Berita Terkini

Serangan IED Taliban Mampu Hancurkan Helikopter Hip Mi-8 Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Sebuah video diposting oleh seorang pendukung Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada pertengahan Mei. Video itu merekam helikopter militer Afghanistan yang hancur akibat serangan IED Taliban dan dinarasikan oleh mujahidin Taliban yang melakukan serangan tersebut, lansir The Long War Journal, Rabu (31/5/2017).

Helikopter tempur itu tampaknya adalah Hip Mi-8, dan terekam saat mendekati pangkalan dan lahan di puncak gunung. Beberapa detik setelah mendarat, helikopter tersebut hancur dalam ledakan besar yang menggulingkan badan helikopter dan menghempaskan bagian rotornya ke udara. Pejuang Taliban yang merekam video tersebut berseru “Allahu Akbar,”, saat pesawat tersebut hancur. Jumlah korban awak helikopter dan siapa pun yang berada di dekatnya masih belum diketahui. Militer Afghanistan belum mengomentari serangan tersebut. Hanya sedikit kemungkinan ada orang yang selamat dari ledakan tersebut.

Ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh bom yang ditempatkan di bawah pesawat, karena ledakan tersebut tampaknya berasal dari bawah helikopter. Penempatan IED menunjukkan bahwa pejuang Taliban berhasil menembus pangkalan dan menanam bom tersebut, atau menempatkan satu atau lebih tentara mereka yang ditempatkan di sana untuk menyebarkan IED tersebut. Selain itu, bom tersebut tampaknya diledakkan dari jarak jauh, karena helikopter itu tidak meledak saat bersentuhan dengan tanah. Tim Taliban yang meledakkan bom dan juga tim yang merekamnya (obrolan radio terdengar di latar belakang, menunjukkan lebih dari satu tim Taliban berada di wilayah tersebut) berada di dekat pangkalan tersebut, sehingga memungkinkan keamanan perimeter pangkalan itu buruk.

Taliban melakukan serangan serupa pada bulan April 2016 di sebuah puncak gunung di Kunar dan juga menerbitkan sebuah video tentang pemboman itu. Dalam video tersebut, beberapa tentara Afghanistan terlihat mendekati helikopter, yang juga MI-8 Hip, saat mendarat, dan terkena ledakan.

Militer Afghanistan yang semakin mengandalkan aset udara untuk memasok kembali basis-basis mereka yang terpencil dan terkepung, serta untuk menargetkan Taliban dalam serangan udara semakin menderita kehilangan banyak helikopter.

Taliban telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah menembak jatuh 10 helikopter sejak awal September 2016..

Militer Afghanistan sering membantah bahwa Taliban telah menembak jatuh helikopternya, dengan beralasan helikopter jatuh karena “kesalahan teknis” atau masalah lainnya, seperti saat pemboman helikopter pada bulan April 2016 di Kunar. Video Taliban kemudian membantah pernyataan militer Afghanistan tersebut.

Serangan Bom Truk Hantam Kota Kabul, 90 Orang Lebih Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan bom truk “pengecut” yang merobek jantung distrik diplomat Kabul, menewaskan sedikitnya 90 orang dan melukai ratusan lainnya.

Ledakan dahsyat pada hari Rabu (31/5/2017) digambarkan oleh pejabat sebagai “salah satu yang terbesar” yang pernah menghantam ibukota Afghanistan.

Bahan peledak tersebut disembunyikan di sebuah truk tangki yang digunakan untuk membersihkan sistem septik, kata Najib Denmark, wakil juru bicara menteri dalam negeri.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung. Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Imarah Islam Afghanistan tidak terlibat dalam serangan tersebut.

Ledakan tersebut menghasilkan sebuah kawah sekitar lima meter di dekat Lapangan Zanbaq di distrik Wazir Akbar Khan, di mana gedung-gedung pemerintah dan kedutaan asing dilindungi oleh personel keamanan mereka sendiri, serta polisi Afghanistan dan Pasukan Keamanan Nasional.

“Dalam serangan dahsyat ini, 90 orang telah terbunuh dan 400 lainnya cedera, termasuk banyak wanita dan anak-anak,” kata pusat media pemerintah, dengan petugas kesehatan memperingatkan bahwa jumlah korban dapat meningkat lebih jauh.

Korbannya terutama adalah warga sipil Afghanistan. Ada kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat.

“Teroris, bahkan di bulan suci Ramadhan, bulan kebaikan, restu dan doa, tidak menghentikan pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah,” kata Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Qais Azimy dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Kabul, mengatakan jumlah korban tewas bisa mencapai 100, dengan lebih dari 500 orang terluka, menurut sumber-sumber.

