Sabtu, 17 Syawal 1447 / 04 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Aliansi Advokat Muslim Desak PBB Adili Aung San Suu Kyi

05 Sep 2017 10:57:51
Aliansi Advokat Muslim Desak PBB Adili Aung San Suu Kyi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Aliansi Advokat Muslim Cinta NKRI (AAM-NKRI), Abdullah Al Katiri mendesak PBB untuk segera membawa tragedi kemanusiaan di Myanmar ke Pengadilan Internasional.

Menurutnya, pembantaian dan pengusiran warga Rohingya oleh junta militer Myanmar tersebut sudah dikategorikan kejahatan kemanusiaan genosida.

“Negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jangan hanya berani menekan kasus-kasus yang berkaitan dengan senjata nuklir saja,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (4/9/2017).

Ia juga mendesak PBB untuk mengadili pimpinan Myanmar, Aung San Suu Kyi karena dinilai telah membiarkan pembantaian massal tersebut.

“Kejahatan kemanusiaan di Myanmar harus disikapi dengan serius oleh seluruh negara dan PBB khususnya negara-negara yang telah meratifikasi Statuta Roma, termasuk kami dari Aliansi Advokat Muslim NKRI akan selalu aktif menyerukan kepada negara-negara tersebut untuk menyeret Aung San Suu Kyi ke Mahkamah Pidana Internasional,” papar Al Katiri.

Al Katiri menyebut, genosida di Myanmar itu sebagai kejahatan kemanusiaan terparah di wilayah Asia dan setara dengan pembantaian yang dilakukan penjajah Israel terhadap rakyat Palestina.

“Kejahatan kemanusiaan oleh Pemerintahan Myanmar merupakan kejahatan terkeji sejajar dengan Israel yang telah membantai warga Palestina,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : aam nkri abdullah al katiri aliansi advokat muslim Aung San Suu Kyi rohingya save rohingya

Tantang Tekanan Internasioanal, AS: Korea Utara Ngajakin Perang

05 Sep 2017 09:56:28
Tantang Tekanan Internasioanal, AS: Korea Utara Ngajakin Perang

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Korea Utara “meminta perang” dengan menentang tekanan internasional terhadap ambisi militer nuklirnya, utusan AS untuk PBB mengatakan Senin (4/9/2017), lansir Anadolu Agency.

“Meskipun kami telah berupaya selama 24 tahun terakhir, program nuklir Korea Utara lebih maju dan lebih berbahaya daripada sebelumnya,” kata Nikki Haley kepada Dewan Keamanan dalam sebuah pertemuan darurat mengenai uji coba nuklir keenam Korea Utara yang berlangsung pada hari Ahad, yang memicu kegemparan besar, dan mengkhawatirkan negara tetangga juga kekuatan Barat.

Telah tiba waktu untuk menghabiskan semua sarana diplomatik “sebelum terlambat”, kata Haley. “Kita sekarang harus mengadopsi langkah-langkah terkuat yang kita bisa.”

Korea Utara baru-baru ini menggelar retorika perang melawan AS dan sekutu-sekutunya, mengancam serangan nuklir yang telah dikembangkannya selama lebih dari dua dekade.

“Negara-negara yang memiliki kekuatan nuklir memahami tanggung jawab mereka. Kim Jong Un tidak menunjukkan pemahaman seperti itu,” kata Haley mengenai pemimpin Korea Utara tersebut.

“Perang tidak pernah diinginkan Amerika Serikat. Kami tidak menginginkannya sekarang, tapi kesabaran negara kita tidak terbatas.”

Nikki Haley
Nikki Haley

Washington dan sekutu berada di batas kesabaran setelah tes nuklir hari Ahad (3/9/2017) terjadi sehari setelah Presiden Donald Trump pada prinsipnya setuju untuk mengizinkan Korea Selatan mempersenjatai diri dengan rudal balistik yang lebih kuat.

Sebagai tanggapan atas pengujian tersebut, rudal-rudal Korea Selatan melakukan latihan pada hari Senin mencoba menyerang lokasi uji coba nuklir Korea Utara.

