Berita Terkini

Usai Perang 12 Hari, Israel Klaim Tewaskan 30 Pejabat Keamanan dan 11 Ilmuwan Nuklir Iran

YERUSALEM (jurnalislam.com)โ€“ Seorang pejabat senior militer Israel mengungkapkan bahwa selama 12 hari perang udara melawan Iran, pihaknya telah menewaskan lebih dari 30 pejabat keamanan senior serta 11 ilmuwan nuklir utama Iran. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (27/6/2025) sebagai rangkuman atas serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel sejak 13 Juni lalu.

โ€œProyek nuklir Iran mengalami pukulan telak. Kemampuan mereka untuk memperkaya uranium hingga level 90% telah dinetralkan untuk waktu yang lama. Kapasitas mereka untuk memproduksi inti senjata nuklir saat ini juga berhasil kami lumpuhkan,โ€ ujar pejabat tersebut, yang tidak bersedia disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Menurut pejabat itu, serangan pembuka Israel pada 13 Juni berhasil melumpuhkan sistem pertahanan udara Iran dan mengganggu kemampuan respons militer Teheran pada jam-jam awal konflik. Angkatan Udara Israel disebut telah menyerang lebih dari 900 target, termasuk fasilitas produksi rudal dan infrastruktur militer strategis Iran.

๐—˜๐—ณ๐—ฒ๐—ธ๐˜๐—ถ๐˜ƒ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ด๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป

Di pihak lain, Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke berbagai kota dan instalasi militer di Israel. Meski Iran mengklaim keberhasilan dalam menembus pertahanan udara Israel, sejumlah pakar menilai serangan itu tidak efektif secara militer.

Decker Eveleth, analis riset asosiasi di CNA Corporation dan pakar citra satelit, mengatakan tinjauan terhadap citra satelit komersial menunjukkan hanya sebagian kecil dari sekitar 30 rudal Iran yang berhasil mencapai sasaran militer penting.

“Iran belum memproduksi rudal yang menunjukkan akurasi tinggi. Target seperti jet tempur F-35 di dalam hanggar sangat sulit diserang oleh sistem rudal mereka saat ini,” kata Eveleth kepada Reuters.

Ia juga menambahkan bahwa rudal-rudal Iran hanya mampu secara konsisten mengancam kota-kota besar atau fasilitas industri seperti kilang minyak, dan tidak memiliki kepadatan serangan yang cukup untuk menciptakan kerusakan strategis berskala besar.

โ€œDengan performa seperti saat ini, secara praktis tidak ada yang dapat mencegah Israel untuk melancarkan operasi serupa di masa mendatang,โ€ tulisnya di platform X.

๐—ž๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ด๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐—ฒ๐—ฑ๐˜‚๐—ฎ ๐—ฃ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ธ

Pemerintah Iran melaporkan bahwa sedikitnya 627 warga tewas akibat serangan Israel, meskipun angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen karena pembatasan ketat terhadap media asing. Sementara itu, Israel melaporkan 28 warganya tewas akibat serangan balasan Iran.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, dalam pernyataannya Jumat kemarin menegaskan bahwa militer telah diperintahkan untuk menyusun rencana menjaga superioritas udara di atas Iran, mencegah pengembangan program nuklir dan produksi rudal Teheran, serta membatasi dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok militan anti-Israel.

๐—ž๐—ฎ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—š๐—ฎ๐˜‡๐—ฎ

Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF), Letjen Eyal Zamir, menambahkan bahwa keberhasilan operasi di Iran dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Israel dalam konflik berkepanjangan melawan Hamas di Jalur Gaza, yang diduga mendapat dukungan dari Iran.

Zamir menginformasikan kepada pasukan Israel di Gaza bahwa operasi darat yang disebut โ€œKereta Perang Gideonโ€ hampir mencapai tujuannya, yakni mengambil alih penuh wilayah kantong Palestina dan memberikan opsi strategis baru bagi pemerintah Israel.

Sementara itu, Iran tetap membantah tuduhan bahwa mereka tengah mengembangkan senjata nuklir. Meski demikian, Teheran diketahui telah memperkaya uranium hingga tingkat yang tidak dapat digunakan untuk kepentingan sipil, menolak akses inspektur internasional ke fasilitas-fasilitas nuklirnya, serta terus memperluas kemampuan rudal balistik.

