Berita Terkini

Muslim Cinta Masjid Soloraya Gelar Takbir Keliling

SOLO(jurnalislam.com)-Muslimin Cinta Masjid (MCM) Soloraya mengadakan takbir keliling dengan start di Stadion Sriwedari dilanjutkan dengan keliling kota Solo pada hari sabtu-ahad, (1-2/8/2020) malam.

Kegiatan takbir keliling yang diikuti ribuan warga tersebut sebagai bentuk syiar di hari raya idul adha sekaligus mensyukuri kembali difungsikannya sebagai Masjid Hagia Sophia.

“Takbir keliling ini tujuannya adalah untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan yang kedua adalah membesarkan nama Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bertakbir,” kata korlap aksi Bangun Mulya Wijaya kepada jurnalislam di sela sela kegiatan.

“Acara malam hari ini di ikuti dari jamaah masjid-masjid di kota Solo dan luar kota Solo, serta diikuti sekitar 1.000 lebih peserta,” imbuhnya.

Pantauan jurnalislam.com di lapangan, peserta tabir keliling didominasi peserta keluarga dengan mengendarai sepeda motor, mereka mengikuti truck komando yang melantunkan suara takbir sepanjang jalan yang dilewati.

Beberapa pesera juga membawa poster dan spanduk dukungan untuk Masjid Hagia Sophia dan beberapa bendera Negara Palestina.

Menurut Bangun, meskipun peserta berjumlah banyak, ia tetap menekankan kepada seluruh peserta untuk tetap mentaati protokol kesehatan dengan mengunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.

“Alhamdulillah dengan berjalannya takbir keliling kota Solo kita menekankan juga menegakkan akhlak dan adab sebagai seorang muslim dan juga mengikuti protokol covid 19 yaitu memakai masker,” ujarnya.

“Dan Alhamdulillah kita sangat bahagia sekali karena malam hari ini takbir keliling kota solo sukses karena rahmat Allah,” tandasnya.

Kontributor: Inox Barbarosa

Covid Melonjak, Pemkot Bogor Terapkan Pembatasan Kerja ASN

BOGOR(Jurnalislam.com) – Pemkot Bogor secara resmi kembali menerapkan pembatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kantor atau work from office (WFO) dan kegiatan perjalanan dinas terhitung mulai Selasa, 4 Agustus 2020.

Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran Nomor 800/2727-Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tentang Pengendalian Pelaksanaan Jam Kerja dan Kegiatan Perjalanan Dinas, menyusul angka kasus covid-19 di Kota Bogor terus mengalami lonjakan.

“Saya membaca situasinya semakin mengkhawatirkan. Covid-nya naik tetapi kekhawatirannya menurun, disiplin menurun ini sangat berbahaya. Oleh karena itu kita akan lebih menggencarkan tes swab covid-19 secara masif di semua klaster, tenaga kesehtan, terminal, stasiun dan pemukiman,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya, Senin (3/8/2020).

Sejauh ini, lanjut Bima, lonjakan kasus positif baru terjadi di klaster perkantoran, keluarga dan luar kota. Ini disebabkan masyarakat semakin abai alias tidak peduli dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Tidak mungkin klaster keluarga melonjak kalau semua yang merasa berisiko berhati-hati. Saya saja, alumni covid yang konon katanya sudah kebal, setiap pulang enggak pernah menyapa anak langsung ke kamar mandi bersih-bersih. Bisa mandi lima kali sehari,” ujarnya.

Terkait surat edaran, pembatasan WFO dan perjalanan dinas, Bima membenarkan dan telah ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat.

“Itu semua sudah sesuai dengan pedoman Surat Edaran Menpan RB Nomor 64/020 tentang Kegiatan Perjalanan Dinas Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru dan Surat Edaran Menpan RB Nomor 65 Tahun 2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Jam Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Instansi Pemerintah di Wilayah Jabodetabek dalam Tatanan Normal Baru,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Mengintip DD Farm, Mendulang Untung di Tengah Pandemi

SERANG(Jurnalislam.com) – Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian bagi masyarakat, bahkan tidak sedikit masyarakat ekonomi rendah begitu terpukul dengan adanya pandemi Covid-19.