Setelah bertemu dengan Trump dan pejabat senior di Gedung Putih pada hari Ahad, Menteri Pertahanan James Mattis menekankan komitmen AS kepada sekutu-sekutunya.

“Setiap ancaman terhadap Amerika Serikat atau wilayahnya, termasuk Guam, atau sekutu kita akan disambut dengan respon militer yang besar, sebuah balasan yang efektif dan luar biasa,” Mattis mengatakan kepada wartawan.

Kategori : Internasional

Tags : AS Korea Utara

Pasukan Rezim Assad dan Sekutunya Terus Merangsek ke Pertahanan IS di Deir Az Zor

05 Sep 2017 09:49:14
Pasukan Rezim Assad dan Sekutunya Terus Merangsek ke Pertahanan IS di Deir Az Zor

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Syiah Suriah dan sekutunya hampir membongkar pertahanan Kelompok Islamic State (IS) setelah tiga tahun dikuasai di bagian kota timur Deir Az Zor, menurut media pemerintah.

IS mengendalikan sebagian besar provinsi Deir Az Zor – selain daerah kantong yang dikelola rezim Assad di kota Deir Az Zor dan sebuah pangkalan militer di dekatnya.

Pasukan pro-rezim Syiah Nushairiyah telah maju menuju kota ini dari berbagai wilayah selama berpekan-pekan, dan sekarang berada dalam jarak 3km dari daerah kantong tersebut, televisi pemerintah melaporkan pada hari Senin (4/9/2017), Aljazeera.

Sebuah unit media militer yang dijalankan oleh sekutu rezim Assad yaitu media Syiah Hizbullah mengatakan pasukan yang sedang maju tersebut menuju ke kamp militer yang terkepung di pinggiran kota.

“Pengepungan terhadap pasukan Assad akan rusak dalam hitungan jam,” kata seorang sumber militer kepada kantor berita AFP.

Reporter Al Jazeera Mohammed Jamjoom, yang melaporkan dari Beirut, ibu kota negara tetangga Lebanon, mengatakan bahwa hancurnya pertahanan tersebut akan menjadi “sangat signifikan” bagi rezim Suriah dan “kemunduran” bagi IS.

“Dalam beberapa pekan terakhir, dilaporkan bahwa IS telah kehilangan lebih dari separuh ibukota Raqqa di Suriah,” tambahnya.

“Deir Az Zor, di bagian timur negara ini, benar-benar merupakan pos terakhir mereka yang tersisa di Suriah – masih ada sebagian besar wilayah Deir Az Zor yang merupakan benteng bagi IS. Jika rezim Assad dapat mengatasi pertahanan IS, itu akan menjadi masalah bagi IS jika mereka ingin mempertahankan wilayah lain. ”

Mohamed Ibrahim al-Samra, gubernur provinsi Deir Az Zor mengatakan kepada kantor berita negara rezim Sana bahwa penduduk yang terkepung merayakan saat pasukan pro-assad mendekat.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok yang berbasis Inggris yang memantau konflik negara tersebut melalui jaringan kontak di lapangan, mengatakan bahwa lebih dari 10.000 orang tetap berada di wilayah kota yang dipegang oleh IS.

Di bagian Deir Az Zor yang dikelola rezim, populasinya telah anjlok menjadi sekitar 100.000 orang dari jumlah sebelum perang yaitu sekitar 300.000 orang.

Provinsi Deir Az Zor berbatasan dengan Irak, di mana IS telah menghadapi kekalahan berat di bekas kubu mereka di Mosul dan Tal Afar.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah

Inggris dan Perancis Kecam Uji Coba Nuklir Korea Utara

05 Sep 2017 09:34:06
Inggris dan Perancis Kecam Uji Coba Nuklir Korea Utara

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Inggris Raya dan Prancis pada hari Ahad (3/9/2017) mengecam keras uji coba nuklir Korea Utara dan meminta masyarakat internasional untuk melakukan tindakan yang lebih keras dan cepat, World Bulletin melaporkan Senin (4/9/2017).

