Berita Terkini

Irak Lancarkan Serangan Pamungkas untuk Rebut Tal Afar dari IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah melakukan serangan darat untuk merebut kembali wilayah yang dipegang IS di bagian utara negara tersebut, kata Perdana Menteri Haider al-Abadi.

“Anda menyerah atau mati”, kata Abadi kepada Islamic State (IS) – yang telah menguasai kota ini sejak tahun 2014 – dalam sebuah pidato di televisi yang mengumumkan operasi tersebut pada hari Ahad (20/8/2017).

Tal Afar dan daerah sekitarnya termasuk wilayah kantong terakhir yang dikuasai IS di Irak, setelah kemenangan diumumkan di Mosul, kota terbesar kedua di negara itu.

Reporter Al Jazeera Osama Bin Javaid, melaporkan dari Erbil, mengatakan bahwa serangan darat memang baru saja diumumkan, “namun operasi tersebut sebenarnya telah berlangsung selama beberapa pekan.”

Serangan udara koalisi pimpinan AS yang menargetkan IS di kota tersebut dimulai satu bulan setelah mendapat kemenangan di Mosul.

“Dalam 48 jam terakhir, mereka telah mulai menyerang dan menghancurkan sejumlah target IS,” kata Bin Javaid.

Tal Afar berada di sebelah barat Mosul dan sekitar 150km timur perbatasan Suriah, terbentang di sepanjang jalan utama yang menjadi jalur suplai utama IS.

Tal Afar terputus dari sisa wilayah yang dikuasai IS pada bulan Juni.

Beberapa jam sebelum pengumuman Abadi, angkatan udara Irak menjatuhkan selebaran dari atas kota, menyuruh penduduk untuk melakukan tindakan pencegahan.

“Persiapkan diri Anda, pertempuran besar sudah dekat dan kemenangan akan datang,” isi selebaran itu.

Pejabat Irak percaya ada sekitar 1.400 dan 1.600 pasukan IS di daerah Tal Afar, termasuk banyak pejuang asing, menurut Brigadir Irak, Jenderal Yahia Rasool yang berbicara melalui juru bahasa pada hari Sabtu.

“Saya rasa ini tidak akan lebih sulit dari pada pertempuran Mosul, dengan mempertimbangkan pengalaman yang kami dapatkan di Mosul,” katanya kepada wartawan.

Pensiunan Jenderal AS Mark Kimmitt mengatakan bahwa walaupun merebut kembali Tal Afar akan menjadi “tonggak penting”, itu tidak berarti hari-hari terakhir IS.

“Kami tidak melihat hari-hari terakhir IS, baik di Irak atau di Suriah, atau di luar negara-negara tersebut,” kata Kimmitt kepada Al Jazeera. “Mereka masih tetap merupakan kekuatan yang sangat kuat, tidak hanya oleh khilafah yang memproklamirkan diri, tapi kami terus melihat serangan yang terinspirasi oleh IS di tempat-tempat seperti Barcelona dan tempat lain.”

Ribuan warga Irak telah melarikan diri ke wilayah Kurdi Irak saat persiapan serangan berlanjut.

Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan pada hari Sabtu bahwa pengungsi di dekat kota utara Tal Afar menghadapi kondisi yang keras, dan dihentikan oleh pihak berwenang di timur daerah Mosul dan Kurdi saat mereka mencoba melarikan diri dari pertempuran tersebut.

“Sangat sulit bagi mereka untuk bergerak,” kata Melany Markham, seorang juru bicara kelompok kemanusiaan, kepada Al Jazeera, menambahkan bahwa satu lokasi transit kapasitasnya sudah penuh, dan tidak dapat menampung lebih banyak pengungsi lagi.

Dia mengatakan bahwa suhu di puncak musim panas antara 45 dan 50 derajat Celcius membuat perjalanan semakin menantang.

Markham mengatakan bahwa walaupun lokasi transit mereka di Hammam al-Alil penuh, kamp-kamp lain seperti di Khazar, sebelah barat kota Kurdi, Erbil, dapat menampung hingga 40.000 pengungsi.

Diperkirakan 50.000 orang telah melarikan diri dari daerah sekitar Tal Afar sejak April, dan sedikitnya 50.000 lainnya dapat melarikan diri dalam beberapa hari dan pekan mendatang, menurut kelompok bantuan.

Jumlah itu menambah jumlah perkiraan satu juta pengungsi yang telah lebih dulu melarikan diri dari Mosul.

Program Hapus Tato Gratis Singgah di Ponpes Darusunnah Wangon

WANGON (Jurnalislam.com) – Program Hapus Tato gratis yang digagas Gerak Bareng Community, IMS, Bank Muamalat dan DPP Hidayatullah memasuki pekan ke 3. Program kali ini digelar di Ponpes Modern Darussunah, Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Ahad (20/8/2017).

Ada yang sedikit berbeda kali ini, karena penyelenggaraan di ponpes untuk seleksi hafalan benar-benar dilaksanakan. Dan sejumlah peserta tidak keberatan dengan syarat yang ditetapkan panitia.

Agus Priyanto (35) dari Purbalingga, yang sudah hijrah sejak 2005 mengaku persyaratan menghafal ini bukan menjadi hal yang sulit. Pasalnya, Agus benar-benar ingin berubah secara sempurna.

“Alhamdulillah saya hafal seluruh ayat surat Arahman,” katanya.

Sementara itu, Pembina Pondok Pesantren Modern Darus Sunnah Wangon, Priagung Rajasa Negara, mengatakan, dengan menerapkan syarat hafal Al Qur’an bagi peserta hapus tato tidak lain agar mereka yang sudah hijrah benar benar ingin bertaubat dan lebih akrab dengan ayat ayat Allah.

“Kami jadikan syarat hafalan ini untuk sarana mendekatkan mereka yang telah taubat dengan Alquran,” ucapnya.

Selain itu, syarat tersebut juga sekaligus untuk menerapkan hadist Rasulullah yang intinya. “Sebaik baik dari kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an”.

Sedangkan, Founder Gerak Bareng Community, Ahmad Zaki mengatakan program hapus tato gratis yang diadakan di Wangon ini peminatnya tetap antusias.

“Peminat yang ikut program (layanan hapus tato) ini di Wangon tetap banyak, mereka datang dari Purwokerto, Purbalingga, Cilacap, Ajibarang dan sekitarnya,” imbuhnya.

Setelah di Wangon, insyaaAllah program layanan hapus tato akan berlanjut ke wilayah Solo, Yogyakarta dan Surabaya.

Direktur Islamic Medical Service (IMS) Imron Faizin mengatakan, Wangon-Banyumas ini merupakan kota kedua yang dikunjungi oleh mobil hijrah IMS DPP Hidayatullah untuk program layanan hapus tato, setelah wilayah Bandung.

Menurut Imron, banyak permintaan untuk program layanan hapus tato dari kota-kota lain, tidak hanya pulau Jawa. Tapi Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera juga sangat mengharapkan kehadiran Mobil hijrah tersebut.

“Semoga layanan ini terus berjalan dengan baik, sehingga dapat membantu para sahabat dan saudara-saudara Muslim yang telah berhijrah,” harap Imron.*

Siaran Pers

Gelar Acara INBOX di Samping Masjid Agung, Pemkab Tasikmalaya Dikritik

SINGAPARNA (Jurnalislam.com) – Pagelaran musik INBOX yang digelar di dekat Masjid Agung Baitulrahman Kabupaten Tasikmalaya menuai banyak kritikan. Pagelaran musik yang bekerjasama dengan program di salah satu TV swasta itu digelar sebagai bagian dari rangkaian hari jadi Kabupaten Tasikmalaya.

Anggota Fraksi PKB Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana menilai pagelaran musik yang dilakukan dekat masjid agung merupakan langkah yamg tidak linier dengam visi Kabupaten Tasikmalaya yang religius islami.

“Kurang bijak pemerintah daerah menggelar kegiatan seperti itu di dekat tempat ibadah, disitu kan pasti joget-joget, jingkrak-jingkrak dan pakaiannya pun tidak mendidik,” papar Usman kepada wartawan, Sabtu (19/8/2017).

Usman juga menyesalkan sikap Pemkab Tasikmalaya yang memilih pagelaran musik di dekat masjid agung. Padahal banyak lokasi lain yang bisa dipakai.

“Mesjid agung itu simbol yang suci bagi umat Islam di Kabupaten Tasikmalaya. Baiknya kalau dipinggir masjid menggelar dzikir bersama, shalawatan bersama dan yang mencerminkan nilai keislaman,” tambah Usman.

