Berita Terkini

Kecam Syariat Islam di Brunei, Paradoks HAM PBB

Oleh Ainul Mizan

 PBB memprotes pemberlakuan Syariat Islam di Brunei Darussalam. PBB menilai bahwa pemberlakuan Syariat Islam tersebut telah melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) dan merupakan pelanggaran.

Stephanie Dujarric, Jubir Sekretaris Jenderal PBB pada Rabu, 3 April 2019 mengatakan: “            Undang – undang yang telah disahkan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap prinsip – prinsip yang disebutkan. Selama orang menghadapi kriminalisasi, prasangka dan kekerasan karena orientasi seksual, gender, atau karakteristik seksual mereka, kita harus melipatgandakan upaya kita untuk mengakhiri pelanggaran tersebut” (www.news.visimuslim.org, 5 April 2019). Lebih lanjut ia mengatakan bahwa wajib menghormati HAM bagi setiap orang di setiap tempat tanpa diskriminasi. Setiap orang berhak menikmati kebebasan, kesetaraan, martabat dan haknya.

Protes PBB ini menyusul adanya pemberlakuan Syariat Islam di Brunei, terutama yang menjadi sorotan adalah pemberlakuan hukuman rajam bagi pelaku LGBT, selain berlaku pula pada pezina yang sudah pernah menikah. Sekjend PBB melalui Jubirnya telah menegaskan sikapnya bahwa LGBT termasuk bagian dari orientasi seksual, gender atau karakteristik seksual yang harus dihormati.

Sekarang mari kita mencermati sikap protes PBB tersebut sebagai sesuatu yang paradoks, paling tidak dalam 2 hal berikut ini.

Pertama, adanya deklarasi Universal HAM yang diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada 10 Desember 1948 di dalam Resolusi 217 A (III). Dinyatakan dengan tegas di dalam aturan tersebut bahwa hak dan kebebasan setiap individu dalam pelaksanaannya harus tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan Undang-undang atau hukum positif negara. Artinya, bahwa setiap negara mempunyai hak otonomi mengatur kehidupan dalam negerinya masing-masing.

Bagaimana mungkin penerapan hukum Islam di negeri yang memang mayoritas warganya adalah muslim dikatakan melanggar HAM? Adalah hal yang rasional, bila Brunei menerapkan Syariat Islam. Ini hak otonomi yang dijamin oleh hukum internasional.

Ataukah PBB dalam hal ini ingin menegaskan dirinya sebagai Lembaga Internasional yang anti terhadap Syariat Islam. Jika memang demikian, jelaslah bahwa konsepsi HAM hanya dijadikan tameng untuk mengarahkan opini internasional guna menolak formalisasi hukum Islam dalam sebuah negara.

Sungguh alasan HAM tidak berlaku bagi penindasan dan pembantaian terhadap umat Islam. Berbagai macam Resolusi PBB terhadap Israel laksana macan ompong. Sejumlah resolusi PBB dilanggar oleh Israel atas restu Negara Paman Sam, di antaranya adalah resolusi 242 Nopember 1967, 252 Mei 1968, 478 Agustus 1980, dan resolusi 2334 Desember 2016.

Begitu pula kondisi Umat Islam di beberapa wilayah seperti di Suriah yang masih ditindas rejim Bashar Assad. Di China, muslim Uighur mendapat teror dari Rejim Komunis. Kondisi Muslim di Burma yang masih menderita, termasuk pembantaian muslim di Mali. 134 Muslim Mali dibantai secara brutal. Korbannya termasuk perempuan dan anak – anak (wartakota.tribunnews.com, Rabu 27 Maret 2019). Tidak ada seruan dari PBB bahwa aksi – aksi kemanusiaan terhadap kaum Muslimin itu sebagai tindakan melanggar HAM.  Apatah lagi tindakan nyata dengan militer untuk menghentikan tindakan – tindakan brutal tersebut.

Kedua, Adanya LGBT jelas merupakan pelanggaran HAM. Bukan justru aturan hukum yang melarang LGBT dikatakan melanggar HAM. Bagaimana mungkin manusia yang sehat akalnya mentolelir prakatek – praktek LGBT?