Namun disisi lain ada hal yang menarik untuk di kupas, mengenai peternakan dengan sistem terintergrasi baik tersedia lahan pakan hingga pemberdayaan bagi masyarakat sekitar. Sudah berlangsung setahun lebih yang lalu, program sentra ternak ‘DD Farm’ yang terletak di Kampung Gowok Kepuh, Curug, Kota Serang, menyediakan sapi yang berjumlah 23 ekor  maupun doka (domba kambing) unggulan sejumlah 1.000 ekor.

 

“Program sentra ternak ‘DD Farm’ mempunyai beberapa keunggulan seperti ketersediaan pakan ternak yang cukup dengan bersumber olahan silase jagung yang berkualitas tanpa campuran kimia, serta dengan metode alami mulai penyacahan tanaman jagung, hingga pengendapan cacahan jagung selama kurang lebih satu minggu, setelah itu pakan siap dibagikan ke sapi. Untuk bahan tanaman jagung, kita peroleh dari ladang jagung dengan kerjasama masyarakat untuk mengelola lahan tidur, sehingga dapat dimanfaatkan secara bijak sementara untuk pakan kambing kami olah sendiri dengan bahan-bahan organik sehingga bobot kambing yang diharapkan tetap terjaga, selain itu di DD Farm terdapat pengolahan pupuk kompos yang terbuat dari kotoran ternak sekitar. Sehingga dengan hal itu limbah kotoran ternak akan mempunyai nilai ekonomi dan dapat menggerakkan roda ekonomi bagi para pekerja yang juga penerima manfaat di ‘DD Farm’,” ujar Iqbal Ketua THK DD Banten sembari pemilahan kambing untuk kebutuhan kurban, (Kamis, 30/07).

 

Berdiri di lahan wakaf produktif, program ‘DD Farm’ ini bertujuan mengajak masyarakat bahwa peternakan terintergrasi dapat menjadi skala prioritas utama dalam menggerakan roda ekonomi serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya dhuafa meskipun di tengah pandemi Covid-19. Pada ‘DD Farm’ ini tidak ada limbah ternak yang terbuang percuma, semua akan termanfaatkan sehingga dapat menjadi nilai ekonomi tambah bagi program ini.

 

“Alhamdulillah dengan adanya program sentra ternak teritergrasi ini meskipun di tengah pandemi Covid-19, tidak menurunkan antusias masyarakat untuk bertransaksi kurban di ‘DD Farm’ ini bisa kita lihat rata-rata kunjungan masyarakat ke sentra ternak bisa mencapai 150 orang per hari, bahkan sampai luar Banten turut datang untuk memilih hewan kurban dengan kualitas yang terbaik, mayoritas pengunjung selain dari Banten, seperti Jakarta dan Bandung. Berbeda di hari biasa yang rata-rata pengunjung hanya 50 orang saja,” lanjut Iqbal.

 

Di sisi lain peternakan terdapat pula pembiakan ternak untuk sistem keberlanjutan ternak di ‘DD Farm’ dan tingkat kebersihan hingga keperawatan hewan ternak tetap terjaga. Tidak hanya itu di lingkup DD Farm terdapat kebun pangan sebagai program ketahanan pangan untuk mencukupi kebutuhan pangan pekerja di ‘DD Farm’.

 

“Alhamdulillah dengan adanya ‘DD Farm’ ini, ekonomi saya bisa terbantu meski di tengah pandemi Covid-19, Saya dan keluarga bisa tercukupi untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Sanin di sela-sela pemberian pakan ternak sapi yang sudah tiga bulan digelutinya.

 

“ ‘DD Farm’ ini contoh peluang ekonomi yang siginifikan di tengah terpuruknya sendi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bahkan ini menjadi lahan bisnis ideal bagi masyarakat yang ingin bergelut di peternakan dalam membantu swasembada daging dan tidak perlu adanya import daging lagi,” tutup Iqbal

 

Optimalkan Kurban, Solopeduli Buka Layanan Online dan Offline 24 Jam

SOLO (Jurnalislam.com)- Solopeduli membuka layanan kurban hingga 24 jam. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan layanan dan mengoptimalkan donatur yang ingin berkurban diwaktu Idhul Adha dan hari tasyik, yakni dari tanggal 31 Juli hingga 3 Agustus 2020. Layanan dilakukan secara online maupun offline.

