Berita Terkini

Muhammadiyah Tawangharjo Buka Kantor Layanan Lazismu

GROBOGAN (jurnalislam.com)- Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kabupaten Grobogan membuka Kantor Layanan Lazismu di kecamatan Tawangharjo, rabu, (29/7/2020).

Kantor Lazismu tersebut diresmikan langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Grobogan resmikan Ir H Jati Purnomo, M.Si.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Grobogan Ir Jati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah kecamatan Tawangharjo yang sudah sukses membuka Kantor Layanan Lazismu di Kecamatan Tawangharjo.

“Dengan adanya kantor layanan lazismu ini ada 2 hal harapannya, pertama semakin besar penghimpunan baik Zakat, Infaq maupun Shadaqah dan yang kedua memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Tawangharjo untuk gemar berinfaq, gemar berzakat dan gemar ber shadaqah,” ungkapnya.

“Dengan ini semoga kebermanfaatan Lazismu di Kecamatan Tawangharjo bisa semakin luas dan di rasakan oleh segenap lapisan masyarakat,” imbuh Ir Jati.

Sementara Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tawangharjo Juwadi mengajak masyarakat untuk gemar dalam bersedekah, infak dan zakat.

Ia mengutip surat At-Taubah ayat 103 yang berbunyi ‘Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya, doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’.

“Semoga nantinya ada strategi dan program yang inovatif sehingga bisa memperbanyak perhimpunan di Kantor Layanan Lazismu Cabang Muhammadiyah Tawangharjo ini,” ungkapnya.

“Saya mengajak untuk seluruh warga masyarakat Tawangharjo khususnya warga Muhammadiyah Tawangharjo untuk menggelorakan gerakan berzakat, gerakan berinfaq dan bersadaqah di Lazismu,” sambung Juwadi.

Kegiatan peresmian tersebut juga dihadiri oleh Camat Tawangharjo, ketua MUI Kecamatan Tawangharjo, Kepala UPTD Kecamatan Tawangharjo, dan Kepala Kecamatan Puskesmas Tawangharjo.

90 Perkantoran DKI Jadi Klaster Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Tercatat sebanyak 90 perkantoran di DKI Jakarta jadi klaster corona. Total ada 459 karyawan yang positif COVID-19.

“Jadi kalau di DKI Jakarta sendiri sampai 28 Juli 2020 ditemukan 90 klaster dengan total kasus 459,” kata tim pakar Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah dalam siaran YouTube BNPB, Rabu (29/7/2020).

Seiring pemberlakuan masa transisi PSBB, klaster perkantoran mulai banyak yang bermunculan. Bahkan kalau dilihat dari angkanya, klaster perkantoran bertambah hampir 10 kali lipat selama masa transisi.

Berikut rincian klaster perkantoran:

Kementerian: 20 klaster, 139 kasus
– Badan/lembaga: 10 klaster, 25 kasus
– Kantor di lingkungan Pemda DKI: 34 klaster, 141 kasus
– Kepolisian: 1 klaster, 4 kasus
– BUMN: 8 klaster, 35 kasus
– Swasta: 14 klaster, 92 kasus

Gambaran kasus ini menjadi peringatan bahwa mematuhi protokol kesehatan sangat penting dilakukan. Salah satu cara agar tidak terjadi penyebaran covid-19 di area perkantoran adalah dengan meminimalisir penumpukan orang di satu waktu, misalnya di kantin saat jam makan siang.

Sumber: detik.com

 

Rumah Sakit dan Perkantoran Jadi Klaster Terbesar Covid DKI

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Klaster rumah sakit menjadi penyumbang kasus positif covid-19 terbanyak di DKI Jakarta pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dari 4 Juni sampai dengan 26 Juli 2020. Kondisi ini tentu memprihatinkan karena berarti rumah sakit belum sepenuhnya disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Selain rumah sakit, klaster lain yang berkontribusi pada penambahan kasus Covid-19 adalah komunitas, anak buah kapal (ABK), pasar, dan perkantoran. Jika tidak ada solusi, bukan tidak mungkin klaster tersebut akan terus menjadi pusat persebaran covid-19.

Hingga kemarin, kasus Covid-19 di Tanah Air semakin bertambah. Bahkan, kemarin penambahan tercatat paling tinggi selama tiga pekan terakhir, yakni 2.381 kasus. Dengan demikian, kasus secara nasional saat ini menembus angka 104.432 kasus.

“Jadi kontribusinya ini berasal dari klaster-klaster mana saja? Pasien rumah sakit memang masih menempati peringkat pertama sekitar 42%,” ungkap Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

Sumber: sindonews.com

Polisi Diminta Terbuka Kelanjutan Kasus Denny Siregar

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, mengatakan, proses hukum terkait dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan Denny Siregar kepada santri dan pesantren di Kota Tasikmalaya harus transparan. Jangan sampai, kata dia, justru ada kesan polisi tebang pilih dalam menegakkan hukum.

“Kepolisian harus transparan dan tidak diskriminatif untuk menghukum seseorang yang telah melanggar peraturan. Harus ada penjelasan ke masyarakat tentang kasus Denny Siregar ini, jangan sampai hanya mengambang,” kata dia saat dihubungi Republika, Rabu (29/7).

Forum Mujahid Tasikmalaya melaporkan Denny ke kepolisian pada 2 Juli lalu. Laporan itu sebagi respons atas pernyataan Denny Siregar dalam status Facebook Denny pada 27 Juni 2020. Dalam status itu, Denny menulis status berjudul “ADEK2KU CALON TERORIS YG ABANG SAYANG” dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid.

Fickar menilai, tulisan di status Facebook Denny Siregar tersebut merugikan beberapa pihak. Namun, jika polisi menilai kasus ini kurang cukup bukti kemudian menghentikan proses penyelidikan, pihak kepolisian juga harus menjelaskan ke publik secara akuntabel dan transparan.

Sumber: republika.co.id

Innalillahi, Sastrawan Ajip Rosidi Meninggal Dunia

MAGELANG(Jurnalislam.com) — Berita duka datang dari dunia sastra Indonesia. Sastrawan senior, Ajip Rosidi, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (29/7) malam. Tokoh kebudayaan Sunda itu diketahui wafat di Magelang, Jawa Tengah, dalam usia 82 tahun

Kabar itu dikonfirmasi oleh rekannya, Prof Abdul Hadi WM. Menurut sastrawan yang juga guru besar Universitas Paramadina itu, Ajip Rosidi sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Almarhum diketahui sempat mengeluhkan sakit pada perutnya.

“Benar (kabar bahwa Ajip Rosidi meninggal dunia). Saya dapat kabarnya dari Magelang,” ujar Abdul Hadi, Rabu (29/7) malam.

“Masyarakat sastra Indonesia kehilangan tokoh penting karena Pak Ajip banyak memberikan perhatian pada perkembangan sastra Indonesia dan juga sastra Sunda,” sambung dia.

Sumber: republika.co.id

BMH Jatim Salurkan 2.772 Ekor Hewan Qurban

SURABAYA(Jurnalislam.com)–Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur kembali siap menyalurkan hewan qurban dari amanah yang diperoleh dalam Program Qurban Plus Sedekah Jariyah Sumur Bor 1441 H kali ini.

Hingga pra Idul Adha 2020 H-2 ini, Laznas BMH telah menerima amanah hewan qurban sebanyak 2.772 ekor hewan qurban. Dimana dengan komposisi hewan qurban yakni 2.584 ekor qurban kambing & 188 ekor qurban sapi serta total pequrban 3.904 orang dermawan telah mengamanahkan & mempercayakan ibadah qurbannya melalui Laznas BMH Perwakilan Jawa Timur.

Ketua Divisi Program & Pendayagunaan, Imam Muslim mengatakan bahwa pencapaian ini diperoleh berkat kepercayaan donatur & dermawan melalui Program Qurban Laznas BMH, serta sinergi dari mitra, komunitas dan lainnya. Sehingga amanah qurban mampu dihimpun untuk disalurkan nantinya meliputi 30 kabupaten/kota, 47 desa krisis air bersih, 173 desa binaan di pelosok, 73 Pesantren & panti asuhan serta 241 dai tangguh yang berdakwah di pedalaman negeri.

“Dalam implementasinya, Laznas BMH akan memprioritaskan distribusi hewan qurban di Desa krisis air bersih, kekeringan, kampung muallaf pedalaman, pesantren binaan dan daerah rawan pangan yang tersebar di Jawa Timur.”jelas Muslim.

Selain itu, Imam Muslim menyampaikan rasa syukur terkait capaian yang telah diraih oleh Laznas BMH dalam moment qurban 1441 H ini. Menurutnya hal ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa, mengingat kondisi ekonomi negara saat ini yang sedang dalam kondisi krisis Covid-19.

“Alhamdulillah, Allah telah memudahkan urusan kami semua, semoga dalam distribusi nantinya juga berjalan dengan lancar hingga sampai kepada penerima manfaat. Terima kasih atas doa & dukungan yang sangat luar biasa dari para donatur & antusiasme kaum dermawan semuanya. Satu amal sudah kita tuntaskan, saatnya bergegas untuk menjemput kebaikan lainnya.”imbuhnya.

Sebagai lembaga pengelola qurban yang profesional, Laznas BMH terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan & meluaskan maslahat qurban.

Selain itu, selama dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, Laznas BMH telah menyalurkan bantuan pembuatan Sumur Bor di 8 Desa krisis air bersih. Dimana dengan adanya bantuan tersebut mampu membantu warga memenuhi kebutuhan air untuk sehari-harinya.

Satgas MUI: Agar Terhidar dari Covid-19, Ikhtiar Harus Terus Dilakukan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan webinar berjudul “Revitalisasi Peran Ulama Dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Era New Normal,” Selasa (28/07) sore.

Ketua Satgas Covid-19 MUI Pusat KH Muhammad Zaitun Rasmin MA menyampaikan, kesadaran masyarakat Indonesia terkait pencegahan penularan covid-19 ini masih sangat rendah. Semua protokol kesehatan hanya sebatas teori tanpa aksi.

“Kita ingin mengingatkan bahwa keadaan di negeri kita akan lebih panjang dan lebih banyak korban kalau kita semakin tidak waspada dan menganggap biasa, banyak yang tidak peduli memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Sudah ada berita gembira di awal Juni itu sekarang berubah lagi, termasuk Jakarta,” kata Zaitun.

Berkaca pada kondisi Wuhan, China sebagai kota pertama yang mendeteksi adanya virus corona yang saat ini sudah dalam kondisi membaik dan tidak terlalu membahayakan. Hal ini dikarenakan tingkat kepatuhan masyarakat yang tinggi, sehinga dengan ‘lockdown’ 3 bulan Wuhan mampu menekan angka kekahwatiran penyebaran covid-19.

“Saat ini, angka penyebaran covid-19 di masyarakat semakin tinggi, sudah menembus angka 100 ribu, sudah lebih tinggi dari negara yang pertama kali, kita sudah di atas 100 ribu dan kematian sudah mendekati angka 4000 orang, tentu saja ini angka yang besar,” tegasnya.

Zaitun mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk membantu menekan laju penyebaran virus ini, dan sama-sama menyadari bahwa covid-19 ini berbahaya.

“Memang kalau sudah terjadi tidak bisa lepas dari takdir, tapi sebagai umat Islam, kita harus melakukan ikhtiar, dan inilah yang dilakukan MUI agar umat dapat bukan saja terhindar dari Covid-19, tapi juga menjadi contoh bagi yang lainnya baik di negeri ini maupun tempat lain tentang bagaimana kita berinteraksi dan menghadapi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Ketua umum Wahdah Islamiyyah ini juga berpesan agar masyarakat sebagai umat bisa saling memperkuat, saling mengingatkan dan menyadarkan, juga membangun keperihatinan atas kondisi ini.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan menjelaskan pentingnya kerja sama seluruh elemen untuk mengubah mindset masyarakat dalam melihat covid-19 ini sebagai wabah yang membahayakan. Jika hanya berpangku tugas pada pemerintah, maka edukasi tentang bahaya covid-19 ini tidak akan tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat.

“Semua kebutuhan untuk penyembuhan dan pencegahan covid masih sangat terbatas. Jadi cara yang terbaik adalah mengubah mindset masyarakat nya, dari yang awalnya mudah menulari menjadi tidak mudah menulari,” paparnya.

Ia juga menjelaskan mengenai 4 tahap strategi untuk merubah mindset masyarakat, yakni dimulai dari tahap ‘to know’. Tahapan pertama ini dilakukan dengan memberitahu masyarakat bahwa pandemi ini ada dan nyata.

Selanjutnya naik kepada tahap ‘to understand’, mengajak masyarakat untuk mengerti apa dan seperti apa dampak dari pandemi ini, serta bagaimana cara pencegahan dan penanganan virus ini.

Tahapan ketiga, yaitu penanaman deep awareness. Dalam tahapan ini, dilakukan penyadaran secara mandalam kepada masyarakat bahwa covid-19 adalah virus yang harus dihadapi secara serius dan diperlukan kerjasama seluruh lapisan masyarakat dalam menekan laju penularan nya.

Terakhir, yakni tahapan aksi. Setiap protokol kesehatan yang sudah tersampaikan kepada masyarakat agar diwujudkan dalam bentuk aksi nyata bersama.

“Menjelaskan protokol kesehatan kepada masyarakat tidaklah mudah, saya tiga hari mengumpulkan pemerintah daerah, lembaga usaha, para akademisi, MUI (ulama), budayawan, dsb untuk membantu menjelaskan ini kepada masyarakat,” paparnya

Warga di Zona Merah Diminta Shalat Id di Rumah

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Masyarakat yang berada di wilayah zona merah diimbau untuk menunaikan sholat Idul Adha di rumah masing-masing bersama dengan keluarganya. Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spritual DKI Jakarta, Hendra Hidayat, mengatakan, sholat di rumah dilakukan guna kebaikan, kesehatan, dan keselamatan bersama untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

Hendra mengimbau masyarakat sebailnya sholat di rumah saja, mengingat angka Covid-19 di 33 RW di Ibu Kota terbilang cukup tinggi. Hanya saja, Hendra tidak menyebut secaar pasti lokasi 33 RW yang masuk zona merah tersebut.

Dia menyebutkan, nanti jika warga di 33 RW zona merah itu melaksanakan sholat, tetap ada penjagaan dari pihak aparat wilayah. Dia menjelaskan, pihak kecamatan dan kelurahan sudah diinstruksikan untuk melakukan pengamatan secara lebih seksama kepada RW di zona merah.

“Begini nanti kalau penjagaan secara khusus, mungkin terlalu banyak kalau memang harus diawasi, paling tidak DMI dan MUI akan bertangung jawab untuk menetapkan pelaksanaan sholatnya, penjagaan tetap dari kepolisian, camat, lurah serta pejabat setempat. Lalu, terkait zona merah ini perhatian nya akan lebih dari zona lainnya,” ujar Hendra saat dihubungi pada Selasa (28/7).

Hendra menuturkan, jika nanti masyarakat tetap menunaikan sholat Id berjamaah maka diminta untuk mematuhi protokol kesehatan demi pencegahan penularan Covid 19. Jamaah terutama diminta senantiasa melakukan 3M, mencuci tangan, menggunakan masker saat sebelum dan sesuai sholat Idul Adha.

Dia mengakui, perayaan Hari Raya Idul Adha ditandai umat Muslim dengan bersuka cita yang menyambutnya dengan menggelar sholat berjamaah dan melakukan penyembelihan hewan qurban. Ibadah demikian, sambung dia, dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.

“Iya tolong patuhi, dan pastinya pihak kami tetap berkordinasi dengan pamong setempat, terutama lurah lah karena masing-masing kan masjid di kelurahan itu sudah berkordinasi dengan seluruh DMI pengurus masjid untukmengingatkan membawa peralatan sholat masing-masing seperti sajadah membawa dari rumah, karena tidak ada karpet jika ingin tetap sholat di masjid,” ucap Hendra.

Sumber: republika.co.id

IDI: Pandemi Belum Selesai, Kasus Terus Naik

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, terus bertambahnya kasus positif virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) bahkan kini mencapai lebih dari 100 ribu kasus memberikan makna lain. IDI menegaskan, hal itu artinya pandemic covid-19 belum selesai.

“Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan tetapi kejadian Covid-19 di Indonesia justru meningkat. Artinya masalah belum selesai, (kasusnya) masih terus naik,” ujar Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi, Rabu (29/7).

Zubairi melanjutkan, tanda ini bisa dilihat jumlah pasien di rumah sakit (RS) yang semakin banyak. Karena itu, ia meminta semua pihak harus lebih disiplin, baik pihak masyarakat maupun pemerintah.

Ia menegaskan, banyak hal yang harus dikerjakan. Pertama, yaitu mengenai protokol kesehatan yang diterapkan masyarakat dan ini terkait dengan perubahan perilaku. Ia menyebutkan jika semula masyarakat tidak terbiasa menerapkan protokol kesehatan maka dibutuhkan perubahan perilaku dan kemudian melakukannya.

“Memang ini tidak mudah karena harus ada perubahan perilaku manusia yang awalnya harus tahu dulu, kemudian paham, setelah itu baru mengerjakan,” katanya.

Selain itu, Zubairi menganalisis sebagian masyarakat tidak menerima informasi ini karena gaya bahasa maupun pendidikan masyarakat dari segmen yang berbeda. Ia mengakui ada kalangan masyarakat yang bisa tahu hanya ketika cukup membaca atau melihat pemberitaan media, ada juga yang paham setelah mendengar penjelasan dokter, tetapi ada juga kelompok yang percaya dan mudah diajak bicara setelah tokoh masyarakat atau tokoh agama panutannya mengatakannya.

“Saya kira kadang-kadang tokoh masyarakat, tokoh agama di beberapa tempat lebih didengar. Jadi, pelatihan tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi penting agar setelah itu bisa memberikan informasi dengan baik dan benar,” katanya.

Di satu sisi, Zubairi meminta pemerintah benar-benar menerapkan tindakan disiplin pada warganya. Pernyataannya bukan tanpa alasan karena selama ini setelah PSBB di Jakarta diterapkan, ia merasakan belum pernah ditanya aparat apakah menggunakan masker wajah.

Padahal, menurutnya aturan yang baik dari pemerintah adalah yang harus konsekuen. Ia menyebutkan bentuk pendisiplinannya bermacam-macam, misalnya Australia yang menerapkan hukuman denda.

Sumber: republika.co.id

  Ulama Aceh ke Pembakar Spanduk HRS: Aparat Diam, Kami Bertindak Sendiri

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ulama yang juga Ketua FPI Aceh, Tgk Muslim At-Thahiri mengutuk tindakan ‘biadab’ yang dilakukan oleh kelompok orang membakar foto Imam besar Habib Rizieq Shihab (HRS). Mereka juga mencaci maki HRS karena tak mengakui kepemimpinan Presiden Jokowi sebagaimana terekam dalam video.

 

“Maka dari alasan yang mereka ungkapkan tersebut dapat terbaca bahwa mereka kelompok Projo (Pro Jokowi),” kata Muslim dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/7).

 

Ia menegaskan,apapun alasananya FPI Aceh tak terima foto Imam Besar disobek-sobek dan dicaci-maki. Apabila pihak aparat membiarkan caci maki dan penghinaan terhadap Imam besar, maka jangan salahkan apabila para pecinta Habaib membuat perhitungan dan akan membalasnya dengan cara sendiri.

 

“Kami harapkan pihak penegak hukum jangan cuma teriak negara hukum kalau hukum cuma berlaku untuk lawan politik, jangan teriak cinta NKRI jika ada orang yang membela NKRI mati-matian dari penjajah China dimusuhi, jangan teriak pancasilais jika orang yang menjaga kemurnian pancasila dari faham komunis dicaci maki dan bahkan dianggap sampah,” ujarnya.

 

Ia menyatakan sudah umat cukup bersabar para ulama dan habaib dikriminalisasi serta dicaci maki. Namun tak sabar lagi melihat pelecehan terhadap habaib dan ulama.

 

“Kami bersumpah demi Allah jika keadilan tidak ada lagi, maka kami akan tegakkan keadilan dengan cara kami. Kami akan berjuang sampai ke akar rumput untuk menumbangkan partai partai politik yang bersekongkol memusuhi ulama dan mendukung rezim yang membiarkan ulama dihina,” ujarnya menegaskan.