“Tidak ada solusi militer yang mudah” untuk mencegah agresi nuklir oleh Korea Utara, sekretaris luar negeri Inggris mengatakan pada hari Ahad.

Boris Johnson, menambahkan, bagaimanapun, “semua pilihan” pembalasan masih ada di meja.

“Pandangan kami tentu bahwa tidak ada pilihan militer yang baik,” kata Johnson kepada Sky News setelah Korea Utara mengumumkan telah menguji sebuah bom hidrogen yang dapat dimuat di rudal balistik antarbenua.

“Tentu saja seharusnya kami mengatakan bahwa semua pilihan ada di meja, tapi kami benar-benar tidak melihat solusi militer yang mudah,” kata Johnson.

Menekankan pendeknya jarak antara Korea Utara dan Seoul, dia memperingatkan bahwa dalam sebuah konflik, Korea Utara “pada dasarnya dapat melenyapkan” sebagian besar wilayah Selatan, bahkan dengan senjata konvensional.

Jadi pilihan militer “tidak benar-benar mudah untuk mengancam dan diucapkan,” tambahnya.

“Jauh lebih produktif, menurut kami, adalah melanjutkan usaha diplomatik internasional,” katanya, menekankan perlunya dorongan diplomatik lebih lanjut.

Kategori : Internasional

Tags : Korea Utara

Milisi Syiah Houthi Bom Kediaman Pemimpin Sekutunya

05 Sep 2017 09:00:33
Milisi Syiah Houthi Bom Kediaman Pemimpin Sekutunya

YAMAN (Jurnalislam.com) – Milisi Syiah Houthi membom rumah seorang pemimpin partai politik Ali Abdullah Saleh, saat ketegangan di antara kedua sekutu tersebut meningkat.

Menurut sumber lokal, pemberontak Syiah Houthi pada hari Senin (4/9/2017mengebom rumah salah satu pemimpin Partai Kongres Populer, Sheikh Ali al-Houbani, sebelah timur provinsi Taiz di barat daya Yaman, Al Arabiya melaporkan.

Sumber tersebut mengatakan bahwa rumah Sheikh al-Hobani, pemimpin partai Saleh yang terkemuka, di wilayah al-Hoban timur Taiz tersebut, hancur total.

Dipercaya bahwa pemboman tersebut merupakan upaya untuk mengintimidasi pemimpin politik Saleh di dalam partainya.

Sementara itu, milisi Houthi menangkap seorang pemimpin militer senior yang setia pada Saleh di gubernur al-Hudaydah di Yaman barat.

Sumber media mengatakan bahwa pemberontak Houthi menangkap komandan brigade pertahanan pantai ke-82, Jenderal Ali Mahdi al-Ansi yang setia pada Saleh. Mereka memenjarakannya di kamp polisi kota dan tidak mengungkapkan alasan atau keadaan penangkapannya.

Kategori : Internasional

Tags : perang yaman syiah houthi

Republik Islam Afghanistan Kutuk Serangan Brutal Militer Budha Myanmar pada Muslim Rohingya

05 Sep 2017 08:24:14
Republik Islam Afghanistan Kutuk Serangan Brutal Militer Budha Myanmar pada Muslim Rohingya

KABUL (Jurnalislam.com) – Afghanistan pada hari Senin (4/9/2017) bergabung dengan masyarakat internasional dalam menghujat pembunuhan massal Muslim Rohingya di Myanmar.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Republik Islam Afghanistan mencela dengan cara yang paling berat atas pembantaian sadis Muslim Rohingya oleh militer di sana.

“Kementerian Luar Negeri, sangat mengecam keras serangan brutal dan tidak berperikemanusiaan oleh militer negara tersebut terhadap penduduk Muslimnya, menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan institusi hak asasi manusia di dunia untuk secara serius memperhatikan genosida dan pembantaian Muslim dan rakyat tertindas di Myanmar”, katanya, lansir Anadolu Agency.

Pernyataan ini muncul saat ribuan Muslim Rohingya telah melarikan diri dari pembantaian oleh militer di Myanmar dalam beberapa pekan terakhir. Sebanyak 87.000 pengungsi Rohingya tiba di Bangladesh sejak pasukan Budha Myanmar melancarkan operasi terhadap kaum Muslim di negara tetangganya pada 25 Agustus, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Senin.