“Ini adalah salah satu serangan terbesar di Afghanistan yang pernah saya lihat,” katanya. “Hari ini sangat menyedihkan dan sangat berdarah bagi masyarakat Kabul.”

Aziz Navin, seorang insinyur IT dengan media TOLOnews Afghanistan, adalah salah satu korban pertama yang diketahui namanya.

Mohammed Nazi, seorang sopir untuk BBC, juga terbunuh, sementara empat wartawan BBC dirawat di rumah sakit.

“[Nazir] sedang membawa rekan jurnalisnya ke kantor,” kata BBC dalam sebuah pernyataan yang diposting ke Twitter. “Dia berusia akhir tiga puluhan dan meninggalkan keluarga mudanya.”

Seorang penjaga keamanan Afghanistan di kedutaan Jerman juga tewas dalam serangan tersebut.

Video yang direkam di tempat kejadian menunjukkan puing-puing yang terbakar, dinding dan bangunan yang hancur, dan mobil yang hancur, dengan banyak orang di dalamnya yang tewas atau terluka.

Azimy dari Al Jazeera mengatakan bahwa insiden tersebut menimbulkan banyak pertanyaan keamanan di Kabul, mencatat bahwa banyak yang bertanya-tanya bagaimana “sebuah truk yang penuh dengan bahan peledak bisa berhasil mencapai wilayah yang sangat aman” di ibu kota tersebut.

Rumah-rumah dan toko-toko yang berjarak ratusan meter dari tempat ledakan itu rusak, dengan jendela-jendela pecah dan pintu-pintu terlepas dari engselnya.

“Ledakan itu sangat keras sehingga menghancurkan semua jendela saya, saya belum pernah mendengar sesuatu yang besar seperti itu sebelumnya,” Fatima Faizi, seorang penduduk Kabul, mengatakan kepada Al Jazeera.

Michael Kugelman dari Wilson Center yang bermarkas di AS, mengatakan kepada Associated Press bahwa serangan mematikan tersebut, menandakan sebuah “kegagalan intelijen” di Kabul.

“Ada kegagalan yang jelas untuk mengantisipasi ancaman keamanan utama di daerah yang sangat aman,” katanya.

“Fakta bahwa kegagalan intelijen ini terus terjadi menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak bekerja di atas, dan perubahan besar dan mendesak dibutuhkan dalam kebijakan keamanan,” katanya.

Helikopter Militer Turki Tabrak Kabel Listrik Tegangan Tinggi, 13 Tentara Tewas

SIRNAK (Jurnalislam.com)Tiga belas tentara tewas pada hari Rabu (31/5/2017) akibat kecelakaan helikopter militer tipe Cougar di provinsi selatan Sirnak, menurut Staf Umum Turki, lansir Anadolu Agency.

Helikopter itu menabrak kabel listrik tegangan tinggi tiga menit setelah lepas landas, kata kantor gubernur provinsi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Ketiga belas personil militer tewas dalam kecelakaan itu, kata Staf Umum Turki.

Presiden Recep Tayyip Erdogan diberitahu tentang kecelakaan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada Kepala Staf Turki Hulusi Akar, yang pergi ke tempat kejadian, menurut sumber presiden.

Perdana Menteri Binali Yildirim dan istrinya mengunjungi keluarga Mayjen Aydogan Aydin yang tewas dalam kecelakaan itu. “Semoga Allah mengistirahatkan jiwa pahlawan kita yang mati syahid dalam peristiwa menyakitkan yang sangat menyedihkan ini,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Wakil Perdana Menteri Mehmet Simsek dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu juga tiba di Sirnak untuk memeriksa lokasi kejadian.

Para pemimpin mengungkapkan simpati mereka melalui akun media sosial mereka.

“Kesedihan pahlawan kita yang mati syahid di helikopter yang jatuh telah merobek hatiku. Semoga Allah mengistirahatkan jiwa mereka,” Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menulis di akun Twitter-nya.

Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para martir di media sosial. “Semoga Tuhan mengistirahatkan mereka dalam damai,” tulisnya.

Pemimpin partai oposisi Partai Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu menyampaikan belasungkawanya kepada seluruh Turki, melalui akun Twitter-nya.

Pasukan IS Tutup Jalan Sekitar Masjid Agung Mosul sebagai Benteng Terakhir

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Islamic State (IS) menutup jalan-jalan di sekitar Masjid Agung al-Nuri Mosul, kata penduduk, tampaknya dalam persiapan untuk pertarungan terakhir dalam pertempuran di atas markas besar terakhir mereka di Irak, Middle East Eye melaporkan, Rabu (31/5/2017).

