Senin, 26 Syawal 1447 / 13 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Utusan PBB: Krisis al Aqsha Harus Diselesaikan Sebelum hari Jumat

25 Jul 2017 09:44:17
Utusan PBB: Krisis al Aqsha Harus Diselesaikan Sebelum hari Jumat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Utusan Timur Tengah PBB mengatakan sebuah solusi dibutuhkan sebelum hari Jumat untuk menghadapi krisis senyawa Masjid al-Aqsa di Yerusalem, yang mengancam akan memiliki “dampak bencana potensial jauh melampaui tembok Kota Tua”.

“Sangat penting bahwa solusi terhadap krisis saat ini dapat ditemukan sebelum hari Jumat,” kata Nickolay Mladenov kepada wartawan pada hari Senin (24/7/2017) setelah memberikan briefing kepada Dewan Keamanan PBB di balik pintu tertutup, lansir Aljazeera.

“Bahaya di lapangan akan meningkat jika kita melewati siklus sholat Jumat berikutnya tanpa resolusi untuk krisis saat ini.”

Juga pada hari Senin, duta besar Inggris untuk PBB telah meminta “semua pihak untuk mengecam kekerasan Israel”.

Matthew Rycroft mengatakan kepada wartawan di markas besar PBB di New York City bahwa penting agar seluruh Dewan Keamanan “berdiri bersama untuk melakukan apa yang kita bisa untuk membantu membawa perdamaian ke Timur Tengah”.

Kuartet Timur Tengah Rusia, AS, Uni Eropa dan PBB dalam sebuah pernyataan mendorong Israel dan Yordania untuk bekerja sama demi de-eskalasi, mencatat peran khusus Kerajaan Hashemite sebagaimana diakui dalam perjanjian damai dengan Tel Aviv.

Sementara itu, Pengadilan Tinggi Yordania mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Senin yang mengatakan bahwa Raja Abdullah II membahas krisis tersebut dengan Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu, yang menekankan perlunya menghapus tindakan baru yang diambil oleh pasukan penjajah Israel di Masjid Al Aqsha.

Dia juga menyoroti pentingnya menyetujui langkah-langkah di masa depan untuk mencegah terulangnya eskalasi tersebut dan untuk memastikan penghormatan terhadap situasi bersejarah dan hukum di tempat suci tersebut, kata pernyataan tersebut.

Ketegangan meningkat sejak Israel memasang detektor logam dan kamera CCTV di tempat masuk menuju kompleks Masjid al-Aqsha yang dikelola kaum Muslim setelah dua pasukan zionis ditembak mati oleh beberapa orang bersenjata di sana pada 14 Juli.

Warga Palestina melihat langkah tersebut adalah upaya penjajah Israel untuk menegaskan penguasaan lebih jauh atas Masjid Al Aqsha tersebut.

Warga Muslim Palestina menolak masuk kompleks tersebut sebagai protes dan sebagai gantinya melakukan sholat di jalan-jalan di luar.

Bentrokan pecah saat unjuk rasa mengenai tindakan tersebut, menyebabkan empat warga Muslim Palestina tewas dan ratusan lainnya cedera.

Tiga orang Israel juga tewas ketika seorang warga Palestina menyelinap masuk ke sebuah rumah di permukiman illegal Yahudi di Tepi Barat yang dijajah dan menikam para pemukim Yahudi.

Ketua Liga Arab Ahmed Abul Gheit pada hari Ahad mengatakan bahwa Israel “bermain dengan api” dengan alasan langkah-langkah keamanan baru di Masjid Al Aqsha, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut langkah tersebut sebagai penghinaan terhadap kaum Muslim (agama Islam).

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha Masjid Alqsha palestina

5 Hal Penting Tentang Masjid Al Aqsha yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

25 Jul 2017 09:09:32
5 Hal Penting Tentang Masjid Al Aqsha yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

JURNALISLAM.COM – Beberapa pekan terakhir ini telah terjadi unjuk rasa dan konfrontasi harian antara pasukan zionis Yahudi dan warga Muslim Palestina di wilayah Palestina yang dijajah oleh Israel.

Ketegangan meningkat di Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki setelah pasukan zionis menutup kompleks Masjid Al Aqsha untuk pertama kalinya sejak 1969, setelah baku tembak senjata antara warga Muslim Palestina dan pasukan Israel.

Serangan yang terjadi pada 14 Juli tersebut berakhir dengan kematian dua pasukan penjajah Israel dan tiga warga Palestina. Israel kemudian menutup situs tersebut untuk sholat Jum’at dan membuka kembali hari Ahad berikutnya dengan aturan baru, termasuk detektor logam dan kamera tambahan, di pintu masuk kompleks.

Warga Muslim Palestina menolak memasuki kompleks Masjid Al Aqsha sampai Israel menghapus aturan baru tersebut, yang dipandang sebagai tindakan terbaru oleh Israel untuk menguasai dan me-Yahudisasi kota tersebut. Sudah lebih dari sepekan kaum Muslim Palestina sholat di luar gerbang Masjid Al Aqsha untuk menyatakan protes.