Laporan media mengatakan pasukan Myanmar menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, menggusur ribuan warga desa Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.

Kawasan ini telah menyaksikan ajang pembantaian yang merebak antara populasi sekte Buddha yang berkuasa dan kaum Muslim yang ditindas, sejak kekerasan komunal meletus pada tahun 2012.

Sebuah tindakan keras yang diluncurkan Oktober lalu di Maungdaw, di mana Rohingya menjadi mayoritas, hingga PBB menyelidiki dan mengeluarkan sebuah laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan berat oleh aparat Myanmar.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan, penyembelihan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan sekitar 400 orang dibunuh selama tindakan keras tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : afghanistan Mulsim Rohingya Muslim myanmar myanmar

Erdogan: Saya Akan Ungkap Apa yang Terjadi Sebenarnya di Myanmar pada Majelis PBB Nanti

05 Sep 2017 07:59:13
Erdogan: Saya Akan Ungkap Apa yang Terjadi Sebenarnya di Myanmar pada Majelis PBB Nanti

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin (4/9/2017) bahwa dia akan mengangkat derita Muslim Rohingya Myanmar pada pertemuan Majelis Umum PBB berikutnya di New York akhir bulan ini, Anadolu Agency melaporkan.

Berbicara kepada penduduk setempat di distrik Catalca di Istanbul pada hari terakhir hari raya Idul Adha, Erdogan mengatakan, “Dunia tetap diam dalam menghadapi pembantaian kaum Muslim di Myanmar.”

“Saya akan mengungkapkan apa yang sedang terjadi di Myanmar di Majelis Umum PBB pada 19 September dengan cara yang paling luas,” katanya. “Kami akan membicarakan semua ini dengan para pemimpin di sana.”

Sebagai presiden yang aktif dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Erdogan mengatakan bahwa sejauh ini dia telah berbicara kepada para pemimpin sekitar 20 negara mengenai masalah ini.

Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay) dan Otoritas Manajemen Bencana Darurat (AFAD) akan terus mengirim bantuan kemanusiaan kepada Muslim Rohingya yang menderita di Asia Tenggara, tambah presiden tersebut.

Kekerasan meletus di negara bagian Rakhine di Myanmar pada 25 Agustus ketika pasukan negara tersebut melancarkan operasi militer brutal terhadap komunitas Muslim Rohingya.

Kekerasan ini memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya untuk para pengungsi.

Laporan media mengatakan pasukan Myanmar menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, menggusur ribuan warga desa Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.

Kawasan ini telah menyaksikan ajang pembantaian yang merebak antara populasi sekte Buddha yang berkuasa dan kaum Muslim yang ditindas, sejak kekerasan komunal meletus pada tahun 2012.

Sebuah tindakan keras yang diluncurkan Oktober lalu di Maungdaw, di mana Rohingya menjadi mayoritas, hingga PBB menyelidiki dan mengeluarkan sebuah laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan berat oleh aparat Myanmar.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan, penyembelihan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan lebih dari 400 orang Muslim Rohingya dibunuh secara sadis selama tindakan keras tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : Erdogan Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Militer Myanmar dan Aung San Suu Kyii Dihantam Kecaman Dunia

05 Sep 2017 07:28:19
Militer Myanmar dan Aung San Suu Kyii Dihantam Kecaman Dunia

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pasukan Myanmar dan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi menghadapi kecaman internasional atas penderitaan kaum minoritas Rohingya baru-baru ini, lansir Aljazeera, Senin (4/9/2017).

Hampir 90.000 orang Rohingya telah membanjiri Bangladesh dalam 10 hari terakhir menyusul meningkatnya pertempuran antara pejuang Muslim Rohingya dan militer Budha Myanmar di negara bagian Rakhine barat yang dilanda konflik.

Muslim Rohingya selama ini telah dipaksa untuk hidup di bawah penindasan, pembatasan apartheid untuk bergerak dan memiliki kewarganegaraan.

