Diborgol, Perlakuan Terhadap Alfian Tanjung Dinilai Diskriminasi Terhadap Tokoh Islam

Diborgol, Perlakuan Terhadap Alfian Tanjung Dinilai Diskriminasi Terhadap Tokoh Islam

SOLO (Jurnalislam.com) – Pegiat anti komunisme ustaz Alfian Tanjung menjalani sidang dakwaan perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (16/8/2017). Dalam sidang tersebut Ustaz Alfian Tanjung terlihat datang dengan kondisi diborgol dan mengenakan baju tahanan.

Menanggapi hal tersebut, Tokoh Masyarakat Solo Mudrick M Sangidu menilai bahwa hal tersebut merupakan tindakan diskriminasi terhadap tokoh-tokoh Islam. Menurutnya, perlakuan tersebut sangat berbeda jauh dengan Ahok saat menjalani persidangan.

“Ini kelihatan sekali diskriminasi pemerintah kepada orang-orang anti PKI, Saya melihat pemerintah dengan pki itu memberi peluang dan perlakuan Alfian tanjung sangat berbeda sekali dengan si Ahok, apa pantas dia seorang ulama, di perlakukan seperti itu,”terangnya saat ditemui Jurnalislam.com di kediamannya, Serengan, Solo, Jumat (18/8/2017).

Lebih lanjut, Ia mengaku sangat bersimpati dengan banyaknya umat Islam dan ormas Islam yang hadir dan memberi dukungan dalam persidangan perdana Ustaz Alfian Tanjung,.

“Saya simpatik kepada umat islam disana yang berbondong-bondong memberi dukungan,”paparnya.

Mudrick berharap agar Ustaz Alfian Tanjung segera dibebaskan karena menurutnya Alfian Tanjung tidak bersalah. Malah, katanya, seharusnya pemerintah juga menindak politisi Nasdem Victor Laiskodat yang dinilai melukai perasaan umat Islam.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kasus Ustadz Alfian berawal dari laporan seorang warga Surabaya bernama Sudjatmiko tanggal 11 April 2017 di Polda Jatim yang menuduh isi ceramah di Masjid Mujahidin Surabaya mengandung unsur ujaran kebencian terhadap PKI dan Ahok. Ustaz Alfian didakwa Pasal 16 Jo. Pasal 4 huruf b angka 2 UU No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP.

Bagikan
Close X