Israel menuding bahwa langkah-langkah Iran saat ini merupakan sinyal bahwa negara itu tengah menuju persenjataan nuklir. (Bahry)

Sumber: TOI

Netanyahu Dihadapkan pada Dugaan Korupsi dan Kejahatan Perang, Trump Beri Pembelaan Terbuka

WASHINGTON (jurnalislam.com)โ€“ Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap jaksa penuntut Israel atas persidangan korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Trump menyebut proses hukum itu sebagai โ€œkegilaanโ€ dan menilai hal tersebut bisa mengganggu perundingan damai di Timur Tengah.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Sabtu (28/6/2025), Trump mengecam otoritas Israel karena dinilai melemahkan posisi Netanyahu dalam menghadapi kelompok Hamas di Gaza dan ketegangan dengan Iran.

โ€œSungguh GILA melakukan apa yang dilakukan jaksa penuntut yang tidak terkendali terhadap Bibi Netanyahu,โ€ tulis Trump, merujuk pada Netanyahu dengan nama panggilannya.

โ€œAmerika Serikat menghabiskan miliaran dolar setiap tahun… untuk melindungi dan mendukung Israel. Kami tidak akan membiarkan ini,โ€ tambahnya.

Netanyahu dijadwalkan bersaksi pada Senin mendatang dalam pemeriksaan silang terkait kasus korupsi yang telah berlangsung sejak 2020. Ia menghadapi dakwaan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Pengacaranya sebelumnya mengajukan permohonan penundaan persidangan selama dua pekan dengan alasan beban tugas keamanan nasional usai konflik 12 hari dengan Iran. Namun, pengadilan menolak permintaan tersebut pada Jumat (27/6).

๐—ž๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ธ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ก๐—ฒ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ

Sejumlah anggota Knesset Israel menuding Netanyahu sengaja memanfaatkan konflik regional untuk mengalihkan perhatian dari kasus hukumnya.

โ€œ[Netanyahu] sedang mengondisikan masa depan Israel dan anak-anak kita dalam persidangannya,โ€ kata Naama Lazimi, anggota Knesset dari Partai Demokrat, dikutip The Times of Israel.

Karine Elharrar, anggota Knesset dari partai Yesh Atid, menyebut Netanyahu โ€œbertindak melawan kepentingan publikโ€ karena mengaitkan proses hukum dengan negosiasi pembebasan tawanan dan normalisasi hubungan regional.

๐——๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฆ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป

Masalah hukum Netanyahu tak berhenti di pengadilan domestik. Ia juga menjadi subjek surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) tahun lalu, bersama mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

Keduanya didakwa melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terkait dengan perang di Gaza sejak Oktober 2023. Netanyahu dan Gallant membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai bentuk โ€œanti-Semitismeโ€.

Komentar Trump datang beberapa hari setelah ia mengisyaratkan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas mungkin sudah dekat. Ia mengklaim Netanyahu sedang terlibat dalam perundingan, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Hamas telah menyatakan kesediaannya membebaskan tawanan Israel yang tersisa di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan damai, namun tetap menolak tuntutan Israel untuk pelucutan senjata sepenuhnya.

Netanyahu merespons dukungan Trump melalui unggahan di platform X:

โ€œTerima kasih sekali lagi, @realDonaldTrump. Bersama-sama, kita akan membuat Timur Tengah Hebat Lagi!โ€

๐—ฆ๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ถ๐—ฟ๐—ถ

Di tengah memanasnya situasi politik, seruan agar Netanyahu mengundurkan diri kembali muncul. Dalam wawancara dengan Channel 12, mantan Perdana Menteri Naftali Bennett menyatakan bahwa sudah saatnya Netanyahu mundur dari jabatannya.

โ€œDia telah berkuasa selama 20 tahun… itu terlalu lama,โ€ kata Bennett.

โ€œDia memikul tanggung jawab besar atas perpecahan dalam masyarakat Israel.โ€

Bennett, yang sempat mundur dari politik, disebut-sebut tengah mempertimbangkan kembali ke panggung politik. Sejumlah survei menunjukkan peluangnya untuk kembali menantang Netanyahu cukup besar. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Serangan Udara Israel di Lebanon Tewaskan Satu Warga Sipil dan Lukai 20 Orang

BEIRUT (jurnalislam.com)โ€” Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa satu orang tewas dan 20 lainnya terluka dalam serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel di wilayah selatan Lebanon pada Jumat (27/6/2025). Serangan tersebut terjadi meskipun masih berlaku gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah.

“Serangan musuh Israel terhadap sebuah apartemen di Nabatiyeh menyebabkan korban jiwa awal satu wanita tewas dan 11 orang lainnya terluka,” demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan yang disiarkan oleh Kantor Berita Nasional Lebanon.