Adapun layanan offline dilakukan dengan tetap membuka layanan di kantor Solopeduli Pusat di Komplek Griya Smart di Jl Tentara Pelajar, Jetak, Bolon, Colomadu, Karanganyar.

Sementara pelayanan online dengan terus melayanan via online. Sedang kantor cabang di Surakarta, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Semarang, Jogjakarta, Bekasi dan kantor-kantor perwakilan dibeberapa kota di Jawa Tengah tetap dibuka dari 07.30-16.30 WIB, tetapi layanan online tetap dilakukan hingga 24 jam.

”Yang sudah-sudah permintaan kurban di waktu idhul adha maupun hari tasrik cukup tinggi, maka kami tetap buka layanan 24 jam selama 4 hari, dengan membuka layanan secara maksimal, kami berharap akan semakin banyak donatur yang ikut berkurban sehingga akan semakin banyak kaum dhuafa yang bisa menikmati manfaat hewan kurban,” terang Direktur Utama Solopeduli Sidik Anshori saat menyampaikan arahannya di Kantor Pusat Solopeduli pada rabu, (29/7/2020).

“Kami maksimalkan sedemikiannya karena waktu untuk penyembelihan hewan kurban terbatas hanya 4 hari, 1 hari idhul adha dan 3 hari tasyrik. 4 hari ini kami melayani donatur yang ingin berkurban, mendistribusikan kambing atau domba dan sapi, menyembelih dan memproseskan menjadi abon yang sapi. Jadi sangat padat waktu, tetapi sudah menjadi agenda tahunan SOLOPEDULI, Insyaallah Allah sudah terlatih dan amanah,” imbuh Sidik .

Solopeduli telah menyiapkan tim khusus untuk mengoptimalkan layanan kurban, baik tim yang bekerja di kantor pusat, di kantor cabang maupun di kantor perwakilan Solopeduli.

”Alhamdulillah semakin mendekati Idhul Adha permintaan kurban semakin banyak, walau kadang harus menerima telephone saat malam dan pagi sebelum berangkat ke kantor, saya tidak merasa terganggu, malah saya senang kalau ada yang menanyakan informasi kurban maupun permintaan kurban melalui Solopeduli,” ungkap salah satu pegawai Solopeduli Boyolali, Anis yang bertugas dibagian pelayanan.

Khutbah Id Masjid Kottabarat: Maksimalkan Ikhtiar Hadapi Covid-19

KOTTABARAT(Jurnalislam.com)–Ratusan jamaah memenuhi area Masjid Kottabarat untuk mengikuti pelaksanaan sholat Idul Adha 1441 H pada Jumat (31/7).

 

Tidak seperti biasa, para jamaah harus mengikuti protokol kesehatan ketat seperti pengecekan suhu tubuh, memakai hand sanitizer dan masker, dan menempati posisi sholat dengan menerapkan jaga jarak.

 

Heru Hadiyono selaku ketua panitia Idul Adha Masjid Kottabarat menyampaikan bahwa pelaksanaan sholat Idul Adha menerapkan protokol ketat kesehatan sesuai panduan pemerintah.

 

“Penerapan protokol kesehatan covid-19 ini bertujuan untuk menjaga jamaah yang mengikuti pelaksanaan sholat Idul Adha agar bisa khusyuk dan terhindar dari penularan covid-19. Kegiatan ini sudah kita simulasikan pada hari sebelumnya,” ungkapnya kepada media.

 

Terlihat jamaah masuk ke area Masjid dengan memakai masker. Bagi jamaah yang tidak memakai masker, panitia segera memberikan masker. Para jamaah menempati saf barisan sesuai dengan tanda garis hitam di lantai.

 

Sementara itu, Marpuji Ali selaku imam sholat sekaligus khotib mengingatkan kepada para jamaah agar bisa mengambil hikmah pelajaran dari adanya pandemi ini.

 

“Pandemi bisa memberi peringatan kepada kita bersama betapa dahsyatnya Allah SWT ketika mencabut nikmat-Nya, bukan hanya harta melainkan nyawa. Seluruh pergerakan ekonomi berhenti. Hal Itu menunjukkan kekuasaan Allah SWT. Allah maha besar dan hanya Allah yang patut dipuji hambanya,” jelasnya kepada jamaah.