Selama sholat Jum’at pada 21 Juli, ribuan orang Palestina keluar untuk sholat di jalan-jalan di luar Gerbang Singa (Lion’s Gate), salah satu pintu masuk ke Kota Tua. Ketegangan berkecamuk setelah unjuk rasa damai ditindas dengan brutal oleh pasukan penjajah Israel, mengakibatkan ratusan korban luka-luka. Empat orang Muslim Palestina sejauh ini telah ditembak mati di Yerusalem Timur yang diduduki dan Tepi Barat, yang salah satunya ditembak oleh seorang pemukim Yahudi Israel.

Berikut ini adalah rincian mengapa kompleks Masjid Al Aqsa merupakan titik pertikaian yang konstan dalam konflik Palestina-Israel.

  1. Apa itu Masjid al Aqsha dan mengapa Masjid al Aqsha penting?

Al-Aqsa adalah nama masjid berkubah perak di dalam kompleks seluas 35 hektar yang disebut al-Haram al-Sharif, atau Tempat Suci, oleh umat Islam, dan diklaim sebagai Bukit Kuil (Temple Mount) oleh Yahudi. Kompleks ini terletak di Kota Tua Yerusalem (Al Quds), yang telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia oleh badan budaya PBB, UNESCO, dan penting bagi tiga agama Ibrahim.

Situs ini telah menjadi bagian wilayah yang paling banyak diperebutkan di Tanah Suci sejak Israel menjajah Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, pada tahun 1967, bersama dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun, konflik di sana bahkan jauh lebih luas, sebelum pencaplokan Israel.

Pada tahun 1947, PBB menyusun sebuah rencana partisi untuk memisahkan Palestina yang bersejarah, kemudian di bawah kendali Inggris, menjadi dua negara: satu untuk orang Yahudi, terutama dari Eropa, dan satu lagi untuk orang-orang Palestina. Negara Yahudi ditetapkan mendapat 55 persen dari tanah tersebut, dan sisanya 45 persen adalah untuk sebuah negara Palestina.

Yerusalem, yang menampung kompleks al-Aqsa, termasuk dalam komunitas internasional di bawah pemerintahan PBB. Ini diberikan status khusus ini untuk kepentingannya terhadap tiga agama Ibrahim.

Perang Arab-Israel yang pertama pecah pada tahun 1948 setelah zionis Yahudi mendeklarasikan kenegaraan, merebut sekitar 78 persen tanah, dengan hanya menyisakan wilayah-wilayah Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza yang berada di bawah kontrol Mesir dan Yordania.

Perambahan wilayah Israel semakin meningkat pada tahun 1967, setelah perang Arab-Israel kedua, yang mengakibatkan pendudukan Israel di Yerusalem Timur, dan akhirnya aneksasi ilegal Yerusalem, termasuk Kota Tua dan al-Aqsha.

Pengawasan ilegal Israel terhadap Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, melanggar beberapa prinsip hukum internasional, yang menguraikan bahwa kekuasaan penjajahan tidak memiliki kedaulatan di wilayah yang dijajahnya.

Selama bertahun-tahun, pemerintah zionis telah mengambil langkah lebih jauh untuk mengendalikan dan memperebutkan Kota Tua dan Yerusalem Timur secara keseluruhan. Pada tahun 1980, Israel mengeluarkan sebuah undang-undang yang mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel yang “lengkap dan bersatu”, yang melanggar hukum internasional. Saat ini, tidak ada negara di dunia yang mengakui kepemilikan Israel atas Yerusalem atau atas upayanya untuk mengubah susunan geografi dan demografi kota.

Warga Palestina di Yerusalem, yang jumlahnya sekitar 400.000, hanya memiliki status residensi permanen, bukan kewarganegaraan, meski lahir di sana – berbeda dengan orang Yahudi yang lahir di kota tersebut. Dan sejak 1967, Israel telah memulai pendeportasian kota Palestina dengan menerapkan kondisi sulit bagi mereka dalam mempertahankan status tempat tinggal mereka.

Pemerintahan zionis Yahudi juga telah membangun sedikitnya 12 permukiman ilegal khusus-Yahudi di Yerusalem Timur, yang menampung sekitar 200.000 orang Yahudi, sementara menolak izin bangunan bagi warga Palestina dan menghancurkan rumah mereka sebagai hukuman karena bangunannya dianggap tidak sah oleh penjajah Israel.

  1. Pentingnya al Aqsha bagi agama Ibrahim

Bagi umat Islam, Suaka Suci (the Noble Sanctuary) adalah lokasi situs tersuci ketiga Islam di dunia, Masjid al-Aqsha, dan Kubah Batu (the Dome of the Rock), sebuah struktur abad ketujuh yang diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad SAW naik ke Sidratul Muntaha.

Orang-orang Yahudi percaya bahwa kompleks tersebut adalah tempat kuil Yahudi yang pernah ada, namun hukum Yahudi dan Rabbinate Israel melarang orang Yahudi masuk ke kompleks dan beritual di sana, karena dianggap terlalu suci untuk dilalui.

Bangunan Tembok Barat (Western Wall), yang dikenal sebagai Tembok Ratapan (the Wailing Wall) bagi orang-orang Yahudi, diyakini merupakan sisa-sisa Kuil Kedua (the Second Temple), sementara umat Islam menyebutnya sebagai Tembok Buraq dan di situlah Nabi Muhammad SAW mengikat Buraq, makhluk yang membawanya naik ke langit dan bertemu kepada Allah SWT.

  1. Status quo

Sejak 1967, Yordania dan Israel sepakat bahwa lembaga Wakaf Islam, akan memiliki kendali penuh atas masalah-masalah di dalam kompleks tersebut, sementara Israel akan mengendalikan keamanan eksternal diluar komplek. Orang-orang non-Muslim diizinkan masuk ke tempat itu selama jam kunjungan, tapi tidak diizinkan untuk melakukan ritual di sana.

Namun, gerakan-gerakan Kuil yang meningkat, seperti Temple Mount Faithful dan the Temple Institute, telah menantang larangan pemerintah Israel untuk mengizinkan orang-orang Yahudi memasuki kompleks, dan mereka bertujuan untuk membangun kembali Kuil Yahudi Ketiga di kompleks tersebut.

Kelompok tersebut didanai oleh anggota pemerintah Israel itu sendiri, walaupun mereka mengklaim ingin mempertahankan status quo di lokasi tersebut.

Saat ini, pasukan zionis Yahudi secara rutin mengizinkan beberapa kelompok, terkadang berisi ratusan pemukim Yahudi illegal yang tinggal di wilayah Palestina yang mereka jajah, untuk masuk ke kompleks Masjid al-Aqsha di bawah perlindungan polisi dan tentara zionis, meningkatkan ketakutan warga Palestina bahwa Israel akan mengambil alih kompleks tersebut.

Pada tahun 1990, Temple Mount Faithful menyatakan bahwa mereka akan meletakkan batu penjuru untuk Bait Suci Ketiga di lokasi Dome of the Rock, yang menyebabkan konflik dan pembantaian di mana 20 warga Muslim Palestina dibunuh oleh pasukan penjajah Israel.

Pada tahun 2000, politisi zionis Ariel Sharon memasuki tempat suci diikuti oleh sekitar 1.000 polisi Israel, dengan sengaja mengulangi klaim Israel terhadap tempat suci ke tiga umat Islam di dunia sehubungan dengan perundingan damai yang diperantarai Perdana Menteri Israel Ehud Barak dengan pemimpin Palestina Yasser Arafat, yang mencakup diskusi tentang bagaimana kedua belah pihak bisa berbagi Yerusalem. Masuknya Sharon ke kompleks tersebut meletuskan Intifadah Kedua, di mana lebih dari 3.000 warga Muslim Palestina dan sekitar 1.000 orang Yahudi Israel terbunuh.

Dan yang paling baru di bulan Mei, kabinet Israel mengadakan pertemuan pekanan mereka di terowongan di bawah Masjid al-Aqsa, pada peringatan 50 tahun pendudukan Israel di Yerusalem Timur, “untuk menandai pembebasan dan penyatuan Yerusalem” – sebuah langkah yang membuat warga Palestina marah.

Militer Israel membatasi masuknya warga Palestina ke dalam kompleks tersebut melalui beberapa metode, termasuk tembok pemisah, yang dibangun pada awal tahun 2000an, yang membatasi masuknya warga Palestina dari Tepi Barat ke Israel.

Dari tiga juta orang Muslim Palestina di Tepi Barat yang diduduki, hanya mereka yang berusia di atas batas usia tertentu yang diizinkan masuk ke Yerusalem pada hari Jumat, sementara yang lain harus mengajukan permohonan izin ketat dari pihak berwenang Israel. Pembatasan sudah menyebabkan kemacetan dan ketegangan serius di pos pemeriksaan antara Tepi Barat dan Yerusalem, di mana puluhan ribu orang harus melewati pemeriksaan keamanan untuk memasuki Yerusalem demi menunaikan sholat Jumat.

Langkah terakhir, termasuk detektor logam baru, dilihat oleh Palestina sebagai bagian dari cara Israel untuk menerapkan kontrol lebih lanjut (menguasai) lokasi tersebut, dan merupakan pelanggaran terhadap kebebasan beribadah, yang dilindungi oleh hukum internasional, menurut para ahli di dunia.

Presiden Mahmoud Abbas baru-baru ini mengumumkan bahwa pimpinan Palestina telah membekukan semua kontak dengan Israel karena ketegangan yang meningkat di kompleks al-Aqsha, mengatakan bahwa hubungan tidak akan berlanjut sampai Israel menghapus semua tindakan pengamanan di komplek Masjid Al Aqsha.

  1. Ketegangan baru-baru ini

Ketegangan telah bergejolak di dekat al-Aqsha selama dua tahun terakhir. Pada tahun 2015, bentrokan pecah setelah ratusan orang Yahudi ekstrem mencoba memasuki kompleks Masjid untuk memperingati hari raya Yahudi.

Setahun kemudian, unjuk rasa juga meletus setelah kunjungan pemukim illegal Yahudi di kompleks tersebut selama 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan, bertentangan dengan tradisi Yahudi itu sendiri.

Sebagian besar bentrokan di kompleks tersebut terjadi karena pemukim Israel mencoba untuk melakukan ritual di dalam kompleks tersebut, yang secara langsung melanggar status quo.

