Berita Terkini

GHF Diduga Distribusikan Bantuan yang Dicampur Narkoba, Komite Anti-Narkoba Gaza: Jebakan Maut

GAZA (jurnalislam.com)โ€“ Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF), sebuah lembaga distribusi bantuan yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat, dituduh menyebarkan tepung yang tercampur dengan obat opioid jenis Oxycodone. Tuduhan ini menambah daftar kontroversi yang selama ini melekat pada GHF, di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Jalur Gaza.

Kantor Media Pemerintah Gaza pada Jumat (27/6/2025) menyatakan bahwa sejumlah pil Oxycodone ditemukan dalam kantong-kantong bantuan tepung yang didistribusikan kepada warga Palestina. Obat tersebut tergolong sebagai opioid kuat yang biasa digunakan untuk meredakan nyeri berat, namun memiliki efek adiktif yang tinggi dan berpotensi menyebabkan depresi pernapasan hingga kematian jika disalahgunakan.

๐—ž๐—ผ๐—บ๐—ถ๐˜๐—ฒ ๐—”๐—ป๐˜๐—ถ-๐—ก๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ผ๐—ฏ๐—ฎ ๐—š๐—ฎ๐˜‡๐—ฎ: ๐—ช๐—ฎ๐˜€๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ “๐—๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐˜‚๐˜”

Menanggapi temuan ini, Komite Anti-Narkoba Gaza mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap “jebakan maut yang disebut pusat bantuan AS-Israel”. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan zat atau benda mencurigakan dalam paket bantuan.

Sejumlah foto yang diklaim menunjukkan pil-pil tersebut tersebar luas di media sosial, memperlihatkan obat-obatan tersembunyi di antara karung-karung bantuan yang dibagikan kepada masyarakat.

Omar Hamad, seorang apoteker di Gaza, turut mengonfirmasi keberadaan Oxycodone dalam empat karung bantuan yang ia periksa. Dalam keterangannya melalui platform X, ia menjelaskan bahwa Oxycodone bekerja pada sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kecanduan berat, penurunan kesadaran, serta risiko gangguan pernapasan.

“Efek sampingnya sangat berbahaya dan dapat mengubah seseorang menjadi sosok yang tak dikenali โ€” hanya cangkang dari dirinya yang dulu,” tulis Hamad.

๐—•๐—ฎ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ถ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐˜๐—ฎ?

Tuduhan penggunaan bantuan sebagai alat tekanan politik dan militer kembali mencuat. Pemerintah Israel telah lama dituding menggunakan akses terhadap bantuan makanan sebagai senjata dalam konflik dengan Hamas. PBB pun baru-baru ini mengkritik praktik “persenjataan bantuan” oleh Israel, menyusul insiden penembakan terhadap warga Palestina yang tengah mengantre bantuan di sejumlah lokasi di Gaza.

Sebelum GHF memulai operasinya di Gaza pada akhir Mei, Israel dikabarkan telah memblokir seluruh akses bantuan ke wilayah tersebut dan menjadikan pembukaan jalur bantuan sebagai bagian dari negosiasi dengan Hamas.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga sebelumnya mengakui pernah mendanai dan mempersenjatai kelompok-kelompok bersenjata di Gaza. Kelompok tersebut dituduh oleh Hamas sebagai pelaku pencurian bantuan dan penyerangan terhadap armada distribusi.

Netanyahu, bersama mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, saat ini tengah menghadapi proses di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang, termasuk penggunaan kelaparan sebagai senjata dalam konflik bersenjata. (Bahry)

Sumber: TNA

Israel Jadikan Sistem Penjara sebagai Tulang Punggung Pendudukan Palestina, AS Dituding Jadi Pendukung Utama

PALESTINA (jurnalislam.com)โ€“ Pasukan pendudukan Israel dilaporkan menculik seorang perempuan Palestina, Fidaa Assaf, pada 24 Februari 2025. Ia ditangkap saat dalam perjalanan pulang dari Kompleks Medis Ramallah menuju desanya di Kafr Laqif, Provinsi Qalqilya, Palestina.

Assaf, seorang ibu dan penderita kanker, disebut mengalami pelecehan verbal dan penggeledahan berulang oleh aparat Israel. Ia ditahan di sel yang tidak higienis, dipenuhi serangga, dan tidak diberi makanan maupun air selama beberapa hari.

Pejabat Palestina menyatakan Assaf saat ini ditahan di Penjara Damon โ€” salah satu penjara paling kejam di Israel โ€” bersama sekitar 42 tahanan perempuan lainnya. Beberapa di antaranya adalah perempuan hamil seperti Zahraa Kawazbeh dan Doaa Kawazbeh yang juga dilaporkan mengalami penyiksaan dan pengabaian medis.

Penahanan massal warga Palestina oleh Israel bukanlah hal baru. Menurut laporan terbaru American Muslims for Palestine yang dirilis pada Kamis (3/7/2025), sistem penjara Israel telah menjadi “tulang punggung pendudukan” atas Palestina. Sejak 1967, sekitar satu juta warga Palestina telah dipenjara โ€” rata-rata 47 orang per hari selama 58 tahun.

Per Mei 2025, Israel tercatat menahan 10.068 warga Palestina. Dari jumlah itu, 1.455 telah dijatuhi hukuman, 3.190 masih menunggu persidangan, dan 3.577 ditahan tanpa dakwaan melalui mekanisme penahanan administratif, sebuah praktik yang dikritik luas sebagai bentuk pelanggaran HAM.

Laporan itu juga mencatat lonjakan tajam dalam penggunaan penahanan administratif sejak agresi militer Israel ke Gaza pada 2023. Angkanya melonjak dari 350 menjadi lebih dari 2.300 tahanan per bulan โ€” setara sepertiga dari seluruh tahanan Palestina saat ini.

โ€œPenahanan digunakan secara sistematis sebagai alat represi dan dominasi,โ€ tulis laporan berjudul The Carceral History of Occupied Palestine itu.

๐—ž๐—ผ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—บ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ง๐—ฒ๐—ฝ๐—ถ ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜

Data menunjukkan, militer Israel telah melakukan 3.384 operasi penangkapan di Tepi Barat yang diduduki hanya pada paruh pertama tahun 2024. Bahkan, pada April 2025 saja, tercatat 530 penangkapan termasuk 60 anak-anak dan 18 perempuan.

Laporan juga menyoroti amandemen undang-undang Israel tahun 2024 yang mengizinkan hukuman seumur hidup bagi anak-anak berusia 12 tahun, serta diberlakukannya hukuman kolektif.

Hingga kini, terdapat hampir 900 pos pemeriksaan, gerbang, dan blokade jalan militer di Tepi Barat โ€” meningkat dari 645 titik pada tahun 2023 โ€” yang sangat membatasi mobilitas warga sipil Palestina.

๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐˜

Laporan itu juga menyoroti peran Amerika Serikat sebagai pendukung utama sistem represi Israel terhadap warga Palestina. Dikatakan bahwa Washington telah memberikan bantuan militer sebesar $383,75 miliar (disesuaikan dengan inflasi) sejak 1948, termasuk bantuan tahunan minimal $3,8 miliar sejak 2016.

Pada April 2025, Kongres AS kembali menyetujui paket bantuan militer senilai $14,1 miliar untuk Israel, yang oleh American Muslims for Palestine disebut sebagai bentuk dukungan terhadap genosida di Gaza.

โ€œUang dan senjata dari AS memperkuat sistem penjara Israel, pengadilan militernya, penyiksaan, deportasi, dan penahanan anak-anak. Dukungan ini harus dihentikan untuk menegakkan hukum internasional dan hak asasi warga Palestina,โ€ tegas laporan itu.

