Berita Terkini

Pernyataan Juru Bicara Imarah Islam atas Ledakan Bom Truk di Kabul

Pernyataan Juru Bicara Imarah Islam atas Ledakan Bom Truk di Kabul

Sebuah ledakan besar oleh sebuah bom mobil terjadi hari ini di kota Kabul, membunuh dan melukai ratusan orang dengan target serangan juga tetap tidak diketahui.

Ledakan ini tidak ada hubungannya dengan mujahidin Imarah Islam. Mujahidin kami tidak terlibat dalam insiden ini dan mujahidin juga tidak diperbolehkan melakukan serangan Bom di daerah yang tidak jelas.

Siapa yang telah melakukan serangan ini dan untuk tujuan apa akan menjadi jelas pada tahap selanjutnya, maka Imarah Islam mengecam setiap ledakan dan serangan yang dilakukan terhadap warga sipil, atau di mana warga sipil dilukai dan tidak memiliki target yang sah.

Masyarakat harus yakin bahwa serangan Kabul bukanlah karya mujahidin.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan

Zabihullah Mujahid

05/09/1438 Hijriah 31/05/2017 Masehi

Baca juga: Serangan Bom Truk Hantam Kota Kabul, 90 Orang Lebih Tewas

Serangan Udara Filipina Bunuh 11 Tentaranya Sendiri

MARAWI (Jurnalislam.com) – Militer Filipina mengatakan bahwa mereka secara tidak sengaja membunuh sedikitnya 10 tentaranya sendiri dalam sebuah serangan udara yang ditujukan pada orang-orang bersenjata yang telah mengepung kota Marawi selama lebih dari sepekan.

Penyerangan hari Rabu (31/5/2017) dimaksudkan untuk menargetkan kelompok bersenjata Maute, yang telah berjanji setia kepada kelompok Islamic State (IS).

Pemerintah belum berhasil merebut kembali kontrol atas situasi.

Reporter Al Jazeera Jamela Alindogan melapor dari Marawi di Mindanao di Filipina selatan, Kamis (1/6/2017).

Silaturahim HTI Dengan Ormas Islam Semarang Tuntut Pembebasan Aktivis dan Ulama

SEMARANG (Jurnalislam.com) – DPD II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Semarang mengadakan pertemuan dengan ormas-ormas Islam di Gedung Dakwah Habibah, Kintelan, Semarang, Kamis (1/6/2017). Pertemuan digelar untuk mempererat ukhuwah antar ormas Islam.

“Acara ini untuk mempererat silaturrahmi, memupuk persaudaraan dalam memperkokoh perjuangan antar umat Islam,” kata Ketua DPD II HTI Semarang, Ustadz Brojo P. Laksono dalam sambutannya.

Sementara itu Ketua HTI Jawa Tengah, Ustadz Abdullah IAR, MT mengungkapkan adanya pola pengklasifikasian oleh musuh Islam terhadap kelompok umat Islam agar umat Islam agar saling benturan.

“Maka sudah seharusnya ormas Islam silaturahmi dan bersatu,” tegasnya.

Pertemuan diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan pimpinan ormas Islam terkait tuntutan pembebasan sejumlah ulama yang hari ini dikriminalisasi oleh penguasa.

Diantara ormas Islam yang hadir pada pertemuan ini adalah Hidayatullah, Jama’ah Ansharusy Syariah, FPI, Muallaf Center Semarang, MTA, ACT, FOSTAM, dll.

Reporter: Agus Riyanto

Selama Ramadhan, Rumah Bersalin Cuma-Cuma Agendakan Kegiatan-Kegiatan Seru Ini

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Di Ramadhan 1438 H, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Sinergi Foundation kembali mengajak untuk berlomba-lomba memberi manfaat bagi sesama muslim. Serangkaian kegiatan spiritual pun digelar untuk para member dhuafa guna mengoptimalkan ibadah di bulan suci.

Menurut Direktur RBC, Dr Erni Tresnasari, kegiatan-kegiatan tersebut dihelat tak hanya untuk menambah wawasan saja, namun juga me-recharge iman para member. Lebih lanjut, kegiatan ini bisa memperat sinergi ukhuwah antara penerima manfaat RBC.

Para member sendiri, diakuinya sangat antusias dengan rangkaian acara Ramadhan. Sebab, mereka diberi wadah untuk menimba ilmu keislaman lebih dalam. Yayan, misalnya, salah satu dhuafa yang juga menjadi member, turut senang dengan program-program yang digelar di RBC.

“Acara ini memudahkan saya belajar Al Qur’an dan ilmu agama. Daripada saya belajar sendiri di rumah, lebih baik mengkaji bersama member lain. Kami jadi saling kenal,” tutur Yayan.

Apa saja kegiatannya?

Pertama, RBC menghelat Pesantren Kilat khusus Member RBC. “Kegiatannya dibuat berkelompok guna memaksimalkan pembinaan materi keislaman. Kegiatan ini diadakan selama 1 pekan terhitung dari tanggal 27 Mei – 2 Juni 2017,” kata Dr Erni.

Kedua, Gerebek Rumah Sehat Dhuafa. Acara ini dilaksanakan setiap Rabu dan Jumat selama bulan Ramadhan. Ketiga, Lomba Anak Shaleh (aneka lomba untuk anak member) yang digelar pada tanggal 4 Juni 2017. Perlombaan yang diadakan di antaranya lomba hafalan surat pendek, lomba mewarnai, lomba merangkai puzzle, lomba azan, serta lomba ekspresi bayi muslim.

Yang ketiga, Tebar 1000 Takjil yang dilakukan setiap Jumat selama bulan Ramadhan. Terakhir, RBC menggelar tabligh akbar bersama Ketum MUI Bandung cum Dewan Pembina Sinergi Foundation, Prof KH Miftah Faridl dan tebar paket hari raya untuk dhuafa, yang diadakan pada 20 dan 17 Juni 2017.

RBC merupakan sebuah institusi kesehatan, khususnya di bidang persalinan cuma-cuma, khusus bagi ibu hamil dari kalangan dhuafa. HIngga kini sejak digagas Sinergi Foundation Oktober 2004 lalu, RBC telah memfasilitasi lebih dari 149.687 layanan kesehatan untuk ibu dan anak.

Siaran Pers

Tim Advokasi LUIS Sempat Pesimis Kliennya Akan Bebas dari Dakwaan

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua koordinator Tim Advokasi Nahi Mungkar (TASNIM), Anis Priyo Ansharie bersyukur atas dibebaskannya para pimpinan LUIS dan jurnalis media Islam Ranu Muda. Sebelumnya, Anis mengaku pesimis kliennya akan bebas.

Ia menilai kasus perusakan kafe Social Kitchen Solo yang menjerat para petinggi Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) itu adalah dakwaan yang mengada-ada. Kasus itu, lanjutnya, hanyalah upaya kriminalisasi terhadap aktifis amar ma’ruf nahi munkar di kota Surakarta.

“Perkara ini bukan hanya perkara hukum akan tetapi karena banyak pihak yang ingin teman-teman kita ini dipenjara,” katanya kepada wartawan di Masjid Baitusalam Tipes, Rabu (31/5/2017) malam.

Menurutnya, vonis bebas kepada para kliennya semata hanyalah kehendak Allah SWT.

“Kalo Allah berkehendak tidak ada siapapun yang bisa menghalanginya, jika tidak ada pertolongan Allah, tidak akan terjadi situasi seperti malam ini,” ujarnya.

Vonis bebas murni Majelis Hakim PN Semarang itu disambut oleh ratusan aktifis Islam Surakarta. Rombongan LUIS dari Semarang disambut dengan konvoy menuju Masjid Baitussalaam Tipes, Surakarta.

Reporter: Ridho Asfary

Serangan IED Taliban Mampu Hancurkan Helikopter Hip Mi-8 Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Sebuah video diposting oleh seorang pendukung Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada pertengahan Mei. Video itu merekam helikopter militer Afghanistan yang hancur akibat serangan IED Taliban dan dinarasikan oleh mujahidin Taliban yang melakukan serangan tersebut, lansir The Long War Journal, Rabu (31/5/2017).

Helikopter tempur itu tampaknya adalah Hip Mi-8, dan terekam saat mendekati pangkalan dan lahan di puncak gunung. Beberapa detik setelah mendarat, helikopter tersebut hancur dalam ledakan besar yang menggulingkan badan helikopter dan menghempaskan bagian rotornya ke udara. Pejuang Taliban yang merekam video tersebut berseru “Allahu Akbar,”, saat pesawat tersebut hancur. Jumlah korban awak helikopter dan siapa pun yang berada di dekatnya masih belum diketahui. Militer Afghanistan belum mengomentari serangan tersebut. Hanya sedikit kemungkinan ada orang yang selamat dari ledakan tersebut.

Ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh bom yang ditempatkan di bawah pesawat, karena ledakan tersebut tampaknya berasal dari bawah helikopter. Penempatan IED menunjukkan bahwa pejuang Taliban berhasil menembus pangkalan dan menanam bom tersebut, atau menempatkan satu atau lebih tentara mereka yang ditempatkan di sana untuk menyebarkan IED tersebut. Selain itu, bom tersebut tampaknya diledakkan dari jarak jauh, karena helikopter itu tidak meledak saat bersentuhan dengan tanah. Tim Taliban yang meledakkan bom dan juga tim yang merekamnya (obrolan radio terdengar di latar belakang, menunjukkan lebih dari satu tim Taliban berada di wilayah tersebut) berada di dekat pangkalan tersebut, sehingga memungkinkan keamanan perimeter pangkalan itu buruk.

Taliban melakukan serangan serupa pada bulan April 2016 di sebuah puncak gunung di Kunar dan juga menerbitkan sebuah video tentang pemboman itu. Dalam video tersebut, beberapa tentara Afghanistan terlihat mendekati helikopter, yang juga MI-8 Hip, saat mendarat, dan terkena ledakan.

Militer Afghanistan yang semakin mengandalkan aset udara untuk memasok kembali basis-basis mereka yang terpencil dan terkepung, serta untuk menargetkan Taliban dalam serangan udara semakin menderita kehilangan banyak helikopter.

Taliban telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah menembak jatuh 10 helikopter sejak awal September 2016..

Militer Afghanistan sering membantah bahwa Taliban telah menembak jatuh helikopternya, dengan beralasan helikopter jatuh karena “kesalahan teknis” atau masalah lainnya, seperti saat pemboman helikopter pada bulan April 2016 di Kunar. Video Taliban kemudian membantah pernyataan militer Afghanistan tersebut.

Serangan Bom Truk Hantam Kota Kabul, 90 Orang Lebih Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan bom truk “pengecut” yang merobek jantung distrik diplomat Kabul, menewaskan sedikitnya 90 orang dan melukai ratusan lainnya.

Ledakan dahsyat pada hari Rabu (31/5/2017) digambarkan oleh pejabat sebagai “salah satu yang terbesar” yang pernah menghantam ibukota Afghanistan.

Bahan peledak tersebut disembunyikan di sebuah truk tangki yang digunakan untuk membersihkan sistem septik, kata Najib Denmark, wakil juru bicara menteri dalam negeri.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung. Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Imarah Islam Afghanistan tidak terlibat dalam serangan tersebut.

Ledakan tersebut menghasilkan sebuah kawah sekitar lima meter di dekat Lapangan Zanbaq di distrik Wazir Akbar Khan, di mana gedung-gedung pemerintah dan kedutaan asing dilindungi oleh personel keamanan mereka sendiri, serta polisi Afghanistan dan Pasukan Keamanan Nasional.

“Dalam serangan dahsyat ini, 90 orang telah terbunuh dan 400 lainnya cedera, termasuk banyak wanita dan anak-anak,” kata pusat media pemerintah, dengan petugas kesehatan memperingatkan bahwa jumlah korban dapat meningkat lebih jauh.

Korbannya terutama adalah warga sipil Afghanistan. Ada kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat.

“Teroris, bahkan di bulan suci Ramadhan, bulan kebaikan, restu dan doa, tidak menghentikan pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah,” kata Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Qais Azimy dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Kabul, mengatakan jumlah korban tewas bisa mencapai 100, dengan lebih dari 500 orang terluka, menurut sumber-sumber.

“Ini adalah salah satu serangan terbesar di Afghanistan yang pernah saya lihat,” katanya. “Hari ini sangat menyedihkan dan sangat berdarah bagi masyarakat Kabul.”

Aziz Navin, seorang insinyur IT dengan media TOLOnews Afghanistan, adalah salah satu korban pertama yang diketahui namanya.

Mohammed Nazi, seorang sopir untuk BBC, juga terbunuh, sementara empat wartawan BBC dirawat di rumah sakit.

“[Nazir] sedang membawa rekan jurnalisnya ke kantor,” kata BBC dalam sebuah pernyataan yang diposting ke Twitter. “Dia berusia akhir tiga puluhan dan meninggalkan keluarga mudanya.”

Seorang penjaga keamanan Afghanistan di kedutaan Jerman juga tewas dalam serangan tersebut.

Video yang direkam di tempat kejadian menunjukkan puing-puing yang terbakar, dinding dan bangunan yang hancur, dan mobil yang hancur, dengan banyak orang di dalamnya yang tewas atau terluka.

Azimy dari Al Jazeera mengatakan bahwa insiden tersebut menimbulkan banyak pertanyaan keamanan di Kabul, mencatat bahwa banyak yang bertanya-tanya bagaimana “sebuah truk yang penuh dengan bahan peledak bisa berhasil mencapai wilayah yang sangat aman” di ibu kota tersebut.

Rumah-rumah dan toko-toko yang berjarak ratusan meter dari tempat ledakan itu rusak, dengan jendela-jendela pecah dan pintu-pintu terlepas dari engselnya.

“Ledakan itu sangat keras sehingga menghancurkan semua jendela saya, saya belum pernah mendengar sesuatu yang besar seperti itu sebelumnya,” Fatima Faizi, seorang penduduk Kabul, mengatakan kepada Al Jazeera.

Michael Kugelman dari Wilson Center yang bermarkas di AS, mengatakan kepada Associated Press bahwa serangan mematikan tersebut, menandakan sebuah “kegagalan intelijen” di Kabul.

“Ada kegagalan yang jelas untuk mengantisipasi ancaman keamanan utama di daerah yang sangat aman,” katanya.

“Fakta bahwa kegagalan intelijen ini terus terjadi menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak bekerja di atas, dan perubahan besar dan mendesak dibutuhkan dalam kebijakan keamanan,” katanya.

Helikopter Militer Turki Tabrak Kabel Listrik Tegangan Tinggi, 13 Tentara Tewas

SIRNAK (Jurnalislam.com)Tiga belas tentara tewas pada hari Rabu (31/5/2017) akibat kecelakaan helikopter militer tipe Cougar di provinsi selatan Sirnak, menurut Staf Umum Turki, lansir Anadolu Agency.

Helikopter itu menabrak kabel listrik tegangan tinggi tiga menit setelah lepas landas, kata kantor gubernur provinsi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Ketiga belas personil militer tewas dalam kecelakaan itu, kata Staf Umum Turki.

Presiden Recep Tayyip Erdogan diberitahu tentang kecelakaan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada Kepala Staf Turki Hulusi Akar, yang pergi ke tempat kejadian, menurut sumber presiden.

Perdana Menteri Binali Yildirim dan istrinya mengunjungi keluarga Mayjen Aydogan Aydin yang tewas dalam kecelakaan itu. “Semoga Allah mengistirahatkan jiwa pahlawan kita yang mati syahid dalam peristiwa menyakitkan yang sangat menyedihkan ini,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Wakil Perdana Menteri Mehmet Simsek dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu juga tiba di Sirnak untuk memeriksa lokasi kejadian.

Para pemimpin mengungkapkan simpati mereka melalui akun media sosial mereka.

“Kesedihan pahlawan kita yang mati syahid di helikopter yang jatuh telah merobek hatiku. Semoga Allah mengistirahatkan jiwa mereka,” Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menulis di akun Twitter-nya.

Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para martir di media sosial. “Semoga Tuhan mengistirahatkan mereka dalam damai,” tulisnya.

Pemimpin partai oposisi Partai Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu menyampaikan belasungkawanya kepada seluruh Turki, melalui akun Twitter-nya.

Pasukan IS Tutup Jalan Sekitar Masjid Agung Mosul sebagai Benteng Terakhir

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Islamic State (IS) menutup jalan-jalan di sekitar Masjid Agung al-Nuri Mosul, kata penduduk, tampaknya dalam persiapan untuk pertarungan terakhir dalam pertempuran di atas markas besar terakhir mereka di Irak, Middle East Eye melaporkan, Rabu (31/5/2017).

Dalam 48 jam terakhir warga menyaksikan puluhan pasukan mengambil posisi di sekitar masjid abad pertengahan tersebut, tempat di mana pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi mengumumkan sebuah kekhalifahan Islam pada bulan Juli 2014 secara sepihak.

Pasukan pemerintah Irak yang didukung agresor AS merebut kembali Mosul timur pada bulan Januari dan memulai sebuah dorongan baru pada hari Sabtu untuk merebut daerah kantong yang tersisa di Mosul, yang terdiri dari pusat kota tua di mana masjid tersebut berada, dan tiga distrik yang berdekatan di sebelah barat tepi Sungai Tigris

Jatuhnya kota pada akhirnya akan menandai berakhirnya separuh kekhalifahan IS yang mereka deklarasikan sendiri. Sementara di Suriah, pasukan lokal Kurdi yang didukung oleh serangan udara agresor AS mengepung wilayah IS di kota Raqqa, ibukota de facto IS di negara tersebut.

Hingga 200.000 orang masih hidup dalam kondisi mengerikan di Mosul, kehabisan makanan, air dan obat-obatan, dan sulit mengakses rumah sakit, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Ahad.

Masjid Agung al-Nuri menjadi fokus simbolis operasi militer tersebut, dan para komandan Irak secara pribadi mengatakan bahwa mereka berharap dapat menguasainya selama bulan Ramadhan.

“Pasukan IS tahu bahwa Masjid adalah sasaran yang paling penting dan mereka bersiap menghadapi pertempuran besar di sana,” kata Hisyam al-Hashemi, yang menjadi konsultan beberapa pemerintah Timur Tengah termasuk Irak dalam urusan negara Islam.

Tapi pertempuran di dalam atau di dekat masjid akan membuat bangunan dan menaranya yang terkenal tersebut beresiko, kata para ahli.

Menara, yang miring beberapa kaki dan berdiri di tanah lembab, sangat rentan karena belum direnovasi sejak 1970. Kemiringannya membuat menara itu memperoleh nama populernya – al-Hadba, atau bungkuk.

Serangan Mosul, yang sekarang berada di bulan kedelapan, telah memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.

Selama beberapa hari terakhir, militan IS memerintahkan puluhan keluarga yang tinggal di distrik Zanjili untuk pindah ke Kota Tua untuk mencegah mereka melarikan diri ke arah pasukan Irak yang berusaha maju dari sisi utara, kata seorang penduduk.

Pasukan pemerintah telah menjatuhkan selebaran di distrik-distrik yang menghimbau keluarga di sana melarikan diri namun intensitas pertempuran telah mencegah mereka untuk melarikan diri.

Pasukan IS telah melawan serangan tersebut dengan bom mobil dan bom rompi, penembak jitu, jebakan dan tembakan mortir.

Sekitar 700.000 orang, sekitar sepertiga dari populasi kota pra-perang, telah melarikan diri, mencari perlindungan baik dengan teman dan keluarga atau di kamp-kamp.

Terbukti Tidak Bersalah, LUIS Harap Kriminalisasi Tak Terulang Kembali

SEMARANG(JurnalIslam.com)- Setelah divonis bebas karena tak terbukti bersalah dalam kasus perusakan Social Kitchen di pengadilan, Humas Laskar Umat Islam Solo (LUIS) Endro Sudarsono berharap kriminalisasi terhadap ulama, aktivis dan ormas Islam tidak terulang kembali.

Menurutnya, kasus yang menimpa dirinya dan kawan-kawannya di LUIS menjadi kasus terakhir bagi kepolisian untuk mengkriminalisasi umat. “”Semoga kedepannya tidak ada istilah kriminalisasi selama itu tidak ada fakta hukum, apabila terjadi kasus semacam kita terulang lagi ,” katanya di Semarang kepada Jurnalislam.com, Rabu (31/5/2017).

Sedari awal, Endro meyakini bahwa putusan yang akan diberikan majelis hakim adalah vonis bebas.

“Itu sesuai dengan keyakinan kami selama ini baik dalam duplik bahwa jaksa akan sulit mendakwakan apa yang disampaikan kepada kami,”katanya.

Ia pun mengapresiasi majelis hakim yang telah memutuskan dengan adil. “Yang jelas hakim independen cerdas, cermat dan tepat dalm membaca fakta-fakta persidangan selama ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, 9 orang anggota LUIS dan seorang jurnalis bernama Ranu Muda yang tengah meliput ditangkap polisi karena dituding terlibat dalam perusakan kafe Social Kitchen. Namun, karena tak terbukti bersalah, mereka semua divonis bebas oleh majelis hakim.