Selama dua pekan terakhir, pasukan penjajah Israel menembakkan amunisi, gas air mata dan peluru baja berlapis karet ke arah warga Muslim Palestina yang berunjuk rasa, termasuk pembatasan pria Muslim di bawah usia 50 tahun dari tempat suci tersebut.

Setelah kejadian baru-baru ini, Militer zionis telah mengerahkan 3.000 polisi Israel dan unit polisi perbatasan di sekitar kompleks tersebut.

  1. Konteks yang lebih besar

Al-Aqsha hanyalah sebuah wilayah kecil di Palestina, tapi ini adalah wilayah yang amat penting bagi umat Islam dan juga sebagai bagian simbolis dari konflik antara Yahudi Israel dan Muslim Palestina.

Masjid itu sendiri sangat penting bagi umat Islam di seluruh Dunia, bahkan orang-orang Kristen Palestina turut memprotes perambahan Israel di kompleks tersebut, dan bergabung dengan umat Islam dalam sholat di luar Gerbang Singa pada hari Jumat.

“Isu al-Haram al-Sharif berdiri sebagai katalisator simbolis, namun sangat kuat akibat rutinitas ketidakadilan dan penindasan yang dihadapi oleh warga Muslim Palestina di Yerusalem, dan ini menyebabkan letusan kemarahan dan perlawanan umat Islam Palestina yang terus berlanjut,” Yara Jalajel, seorang Mantan penasihat hukum menteri luar negeri Palestina, mengatakan kepada Al Jazeera.

Bentrokan baru-baru ini di dekat kompleks al-Aqsha juga menyebabkan unjuk rasa dan konflik di seluruh Tepi Barat dan jalur Gaza.

Dengan lebih banyak pembatasan bagi akses Muslim Palestina ke kompleks Masjid Al Aqsha dan seruan yang terus berlanjut oleh kelompok agama Yahudi Israel untuk mengizinkan orang zionis Yahudi beribadah di lokasi tersebut, banyak warga Palestina kuatir akan pengambil alihan Masjid tersebut.

Waqf Al Aqsha menyatakan pada hari Rabu lalu bahwa semakin lama Israel menunda penghapusan tindakan baru di Masjid Al Aqsha, maka akan semakin buruk situasinya.

Kategori : Analisa Jejak Islam

Tags : al aqsha al quds Masjid Al-Aqsha palestina yerusalem

Al Shabaab Bebaskan 8 Petugas Kemanusian Somalia

25 Jul 2017 08:15:14
Al Shabaab Bebaskan 8 Petugas Kemanusian Somalia

MOGADISHU (Jurnalislam.com) – Tujuh pekerja kemanusiaan Somalia dibebaskan oleh al-Shabaab afiliasi al-Qaeda di Afrika setelah delapan hari ditahan pada hari Senin (24/7/2017), kata pihak berwenang.

Para petugas bantuan tersebut diculik pada 16 Juli di dekat kota Baidoa 250 kilometer barat daya ibukota Mogadishu.

Mohamed Isak Ibrahim, direktur Badan Intelijen Nasional dan Keamanan (National Intelligence and Security Agency-NISA) di Baidoa, mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon bahwa tujuh pekerja bantuan telah dibebaskan oleh al-Shabaab pada hari Senin.

“Tujuh pekerja kemanusiaan lokal dibebaskan pada hari Senin dan mereka tiba di kota Baidoa dengan selamat. Ada dua wanita dan lima pria,” kata Isak.

Para sandera dibebaskan setelah kedua belah pihak sepakati perjanjian pertukaran dengan senjata sebagai tebusan, kata seorang perwira polisi kepada Anadolu Agency yang tidak bersedia disebut namanya karena pembatasan untuk berbicara kepada media.

Kategori : Internasional

Tags : Al Qaeda al shabab Al-Shabaab somalia

Mantan Ketua MPR: Anak Bangsa yang Paling Pancasilais Adalah Umat Islam

25 Jul 2017 07:29:42
Mantan Ketua MPR: Anak Bangsa yang Paling Pancasilais Adalah Umat Islam

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Mantan Ketua MPR RI, Prof. Dr. Amien Rais mengatakan, anak bangsa yang paling cinta kepada Indonesia adalah umat Islam.

“Anak bangsa yang paling nasionalis, yang paling cinta kepada bangsa, yang paling Pancasilais, yang paling setia kepada Indonesia itu adalah UII (Umat Islam Indonesia),” tegasnya dalam acara Halal Bi Halal Alumni 212 di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Jawa Timur, Ahad (23/7/2017).

Oleh sebab itu, kata dia, umat Islam tidak mungkin menghancurkan bangsa yang telah diperjuangkannya .

“Orang Islam itu mesti cinta kebaikan, tidak mungkin orang Islam merencanakan untuk menghancurkan negaranya. Tetapi saat ini kita dituduh sebaliknya,” imbuhnya.

Tokoh reformasi itu menyinggung adanya sekelompok orang yang mengklaim Pancasilais dan menuding umat Islam sebagai kelompok anti-Pancasila dan intoleran.

“Mereka yang disebut sebagai ‘Sembilan Barongsai’ itu mengatakan bahwa Indonesia adalah bapak tiri kami dan Cina adalah Bapak kandung kami. Kalau mereka mengklaim lebih Pancasilais dari kita itu orang gila. Nah, kalau ada pimpinan negara yang lebih percaya pada si cebong ini daripada kepada umat Islam, itu pemimpin yang setengah sinting,” terangnya.

“Karena itu, kita harus memilih pemimpin yang tidak munafik, yang tidak cinta kepada asengwan dan asengwati,” tukasnya.

Amien Rais merujuk pada pernyataan salah satu taipan, Sukanto Tantoto dalam sebuah wawancara di stasiun TV China yang beredar di Youtube pada Agustus tahun lalu.

Dalam video tersebut Tantoto mengatakan, Indonesia adalah ayah angkat dan Cina ayah kandungnya.

“Saya lahir dan besar di Indonesia. Menempuh pendidikan, menikah dan memulai bisnis juga di sana. Tetapi Indonesia adalah ayah angkat bagi saya, karena itu ketika pulang ke Cina saya merasa menemukan ayah kandung. Itu karena saya masih merasa orang Cina,” demikian diucapkan konglomerat Sukanto Tanoto saat tampil sebagai narasumber dalam sebuah acara televisi di Cina.

Kategori : Nasional

Tags : amien rais sembilan naga taipan umat islam

Eksekusi 18 Tahanan dengan Cara IS, Jenderal Pemberontak Libya Dituntut PBB dan HRW

25 Jul 2017 06:24:57
Eksekusi 18 Tahanan dengan Cara IS, Jenderal Pemberontak Libya Dituntut PBB dan HRW

LIBYA (Jurnalislam.com) – Jenderal pemberontak Libya Khalifah Haftar menghadapi tekanan untuk menyerahkan komandan lapangan pasukan khusus setelah muncul serangkaian video yang menunjukkan anak buahnya mengeksekusi puluhan tahanan kelompok Islamic State (IS) dengan cara kelompok tersebut .

PBB pekan lalu meminta Haftar, yang didukung oleh Mesir dan UEA, untuk menyerahkan Mahmoud al-Warfalli, beberapa hari sebelum video anak buahnya yang mengeksekusi 18 anggota IS muncul di media sosial, lansir Middle East Eye, Senin (24/7/2017).

Dalam video tersebut pasukan Tentara Nasional Libya (Libyan National Army -LNA) milik Haftar tampak menembak dari jarak dekat 18 tahanan yang terikat dan berlutut di kepala, sebelum mereka tersungkur ke tanah. Namun, video tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen oleh MEE. Peringatan dalam rekaman video itu adalah sebagai berikut:

Video tersebut merupakan yang terbaru dari sejumlah insiden yang terkait dengan Warfalli, yang secara resmi merupakan komandan lapangan pasukan khusus Haftar LNA, yang mengatakan bahwa pihaknya memerangi Islamic State dan kelompok lain yang dianggapnya sebagai “teroris”, sambil juga menentang pemerintah persatuan yang didukung PBB berkuasa di Tripoli.

Human Rights Watch (HRW) menyerukan penyelidikan pada tanggal 22 Maret, dan memanggil Warfalli menyusul tuduhan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan LNA dalam pertempuran terakhir memperebutkan Ganfouda, setelah lama mengepung kota tersebut.

“Pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) kemungkinan telah melakukan kejahatan perang, termasuk membunuhi dan memukuli warga sipil, dan dengan sewenang-wenang mengeksekusi dan menyiksa kelompok pejuang oposisi di kota Benghazi di timur pada dan sekitar tanggal 18 Maret 2017,” kata HRW dalam sebuah laporan pemanggilan Warfalli sebagai penembak di video lain.

Warfalli menjadi terkenal karena video yang menunjukkan eksekusi dan penyiksaan terhadap tahanan.

Video yang beredar luas di media sosial pada bulan Maret tersebut diduga menunjukkan bahwa Warfalli mengeksekusi tiga orang dengan menembak mereka “di belakang kepala dengan senapan mesin saat mereka berlutut menghadap dinding dengan tangan terikat di belakang punggung mereka”, Human Rights Watch melaporkan.

Juru bicara Pasukan Khusus LNA mengeluarkan sebuah pernyataan pada tanggal 21 Maret untuk membela tindakan Warfalli karena terjadi “di dalam medan perang”.

Human Rights Watch mengatakan bahwa dengan mengeluarkan pernyataan yang membenarkan tindakan barbar ini, pimpinan LNA mengimplikasikan diri mereka dalam “apa yang tampaknya merupakan kejahatan perang”.

“Jurnalis setempat mengatakan kepada Human Rights Watch bahwa eksekusi tersebut terjadi di Benghazi selama pertempuran terakhir memperebutkan Ganfouda pada atau sekitar tanggal 18 Maret 2017,” kata laporan tersebut.

Haftar dijadwalkan untuk bertemu dengan kepala Pemerintah Accord Nasional (Government of National Accord) yang didukung oleh PBB pada hari ini Selasa (25/7/2017) di Prancis untuk pertama kalinya setelah lebih dari setahun.

Video terbaru ini muncul pada hari Ahad (23/7/2017) setelah gelombang bentrokan terbaru di kota terbesar kedua di Benghazi di negara itu, antara pasukan Haftar dan kelompok-kelompok saingannya.