Ini Laporan PBB atas Situasi yang Semakin Memburuk bagi Muslim Rohingya

Gelombang kekerasan, yang pertama dimulai Oktober lalu ketika sebuah kelompok pejuang kecil Rohingya menyerang pos-pos perbatasan, merupakan yang terburuk yang pernah dialami etnis Rakhine selama bertahun-tahun, dimana PBB dalam tanggapannya mengatakan bahwa tentara Myanmar mungkin telah melakukan pembersihan kaum Muslim Rohingya.

Aung San Suu Kyi, mantan tahanan politik penguasa militer Myanmar, mendapat tekanan yang meningkat atas ketidakpeduliannya untuk berbicara melawan perlakuan terhadap Rohingya atau menghukum militer.

Dia tidak berkomentar sejak pertempuran terakhir terjadi pada 25 Agustus.

Malala Yousafzai, peraih Nobel perdamaian Pakistan, menyuarakan penghukumannya atas masalah ini dalam sebuah pernyataan di Twitter.

“Setiap kali saya melihat berita tersebut, hati saya hancur menyaksikan penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar,” Yousafzai mengatakan.

“Selama beberapa tahun terakhir saya telah berulang kali mengutuk perlakuan tragis dan memalukan ini. Saya masih menunggui peraih Nobel Aung San Suu Kyi melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman juga mempertanyakan kebungkaman Aung San Suu Kyi.

“Sejujurnya, saya tidak puas dengan Aung San Suu Kyi,” kata Anifah kepada kantor berita AFP.

“(Sebelumnya) dia membela prinsip-prinsip hak asasi manusia. Sekarang sepertinya dia tidak melakukan apa-apa.”

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin bahwa dia mendesak para pemimpin dunia untuk berbuat lebih banyak dalam membantu Muslim Rohingya, yang menghadapi apa yang dia gambarkannya sebagai “genosida”.

“Anda melihat situasi dimana Myanmar dan Muslim berada,” kata Erdogan di Istanbul, saat menghadiri pemakaman seorang tentara Turki. “Anda melihat bagaimana desa-desa dibakar … Kemanusiaan tetap diam terhadap pembantaian di Myanmar”.

Dia mengatakan Turki akan mengangkat isu tersebut di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York akhir bulan ini.

Krisis yang berkembang mengancam hubungan diplomatik Myanmar, terutama dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia dimana ada kemarahan publik yang mendalam atas perlakuan terhadap Rohingya.

Maladewa mengumumkan pada hari Senin bahwa pihaknya memutuskan semua hubungan dagang dengan negara tersebut “sampai pemerintah Myanmar mengambil tindakan untuk mencegah kekejaman dilakukan terhadap Muslim Rohingya”, kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bertemu dengan Aung San Suu Kyi, serta kepala militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing di Naypyidaw, pada hari Senin dalam upaya untuk menekan pemerintah berbuat lebih banyak demi meringankan krisis.

Ini Hasil Pertemuan Menlu Retno Marsudi Dengan Aung San Suu Kyi

Ratusan orang berdemonstrasi di depan kedutaan Myanmar pada hari Senin, di mana polisi bersenjata dikerahkan dan aksi tersebut dikepung kawat berduri di belakang.

Pakistan juga menyatakan “penderitaan mendalam” atas kekerasan yang terus berlanjut terhadap minoritas Rohingya di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Khawaja Muhammad Asif pada hari Senin menyerukan “tindakan efektif untuk mencegah terulangnya kekerasan semacam itu” terhadap minoritas Muslim.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menambahkan dalam sebuah tweet baru-baru ini: “Kebungkaman global atas terus berlanjutnya kekerasan terhadap Muslim #Rohingya. Tindakan Internasional penting untuk mencegah pembersihan etnis lebih lanjut – PBB harus bangkit.”

Sejak pertempuran terakhir pecah, cabang al-Qaeda di Yaman telah menyerukan serangan balasan terhadap Myanmar sementara Taliban Afghanistan mendesak umat Islam untuk “menggunakan kemampuan mereka dalam membantu umat Islam Myanmar yang tertindas”.

Ribuan orang juga berkumpul di wilayah Chechnya, Rusia, Senin, untuk sebuah demonstrasi yang dipentaskan secara resmi mengenai situasi orang Rohingya.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Wahdah Islamiyah Seru Umat Qunut Nazilah untuk Muslim Rohingya

04 Sep 2017 22:26:59
Wahdah Islamiyah Seru Umat Qunut Nazilah untuk Muslim Rohingya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin juga mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar. Ia mengajak umat Muslim untuk melakukan qunut nazilah mendoakan Muslim Rohingya.

“Wahdah Islamiyah menyerukan bagi kaum Muslimin untuk melakukan qunut nazilah, bersungguh-sungguh berdoa dan berkontribusi bagi pembebasan Muslim Rohingya dari kezaliman,” kata Zaitun dalam keterangan tertulis, Senin (4/9/2017).

Bantu Muslim Rohingya, GP Ansor Jatim Siap Turun ke Myanmar

Selain itu, ia juga ingin umat Muslim, para pemerhati dan peduli kemanusiaan sedunia untuk membentuk konsorsium internasional untuk menangani masalah Rohingya secara menyeluruh. Ia juga menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menunjukkan eksistensinya dengan menghentikan genosida itu atau umat Islam akan mengambil jalannya sendiri.

“Pemerintah Indonesia kami minta agar menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan kezaliman yang tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadilan ini,” kata dia.

Pemerintah Bangladesh juga diminta oleh pihaknya untuk membuka perbatasan bagi pengungsi Rohingya atas nama Islam dan Kemanusiaan. Pemerintah Bangladesh pun dinilai seharusnya bisa mengikuti langkah pemerintah Indonesia dan Malaysia yang membuka lebar pintu bagi para pengungsi Rohingya.

DSKS Ajak Ormas Islam di Tiap Daerah Gelar Aksi Bela Rohingya

“Kami mengutuk keras atas segala tindakan kezaliman terhadap etnis Muslim Rohingya. Juga menyerukan jihad kemanusiaan kepada seluruh kaum Muslimin agar memberikan apapun yang dimilikinya untuk mengangkat kezaliman ini,” tegasnya.

Siaran Pers

Kategori : Nasional

Tags : jihad qunut nazilah rohingya save rohingya wahdah islamiyah zaitun rasmin

ISAC Desak PBB Usut Pelanggaran HAM Militer Myanmar Atas Muslim Rohingya

04 Sep 2017 22:18:08
ISAC Desak PBB Usut Pelanggaran HAM Militer Myanmar Atas Muslim Rohingya

SOLO (Jurnalislam.com) – The Islamic Study and Action Center (ISAC) mendesak Pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan pembantaian terhadap muslim Rohingya. Pernyataan itu disampaikan Sekjen ISAC, Endro Sudarsono di Hotel Tosan Solobaru kepada Jurnalislam.com, Senin (4/9/2017).

“Kita juga meminta kepada negara tetangga, Bangladesh, Malaysia, Indonesia dan negara sekitarnya, untuk membantu meringankan beban pengungsi,” kata Endro.

Ini Hasil Pertemuan Menlu Retno Marsudi Dengan Aung San Suu Kyi

Selain itu, ISAC juga mendesak PBB dan lembaga kemanusiaan internasional untuk mengusut tuntas pelanggaran HAM berat yang dilakukan militer Myanmar terhadap muslim Rohinyga di Rakhine State.

“Termasuk kita meminta kepada HAM dan PBB, UNICEF, membantu akomodasi para pengungsi, termasuk dari Turkey yang saat ini begitu memperhatikan (pengungsi Rohingya-red), kita berharap lembaga-lembaga HAM ikut mengusut kasus pelanggaran HAM berat, yang terjadi berulang kali ini,” papar Endro.

Lebih lanjut, ISAC juga mendesak pemerintah untuk mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan ASEAN jika Myanmar tidak segera menghentikan kekejamaanya terhadap muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Kategori : Nasional

Tags : endro sudarsono isac pbb pelanggaran ham rohingya save rohingya

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED