Berita Terkini

Tokoh Senior PPP Dukung KPK Usut Tuntas Kasus OTT Romahurmuzy

KPK melakukan OTT terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuzy

SOLO (Jurnalislam.com)- Tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mudrick M Sangidoe mengaku tidak kaget atas tertangkap tangannya ketua umum PPP Romahurmuzy di Surabaya, Jatim, Jum’at, (15/3/2019).

“Itu sesuatu yang wajar karena Romy itu terindikasi korupsi sudah lama sebetulnya oleh KPK, tapi karena satu kemungkinan dia di backup oleh penguasa sehingga lepas terus tapi karena. Ini OTT mungkin ya tidak bisa dihindari betul,” katanya kepada Jurniscom di Gedung Umat Islam, Kartopuran, Solo, Jum’at, (15/2/2019) sore.

“Saya ini juga heran kenapa baru kena sekarang, tapi ya begitulah, ini termasuk memprihatinkan juga sebetulnya,” imbuhnya.

Mudrick yang juga tokoh Mega Bintang itu meminta KPK untuk mengusut tuntas terkait kasus yang melibatkan Romy.

“Ini baru satu kasus, ada kemungkinan juga ada kasus yang lain, saya ini sebagai kader senior ppp saya melihat Romy tertangkap ini juga perihatin,” ujarnya.

“Tapi dengan adanya begini saya hanya minta kepada KPK maupun Romy supaya terus terang supaya KPK untuk membongkar seakar akarnya, artinya ada satu kemungkinan romy tidak sendirian ataupun ada sindikat, karena itu sudah lama sebenarnya,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Ketua umum PPP Romahurmuzy ditangkap oleh tim KPK di hotel Bumi Surabaya, jum’at Pagi. Romy lalu dibawa ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan, ia diduga terlibat kasus pengisian jabatan di Kementrian Agama (Kemenag).

Terorisme Menarget Komunitas Muslim?

Catatan atas peristiwa aksi penembakan di dua Masjid – New Zealand:

(Junalislam.com)–Aksi brutal penembakan terhadap Jamaah Solat Jumat Masjid al Noor dan Masjid Linwood Kota Christchurh, New Zealand jika di ukur dengan konvensi Internasional sangat jelas aksi tersebut bisa di katagorikan tindak pidana terorisme.

International Convention for the Suppression of Terrorist Bombings

Pasal 2 ayat (1) termaktub;

Any person commits an offence within the meaning of this Convention if that person unlawfully and intentionally delivers, places, discharges or detonates an explosive or other lethal device in, into or against a place of public use, a State or government facility, a public transportation system or an infrastructure facility:

(a) With the intent to cause death or serious bodily injury; or (b) With the intent to cause extensive destruction of such a place, facility or system, where such destruction results in or is likely to result in major economic loss.

Unsur-unsur tindak pidana terorisme pada pokoknya adalah; (i)seseorang atau siapapun juga, (ii)melanggar hukum dan disengaja, (iii)meledakakan alat peladak atau alat yang mematikan lainnya.

(iv)terhadap tempat umum atau fasilita lainya, (v) dengan maksud menyebabkan kematian atau cidera atau perusakan tempat atau kerugian ekonomi yang begitu hebat.

Jadi Dunia dipertotonkan aksi Terorisme super biadab. Dan tidak diragukan lagi pelakunya adalah teroris.

Dari peristiwa ini memberikan bukti dan indikasi kuat bahwa pada aspek pengawasan aparat terkait isu ancaman keamanan (terorisme) hanya muslim yang menjadi fokus target. Tapi tidak bagi mereka orang-orang non muslim.

Jika pihak otoritas setempat atau pemimpin-pemimpin dunia atau media mainstream tidak melabeli sebagai aksi biadab terorisme.

Tetapi justru ada upaya framing komunitas muslim menjadi pihak yang patut di salahkan maka semakin jelas adanya persekongkolan global dan sistemik bahwa war on terrorism adalah perang terhadap Islam dan umatnya.

