Berita Terkini

Panitia Penyambutan Habib Rizieq: Jutaan Orang Siap ke Bandara Soeta

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Ribuan umat Islam dari berbagai ormas di Jawa Barat melakukan aksi rapat rapat Akbar di Depan Gedung Sate Bandung, Rabu, (4/11) dalam rangka menyambut kepulangan imam besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Perwakilan peserta aksi, Asep Syarifuddin mengatakan bahwa massa yang datang dalam aksi tersebut akan menjadi panitia untuk menyambut kedatangan Habib Rizieq, mereka menargetkan hingga jutaan massa yang akan menjemput kedatangan Habib Rizieq.

“Dari PUI, FPI, LPI, Hidayatullah, majelis ini adalah panitia, agenda kita menyambut habib Rizieq bukan ribuan tapi jutaan orang, ini adalah komitmen kami menyampaikan ahlan wa sahlan pada habib Rizieq Shihab,” jelas Asep.

Mereka akan berangkat secara bergelombang ke bandara Cengkareng, mereka juga siap menunggu berhari-hari di Bandara.

Asep tidak menyebutkan tanggal khusus untuk keberangkatan massa yang akan menjemput nantinya, ia hanya menjelaskan massa yang akan disiapkan berjumlah jutaan orang, hingga mereka memastikan habib Rizieq Shihab pulang dengan selamat.

“Kita akan berangkat secara bergelombang ke sana dan siap diam disana bukan hanya hitungan jam tapi insha Allah kita siap berhari-hari disana sapai kita pastikan Habib Rizieq pulang’ dengan selamat tanpa kurang satu apapun,” tutur Asep.

Reporter: Saifal

MUI: Boikot Produk Prancis Hak Umat Islam, Tak Perlu Dihalangi

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Sekjen MUI Anwar Abbas tidak mempersoalkan apakah pemerintah akan memboikot produk Prancis atau tidak.

“Yang penting bagi kita asal pemerintah tidak menghalang-halangi umat Islam untuk melaksanakan maksud dan keyakinannya. Itu saja menurut saya sudah cukup karena masalah umat Islam akan memboikot atau tidak itu merupakan hak dari umat Islam sendiri, apalagi uang yang akan kita pergunakan untuk berbelanja dan atau untuk tidak berbelanja produk-produk Prancis tersebut adalah uang kita sendiri bukan uang pemerintah,” tegas Anwar Abbas, Rabu (4/11/2020).

Dikatakannya, umat Islam bebas untuk memboikot produk Prancis sampai Presiden Macron meminta maaf secara terbuka.

“Jadi sebagai umat yang punya harga diri, kita bebas untuk memboikot dan untuk tidak membeli barang-barang dari Prancis tersebut sampai Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam,” pungkas dia.

sumber: liputan6

Pemuda Norwegia Masuk Islam Karena Tagar Boikot Prancis

JAKARTA(Jurnalislam.com) Espen Bjekestrand Jaegtvik pemuda asal Norwegia telah memeluk Islam dibimbing secara daring oleh pembina Mualaf Center Indonesia Steven Indra Wibowo.

“Beliau mungkin menemukan tagar yang beredar terus di sosmed tentang #boycottfrance, dan kemudian menemukan tagar yang sama namun gambar berbeda tentang seorang warga negara Prancis yang bersyahadat setelah saya nyatakan kedai kopi saya melakukan boycott beberapa produk dari Prancis,”ujar Steven, Senin (2/11).

Menurut Steven rasa ingin tahu orang-orang alasan begitu marah umat Muslim sedunia tentang perlakuan majalah Charlie Hebdo yg dengan sengaja menghina Rasulullah dan menyulut kemarahan muslim. Kemudian pembunuhan seorang guru yang menghina Islam, lalu banyaknya pujian terhadap syuhada yang membunuh penghina Islam tersebut.

Semua hal ini menjadikan mereka yang belum tahu Islam menjadi bertanya-tanya tentang Islam. Takdir Allah Espen kemudian menghubungi Steven.

Setelah bersyahadat secara langsung, Espen kemudian dititipkan kepada sahabat Muslim yang berada di Norwegia. Dia akan belajar di Masjid Oslo untuk mendalami Islam.

Mualaf Center memiliki program pendampingan dan pembinaan mualaf. Pembinaan itu seperti mengajar dan membimbing mualaf, sedangkan pendampingan berupa menemani mualaf dalam keseharian mereka dan menjadi teman untuk curhat, bertanya urusan agama yang umum, membantu mediasi dengan keluarga mualaf dan sebagainya.

“Kita sudah membantu bersyahadat daring sejak 2008, syahadat jarak jauh dan komunikasi daring, kendala utamanya adalah koneksi internet yang kurang stabil,”ujar dia.

Sumber: republika.co.id

Ribuan Warga Jabar Gelar Rapat Akbar, Siap Sambut Kepulangan Habib Rizieq

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Ribuan umat Islam dari berbagai ormas di Jawa Barat melakukan aksi rapat rapat Akbar di Depan Gedung Sate Bandung, Rabu, (4/11) dalam rangka menyambut kepulangan imam besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Dalam aksi rapat akbar tersebut, mereka menyamakan komitmen untuk sama-sama menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno – Hatta Cengkareng.

“Ini agenda rapat akabar penyambutan Habib Rizieq Shihab,

Beberpa ormas Islam dari perwakilan 27 kota kabupaten di Jawa Barat, insha Allah kami telah bersepakat dan bertekad untuk bersama-sama menyambut dan mengawal kepulangan imam besar umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab,” kata Asep Syarifuddin, di tengah-tengah aksi rapat Akbar.

Seperti diketahui kepulangan Habib Rizieq Shihab dijadwalkan pada tangga 10 November mendatang melalui bandara internasional Soekarno-Hatta Cengkareng.

“Insya Allah berdasarkan pengumuman beliau tadi pagi beliau akan sampai mendarat di bandara Cengkareng terminal 3 pukul 09.00 WIB, Tanggal 10,” jelas Asep.

reporter: Saifal

Ormas Islam Surabaya Gelar Aksi, Desak Jokowi Tarik Dubes RI di Prancis

 

SURABAYA(Jurnalislam,com)—Kali ini Aksi bela Nabi digelar di Surabaya. Ormas Islam se-Surabaya menggelar aksi kecam Prancis, Senin (2/11/2020) di Konjen Prancis Surabaya.

 

Aksi dilakukan dengan membentangkan berbagai spanduk, salah satunya yakni seruan untuk memboikot produk Prancis. Bahkan, massa aksi menginjak-injak foto Emmanuel Macron (Presiden Prancis) yang dibeberkan di jalanan.

 

Hadir beberapa tokoh ormas Islam Surabaya sesperti H. Mahsun, M.Ag Ketua Muhammadiyah Surabaya dan Hamzah Baya, M.Pd pimpinan Jama’ah Ansharu Syari’ah Jawa Timur.

 

“Kami menyerukan masyarakat Indonesia untuk melakukan gerakan untuk memboikot seluruh produk yang berasal dari negara Prancis,” kata H Mahsun, perwakilah aksi.

 

Massa, kata Mahsun mendukung sikap Presiden Jokowi dengna mengecam Presiden Prancis. Namun, massa meminta Macron agar meminta maaf kepada umat Islam.

 

“Kami mendesak pemerintah untuk memutuskan hubungan

diplomatik dengan menarik Duta Besar Republik Indonesia di Prancis untuk

sementara waktu hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron minta maaf,” tambahnya.

Ia juga mendesak kepada Mahkamah Uni Eropa untuk memberikan peringatan dan sanksi tegas kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

 

Kontributor: Ma’sum & Suroji

 

Seruan Bela Nabi Menggema di NTB, Wali Kota Bima Kecam Macron

Kota Bima (Jurnalislam.Com)–Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bima (FUI) Mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membiarkan penghinaan atas Nabi Muhammad SAW, Kamis (4/11/2020).

“Alhamdulillah Kita Bersyukur Kepada allah yang dimana allah telah memilih kita dalam rangka Kita sama sama Membela Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang dihina Oleh Presiden Macron,” kata Ketua Forum Umat Islam Bima (FUI) Ustadz Asikin Bin Manshur S.Pdi

Lebih lanjut Ustadz Asikin Menyerukan Kepada Seluruh kaum Muslimin yang ada di kota Dan kabupaten Bima Untuk sama sama memboikot produk Prancis .

Selain Itu, Wali Kota Bima Bapak H. Muhammad Lutfi SE juga mengecam Dan mengutuk Perbuatan Dari Presiden Prancis yang telah menghina Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

“Saya Atas Nama Walikota Bima mengecam dan mengutuk berat tindakan presiden Perancis Yaitu Macron yang dinilai telah menghina agama Islam dan telah melukai hati seluruh umat islam sedunia.” Ujarnya.

Di samping itu, Perwakilan dari DPRD Kabupaten Bima, Bapak Ma’aruf Juga mengecam Kebiadaban Presiden prancis yang telah menghina Rasulullah.

“Khusus Pribadi Saya, Saya mengecam Kebiadaban Presiden prancis Sekalipun Jabatan Saya yang menjadi Taruhan, karena ini merupakan tanggung jawab saya sebagai Wakil Rakyat,” pungkasnya.

reporter:  Pramudia Bagus

Habib Rizieq: Insya Allah Saya Tiba di Jakarta 10 November

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengumumkan secara resmi tanggal kapan dirinya bersama keluarganya akan kembali ke Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Habib Rizieq dalam tayangan video yang disiarkan langsung dalam YouTube Front TV, Rabu (4/11/2020).

“Saya mau umumkan Insyallah saya dan keluarga hari Senin tanggal 9 November 2020 jam 19.30 waktu Saudi akan terbang dari bandara kota Jeddah dengan pesawat Saudia Airlines Nomor SV 816 Insyallah,” kata Habib Rizieq.

Ia melanjutkan, setelah terbang dari Jeddah dirinya memperkirakan akan sampai di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Jakarta pada tanggal 10 November.

“Jam 9 pagi waktu Jakarta dan tiba di terminal 3,” jelasnya.

Setelah itu, Habib Rizieq menjelaskan bahwa setelah tiba di Jakarta dia akan kembali ke rumahnya yang berada di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

“Langsung ke kediaman Petamburan Jakarta Pusat kami beristirahat,” tandasnya.

Sumber: okezone

 

Pemerintah Enggan Boikot, MUI: Biarkan Saja, Umat Punya Sikap Sendiri

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Di tengah seruan pemboikotan produk Prancis dari sejumlah kalangan umat Islam menyusul ujaran Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai anti-Islam, Pemerintah Indonesia mengambil jalan berbeda. Indonesia tegas tak akan memboikot produk Prancis.

Merespons hal itu, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengajak umat Islam di negeri ini untuk tak ambil pusing atas sikap pemerintah tersebut.

“Ya biarin saja tidak masalah. Umat Islam tidak usah pusing memikirkan hal tersebut. Biarkan sajalah pemerintah dengan sikap dan pandangannya dan kita umat Islam dengan sikap dan pandangan kita sendiri. Pemerintah tentu dalam hal ini punya pertimbangan sendiri dan kita umat Islam juga punya pertimbangan sendiri,” ujar Anwar Abbas dalam keterangan tulis, Selasa (3/11/2020).

Menurut Anwar Abbas, umat Islam tak usah khawatir atas langkah pemerintah yang dinilai berbeda dari sikap sejumlah umat Islam itu.

Asalkan pemerintah tak menghalang-halangi maksud umat Islam untuk memboikot produk Prancis, menurut Ketua PP Muhammadiyah itu, semuanya tak masalah.

sumber: liputan6

Warga Desa Kalampa Bima Antusias Ikut Tabligh Akbar Maulid Nabi

BIMA (Jurnalislam.com)–Perayaan maulid nabi Muhamad SAW menjadi tradisi turun temurun warga di seluruh Indonesia lebih khususnya masyarakat Desa Kalampa Kecamatan Woha, Kabupaten bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam Rangka memperingati Maulid Nabi, Masyarakat Desa Kalampa Berkerja Sama dengan PHBI (Panitia Hari Besar islam) berkeja sama dengan elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyaraka, maupun tokoh agama menggelar tabligh akbar bertajuk ‘Menumbuhkan Sikap kepedulian kebersamaan dalam meneladani akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.’

Pantauan Jurnalislam.com, warga sangat antusias mengikuti acara ini.  Acara tersebut di sambut langsung oleh Wakil Kepala Desa Kalampa, A. Harris S.sos dan ketua PHBI (Panitia Hari Besar islam) Ridwan S.Pdi .

“Saya Sebagai Wakil Kepala Desa Kalampa ingin agar kita bersama sama memperkuat Iman dan akhlak kita, karena ketika iman Kita sudah rusak, maka Jangan heran kalau NKRI akan hancur.” Kata Wakades A Harris.

Sementara itu Ketua PHBI Ridwan S.Pdi sangat berharap kepada peserta Agar dapat memperhatikan dan mendengar dengan baik ketika acara tersebut berlangsung

“Marilah Kita Mendengarkan Materi Secara Khusyuk dan seksama apa yang menjadi inti dari uraian yang akan di sampaikan nanti.” ujarnya

 

Reporter: Pramudia Bagus

IDI Ingatkan Masyarakat Agar Tetap Gunakan Masker

JAKARTA(Jurnalislam.com) –– Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Jakarta Selatan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menerapkan protokol kesehatan, salah satunya dalam penggunaan masker.
Bagi masyarakat yang aktif di luar ruangan, tenaga medis merekomendasikan agar mereka membawa dua sampai tiga masker cadangan.

“Masker yang basah tentunya sudah tidak efektif lagi untuk menghambat dari penyebaran virus corona,” kata Ketua IDI Kota Jakarta Selatan M Yadi Permana ketika dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Yadi menyarankan, setelah tiga jam, masker yang basah karena aktivitas berbicara atau lainnya diganti dengan masker yang baru dan kering. Cuci tangan terlebih dahulu ketika akan memakai masker baru.

“Masker bekas pakai disimpan di dalam kontak atau plastik yang bisa kita amankan sebelum nanti akhirnya dicuci,” kata Yadi.

Masker, menurut Yadi, memegang peranan sangat penting dalam mencegah infeksi SARS CoV-2, virus corona tipe baru penyebab Covid-19. Yadi menyebutkan, masker dapat mengurangi penyebaran virus dari sisi penyebaran melalui tetesan kecil (droplet) saat berbicara, batuk, ataupun bersin.

Menurut Yadi, langkah-langkah, seperti memakai masker, menjauhi kerumunan (physical distancing), dan mencuci tangan atau dikenal dengan pesan 3M, efektif menurunkan tingkat penyebaran sampai 80 persen. Bahkan, ada literatur yang menyebutkan sampai 90 persen.
Sumber: republika.co.id