Berita Terkini

Pengamat : Ormas Sweeping Geng Motor Justru Bantu Tugas Polisi

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia Prof Mudzakir mengatakan, sebaiknya polisi tidak melakukan pelarangan pada masyarakat atau ormas yang turut melakukan pengamanan di masyarakat. Sebaiknya, polisi melakukan koordinasi sedemikian rupa dengan masyarakat untuk menciptakan keamanan.

“Kan sama dengan orang siskamling ya itu. Kalau tujuannya untuk menjaga keamanan itu kan justru membantu tugas polisi,” kata Mudzakir dilansir Republika.co.id, Senin (29/5/2017).

Menurut dia, jika polisi melakukan pelarangan, berarti polisi harus bertanggungjawab sepenuhnya atas segala hal yang terjadi dimasyarakat. Dan harus bisa menjamin keamanan bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali. “Kalau itu dilarang polisi harus bertanggungjawab sepenuhnya. Lalu, rakyat tugasnya tidur saja,” ujar Mudzakir.

Belakangan, beredar video tentang pembubaran salah satu ormas yang melakukan sweeping geng motor oleh polisi. Kadivhumas Polri Pol Setyo Wasisto menegaskan, sweeping (penyisiran) adalah tugas aparat penegak hukum, ormas cukup membantu dengan memberikan informasi kepada polisi.

Majelis Ulama Pattani Jalin Kerjasama Pendidikan dengan Ponpes Nurul Jadid

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur menandatangani nota kesepahaman dengan The Central Islamic Council of Thailand atau Majelis Ulama Pattani, Sabtu (27/5/2017).

Penandatanganan dilakukan saat rombongan dari Thailand datang bersilaturrahim ke pesantren. Perwakilan Majelis Ulama Thailand, Usman Tatyakong, mengatakan bahwa kerjasama ini penting guna menyelamatkan akidah pelajar muslim Pattani.

“Mayoritas warga Thailand beragama Budha sehingga budaya Budha dikhawatirkan mempengaruhi akidah generasi kami. Oleh sebab itu, pelajar Thailand yang beragama Islam harus mencari ilmu agama ke luar negeri, termasuk di Indonesia,” ujarnya.

Usman berharap, kerjasama dengan Nurul Jadid bisa memberikan manfaat pada umat Islam di Patani, Thailand. “Keluarga dan anak-anak kami hidup damai dalam Islam. Tapi guru dari anak-anak kami jarang yang dari Islam. Sesama umat Islam wajar kiranya saling membantu,” harapnya.

Sementara itu Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid mengatakan, kerjasama antara kedua belah pihak tersebut merupakan langkah bagus untuk membendung dampak negatif globalisasi.

“Kerjasama ini penting untuk saling mengenal budaya dan memperkuat ukhuwah sesama umat Islam dan sesama rumpun Melayu,” pungkasnya.

Imam Palestina Serukan Persatuan Umat Menyambut Kebangkitan Islam

JEMBER (Jurnalislam.com) – Dalam rangkaian Safari Ramadhan 1438 H Imam Palestina di Jember dan eks karesidenan Besuki, Syekh Omar Mas’ad menyerukan persatuan ummat menyambut kebangkitan Islam. Hal ini disampaikannya saat memberikan tausiyah menjelang tarawih di Masjid Syuhada Perum BTN Mastrip, Jember Ahad (28/5/2017).

“Muslim itu laksana satu tubuh. Satu saja bagian ada yang sakit maka bagian lain akan ikut merasakannya. Muslim Palestina menderita maka muslim Indonesia turut merasakan. Begitupun sebaliknya,” ucapnya.

Syekh Omar menambahkan, indikasi kebangkitan umat Islam itu dilihat dari semakin sadarnya umat Islam memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah.

Ditanya terkait kondisi terkini Palestina, ia menjelaskan selama 20 hari jelang Ramadan terjadi krisis air di Gaza akibat boikot pihak zionis Israel. “Kalau bukan pertolongan Allah maka banyak warga muslim meninggal. Di tengah kesulitan itulah muncul sumber air tak terduga,” ungkapnya.