Ternyata Orang-orang diluar Islam tidak punya sikap moderat seperti iklan wajah masyakarat Barat yang selama ini di propagandakan.

Dengan kedok dan isu terorisme justru mereka mengembangkan sikap intoleran dan radikal brutal dan sistemik memojokkan islam dan umatnya.

Muslim pada posisi di curigai, mereka tidak siap menghadapi pertumbuhan dan kehadiran Muslim dalam masyarakat mereka.

Hakikatnya Doktrin pluralisme dan moderatisme Barat hanya pepesan kosong. Banyak realitas yang ditampilkan Barat (Negara & masyarakat non muslim) tidak relevan dengan doktrin diatas.

Sekali lagi bahwa Aksi terorisme baik yang dilakukan negara (state terrorism) maupun oleh individu dan kelompok dengan menarget dunia Islam.

Atau juga orang-orang muslim menunjukkan wajah dan karakter asli Barat terkait relasi Barat dengan dunia Islam .

Ancaman aktual dan potensial terhadap komunitas Islam diberbagai belahan dunia bisa datang dari Kelompok-kelompok ultra radika.

Seperti melakukan aksi terorisme, genocida, atau aksi-aksi biadab anti kemanusiaan lainnya.

Sejarah kelam mengerikan Spanyol di masa ratu Isabela dengan tiang gantungan~ inquisisinya adalah bukti historis dan empiris.

Lebih lagi secara faktual banyak kasus yang menimpa umat Islam diberbagai belahan dunia ketika mereka minoritas sangat rentan menjadi target aksi teror, intimidasi, intoleransi, aksi ultra radikalisme dan vandalisme.

Seperti biasanya, Banyak pihak dengan standar gandanya pada kelu untuk mengatakan kasus di NewZealand ini sebagai aksi terorisme. Barangkali kejujuran, obyektifitas dan nalar sehat telah rontok.

Dan publik khususnya dunia Islam akhirnya makin sadar bahwa “terorisme” hanya topeng dari proyek besar imperialisme global.

Semua didukung para cecunguk opuntunir yang ada di lingkar kekuasaan di negara-negara proxy mereka.

Harits Abu Ulya~Pengamat Terorisme & Direktur CIIA

Tanggapi Aksi Teror New Zealand, ISAC Desak Jokowi Gelar Aksi Solidaritas

SOLO (Jurnalislam.com) – Sekjen The Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono ikut mengutuk aksi teror yang menewaskan puluhan orang di Selandia Baru (New Zealand), Jumat (15/3/2019).

“Sebenarnya ini adalah tindakan teroris yang sesungguhnya,” katanya kepada jurniscom di Laweyan, Solo, Jumat, (15/3/2019).

Oleh sebab itu, Endro mendesak presiden Jokowi untuk melakukan aksi solidaritas. Ia juga meminta pemerintahan Selandia Baru untuk melakukan upaya pencegahan atas aksi-aksi serupa.

“Kita meminta kepada presiden Jokowi baik lewat duta besar atau pun atas nama kepala negara yang berdaulat melakukan sebuah solidaritas terhadap warga muslim di dunia,” ujarnya.

“Termasuk forum-forum internasional untuk melakukan upaya diplomasi, upaya-upaya diplomatik untuk bersikap agar pemerintah setempat melakukan tindakan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, sedikitnya 40 orang tewas dan 20 lainnya terluka di dalam serangan teror di dua masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

“Aksi Terorisme di New Zealand Tak Dapat Hentikan Semangat Beribadah Umat Islam”

SELANDIA BARU (Jurnalislam.com) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengatakan, aksi terorisme yang merenggut sejumlah korban di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru (New Zealand), Jumat (15/3/2019) tidak akan menghentikan semangat umat Islam untuk mendatangi masjid.

“Dan animo orang lain untuk memeluk agama Islam,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi Jurniscom, Jumat (15/3/2019).

Maka dari itu, MIUMI mengimbau, umat Islam seluruh dunia untuk tetap melaksanakan sholat berjamaah di masjid-masjid tanpa ada rasa takut sedikit pun.