Dua pekan yang lalu Haftar menyatakan “pembebasan” Benghazi dalam pidato di televisi setelah tiga tahun pertempuran, namun pertempuran berlanjut saat pasukannya menghadapi perlawanan di kota tersebut.

LNA juga melakukan serangan udara di kota Derna, yang mereka kepung.

Hamza al-Dernawy menjelaskan kepada Middle East Eye bahwa sebuah kota diisolasi oleh pasukan yang setia kepada Haftar, dengan toko-toko cepat kehabisan makanan dan obat-obatan.

“Derna dikepung oleh milisi Haftar,” kata Dernawy. “Siapa pun yang berusaha pergi akan diculik atau disiksa oleh tentara.”

“Ada kerusakan material besar pada infrastruktur, rumah, dan sekolah. Seorang wanita mengalami keguguran karena serangan tersebut, tapi untungnya tidak ada warga sipil yang terbunuh.”

Banyak pengguna media sosial menarik perbandingan antara taktik yang ditunjukkan di video, dan video lainnya yang menunjukkan eksekusi IS.

Rekaman telepon yang bocor sebelumnya juga berisi bahwa Haftar mengizinkan pasukan IS melarikan diri dari timur Libya dan mencapai Sirte yang masih menjadi benteng bagi mereka di negara tersebut selama berbulan-bulan.

Kategori : Internasional

Tags : libya

Rusia Mulai Gelar Pasukannya di Zona De-eskalasi Suriah

25 Jul 2017 06:05:21
Rusia Mulai Gelar Pasukannya di Zona De-eskalasi Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia mengumumkan pada hari Senin (24/7/2017) telah mengerahkan polisi militer untuk memantau dua zona baru yang didirikan di Suriah, dengan pejabat menggembar-gemborkannya sebagai era baru kerja sama AS, Middle East Eye melaporkan Senin.

Komandan senior Sergei Rudskoi mengatakan pasukan Rusia telah mendirikan pos pemeriksaan dan pos pengamatan di sekitar sebuah zona di Suriah barat daya dan Ghouta Timur, dekat Damaskus.

Kedua wilayah tersebut merupakan bagian dari rencana yang didukung oleh Moskow untuk menciptakan empat “zona de-eskalasi” di bagian-bagian yang dikuasai oposisi Suriah.

“Berkat tindakan yang diambil oleh Federasi Rusia, kami telah berhasil menghentikan tindakan militer di dua wilayah paling penting di Suriah,” kata kementerian pertahanan tersebut.

Pengumuman kementerian pertahanan itu menandai pengerahan pasukan asing pertama untuk memperkuat zona aman tersebut saat Moskow berusaha mendukung untuk menenangkan rezim Suriah setelah intervensi militernya yang memperkeruh konflik enam tahun di sana demi pemerintahan Nushairiyah Bashar al-Assad.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Senin memuji pembentukan zona baru tersebut, dengan mengatakan bahwa Rusia dapat bekerja sama dengan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

Diplomat tertinggi Rusia mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Senin untuk televisi Kurdi Rinaw bahwa kesepakatan Presiden Vladimir Putin dan Trump untuk menciptakan zona de-eskalasi di Suriah selatan pada pertemuan pertama mereka di G20 di Hamburg adalah “contoh nyata bahwa kita dapat bekerja sama”.

Lavrov membandingkan negosiasi dengan pemerintahan Barack Obama, yang dia katakan “ternyata tidak mampu membedakan faksi-faksi anti Assad dengan oposisi normal” di Suriah.

“Baru sekarang melalui konsep zona aman kita mendapatkan hasil di daerah ini,” kata Lavrov.

Rudskoi mengatakan bahwa pasukan Rusia pada 21-22 Juli mendirikan dua pos pemeriksaan dan 10 pos pengamatan di sepanjang perbatasan yang membagi pasukan oposisi dan pasukan rezim di zona selatan.

Moskow juga telah menginformasikan kepada pasukan zionis mengenai penempatannya dan bahwa posisi Rusia terdekat adalah 13 kilometer dari garis demarkasi antara tentara Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan, kata Rudskoi.

Berdasar kesepakatan kedua Moskow mengatakan bahwa mereka tertahan dengan oposisi “moderat” selama akhir pekan di Mesir, pasukan Rusia pada hari Senin juga mendirikan dua pos pemeriksaan dan empat pos pengamatan di daerah yang mencakup Ghouta Timur yang dilanda konflik, ia menambahkan.

Tentara rezim Suriah pada hari Sabtu mengumumkan berhenti memperebutkan wilayah Ghouta Timur yang dikuasai faksi-faksi jihad dan oposisi di pinggiran ibukota, namun sebuah monitor yang berbasis di London mengatakan bahwa pesawat perang rezim Syiah Assad masih melakukan serangan.

Pasukan rezim Assad telah mengepung Ghouta Timur selama lebih dari empat tahun.

Di dua zona aman yang diusulkan lainnya, Rudskoi mengatakan bahwa untuk sementara batas-batasnya ditetapkan di utara provinsi Homs, belum disepakati zona aman di Idlib di perbatasan dengan Turki.

