Berita Terkini

Siswa SD Muhammadiyah 1 Solo Juara Lomba Cerilis Tingkat Provinsi

SOLO (Jurnalislam.com) – Siswa Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR), Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Wildan Haris Rasikh berhasil meraih Juara III di ajang kejuaran cerdas dan ilmiah islami (Cerilis), di Wonogiri, Jum’at-Sabtu (16-18/11/18).

Walaupun hanya mampu menggondol juara III, haris yang hobi baca buku (tapi bukan pelajaran) dan menonton sepak bola), ia berharap prestasi ini bisa dijadikan pemicu untuk berprestasi di tahun yang akan mendatang.

Haris, begitu sapaan, mengaku senang dan tidak menduga bisa meraih prestasi ini. Kompetisi ini berjalan sangat ketat sampai akhir lomba dari 35 kabupaten.

“Pas final dari 35 perwakilan kabupaten diambil 3 terbaik. Juara 1 dari kontingen Semarang, Juara 2 dari Kudus. Ya, meskipun raih juara III saya patut bersyukur, semoga tahun depan bisa menyusul prestasi lainnya,” harapnya, usai lomba.

Dihubungi secara terpisah, Yunita Anggraeni, ibunda Haris, mengaku sangat bersyukur dan gembira dengan prestasi yang diraih putranya. Beliau tidak menyangka karena saingan di ajang ini sangat luar biasa.

“Bisa masuk final saja sudah luar biasa, apalagi bisa juara III,” ungkapnya, saat dihubungi Ahad (18/11/18). “Al Hamdulillahirabbil ‘alamiin, atas segala yang dicapai Haris, haadza min fadli rabbii, kalau mau lomba, ya belajar, banyak do’a dan minta dido’akan, saya pernah pesan sama Haris, guru itu harus dihormati, barokahnya ilmu yang dipelajari itu datang dari guru yag ikhlas,” lanjutnya.

Senada dengan guru pembimbing Dra. Ishayati, wah perjuangan yang luar biasa, sejak MAPSI kecamatan hingga Provinsi. “usaha dan do’a, serta disipilin yang paling penting,’’ katanya.

Sebelumnya, Wildan Haris Rasikh pernah meraih rentetan beberapa juara antara lain, Pidato Ismu In Arabic Juara 1 Olimpiade Ahmad Dahlan (Olympicad) VI di Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto, yang berlangsung pada 13-14 Agustus 2018, Juara I OSN IPA, meraih Perunggu lomba pidato ismu Arabic Olimpiade Ahmad Dahlan V (Olympicad) di LPMP Provinsi Lampung, Kamis, 26-29 Oktober 2017.

Sementara itu Humas SD Muhammadiyah 1 Jatmiko mengemukakan bahwa meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berkarakter, sehat jasmani dan rohani, menjadi teladan bagi diri dan orang lain, memiliki sikap spiritual dan sosial.

“Prestasi tersebut diharap menjadi penyemangat bagi seluruh komponen keluarga besar SD Muhi untuk terus memberikan yang terbaik, memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menghadapi persaingan global dan tidak melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia, salah satunya bisa dilatih melalui momentum lomba,”ungkapnya.

Kiriman : Humas Jatmiko

Hidayatullah Akan Gelar Silaturahim Nasional, 10 Ribu Kader Berkumpul

BALIKPAPAN (Jurnalislam.ccm) – Organisasi Islam Hidayatullah kembali akan menggelar acara Silaturahim Nasional (Silatnas) pada 22 hingga 25 November 2018 di Kampus Induk Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pertemuan akbar ini, kata ketua panitia pengarah, Tasyrif Amin, akan diikuti oleh 10 ribu kader Hidayatullah dari 34 Provinsi, 360 Kabupaten, di seluruh Indonesia. “Saat ini sebagian dari mereka sudah mulai berangkat ke Balikpapan. Ada yang memakai pesawat, ada juga kapal laut,” jelas Tasrif saat dihubungi Ahad (18/11).

Bahkan akan hadir juga sejumlah mahasiswa Hidayatullah yang sedang menuntut ilmu di Madinah, Sudan, Mesir, Yaman, Turki, Malaysia, dan beberapa negara di Eropa.

Tema dari silaturahim nasional kali ini adalah “45 Tahun Hidayatullah Berkhitmad untuk NKRI Bermartabat.” Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr Nashirul Haq, menjelaskan tema ini mengandung arti bahwa Hidayatullah menginginkan NKRI memiliki harga diri di antara negara-negara lain di dunia.

“Harga diri akan diraih bila suatu negara memiliki kemuliaan. Kemuliaan tentu saja akan diraih jika suatu bangsa berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama, serta memiliki kekuatan, baik politik, ekonomi, sosial, maupun militer,” jelas Nashirul saat ditanya Ahad (18/11)

Lebih lanjut Tasrif mengatakan bahwa Silatnas ini akan dibuka oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Sejumlah tokoh nasional juga akan hadir pada acara ini, di antaranya Ustadz Bachtiar Nasir, Komjen Polisi H. Syafruddin (Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia), dan Prof. Dien Syamsuddin (Ketua Watim MUI). * (Mahladi/Rilis Humas DPP Hidayatullah)

Guru Besar UIN Antasari: Buta Huruf Bukan Tidak Bisa Membaca dan Menulis

BALIKPAPAN (Jurnalislam.com) – Guru besar sosiologi agama yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Prof. DR. H. Mujiburrahman, MA, mengatakan orang buta huruf di masa mendatang bukan orang yang tidak bisa membaca dan menulis, tapi orang yang tidak bisa belajar dan bernalar.

“Karena itu harus terus menumbuhkan kapasitas diri dengan menjadi manusia pembelajar. Seorang guru atau dosen yang tak mau belajar lebih baik berhenti mengajar. Kita harus beradaptasi dengan perubahan,” kata Mujiburrahman.

Hal itu disampaikan dia ketika menyampaikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan XI & XII sekaligus penugasan sebanyak 102 alumni Sekolah Tiggi Ilmu Syariah Hidayatullah, Balikpapan, Kaltim, Sabtu (17/11/2018).

Selain kemampuan belajar dan bernalar, perguruan tinggi maju di dunia saat ini kata Mujiburrahman mulai menyadari bahwa keahlian spesialis saja tidak memadai lagi. Namun perlu ditopang dengan wawasan keilmuan lain seperti ilmu sosial dan humaniora.
“Kenapa, karena perubahan memerlukan adaptasi dan proporsionalitas. Bagaimana membekali ilmu dan terus mempelajari ilmu-ilmu,” imbuhya.

Ia pun menyebut salah satu tantangan besar yang dihadapi di era saat ini adalah fenomena gadget. Dulu kita hanya mengenal mesin ketik, sekarang telah beralih ke elektronik.

“Ini betul betul perubahan yang luar biasa. Saking dahsyatnya, ini disebut juga dengan era disrupsi (disruption). Perubahan yang begitu cepat sehingga kita susah menjalani seperti yang dulu,” ujarnya.

Gadget juga kata dia menyebabkan degradasi terhadap hubungan personal. Ia mengistilahkan dengan “sendiri bersama sama”, masing masing main ponsel. Yang dekat menjadi jauh.

“Media itu hadir sekaligus absen. Seperti dalam logika seorang anak-anak, bagi mereka media adalah merepresentasikan diri kita padahal tidak. Itu hanya citra”.

Selain itu, lanjut dia, problem yang tak kalah penting, adalah Indonesia yang diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020-2030 yang akan datang. Bonus demografi dinilai akan membawa dampak sosial-ekonomi diantaranya terhadap tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk nonproduktif akan sangat rendah.

“Bonus demografi harus bisa dimanfaatkan untuk bangsa ini atau jika tak dikelola dengan baik akan terjadi pengangguran besar besaran. Apa yang diberikan oleh Hidayatullah yang membuka lapangan kerja untuk sarjana lulusan pergutun tinggi Hidayatullah ini luar biasa. Bahkan UGM memberikan pendampingan terhadap alumninya sampai 3 tahun,” tandasnya.

Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan XI & XII sekaligus penugasan sebanyak 102 alumni Sekolah Tiggi Ilmu Syariah Hidayatullah, Balikpapan, Kaltim, ini merupakan salah satu rangkaian pra Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2018 yang mengusung tema “45 Tahun Hidayatullah Berkhidmat untuk NKRI”

Parlemen Eropa: Masyarakat Israel Semakin Nasionalistis, Rasis dan Apartheid

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Blokade Israel di Gaza benar-benar “memalukan bagi kemanusiaan,” menurut mantan pejabat Uni Eropa.

“Israel melakukan kejahatan setiap hari, dan harus dibawa ke Mahkamah Internasional karena penjajahannya selama lebih dari 50 tahun atas wilayah 1967,” ,mantan wakil presiden Parlemen Eropa, mengatakan kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara .

Morgantini mengatakan dia sangat berharap komunitas internasional akan dapat mencapai gencatan senjata dan menghentikan “pembantaian” orang-orang di Gaza.

“Ini bukan kemenangan ketika Anda melihat orang-orang sekarat dan mati di Gaza, ketika Anda melihat semua rumah telah hancur,” ia menekankan.

Situasi saat ini “memalukan untuk masyarakat internasional,” yang memungkinkan Israel untuk selalu memainkan peran sebagai korban dan tidak bertanggung jawab atas tindakannya, dia berpendapat.

Luisa Morgantini
Luisa Morgantini

Dia berharap masyarakat internasional dapat mengubah pendekatannya dan mencoba untuk memahami kebutuhan Palestina, yang akan berpihak pada kebebasan dan keadilan.

“Saya benar-benar berpikir bahwa perlu bagi Palestina untuk bersatu untuk tidak mengizinkan Israel memainkan permainan memecah mereka dari satu sama lain,” tegas Morgantini, yang menghabiskan satu dekade – 1999-2009 – sebagai wakil presiden Parlemen Eropa.

Baca juga: 

Masyarakat Israel tumbuh semakin nasionalistis, rasis, dan apartheid, katanya.

“Palestina adalah unik dan harus bersatu,” katanya, seraya menambahkan bahwa ini adalah tanggung jawab semua orang – bukan hanya masyarakat internasional, tetapi juga orang Palestina sendiri.

Morgantini mengecam “peran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sangat buruk” dalam kebingungan Timur Tengah, seraya mengatakan: “Saya pikir Netanyahu adalah hal terburuk yang terjadi pada keduanya: Israel dan Palestina.”

Dia mengatakan dia tidak yakin apakah pengunduran diri Netanyahu akan memperbaiki situasi, tetapi komunitas internasional harus campur tangan, dengan alasan: “Cukup sudah, sudah waktunya bagi rakyat Palestina untuk bebas.”

Dia mengatakan komunitas internasional juga harus mendukung warga Israel yang menentang penjajahan, dan yang mengatakan “pendudukan membunuh kita semua.”

Trump Tolak Dengarkan Rekaman Khashoggi: Itu Sangat Kejam dan Mengerikan

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump tidak berencana untuk mendengarkan rekaman pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul.

“Saya tidak ingin mendengar rekaman itu, tidak ada alasan bagi saya untuk mendengar rekaman itu,” kata Trump kepada Fox News dalam wawancara yang direkam sebelumnya untuk disiarkan pada hari Ahad (18/11/2018).

“Karena itu adalah rekaman yang menyedihkan, itu rekaman yang buruk. … Saya tahu persis, saya tahu semua yang terjadi di rekaman itu tanpa harus mendengarnya.”

Tentang pembunuhan itu sendiri, Trump mengatakan kepada presenter Chris Wallace: “Itu sangat kejam, sangat ganas dan mengerikan.”

Baca juga:

CIA telah menyimpulkan bahwa Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman memerintahkan pembunuhan Khashoggi, sebagian berdasarkan rincian dari rekaman itu, menurut The Washington Post.

Khashoggi, seorang wartawan Saudi yang bekerja untuk The Washington Post, tewas tak lama setelah ia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Arab Saudi mengeluarkan penjelasan yang berubah-ubah atas hilangnya Khashoggi sebelum menyatakan bahwa dia terbunuh dalam operasi rendisi yang dirusak oleh agen rahasia.

Korban Tewas Kebakaran California Meningkat, 11.000 Bangunan Hangus 1.300 Orang Hilang

ANKARA (Jurnalislam.com) – Jumlah korban tewas akibat Camp Wildfire di negara bagian California AS telah meningkat menjadi 76, kata para pejabat Ahad (18/11/2018).

Di Twitter, Sheriff Butte County Kory Hornea juga mengatakan bahwa sedikitnya 1.300 orang masih hilang.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengunjungi area kebakaran di negara bagian tersebut.

Baca juga:

Camp Fire di California utara telah membakar lebih dari 11.000 bangunan sementara ribuan petugas pemadam kebakaran berjuang untuk membendung neraka seluas 570 kilometer persegi (354 mil persegi) tersebut.

Secara terpisah, Woolsey Fire di bagian selatan negara bagian itu juga telah membakar hampir 450 rumah.

Inspirasi Ayahku Pahlawanku

Oleh: Agastya Harjunadhi, M.Pd.
Former Sekjen Young Islamic Leaders | Founder Bina Keluarga dan The Real Ummi Community

 

JURNALISLAM/COM – Dalam perspektif peradaban, unsur terkecilnya adalah individu di dalam keluarga. Individu yang baik dan berbudi luhur, juga akan melahirkan tatanan keluarga/masyarakat yang luhur. Oleh karena itu, pekerjaan yang paling penting untuk membangun peradaban mulia itu adalah meningkatkan mutu individu dan keluarga, yang menurut Syed Naquib Al Attas menyebutnya dengan istilah “create a good mankind” (mencetak generasi bermutu). Dan cara yang paling utama adalah melalui pendidikan.

Setiap peradaban ada zamannya, dan setiap zaman ada orangnya, ada pahlawannya. Mereka adalah sosok individu atau kelompok yang kehadirannya menentukan baik tidaknya peradaban. Dengan penuh kesabaran mereka konsisten berjuang untuk mewujudkan cita-cita bersama. Bahkan tak segan mereka berani mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk membayar harga mahal sebuah kemaslahatan yang lebih besar. Tak banyak yang mampu menempuhnya, itulah mengapa hanya sedikit saja bergelar pahlawan.

Berbicara tentang pahlawan, selalu berkaitan dengan perjuangan, keberanian, pengorbanan dan kesabaran. Keempat elemen itu berpadu saling menguatkan secara tepat dan harmoni. Keempat elemen itu pula yang membuat mereka menjadi pahlawan dan teladan zaman.

Setiap orang memiliki potensi untuk berani, berjuang, dan berkorban, karena itu adalah fitrah manusia. Namun tak semua orang mampu menempatkannya sesuai pada tempatnya. Abu Jahal juga pemberani, pejuang dan juga penuh pengorbanan. Namun ia gunakan untuk melawan utusan Allah, ia gunakan untuk menolak dan melawan kebenaran yang dibawa oleh Muhammad Rasulullaah Shalallahu’alayhi Wasallam.

Begitu pula tentang kesabaran, bahkan orang-orang yang memusuhi Rasulullah Shalallahu’alayhi Wasallam juga menghadapi kesulitan, ketakutan, ujian yang membutuhkan kesabaran untuk melaluinya. Tapi sayang, mereka tidak berada di jalan perjuangan yang benar. Di sinilah peran pendidikan (ilmu), yang dengannya seseorang mampu melihat, menghayati dan memilih mana jalan perjuangan sesuai kaidah keyakinan agama.

Oleh karena itu, kita bisa mengetahui bahwa elemen kepahlawanan baru akan menjadi teladan jika digunakan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Dan tak semua orang bisa istiqamah menempuh jalan itu. Itulah sebabnya mengapa kita selalu bisa menyimpan rasa kagum kepada perjuangan mereka, para pahlawan.

Kekaguman kita kepada para pahlawan di masa lampau adalah bentuk hormat yang tak ternilai harganya. Karena mereka telah berjasa besar kepada paradaban suatu bangsa. Merekalah yang berani mengambil beban yang tak terpikul oleh orang-orang sezamannya. Mereka adalah simbol perjuangan menegakkan kemuliaan dan cita-cita luhur yang kolektif. Mereka adalah yang terdepan membela, karena tak rela bangsanya dijajah dan direndahkan.

Namun tahukah bahwa selalu ada pahlawan lain yang tak tergantikan jasanya atas kehidupan kita hari ini. Ia selalu sedia menjawab tantangan-tantangan tersulit yang kita hadapi. Ia juga merupakan simbol dari 4 elemen kepahlawanan. Ia tampil sebagai sosok yang tegas, gigih, berdedikasi tinggi memimpin perubahan peradaban itu sendiri yang dimulai dari unsur terkecilnya, yaitu keluarga. Pahlawan itu bernama ayah.

Meskipun tak se-ideal para pahlawan yang menorehkan catatan sejarah, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, penulis yakin sosok ayah yang telah ada dalam kehidupan kita merupakan karunia yang sangat berharga dari Allah dan tak tergantikan. Bahkan sosok ayah kita hari ini, lebih berjasa secara langsung kepada kehidupan kita.

Dari ayah kita belajar ketegasan. Dari ayah, kita belajar makna perjuangan, pengorbanan, keberanian, dan kesabaran secara langsung dan mendalam di setiap tangga kehidupan. Dari ayah pula-lah kemudian kita mampu menghayati dan mengenal kisah-kisah hebat para pahlawan bangsa yang tercatat dalam sejarah kehidupan manusia di luar sana.

Ayah juga selalu menjadi orang yang terdepan dalam menjaga kita. Ia lah sosok yang memiliki porsi penting dalam jejak wujud kehidupan kita hari ini. Di balik segala sesuatu yang kita peroleh, ada andil besar ayah di sana. Ada keikutsertaan ayah yang membukakan jalan kita. Bahkan ayahlah yang paling bangga mendorong anak-anaknya untuk menjenjang pendidikan tinggi meski ia tak pernah bisa mengenyamnya. Ia yang senantiasa bersikap tegar, meski bebagai ujian menimpa keluarga. Ia yang selalu berusaha untuk tetap arif dan bijaksana menghadapi situasi yang rumit, demi ketentraman, ketenangan dan kebaikan bagi keluarganya.

Maka, jangan pernah menanyakan, masih adakah pahlawan hari ini? Jangan pernah tanyakan lagi, masih adakah yang pantas mendapatkan gelar pahlawan? Karena sesungguhnya pahlawan-pahlawan itu begitu dekat dengan kita. Mereka bukanlah lagi yang berjuang dengan tombaknya, pedangnya, ataupun segala macam senjatanya untuk negeri ini. Mereka adalah yang mengambil bagian penting dalam kehidupan kita, bangsa kita, dan agama kita. Dialah ayah kita, teladan dan pahlawan kita. Mari doakan ayah kita, agar senantiasa dilimpahi rahmat oleh Allah atas penjagaan dan pengorbanannya untuk kita.

Selamat hari ayah, selamat hari pahlawan! #latepost

Salam hangat
SELAMAT BERAKHIR PEKAN BERSAMA KELUARGA TERCINTA 🙂

Kota Malang Akan Wujudkan Percontohan Pasar Halal

MALANG (Jurnalislam.com) — Kota Malang akan segera mewujudkan pasar halal dalam waktu dekat. Penerapannya hanya berlaku pada sejumlah pasar yang dianggap memumpuni untuk menjadi percontohan.

Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, konsep pasar halal sudah seharusnya diterapkan saat ini. Untuk itu, ia sangat mendorong agar seluruh makanan yang dijual di dalamnya harus halal dan sesuai dengan syariat dan ajaran Islam. “Seperti proses dan tata cara menyembelih daging. Itu harus di setiap penyembelihan dengan doa,” kata Sutiaji kepada wartawan di Kota Malang lansir Republika.co.id.

Di sisi lain, pasar yang menjadi percontohan juga perlu memiliki visi yang baik. Dalam hal ini mengedepankan visi sebagai pasar yang halal, aman, sehat dan bersih. Untuk itu, pihaknya juga akan terus melakukan pembenahan sehingga masyarakat mau kembali berbelanja di pasar rakyat.

Di kesempatan serupa, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto menyatakan, konsep pasar halal memang masih dalam perencanaan. Sebab berdasarkan pandangan para ahli, produk non halal masih bisa dijual di pasar tersebut. “Seperti jual beli daging babi misalnya, itu masih bisa dijual di pasar halal,” tambah dia.

Meski diperbolehkan, penjualan produk yang memiliki hukum berbeda di ajaran Islam tersebut perlu diperhatikan. Keduanya harus dipisahkan lokasi jual-belinya di pasar. Hal yang pasti, dia melanjutkan, produk halal harus dipastikan melalui proses sesuai ajaran Islam seperti penyembelihan binatang ternak.

Sebagai informasi, terdapat 28 pasar rakyat yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dari jumlah tersebut, satu di antaranya tidak aktif karena sepi dan telah ditinggalkan. Meski demikian, pihaknya berusaha agar terus melakukan pembenahan dan perbaikan.

Menurut Wahyu, seluruh pasar rakyat di Kota Malang ditargetkan menjadi lebih modern. Dengan kata lain, konsepnya seperti Pasar Oro-oro Dowo yang halal, sehat dan bersih. Konsep ini akan diterapkan secara bertahap di seluruh pasar rakyat Kota Malang.

sumber: republika.co.id

 

Sukuk Jadi Sumber Pembiayaan Infrastruktur Negara

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara merupakan salah satu sumber dana APBN untuk pembiayaan proyek infrastruktur. Selain dari sumber dana lain seperti pinjaman luar negeri, pinjaman dalam negeri, Rupiah Murni, penugasan BUMN serta KPBU.

Kepala Sub Direktorat Peraturan SBSN dan Pengelolaan Aset SBSN Kementerian Keuangan, Agus Prasetya Laksono mengatakan pembiayaan proyek SBSN dimulai tahun 2013, dan sampai 2018 telah mencapai Rp 62,4 triliun. Capaian pembangunan infrastruktur yang dibiayai SBSN menunjukkan perkembangan peran yang semakin besar setiap tahunnya.

“Proyek yang dibiayai SBSN tidak ditujukan untuk menghasilkan pendapatan, sehingga pembayaran pokok dan imbalan tidak berasal dari pendapatan proyek tersebut, namun berasal dari penerimaan umum Pemerintah dan dialokasikan tiap tahun pada APBN,” katanya kepada para pejabat Satuan Kerja Pelaksana Proyek SBSN seluruh Indonesia dalam Pembekalan Teknis Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui Sukuk Negara Tahun Anggaran 2019, Jumat (16/11).

Mekanisme pembiayaan proyek SBSN diatur dalam PP No. 56/2011, termasuk kriteria proyek yang dapat dibiayai serta mekanisme pengusulannya. Instrumen SBSN ini, yang dikenal dengan Project Financing Sukuk/Sukuk Proyek, digunakan untuk pembiayaan proyek infrastruktur secara earmarked.

Meneropong Impian Indonesia Sebagai Kiblat Halal Dunia

JAKARTA (Jurnalislam.com)-Dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, tak salah bila Indoensia bercita-cita menjadi pemain aktif di ranah perdagangan berbasis halal. Akhirnya Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengeluarkan sertifikat halal untuk meningkatkan standar produk-produk olahan anak bangsa.

Tak hanya itu, berbagai kalangan juga serius mewacanakan Indonesia sebagai kiblat halal dunia. Berdasarkan niat tersebut, LPPOM MUI menggelar acara tahunan pameran internasional, Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018.

Melalui acara ini, banyak laporan menyebutkan bila setelah berpartisipasi dalam pameran tersebut, angka penjualan mereka meningkat. MUI sebagai lembaga keagamaan di Indonesia, juga mengajak negara lain untuk mempromosikan produk halal sebagai salah satu isu yang harus dibicarakan bersama.

Niat itu semakin terlihat seiring berjalanannya waktu, Direktur LPPOM MUI, Dr. Ir. Lukmanul Hakim M.Si mengatakan bila saat ini terpilih sebagai pimpinan lembaga halal dunia bernama World Halal Food Council (WHFC). Lembaga dunia tersebut saat ini beranggotakan 46 lembaga halal dari 25 negara dunia.

Tak jarang, perwakilan negara-negara yang tergabung dalam WHFC datang ke Indonesia untuk belajar mengenai standar halal milik MUI. Tujuannya agar negara mereka memberlakukan hal serupa, apalagi menurut Undang Undang No. 33 tahun 2014, seluruh produk di Indonesia telah bersertifikat halal sehingga memaksa produk asing mengikuti kebijakan ini bila ingin menembus pasar domestik.

“Tujuannya agar mereka mengenal Indonesia, mengenal standar-standar Indonesia dan mengenal fatwah halal Indonesia seperti apa. Itulah yang kita lakukan untuk menjadi kiblat halal dunia. Karena ketika ingin mengekspor ke Indonesia, mereka harus sesuai kriteria kita,” kata Lukman.

Agar gaung sertifikasi halal juga dirasakan oleh berbagai kalangan termasuk Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), LPPOM MUI memberikan sertifikasi secara gratis bagi UMKM. Program ini dilakukan agar usaha mereka semakin maju dan bisa meningkatkan daya saing.

MUI juga membuat berbagai pameran di luar negeri agar produk olahan UMKM dapat menembus pasar internasional dan produknya makin dikenal oleh publik. Selanjutnya, beberapa produk unggulan tersebut juga dimasukkan dalam portal jual beli online internasional.

“Programnya, agenda UMKM kita sertifikasi gratis. UMKM kita buat promosi halal di luar negeri, kita gelar expo di luar negeri, lalu ikut pameran di luar negeri menjelaskan UMKM di Indonesia. Pameran terakhir kita di Malaysia. Kita memasukan juga data produsen di market place internasional,” ucapnya.

Sumber: inews.id