Menurut laporan, angkatan udara Israel menggempur wilayah pegunungan yang menghadap ke kota Nabatiyeh dalam dua gelombang serangan. Kantor Berita Nasional Lebanon menyebut bahwa bom penghancur bunker digunakan dalam serangan tersebut.

Militer Israel mengklaim bahwa jet-jet tempurnya menargetkan infrastruktur bawah tanah milik Hizbullah yang digunakan untuk sistem pertahanan dan pengelolaan tembakan. Mereka juga menyatakan telah mengidentifikasi dan menghentikan upaya rehabilitasi infrastruktur militer oleh kelompok tersebut.

โ€œLokasi yang diserang merupakan bagian dari proyek bawah tanah penting Hizbullah, yang kini telah dinonaktifkan sepenuhnya,โ€ demikian pernyataan militer Israel.

Sejak berakhirnya perang 14 bulan antara Israel dan Hizbullah dengan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada November lalu, Israel telah melakukan serangan hampir setiap hari ke wilayah selatan Lebanon. Namun, serangan udara pada Jumat disebut sebagai salah satu yang paling intens sejak kesepakatan damai itu diberlakukan.

Hizbullah sebelumnya dipaksa mundur dari wilayah perbatasan Lebanon dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Kelompok tersebut tidak diperbolehkan memiliki kehadiran bersenjata di selatan Sungai Litani. Namun, serangan udara kali ini terjadi di sebelah utara sungai tersebut.

Selama konflik bersenjata antara Israel dan Hizbullah, lebih dari 4.000 orang dilaporkan tewas di Lebanon, dan kerugian material diperkirakan mencapai 11 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp177 triliun (dengan kurs Rp16.100 per dolar AS). Di pihak Israel, sebanyak 127 orang dilaporkan tewas, termasuk 80 personel militer. (Bahry)

Sumber: Alarabiya

Ada Jejak Radioaktif, Israel Dituding Gunakan Senjata Uranium Terdeplesi di Iran

TEHERAN (jurnalislam.com)โ€“ Israel diduga menggunakan amunisi uranium terdeplesi (depleted uranium/DU) dalam serangan udara terbarunya yang menyasar sejumlah lokasi sensitif di Iran. Hal itu diungkapkan sebuah sumber yang memiliki informasi langsung kepada kantor berita Fars News Agency pada Kamis (26/6/2025).

Menurut sumber tersebut, โ€œuji coba awal yang dilakukan di zona-zona dampak dilaporkan mendeteksi jejak-jejak yang menunjukkan uranium,โ€ meskipun analisis teknis lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan temuan tersebut.

Uranium terdeplesi merupakan logam padat yang biasa digunakan dalam peluru dan bom untuk menembus target lapis baja. Meskipun tidak termasuk dalam kategori senjata nuklir, DU tetap mengandung radioaktivitas tingkat rendah dan unsur kimia beracun, yang bisa memicu dampak kesehatan serius dalam jangka panjang.

Organisasi-organisasi kesehatan internasional telah memperingatkan bahwa paparan DU dapat dikaitkan dengan โ€œpeningkatan angka leukemia, kerusakan ginjal, dan anemia โ€“ terutama pada anak-anak yang tinggal di daerah-daerah yang terkontaminasi.โ€

Penggunaan senjata DU oleh militer Amerika Serikat selama Perang Teluk pada tahun 1991 dan invasi ke Irak tahun 2003 juga dikaitkan dengan lonjakan kasus kanker dan penyakit kronis lainnya di wilayah terdampak.

Sumber itu menyebutkan bahwa para pakar militer kini sedang memeriksa โ€œpuing-puing dan sisa-sisa amunisi dari bom yang dijatuhkan oleh Israel di Iran selama perang 12 hari baru-baru ini.โ€

Ia menambahkan, โ€œtemuan yang lebih rinci akan dirilis setelah hasil lab akhir tersedia,โ€ sambil memperingatkan agar publik tidak menarik โ€œkesimpulan yang terlalu dini.โ€

Ini bukan pertama kalinya Israel dituduh menggunakan senjata yang dilarang secara internasional. Kelompok-kelompok hak asasi manusia sebelumnya telah mengutuk penggunaan fosfor putih dan amunisi berbasis uranium oleh militer Israel dalam operasi militer di Lebanon dan Jalur Gaza.