Dalam 48 jam terakhir warga menyaksikan puluhan pasukan mengambil posisi di sekitar masjid abad pertengahan tersebut, tempat di mana pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi mengumumkan sebuah kekhalifahan Islam pada bulan Juli 2014 secara sepihak.

Pasukan pemerintah Irak yang didukung agresor AS merebut kembali Mosul timur pada bulan Januari dan memulai sebuah dorongan baru pada hari Sabtu untuk merebut daerah kantong yang tersisa di Mosul, yang terdiri dari pusat kota tua di mana masjid tersebut berada, dan tiga distrik yang berdekatan di sebelah barat tepi Sungai Tigris

Jatuhnya kota pada akhirnya akan menandai berakhirnya separuh kekhalifahan IS yang mereka deklarasikan sendiri. Sementara di Suriah, pasukan lokal Kurdi yang didukung oleh serangan udara agresor AS mengepung wilayah IS di kota Raqqa, ibukota de facto IS di negara tersebut.

Hingga 200.000 orang masih hidup dalam kondisi mengerikan di Mosul, kehabisan makanan, air dan obat-obatan, dan sulit mengakses rumah sakit, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Ahad.

Masjid Agung al-Nuri menjadi fokus simbolis operasi militer tersebut, dan para komandan Irak secara pribadi mengatakan bahwa mereka berharap dapat menguasainya selama bulan Ramadhan.

“Pasukan IS tahu bahwa Masjid adalah sasaran yang paling penting dan mereka bersiap menghadapi pertempuran besar di sana,” kata Hisyam al-Hashemi, yang menjadi konsultan beberapa pemerintah Timur Tengah termasuk Irak dalam urusan negara Islam.

Tapi pertempuran di dalam atau di dekat masjid akan membuat bangunan dan menaranya yang terkenal tersebut beresiko, kata para ahli.

Menara, yang miring beberapa kaki dan berdiri di tanah lembab, sangat rentan karena belum direnovasi sejak 1970. Kemiringannya membuat menara itu memperoleh nama populernya – al-Hadba, atau bungkuk.

Serangan Mosul, yang sekarang berada di bulan kedelapan, telah memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.

Selama beberapa hari terakhir, militan IS memerintahkan puluhan keluarga yang tinggal di distrik Zanjili untuk pindah ke Kota Tua untuk mencegah mereka melarikan diri ke arah pasukan Irak yang berusaha maju dari sisi utara, kata seorang penduduk.

Pasukan pemerintah telah menjatuhkan selebaran di distrik-distrik yang menghimbau keluarga di sana melarikan diri namun intensitas pertempuran telah mencegah mereka untuk melarikan diri.

Pasukan IS telah melawan serangan tersebut dengan bom mobil dan bom rompi, penembak jitu, jebakan dan tembakan mortir.

Sekitar 700.000 orang, sekitar sepertiga dari populasi kota pra-perang, telah melarikan diri, mencari perlindungan baik dengan teman dan keluarga atau di kamp-kamp.

Terbukti Tidak Bersalah, LUIS Harap Kriminalisasi Tak Terulang Kembali

SEMARANG(JurnalIslam.com)- Setelah divonis bebas karena tak terbukti bersalah dalam kasus perusakan Social Kitchen di pengadilan, Humas Laskar Umat Islam Solo (LUIS) Endro Sudarsono berharap kriminalisasi terhadap ulama, aktivis dan ormas Islam tidak terulang kembali.

Menurutnya, kasus yang menimpa dirinya dan kawan-kawannya di LUIS menjadi kasus terakhir bagi kepolisian untuk mengkriminalisasi umat. “”Semoga kedepannya tidak ada istilah kriminalisasi selama itu tidak ada fakta hukum, apabila terjadi kasus semacam kita terulang lagi ,” katanya di Semarang kepada Jurnalislam.com, Rabu (31/5/2017).

Sedari awal, Endro meyakini bahwa putusan yang akan diberikan majelis hakim adalah vonis bebas.

“Itu sesuai dengan keyakinan kami selama ini baik dalam duplik bahwa jaksa akan sulit mendakwakan apa yang disampaikan kepada kami,”katanya.

Ia pun mengapresiasi majelis hakim yang telah memutuskan dengan adil. “Yang jelas hakim independen cerdas, cermat dan tepat dalm membaca fakta-fakta persidangan selama ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, 9 orang anggota LUIS dan seorang jurnalis bernama Ranu Muda yang tengah meliput ditangkap polisi karena dituding terlibat dalam perusakan kafe Social Kitchen. Namun, karena tak terbukti bersalah, mereka semua divonis bebas oleh majelis hakim.

Sempat Dipenjara 5 Bulan Walau Tak Bersalah, LUIS Tak akan Menuntut Balik

SEMARANG (JurnalIslam.com)- Ketua Laskar Umat Islam Solo (LUIS) Edi Lukito tidak akan menuntut kembali setelah dinyatakan bebas oleh Majlis Hakim PN Semarang.

“Terkait hukum yang lain kita tidak akan menuntut segala macam perkara ini,” katanya kepada jurnalislam.com saat setelah sidang putusan di PN Semarang, Rabu (31/5/2017). Menurutnya, walau n sudah ditahan sejak desember 2016 atau sampai sekarang sudah 5 bulan , ia dan kawan-kawan menerima dengan legowo apa yang telah dialaminya

Kata Edi, kriminalisasi yang menimpa LUIS adalah musibah yang harus diterima dan sebagai resiko perjuangan agar setiap melakukan aksi amar ma’ruf nahi munkar pada masa yang akan datang agar lebih tertata rapi.

“Ya sudahlah kita anggap ini satu musibah dan kami serahkan kepada Allah,” katanya. Meskipun sudah mengalami ujian seperti itu, LUIS tidak akan berhenti untuk berdakwah dan beramar ma’ruf nahi munkar.

“Dan amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban kita. Sampai kapanpun kita tidak bisa pisahkan apapun resikonya,” pungkasnya

Ranu Bebas, JITU Berharap Ini Kasus Kriminalisasi Jurnalis Terakhir

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) bersyukur atas vonis bebas Majelis Hakim terhadap Ranu Muda dalam kasus Social Kitchen. Jurnalis panjimas.com itu dituduh melakukan provokasi terhadap perusakan kafe Social Kitchen Solo akhir tahun lalu.

“Hanya karena karuniaNya lah Ranu bisa menghirup udara bebas. Kami berharap Ranu bisa kembali bersua dengan keluarga hari ini pasca vonis bebas yang diputuskan Majelis Hakim,” kata Ketua JITU, Agus Abdullah dalam keterangan tertulis kepada Jurnalislam.com, Rabu (31/5/2017).

Agus juga mengapresiasi keputusan Majelis Hakim yang memvonis bebas Ranu. Keputusan tersebut dinilai Agus sebagai keputusan yang adil mengingat Ranu tidak terbukti melakukan tindakan kekerasan sebagaimana yang dituduhkan.

“Saksi Ahli yang dihadirkan juga menguatkan bahwa Ranu telah menjalankan fungsi jurnalisnya dalam insiden di Social Kitchen,” ujarnya.

Agus menjelaskan, sejak awal kasus itu digulirkan pihaknya berkeyakinan bahwa Ranu tidak bersalah. Menurutnya, Ranu tengah menjalankan tugas jurnalistik saat berada di kafe tersebut.

“Tuduhan yang dialamatkan kepada Ranu bahwa dia adalah propagandis dan petugas dokumentasi laskar merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan tidak terbukti di pengadilan,” paparnya.

Agus berharap, kasus kriminalisasi terhadap jurnalis tidak terulang lagi di kemudian hari. Ia menegaskan, tugas peliputan jurnalis dilindungi UU No.40 tahun 1999.

“JITU berharap bahwa kriminalisasi terhadap Ranu adalah kejadian terakhir upaya kriminalisasi terhadap jurnalis,” tutupnya.

Siaran Pers

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Vonis Bebas Jurnalis Ranu Muda dan Tokoh LUIS

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Majelis Hakim Puji Widodo membacakan vonis bebas terhadap tokoh-tokoh LUIS dan Ranu Muda wartawan Panjimas.com cum anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) karena tidak terbuti secara sah melakukan perbuatan yang didakwakan oleh Jaksa penuntut Umum (JPU) dalam kasus dugaan perusakan kafe Social Kitchen.

“Pengadilan Negeri Semarang menjatuhkan kepada para terdakwa, Edi Lukito, Salman Al Farizi, Yusuf Suparno, Endro Sudarsono, Joko Sutarto, Ranu Muda Adi Nugroho, Laksito dan Mulyadi tidak terbukti secara sah dalam dakwaan pidana yang didakwakan jaksa penuntut umum,” kata Majelis Hakim Pudji Widodo di PN Semarang saat putusan, Rabu ( 31/5/2017).

Menurut majelis hakim, semua pasal yang didakwaan tidak memenuhi unsur untuk menjerat para terdakwa. Sementara itu, setelah mendengan putusan bebas terhadap perkara 190 yaitu Edi Lukito dan kawan-kawan, Penasehat hukum Anies Prijo Ansharie dengan senang hati menerima putusan hakim.