Syekh Omar berpesan kepada umat Islam Indonesia untuk memperkuat persatuan dan tidak memperbesar perselisihan furu’iyah. “Perselisihan itu akan membuat orang-orang kafir mudah menghambat kebangkitan Islam. Maka jauhilah itu dan persiapkan bekal terbaik untuk berjuang. bisa dengan jiwa, harta dan doa kalian,” pungkasnya

Kontributor: Syamsul Fikri, Jember

IZI Jateng Bagikan Bingkisan Ramadhan Bagi Para Penyapu Jalan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Neo Candi Hotel Semarang bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jateng menyelenggarakan buka bersama dan penyerahan paket Ramadhan kepada kaum dhuafa. Event tersebut merupakan agenda tahunan yang pada tahun ini merangkul para penyapu jalan di Kota Semarang.

Pada kesempatan tersebut juga dihadirkan salah seorang dari ikatan tuna netra Indonesia yang mengisi acara pengajian dengan tema ‘Syukur dan Sabar’.

Kepala Kantor Perwakilan IZI Jateng, Djoko Adhi mengatakan, mereka (para penyapu jalan) sudah selayaknya harus dihargai, apalagi masih ada diantara mereka yang berusia 67 tahun masih gigih bekerja membersihkan jalan di Kota Semarang.

“Mereka yang datang di sini bekerja di area Simpang Lima hingga Jalan S. Parman ini,” kata Djoko di Neo Candi Hotel Semarang, Sabtu (27/5/2017).

Namun Alhamdulillah, kata Djoko, pendapatan mereka kini sudah membaik, karena rata-rata mereka sudah mendapatkan UMR.

Sementara itu Hotel Manager Neo Candi, Ibnu Ikhwan Hambali menambahkan, tahun ini pihaknya sengaja mengajak para penyapu jalan yang menurutnya telah banyak berjasa dalam membantu kebersihan Kota Semarang.

“Tahun ke empat ini kita rangkul para penyapu jalan, yang mana tahun-tahun sebelumnya kita adakan bersama yatim piatu,” kata Ibnu.

Ibnu katakan, kegiatan buka bersama dan pemberian paket Ramadhan ini sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap awal Ramadhan bersama IZI Jateng.

“Saya sangat beruntung bisa buka puasa di sini, biasanya cuma bisa melihat dari luar pas lagi nyapu, sekarang makan disini bareng temen-temen. Semoga Hotel Neo diberikan rejeki melimpah,” ucap salah satu penyapu jalanan, Ginem di sela-sela acara.

Siaran Pers

Jadikan Ramadhan Bulan Perjuangan Umat Islam

Oleh: Ustadz Hamzah Baya S.Pd.i | Ketua Mimbar Syariah Indonesia

Ramadhan merupakan bulan kemenangan umat Islam. Sebab, sejarah Islam tak pernah lepas dari bulan Ramadhan. Hampir semua peristiwa monumental yang positif terjadi dalam bulan suci Ramadhan, seperti turunnya Al Qur’an, terjadinya berbagai peperangan yang dimenangkan umat Islam yang juga titik balik sejarah, perebutan kembali Kota Makkah, dan banyak lagi peristiwa lainnya. Ramadhan harus bisa menjadi motivasi membangun optimisme bersama.

Tantangan umat Islam saat ini begitu besar untuk bisa mengembalikan eksistensi jati diri dan kejayaan umat Islam di tengah krisis yang melanda umat hari ini. Krisis yang ada hari ini tidak hanya krisis ekonomi tapi dari segala lini kehidupan umat Islam yang belum mampu menjalankan syari’at Allah Robbul’alamin secara kaffah (sempurna) sebagaimana Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” (Al-Baqarah : 208)

Seperti krisis budaya, pendidikan, politik dan militer semua masih mengikuti apa yang menjadi kekuasaan orang-orang kafir hari ini. Bahkan kekuatannya bisa mengendalikan kehidupan umat Islam dan seluruh dunia pada umumnya. Sementara kaum muslimin wajib untuk mengatur kehidupan dirinya, keluarga dan masyarakat bahkan negara dengan syariat Allah subhanahu wata’ala agar mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Laahaula walaa quwwata illa billah.