“Dengan tetap waspada menjaga diri dan lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, peristiwa ini, kata dia, memberikan pesan kepada dunia bahwa keberadaan umat Islam yang berjumlah mayoritas selalu menjadi pengayom dan mengedepankan toleransi.

“Tetapi sebaliknya jika posisinya minoritas selalu menjadi sasaran kezaliman,” tegas MIUMI.

Lebih dari itu, MIUMI juga mengimbau kepada umat Islam dunia untuk tidak melakukan tindakan balasan kepada umat lain yang tidak terlibat, dan menyerahkan urusan ini kepada otoritas atau pihak yang berwenang.

Diketahui, setidaknya 3 WNI selamat, dan 2 warga Malaysia terluka dalam serangan teror di Selandia Baru.

MIUMI: Aksi Biadab di New Zealand Rusak Perdamaian Dunia!

SELANDIA BARU (Jurnalislam.com) – Aksi terorisme yang merenggut sejumlah korban di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru (New Zealand), Jumat (15/3/2019) dikutuk oleh berbagai pihak, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) salah satunya.

Peristiwa pembantaian sesaat melakukan ibadah salat Jumat ini dinilai, bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi antar umat beragama dan perdamaian dunia.

“Untuk itu MIUMI menuntut kepada pemerintah new Zealand untuk mengusut dengan cepat dan tuntas serta menangkap dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi Jurniscom, Jumat (15/3/2019).

Selain itu, MIUMI juga mendesak pemerintah Indonesia agar menuntut pemerintah Selandia Baru untuk memberikan jaminan keamanan secara sungguh-sungguh.

“Terutama keamanan masjid-masjid dan umat Islam di Selandia Baru dari tindakan biadab teroris,” paparnya.

Lebih dari itu, MIUMI mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak terpancing dan melakukan tindakan balasan kepada umat lain dalam peristiwa yang hampir merenggut nyawa sejumlah warga Indonesia ini.

“Semoga para korban digolongkan oleh Allah sebagai syuhada, terlebih lagi peristiwa ini terjadi pada hari Jumat yang mulia dan di bulan Rajab yang suci.”

“Atas nama umat Islam Indonesia MIUMI mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” pungkasnya.

Akademisi: Nikmati Saja Dinamika Politik Hingga 17 April

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menjelang 17 April, kondisi perpolitikan kian dinamis. Meski begitu, akademisi dan mantan ketua MK, Jimly Asshiddiqie menyebut hal tersebut sudah menjadi bagian yang wajar.

“Masa pemilu atau pilpres sepi? Kita nikmati saja dinamika politik yang seru ini,” ucapnya di Menteng, Jakpus, Kamis (14/3/2019).

Ia mengimbau semua pihak tidak perlu melakukan kampanye negatif dan kampanye hitam. Pendukung pun tidak perlu saling tuduh. 

“Politisi maupun pemimpin kita imbau bersainglah secara sehat enggak usah mengurusi calon lain. Tim relawan dan tim sukses juga,” paparnya.

Menurutnya akan lebih baik apabila kedua pasangan calon (paslon), tim relawan, dan tim sukses menerapkan kampanye positif. Yakni, dengan membeberkan kebaikan-kebaikan paslon tanpa secara eksplisit menjatuhkan paslon lainnya. 

“Harus mampu bersikap adil dan melihat dari dua sudut pandang. Dua-duanya sekarang ini sama, sudah berkampanye negatif, menyebar hoaks dan ujaran kebencian. Baiknya sudahi melihat sisi negatif lawan dan beri masyarakat informasi kebaikan-kebaikan capresnya,” tandas Jimly.

Jelang Debat Ketiga, ICMI: Kekuatan Cawapres 50:50

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie menilai kekuatan para calon wakil presiden untuk debat ketiga seimbang.

“Kalau menurut saya keduanya 50-50 sama kuat. Ini lebih ke soal ide dan cara ngomong,” katanya di Menteng, Jakpus, Kamis (14/03/2019).

Menurutnya, bukan kekuatan kandidat yang dilihat masyarakat dalam debat ketiga yang akan digelar 17 Maret nanti. Saat ini, kata dia, masyarakat sedang ingin melihat sikap kepemimpinan dari para calon pendamping.

“Rakyat itu sekarang sudah punya sikap. Mereka mau melihat sikap, karakter kepemimpinan. Itu jauh lebih penting,” ujarnya.

Untuk menyajikan itu, Jimly meminta kedua kandidat memperhatikan akurasi data. Hal tersebut diyakini bisa memantapkan sikap pemilih. Sehingga, gambaran isu-isu di debat ketiga bisa disajikan secara utuh

“Jangan sampai menambah keraguan. Jadi data-data jangan sampai ada yang salah,” pesan dia.

MUI Kutuk Serangan Teror di Masjid Selandia Baru

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras atas penyerangan brutal di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru pada Jumat 15 Maret 2019. Penyerangan membabibuta dengan senjata otomatis itu dilakukan saat khutbah jumat baru dimulai dan diunggah oleh para pelaku ke media sosial.

“Ini jelas merupakan sebuah tindakan yang biadab, yang tidak bisa dimaafkan,” kata Sekjen MUI, Anwar Abbas saat dihubungi Jurnalislam.com, Jumat (15/3/2019).

MUI pun mendesak pemerintah Selandia Baru untuk segera menangkap pelaku.

“Semoga pemerintah Selandia Baru menangkap pelaku dan meminta pertanggungjawaban atas tindakan yang tidak berperikemanusiaan,” tegasnya.

MUI juga meminta pemerintah Selandia Baru untuk meningkatkan sistem keamanan dan perlindungan khususnya terhadap umat Islam.

“Pemerintah Selandia Baru harus bisa memberikan perlindungan bagi seluruh ummat beragama termasuk ummat Islam agar dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” pungkasnya.

Ayah dan Anak WNI Jadi Korban Serangan Teror di Selandia baru

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Indonesia menyampaikan perkembangan terbaru situasi paska penembakan di Masjid daerah Christchurch, Selandia Baru.

Juru Bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir mengatakan ada dua warga negara Indonesia yang menjadi korban.

“Update situasi di Christchurch Selandia Baru, diterima informasi oleh tim KBRI Wellington, bahwa terdapat 2 WNI, Ayah dan anak yang terkena tembak di Mesjid tersebut,” katanya, Jumat (15/03/2019).

Dia mengatakan, kondisi ayah saat ini di ICU dan anak dirawat di ruang biasa di rumah sakit yang sama, yaitu Christchurch Public Hospital.

“KBRI Wellington terus berkoordinasi dengan otoritas setempat, kelompok WNI dan rumah sakit di Christchurch,” ujarnya.

3 WNI Selamat, 2 Warga Malaysia Terluka Dalam Serangan Teror di Selandia Baru

CHRISTCHURCH (Jurnalislam.com) – Dua orang warga Malaysia dilaporkan terluka dalam serangan brutal di Masjid Al Noor, Christchurch dan Masjid Linwood, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

“Dua warga Malaysia yang terluka akibat terkena tembakan sudah dirawat di Rumah Sakit setempat,” kata Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra), dilansir The Sun Daily.

Dalam pernyataanya,  Wisma Putra mengatakan Malaysia mengutuk serangan terror tersebut.

“Malaysia berharap mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan barbar ini dibawa ke pengadilan,” tegasnya.

“Pikiran dan doa kami bersama para korban dan keluarga dari insiden penembakan hari ini,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Mursadi mengatakan, ada enam orang Warga Negara Indonesia (WNI) di dalam masjid tersebut saat kejadian.

“Tiga warga Negara Indonesia berhasil melarikan diri dan sudah bisa melakukan kontak,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).

Menanggapi tragedi tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah mengecam keras peristiwa terror tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada semua korban

“Saya menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban, dan tim perlindungan WNI dari KBRI sedang menuju ke lokasi tersebut,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/3/2019)