Berita Terkini

Inggris Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Suriah, Janjikan Bantuan Rp2,1 Triliun

DAMASKUS (jurnalislam.com)— Pemerintah Inggris resmi mengumumkan pemulihan hubungan diplomatik dengan Suriah setelah lebih dari satu dekade hubungan membeku akibat perang yang melanda negara tersebut. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, ke Damaskus, Sabtu (5/7/2025).

Dalam kunjungan bersejarah tersebut yang menjadi kunjungan pertama oleh seorang menteri luar negeri Inggris dalam 14 tahun terakhir Lammy mengumumkan komitmen bantuan senilai 94,5 juta pound sterling atau setara Rp2,1 triliun untuk mendukung pemulihan Suriah.

“Ada harapan baru bagi rakyat Suriah,” ujar Lammy dalam pernyataan resminya.

“Adalah kepentingan kami untuk mendukung pemerintah baru dalam memenuhi komitmen mereka membangun masa depan yang stabil, lebih aman, dan sejahtera bagi seluruh warga Suriah.” Imbuhnya.

Paket bantuan tersebut akan difokuskan untuk bantuan kemanusiaan mendesak serta pengembangan jangka panjang di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Inggris menilai bahwa stabilitas Suriah akan berdampak langsung pada pengurangan migrasi tidak teratur, penghancuran senjata kimia, dan penanganan ancaman terorisme global.

Dalam kunjungannya, Lammy juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Hassan al-Shaibani serta Presiden Ahmed al-Sharaa. Dalam pertemuan tersebut, Lammy menegaskan pentingnya proses transisi politik yang inklusif dan representatif di Suriah serta menyampaikan dukungan berkelanjutan dari Inggris.

Langkah ini menyusul keputusan Amerika Serikat beberapa hari sebelumnya, di mana Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengakhiri program sanksi terhadap Suriah, sekaligus membuka kembali akses negara itu ke sistem keuangan internasional.

Sebagai bagian dari normalisasi, Inggris juga telah melonggarkan sanksinya terhadap Suriah sejak April lalu, termasuk mencairkan aset Bank Sentral Suriah dan 23 entitas lainnya seperti bank dan perusahaan minyak, guna mendorong arus investasi asing. Namun, Inggris tetap mempertahankan sanksi yang ditujukan kepada anggota rezim sebelumnya. (Bahry).

Sumber: Alarabiya

Mencari Roti di Tengah Peluru, Kisah Abu Laban di Bawah Blokade Zionis

GAZA (jurnalislam.com)- Di tengah reruntuhan Gaza yang porak-poranda dan malam yang menggigit sunyi, seorang ayah Palestina mengambil keputusan yang mungkin menjadi penentu antara hidup dan mati. Majid Abu Laban, seorang pria yang telah kehilangan lebih dari sekadar rasa aman, memeluk tekad yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang kelaparan.

“Saya terpaksa pergi ke pusat distribusi bantuan hanya karena anak-anak saya tidak makan selama tiga hari berturut-turut,” katanya lirih, suaranya serak saat berbicara kepada Al Jazeera pada Sabtu (5/7/2025).

Di rumah yang tak lagi memiliki dinding lengkap, Abu Laban dan istrinya telah mencoba segala cara untuk menenangkan perut kosong anak-anak mereka. Mereka menyusun kebohongan kecil yang menyakitkan demi menahan tangis, menipu waktu dengan harapan.

“Kami mencoba menipu anak-anak kami dengan segala cara, tetapi mereka kelaparan,” ungkapnya, mengisahkan kepedihan yang bahkan kata-kata pun sulit menampung.

Akhirnya, saat malam merayap dan Gaza terbungkus dalam kesenyapan penuh kecemasan, Abu Laban mengambil keputusan besar. “Jadi saya memutuskan untuk mempertaruhkan nyawa saya dan menuju [titik distribusi bantuan] di Netzarim,” katanya, menyebut nama koridor militer yang dibentuk oleh Israel di selatan Kota Gaza tempat di mana bantuan dan bahaya bertemu dalam garis yang kabur.