Melihat krisis yang melanda umat Islam tersebut, seyogyanya pada bulan Ramadhan yang mulia ini kita belajar dan berupaya sekuat tenaga untuk memperbaiki keadaan umat menjadi lebih baik. Dengan tarbiyah langsung dari Allah azza wajalla melalui tarbiyah Ramadhan agar kita bisa bersabar, banyak berkorban dan hanya memohon ampunan serta pahala dari Allah semata dalam berjuang. Sesungguhnya krisis yang melanda umat Islam hari ini hanya akan selesai dengan perjuangan. Karena itu, jadikanlah bulan Ramadhan ini sebagai bulan perjuangan sehingga kita bisa melewati krisis ini.

Semangat perjuangan bangsa ini bisa ditumbuhkan jika semangat beragama menyatu dengan semangat membangun bangsa. Sebab, kedua elemen tersebut tidak bisa dipisahkan oleh setiap umat Islam Indonesia. Negeri ini merdeka berkat semangat keislaman dan semangat kebangsaan yang tumbuh dalam diri para pahlawan. Sebab 99% kemerdekaan ini juga karena kemauan dan perjuangan umat Islam.

Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, berpuasa pada bulan Ramadhan juga menjadi media untuk melatih jiwa agar bisa memenangkan jihad fi sabilillah, memenangkan perang yang sesungguhnya. Dalam setiap pertempuran, kekuatan jiwa menjadi modal utama bagi para pasukan. Ketika semangat jiwanya menguat maka hal itu akan berdampak pula pada jasadnya sehingga ia pun akan semangat dan kuat.

Oleh karena itu, selain dinamakan dengan syahrus shiyam (bulan puasa), Ramadhan juga disebut dengan syahrul jihad wal intisharat (bulan jihad dan kemenangan). Sebab, kedekatan hamba dengan Allah menjadi salah satu faktor utama dalam meraih kemenangan. Dan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk mendekatkan diri kepadaNya.

Catatan sejarah banyak membuktikan mayoritas peperangan dan kemenangan kaum muslimin diraih pada bulan Ramadhan. Berikut ini diantaranya:

1. Perang Badar Al-Kubro, yaitu pertempuran yang pertama terjadi dalam sejarah Islam. Perang ini berlangsung pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah.
2. Fath Makkah (Penaklukan kota makkah) yang dipimpin langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Pertempuran ini terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah
3. Ma’rakah Buwaib, yaitu pertempuran antara kaum muslimin melawan Persia di daerah Buwaib, Irak. Perang yang dipimpin oleh Mutsanna bin Haritsa ini terjadi pada bulan Ramadhan tahun 13 H.
4. Ma’rakah Qodisiah, yaitu peperangan yang terjadi pada bulan Ramadhan tahun 15 H. Kaum muslimin dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqas melawan pasukan Persia di Qodishiah dan berhasil membawa kemenangan
5. Penaklukan kota Andalus, yaitu pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92 H. Kaum muslimin dipimpin oleh Tariq bin Ziyad melawan tentara Goth di daratan Andalus itu, atau sekarang disebut dengan Spanyol. Dalam peperangan tersebut kaum muslimin berhasil meraih kemenangan.
6. Penaklukan India dan Pakistan oleh pasukan Islam di bawah Komandan Qasim bin Muhammad Ats-Tsaqafi. Peperangan ini terjadi pada bulan Ramadhan tahun 94 H
7. Fathu Umuriyah (Penaklukan kota Amuriyah) dari Kekaisaran Bizantium, yaitu pada bulan Ramadan, tahun 223 H. Penaklukan yang digagas oleh Khalifah Mu’tasim terjadi ketika Raja Romawi menyerbu kaum muslimin dan memotong hidung serta telinga para tahanan muslim. Mendengar kejadian tersebut, Khalifah Mu’tashim dengan segenap pasukannya berhasil menyerang pasukan Romawi dan menaklukkan kota Amuriya.
8. Pertempuran Harim, pada bulan Ramadhan tahun 559 H. Dimana umat Islam yang dipimpin oleh Nuruddin Mahmud Zangki, berhasil melawan Tentara Salib dan membebaskan kota Harim, Idlib.
9. Pertempuran Hittin, pada bulan Ramadhan tahun 584 H. Kaum muslimin yang dipimpin oleh Salahuddin berhasil mengalahkan tentara salib dan membebaskan Baitul Maqdis, Yerusalem
10. Pertempuran ‘Ain Jalut, pada bulan Ramadhan tahun 685 H. Dalam peperangan tersebut, umat Islam yang dipimpin oleh Sultan Qutuz berhasil melawan pasukan Tatar yang telah membunuh jutaan kaum muslimin di negara-negara Islam.