Diskusi lebih lanjut untuk memilah-milah rincian kedua zona tersebut akan diadakan pada babak baru perundingan lanjutan di Kazakhstan pada akhir Agustus.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah Rusia Zona de eksalasi

Syukuri Spirit 212, Amien Rais Imbau Umat Jaga Persatuan

25 Jul 2017 01:08:21
Syukuri Spirit 212, Amien Rais Imbau Umat Jaga Persatuan

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Bapak reformasi Indonesia, Prof. Dr. Amien Rais mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga persatuan pasca aksi 2 Desember 2016 atau yang dikenal dengan Aksi 212. Menurutnya, spirit 212 adalah sebuah kekuatan baru umat Islam untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

“Aksi Bela Islam 212 itu sesuatu yang luar biasa. Sudah bisa menyatukan kekuatan UII (umat Islam Indonesia). Karena itu Insya Allah kita akan duduk kembali, kita atur sebaik-baiknya, jangan agama Allah ini redup di Indonesia yang kita cintai ini,” katanya dalam acara Halal Bi Halal Alumni 212 di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Jawa Timur, Ahad (23/7/2017).

Amien Rais juga menilai, spirit212 telah menghancurkan kekuatan politik yang diprediksi mustahil untuk dikalahkan karena didukung oleh penguasa dan keuangan yang tak terbatas.

“Ahok kalah itu sebuah angin perubahan yang luar biasa. Sebab kalau pakai nalar manusia Ahok mestinya menang. Sebab di belakang dia itu Dajjal ekonomi, dajjal politik, dajjal keuangan, dajjal networking, dan dajjal intelijen, tapi tetap kalah,” tandasnya.

Oleh karena itu, Amien Rais meminta umat Islam untuk mensyukuri spirit 212 dengan cara menjaga persatuan.

“Ini adalah anugerah Allah kepada umat Islam Indonesia, yang penting kita bersatu. Kemudian ‘dua gajah’ Muhammadiyah dan NU itu hendaknya semakin dirapihkan. Yakinlah, jika kita bersama-sama bergerak, Allah tidak akan pernah mengecewakan kita,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : aksi 212 amien rais muhammadiyah nu persatuan umat islam spirit 212

Amien Rais: Rezim Jokowi Tidak Adil Kepada Umat Islam

25 Jul 2017 00:01:24
Amien Rais: Rezim Jokowi Tidak Adil Kepada Umat Islam

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. Amien Rais mengaku ragu terhadap rezim saat ini. Menurutnya, rezim saat ini tidak adil kepada umat Islam.

“Dengan terpaksa saya katakan, saya meragukan rezim Jokowi ini adil kepada umat Islam,” katanya dalam acara Halal Bi Halal Alumni 212 di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Jawa Timur, Ahad (23/7/2017).

Ia menceritakan, ketika unjuk rasa umat Islam pada 4 Nopember 2016 (aksi 411) umat Islam ditembaki gas airmata hanya karena melewati batas waktu yang ditentukan, yaitu pukul 18.00.

“Tapi lihat ketika para Ahoker berdemo sampai jam 2 pagi malah dikasih nasi bungkus. Jadi ini bener-bener kelakuan yang sangat tidak adil,” cetusnya.

Tokoh reformasi itu menambahkan, pemerintah juga mendiamkan potensi 20 juta warga Indonesia yang siap mendukung kebangkitan komunisme di Indonesia. “Malah HTI hanya karena bicara khilafah langsung dibubarkan,” tegasnya.

“Karena itu, kita harus memilih pemimpin yang tidak munafik, yang tidak cinta kepada asengwan dan asengwati,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : aksi 411 amien rais rezim jokowi spirit 212 umat islam

Hamzah Haz: Para Pemimpin Indonesia Terjangkit ‘Kemiskinan Kaffah’

24 Jul 2017 23:33:12
Hamzah Haz: Para Pemimpin Indonesia Terjangkit ‘Kemiskinan Kaffah’

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Tokoh Reformasi, Prof. Dr. Amien Rais pada acara Halal Bi Halal Silaturahim Nasional Alumni 212 di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Ahad (23/7/2017) menyampaikan keprihatinan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Hamzah Haz atas situasi yang melanda bangsa Indonesia saat ini.

“Lima hari yang lalu, saya mengunjungi Pak Hamzah Haz, beliau satu bulan sakit kanker pangkal lidah, sudah sembuh. Kemudian beliau duduk dan mengatakan, mas Amien, keadaan umat sekarang agak kocar-kacir. Betapa nikmatnya seperti dulu waktu reformasi itu, kita umat Islam duduk membagi-bagi kekuasaan seperti membagi kue,” kata pendiri Parta Amanat Nasional (PAN) itu mengisahkan.

Menurut Hamza Haz, kata Amien, penyebab kondisi tersebut disebabkan para pemimpin saat ini telah terjangkit penyakit kemiskinan kaffah (total).

“Sekarang banyak di kalangan pemimpin dan mungkin sebagian ulama terjangkit penyakit kemiskinan Kaffah. Kalau dulu hanya kemiskinan ekonomi, sekarang itu kemiskinan akhlak, kemiskinan spirit, kemiskinan mental, kemiskinan keagamaan. Jadi mudah dipecah-belah,” kata Hamzah Haz seperti dituturkan Amien Rais.

