-masing terkait pelaksanaan program yang memakan anggaran Rp 20 triliun tersebut. Pertama, terkait proses pendaftaran.

Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan BPJS Ketenagakerjaan telah mendata pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja dan sudah dipadankan dengan nomor induk kependudukan (NIK). Sebanyak 1,7 juta orang pekerja terdampak masuk ‘whitelist’.

Faktanya, hanya sebagian kecil dari whitelist tersebut yang mendaftar secara daring, yaitu hanya 143 ribu orang. Sedangkan, peserta yang mendaftar untuk 3 gelombang, yaitu 9,4 juta orang, bukanlah target program tersebut.

“Rekomendasi pertama, peserta yang disasar pada whitelist, tidak perlu mendaftar daring melainkan dihubungi manajemen pelaksana sebagai peserta program,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di gedung KPK Jakarta, Kamis (18/6).

Masalah kedua, manajemen pelaksana kartu prakerja menggunakan fitur face recognation untuk kepentingan pengenalan peserta dengan anggaran Rp 30,8 miliar. KPK menilai itu sangat tidak efisien. KPK merekomendasikan agar cukup menggunakan NIK sehingga tidak perlu fitur lain yang mengakibatkan penambahan biaya.

Selanjutnya, kerja sama program prakerja dengan delapan platform digital tidak melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kedelapan platform digital itu adalah Tokopedia, Bukalapak, Pijar Mahir, Sekolah.mu, Pintaria, Skill Academy, MauBelajarApa, dan Kementerian Tenaga Kerja.

KPK juga menemukan adanya konflik kepentingan antara lima dari delapan platform digital dengan lembaga penyedia pelatihan. Kelimanya adalah Skill Akademy (Ruangguru); Pintaria (HarukaEdu), Sekolahmu, MauBelajarApa.com, dan Pijar Mahir.

sumber: republika.co.id

 

Eks Pimpinan Minta KPK Selidiki Dugaan Korupsi Program Kartu Prakerja

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto meminta lembaga antirasuah yang dipimpin Firli Bahuri membuka penyelidikan atas dugaan korupsi dalam program Kartu Prakerja.

Menurut Bambang, KPK perlu melakukan tindakan lebih dari sekadar kajian atas program yang digaungkan Presiden Joko Widodo sejak masa kampanyenya.

“Setop dengan kajian. Masuk di penyelidikan. Tugas Litbang sudah selesai di situ; tugas penyelidikan mulai masuk,” katanya dalam sebuah forum diskusi, Jumat, 19 Juni 2020.

KPK, katanya, patut menyelisik dugaan korupsi di program Kartu Prakerja. Apalagi anggarannya sangat besar, yakni Rp20 triliun. Kajian merupakan tugas para peneliti, bukan tugas lembaga penegak hukum.

“Kalau hanya memetakan masalah dan memetakan temuan, itu sebenarnya kerjaan peneliti. Tetapi kalau pekerjaannya advokat atau penegak hukum dia akan menemukan apakah tindakan itu dilakukan secara sengaja atau kelalaiannya. Jadi dengan begitu mens rea-nya jelas,” ujarnya.

Bambang menduga telah terjadi praktik rasuah dari program Kartu Prakerja. Deteksi saja siapa-siapa yang terlibat dalam program itu. “Kalau menurut saya, tindakan itu sengaja, setidak-tidaknya lalai. Dan lalai itu sudah menjadi bagian dari pelanggaran,” katanya.

Sumber: vivanews.com

 

‘Protokol Kesehatan Diberlakukan hingga Ditemukan Vaksin’

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jendral Polisi Idham Aziz meninjau Mal Tangguh Semeru (Sehat, Aman, Tertib, dan Rukun) di Transmart, Kota Malang, Jumat, 19 Juni 2020. Mal di Malang menjadi salah satu mal percontohan di Indonesia selain Batam dan Riau.

 

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 selama beraktivitas di luar ruangan. Hadi menegaskan, imbauan ini bersifat wajib, sampai vaksin atau obat untuk Covid-19 ditemukan. Sepanjang itulah masyarakat harus patuh dan disipilin

“Sampai kapan penerapan protokol kesehatan, sampai ketemu obatnya. Maka harus selalu terus dilaksanakan,” kata Hadi.

Hadi Tjahjanto bersama Idham Aziz sebelum memasuki mal juga menjalankan protokol kesehatan yang disediakan oleh mal. Dimulai dari mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, kemudian mengisi buku tamu pengunjung mal, hingga menjalani pengukuran suhu tubuh dengan thermo gun. Hadi memuji kesiapan mal di Malang.

“Tadi prosedur yang disampaikan kepada saya, Kapolri, Gubernur Jawa Timur dan Wali Kota sudah sesuai. Standar pengamanan terhadap pengunjung sudah memenuhi kriteria. Mereka menggunakan sekat. Di dalam pun selalu diawasi oleh petugas dari TNI-Polri. Selain itu juga diawasi oleh CCTV jika bergerumul akan diingatkan oleh petugas,” ujar Hadi.

Pelayanan Mal di Malang dianggap sudah berjalan dengan baik. Seluruh karyawannya wajib menggunakan face shield, sementara pengunjungnya wajib bermasker. Selain itu, jarak di eskalator, tempat makan, dan tempat duduk pengunjung juga diatur sesuai anjuran physicial distancing.

 

“Jika suhu tubuh di atas 37,5 derajat maka akan langsung di-rapid test, nanti akan langsung diserahkan kepada gugus tugas. Pengunjung, masyarakat disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Sehingga prosedur yang tadi dipaparkan sudah sesuai. Malang jadi contoh bagi wilayah lain. Ini saya kunjungi ketiga, setelah Batam dan Riau,” ujar Hadi.

Sumber: vivanews

 

Luhut Sebut Sejumlah Destinasi Wisata Akan Dibuka Juli

JAKARTA(Jurnalislama.com)—Pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Corona. Makanya, pemerintah berupaya segera memulihkam sektor pariwisata dalam menggairahkan ekonomi. Pasalnya, pariwisata punya kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Menteri Koordinantor bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa berapa destinasi pariwisata rencananya akan dibuka pada bulan Juli.

“Kemudian Pulau Komodo, Labuan Bajo, itu juga oleh Gubernur dilaporkan siap. Bali juga sudah siap. Around Juli semualah,” ujar Luhut di Jakarta, Sabtu (20/6/2020).

Dia melanjutkan kawasan konservasi di Banyuwangi, tepatnya di Pantai Plengkung atau yang populer disebut G-Land, akan segera dijadikan tuan rumah untuk kejuaraan surfing dunia.

“Tadi Banyuwangi siap, tapi kita lihat Covid juga nanti. Yang jelas Banyuwangi ini sudah disiapkan untuk World Surfing League. Harusnya November, jumlah penontonnya nomer tiga terbesar di dunia, lebih besar dari MotoGP. MotoGP itu nomer 9,”imbuhnya

Menurutnya kejuaraan surfing ini akan ditonton banyak orang. Rencananya gelaran bergensi selancar ombak ini bakal dilaksanakan tahun depan.

“Itu memilih G-Land di Banyuwangi sebagai tempat. Mungkin ditunda tahun depan,” kata Luhut.

Sumber: sindonews.com

Pedagang Positif Covid-19, Pasar Minggu Jaksel Ditutup

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menyusul Pasar Kebayoran Lama, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan juga ditutup sementara selama tiga hari terhitung mulai Sabtu (20/6) dini hari. Penutupan dilakukan untuk sterilisasi dan mencegah munculnya klaster baru Covid-19.

Camat Pasar Minggu Arief Wibowo mengatakan penutupan tersebut dilakukan menyusul ditemukannya tiga pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan uji usap oleh Puskesmas Kecamatan beberapa pekan lalu. .

“Seminggu lalu uji usap dilakukan, hasilnya sudah keluar, terindikasi tiga pedagang positif Covid-19, untuk mencegah penularan kami sepakat melakukan penutupan,” kata Arief saat dihubungi di Jakarta, Jumat malam (19/6).

Arief menyebutkan penutupan dilakukan selama tiga hari yakni dari 20 Juni sampai dengan 22 Juni 2020. Penutupan tersebut tidak hanya dilakukan di Pasar Minggu di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya, tetapi juga terminal di bawah koordinasi Dinas Perhubungan dan pasar buah Lokbin (Lokasi Binaan) Pasar Minggu di bawah koordinasi Sudin UMKM.

“Karena Pasar Minggu terintegrasi dengan terminal dan lokbin, jadi tiga fasilitas umum ini kita tutup sementara, semua sudah kita koordinasikan dengan instansi terkait,” kata Arief.

Menurut Arief, sebelum dilakukan penutupan pihaknya bersama Perumda Pasar Jaya dan instansi terkait telah melakukan sosialisasi kepada pedagang, awak terminal dan UMKM binaan Lokbin Pasar Minggu. Sosialisasi dilakukan lewat surat edaran terkait penutupan, serta pemasangan spanduk di lokasi pasar, terminal dan Lokbin Pasar Minggu.

“Kami sudah sampaikan kepada pedagang, awak terminal, dan UMKM, semua sudah tau akan adanya penutupan ini,” kata Arief.

Mulai besok, Sabtu pagi sterilisasi akan dilakukan di tiga lokasi tersebut dengan melakukan penyemprotan disinfektan oleh PMI dan Damkar Jakarta Selatan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat sebanyak 137 pedagang dari 18 pasar tradisional di Ibu Kota, terinfeksi Covid-19. Salah satunya adalah pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan dari 48 orang yang menjalani uji usap, sebanyak tiga orang pedagang dinyatakan positif.

Sumber: republika.co.id