Kecaman juga mulai ramai di media sosial Facebook. Banyak netizen yang merasa heran dengan Pemkab Tasikmalaya menggelar pagelaran musik di dekat masjid.

Salah satunya status yang ditulis akun milik Iim Imanullah. Dalam Statusnya iim menyinggung gelaran musik didekat masjid agung dengan visi misi Kabupaten Tasikmalaya religius islami.

“Antara jargon religius islami di Kab Tasik dengam budaya hedonisme/hura2caliweura.. sampai melahirkan acara inbox dihalaman samping masjid agung (Gebu) Bojongkoneng Kab. Tasikmalaya” tulis Iim dalam statusnya.

Sebelumnya, pagelaran tersebut sempat dikecam sejumlah ormas dari BKPRMI, GAZA, KPAB, SWAP, Mujahdin, FPI, PPM, dan AMS Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Mereka menilai, pagelaran musik di dekat masjid merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap Islam.

“Mau acara Band atau acara dangdut diadakan di samping Masjid, ini bentuk pelecehan dan penistaan terhadap umat Islam di Tasikmalaya,” ujar Ketua KPAB Yudi Rusmayadi saat beraudiensi di Polres Tasikmalaya, Jumat (18/8/2017).

Dalam paparannya H.Aas meminta agar acara Inbox SCTV menampilkan artis-artis nya berpakaian sopan dan santun, mengingat acara itu posisinya disamping tempat suci Masjid Agung.

“Kita berharap panitia Inbox harus berkomitmen agar seluruh artis yang tampil termasuk hostnya berpakaian sopan tidak memperlihatkan aurat dimuka umum, apalagi ini lokasinya dekat dengan Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya,” tambah pengurus Ormas Islam Al Mumtaz Tasikmalaya.

Kepastian Hukum Belum Jelas, LUIS Sambangi Polres Klaten Kawal Kasus Kematian Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com)- Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mendatangi Mapolres Klaten Jalan, Diponegoro No.27, Karanganom, Klaten. Kehadiran LUIS untuk mengkonfirmasi perkembangan proses penyidikan kasus Siyono, yang dilakukan oleh Polres Klaten.

Rombongan yang terdiri dari Edi Lukito, Ibnu Nugroho dan Endro Sudarsono ini, diterima Kanit 1 Reskrim Iptu Andi dan beberapa staf di ruang Reskrim Polres Klaten.

Berdasarkan Laporan Polisi no LP/B/154/V/2016/JATENG/RES.KLT tanggal 15 Mei 2016, maka sudah 20 bulan lebih proses hukum kematian Siyono berjalan di Polres Klaten. Namun belum ada perkembangan yang berarti, Untuk itu LUIS mendesak Polres Klaten untuk segera menyelesaikan kasus ini secara hukum, dengan beberapa pertimbangan.

” Kematian Siyono tidak wajar, karena ada luka memar di bagian kaki dan patah tulang dibagikan dada yang sudah d buktikan oleh autopsi yang dilakukan oleh Komnas HAM dan Muhammadiyah,”kata Humas LUIS Endro Sudarsono pada Jurnalislam.com, Jumat (18/8/2017).

Malah, seperti diketahuo, sudah ada putusan sidang kode etik Polri bahwa ada pelanggaran SOP saat penanganan Siyono oleh Densus 88.

” Bahwa harus ada kepastian hukum untuk kasus pidana apapun dan siapapun pelakunya, termasuk kasus kematian Siyono,”tandasnya.

Gelar Perkara

Menanggapi Hal tersebut, Kanit 1 Reskrim Polres Klaten Aiptu Andi menyampaikan, bahwa Kasus Siyono masih berlanjut, dan diakui baru saja dilakukan gelar perkara dengan Polda Jateng.

Lebih lanjut LUIS berharap, agar Kasus ini segera terungkap. “Demi keadilan di masyarakat, karena sudah menyangkut hilangnya nyawa seseorang, dan menyisakan beberapa persoalan diantaranya keluarga yang ditinggalkan,”tegas Endro.

Endro melanjutkan, “Jika terdapat kesulitan dan kendala dalam mengungkap kasus kematian Siyono, kita meminta Kapolda Jateng bisa mengambil alih penanganan kasus ini guna penyidikan lebih lanjut,”pungkasnya.

 

Ustaz Burhan Sodiq Ajak Pemuda Merawat Nikmat Kemerdekaan, Ini Caranya

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Penulis produktif, Ustaz Burhan Sodiq berpendapat sejatinya di peringatan 72 tahun kemerdekaan, Indonesia belum merasakan kemerdekaan hakik. Hal tersebut dikarenakan pudarnya generasi pelanjut untuk melanjutkan perjuangan para pejuang yang mayoritas ulama dan santri.

“Kemerdekaan itu sendiri belum menjadi satu hal yang ideal terhadap umat Islam karena ketika kemerdekaan yang diperjuangkan para ulama, para pejuang, justru sekarang (wacana) kemerdekaan diisi oleh orang-orang sekuler, liberal, oleh orang-orang yang hari ini tidak memahami Islam. Ini menjadi hal yang kontradiktif untuk para pejuang terdahulu,”katanya kepada Jurnalislam.com saat Islamic Book Fair Karanganyar, Jumat (18/8/2017).

Lebih lanjut, Ustaz Burhan Sodiq menekankan kepada para pemuda untuk bisa mensyukuri dan mengisi nikmat kemerdekaan secara benar dan hakiki, yaitu, mendakwahkan tauhid kepada masyarakat agar terhindar dari perilaku kesyirikan.

“Maka tugas anak muda saat ini menjaga nikmat kemerdekaan ini dari Allah Subhanahu Wata’ala dengan terus mengusahakan kemerdekaan secara hakiki,”ungkapnya.

Kemerdekaan hakiki, menurut ustaz Burhan Sodiq yaitu memerdekakan bangsa ini penyembahan kepada selain Allah menuju Allah. “Itulah kemerdekaan hakiki yang harus terus di upayakan oleh generasi muda hari ini,”imbuhnya.

Untuk itu, Ustaz Burhan Sodiq meminta para generasi muda untuk bersabar dalam berdakwah. Ia mengatakan dalam menyampaikan kebenaran akan ditemukan banyak hambatan.

“Karena bersabar dalam berjuang nanti juga akan dinilai oleh Alla. Dalam kesungguhan kita, dalam rangka mengubah masyarakat yang lebih baik lagi,”pungkasnya.

Ustaz Burhan Shodiq Berbagi Tips Mengelola Toko Buku Saat Peluncuran Toha Book Store

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Penulis Buku ‘ Ya Allah Aku Jatuh Cinta’ Ustaz Burhan Sodiq menjadi pemateri dalam pembukaan Toha Book Store di Pokoh, Tasikmadu, Karanganyar, Jum’at (18/8/2017).

Mengambil tema ‘Stop Baper, Saatnya Berkarya’ Ustaz Burhan Sodiq menyampaikan, sebuah Toko buku harus mempunyai produk yang ciri khas. Hal itu menurut Ustaz Burhan Sodiq akan membuat masyarakat segera banyak yang mengenal.

“Dalam mengelola toko buku tidak seperti jual beras yang beli dan langsung pulang. Di awal harus punya brand. Contoh, toko A menyediakan buku lawas yang paling lengkap, beda dengan toko buku B yang menyediakan buku-buku terbaru,”katanya saat memberikan materi.

Tak lupa pemilik toko harus jeli melihat kebutuhan masyarakat. “Kalau sekmentasi Toha Store misalnya ingin keluarga, di samping toko buka warung wedangan biar bapaknya nyaman saat nemenin ibunya,”tambahnya.

Sementara itu, Ssalah satu pengelola Toha Book Store, Ibnu Shihab Azzuri mengatakan bahwa selama ini masyarakat Karanganyar harus pergi ke Solo jika ingin membeli buku berbasis Islam. Diharapkan hadirnya Toha Book Store ini memudahkan masyarakat mencari buku.

“Sasaran pertama adalah forum-forum diskusi, ormas dan komunitas. Kita ingin menyediakan buku Islam di masyarakat Karanganyar dan sekitarnya,”pungkasnya.

Diborgol, Perlakuan Terhadap Alfian Tanjung Dinilai Diskriminasi Terhadap Tokoh Islam

SOLO (Jurnalislam.com) – Pegiat anti komunisme ustaz Alfian Tanjung menjalani sidang dakwaan perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (16/8/2017). Dalam sidang tersebut Ustaz Alfian Tanjung terlihat datang dengan kondisi diborgol dan mengenakan baju tahanan.

Menanggapi hal tersebut, Tokoh Masyarakat Solo Mudrick M Sangidu menilai bahwa hal tersebut merupakan tindakan diskriminasi terhadap tokoh-tokoh Islam. Menurutnya, perlakuan tersebut sangat berbeda jauh dengan Ahok saat menjalani persidangan.

“Ini kelihatan sekali diskriminasi pemerintah kepada orang-orang anti PKI, Saya melihat pemerintah dengan pki itu memberi peluang dan perlakuan Alfian tanjung sangat berbeda sekali dengan si Ahok, apa pantas dia seorang ulama, di perlakukan seperti itu,”terangnya saat ditemui Jurnalislam.com di kediamannya, Serengan, Solo, Jumat (18/8/2017).

Lebih lanjut, Ia mengaku sangat bersimpati dengan banyaknya umat Islam dan ormas Islam yang hadir dan memberi dukungan dalam persidangan perdana Ustaz Alfian Tanjung,.

“Saya simpatik kepada umat islam disana yang berbondong-bondong memberi dukungan,”paparnya.

Mudrick berharap agar Ustaz Alfian Tanjung segera dibebaskan karena menurutnya Alfian Tanjung tidak bersalah. Malah, katanya, seharusnya pemerintah juga menindak politisi Nasdem Victor Laiskodat yang dinilai melukai perasaan umat Islam.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kasus Ustadz Alfian berawal dari laporan seorang warga Surabaya bernama Sudjatmiko tanggal 11 April 2017 di Polda Jatim yang menuduh isi ceramah di Masjid Mujahidin Surabaya mengandung unsur ujaran kebencian terhadap PKI dan Ahok. Ustaz Alfian didakwa Pasal 16 Jo. Pasal 4 huruf b angka 2 UU No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP.

Zikir 72 Tahun Kemerdekaan Tak Diizinkan, Tokoh Solo : Jangan Ada Diskriminasi Terhadap Umat Islam

SOLO (Jurnalislam.com) –Tidak dijinkannya Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bertajuk zikir dan tasyakur dalam menyambut kemerdekaan RI ke-72 pada Rabu Sore,(16/8/2017) oleh Pemkot Solo melalui Dishubkominfo, dinilai Tokoh Masyarakat Solo, Mudrik M Sangidoe, sebagai bentuk diskriminasi dan bentuk Islamphobia terhadap Islam.

“Siapa saja sebagai warga masyarakat merayakan malam HUT RI kan wajar, kok dilarang ada apa? Lha ini kok pas yang dilarang DSKS. Kesan saya sebagai muslim ini ada diskriminasi, dan siapapun yang melarang menurut saya ada kebencian terhadap Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com, Jumat (18/8/2017).

Ia meminta pada pemerintah kota Solo agar tidak berlaku diskriminasi terhadap umat Islam, karena menurutnya, hal tersebut bisa menimbulkan dendam dikemudian hari.

“Jangan sampai menyebar kebencian terhadap Islam. Jangan didiskriminasi. Apa tidak belajar dari pilkada DKI? Calon yang didukung partai dan dana besar akhirnya tumbang oleh umat Islam,” tambahnya.

Mudrik juga berharap kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo dan para anggota DPRD khususnya dari partai Islam untuk berperan aktif melakukan pembelaan kepada umat Islam.

“MUI memiliki tanggung jawab moral terhadap umat. Anggota dewan yang dari partai Islam jangan diam. Jangan kayak bebek, Saya menganjurkan masyarakat untuk tidak memilih calon yang tidak membela umat Islam,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemkot Solo tidak mengeluarkan ijin terkait kegiatan ‘Dzikir dan Tasyakuran Kemerdekaan RI ke-72’ yang rencananya digelar DSKS pada Rabu Sore, (16/8/2017) jam 16.00 wib – 18.00 wib di jalan Sudirman bagian timur. Pemkot Surakarta berdalih bahwa di hari HUT RI tersebut, kegiatan perayaan kemerdekaan dapat menimbulkan kemacetan dan menggangu lalu lintas.

Napak Tilas Para Pejuang Kemerdekaan, Santri Tahfiz BMQ Gelar Longmarch Jogja-Karanganyar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)–72 tahun Indonesia merdeka, 80-an santri penghafal al Quran Ponpes Tahfidz Baitul Mukmin Qurani (BMQ), Ngadiluwih, Matesih, Karanganyar menggelar aksi longmarch Jogja – Karanganyar. Aksi jalan kaki dimulai sejak Selasa (15/8/2017) hingga Kamis malam (17/8/2017).

Pimpinan Ponpes BMQ Ustaz Syamsuddin Asrori, S.Pd. mengatakan bahwa kegiatan yang rutin diadakan tiap tahun ini bertujuan untuk menanamkan karakter pemimpin pada generasi muda sekaligus sebagai napak tilas pada para pejuang dalam meraih kemerdekaan.

“Kita tahu bahwa pemuda saat ini lemah. Kami mengusung tema napak tilas pejuang dalam mencapai kemenangan atau kemerdekaan, bagaimana Rasulullah memperjuangkan Islam ini dari Mekkah menuju Madinah jalan kaki. Kemudian bagaimana para pejuang kita di Indonesia, diantaranya Jenderal Sudirman yang jalan kaki dan bergerilya,” kata Syamsuddin Asrori pada Jurnalislam.com, Kamis (18/8/2017) di Masjid MUI Surakarta.

Selain itu, tambah pria yang karib disapa Mang Ari ini, aksi jalan kaki ini mendidik para peserta mendapatkan karakter siap memimpin dan dipimpin. Walhasil, sepanjang perjalanan, masyarakat memberikan dukungan dan memandang positif acara napak tilas para pejuang seperti ini.

Hal tersebut tampak dari atensi masyarakat dengan memberikan makanan, minuman, buah-buahan selama perjalanan. Yang juga tak ketinggalan, para peserta tetap melakukan amalana-amalan harian seperti dhuha, tahajud, tilawah, murajaah sepanjang perjalanan.

Selama tiga hari perjalanan, semua peserta bisa menjalaninya dengan baik. ” Alhamdulillah semuanya lancar dan anak-anak nggak ada yang ngeluh dan sakit, semua lancar, malah kaki saya ini yang sampai berair,” cetus Mang Ari.

Sementara itu, Salah satu peserta asal Indramayu Amirullah Abdullah mengaku senang dan tidak merasa capek selama mengikuti kegiatan tersebut. “ Nggak terlalu capek, bahagia, senang bisa rame-rame, kayak refresing,”tuturnya.

Gelar Teatrikal Perjuangan, Yayasan Al Furqan Jember : “Kemerdekaan Karena Jasa Umat Islam”

JEMBER (Jurnalislam.com) – Sebagai bentuk syukur atas nikmat 72 tahun kemerdekaan, yayasan Al Furqan Jember gelar teatrikal bertajuk “Perjuangan Yang Harus Dilanjutkan”, Kamis (17/08/2017) di kompleks SMA-SMK Al Furqan Kampus Kebonsari Jember.

Teatrikal yang melibatkan para guru dan murid itu mengangkat kisah 4 tokoh yang mewaki sosok ulama dan pejuang yakni Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Bung Tomo dan Jenderal Sudirman. Inspektur upacara dalam acara tersebut, Hadi Basuni, S.Pd menegaskan bahwa Kemerdekaan Bangsa adalah jasa Umat Islam. Lanjutnya, motivasi terbesar perjuangan mereka adalah sebagai sebaik-baik ibadah untuk mencari ridho Allah.

“Kemerdekaan yang diraih bangsa ini bukan hadiah dari penjajah, tapi buah doa dan ibadah para pejuang muslim negeri ini” tegasnya sembari menunggang kuda mengelingi para peserta” ujar Basuni yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMA Al Furqan.

Tambahnya, kewajiban generasi pelanjut adalah mengisi dan melanjutkan perjuangan mereka dengan berbagai pembuktian diri yang bernilai prestasi dan ibadah yang diridhai Allah. Sejumlah tokoh masyarakat dan wali murid yang hadir merasa terkesan dengan teatrikal yang ditampilkan oleh kolaborasi guru dan murid dari Yayasan Al Furqan.

“Sukses untuk Al Furqan. Masya Allah saya serasa berada di zaman ke empat tokoh itu. Mengharukan melihat perjuangan mereka. Semoga bangsa ini tidak melupakan jasa ulama dan pejuang” ujar Sugiono warga sekitar Al Furqan yang hadir dalam acara tersebut.

reporter : Budi