Berita Terkini

Disambut Umat Islam Solo, LUIS Ingatkan Para Aktivis Tetap Waspada Upaya Kriminalisasi

SUKOHARJO(Jurnalislam.com)- Massa Umat islam Soloraya menyambut kedatangan para Tokoh LUIS dan wartawan Panjimas.com Ranu Muda yang tidak terbukti bersalah dan divonis bebas dalam kasus amar ma’ruf kafe Social Kitchen yang menjual miras dan tarian erotis.

Massa yang terdiri dari berbagai ormas islam Soloraya ini berkumpul di Masjid Ibaadurrahman, Goro Assalam, Kartasura, Rabu malam (31/5/2017). Kedatangan rombongan Tokoh LUIS ini di sambut pekikan takbir oleh umat islam yang hadir dan setelahnya mereka melakukana long march pawai menuju Masjid Baitussalam, Cemani, melewati jalan Slamet Riyadi, Surakarta.

Perwakilan LUIS ustadz Yusuf Suparno bersyukur atas pertolongan yang diberikan Allah. Ia mengapresiasi sambutan luar bisa umat Islam sekaligus mengingatkan agar para aktivis berwaspada akan jerat kriminalisasi.

Semoga ini menjadi momentum untuk merapatkan shaf dan barisan kita, bahwa ternyata mereka yang berada di luar sana selalu membuat jebakan-jebakan. Terutama aktivis islam akan dikriminalisasi. Dan atas ijin Allah kriminalisasi tersebut telah digagalkan oleh Allah,” katanya.

“Dan ini adalah satu syukur yang kita sampaikan pada Allah, karena Kalau bukan karena Allah kita tidak akan bisa berbuat apapun,”pungkasnya

Reporter: Arie Ristyan

‘Bebasnya Ranu Muda dan Tokoh LUIS Merupakan Pertolongan Allah’

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Anshorusy Syariah (JAS), Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir ikut bersyukur atas kebebasan yang didapatkan para tokoh LUIS dan jurnalis panjimas.com Ranu Muda. Menurutnya, ini merupakan sebuah bentuk pertolongan dari Allah, sebagaimana yang tertulis di surat Ali Imran ayat 160.

“Alhamdulillah kita bersyukur sekali dengan bebasnya mereka ini. Kalau kalian ditolong Allah maka tidak akan ada yang mengalahkan. Sejak awal penangkapan teman-teman hingga dijebloskan kedalam penjara, terasa kental dengan nuansa politik. Hingga tidak heran, lawyer sebetulnya tidak begitu yakin bebas,”katanya pada Jurnalislam.com di Masjid Baitussalam, Cemani, Rabu (31/5/2017).

Pria yang karib disapa ustadz Iim ini mengatakan bahwa keberanian hakim memberikan keputusan sesuai hukum yang berlaku adalah bentuk kemenangan dari Allah, sekaligus ini membuktikan bahwa mereka tidak bersalah dan tidak melakukan pengerusakan terhadap Social Kitchen.

“Walaupun pertolongan datang dari keberanian hakim dengan vonis bebas, sesuai prosedur proses pembuktian, maka inilah yang kita anggap sebagai kemenangan dari Allah.”katanya. Ustadz Iim menambahkan, Bulan Ramadhan selalu membawa keberkahan bagi umat islam, terlebih bagi orang yang beriman yang sedang terzalimi.

“Ramadhan selalu membawa kemenangan bagi umat islam . Hari ini kita melihat hal tersebut, dan kita sangat senang dengan berita ini,”pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, menjatuhkan vonis bebas kepada para tokoh LUIS dan Wartawan Ranu Muda karena tidak terbukti bersalah melakukan perusakan terhadap kafe Social Kitchen.

Reporter: Arie Ristyan

API Jabar Siap Mengawal Jika Kasus Habib Rizieq Dipraperadilankan

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat, Asep Syaripudin menegaskan, pihaknya akan mengawal seandainya kasus Habib Rizieq dipraperadilankan.

“Kita akan kawal apabila besok lusa di praperadilankan, kalau di luar pengadilan kami akan aksi,” katanya kepada wartawan di depan Gedung Sate, Bandung, Jumat (2/6/2017).

Ia menilai kasus tersebut bukan masalah hukum. Sebab dalam UU ITE itu yang seharusnya diusut adalah pembuat dan penyebar chat mesum tersebut.

“Ini bukan masalah hukum, kalau bicara hukum, kan pertama yang menyebarkan bukan Habib Rizieq, yang melakukan bukan Habib Rizieq. Habib Rizieq tidak tahu masa Habib Rizieq yang tersangka,” tandasnya.

Menurutnya, kasus dugaan pornografi yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu terkesan dipaksakan. Sebab aparat tidak melakukan proses hukum berdasarkan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di negeri ini.

“Proses menjadikan tersangka itu sangat salah dan jadi saksi pun tidak tepat. Karena tidak mengetahui. Disini kita melihat Polri disini melakukan kriminalisasi,” tegasnya.

Reporter: Agus Dwi Cahyanto

Tolak Kriminalisasi Ulama, API Jabar Sebut Aparat Bertindak Di Luar Kaidah Hukum

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat bersama ormas Islam lainnya berunjuk rasa menolak kriminalisasi ulama, ormas dan aktivis Islam di depang Gedung Sate, Bandung, Jumat (2/6/2017).

Dalam kesempatan itu, Ketua API Jabar Asep Syaripudin mengatakan, aparat penegak hukum tidak bertindak sesuai kaidah hukum yang berlaku dalam sejumlah kasus yang menjerat para ulama dan ormas Islam.

“Aparat penegak hukum bertindak tidak berdasarkan kaidah-kaidah hukum, itu perbuatan melawan hukum ini pelanggaran HAM berat,” katanya di sela-sela aksi kepada wartawan, Jumat (2/6/2017).

Ia menjelaskan, sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka aparat harus memenuhi deliknya terlebih dahulu.

“Dan kami menyaksikan justru ini tidak dilakukan oleh penegak hukum, maka kita melihat ini bukan persoalan hukum seperti pada Habib Rizieq, Ustadz Al-Khottot. Ini sesuatu hal yang ironis,” tegasnya.

“Maka dri itu API JABAR bersikap untuk meluruskan kita jangan sampai mau di benturkan dengan aparat penegak hukum , seyogyanya penegak hukim menjadi pelayan masyarakat, bukan sebagai pihak yang kemudian mengkriminalisasi rakyat apalagi ulama,” tambahnya.

Menurutnya, upaya kriminalisasi terhadap para ulama merupakan penghinaan kepada Islam itu sendiri.

“Dalam agama islam ulama adalah pewaris nabi, apabila menghina atau mengkriminalisasi ulama sama dengan menghina nabi. Ini yang menjadi masalah,” tandasnya.

Reporter: Agus Dwi Cahyanto

DSKS: Aktivis Dakwah Harus Siap Menghadapi Segala Resiko

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustadz Muinudinilah Basri mengatakan, aktivis dakwah harus siap segala resiko. Sebab, musuh-musuh Islam akan selalu mencari cara untuk membungkan kebenaran. Pernyataan itu disampaikan menanggapi vonis bebas para petinggi Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan seorang jurnalis media Islam Ranu Muda atas kasus perusakan kafe Social Kitchen.

“Kita tahu bahwa penjara dalam Islam adalah suatu ancaman dari musuh-musuh Islam, salah satu ancaman dari orang-orang kafir adalah ditahan, kita tahu bahwa ditahan ini kita tidak boleh mengharap, tetapi sebuah resiko memang yang kita harus siap menerima keadaan ketika terjadi, ketika kita melakukan jihad dan dakwah kita sesuai syar’i dan prosedural, ungkapnya saat menyambut kedatangan para tokoh LUIS di Masjid Jami MUI,Surakarta, Kamis,(1/6/2017).

Lebih lanjut, ketua Ponpes Ibnu Abbas Klaten ini, menjelaskan, bahwa ketika kita mendapatkan resiko masuk penjara, kita harus berusaha membuktikan bahwa kita tidak bersalah. Sebagaimana yang dilakukan nabi Yusuf allaihisalam ketika masuk penjara karena difitnah Zulaikha.

“ Tetapi, ketika kita dipenjara, kita harus berjuang keluar dan membuktikan bahwa kita tidak bersalah,katanya.

Selain itu, Ustadz Muin juga mengapresiasi kerja keras Tim Advokasi Nahi Mungkar (TASNIM) yang istiqomah mendampingi para aktivis LUIS dari awal hingga akhir.

“Dan alhamdulillah kegigihan dari tim advokasi mendampingi beliau-beliau dan dengan kerja sama yang baik akhirnya divonis bebas,”tutupnya.

Reporter: Arie Ristyan

Moskow: IS Buat Kesepakatan dengan PYD untuk Tinggalkan Raqqah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Kelompok Islamic State (IS) membuat kesepakatan dengan PYD/PKK untuk menarik diri dari Raqqa – wilayah markasnya di Suriah – tanpa konflik bersenjata, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada hari Rabu, lansir Anadolu Agency Kamis (1/6/2017).

Lavrov mengatakan Kementerian Pertahanan Rusia mengkonfirmasi informasi tersebut, meskipun kelompok PYD menolaknya.

“Segera setelah informasi ini dipublikasikan, gerilyawan IS keluar dari Raqqa dan pindah ke Palmyra,” Lavrov mengatakan kepada wartawan di Moskow.

“Seperti yang Anda tahu, pasukan udara Rusia melihat perpindahan tersebut dan menyerang konvoi ini,” katanya.

Rusia akan tetap berkomitmen untuk memerangi IS di tanah Suriah, Lavrov menambahkan.

Menurut kantor berita TASS Rusia, seorang sumber di Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Sabtu lalu bahwa kedua organisasi bersenjata tersebut mencapai sebuah kesepakatan untuk membuka sebuah koridor selatan yang aman bagi para Daesh menuju Palmyra.

Pada hari Selasa, pasukan Rusia dilaporkan menargetkan IS di timur Palmyra saat mereka pindah dari Raqqa.

Jumat lalu, SDF yang didukung agresor AS, yang berisi banyak elemen terkait dengan kelompok teroris PKK / PYD, meminta militan IS di Raqqa untuk menyerah pada akhir bulan ini.

Sejak saat itu, serangan udara dan artileri di kota – oleh koalisi yang dipimpin agresor AS dan SDF – telah meningkat, menimbulkan sejumlah korban sipil.

Bom Mobil Meledak di Lingkungan Syiah, Arab Saudi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Sebuah mobil yang berisi bahan peledak dilaporkan telah mengguncang lingkungan Syiah, Qatif, di Provinsi Timur Arab Saudi pada hari Kamis (1/6/2017) sebelum adzan Maghrib, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Dua orang telah dikonfirmasi tewas sejauh ini, dengan laporan awal menunjukkan bahwa mayat tersebut termasuk dua buronan dari daerah al-Awamiya. Pihak berwenang telah mengidentifikasi kedua orang yang tewas tersebut sebagai Fadhel al-Hamada dan Mohammed al-Somayel.

Tiga orang yang terlibat dalam serangan tersebut berhasil melarikan diri dan saat ini sedang diburu oleh petugas keamanan di daerah tersebut.

Video yang diposkan di media sosial menunjukkan asap tebal di dekat lokasi serangan dengan beberapa suara tembakan yang menyertai serangan tersebut.

Ledakan mobil tersebut terjadi beberapa hari setelah milisi Syiah di desa al-Awamiyah menyerang sebuah kendaraan keamanan Kerajaan di Qatif pada Senin pagi, melukai seorang anggota pasukan khusus.

Afghanistan Tuding Intelijen Pakistan Berada Dibalik Serangan Bom di Kabul

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Perang kata-kata berlanjut antara Afghanistan dan Pakistan setelah serangan bom truk yang mematikan di Kabul menewaskan sedikitnya 90 orang.

Pejabat intelijen Afghanistan menyalahkan kelompok yang berafiliasi dengan Taliban dan Pakistan melakukan pemboman truk di Kabul hari Rabu (31/5/2017).

Pejabat Pakistan menolak tuduhan tersebut dan pejabat Taliban mengatakan bahwa mereka tidak memiliki tangan dalam ledakan tersebut.

Zein Basravi dari Al Jazeera, melaporkan dari Islamabad, mengatakan bahwa tuduhan Afghanistan pada hari Kamis (1/6/2017) merupakan bagian dari “perang kata-kata” yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Ini adalah “sinyal ketidakpercayaan yang mempengaruhi hubungan bilateral mereka, dan juga hubungan kerjasama mengenai isu-isu kontra-terorisme”, katanya.

Sedikitnya 400 lainnya luka-luka ketika seorang penyerang bunuh diri mengendarai sebuah truk tanker yang sarat dengan bahan peledak ke distrik diplomatik Kabul yang dijaga ketat saat jam sibuk pagi hari.

Badan intelijen Afghanistan pada hari Rabu mengklaim bahwa temuan awal menunjukkan jaringan Haqqani yang bermarkas di Taliban telah melakukan serangan tersebut dengan bantuan dinas intelijen Pakistan.

“Rencana serangan hari ini [Rabu] dibuat oleh jaringan Haqqani dengan koordinasi langsung dan kerjasama dengan Inter Services Intelligence (ISI) Pakistan,” kata Direktorat Keamanan Nasional dalam sebuah pernyataan.

Afghanistan telah lama menuduh Pakistan mendukung dan melindungi komandan dan pejuang Haqqani dan Taliban, dan kedua negara secara teratur saling menuduh mendukung kelompok bersenjata yang beroperasi di seberang perbatasan.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban), mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Taliban tidak terlibat dalam serangan kemarin.

Pernyataan Juru Bicara Imarah Islam atas Ledakan Bom Truk di Kabul

Ledakan tersebut merupakan serangan terburuk kota itu sejak penarikan sebagian pasukan multinasional dari Afghanistan tahun 2014.

Jumlah besar korban adalah warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Penjaga keamanan Afghanistan juga termasuk dalam korban tewas.

Walikota Kabul mengatakan, ledakan tersebut merusak properti hingga sejauh 4km dari lokasi ledakan dan puluhan orang menunggu di rumah sakit untuk mengetahui nasib keluarga dan teman mereka yang terluka.

Dalam sebuah panggilan telepon dengan Donald Trump pada hari Rabu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengeluhkan peran dinas intelijen Pakistan dalam serangan tersebut serta peran dinas intelijen Pakistan dalam konflik yang sedang berlangsung di Afghanistan, sumber-sumber di dalam istana kepresidenan mengatakan kepada Al Jazeera.

Kantor luar negeri Pakistan di Islamabad mengeluarkan sebuah pernyataan beberapa jam setelah ledakan hari Rabu, mengutuk serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa rakyatnya sendiri berada di lokasi ledakan dan terkena dampak ledakan tersebut.

Dalam Bulan Mei Pasukan Zionis Bunuh 8 Orang Palestina dan Lukai 580 Lainnya

RAMALLAH (Jurnalislam.com) Delapan orang Palestina terbunuh – termasuk tiga anak – dan 580 lainnya terluka oleh tembakan pasukan zionis di wilayah Palestina yang terjajah pada bulan Mei, Organisasi Pembebasan Palestina (the Palestine Liberation Organization PLO) mengatakan dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada hari Kamis (1/6/2017), lansir Anadolu Agency.

Menurut laporan yang sama, sebanyak 34 warga Palestina – termasuk sembilan anak dan satu wanita – tewas akibat tembakan Israel sejak awal 2017.

Pada periode yang sama, laporan tersebut kemudian mencatat, sedikitnya 530 orang Palestina ditahan oleh pihak berwenang Israel di Yerusalem, Tepi Barat yang diduduki Israel dan Jalur Gaza yang diblokade.

Laporan PLO juga menunjukkan bahwa pihak berwenang Israel menghancurkan 16 struktur Palestina pada bulan Mei saja dengan alasan bahwa bangunan tersebut dibangun tanpa izin.

Pada periode yang sama, laporan tersebut menyatakan, Israel menyetujui pembangunan lebih dari 400 unit pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sambil mengeluarkan tender untuk tambahan 209 unit lagi.

Laporan yang sama juga menyebutkan 44 kasus bulan lalu di mana gembala dan nelayan Palestina menderita luka-luka akibat tembakan Israel di Jalur Gaza yang diblokade.

Rusia Siap Jual Rudal Berteknologi Tinggi S-400 ke Turki

RUSIA (Jurnaliaslam.com) Vladimir Putin mengatakan pada hari Kamis (1/6/2017) bahwa Rusia siap menjual sistem rudal canggih surface-to-air S-400 mereka kepada Turki dan telah mendiskusikan masalah ini dengan Ankara, kantor berita TASS melaporkan.

TASS mengatakan Putin mengeluarkan komentar tersebut kepada media internasional di sebuah forum ekonomi di St. Petersburg.

“Kami mendiskusikan kemungkinan menjual S-400 ke Turki. Kami siap,” kata Putin.

“Saat ini, kami tidak memproduksi sistem ini di luar negeri, kami siap mengirim sistem terbaru dan paling efisien ini. Presiden [Recep Tayip] Erdogan dan militer kedua negara telah mengetahui,” tambahnya.

S-400, yang disebut S1-Growler oleh Nato, dirancang untuk mencapai 36 target sekaligus pada jarak 400km.

Jika penjualan berhasil, ini adalah pertama kalinya Turki membeli peralatan militer berteknologi tinggi dari Rusia sejak kesepakatan senjata dilakukan setelah jatuhnya Uni Soviet.

Turki saat ini mengandalkan baterai rudal yang diluncurkan NATO untuk pertahanan jarak jauh dan S-400 yang dibeli oleh Turki tidak akan dapat saling terintegrasi ke dalam sistem NATO.

Sebelum kesepakatan S-400, Turki hanya membeli persenjataan kecil seperti granat berpeluncur roket dari Rusia.

Rusia pertama kali berpartisipasi dalam tender militer Turki untuk helikopter tempur pada tahun 1995, namun gagal dengan tawaran gabungan Israel.

Pasukan Rusia mengerahkan S-400 ke Suriah tahun lalu untuk melindungi basis-basisnya, namun sistem tersebut gagal mendeteksi atau mengganggu serangan rudal jelajah Tomahawk AS di sebuah pangkalan udara pemerintah Suriah pada bulan April, yang memicu kekhawatiran para ahli pertahanan Rusia.

Sementara itu, Rusia terbuka untuk membahas pencabutan sebagian larangan impor tomat dari Turki karena langkah tersebut tidak membahayakan petani atau investornya sendiri, kata menteri pertanian Alexander Tkachev kepada Reuters, Kamis.

Dalam upaya untuk menyelesaikan sebuah perdagangan dengan Rusia, Ankara telah mengusulkan agar Moskow mencabut larangan impor tomat Turki selama petani Rusia tidak dapat menumbuhkan tanamannya sendiri.