Ia berjalan dalam gelap, membawa harapan kecil dalam dada yang perih. Hanya ingin membawa pulang sebungkus makanan, hanya ingin melihat anak-anaknya makan dan tertidur tanpa rengekan lapar.

“Saya menempuh jalan pada tengah malam dengan harapan mendapatkan makanan. Saat orang banyak berbondong-bondong masuk, pasukan Israel menembakkan peluru artileri ke arah kami. Dalam kekacauan itu, semua orang hanya berusaha bertahan hidup.”

Di antara teriakan dan debu, tubuh Abu Laban terhempas. Ia terluka, tapi bukan itu yang paling menyakitkan. Yang lebih mengiris adalah kenyataan bahwa untuk mendapatkan sepotong roti, rakyat Gaza harus menukar nyawa.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat pada Sabtu (5/7), sedikitnya 743 warga Palestina tewas dan lebih dari 4.891 lainnya terluka saat mencari bantuan di lokasi distribusi Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF). (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Kementerian Kesehatan Gaza: 743 Warga Tewas Saat Cari Bantuan, GHF Dikecam

GAZA (jurnalislam.com)- Lebih dari 700 warga Palestina dilaporkan tewas saat mencoba mendapatkan bantuan makanan di Jalur Gaza dalam beberapa pekan terakhir. Angka tersebut diungkap Kementerian Kesehatan Gaza pada Sabtu (5/7/2025), dan memicu gelombang kecaman internasional terhadap operasi distribusi bantuan oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Kesehatan menyebut sedikitnya 743 warga Palestina meninggal dunia dan 4.891 lainnya luka-luka saat mengantre di titik distribusi bantuan milik GHF. Organisasi ini mulai beroperasi di wilayah Gaza yang terkepung pada akhir Mei 2025.

“Ini adalah tragedi besar dan jumlah korban tersebut masih merupakan angka konservatif dari kenyataan di lapangan,” ujar Hani Mahmoud, koresponden Al Jazeera di Kota Gaza.

Mahmoud melaporkan bahwa warga Palestina menghadapi situasi putus asa di tengah blokade Israel yang telah melumpuhkan pasokan makanan, air, dan bantuan kemanusiaan.

“Orang-orang kelaparan. Banyak keluarga tidak makan selama berhari-hari. Para ibu rela tidak makan demi memberi anak-anak mereka sedikit makanan yang tersisa,” tambahnya.

Sebuah laporan investigasi dari kantor berita The Associated Press (AP) awal pekan ini juga memperkuat tuduhan terhadap GHF. Dalam laporan itu, dua kontraktor asal Amerika Serikat mengungkap bahwa amunisi aktif dan granat kejut telah digunakan untuk menghalau warga sipil Palestina yang berusaha mengakses bantuan.

“Staf bersenjata lengkap tampaknya bertindak sesuka hati di lapangan,” ujar salah satu kontraktor kepada AP.

GHF menanggapi laporan tersebut dengan menyebutnya “salah kategori”, dan menyatakan bahwa mereka memprioritaskan keselamatan di semua lokasi distribusinya.

Meski demikian, GHF diketahui mendapat dukungan penuh dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pada Rabu (2/7), juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyebut GHF sebagai “satu-satunya entitas yang mengirimkan makanan dan bantuan ke Jalur Gaza”.

Pemerintah AS juga telah menjanjikan dana sebesar 30 juta dolar AS (sekitar Rp489 miliar) untuk mendukung operasi GHF. Pada Sabtu (5/7), GHF melaporkan bahwa dua staf asal Amerika terluka akibat lemparan granat di lokasi distribusi mereka di Khan Younis, Gaza selatan. Keduanya dikabarkan dalam kondisi stabil setelah menerima perawatan medis.

Namun, belum ada informasi jelas mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Sejumlah organisasi kemanusiaan dan HAM internasional menuntut penutupan segera operasi GHF, yang dinilai telah menciptakan zona militer berbahaya bagi dua juta warga Gaza yang sedang menghadapi krisis pangan akut.

Amnesty International menyebut skema bantuan GHF sebagai “operasi militer yang tidak manusiawi dan mematikan”.

“Bukti-bukti dari korban dan saksi mata yang dihimpun Amnesty menunjukkan bahwa GHF hanyalah instrumen lain dalam genosida Israel terhadap rakyat Palestina, yang dikemas seolah-olah sebagai misi kemanusiaan,” demikian pernyataan resmi Amnesty.

Meskipun menghadapi risiko tinggi, sebagian besar warga Gaza mengaku tidak memiliki pilihan lain untuk bertahan hidup. Blokade yang diberlakukan Israel telah membuat warga sangat tergantung pada bantuan, termasuk dari GHF yang kini menjadi kontroversial. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Polisi Tangkap Puluhan Demonstran Pendukung Palestine Action di London

LONDON (jurnalislam.com)— Kepolisian Metropolitan London menangkap lebih dari 20 orang pengunjuk rasa yang diduga melanggar Undang-Undang Terorisme 2000, usai menyatakan dukungan terhadap kelompok aktivis Palestine Action yang resmi dilarang oleh pemerintah Inggris sejak Jumat tengah malam (4/7/2025).

“Petugas telah menangkap lebih dari 20 orang atas dugaan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Terorisme tahun 2000. Mereka telah ditahan. Palestine Action adalah kelompok terlarang dan petugas akan bertindak jika terjadi pelanggaran pidana,” demikian pernyataan resmi Kepolisian Metropolitan melalui akun X pada Sabtu (5/7).

Dalam siaran pers terpisah, kelompok kampanye Defend Our Juries menyebut sebanyak 27 orang telah ditangkap, termasuk seorang pendeta dan sejumlah tenaga medis profesional. Mereka ditangkap karena memegang plakat bertuliskan: “Saya menentang genosida. Saya mendukung Palestine Action.”

Penangkapan tersebut memicu reaksi keras dari pejalan kaki dan pendukung yang berada di lokasi aksi. Sejumlah massa meneriakkan slogan seperti, “Polisi, kalian adalah boneka negara Zionis” dan “Biarkan mereka sendiri.” Sementara lainnya berteriak, “Siapa yang kalian lindungi? Siapa yang kalian layani?” serta “Polisi Inggris, menjauhlah dari jalan-jalan kami.”

Dalam insiden tersebut juga terdengar yel-yel pro-Palestina seperti, “Dari sungai ke laut, Palestina akan bebas.”

Kepolisian sebelumnya telah mengeluarkan peringatan bahwa menyatakan dukungan terhadap Palestine Action, termasuk meneriakkan yel-yel, mengenakan atribut, atau memajang simbol-simbol kelompok tersebut, akan dianggap sebagai pelanggaran hukum.

Seorang juru bicara dari Defend Our Juries menyampaikan kritik tajam terhadap langkah aparat.

“Kami memuji polisi Kontra Terorisme atas tindakan tegas mereka dalam melindungi warga London dari beberapa tanda kardus yang menentang genosida di Gaza dan menyatakan dukungan bagi mereka yang mengambil tindakan untuk mencegahnya,” sindirnya.

Palestine Action sendiri telah mengutuk keputusan pelarangan ini sebagai bentuk serangan terhadap kebebasan berbicara.

Larangan tersebut menjadikan keanggotaan atau dukungan terhadap kelompok ini sebagai tindakan kriminal, dengan ancaman hukuman penjara hingga 14 tahun.

Sebelumnya, empat aktivis Palestine Action telah ditahan pada Kamis (3/7) setelah menghadiri persidangan terkait aksi mereka yang menyemprot dua pesawat di sebuah pangkalan dengan cat merah. Aksi tersebut menyebabkan kerugian senilai 7 juta poundsterling atau sekitar 9,55 juta dolar AS.

