Berita Terkini

Rudal Syiah Houthi Yaman Targetkan Kantor Raja Arab di Riyadh

SANAA (Jurnalislam.com) – Kelompok pemberontak Yaman, Syiah Houthi, pada hari Selasa (19/12/2017) melepaskan sebuah “rudal balistik” ke ibukota Saudi, Riyadh, menurut saluran televisi Al-Masira yang dikelola oleh Houthi.

Rudal tersebut dilaporkan menargetkan Riyadh Yamama Royal Palace, lokasi kantor Raja Saudi Salman bin Abdulaziz.

“Rudal itu menargetkan sebuah pertemuan besar pejabat rezim Saudi yang diadakan di istana tersebut,” penyiar melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Tapi ketika Al-Masira mengatakan bahwa rudal tersebut telah “menemukan targetnya”, pasukan koalisi Arab yang dipimpin Saudi – yang telah memerangi Houthi sejak 2015 – mengatakan bahwa rudal tersebut dicegat sebelum menyebabkan kerusakan.

Cegah Houthi jadi Syiah Hizbullah, Pangeran Arab: Perang di Yaman akan Terus Berlanjut

“Pukul 01:39 dini hari [waktu setempat], pertahanan udara koalisi mengamati sebuah rudal balistik yang ditembakkan ke arah kerajaan dari wilayah Yaman,” kata juru bicara resmi koalisi Pakistan Press mengutip Turki al-Maliki.

“Rudal tersebut tanpa pandang bulu menembak di daerah sipil dan berpenduduk padat di Riyadh, dan berhasil dicegat di selatan kota oleh baterai anti-rudal Patriot tanpa menyebabkan kerusakan atau hilangnya nyawa,” al-Maliki menambahkan.

Pasukan Yaman Patahkan Gelombang Serangan Syiah Houthi di Taiz

Juru bicara tersebut kemudian mengutuk tindakan milisi Houthi yang didukung Iran.”

Itu adalah rudal kedua yang menargetkan Riyadh dari wilayah Yaman dalam dua bulan terakhir.

Pada 4 November, koalisi pimpinan Saudi mengumumkan telah berhasil mencegat sebuah rudal Houthi yang ditembakkan ke Bandara Internasional Raja Khalid Riyadh.

PBB: Dalam 10 Hari 115 Warga Sipil Yaman Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab

JENEWA (Jurnalislam.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Selasa (19/12/2017) memperingatkan serangan udara koalisi pimpinan-Saudi yang semakin intensif baru-baru ini, yang menewaskan sedikitnya 115 warga sipil di Yaman dalam 10 hari.

“Kami sangat prihatin dengan lonjakan serangan baru-baru ini terhadap korban sipil di Yaman,” kata Rupert Colville, juru bicara Komisioner Tinggi HAM PBB, dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Selasa, lansir Anadol Agency.

Mantan Presiden Yaman Tewas Dibunuh oleh Syiah Houthi Sekutunya Sendiri

Lonjakan serangan baru-baru ini di negara tersebut dimulai setelah pembunuhan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh di Sana’a pada 4 Desember.

“136 warga sipil dan non-kombatan terbunuh dan sekitar 87 lainnya terluka akibat serangan udara di Sanaa, Saada, Al Hudaydah dan Taizz pada periode 6 – 16 Desember,” kata Colville.

Menurut PBB, sebanyak 5.558 warga sipil telah terbunuh dan 9.065 lainnya terluka di Yaman sejak Maret 2015.

Mahmoud Abbas Kirim Delegasi ke Negara Pemilik Hak Veto, China dan Rusia

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengirim delegasi ke China dan Rusia untuk meminta mereka mengambil peran lebih penting dalam proses perdamaian dengan Israel, kata seorang pejabat pada hari Selasa (19/12/2017), lansir Middle East Eye.

Upaya lobi tersebut dilakukan setelah Abbas mengatakan AS seharusnya tidak lagi menjadi penengah setelah pengakuan kontroversial Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Saleh Raafat, seorang anggota delegasi Palestina yang mengunjungi Moskow, mengatakan bahwa Abbas telah menugaskan para delegasi tersebut mendorong para pemimpin China dan Rusia untuk mendukung perundingan perdamaian.

“Kami sekarang berada di Rusia, dan beberapa dari kita akan pergi ke Beijing untuk menyampaikan pesan yang sama mengenai pentingnya mencari sponsor internasional untuk proses perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Raafat kepada AFP.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina Lawan Veto AS

Pada hari Senin, Abbas menegaskan kembali tentangannya terhadap peran AS sebagai perantara antara kedua belah pihak. “Siapa pun yang mengizinkan Amerika Serikat untuk kembali sebagai mitra atau mediator dalam proses perdamaian itu gila,” katanya.