Mereka menambahkan bahwa meskipun tidak semua warga Palestina ditahan secara resmi, โ€œsetiap orang yang hidup di bawah pendudukan Israel telah menjadi target dari sistem pemenjaraan ini dalam berbagai bentuk.โ€

American Muslims for Palestine menegaskan bahwa sistem penahanan massal ini bukan sekadar instrumen hukum, melainkan strategi politik yang disengaja untuk melemahkan semangat perlawanan rakyat Palestina. Selama sistem ini tetap dibiarkan dan didanai oleh kekuatan asing, terutama Amerika Serikat, maka penderitaan rakyat Palestina akan terus berlanjut tanpa keadilan yang pasti. (Bahry)

Sumber: TRT

Dua Tentara Israel Tewas, Tiga Lainnya Luka Parah dalam Pertempuran di Jalur Gaza

GAZA (jurnalislam.com)โ€“ Dua tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan tewas dan tiga lainnya terluka parah dalam serangkaian pertempuran yang terjadi di Jalur Gaza bagian utara dalam beberapa hari terakhir, menurut pernyataan resmi militer Israel pada Rabu (2/7/2025).

Salah satu prajurit yang tewas adalah Sersan Yaniv Michalovitch (19), awak tank dari Batalyon ke-82 Brigade Lapis Baja ke-7 yang berasal dari Rehovot. IDF menyatakan bahwa Michalovitch tewas saat bertempur di wilayah utara Jalur Gaza. Dalam insiden yang sama, seorang komandan tank dan prajurit lain dari batalion yang sama mengalami luka berat dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Keluarga para korban telah diberitahu.

Di lokasi berbeda dalam operasi di Gaza utara, seorang prajurit dari unit Egoz, yang berada di bawah Brigade Komando, juga dilaporkan terluka parah.

Sementara itu, sebelumnya pada Ahad (29/6), militer Israel juga mengumumkan kematian Sersan Yisrael Natan Rosenfeld (20) dari Batalyon Teknik Tempur ke-601 dalam operasi militer di wilayah Kafr Jabalia, Gaza utara. Menurut penyelidikan awal IDF, Rosenfeld tewas akibat ledakan alat peledak improvisasi (IED) saat menjalankan misi tempur.

Rosenfeld merupakan imigran dari London yang pindah ke Israel bersama keluarganya sekitar 11 tahun lalu. Ia meninggalkan kedua orang tuanya dan tiga saudara kandung.

Dengan terbunuhnya Michalovitch dan Rosenfeld, jumlah korban tewas di pihak Israel sejak dimulainya serangan darat terhadap Hamas di Jalur Gaza serta operasi militer di sepanjang perbatasan kini mencapai 442 orang. Jumlah tersebut mencakup dua petugas kepolisian dan tiga kontraktor sipil Kementerian Pertahanan Israel. (Bahry)

Sumber: TOI

Israel Umumkan Operasi Militer Baru โ€œThe Proud Lionโ€ di Gaza, Fokus Eliminasi Hamas dan Pemulangan Sandera

GAZA (jurnalislam.com)โ€“ Militer Israel pada Rabu (2/7/2025) mengumumkan berakhirnya operasi militer โ€œGideonโ€™s War Chariotโ€ (Kereta Perang Gideon) di Jalur Gaza dan meluncurkan fase baru yang dinamai โ€œThe Proud Lion.โ€ Operasi ini diklaim sebagai langkah strategis untuk meningkatkan tekanan terhadap kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa operasi โ€œThe Proud Lionโ€ memiliki dua tujuan utama: membebaskan para sandera yang masih ditahan Hamas serta menghapus keberadaan Hamas sepenuhnya dari Jalur Gaza.

โ€œKami tidak akan mundur dari tujuan ini,โ€ tegas Katz saat mengunjungi pasukan militer Israel di Rafah. Kunjungan tersebut juga mencakup pertemuan dengan prajurit cadangan dan para komandan lapangan. Dalam kesempatan itu, Katz berjanji akan memberikan dukungan penuh secara operasional dan logistik.

โ€œUntuk membunuh musuh, membawa pulang para sandera, dan menang โ€” itulah misi kami. Tidak ada ruang untuk kompromi. Hamas tidak berubah. Mereka masih berusaha menghancurkan Israel,โ€ ujarnya.

Katz juga menuduh Hamas terlibat dalam koordinasi strategis dengan Iran untuk melancarkan serangan lintas kawasan, termasuk peluncuran rudal dan operasi militer dari berbagai front seperti Gaza, Suriah, Lebanon, dan Yordania.

Pengumuman peluncuran operasi baru ini muncul hanya sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Israel telah menyetujui persyaratan yang diajukan untuk mengamankan gencatan senjata selama 60 hari di Gaza.

Sementara itu, pihak Hamas mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan peninjauan internal terhadap proposal gencatan senjata yang dimediasi oleh sejumlah pihak internasional.

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen pada tujuan untuk mengakhiri agresi militer, menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza, serta mendesak dimulainya bantuan kemanusiaan secara cepat bagi warga sipil yang terdampak. (Bahry)

Sumber: The Cradle

Hamas Pertimbangkan Proposal Gencatan Senjata 60 Hari, Trump Klaim Israel Setuju

GAZA (jurnalislam.com)โ€“ Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada Rabu (2/7/2025), menyatakan tengah melakukan konsultasi internal untuk membahas proposal gencatan senjata yang diajukan oleh para mediator. Hal ini menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengklaim bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza.

Perang yang telah berlangsung hampir 21 bulan antara Israel dan Hamas telah menyebabkan krisis kemanusiaan parah bagi lebih dari dua juta penduduk Gaza. Dalam serangan terbaru pada Rabu, sedikitnya 33 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan militer Israel, menurut badan pertahanan sipil setempat.

Presiden Trump, dalam pernyataannya pada Selasa (1/7), mendesak Hamas untuk menerima usulan gencatan senjata, sembari menyebut bahwa Israel telah memberikan lampu hijau terhadap kesepakatan tersebut.

โ€œIsrael telah setuju untuk menghentikan pertempuran selama 60 hari. Kami berharap Hamas dapat menerima usulan ini demi menghentikan penderitaan,โ€ ujar Trump.

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa pihaknya โ€œsedang melakukan konsultasi nasional untuk membahas proposal yang diajukan oleh para mediator.โ€ Hamas juga menyatakan bahwa tujuan dari proses ini adalah untuk โ€œmengakhiri agresi, memastikan penarikan pasukan pendudukan dari Gaza, dan mempercepat bantuan kemanusiaan kepada rakyat kami.โ€

Trump dijadwalkan akan menerima kunjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih pada pekan depan, di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk mengakhiri konflik bersenjata tersebut.

๐—จ๐—ฝ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan bahwa ada โ€œbeberapa tanda positifโ€ dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung. Ia menegaskan komitmen Israel untuk menyepakati gencatan senjata sekaligus membebaskan para sandera.

โ€œKami serius dalam upaya mencapai kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata,โ€ kata Saar.

โ€œSetiap peluang untuk pembebasan sandera tidak boleh disia-siakan.โ€

Menurut data militer Israel, dari 251 orang yang ditawan oleh kelompok bersenjata Palestina sejak Oktober 2023, 49 orang masih berada di Gaza, termasuk 27 yang diyakini telah tewas.

Seorang sumber Palestina yang dekat dengan proses negosiasi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tidak ada perubahan mendasar dalam proposal baru ini dibandingkan dengan usulan sebelumnya dari pihak Amerika Serikat.

โ€œProposal ini mencakup gencatan senjata selama 60 hari, di mana Hamas akan membebaskan setengah dari tawanan Israel yang masih hidup di Gaza, dengan imbalan pembebasan sejumlah tahanan Palestina oleh Israel,โ€ ujar sumber tersebut. (Bahry)

Sumber: TNA

MUI Tegaskan Tak Boleh Ada Ruang Bagi Pendukung Zionisme di Indonesia

JAKARTA (jurnalislam.com)โ€” Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar waspada terhadap gerakan pro-Zionis yang mencoba mempengaruhi opini publik di Indonesia. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi pihak yang mendukung Zionisme di Tanah Air.

โ€œPerlawanan terhadap agresi Israel ini adalah langkah yang benar, rasional, sikap bertanggung jawab, dan sejalan dengan hukum internasional,โ€ kata Prof. Sudarnoto dalam keterangannya kepada MUI Digital, Rabu (2/7/2025), di Jakarta.

Ia menyoroti meningkatnya kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel terhadap warga sipil di Gaza, termasuk penghancuran besar-besaran wilayah tersebut, yang telah memicu krisis kemanusiaan global. Kondisi ini, kata dia, mendorong semangat masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

โ€œSemangat dan langkah masyarakat Indonesia untuk membela Palestina cukup besar,โ€ ujarnya.

Prof. Sudarnoto juga menilai sikap tegas pemerintah Indonesia dalam mendukung Palestina melalui jalur diplomasi sudah tepat. Langkah tersebut, menurutnya, sejalan dengan arus besar solidaritas masyarakat dunia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk dukungan terhadap Zionisme Israel, baik dalam bentuk penyebaran narasi maupun simbol-simbol, bertentangan dengan nilai-nilai konstitusi Indonesia.

โ€œTidak boleh ada seorang pun di Indonesia yang membela Zionisme Israel, membangun narasi yang bertentangan dengan Pembukaan UUD 1945, apalagi mengibarkan bendera Israel di wilayah Indonesia,โ€ katanya.

Ia juga memperingatkan agar ruang publik, termasuk media sosial, tidak dijadikan tempat untuk menyebarkan agitasi dan propaganda pro-Zionis.

โ€œSaya berharap, jangan disediakan ruang bagi semua pembela Zionisme Israel di Indonesia untuk mengembangkan pikiran, agitasi, dan propaganda mereka melalui media apa pun,โ€ tegasnya.

Mengakhiri pernyataannya, Prof. Sudarnoto menyerukan kepada semua elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk terus menguatkan narasi perlawanan terhadap genosida yang dilakukan Israel, serta mendukung penuh kemerdekaan Palestina.

โ€œSaya juga menyerukan kepada semua elemen masyarakat termasuk media massa untuk semakin menggencarkan dan mengarusutamakan semangat lawan genosida Israel, keluar Israel dari seluruh wilayah Palestina, dan dukung kemerdekaan Palestina,โ€ pungkasnya.

Sumber: mui digital

Brigade Al-Quds Klaim Lakukan Serangan Terkoordinasi, Tewaskan Banyak Tentara Israel di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)โ€“ Kelompok Perlawanan Palestina Brigade Saraya Al-Quds, sayap militer Palestinian Islamic Jihad (PIJ), pada Rabu (2/7/2025) mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan kompleks dan terkoordinasi terhadap pasukan pendudukan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza. Serangan-serangan itu, diklaim mengakibatkan banyak korban jiwa di pihak militer Israel.

Mengutip laporan media Israel, serangan tersebut digambarkan sebagai dua “insiden keamanan yang sulit”. Seorang tentara dari unit elit Egoz dilaporkan tewas akibat tembakan penembak jitu, sementara empat lainnya terluka parah ketika sebuah alat peledak menghantam kendaraan tempur mereka. Dua dari korban luka saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Assuta, Ashdod.

TV Al-Aqsa juga melaporkan bahwa militer Israel melakukan evakuasi terhadap sejumlah pasukannya dari kawasan timur Kota Gaza di tengah pertempuran yang terus berlanjut.

Dalam pernyataan yang dirilis ke media, seorang komandan lapangan Brigade Al-Quds menjelaskan bahwa pihaknya melakukan operasi besar di sebelah timur lingkungan Shujaiyya, Kota Gaza, yang menyasar puluhan tentara dan konvoi kendaraan militer Israel.

โ€œOperasi dimulai dengan meledakkan ladang ranjau tersembunyi yang memaksa pasukan musuh berlindung di rumah-rumah warga. Kami kemudian menyerang mereka menggunakan peluru kendali dan proyektil antibenteng TBG, serta terlibat pertempuran jarak dekat dengan senjata ringan dan sedang,โ€ ujarnya. Komandan tersebut mengklaim bahwa sejumlah perwira dan awak lapis baja Israel tewas atau terluka dalam penyergapan tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, Brigade Al-Quds juga mengonfirmasi telah berhasil menjatuhkan pesawat pengintai Israel di wilayah Khan Yunis, Gaza selatan, yang sedang melakukan misi pengawasan.

Serangan perlawanan Palestina dilaporkan terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa (1/7), pejuang Palestina menyergap unit infanteri Israel di timur Khan Yunis, dengan memasang jebakan bom antipersonel dan antibenteng di sebuah rumah yang digunakan pasukan Israel sebagai tempat berlindung. Saat pasukan bantuan Israel datang, mereka disambut tembakan senapan mesin dan peluncur RPG, yang memaksa militer mengerahkan helikopter untuk evakuasi.

Di kawasan Abasan al-Kabira, Khan Yunis, pejuang Brigade Al Quds menghancurkan buldoser lapis baja D9 menggunakan alat peledak berbentuk laras berkekuatan tinggi.

Dalam operasi gabungan dengan Brigade Al-Qassam, mereka juga mengklaim menghancurkan tank Merkava dengan bahan peledak Thaqeb yang ditanam di sekitar lokasi.

Sumber militer Israel sendiri mengakui bahwa sedikitnya 30 tentaranya tewas sejak pertempuran kembali pecah pada Maret lalu. Namun, sejumlah sumber Palestina dan pengamat independen menyatakan angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi, menuding adanya praktik sensor informasi oleh otoritas Israel untuk menjaga stabilitas moral publik dalam negeri. (Bahry)

Sumber: TPC

Di Tengah Kecaman Dunia, AS Kembali Kirim Senjata ke Israel Senilai Rp8 Triliun

WASHINGTON (jurnalislam.com)โ€“ Pemerintah Amerika Serikat telah menyetujui penjualan peralatan panduan amunisi dan dukungan teknis senilai USD 510 juta (sekitar Rp8,3 triliun) kepada Israel, demikian diumumkan Departemen Luar Negeri AS pada Senin (30/6/2025).

Penjualan tersebut mencakup 3.845 unit peralatan panduan KMU-558B/B Joint Direct Attack Munition (JDAM) untuk bom jenis BLU-109, serta 3.280 unit peralatan JDAM KMU-572F/B untuk bom MK 82. Paket ini juga mencakup layanan rekayasa, logistik, dan dukungan teknis lainnya, menurut pernyataan dari Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA).

“Penjualan ini akan meningkatkan kemampuan Israel dalam menghadapi berbagai ancaman saat ini dan di masa depan, termasuk mempertahankan perbatasan, infrastruktur vital, dan pusat-pusat populasi,” kata DSCA.

Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya tekanan global terhadap Israel atas serangan militer berkelanjutan di Jalur Gaza.

Sejak dimulainya agresi militer pada Oktober 2023, otoritas kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 56.500 warga Palestina tewas akibat serangan udara dan artileri Israel. Hanya pada hari Senin (30/6), sedikitnya 97 warga sipil dilaporkan tewas, dengan puluhan lainnya luka-luka, dalam serangkaian serangan yang menargetkan daerah padat pengungsi di Gaza.

Dukungan militer Washington kepada Tel Aviv terus menuai kritik tajam dari masyarakat internasional. Banyak pihak menilai bantuan persenjataan tersebut justru memperpanjang penderitaan warga sipil di Gaza dan memperburuk krisis kemanusiaan.

Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Selain itu, Israel saat ini juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas operasi militer yang dilancarkan di wilayah yang terkepung tersebut. (Bahry)

Sumber: AA

Iran: 935 Warga Tewas Akibat Serangan Israel, Termasuk 38 Anak-anak

TEHERAN (jurnalislam.com)โ€“ Pemerintah Iran menyatakan sedikitnya 935 orang tewas akibat serangan Israel selama konflik berdurasi 12 hari yang berakhir dengan gencatan senjata permanen. Juru Bicara Kehakiman Iran, Asghar Jahangir, pada Senin (30/6/2025) mengungkapkan bahwa jumlah korban termasuk 38 anak-anak dan 132 perempuan.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menuduh Israel dan Amerika Serikat melakukan tindakan agresi yang melanggar hukum internasional. Ia menyerukan agar komunitas internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), secara resmi menyatakan Israel dan AS sebagai pihak agresor.

โ€œApa yang terjadi adalah bentuk agresi dalam segala aspeknya, sesuai hukum internasional dan Piagam PBB. Kami menuntut agar PBB mengambil langkah nyata untuk meminta pertanggungjawaban rezim Zionis dan AS,โ€ ujar Baghaei dalam konferensi pers di Teheran.

Baghaei menambahkan bahwa serangan Israel pada 13 Juni lalu terjadi saat Iran tengah melangsungkan negosiasi dengan AS terkait program nuklirnya. Ia menyebut tindakan Washington sebagai bentuk pengkhianatan terhadap proses diplomatik yang sedang berlangsung.

โ€œAS bukanlah mitra yang dapat dipercaya. Sikap mereka yang berubah-ubah membuat perundingan menjadi tidak stabil,โ€ tambahnya.

Israel melancarkan serangan udara dan drone ke berbagai sasaran di Iran, termasuk kawasan sipil dan fasilitas militer utama. Serangan tersebut menewaskan sejumlah perwira tinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan ilmuwan nuklir senior Iran.

Sebagai balasan, Iran menembakkan beberapa gelombang rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, yang disebut berhasil menembus sistem pertahanan rudal negara itu dan menyebabkan kerugian finansial mencapai setidaknya USD 3 miliar.

Laporan majalah independen +972 menyebutkan bahwa sejak berdirinya Israel pada 1948, belum pernah ada serangan berkelanjutan terhadap kota-kota besar seperti yang terjadi selama perang ini. Beberapa rudal Iran dilaporkan menghancurkan sejumlah bangunan secara total, dan setidaknya 25 gedung lainnya terpaksa dibongkar akibat kerusakan struktural.

Otoritas Israel melaporkan 29 warga sipil tewas, hampir 10.000 orang kehilangan tempat tinggal, dan lebih dari 40.000 klaim kompensasi telah diajukan ke otoritas pajak properti.

Selain korban fisik dan material, perang ini juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam bagi warga Israel.

โ€œJika konflik kembali terjadi, Israel kemungkinan besar tidak akan lagi menanggapinya dengan tenang,โ€ tulis +972.

Gencatan senjata antara Israel dan Iran dicapai pada 24 Juni, setelah serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni memicu serangan balasan Teheran terhadap pangkalan militer AS di Al-Udeid, Qatar, sehari kemudian.

Meskipun gencatan senjata telah disepakati, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan negaranya siap melancarkan serangan tambahan ke Iran. Ia menyebutnya sebagai bagian dari โ€œkebijakan penegakan hukumโ€.

โ€œKami bertekad menjaga superioritas udara, mencegah kemajuan proyek nuklir Iran, serta menghentikan pengembangan rudal jarak jauh yang dapat mengancam keamanan kami,โ€ kata Gallant. (Bahry)

Sumber: Cradle

Tentara Israel Diperintahkan Tembaki Warga yang Antre Bantuan, Media Israel Beberkan Pengakuan Mengejutkan

GAZA (jurnalislam.com)โ€“ Tentara Israel diduga telah secara sengaja menembaki warga sipil Palestina tak bersenjata yang tengah mencari bantuan pangan di Gaza, berdasarkan perintah langsung dari komandan mereka. Hal ini terungkap dalam laporan investigasi yang diterbitkan oleh surat kabar Israel, Haaretz, pada Jumat (27/6/2025).

Laporan tersebut memicu penyelidikan resmi oleh militer Israel atas kemungkinan kejahatan perang. Haaretz mengutip beberapa tentara Israel yang mengaku menerima instruksi untuk menggunakan kekuatan mematikan terhadap kerumunan warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman.

โ€œKami menembakkan senapan mesin dari tank dan melemparkan granat,โ€ ujar salah satu tentara yang enggan disebut namanya.

โ€œAda satu insiden di mana sekelompok warga sipil tertembak saat bergerak di bawah kabut.โ€

โ€œItu adalah medan pembantaian,โ€ tambahnya.

Sumber lain dalam laporan menyebut, di lokasi penempatan mereka di Gaza,

โ€œantara satu hingga lima orang tewas setiap hari.โ€

๐—ง๐—ฎ๐—ธ๐˜๐—ถ๐—ธ “๐—ž๐—ผ๐—ป๐˜๐—ฟ๐—ผ๐—น ๐— ๐—ฎ๐˜€๐˜€๐—ฎ” ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚ ๐—ง๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—บ

Nir Hasson, jurnalis Haaretz yang turut menulis laporan tersebut, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tembakan terhadap warga sipil digunakan sebagai bagian dari metode militer untuk mengontrol massa di titik distribusi bantuan.

โ€œJika Anda ingin massa lari dari suatu tempat, Anda menembak mereka โ€“ bahkan ketika Anda tahu mereka tidak bersenjata,โ€ kata Hasson.

Menurutnya, meskipun nama komandan yang mengeluarkan perintah tersebut belum diketahui, kemungkinan besar ia adalah pejabat militer senior.

๐—š๐—›๐—™, ๐—•๐—ฎ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป?

Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut serangan terhadap titik distribusi bantuan sebagai โ€œkejahatan perang,โ€ terutama di lokasi-lokasi yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF) โ€“ sebuah yayasan yang didukung Israel dan Amerika Serikat.

โ€œPengakuan mengejutkan dalam laporan Haaretz mengonfirmasi bahwa tentara Israel menjalankan kebijakan genosida sistematis dengan kedok palsu bantuan kemanusiaan,โ€ bunyi pernyataan resmi.

GHF telah mengoperasikan empat titik distribusi bantuan sejak Mei, namun telah menuai kritik tajam dari berbagai kelompok kemanusiaan, termasuk PBB, karena dianggap โ€œmempersenjatai bantuan.โ€

Menanggapi laporan tersebut, Sekjen PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa laporan semacam ini hanyalah bagian dari pelanggaran besar yang telah lama terjadi di Gaza.

โ€œKita tidak memerlukan laporan semacam itu untuk mengakui bahwa telah terjadi pelanggaran besar-besaran terhadap hukum internasional [di Gaza]. Dan ketika terjadi pelanggaran hukum internasional, harus ada akuntabilitas,โ€ kata Guterres dalam konferensi pers di New York.

Sementara itu, organisasi medis Doctors Without Borders (MSF) menyebut titik distribusi bantuan GHF sebagai โ€œpembantaian yang menyamar sebagai bantuan kemanusiaan.โ€

๐—ž๐—ผ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak dimulainya serangan Israel ke wilayah tersebut pada Oktober 2023, sedikitnya 56.331 warga Palestina tewas, dan 132.632 lainnya terluka.

Hanya pada Jumat lalu, enam orang dilaporkan tewas akibat tembakan saat sedang berusaha mendapatkan makanan di Gaza selatan.

Warga Gaza, menurut laporan Al Jazeera, kini menghadapi pilihan tragis: โ€œmati kelaparan, atau mati saat mencoba mencari makanan yang sangat terbatas.โ€ (Bahry)

Sumber: Al Jazeera