Pada 6 Oktober, Presiden Asosiasi Kedokteran Sosial Lebanon, Dr. Raif Reda, menyatakan bahwa โ€œIsrael telah mengebom pinggiran selatan Beirut menggunakan bom terlarang dengan hulu ledak uranium.โ€

Ia menyerukan agar dilakukan โ€œpengumpulan sampel dari lokasi pengeboman dan pengiriman laporan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa sehingga dunia dapat menyaksikan sejarah kriminal berdarah dari musuh Zionis,โ€ sebagaimana dilaporkan oleh National News Agency (NNA).

Setelah serangan udara besar-besaran Israel terhadap Lebanon, Sindikat Ahli Kimia Lebanon (SCL) juga memperingatkan bahwa โ€œpenggunaan jenis senjata yang dilarang secara internasional tersebut, terutama di Beirut yang berpenduduk padat, menyebabkan kerusakan besar-besaran, dan debunya menyebabkan banyak penyakit, terutama jika terhirup.โ€ (Bahry)

Sumber: Cradle

Netanyahu Minta Penundaan Sidang Kasus Korupsinya, Pengacara Alasan Situasi Keamanan dan Dukungan Trump

YERUSALEM (jurnalislam.com)โ€“ Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta pengadilan untuk menunda kesaksiannya dalam persidangan kasus korupsi yang telah berlangsung lama, dengan alasan situasi keamanan nasional dan dukungan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Permintaan itu diajukan pada Kamis (26/6/2025) melalui pengacaranya, Amit Hadad, yang menyebut bahwa kesaksian Netanyahu perlu ditunda karena “perkembangan regional dan global”.

โ€œPengadilan dengan hormat diminta untuk membatalkan sidang di mana perdana menteri dijadwalkan untuk memberikan kesaksian dalam dua minggu mendatang,โ€ demikian tertulis dalam dokumen pengajuan tersebut.

Hadad menambahkan bahwa Netanyahu โ€œdipaksa untuk mencurahkan seluruh waktu dan energinya untuk mengelola persoalan nasional, diplomatik, dan keamanan yang sangat pentingโ€, merujuk pada konflik singkat dengan Iran serta pertempuran yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, tempat sejumlah sandera Israel masih ditahan.

Sebelumnya, pada Rabu (25/6), Presiden AS Donald Trump turut mengomentari kasus Netanyahu. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyebut kasus tersebut sebagai โ€œperburuan penyihirโ€ dan meminta agar persidangan โ€œDIBATALKAN, SEGERA, atau diberikan Pengampunan kepada Pahlawan Besarโ€.

Netanyahu membalas dukungan tersebut dengan ucapan terima kasih melalui akun X (dulu Twitter).

โ€œTerima kasih atas dukungan Anda yang tulus kepada saya, dan dukungan luar biasa Anda bagi Israel dan rakyat Yahudi. Saya berharap dapat terus bekerja sama dengan Anda untuk mengalahkan musuh bersama, membebaskan para sandera, dan memperluas lingkaran perdamaian,โ€ tulis Netanyahu sambil membagikan unggahan Trump.

Namun, pernyataan Trump menuai reaksi dari kubu oposisi Israel. Pemimpin oposisi Yair Lapid memperingatkan agar Trump tidak ikut campur dalam urusan hukum internal Israel.

โ€œKami menghargai Presiden Trump, tetapi seorang presiden tidak seharusnya mencampuri proses peradilan di negara yang independen,โ€ ujar Lapid dalam wawancara dengan situs berita Ynet.

Netanyahu saat ini merupakan perdana menteri terlama dalam sejarah Israel. Persidangan terhadapnya pertama kali dimulai pada Mei 2020 dan telah beberapa kali mengalami penundaan.

Dalam kasus pertama, Netanyahu dan istrinya, Sara, dituduh menerima hadiah mewah senilai lebih dari 260.000 dolar AS setara sekitar Rp4,2 miliar (kurs Rp16.300 per USD)ย  termasuk cerutu, perhiasan, dan sampanye dari sejumlah miliarder, sebagai imbalan atas bantuan politik.

Dalam dua kasus lainnya, Netanyahu dituduh mencoba mengatur liputan media yang lebih menguntungkan dirinya di dua outlet berita besar Israel. (Bahry)

Sumber: France24

Uni Eropa Mengecam Tanpa Taring, Gagal Tekan Israel Hentikan Perang di Gaza

BRUSSELS (jurnalislam.com)โ€“ Para pemimpin Uni Eropa (UE) yang bertemu dalam KTT di Brussels pada Kamis (26/6/2025) menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang memburuk di Jalur Gaza. Meski mengutuk “jumlah korban sipil yang tidak dapat diterima” dan “tingkat kelaparan” yang terjadi, blok tersebut belum mampu menyepakati langkah konkret untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya.