Amerika Serikat pada hari Senin adalah satu-satunya anggota Dewan Keamanan PBB yang memveto rancangan resolusi PBB yang menolak keputusan kontroversial Trump.

Seorang juru bicara Abbas mengatakan bahwa hak veto tersebut “tidak dapat diterima dan mengancam stabilitas masyarakat internasional karena tidak menghargainya.”

Dukung Resolusi DK PBB , PM Inggris dan Erdogan Lakukan Pembahasan Lanjutan

14 negara di dewan beranggotakan 15 negara tersebut memilih mendukung usulan Mesir termasuk sekutu utama AS, yaitu Inggris, Prancis, Italia, Jepang, dan Ukraina. Usulan tersebut tidak secara khusus menyebutkan AS atau Trump, namun menyatakan “penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem.”

Dalam sebuah sesi darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Yerusalem awal bulan ini, Rusia mengatakan bahwa pihaknya berharap Mesir akan mengambil peran lebih besar dalam proses perdamaian.

Vasily Nebenzya, perwakilan tetap Rusia untuk PBB, mengatakan negaranya berharap proses perdamaian dapat difasilitasi melalui Mesir dan meminta Amerika untuk menjelaskan mengapa mereka membuat keputusan mengenai Yerusalem tersebut.

Abbas akan mengunjungi Moskow “segera”, menurut ajudannya Nabil Shaath.

“Kami bekerja secara aktif dengan Rusia, China dan Eropa untuk membentuk sebuah forum internasional yang akan mengawasi proses perdamaian di masa depan, karena kami tidak dapat menerima monopoli AS lagi,” kata Shaath seperti dikutip oleh situs berita Rusia, RT.

Perundingan damai antara Israel dan Palestina telah membeku sejak ambruk oleh agresi militer zionis ke Gaza pada 2014.

Tampilkan 642 Karya Lukisan Kota Al Quds, 232 Kartunis dari Seluruh Dunia Dukung Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Lebih dari 200 kartunis di seluruh dunia pada hari Selasa (19/12/2017) mengemukakan keprihatinan mereka atas Yerusalem (Al Quds) dengan karya-karya yang menggambarkan berbagai aspek kota suci dalam sebuah kontes kartun sebagai bentuk dukungan untuk Palestina.

Diselenggarakan oleh Asosiasi Pelindung dan Pelestarian Utsmani Istanbul dalam Kedekatan dengan Yerusalem (Association for Protecting and Maintaining Ottoman Heritage in Adjacency of Quds) yang berbasis di Istanbul, kontes ini bertujuan untuk membantu menciptakan kesadaran yang lebih besar tentang Yerusalem melalui kartun.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina

Sebanyak 232 seniman dari 39 negara berpartisipasi dalam kompetisi dengan 642 karya yang menggambarkan kota suci tersebut.

Ahmet Altay, koordinator kontes, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tujuan kontes tersebut adalah untuk memberikan kontribusi positif bagi masalah Yerusalem.

Dia mengatakan bahwa cara untuk mengatasi masalah ini tidak hanya diplomatis atau politis.

Pada kontes first-of-the-kind, artis Indonesia Jitet Koestana tampil di puncak klasemen dan Serpil Kar dianugerahi hadiah ketiga. Selain hadiah utama, ada juga “Hadiah Khusus” yang dipresentasikan ke beberapa bagian.

Koestana berkata: “Pelangi terdiri tidak hanya dari satu warna, tapi banyak. Warna yang berbeda memberi kontribusi pada kedamaian. Pengumuman sepihak Trump mengenai Yerusalem sebagai ibukota Israel sangatlah menakutkan. Tidak ada agama yang memberikan alasan untuk saling memperlakukan dengan buruk.”

Kar, yang telah menggambar kartun selama sepuluh tahun di provinsi Adana, Turki selatan, mengatakan: “Kartun berbicara banyak. Anda bisa menjangkau seluruh dunia melalui kartun.”

Fethi Gurcan Mermertas, pemenang Salahaddin Special Award, mengatakan ketertarikannya pada isu Palestina yang dimulai dari tahun 1967.

Kartunis Iran Hassan Omidi, pemenang Penghargaan Khusus Abdulhamid II, mengatakan: “Saya harap para kartunis dapat membuat suara orang-orang Palestina yang tertindas terdengar.”

Didie Sri Widiyanto dari Indonesia, yang juga berpartisipasi, memenangkan penghargaan khusus dari Asosiasi tersebut. Dia menunjukkan bahwa dia tidak tertarik dengan aspek religius Yerusalem. “Kompetisi ini sangat penting. Saya hanya menggambar kartun. Jadi saya hanya mengungkapkan perasaan saya tentang Yerusalem dengan menggambar,” katanya.

Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, menimbulkan reaksi marah dari seluruh dunia dan kaum Muslim.

Pada pertemuan puncak luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang diadakan pekan lalu di Istanbul, para peserta menanggapi langkah nyeleneh AS, dengan secara formal OKI mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Yerusalem tetap menjadi jantung perselisihan Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap Yerusalem Timur – yang sekarang diijajah oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina yang berdaulat.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina Lawan Veto AS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (19/12/17) mengulang seruannya kepada negara-negara anggota PBB untuk mendukung Palestina untuk status kota Yerusalem yang diperebutkan.

“Saya mengajak sekali lagi semua negara anggota PBB untuk mempertahankan status historis Yerusalem,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers bersama dengan rekannya dari Djibouti, Ismail Omar Guelleh di ibukota Ankara, lansir Anadolu Agency.

“Kami, sebagai warga Turki, akan terus mengawal masalah ini sampai akhir,” tambah Erdogan.

Pada hari Senin, Amerika Serikat memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pembentukan fasilitas diplomatik di kota Yerusalem yang diperebutkan, menentang seluruh anggota dewan tersebut.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari dua pekan setelah Washington mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel dan memulai proses untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Turki Akan Keluarkan Resolusi Lawan Keputusan Veto AS

Empat belas anggota dewan memilih untuk mendukung resolusi yang disponsori Mesir yang menuntut agar Presiden AS Donald Trump menarik kembali keputusan tersebut.

Erdogan mengatakan Turki dan Djibouti telah membahas hubungan bilateral dalam sebuah pertemuan tertutup.

“Kami sepakat memperbaiki hubungan perdagangan dan ekonomi,” katanya.

Presiden mengatakan kehadiran investor Turki di negara Afrika Timur akan membuka jalan bagi hubungan yang kuat antara kedua negara.

“Sampai saat ini, kita telah bersama saudara-saudara kita di Djibouti dan sekarang mulai berusaha untuk mendukung mereka,” kata Erdogan.

Guelleh juga menyebut pertemuan itu “berbuah.”

“Ada kerja sama yang signifikan dan bermanfaat antara dua negara yang bersaudara,” kata Guelleh.

Menjelang konferensi pers bersama, Turki dan Djibouti menandatangani empat kesepakatan kerjasama di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pertahanan dan pendidikan.

Gelar Aksi, Giliran HMI Solo Serukan Boikot Massal Produk Israel

SOLO (Jurnalislam.com)- Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Surakarta melakukukan aksi unjuk rasa di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Selasa, (19/12/2107). Mereka mengecam pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat atas pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel,” kata korlap aksi Jati Narendro.

Jati juga mengajak masyarakat agar segera meninggalkan segala produk Israel, menurutnya, sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia, gerakan boikot massal akan membuat Israel merugi.

“Menghimbau seluruh warga Indonesia untuk memboikot seluruh produk Yahudi Israel, mengajak warga Indonesia untuk membantu warga Palestina baik secara material maupun non material,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa tindakan militer Israel terhadap warga Palestina sudah melampaui batas, untuk itu, ia mendesak seluruh negara muslim untuk memutuskan hubungan diplomatik kepada Israel.

“Mengutuk tindakan brutal dan biadab tentara Israel terhadap warga Palestina,” lanjutnya.

Pihaknya juga Mendukung segala bentuk perjuangan Pemerintah Indonesia dalam upaya pembebasan Palestina.

Angkatan Muda Muhammadiyah Soloraya Serukan Boikot Produk AS dan Israel

SOLO (Jurnalislam.com)-Ratusan umat Islam Soloraya yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Soloraya, menggelar aksi bela Palestina di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Surakata, Selasa, (19/12/2017).

“Kami menuntut Amerika Serikat agar mengembalikan kedaulatan Palestina terhadap kepemilikan Al-Quds,” tegas Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta, Suyanto,

Lebih lanjut, Suyanto menegaskan, bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat terkait Yerusalem sangat menyakiti umat Islam, untuk itu, ia mendesak Pemerintah untuk segera memutuskan hubungan diplomatik dengan AS.

“Kami minta sebagai negara mayoritas Islam Indonesia menggunakan kekuatan politik. Hal ini untuk membebaskan Palestina dari cengkraman Israel,” paparnya.

Suyanto juga mengatakan, bahwa Muhammadiyah yang siap untuk memboikot produk-produk Yahudi AS dan Israel. Pihaknya juga menyerukan agar boikot produk ini juga dilakukan seluruh ummat Islam di Indonesia maupun dunia.

Turki Akan Keluarkan Resolusi Lawan Keputusan Veto AS

TURKI (Jurnalislam.com) – Turki mengkonsentrasikan upaya untuk mengeluarkan sebuah resolusi di Majelis Umum PBB untuk melawan keputusan Veto AS yang mengakui Yerusalem yang diduduki sebagai ibukota Israel, Senin (18/12/17).

Ankara memimpin upaya menekan Majelis Umum karena Washington sudah diperkirakan akan memveto sebuah rancangan resolusi yang akan diambil suaranya oleh Dewan Keamanan PBB pada hari Senin, pejabat Turki mengatakan kepada Al Jazeera.

Amerika Serikat adalah satu dari lima anggota tetap badan tertinggi PBB tersebut. Anggota tetap Dewan Keamanan PBB memiliki hak veto.

AS Veto Resolusi PBB, Turki: Objektivitas Telah Hilang

Setelah sesi Dewan Keamanan di hari Senin, Turki, Palestina dan pihak-pihak lain diharapkan untuk mendorong isu tersebut ke Majelis Umum PBB, di mana semua 193 anggota organisasi internasional diwakili.

Presiden Donald Trump pada 6 Desember mengumumkan keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, menyimpang dari kebijakan yang telah berlangsung puluhan tahun dan menyalahi konsensus internasional bahwa status kota Yerusalem harus diselesaikan melalui perundingan damai.

AS Memveto Resolusi DK PBB, Tetap Akui Yerusalem Ibukota Israel

Resolusi Dewan Keamanan PBB yang disusun oleh Mesir, dan dilihat oleh Al Jazeera, “meminta semua negara untuk menahan diri dari pembentukan misi diplomatik di Kota Suci Yerusalem.”

Keputusan dan tindakan yang mengubah karakter, status atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem “tidak memiliki efek hukum, tidak sah dan tidak berlaku lagi dan harus dibatalkan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan yang relevan,” draf tersebut berbunyi.

Spanyol Kirim Bantuan $ 2,3 Juta untuk Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Pemerintah Spanyol mendukung Badan Bantuan dan Pengungsi PBB untuk Pengungsi Palestina dengan € 2 juta ($ 2,35 juta), sebuah badan PBB mengatakan Senin (18/12/17).

Menurut Badan Bantuan dan Bantuan PBB (UN Relief and Works Agency-UNRWA), “Pemerintah Spanyol, melalui Spanish International Cooperation Agency, telah menyediakan € 2 juta untuk digunakan dalam kegiatan UNRWA di bidang perlindungan, kesehatan, bantuan dan layanan sosial.”

Bantuan tersebut akan digunakan untuk lebih dari 5,3 juta migran Palestina dan untuk pendidikan lebih dari 500.000 anak di wilayah aktivitas UNRWA, katanya dalam pernyataan tersebut.

10.000 Ton Bantuan Kemanusiaan Turki untuk Gaza Tiba di Pelabuhan Israel

Pekan lalu, agensi tersebut mendesak mitra dan donor untuk mempertahankan dukungan mereka “hingga ditemukannya solusi yang adil dan abadi [terhadap perselisihan Israel-Palestina].”

Menurut data UNRWA, pemerintah Spanyol telah menyediakan total € 94,4 juta ($ 111 juta) kepada agensi tersebut sejak 2007.

UNRWA, yang dalam beberapa tahun terakhir telah berjuang dengan kekurangan dana kronis, memberikan layanan pendidikan dan kesehatan bagi lebih dari 5 juta pengungsi Palestina.

AS Veto Resolusi PBB, Turki: Objektivitas Telah Hilang

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki pada hari Senin (18/12/17) menyesalkan hak veto AS atas resolusi PBB di Yerusalem, dengan mengatakan bahwa ini adalah indikasi bahwa “objektivitas telah hilang.”

“Kami menyesalkan bahwa rancangan resolusi Yerusalem yang diajukan ke Dewan Keamanan PBB diveto dengan satu suara mengalahkan 14 suara,” kata sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri.

“Veto resolusi PBB atas Yerusalem ini sekali lagi mengungkapkan bahwa AS telah kehilangan objektivitasnya,” tambahnya, lansir Anadolu Agency.

AS Memveto Resolusi DK PBB, Tetap Akui Yerusalem Ibukota Israel

AS pada hari Senin memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pembentukan fasilitas diplomatik di kota Yerusalem yang diperebutkan.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari dua pekan setelah Washington mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel dan memulai proses untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.