Semoga dengan tarbiyah Allah SWT pada bulan Ramadhan ini bisa membangkitkan semangat kita untuk terus melatih jiwa agar lebih siap menjemput kemenangan demi kemenangan dalam setiap medan pertempuran. Dan semoga Allah SWT memberikan pertolongan kepada seluruh pejuang kaum muslimin, mujahidin dimana saja, serta mendatangkan pertolongan kepada kaum muslimin sehingga tegak syari’at Allah di muka bumi dengan membawa kebaikan dan keadilan. Wallahua’lam bisshowab

Pengadilan Islam Palestina Liburkan Sidang Perceraian Selama Ramadhan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kepala pengadilan Islam Palestina pada hari Ahad (28/5/2017) mengatakan kepada hakim untuk tidak mengabulkan perceraian selama bulan Ramadhan, karena khawatir ada kata-kata tajam yang memicu dalam persidangan dan akan menggangu ibadah Ramadhan.

Hakim Mahmud Habash mengatakan bahwa dia mendasarkan keputusannya pada “pengalaman tahun-tahun sebelumnya” ketika dia menemukan bahwa puasa sejak fajar-hingga-senja dan larangan rokok selama Ramadhan, yang dimulai pada hari Sabtu lalu hingga akhir Ramadhan, cenderung menyebabkan temperamen tinggi dan lidah tajam pada beberapa kasus, lansir Aljazeera.

Katanya dalam sebuah pernyataan, “mereka kadang membuat keputusan yang cepat dan dianggap tidak benar”.

Menurut Otoritas Palestina, 50.000 pernikahan didaftarkan di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza pada tahun 2015, namun lebih dari 8.000 perceraian juga terdaftar.

Pengangguran dan kemiskinan endemis dikatakan sebagai faktor utama.

Tidak ada perkawinan atau perceraian sipil di wilayah Palestina, di mana hanya pengadilan agama yang memiliki kekuatan tersebut.

Dibubarkan Pemerintah Myanmar, Kelompok Ekstremis Budha Ganti Nama

YANGON (Jurnalislam.com) – Kurang dari sepekan setelah dinyatakan bubar oleh asosiasi biarawan Myanmar yang paling senior, kelompok Buddhis ekstrem pimpinan ultra-nasionalis, bertekad untuk melanjutkan aktivitasnya dengan nama yang berbeda.

Pengumuman tersebut dikeluarkan dalam sebuah konferensi dua hari yang berakhir pada hari Ahad (28/5/2017) di Yangon, di mana sekitar 20.000 anggota Ma Ba Tha termasuk biarawan dan biarawati berkumpul mengikuti perintah asosiasi biarawan paling senior di Myanmar, lansir Anadolu Agency.

Komite Sangha Negara yang disponsori pemerintah pada hari Selasa lalu memerintahkan kelompok tersebut untuk menghentikan semua kegiatan pada pertengahan Juli atau menghadapi hukuman berdasarkan undang-undang Buddhis dan sekuler. Panitia juga mendesak Kementerian Dalam Negeri untuk menegakkan peraturan sesegera mungkin.

Langkah tersebut dipandang secara luas sebagai langkah penting untuk mengekang pidato provokasi dan gerakan penuh kebencian kelompok tersebut terhadap minoritas Muslim Myanmar, namun gerakan kelompok anti-Muslim tersebut tampaknya tidak mengindahkan.

“Kami sudah berpikir untuk mengganti namanya,” kata biksu ketua Bhiwantha pada konferensi tersebut pada hari Sabtu, yang kemungkinan menjadi pertemuan terakhir di bawah nama “Asosiasi untuk Perlindungan Ras dan Agama” (lebih dikenal dengan Ma Ba Tha dalam akronim Myanmar).

“Sekarang larangan tersebut membantu kami mengubah citra kelompok,” kata Bhiwantha.

Biksu senior memutuskan untuk mengubah nama kelompok menjadi Yayasan Buddha Dhamma pada hari Ahad.

“Kami akan terus berjalan sebagai lembaga yang melindungi ras dan agama kami,” Bhiwantha menambahkan.

Beberapa hari sebelum pelarangan tersebut, anggota Komite Sentral Ma Ba Tha membentuk sebuah kelompok baru yang disebut “Dhamma Wantharnu Rakhita Association” yang akan segera diubah menjadi partai politik.

“Karena pemerintah tidak berkeinginan untuk melindungi agama, kita perlu masuk ke dalam politik,” kata Maung Thway Chun, ketua kelompok yang berafiliasi dengan Ma Ba Tha.

“Kami akan mendaftarkan partai dengan nama “Partai Patriot 135′ dalam waktu satu bulan,” katanya, menambahkan bahwa angka 135 mewakili jumlah kelompok etnis yang berbeda di negara ini.

Ansar al Syariah Libya Resmi Bubarkan Diri

LIBYA (Jurnalislam.com) – Faksi Jihad Libya Ansar al Syariah, yang merupakan afiliasi al-Qaeda dan dianggap sebagai organisasi jihadis oleh PBB dan Amerika Serikat, mengumumkan “pembubaran” nya dalam sebuah komunike yang dipublikasikan secara online pada hari Sabtu (27/5/2017).

Washington menuduh kelompok berada di balik serangan 11 September 2012 di konsulat AS di kota timur Benghazi dimana duta besar Christopher Stevens dan tiga orang Amerika lainnya terbunuh.

Ansar al Syariah adalah salah satu kelompok jihad yang muncul di Benghazi, kota terbesar kedua Libya, dalam kekacauan menyusul kematian diktator Muammar Qaddafi pada tahun 2011. Ansar al-Syariah menguasai kota tersebut pada tahun 2014.

Pasukan militer Libya Timur Khalifa Haftar awal bulan ini melancarkan serangan untuk mengusir jihadis dari dua markas mereka yang tersisa di Benghazi.

Dalam komunikenya Ansar al-Syariah mengatakan bahwa mereka “dilemahkan” oleh pertempuran, lansir Al Arabiya.

Faksi tersebut kehilangan pemimpinnya, Mohammed Azahawi, dalam pertempuran dengan pasukan Haftar di Benghazi pada akhir tahun 2014.

Sebagian besar anggotanya kemudian bergabung dengan Dewan Shura Revolusi Benghazi, sebuah aliansi lokal pejuang Islam.

Pada akhirnya mereka tersebar, Ansar al Syariah hadir di Benghazi dan Derna di Suriah timur, dengan cabang-cabang di Sirte dan Sabratha, Libya barat.

Pada waktu lalu faksi jihad tersebut mengambil alih barak dan tempat-tempat lain yang ditinggalkan oleh pasukan Qaddafi yang digulingkan dan mengubahnya menjadi tempat latihan bagi ratusan mujahidin yang ingin pergi ke Irak atau Suriah.

Kekurangan Pasukan Pria dalam Pertempuran Mosul, IS Gunakan Wanita Hadapi Militer Irak

MOSUL (Jurnalislam.com) – Sumber militer Irak mengatakan pada hari Ahad (28/5/2017) bahwa kelompok Islamic State (IS) mulai menyebarkan penembak jitu di kota tua Mosul, bersamaan dengan bom mobil dan pelaku bom martir.

Pasukan Irak maju dengan hati-hati ke arah kota tua Mosul, di tengah bentrokan antara pasukan Irak dan IS di lingkungan kota medis dan Rumah Sakit Ibnu Sina.

Mayor Jenderal Maan al-Saadi, komandan pasukan anti-terorisme khusus kedua, mengatakan bahwa pasukannya telah mengamankan hampir setengah dari lingkungan Al Sehha, menambahkan bahwa tidak mungkin menetapkan batas waktu untuk mengakhiri pertempuran, karena ada banyak variabel di darat.

Saadi mengungkapkan bahwa IS mulai menggunakan wanita dalam pertempuran, setelah kehilangan banyak pria.

Sumber militer Irak mengkonfirmasi bahwa daerah yang dikuasai IS di sisi barat kota Mosul telah menyusut menjadi hanya 5 persen, yang diperkirakan akan memasuki tahap pertarungan yang menentukan pada paruh pertama bulan depan, menurut saluran Al Arabiya hari Ahad.

Pasukan gabungan Irak juga telah memulai sebuah operasi baru untuk merebut tiga lingkungan terakhir – Al Shifa, Al Zenjeely, dan Al Sehha – di Mosul barat dari kontrol IS. Mereka mengatakan bahwa mereka bertujuan memperketat pengepungan di kota tua itu dengan gang-gangnya yang kompleks dan sempit, yang akan menjadi tempat IS disingkirkan di Irak.

Ketika operasi tersebut diluncurkan, pasukan Irak berhasil mengendalikan jembatan ketiga yang menghubungkan kedua sisi Tigris dan Mosul International Hotel di distrik Al Shifa, setelah terjadi bentrokan antara kedua belah pihak.

Menurut perkiraan militer, menguasai bangunan hotel akan memberi kekuatan kepada pasukan Irak untuk menyebarkan penembak jitu dalam menargetkan kelompok bersenjata di daerah-daerah terdekat.

Pertarungan antara tentara Irak dan elemen IS mengakibatkan kematian puluhan pasukan dari kedua belah pihak.

Sumber-sumber Irak mengatakan bahwa di antara yang tewas adalah dua komandan lapangan tentara Irak, Kolonel Abdul Baqi Dhahi al-Saadoun, dan Kolonel Ahmed Kazem al-Tamimi dari Brigade Infanteri ke-3.

Sumber militer tidak mengungkapkan keadaan kematian mereka.

Dalam konteks yang terkait, para pejuang Izzidiyoun menguasai desa Kujo, sebelah barat Mosul, dari milisi Syiah Pasukan Mobil Rakyat dengan hadirnya Letnan Jenderal Abdul Amir Yar, komandan kampanye militer untuk membebaskan Mosul dari IS.

Desa ini diambil dari IS dua hari yang lalu, dan merupakan perpanjangan dari selatan Qada ‘Sinjar, di mana mayoritas adalah orang-orang Yazidis.

AD India: Seharusnya Pemrotes Kashmir Bukan dengan Batu agar Bisa Kami Bantai

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Seorang kepala Angkatan Darat India pada hari Ahad mengatakan bahwa dia berharap para pemrotes Kashmir menggunakan senjata bukan batu, untuk memberi alasan kepada tentara India dalam melakukan pembantaian.

Ribuan orang yang melakukan protes terhadap peraturan India di Kashmir yang disengketakan dipersenjatai dengan batu.

“Sebenarnya, saya berharap orang-orang ini [pemrotes pro-kemerdekaan] menembakkan senjata pada kami, bukannya melemparkan batu ke arah kami [tentara India].

“Kalau mereka menembakkan senjata saya senang, lalu saya bisa melakukan apa yang ingin saya lakukan,” Jenderal Bipin Rawat mengatakan kepada Press Trust of India (PTI), kantor berita utama negara tersebut, pada hari Ahad.

Ucapan Rawat muncul sehari setelah dua pejuang Muslim Kashmir, salah satunya 16 tahun, gugur dalam baku tembak di Kashmir selatan.

Kepala aliansi multi-partai Hurriyat, Mirwaiz Umar Farooq mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tentara India tidak tahu bagaimana menangani para pemrotes.

“Negara bagian India dan tentara India, dengan semua senjata dan tenaganya, tidak dapat menundukkan gerakan pembebasan di Kashmir yang diduduki dan mereka benar-benar kalah menghadapi para pemrotes yang melempari batu tersebut.”