Dalam pernyataan resmi, Dewan Eropa menyerukan gencatan senjata segera serta pembebasan tanpa syarat seluruh sandera, sebagai upaya menuju penghentian permanen permusuhan.

Kecaman ini muncul setelah laporan dinas diplomatik UE yang diterbitkan pekan lalu menilai bahwa Israel kemungkinan besar telah melanggar kewajiban hak asasi manusia dalam kerangka Perjanjian Asosiasi UE-Israel yang ditandatangani pada tahun 2000. Namun, blok tersebut belum mengambil tindakan terhadap hasil penilaian itu, termasuk menangguhkan atau mencabut perjanjian tersebut.

UE sebelumnya telah memerintahkan peninjauan ulang perjanjian asosiasi pada Mei lalu, seiring meningkatnya tuduhanโ€”termasuk dari organisasi HAM dan pakar PBBโ€”bahwa Israel secara sistematis membuat warga Gaza kelaparan. Temuan dalam laporan peninjauan, menurut beberapa diplomat, menyoroti blokade terhadap Gaza, pembunuhan warga sipil, serangan terhadap rumah sakit, serta pemindahan paksa dan perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat.

Namun, perpecahan di internal UEโ€”terutama antara negara-negara yang vokal menentang pelanggaran Israel seperti Irlandia dan Spanyol, dan pendukung kuat Israel seperti Jerman dan Hongariaโ€”membuat pernyataan akhir pertemuan tersebut lebih moderat dan tidak mencerminkan sikap tegas.

โ€œMereka hanya berhasil menyusun pernyataan lunak karena perbedaan besar antarnegara anggota mengenai bagaimana bersikap terhadap Israel,โ€ lapor Hashem Ahelbarra dari Al Jazeera di Brussels.

Jerman disebut sebagai negara yang paling konsisten mendukung Israel, termasuk dalam hal bantuan politik dan militer.

Sementara itu, Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin menyuarakan ketidakpuasannya terhadap posisi UE yang dinilainya lemah.

โ€œPerang harus dihentikan. Rakyat Eropa merasa tidak dapat dipahami mengapa Uni Eropa tampaknya tidak mampu memberi tekanan pada Israel untuk mengakhiri perang ini, menghentikan pembantaian anak-anak dan warga sipil tak berdosa di Gaza,โ€ ujarnya.

Seruan dari Irlandia dan Spanyol untuk menangguhkan Perjanjian Asosiasi UE-Israel hingga kini belum mendapatkan dukungan mayoritas anggota.

Di hari yang sama, serangan Israel kembali menewaskan sedikitnya 62 orang, termasuk di sekitar lokasi distribusi bantuan yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah lembaga bantuan kemanusiaan swasta yang didukung Amerika Serikat dan bekerja di bawah koordinasi tentara Israel serta kontraktor keamanan.

Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa sejak GHF mulai beroperasi satu bulan lalu, setidaknya 549 warga Palestina telah tewas di sekitar lokasi distribusi bantuan tersebut. Secara keseluruhan, perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menewaskan 56.156 orang, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza.

Dalam pernyataannya, para pemimpin UE juga mendesak Israel untuk mencabut blokade terhadap Gaza agar bantuan kemanusiaan dapat masuk dan terdistribusi tanpa hambatan. Selain itu, mereka mengecam eskalasi kekerasan di Tepi Barat, khususnya peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel dan perluasan permukiman ilegal.

Meskipun mengutuk pelanggaran-pelanggaran tersebut, Uni Eropa hingga kini masih menjadi mitra dagang terbesar Israel. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Penembak Jitu Israel Tewaskan Anak 13 Tahun di Tepi Barat, Korban Anak ke-30 Tahun Ini

TEPI BARAT (jurnalislam.com)โ€” Seorang anak laki-laki Palestina berusia 13 tahun, Rayan Tamer Anwar Houshyeh, tewas ditembak penembak jitu Israel pada Rabu sore (25/6/2025) di kota al-Yamoun, Tepi Barat yang diduduki. Insiden ini terjadi saat pasukan Israel melakukan penggerebekan militer di wilayah tersebut.

Menurut laporan organisasi hak anak Defense for Children International โ€“ Palestine (DCI-P), Rayan ditembak dari jarak sekitar 50 hingga 60 meter saat ia mengintip dari balik tembok batu di sebuah gang dekat Masjid Omar Ibn Al-Khattab untuk mengamati pergerakan pasukan Israel.

โ€œAnak tersebut mengalami luka tembak di leher, perut, dan paha,โ€ ungkap DCI-P dalam pernyataan tertulis yang dirilis Kamis (26/6).

Ayed Abu Eqtaish, Direktur Program Akuntabilitas DCI-P, menyatakan bahwa pembunuhan ini menunjukkan kondisi tragis yang dihadapi anak-anak Palestina di wilayah pendudukan.

โ€œTentara Israel memasuki kampung halaman Rayan, membunuhnya tanpa berpikir dua kali, dan tidak seorang pun akan bertanggung jawab. Inilah masa kanak-kanak di Palestina saat ini,โ€ tegasnya.

DCI-P mencatat, kematian Rayan menjadi anak Palestina ke-30 yang tewas di tangan pasukan Israel di Tepi Barat sepanjang tahun 2025.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari militer Israel terkait insiden penembakan tersebut. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Diterpa Kelelahan dan Kegagalan, Krisis Kepercayaan Menghantui Israel

TEL AVIV (jurnalislam.com)โ€“ Tewasnya tujuh tentara Israel dari Batalyon Teknik Tempur 605 dalam sebuah penyergapan mematikan oleh Brigade al-Qassam di Khan Younis, Gaza selatan, pada Selasa (24/6/2025), memicu kemarahan publik dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapan militer Israel setelah lebih dari 20 bulan perang di Gaza.

Dalam insiden tersebut, dua unit pengangkut personel lapis baja (APC) menjadi sasaran serangan mendadak dari pejuang Hamas. Serangan itu memperlihatkan celah besar dalam sistem pertahanan militer Israel, khususnya terkait kelelahan pasukan, keterbatasan sumber daya, serta penggunaan kendaraan militer yang sudah usang.

Menurut laporan harian Yedioth Ahronoth, penyergapan terjadi saat militer Israel meningkatkan operasi darat di Khan Younis, tak lama setelah tercapainya gencatan senjata dengan Iran dalam konflik terpisah.

Kini, para pejabat militer dan politik Israel tengah mempertimbangkan dua opsi strategis: melanjutkan kampanye darat yang lebih luas di Gaza, atau berusaha mencapai kesepakatan pertukaran tahanan yang menyeluruh dengan Hamas โ€” yang berpotensi membuka jalan bagi gencatan senjata jangka panjang dan penarikan pasukan dari wilayah tersebut.

Hamas merilis rekaman serangan yang memperlihatkan seorang pejuang Palestina berhasil mendekati kendaraan lapis baja Israel tanpa terdeteksi. Laporan menyebut, minimnya pengawasan udara akibat keterbatasan pesawat nirawak (drone) menjadi salah satu faktor utama. Keterbatasan ini sebagian besar disebabkan oleh kelelahan logistik akibat perang paralel dengan Iran.

Penyelidikan internal militer saat ini menyoroti apakah kendaraan tersebut dilengkapi sistem pengawasan 360 derajat. Beberapa unit cadangan diketahui harus membiayai sendiri pemasangan sistem tersebut, meskipun Batalyon 605 merupakan unit reguler yang secara ketat dilarang menggunakan peralatan nonstandar.

Seorang ayah dari tentara yang tewas mengatakan kepada saluran Kan bahwa putranya ditempatkan dalam kendaraan jenis Puma yang sudah tua, tidak memiliki kamera perimeter, dan memiliki pintu belakang yang rusak. Ia menyebut bahwa pasukan cadangan bahkan menolak menggunakan kendaraan itu, sehingga hanya menyisakan pasukan reguler yang harus mengoperasikannya.

Keluarga para korban juga mengirim surat terbuka kepada komandan batalion, menuduh adanya kelalaian besar yang mengakibatkan kematian yang seharusnya bisa dihindari. Mereka menuntut segera digantinya kendaraan lapis baja lama dengan kendaraan tempur modern yang layak digunakan dalam medan pertempuran gerilya.

๐—ž๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ถ๐˜€ ๐—ฆ๐˜๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ด๐—ถ๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป

Harian Maariv menyebut penyergapan itu sebagai “kegagalan strategis” yang mencerminkan keruntuhan sistemik dalam kepemimpinan politik dan militer Israel. Media tersebut menyoroti kelelahan yang merajalela di tubuh militer, disertai absennya arah dan tujuan yang jelas dalam perang di Gaza.

Setelah 629 hari konflik, militer Israel dilaporkan masih kewalahan di banyak sektor. Divisi 143 dan 162 telah dikerahkan ke Gaza secara terus-menerus sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Kelelahan pasukan berimbas pada penurunan disiplin, kemunduran operasional, serta meningkatnya beban fisik dan psikologis.

Selain personel, peralatan militer juga mengalami degradasi. Pasokan amunisi, kendaraan lapis baja, serta drone dinilai semakin menipis.

Maariv menyoroti bahwa akar persoalan terletak pada kebingungan strategi di tingkat tertinggi.

“Kepemimpinan politik tidak tahu apa yang mereka inginkan dari Gaza,” tulis media tersebut, sebagaimana dilansir dari The New Arab (26/6).

Sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yisrael Katz fokus pada kelangsungan karier politik mereka, kondisi pasukan dan tingkat kelelahan di lapangan cenderung diabaikan.

Tiga menteri Israel bahkan secara terbuka mengakui bahwa operasi militer di Gaza gagal mencapai tujuan nyata. Mengutip saluran Channel 12, para menteri yang tidak disebutkan namanya itu menyatakan, “Apa yang kami lakukan di Gaza mungkin masuk akal secara teori, tetapi tidak membuahkan hasil secara praktik.”

Mereka menyerukan evaluasi total strategi, baik dengan mengubah pendekatan militer maupun mengejar kesepakatan pertukaran tahanan yang dapat mengakhiri perang.

Sementara itu, Channel 12 juga melaporkan bahwa negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas masih mengalami kebuntuan. Meski mediator Amerika terus menunjukkan antusiasme, pejabat Israel yang terlibat menyebut bahwa kemajuan dalam pembicaraan masih sangat terbatas. (Bahry)

Sumber: TNA

BPJPH: Produk Nonhalal Asing Boleh Dipasarkan di RI, Simak Aturannya

JAKARTA (jurnalislam.com)โ€“ Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menegaskan bahwa produk nonhalal dari luar negeri tetap dapat diimpor dan dipasarkan di Indonesia, selama mencantumkan keterangan โ€œtidak halalโ€ secara jelas dan mencolok pada kemasan.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, saat mewakili pemerintah Indonesia dalam sidang Technical Barriers to Trade (TBT) World Trade Organization (WTO) yang digelar secara daring pada Rabu malam (25/6/2025).

โ€œIndonesia menggarisbawahi bahwa produk nonhalal masih dapat diimpor dan dipasarkan di dalam negeri, dengan ketentuan bahwa produk tersebut mencantumkan keterangan tidak halal yang jelas dan terlihat, baik dalam bentuk teks, gambar, maupun indikator visual pada kemasan produk,โ€ ujar Haikal Hasan dalam paparannya.

Dalam forum internasional tersebut, Haikal juga menyampaikan apresiasi pemerintah Indonesia kepada delegasi dari Amerika Serikat, Uni Eropa, India, Swiss, Kanada, dan negara lainnya atas perhatian terhadap kebijakan Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, ujar Haikal, Indonesia memiliki komitmen kuat untuk melindungi konsumen dalam memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya terkait status kehalalan produk yang dikonsumsi.

๐—ช๐—ฎ๐—ท๐—ถ๐—ฏ ๐—›๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—น ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—ธ ๐—œ๐—บ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜‚ ๐— ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ถ ๐Ÿญ๐Ÿด ๐—ข๐—ธ๐˜๐—ผ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ

Lebih lanjut, Haikal menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 42 Tahun 2024, pemerintah Indonesia telah menetapkan perpanjangan tenggat waktu kewajiban sertifikasi halal bagi produk impor, termasuk makanan, minuman, serta jasa penyembelihan, hingga 17 Oktober 2026. Dengan demikian, mulai 18 Oktober 2026, seluruh produk tersebut wajib bersertifikat halal.

โ€œPerpanjangan ini bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan diri dan bagi pemerintah untuk menyusun pengaturan kerja sama saling pengakuan (mutual recognition arrangement/MRA) dengan negara-negara mitra,โ€ jelasnya.

BPJPH, lanjut Haikal, juga terus mendorong dialog konstruktif dengan mitra dagang internasional guna menyosialisasikan ketentuan baru terkait sertifikasi dan pelabelan produk halal.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ณ๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—ธ ๐—›๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—น ๐—Ÿ๐˜‚๐—ฎ๐—ฟ ๐—ก๐—ฒ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ ๐—ช๐—ฎ๐—ท๐—ถ๐—ฏ ๐—Ÿ๐—ฒ๐˜„๐—ฎ๐˜ ๐—ฆ๐—œ๐—›๐—”๐—Ÿ๐—”๐—Ÿ

Haikal juga menegaskan bahwa produk luar negeri yang telah bersertifikat halal oleh lembaga sertifikasi halal (LSH) asing tetap wajib didaftarkan ke BPJPH melalui sistem Sihalal sebelum masuk pasar Indonesia.

โ€œProses registrasi ini penting untuk menjamin ketertelusuran (traceability) status kehalalan produk. Setelah diverifikasi, BPJPH akan menerbitkan nomor registrasi halal untuk produk tersebut,โ€ katanya.

Indonesia pun telah menyampaikan notifikasi kepada WTO terkait revisi Keputusan Kepala BPJPH Nomor 90 Tahun 2023 melalui dokumen G/TBT/N/IDN/175/Add.1, yang mengatur tata cara pendaftaran sertifikat halal dari luar negeri. BPJPH membuka ruang bagi masukan dari para pemangku kepentingan terkait hal ini.

Terkait pelabelan, BPJPH juga telah menerbitkan Keputusan No. 88 Tahun 2023 (G/TBT/N/IDN/174/Add.1) yang memberikan dua opsi pencantuman label halal pada produk impor: menggunakan label halal Indonesia disertai nomor registrasi sertifikat asing, atau label halal Indonesia berdampingan dengan logo lembaga sertifikasi halal asing yang diakui.

๐Ÿด๐Ÿณ ๐—Ÿ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐—›๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—น ๐—”๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐Ÿฏ๐Ÿฎ ๐—ก๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ง๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐——๐—ถ๐—ฎ๐—ธ๐˜‚๐—ถ

Hingga Juni 2025, BPJPH telah menjalin kerja sama saling pengakuan dengan 87 lembaga sertifikasi halal dari 32 negara. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perdagangan halal secara global, terutama dengan negara-negara mitra dagang utama.

โ€œKami tetap terbuka terhadap kerja sama lanjutan dengan lembaga sertifikasi halal luar negeri. Kami percaya, dialog yang konstruktif dalam forum WTO akan memperkuat sertifikasi halal sebagai alat yang mendukung perdagangan internasional, bukan sebagai hambatan,โ€ tutup Haikal.

Sumber: BPJPH

Bank Dunia Setujui Pendanaan Rp2,3 Triliun untuk Pemulihan Sektor Kelistrikan Suriah

DAMASKUS (jurnalislam.com)โ€“ Bank Dunia telah menyetujui pendanaan sebesar 146 juta dolar AS atau sekitar Rp2,3 triliun untuk mendukung pemulihan sektor kelistrikan di Suriah, yang selama bertahun-tahun terdampak konflik berkepanjangan.

Dalam pernyataan resminya pada Kamis (26/6/2025), seperti dikutip dari Anadolu Ajansi, Bank Dunia menyebut program bertajuk Syrian Emergency Electricity Project (SEEP) tersebut bertujuan merehabilitasi jaringan transmisi dan gardu induk yang rusak. Selain itu, proyek ini juga mencakup bantuan teknis untuk pengembangan sektor kelistrikan serta peningkatan kapasitas kelembagaan terkait.

“Di antara kebutuhan rekonstruksi Suriah yang mendesak, rehabilitasi sektor kelistrikan merupakan investasi penting yang tak akan disesali. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, mempercepat kembalinya para pengungsi dan pengungsi internal, serta memungkinkan layanan publik seperti air dan kesehatan kembali berjalan,” kata Direktur Bank Dunia untuk Kawasan Timur Tengah, Jean-Christophe Carret.

Carret menambahkan, proyek ini menjadi langkah awal dari rencana dukungan jangka panjang Bank Dunia terhadap Suriah dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali.

Sementara itu, Menteri Keuangan Suriah, Yisr Barnieh, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai listrik merupakan infrastruktur vital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, serta pemulihan kehidupan sosial masyarakat.

โ€œIni adalah proyek pertama Bank Dunia di Suriah dalam hampir empat dekade terakhir. Kami berharap hal ini menjadi landasan menuju kerja sama yang lebih luas dan terstruktur dalam mendukung pemulihan jangka panjang Suriah,โ€ ujar Barnieh.

Sebagai bagian dari upaya revitalisasi sektor energi, pemerintah Suriah juga dilaporkan telah menandatangani perjanjian dengan konsorsium internasional, yang melibatkan perusahaan-perusahaan dari Turki, Amerika Serikat, dan Qatar, untuk pembangunan pembangkit listrik baru di sejumlah wilayah.

Sejak meletusnya konflik lebih dari satu dekade lalu, infrastruktur energi Suriah mengalami kerusakan parah. Banyak wilayah di negara tersebut hanya mendapat pasokan listrik selama beberapa jam per hari, yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan layanan publik. (Bahry)

Sumber: AA