Oleh sebab itu, Hamzah Haz mengimbau kepada umat Islam untuk bersatu dan bahu membahu membangun kembali Indonesia.

“Ini imbauan Pak Hamzah, yakinlah bahwa dua gajah (NU dan Muhammadiyah) ini, ditambah Persis, dll harus bersatu dan pelan-pelan membangun kembali bangsa ini,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : amien rais hamza haz kemiskinan total reformasi

Kini Hayat Tahrir al Sham Kuasai Provinsi Idlib

24 Jul 2017 10:31:43
Kini Hayat Tahrir al Sham Kuasai Provinsi Idlib

SURIAH (Jurnalislam.com) – Hayat Tahrir al Sham koalisi faksi jihad Suriah menguasai Idlib di Suriah pada hari Ahad (23/7/2017) setelah Ahrar al Sham menarik diri, memperkuat pegangan mereka atas kota barat laut dan provinsinya, salah satu wilayah yang berada di luar kendali rezim Nushairiyah Assad, lansir Aljazeera.

Pada saat bersamaan, sebuah bom mobil meledak di Idlib dan menewaskan 11 orang, kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan.

Perkembangan terakhir terjadi setelah faksi Hayat Tahrir al-Sham, yang dipimpin oleh Jabhat Fath al Sham dan dikenal sebagai HTS, bersama dengan Ahrar al-Sham, menyetujui gencatan senjata pada hari Jumat.

“Ahrar al-Sham mengundurkan diri dari kota Idlib yang kini berada di bawah kendali Hayat Tahrir al-Sham,” Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Ratusan pasukan Ahrar al-Sham meninggalkan kota itu mengendarai puluhan kendaraan menuju provinsi selatan Idlib,” katanya.

Gencatan senjata tersebut mengakhiri satu pekan pertempuran sengit antara HTS dan Ahrar al-Sham, yang didukung oleh Turki dan beberapa negara Teluk, yang menewaskan sedikitnya 92 orang termasuk 15 warga sipil, kata Observatorium.

Inilah Pernyataan Sikap Hayat Tahrir Sham atas Kesepakatan Astana

Abdel Rahman mengatakan bahwa HTS mendirikan pos pemeriksaan di kota barat laut.

Jatuhnya kota dan ibukota provinsi bersifat simbolis.

Dan itu terjadi setelah HTS mengambilalih “lebih dari 31 kota dan desa” tanpa pertumpahan darah di seluruh provinsi Idlib selama dua hari terakhir, kata monitor tersebut.

HTS didominasi oleh faksi Jabhat Fath al-Sham, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah.

HTS dan Ahrar al-Sham pernah menjadi sekutu dan mendukung satu sama lain untuk menguasai sebagian besar provinsi Idlib dari pasukan rezim Syiah Suriah pada tahun 2015.

Gencatan senjata yang mereka sepakati pada hari Jumat menyerukan pembebasan tahanan kedua pihak dan “penarikan kelompok bersenjata dari perbatasan Bab al-Hawa” dengan Turki.

Bab al-Hawa, yang dikuasai Ahrar al-Sham, akan diserahkan ke administrasi sipil, katanya.

Abdel Rahman mengatakan bahwa kehadiran Ahrar al-Sham telah sangat berkurang di provinsi Idlib, yang pernah mereka kuasai. Oposisi dibiarkan hanya di kota Ariha dan sebagian Jabal al-Zawiya di tenggara.

Ahrar al-Sham juga dihantam oleh pembelotan ratusan pejuangnya ke HTS.

Konflik Suriah meletus pada pertengahan Maret 2011 diawali dengan unjuk rasa anti-pemerintah yang damai yang malah ditekan secara brutal oleh rezim dengan keganasan militer yang kejam.

Konflik dengan cepat berkembang menjadi perang yang melibatkan lokal, regional dan internasional di banyak bidang, yang telah membunuh lebih dari 450.000 orang dan membuat jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.

Kategori : Internasional

Tags : Ahrar al-Sham Hayat Tahrir al Sham HTS

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Mewujudkan Kota Tertib Dan Nyaman Dibutuhkan Sistem Komprehensif

Mewujudkan Kota Tertib Dan Nyaman Dibutuhkan Sistem Komprehensif

13 Apr 2026 15:35:55
Nama Baik Siapa? Ketika Perempuan Dipaksa Bungkam demi Menutup Aib Orang Lain

Nama Baik Siapa? Ketika Perempuan Dipaksa Bungkam demi Menutup Aib Orang Lain

13 Apr 2026 15:30:52
Jembatan Kerap Ditabrak Tongkang: Saatnya Akhiri Ketimpangan dengan Tata Kelola Islam

Jembatan Kerap Ditabrak Tongkang: Saatnya Akhiri Ketimpangan dengan Tata Kelola Islam

11 Apr 2026 14:07:43
Indonesia Naik Ranking dengan Populasi LGBT Terbanyak ke 5 Secara Global: Prestasi atau Tamparan Keras?

Indonesia Naik Ranking dengan Populasi LGBT Terbanyak ke 5 Secara Global: Prestasi atau Tamparan Keras?

11 Apr 2026 14:05:33

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED