Berita Terkini

MTT Telkomsel-Laznas WIZ Bagikan Bantuan untuk Pengungsi Banji Bandang Masamba

MASAMBA(Jurnalislam.com)– Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Wahdah Inspirasi Zakat (Laznas WIZ) membagi-bagikan makanan siap saji seribu paket kepada warga korban banjir bandang di Masamba Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Salah satu posko pengungsian yang disasar dalam program tersebut berada di Kampung Lontang, Kel. Kappuna (Kampal), Masamba, tepatnya di Masjid Nurul Yakin.

 

Di tempat tersebut, 103 jiwa dan 28 Kepala Keluarga mengungsi sejak delapan hari yang lalu.

 

Direktur Program dan Pemberdayaan Laznas WIZ selaku penanggungjawab relawan di lapangan, Ridwan Umar, mengatakan makanan siap saji yang dibagikan tersebut dimasak di posko induk WIZ yang berlokasi di di Jalan Kasim Kasmad, depan Perumahan Pinang Mas Kompleks Masjid Al Khattabiy, Masamba, Luwu Utara.

 

Ia pun  menuturkan, tak hanya bantuan makanan saja, kerjasama antara MTT dengan WIZ akan terus berlanjut lewat program-program kemanusiaan hingga proses pasca recovery mendatang.

 

“Alhamdulillah, MTT sudah bermitra dengan kami sejak kejadian gempa di Palu kemarin,” tambahnya.

 

Seperti diketahui, banjir bandang Masamba terjadi pada 13 Juli 2020 malam hari. Air bah menyapu kawasan penduduk di sekitar sungai. Aliran air dan tanah lumpur berkubik-kubik terbawa air. Gelondongan kayu dari hulu, juga ikut terbawa. Tidak sedikit rumah warga yang terbawa arus, maupun yang terkubur lumpur

 

Delapan Pengurus DKM Hagia Sophia Diresmikan

ANKARA(Jurnalislam.com) – Badan Urusan Agama (Diyanet) Turki resmi merilis nama-nama pengurus Masjid Hagia Sohpia. Dikutip dari keterangan pers pimpinan Diyanet Ali Erbas, terdapat 8 pengurus resmi Hagia Sophia; 3 sebagai imam dan 5 lainnya sebagai muazin.

Ketiga imam Masjid Hagia Sophia itu antara lain: Mehmet Boynukalin, Ferruh Mustuer, dan Bunyamin Topcuoglu. Sementara kelima muazin Hagia Sophia adalah Mehmet Hadi Duran, Ridwan Akbas, Sukru Asileren, Ibrahim Coban, dan Alpcan Celik.

Alasan dasar pemilihan 8 nama itu dilandaskan pada pengetahuan agama dan kefasihan dalam membaca Al Quran.

“Masjid kami mendapatkan keindahan yang hakikinya dari kekayaan (pengetahuan) mereka. Mereka akan menghiasi masjid dengan pelajaran-pelajaran, bacaan shalat, dan doa-doa yang fasih nan baik”, kata Ali Erbas pada konferensi pers, Kamis (23/7/2020), sehari sebelum peresmian Hagia Sophia menjadi tempat beribadah pada hari ini, Jumat (24/7/2020).

Dengan pemilihan nama-nama itu, pemerintah Turki berharap Hagia Sophia menjadi tempat memproduksi pengetahuan Islam yang bertanggung jawab.

“Mereka akan memberi pengetahuan Islam yang akurat dan ilmiah, sehingga membawa ajaran agama ke arah yang benar untuk negara kami,” katanya di konferensi pers.

Sumber: sindonews.com

Masjid Hagia Sophia Siap Digunakan Shalat Jumat

ISTANBUL(Jurnalislam.com) – Masjid Hagia Sophia siap dibuka untuk sholat Jumat untuk pertama kalinya dalam 84 tahun. Dalam konferensi pers, Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mengatakan semua orang menantikan sholat Jumat ini dengan antusias.

Sambil menekankan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus corona, Yerlikaya mengatakan ada lima tempat yang dibuka untuk jamaah agar tidak terjadi kerumunan. Yerlikaya menambahkan pintu gerbang sudah mulai dibuka dari pukul 10.00 pagi waktu setempat.

“Pintu gerbang untuk jamaah akan disediakan setelah polisi memeriksa 11 titik yang berbeda,” kata Yerlikaya seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (24/7).
Demi keamanan, sejumlah jalan dan jalur metro menuju Hagia Sophia akan ditutup sebelum dan saat sholat Jumat. Selama pandemi Covid-19, kata Yerlikaya, semua jamaah wajib membawa masker dan sajadah masing-masing dari rumah.

Jamaah juga diharapkan untuk bersabar dan memahami langkah-langkah perlindungan dari virus dan membuat prosesi ibadah lancar. Hagia Sophia adalah salah satu destinasi pariwisata Turki paling terkenal, baik di kalangan wisatawan lokal maupun internasional.

Pada 10 Juli lalu pengadilan Turki mencabut dekret kabinet tahun 1934 yang menjadikan Hagia Sophia sebagai museum. Putusan tersebut mengembalikan Hagia Sophia sebagai masjid setelah 86 tahun.

sumber: anadolu agency

Erdogan Undang Pemimpin Dunia Saksikan Pembukaan Masjid Hagia Sophia

TURKI(Jurnalislam.com)– Menjelang salat Jumat pertama yang akan digelar di Hagia Sophia pekan ini, pemerintah Turki mengundang sejumlah pemimpin asing untuk menghadiri upacara pembukaan.

Setelah mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid, persiapan masih berlangsung di bangunan itu untuk salat Jumat pertama yang akan digelar pada 24 Juli.

Sekitar 1.000 hingga 1.500 orang diperkirakan hadir dalam Salat Jumat itu. Kepala Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) Ali Erba akan memimpin pelaksanaan salat Jumat itu.

Salat Jumat akan digelar sesuai kebijakan pencegahan virus corona dengan para jamaah memakai masker, mencuci tangan dan sajadah akan dibagikan pada seluruh jamaah.

Selain Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ketua Partai Gerakan Nasionalis (MHP) Devlet Bahceli, Para deputi dan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) serta para menteri Turki juga akan hadir dalam salat Jumat itu.

Sumber: sindonews.com

NU-Muhammadiyah Keluar Porgram Kemdikbud, Nadiem Diminta Belajar Sejarah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sikap Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Lembaga Pendidikan Maarif Nahdatul Ulama (NU) memutuskan keluar dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kementrian Pendidikan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Apalagi, kedua lembaga pendidikan ormas Islam terbesar di Indonesia telah sama-sama mengungkapkan bahwa ada kejanggalan dalam proses seleksi.

Pengamat Sosial Keagamaan, Fachry Ali, pun bersikap senada. Ia malah mengkaitkan soal ini dengan sikap dan stetmen pernyataan Nadiem Makarim saat keluar dari Istana Negara setelah dinyatakan oleh Presiden Jokowi sebagai menteri pendidikan pada tahun silam.

“Ketika keluar dari istana, sehabis dipanggil presiden terpilih, akhir 2019, calon menteri pendidikan yang masih muda belia itu berkata kepada wartawan: Saya tidak tahu masa lalu. Tapi saya tahu masa depan.’ Lalu kala itu ia pulang naik ojek,’’ kata Fachry Ali, di Jakarta, Kamis (23/7).

Maka, lanjut Fachry, menadi sangat dimengerti ketika kini Muhammadiyah dan NU keluar dari program ‘Pendidikan Merdeka’. Ini karena Menteri Pendidikan memberikan dana hibah Rp 20 milyar kepada masing-masing Sampurna Foundation dan Tanoto Foundation pertahun.

“Pada kasus ini menteri pendidikan benar-benar membuktikan bila dia tidak tahu masa lalu. Bahwa Muhammadiyah dan NU telah melakukan pendidikan rakyat jelata jauh sebelum Indonesia ada. Sementara Sampurna Foundation dan Tanoto Foundation baru lahir beberapa ‘menit’ lalu —untuk ukuran masa panjang pengabdian Muhammadiyah dan NU mencerdaskan anak-anak  bangsa. ini ironi orang tak mengerti masa lalu. Saya perintahkan Menteri Pendidikan belajar sejarah!!!!,’’ tegas Fachry.

 

 

 

Sama halnya dengan Fachry, Ketua Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Nasrullah Larada, mengatakan memang rogram POP kemendikbud pada dasarnya baik. Hanya proses seleksi dan mekansime SOP yang tidak semestinya. Ada kritik bahwa ada organisasi yang seharusnya lolos ternyata diloloskan.

“KB PII melihat, dalam kenyataannya proses seleksinya tidak profesional dan tidak adil. Maka kami akan meminta Komisi Informasi Publik (KIP) untuk membuka manajemen dan proses seleksi dan KPK harus menyeldidikinya. Ada indikasi permainan buruk orang tertentu, Jadi sangat kita apresisai atas mundurnya muhammadiyah dan NU dari POP Kemendikbud,” ujar Nasrullah.

Memang, lanjut Nasrullah, Menteri Nadiem harus tahu masa lalu ketika menjadi pejabat negara. Apa siapa yang berperan di masa lalu dalam pendidikan harus dipahami. Ingat Muhammdiyah dan NU berperan dalam dunia pendidikan sebelum Indonesia ada. Makanya jangan gegabah disamakan dengan organisasi pendidikan yang baru lahir dan bahkan terindikasi sebagai program CSR sebuah perusahaan.

‘’Kami merasa memang ada kesan seolah Menteri Nadiem ingin menghadirkan wajah baru dan dinovasi baru di dunia pendidikan. Tapi ini malah mencabut akar pendiikan itu sendri,’’ katanya.

sumber: republika.co.id

 

Razia Polisi Besar-besaran Dimulai Kamis Ini

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Operasi Patuh Jaya di DKI dan operasi lainnya di daerah serentak akan dilaksanakan mulai 23 Juli 2020 sampai 5 Agustus 2020. Hal ini disampaikan oleh Wakasatlantas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Maulana Karepesina.

Di tengah pandemi, operasi patuh jaya tetap mengedepankan tindakan preventif dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat. Namun, ada juga penindakan yang porsinya, kata dia, sebesar 20 persen.

Tindakan itu pun dilakukan dengan cara hunting, tidak stasioner. Untuk sementara razia dilakukan secara stasioner di tiga lokasi. “Jadi sementara kita tiga lokasi tergantung kita lihat banyaknya yang melakukan pelanggaran seperti melawan arus dan tidak  pakai helm,” kata Maulana pada Rabu (22/7).

Tiga titik lokasi yakni Jalan Letjen Sutoyo, DI Panjaitan dan Pasar Klender. Ia menjelaskan sistematis perpindahan misalnya di tempat 10 menit, selanjutnya pindah lagi.

“Dimana ada pelanggaran-pelanggaran yang sifatnya fatal kayak masyarakat enggak patuh terhadap Undang-undang lalu lintas ya disitu nanti kita ada,” ujar dia.

Operasi patuh jaya akan dilakukan bersama Polda. Sementara untuk personilnya, akan dikerahkan pasukan di Polda. Namun, yang terlibat semua anggota polisi lalu lintas. Dia menyebut akan ada sekitar 200 personil satuan lalu lintas dengan membagikan dua shift pada pagi dan sore.

Sumber: republika.co.id

Pasukan Turki Tetap di Suriah hingga Rakyat Suriah Aman

TURKI(Jurnalislam.com) – Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan pasukan Turki akan tetap di Suriah hingga rakyat Suriah dapat hidup dengan bebas dan aman.

Turki telah melancarkan sejumlah serangan ke Suriah utara sejak 2016. “Saat ini mereka menggelar pemilu, sesuatu yang disebut pemilu,” kata Erdogan menyebut pemilu parlemen yang digelar di wilayah yang dikontrol pemerintah Suriah, setelah hampir satu dekade perang sipil.

“Hingga rakyat Suriah bebas, damai dan aman, kami akan tetap di negara ini,” ujar dia di Ankara.

Turki terlibat dalam perang di Suriah sebagai pendukung milisi pemberontak yang memerangi pasukan dan milisi pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kini posisi pemberontak tergeser ke wilayah perbatasan antara Suriah dan Turki. Turki membangun koridor aman di sepanjang perbatasan untuk menampung para pengungsi Suriah.

Sumber: sindonews.com

Angka Corona Global Tembus 15 Juta Kasus

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)- Infeksi virus corona global telah melebihi 15 juta kasus pada Rabu (22/7), menurut data Reuters. Pandemi masih terjadi saat berbagai negara berbeda pendapat tentang respon terhadap krisis ini.

Di Amerika Serikat (AS) yang memiliki jumlah kasus tertinggi sebanyak 3,91 juta infeksi, Presiden Donald Trump memperingatkan, “Ini akan mungkin, sayangnya, semakin memburuk sebelum ini jadi lebih baik.

Setelah AS, kasus terbanyak di dunia adalah Brasil, India, Rusia dan Afrika Selatan. Namun, wabah itu lebih cepat menyebar di benua Amerika, yang mencakup lebih dari setengah infeksi dan setengah korban meninggal di dunia.

Secara global, tingkat infeksi baru tak menunjukkan penurunan, sesuai data resmi berbagai negara.

Setelah AS, kasus terbanyak di dunia adalah Brasil, India, Rusia dan Afrika Selatan. Namun, wabah itu lebih cepat menyebar di benua Amerika, yang mencakup lebih dari setengah infeksi dan setengah korban meninggal di dunia.

Secara global, tingkat infeksi baru tak menunjukkan penurunan, sesuai data resmi berbagai negara.

Sumber: sindonews.com

Banyak Kantor Tutup Karena Karyawan Terjangkit Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Penutupan kembali sejumlah perkantoran baik swasta, BUMN maupun pemerintah akibat banyaknya karyawan maupun pegawai terjangkit corona membuat pemerintah kembali gusar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan PEN Airlangga Hartarto pun ikut angkat bicara terkait hal tersebut. Menurut dia perlu disiplin ketat untuk menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan di lingkungan kerja.

“Displin kesehatan yang ketat perlu dilakukan dan menggandeng aparat penegak hukum serta yang utama ialah kesadaran masyarakat,” ujar Airlangga dalam video wawancara secara virtual di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Menurut dia pemerintah juga terus bersinergi dengan pusat dan daerah untuk terus memperketat protokol kesehatan.

Pihaknya meminta agar masyarakat tetap patuh dan tidak meremehkan anjuran protokol kesehatan seperti memkai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan.

Bahkan pihaknya terus memonitor kerja dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang baru saja dibentuk oleh Presiden Joko Widodo. Ia meminta agar tim terus bekerja keras memotong rantai penyebaran Covid-19.

sumber: sindonews.com

Pelanggar Protokol Sudah Seharusnya Dihukum

SULSEL(Jurnalislam.com)- Pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan guna mencegah kasus baru COVID-19 mendesak dilakukan. Punishment (hukuman) berupa denda dan sanksi sosial menjadi solusi.

“Jadi ada punisment disitu, berupa denda materi dan sanksi sosial. Menurut hemat kami harusnya diberlakukan secara ketat disitu,” tegas Anggota Tim Konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel, Prof Syafri Kamsul Afri.

Kata Syafri, pelaksanaan protokol kesehatan belum maskimal. Survei terakhir gugus tugas, tingkat kedisiplinannya baru mencapai 65%. Padahal, pelaksanana protokol kesehatan salah satu upaya yang mesti digerakkan secara masif untuk menekan kasus penularan.

“Artinya masih sepertiga masyarakat kita yang masih mengacuhkan protokol kesehatan. Jadi artinya apa, kita harus lebih ketat lagi. Kalau masyarakat sudah menerapkan dengan ketat, seharusnya kasus sudah mulai berkurang,” paparnya.

Makanya menurut dia, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pelaksanaan protokol kesehatan sanksi tegas perlu diberlakukan. Tracing dan testing masif yang dilakukan pemerintah, disamping edukasi yang masif, tidak akan cukup jika protokol kesehatan masih diabaikan.

“Kelihatannya harusnya mengarah ke pengetatan protokol kesehatan. Ini hanya bisa dilakukan kalau jelas bahwa ada punishment disitu. Masing-masing daerah membuat punishment berdasarkan kearifan lokal daerah masing-masing,” urai Syafri.

Regulasi melalui peraturan daerah yang mengatur pelaksanaan sanksi itu perlu didorong tiap pemerintah daerah. Peraturan yang menjadi payung hukum dalam pemberian hukuman bagi warga yang melanggar.

“Jadi misalnya tidak pakai masker, itu harus langsung ditindak di tempat. Kayak kalau lagi ditilang di jalan, ada bukti pelanggaran. Itu yang harus lebih diketatkan saya kira. Karena kita sudah sampai pada edukasi yang cukup gencar, tapi kesadaran masyarakat masih rendah,” pungkas Syafri.

sumber: sindonews.com