“Kami mewakili dari teman-teman menerima putusan,” ucap Anies saat menanggapi putusan hakim tersebut. Pihak Jaksa Penuntut Umum menyatakan akan memikirkan dahulu apakah akan banding atau tidak.

“Kami akan pikir-pikir dulu,”ucap salah seorang JPU Slamet Margono. Setelah putusan hakim dibacakan, para terdakwa kemudian melakukan sujud syukur. Mereka bersyukur divonis bebas murni tanpa syarat dan langsung bisa pulang untuk bertemu keluarga masing-masing.

Korban Meninggal akibat Tabrakan Bis Beruntun Jamaah Umrah Bukan 130 tapi 6 Orang

Manama (Jurnalislam.com) – Sebuah kecelakaan beruntun menewaskan enam orang dan sedikitnya 65 lainnya terluka di jalan raya antara Madinah di Arab Saudi barat dan Al Qassim, lansir Gulf News, Rabu (31/5/2017).

Laporan mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi Jumat malam dan melibatkan sebuah truk kecil dan lima bus.

Seorang sumber lalu lintas mengatakan kepada situs berita Saudi, Sabq, bahwa pengemudi truk tersebut memutuskan parkir di pinggir jalan raya karena kondisi angin yang mengerikan mengurangi jarak pandangnya secara drastis dan mencegahnya melihat jalan di depan.

Abdul Aziz Al Tamimi, juru bicara pertahanan sipil di Qassim, mengatakan bahwa beberapa penumpang dirawat di tempat, sementara yang lainnya dibawa ke rumah sakit yang berbeda.

“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban, serta berharap pemulihan cepat bagi yang terluka dan kami mengulangi peringatan kami kepada para pengemudi untuk menerapkan tingkat kehati-hatian tertinggi selama kondisi cuaca buruk,” kata Al Tamimi.

Belum tersedia rincian kewarganegaraan penumpang, yang diyakini berjumlah sekitar 200.

Sebelumnya telah beredar pesan berantai yang menyebutkan jumlah korban pada kejadian tersebut adalah 130 jamaah meninggal dunia.

Presiden Filipina Memohon Bantuan Kepada Front Pembebasan Islam Moro

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Presiden Rodrigo Duterte telah meminta pasukan oposisi untuk membantu pemerintah dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di kota Marawi.

Presiden bertemu dengan seorang delegasi pemimpin Front Pembebasan Islam Moro (Moro Islamic Liberation Front-MILF) di Davao City pada hari Senin untuk membahas bentrokan yang sedang berlangsung di Marawi di pulau Mindanao, lansir World Bulletin, Selasa (30/5/2017).

Duterte menetapkan seluruh Pulau berada di bawah darurat militer menyusul kelompok Maute terkait kelompok Islamic State (IS) menyerang kota tersebut pada 23 Mei. Sejak saat itu sebanyak 65 milisi Maute, 20 tentara Filipina dan 19 warga sipil tewas dalam bentrokan tersebut, kata juru bicara militer.

Menurut sebuah pernyataan dari tim komunikasi bersama pemerintah dan MILF, kelompok oposisi itu menyambut baik permohonan tersebut.

MILF, sebuah kelompok pejuang Islam yang berbasis di Filipina selatan, telah menandatangani sebuah kesepakatan damai dengan pemerintah pada bulan Maret 2014 namun belum sepenuhnya diterapkan.

“Mekanisme perdamaian seperti Komite Koordinasi mengenai Penghentian Permusuhan (the Coordinating Committees on the Cessation of Hostilities-CCCH) pemerintah dan MILF akan digunakan untuk merencanakan dan menerapkan bagaimana cara untuk segera dan secara aman memperpanjang bantuan kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, sebuah video yang beredar Selasa menunjukkan Pastor Teresito Soganub yang diculik meminta pemerintah untuk menghentikan serangan militer.

Soganub adalah salah satu sandera yang diambil dari Katedral Our Lady Help di kota Marawi pada hari Selasa, 23 Mei.

“Bapak Presiden, kita berada di tengah perang ini. Kami meminta bantuan Anda untuk memberikan apa yang diminta musuh Anda,” kata sang pastor dalam video tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Rappler.

“Mereka sama sekali tidak meminta apapun – kecuali agar Anda menarik pasukan dari Lanao del Sur dan Kota Marawi, dan untuk menghentikan serangan udara, serangan udara Anda, dan untuk menghentikan meriam,” tambahnya.