 

Marpuji Ali pun mengajak jamaah untuk menjaga diri agar jangan sampai tertular penyakit covid 19. Caranya dengan berdoa kepada Allah SWT dan ikhtiar menjaga diri seperti makan makanan yang baik, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, pakai masker, dan jarak sholat diatur dengan jaga jarak.

 

“Sesuai dengan surat Al imronn 190 s.d. 191 bahwa orang beragama harus melaksanakan dzikir dan pikir. Antara dzikir dan pikir kita kombinasikan. Jagalah kekhusukan orang di samping kita,” paparnya.

 

Bendahara PP Muhammadiyah itu juga mengajak umat Islam untuk mencontoh keteladaan Nabi Irahim dan Nabi Ismail dalam ketaatan melaksanakan perintah Allah SWT. Sebagai seorang muslim, perintah apa yang diterima maka mari kita sama2 menaati.

 

DMI Anjurkan Shalat Id Digelar di Lapangan

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Ketua Dewan Masjid Indonesia, H Jusuf Kalla menganjurkan dalam pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha besok 10 Dzulhijjah dilaksanakan di lapangan terbuka. Hal ini untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Lapangan memang sering dianjurkan, karena COVID-19 itu lebih mudah teratasi di lapangan terbuka dibanding dengan masjid yang tertutup,” ujar JK sapaan akrabnya di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Asal, kata JK, dipenuhi syarat-syarat kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. “Jaga jarak yang sangat penting, pakai masker dan tentu cuci tangan dengan sabun. Itu semua adalah kemutlakan apabila kita ingin tentu selamat tetap beribadah dengan baik, tetap bertemu dengan teman-teman dan seluruh keluarga kita semuanya,” jelasnya.

JK juga mengatakan sebanyak 800 ribu masjid dan mushola akan melaksanakan Salat Idul Adha. Namun, ia menghimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan agar aman dan mencegah musibah yang lebih besar akibat COVID-19.

Sumber: sindonews.com

Menag: Boleh Shalat Id di Zona Aman dengan Protokol Ketat

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi menegaskan pelaksanaan Shalat Idul Adha boleh dilaksanakan di Masjid ataupun Lapangan untuk daerah-daerah yang aman dari penyebaran covid-19.

Fachrul mengatakan saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi wabah COVID-19. Setiap hari, katanya masih cukup banyak saudara kita yang dikonfirmasi positif COVID-19.

“Meskipun situasi saat ini sudah sedikit lebih baik dibanding saat Idul Fitri 1440 Hijriyah pada akhir bulan Mei lalu. Namun protokol kesehatan tetap harus kita taati dengan sebaik-baiknya,” ujar Fachrul di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Fachrul menuturkan dalam menyambut Idul Adha dan ibadah kurban tahun ini telah dikeluarkan panduan yang tertuang dalam surat edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 Hijriyah atau 2020 masehi menuju masyarakat produksi dan aman COVID-19.

“Pada prinsipnya Salat Idul Adha 1441 Hijriah sudah dapat kita lakukan di lapangan atau di masjid. Kecuali di tempat atau daerah tertentu yang enggak dibolehkan oleh pemerintah daerah atau Satuan Tugas COVID-19 karena alasan tidak aman COVID-19,” jelas Fachrul.

Selain itu, kata Fachrul, dalam pelaksanaan Salat Idul Adha juga harus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

sumber: sindonews.com

Perkantoran Jadi Klaster, Karyawan Diminta Tes Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta mengimbau kepada perusahaan atau perkantoran di Ibu Kota untuk melakukan pemeriksaan covid-19 terhadap karyawannya. Hal itu bertujuan untuk memutus mata rantai kluster baru penyebaran covid-19di perkantoran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, pemeriksaan rapid tes atau PCR atau dengan swab tes terhadap karyawan di perusahaan itu sebenarnya kewenangan perusahaan itu sendiri. Memang, kata dia belum ada ketentuan yang mengatur itu, namun sudah menjadi keharusan bagi pemilik perusahaan melindungi karyawannya dari virus Corona ini.

“Kami meminta perusahaan untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 terhadap karyawannya. Kita harus bersama sama melawan Covid-19 untuk meminimalisir penyebaran di perusahaan,” kata Andri Yansyah saat dihubungi, Kamis (30/7/2020).

Andri menjelaskan, apabila ada karyawan yang positif, perusahaan wajib menutup perusahaan selama tiga hari dan tidak boleh memotong hak karyawan positif tersebut. Selama penutupan lakukan penyemprotan disinfektan.

Apabila perusahaan tidak mampu melakukan pemeriksaan Covid-19 secara mandiri, Andri meminta perusahaan melaporkannya kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta. Nantinya, apabila benar tidak mampu akan difasilitasi oleh Dinas Kesehatan DKI.

“Kita lihat nanti apa benar perusahaan itu tidak mampu. Kalau tidak mampu ya kita fasilitasi ke dinas kesehatan,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.com

Satgas Covid: Idul Adha Momen  Disiplin dan Berbagi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo menegaskan Idul Adha harus dijadikan momentum untuk berdisiplin dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan agar tetap aman dari penyebaran Covid-19.

Doni mengatakan, besok umat Islam akan merayakan Idul Adha yang mengandung makna keikhlasan kepatuhan dan semangat berkurban dalam menjalankan perintah Allah SWT.

“Semangat keikhlasan, kepatuhan dan semangat berbagi ini, mungkin adalah hal yang sangat kita butuhkan dalam mengatasi krisis di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini,” kata Doni di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Doni pun mengatakan bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo selalu mengingatkan bahwa perjuangan kita dalam mengatasi pandemi Covid-19 belum selesai. “Ada dua hal besar yang saat ini sedang kita perkuat yakni aspek pencegahan mencakup penguatan kapasitas testing, tracing dan treatment, ditambah edukasi, sosialisasi dan komunikasi yang masif serta penyembuhan,” katanya.

“Hari Raya Idul Adha ini harus menjadi momentum untuk kita berdisiplin dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan,” tegas Doni.

Doni pun kembali mengingatkan bahwa selama pandemi Covid-19 berlangsung, pelaksanaan protokol kesehatan adalah harga mati. Kita harus benar-benar berdisiplin untuk menjaga diri, keluarga dan lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja agar tidak menjadi klaster-klaster baru penularan Covid-19.

Sumber: sindonews.com

Sambangi Polda Jateng, FUIS Desak Judi Togel Diberantas

SEMARANG(Jurnalislam.com)–Forum Umat Islam Semarang (FUIS) mendatangi Polda Jawa Tengah terkait maraknya Judi Togel yang menjamur untuk diberantas, karena hal itu merupakan tugas dan wewenang aparat kepolisian

 

“Judi kan bukan delik aduan, tapi delik pidana jadi jangan sampai kita sebagai masyarakat yang turun tangan, karena ini adalah kewenangan dari aparat kepolisian,” ucap Wahyu Kurniawan, Ketua FUIS saat audiensi di Mapolda Jateng, Jl Pahlawan, Semarang, Rabu (29/7/2020)

 

Iapun menyampaikan keprihatinan yang mendalam, ditemui di lapangan tidak hanya orang dewasa yang membeli nomor (togel) tapi juga anak-anak yang dengan uang sakunya bisa membeli tanpa ada perasaan takut

 

“Kami sangat prihatin, yang membeli nomor (togel) tidak hanya dilakukan orang dewasa saja, tapi anak-anak dengan uang dua ribu atau tiga ribu sudah bisa membelinya, hal tersebut sudah dianggap biasa tanpa takut dosa,” katanya

 

AKBP Budi Priyanto yang menjabat sebagai Wadirkrimum Polda Jateng saat menerima perwakilan dari FUIS menyampaikan bahwa pihaknya akan meneruskan keatasan dan melakukan penyelidikan terkait data perjudian yang disampaikan FUIS

 

“Ada masukan beberapa titik dari saudara akan kami lakukan penyelidikan dan kami laporkan ke komandan,” terangnya

 

Disamping itu, Ia juga menyampaikan data terkait pemberantasan Judi di Wilayah Jawa Tengah, diantaranya di Pati, Blora, Pekalongan sebanyak 62 pelaku sudah diamankan