Penetapan Palestine Action sebagai organisasi terlarang dilakukan oleh Pemerintah Inggris berdasarkan Undang-Undang Terorisme 2000 (Terrorism Act 2000). Keputusan pelarangan ini disahkan dan mulai berlaku secara resmi pada Jumat tengah malam, 4 Juli 2025. Dengan pemberlakuan aturan ini, segala bentuk keanggotaan, dukungan, atau promosi terhadap kelompok tersebut baik secara verbal, simbolik, maupun dalam bentuk aksi dianggap sebagai tindak pidana serius dengan ancaman hukuman maksimal hingga 14 tahun penjara. (Bahry)

Sumber: Al jazeera

Permukiman Israel di Tepi Barat Meningkat 40%, Tanah Palestina Dirampas dan Rumah Warga Digusur

YERUSALEM (jurnalislam.com)– Serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki mengalami lonjakan tajam, bersamaan dengan peningkatan signifikan dalam pembangunan pos-pos terdepan permukiman. Media Israel, Channel 12, melaporkan pada Jumat (4/7/2025) bahwa sejak pemerintahan Benjamin Netanyahu terbentuk pada akhir 2022, pembangunan permukiman di wilayah tersebut mengalami “ledakan” besar-besaran.

Menurut laporan tersebut, jumlah permukiman di Tepi Barat meningkat dari 128 menjadi 178—setara dengan kenaikan sekitar 40 persen. Peningkatan ini disertai dengan pembongkaran rumah-rumah warga Palestina dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Laporan ini muncul dua hari setelah 14 menteri dari Partai Likud—termasuk Ketua Knesset Amir Ohana—menandatangani surat yang mendesak Netanyahu untuk segera mencaplok wilayah Tepi Barat secara resmi.

Meskipun Tel Aviv umumnya tidak terlalu menanggapi serangan pemukim terhadap warga Palestina, serangan terbaru yang juga menyasar tentara dan aparat keamanan Israel memicu kekhawatiran di kalangan elit politik negeri tersebut.

Pada 28 Juni lalu, tiga warga Palestina dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka-luka dalam serangan brutal oleh pemukim Israel di Kafr Malik, wilayah Tepi Barat bagian tengah.

Channel 12 mencatat bahwa pembangunan permukiman baru, penguatan pos-pos terdepan ilegal, pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan, serta pembongkaran besar-besaran bangunan milik warga Palestina merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat dominasi Yahudi di wilayah tersebut. Langkah ini dinilai sebagai upaya menghapus kemungkinan solusi dua negara.

“Belum pernah ada pemerintahan yang mendorong pembangunan permukiman sebesar ini,” kata Meir Deutsch, CEO kelompok sayap kanan Regavim, seperti dikutip oleh Channel 12. Ia menambahkan bahwa Israel kini mengelola wilayah Yudea dan Samaria layaknya ‘pemilik rumah’ untuk pertama kalinya sejak negara itu berdiri pada 1948.

𝗟𝗼𝗻𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗼𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗺𝘂𝗸𝗶𝗺𝗮𝗻

Channel 12 mencatat bahwa sedikitnya 50 permukiman baru diumumkan sejak pemerintahan Netanyahu berkuasa. Dari jumlah itu, 19 permukiman sebelumnya sudah eksis namun belum diakui, tujuh lainnya berupa peternakan penggembalaan, 14 berupa lingkungan dalam permukiman, dan 10 hanya eksis di atas peta tanpa pembangunan fisik.

Selain pembangunan permukiman baru, aktivitas pembangunan di permukiman yang sudah ada juga mencetak rekor tertinggi dalam dua setengah tahun terakhir, khususnya sejak awal 2025.

Tercatat, sebanyak 41.709 unit rumah pemukim telah disetujui untuk dibangun, melebihi jumlah yang disetujui dalam enam tahun sebelum pemerintahan Netanyahu.

Pada akhir 2024, jumlah pos terdepan ilegal di Tepi Barat mencapai 214 unit. Sebanyak 66 di antaranya didirikan selama agresi Israel di Gaza yang oleh berbagai pihak disebut sebagai genosida.

Dalam dua tahun pertama pemerintahan Netanyahu, pembangunan pos terdepan meningkat hingga 300 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Mayoritas pos terdepan yang didirikan merupakan pos pertanian yang mencakup lahan penggembalaan luas, dengan total wilayah mencapai sekitar 787 kilometer persegi, sebagian besar berada di bagian tengah dan timur Tepi Barat.

Channel 12 juga mengungkapkan bahwa ledakan pembangunan ini berjalan seiring dengan peningkatan jumlah pemukim ilegal. Antara tahun 2013 hingga 2023, populasi pemukim di Tepi Barat meningkat sebesar 38 persen dari 374.000 menjadi 517.000 jiwa, berdasarkan data Dewan Pemukiman Tepi Barat, Yesha.

Apa yang disebut sebagai “pos terdepan permukiman” merujuk pada permukiman kecil yang didirikan pemukim Israel secara ilegal di wilayah Palestina, terutama di Tepi Barat. Meskipun tidak mendapat izin resmi dari pemerintah Israel, pos-pos ini sering dibiarkan tumbuh, dilindungi militer, bahkan pada akhirnya dilegalkan secara bertahap. Strategi ini menjadi cara efektif bagi Israel untuk memperluas kontrol atas tanah Palestina, mempersempit wilayah yang tersisa bagi rakyat Palestina, dan secara de facto menghalangi terwujudnya solusi dua negara. (Bahry)

Sumber: AA

Pasukan Israel Lakukan Operasi Militer Darat di Suriah Selatan dan Dekat Damaskus

DAMASKUS (jurnalislam.com)– Ketegangan di kawasan Suriah selatan kembali meningkat setelah pasukan Israel melancarkan serangkaian operasi militer darat dalam beberapa hari terakhir. Serangan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk provinsi Daraa, Quneitra, dan pedesaan Damaskus.

Menurut laporan Horan Free Gathering yang dikutip Shafaq News pada Jumat (4/7/2025), enam kendaraan militer Israel dilaporkan memasuki desa Saysoun di wilayah Cekungan Yarmouk, sebelah barat provinsi Daraa. Unit militer lainnya juga terlihat memasuki bekas fasilitas militer Suriah yang sebelumnya digunakan oleh Brigade ke-112 di dekat Ain Dhikr.

Sementara itu, laporan terpisah dari The Cradle menyebutkan bahwa pada 3 Juli malam, pasukan khusus Israel melakukan operasi pendaratan dengan menggunakan tiga helikopter di wilayah Yaafour, sekitar 10 kilometer dari pusat kota Damaskus. Target operasi adalah sebuah lokasi yang sebelumnya digunakan oleh Garda Republik Suriah.

“Operasi pencarian berlangsung selama lima jam sebelum pasukan kembali dievakuasi menggunakan helikopter,” kata sumber lokal kepada saluran berita Al Mayadeen.

Secara bersamaan, pasukan Israel juga dikabarkan menyerbu Rakhlah di pedesaan Damaskus bagian barat serta memperluas kehadiran mereka di Ayn Dhakar, juga di wilayah Cekungan Yarmouk.

Selain itu, pada 2 Juli lalu, tiga warga sipil dilaporkan sempat ditahan oleh pasukan Israel di wilayah pertanian al-Basali, provinsi Quneitra. Mereka dituduh memiliki afiliasi dengan kelompok yang pro-Iran namun kemudian dibebaskan setelah beberapa jam penahanan.

Serangan dan operasi Israel di wilayah Suriah selatan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Targetnya meliputi lokasi-lokasi militer dan daerah sekitar zona pelepasan antara Israel dan Suriah, yang dikenal sebagai buffer zone. Aktivitas militer ini disebut menghambat proses rekonstruksi lokal serta memperluas kendali militer Israel di wilayah tersebut.

Menurut laporan Al-Akhbar yang dikutip The Cradle, pasukan Israel juga dilaporkan telah mendirikan pangkalan militer baru di Bukit al-Ahmar Timur, provinsi Quneitra. Lokasi ini berdekatan dengan pangkalan Israel lain yang telah lebih dulu dibangun di sisi barat bukit yang sama. Sumber setempat menyebut pangkalan tersebut tengah diubah menjadi pusat operasi utama pasukan Israel di kawasan tersebut.

Perluasan aktivitas militer Israel ini terjadi di tengah laporan tentang adanya komunikasi langsung antara Tel Aviv dan Damaskus. Penasihat Keamanan Nasional Israel, Tzachi Hanegbi, mengonfirmasi kepada Israel Hayom bahwa pihaknya terlibat dalam komunikasi harian dengan otoritas sementara Suriah, dengan tujuan mengeksplorasi kemungkinan normalisasi hubungan.

Hanegbi bahkan menyatakan dirinya secara pribadi memimpin pembicaraan “di semua tingkatan” dengan pejabat politik Suriah. Menurut media Israel, pertemuan antara Presiden sementara Suriah Ahmad al-Sharaa dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang dipertimbangkan untuk digelar di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB mendatang di New York.

Namun, pemerintah Suriah membantah keterlibatan dalam negosiasi langsung, dan menyebut komunikasi tersebut sebagai tidak langsung melalui pihak ketiga.

Sumber: Shafaq, Cradle

MUI Jatim Soroti Fenomena Sound Horeg: Mengganggu dan Berpotensi Dilarang

SURABAYA (jurnalislam.com)— Fenomena penggunaan sound horeg kembali menjadi sorotan publik di Jawa Timur. Salah satu pondok pesantren di Pasuruan bahkan telah mengeluarkan fatwa haram terhadap penggunaan perangkat suara berkekuatan tinggi tersebut, baik dalam acara hiburan maupun aksi unjuk rasa di jalanan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, menyampaikan dukungannya terhadap pelarangan sound horeg. Menurutnya, alat ini telah menimbulkan keresahan dan gangguan yang nyata di tengah masyarakat.

“Di MUI Jatim, pernah ada kasus serupa, yakni takbiran yang diiringi musik dan menggunakan sound horeg. Itu kami tidak perkenankan,” ujar KH Ma’ruf saat dikonfirmasi pada Selasa (1/7/2025).

Ia menambahkan, bukan hanya dalam konteks takbiran, namun penyalahgunaan sound horeg dalam kegiatan non-keagamaan seperti hiburan malam, musik keras di jalanan, bahkan konvoi, telah mengganggu ketenangan masyarakat.

“Ini bukan lagi takbiran isinya, tapi disko, musik keras yang ketika lewat di depan rumah orang sakit pasti sangat mengganggu. Lewat depan pondok pesantren atau sekolah, sementara ada kiai sedang ngaji atau guru sedang mengajar, itu juga pasti sangat terganggu,” tegasnya.

Meskipun hingga saat ini MUI Jatim belum secara resmi mengeluarkan fatwa haram terhadap sound horeg, KH Ma’ruf tidak menutup kemungkinan akan dibahas dan diterbitkan jika ada pihak yang mengajukan secara resmi.

“Kalau ada pihak yang mengajukan, tentu akan kami bahas. Karena dampaknya memang cukup besar bagi ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.

Ia bahkan mengibaratkan pelaku atau penikmat sound horeg seperti pecandu rokok, tahu membahayakan dan dilarang, tetapi tetap dilakukan.

“Bagi penikmatnya tentu menyenangkan, tapi kalau ditanya ke dokter, pasti akan dilarang. Ini sama. Ketika MUI menyampaikan pelarangan, pasti yang terbiasa akan menolak,” jelasnya.

KH Ma’ruf menegaskan, sound horeg adalah persoalan yang nyata membawa dampak negatif bagi lingkungan. Karena itu, MUI Jatim sangat mendukung pelarangan penggunaannya di ruang publik.

Ia pun mengimbau masyarakat yang ingin menikmati musik agar tidak mengganggu orang lain.

“Silakan pakai headset, dinikmati sendiri. Jangan sampai orang lain ikut terganggu,” pungkasnya.

Sumber: muijatim

English Camp SD Muhammadiyah Palur Asah Kemampuan Speaking Siswa

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Bahasa Inggris adalah salah satu keterampilan yang sangat penting di era globalisasi. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris. SD Muhammadiyah menggelar kegiatan English Camp selama empat hari, yaitu hari Senin-Kamis, 30 Juni-3 Juli 2025 bertempat di Ar Rohman English Center, Pare Kediri.

Kegiatan English Camp diikuti oleh 24 siswa dari berbagai tingkat kelas yakni kelas tiga sampai kelas lima.

Kepala SD Muhammadiyah Palur, Noor Afifah Rachmawati, menyampaikan kata sambutan saat melepas keberangkatan siswa. Beliau berpesan agar para siswa mengikuti kegiatan ini dengan serius dan tanggung jawab.

“Jangan takut salah ketika saat kalian bicara bahasa Inggris. Asalkan kalian punya kemauan dan tekad yang kuat untuk terus berlatih komunikasi bahasa Inggris dan perbanyak kosakata,” ucapnya.

English Camp bertujuan mengasah kemahiran berbahasa Inggris siswa.secara lisan, dalam suasana pembelajaran asyik dan menyenangkan.

Pasalnya, untuk mengikuti kegiatan ini diperlukan motivasi dan antusiasme belajar Bahasa Inggris yang tinggi.

Kegiatan ini melibatkan berbagai aktivitas yang dirancang untuk melatih keterampilan berbicara (speaking), mendengar (listening), membaca (reading), dan menambah kosa kata ( vocabulary ). Selain itu, siswa juga diajak untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre test untuk mengetahui kemampuan awal speaking dan vocab anak.

Materi pembelajaran yang disampaikan adalah English Morning, Speaking Class, Vocaulary, mini games di ruang ruang terbuka. Untuk mengaplikasikan kemampuan speaking, anak-anak harus melakukan talking with stranger sambil menikmati hiburan di pasar senja.

Selain belajar, para tentor juga melaksanakan peran parenting dalam mendampingi kegiatan harian siswa. Seperti sholat baik fardhu maupun sunnah, makan, olah raga dan pengaturan waktu istirahat anak anak.

Kegiatan English Camp ditutup dengan post test untuk mengetahui capaian anak selama kegiatan berlangsung empat hari.
Setelah post test, dilaksanakan farewell party yang menampilkan unjuk kebolehan peserta mulai dari MC, dirigen, tilawah tiga bahasa, speech performance, dan song together. Setiap anak terlibat dalam farewell party ini.

Empat hari tidak terasa dalam berburu ilmu dan menambah pengetahuan, semoga kegiatan ini bisa menambah pengalaman dan ketrampilan siswa. Dan kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkala serta menjadi program rutin SD Muhammadiyah Palur.

255 Peserta Ikuti Mukhoyam Al-Qur’an JSIT Jateng di Ponpes Nurul Islam Tengaran

SEMARANG (jurnalislam.com)– JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Mukhoyam Al-Qur’an pada Jumat–Minggu, (4–6/7/2025), bertempat di Kompleks Pondok Pesantren Nurul Islam Tengaran, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh 255 peserta dari berbagai Sekolah Islam Terpadu se-Jawa Tengah, dengan semangat membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan pendidikan.

Sekretaris JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai ruh utama dalam pendidikan.

“Ruh dari Sekolah Islam Terpadu adalah Al-Qur’an. Al-Qur’anlah yang membuat sekolah menjadi tempat yang tenang dan nyaman. Kalau di rumah ada istilah baiti jannati, maka di sekolah madrasati jannati, karena adanya Al-Qur’an,” ungkap Hananto.

Ketua Tim Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an (TP2Q) JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Nanang Kosim Al Hafidz, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melahirkan generasi Qur’ani.

“Dengan Al-Qur’an, akan lahir generasi terbaik yang dibutuhkan umat dan bangsa,” ujar Nanang.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan, Majelis Pertimbangan Pondok Pesantren Nurul Islam Tengaran, Muh. Haris, yang juga merupakan Anggota Komisi IX DPR RI. Ia menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan bahwa kehadiran para peserta membawa berkah bagi pesantren.

“Jagalah Al-Qur’an, ajarkan kepada masyarakat, karena itulah warisan terbaik Rasulullah,” pesannya.

Kegiatan mukhoyam ini diawali dengan taujih dan motivasi dari KH Abdul Aziz Abdur Rauf Al Hafidz, Pembina Badan Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an (BP2Q) JSIT Indonesia pusat. Dalam tausiahnya, beliau menekankan pentingnya keistiqomahan dalam mendidik dan mendampingi generasi Al-Qur’an.

“Istiqomahlah dalam kebaikan. Tua bersama Al-Qur’an adalah kemuliaan yang luar biasa,” nasihat beliau.

Dengan penuh semangat dan kebersamaan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan mukhoyam yang terdiri dari pembinaan, tilawah, murojaah, hingga penguatan metodologi pembelajaran Al-Qur’an, sebagai bekal menjadi guru Qur’an yang unggul dan inspiratif di sekolah masing-masing.

Kyiv Digempur Drone Rusia Sepanjang Malam, 14 Orang Terluka dan Infrastruktur Kereta Api Rusak

KYIV (jurnalislam.com)— Ibu kota Ukraina, Kyiv, digempur serangan drone Rusia selama lebih dari delapan jam pada Jumat dini hari (4/7/2025), melukai sedikitnya 14 orang serta menyebabkan kebakaran di sejumlah bangunan dan kendaraan. Serangan ini juga merusak infrastruktur kereta api, demikian disampaikan otoritas setempat.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, dalam pernyataannya di Telegram menyebutkan bahwa 12 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit. Kerusakan tercatat terjadi di enam dari 10 distrik kota yang terletak di kedua sisi Sungai Dnipro. Puing-puing drone yang jatuh menyebabkan kebakaran di sebuah fasilitas medis di distrik Holosiivskyi.

“Kyiv kembali menghadapi malam yang sangat sulit. Serangan berlangsung lama dan luas,” kata Klitschko.

Ini merupakan salah satu serangan udara terbesar yang menargetkan Kyiv dalam beberapa pekan terakhir, di tengah meningkatnya frekuensi dan intensitas serangan Rusia. Kota berpenduduk sekitar tiga juta jiwa itu telah beberapa kali menjadi sasaran serangan paling mematikan sejak awal invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

𝗜𝗻𝗳𝗿𝗮𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗞𝗲𝗿𝗲𝘁𝗮 𝗔𝗽𝗶 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸

Perusahaan kereta api milik negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, melaporkan bahwa serangan tersebut merusak jaringan kereta api di Kyiv. Sejumlah layanan penumpang terpaksa dialihkan dan mengalami penundaan.

Saksi mata Reuters di Kyiv melaporkan mendengar ledakan beruntun dan tembakan senjata antipesawat saat sistem pertahanan udara Ukraina berupaya menembak jatuh drone Rusia yang memenuhi langit kota.

Kepala administrasi militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan bahwa sebagian besar target yang diserang adalah area permukiman.

“Serangan ini tak kunjung henti. Jumlah target di atas Kyiv sangat banyak,” ujarnya di Telegram.

“Kami terus berupaya menembak jatuh drone musuh di seluruh distrik.” sambungnya.

𝗞𝗲𝘁𝗲𝗴𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗽𝗹𝗼𝗺𝗮𝘁𝗶𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗻𝗱𝗮𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗔𝗦

Di sisi diplomatik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan via telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis tidak menghasilkan kemajuan signifikan untuk mengakhiri perang. Sementara Kremlin kembali menegaskan bahwa mereka akan terus berupaya menyelesaikan “akar penyebab” konflik.

Langkah Washington awal pekan ini untuk menangguhkan sebagian pengiriman senjata ke Ukraina menimbulkan kekhawatiran di Kyiv. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa dirinya berharap dapat berbicara langsung dengan Trump pada Jumat untuk membahas kelanjutan dukungan militer dari AS.

Baik Rusia maupun Ukraina sama-sama membantah menargetkan warga sipil secara sengaja dalam konflik ini. Namun, sejak awal invasi besar-besaran pada 2022, ribuan warga sipil telah menjadi korban dalam perang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. (Bahry)

Sumber: Alarabiya