Menurut Dr Dewi Inong Irana, spesialis kulit dan kelamin, bahwa pelaku LGBT berpeluang 60 kali lipat lebih mudah tertular HIV – AIDS dan penularan yang paling mudah adalah melalui dubur. Selanjutnya beliau mengutip data dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) AS pada 2010 menunjukkan dari 50 ribu infeksi baru, dua pertiganya adalah gay – MSM (male sex male yakni laki berhubungan seks dengan laki). Angka ini meningkat 20 persen dari data tahun 2008. Sedangkan wanita transgender memiliki resiko terinfeksi HIV 34 kali lebih tinggi dibanding wanita yang normal (m.republika.co.id, Senin 22 Januari 2018).

Di samping itu, praktek LGBT hanya akan menyumbangkan punahnya generasi manusia. Padahal penciptaan laki –laki dan perempuan bertujuan agar dari keduanya bisa dikembangbiakkan jenis manusia.

Pastinya setiap manusia menginginkan dirinya hidup sehat bahkan dalam konteks orientasi seksualnya. Dalam hal demikian, negara harus bisa menjamin akan terbebasnya warganya dari orientasi – orientasi seksual yang menyimpang, yang hanya melahirkan penderitaan dan kesengsaraan.

Islam hadir dengan seperangkat hukum yang mampu memberikan jaminan akan pemenuhan hak manusia dengan baik dan sehat. Dalam konteks penjagaan kepada kelestarian keturunan manusia, Islam memberikan sejumlah anjuran dan sangsi yang tegas.

Islam menganjurkan adanya pernikahan sebagai legalitas hubungan kelamin antara laki – laki dan perempuan. Di samping itu, Islam melarang terjadinya perzinaan dan LGBT. Bahkan sangsi yang keras disiapkan yakni cambuk 100 kali bagi pezina yang belum pernah menikah dan rajam hingga mati bagi pezina yang sudah pernah menikah. Terhadap pelaku LGBT, Islam menetapkan hukuman mati atasnya. Walhasil, penerapan Syariat Islam akan menjadi rahmat bagi alam semesta.

Maka tidak ada pilihan lain bagi Brunei dan negeri  Islam yang lainnya, bila ingin selamat dari kehancuran yakni dengan mengambil Syariat Islam dan menerapkannya sebagai hukum positifnya.

Bisnis Kuliner: Gagasan Absurd ala Kapitalis

Oleh : Mia Tw
Pemerhati Sosial dan Member Penulis Tangguh Bertakwa Bekasi

STATUS Bekasi sebagai kota penyangga Ibu Kota Jakarta dengan program smart city nampaknya akan terus bertumbuh. Bekasi sebagai wilayah yang dibidik menjadi salah satu pusat pengembangan perekonomian, diarahkan untuk mampu menarik minat para wisatawan. Karenanya, pemerintah daerah telah mencanangkan Bekasi menjadi destinasi wisata kuliner. Beberapa pusat pengembangan kuliner yang telah berjalan saat ini bisa dijumpai di kawasan Marga Jaya, Bekasi Selatan berjalan sejak April 2016. Mengingat lokasi tersebut banyak terdapat hunian apartement, seperti Center Point yang cenderung memilih segala kebutuhan bersifat fleksibel dan efiesien.

Upaya pemerintah daerah yang bertujuan menggiring terbangunnya usaha ekonomi mikro melalui sektor pariwisata mendapat sambutan yang antusias tidak hanya dari para pelaku usaha kelas menengah namun juga membuka ruang hadirnya para pemilik modal untuk serta merta memberikan suntikan berupa dana dan juga pelatihan-pelatihan.

Seperti apa yang dilakukan Partai Perindo baru-baru ini. Perindo memberikan bantuan kepada warga guna mengembangkan usaha dan membina UMKM. Lewat program bantuan gerobak UMKM, Perindo juga membuka program kelas memasak (cooking class). Alasan yang dikemukakan oleh Harry Tanoe adalah “ Bekasi sebagai wilayah yang padat maka penduduknya harus mampu memanfaatkan peluang tersebut ”.

Bakso menjadi referensi cooking class yang membidik ibu-ibu rumahan. Mereka rata-rata tidak memiliki pekerjaan. Prinsipnya, agar maju, berdaya saing serta mandiri secara finansial, maka pemberdayaan ibu rumah tangga ini perlu dilakukan. Selain itu rencana pemerintah memperkenalkan bakso di kancah internasional sebagai makanan khas nusantara dengan cita rasa yang menjual, juga menjadi daya dorong yang kuat. Untuk itu pemerintah mendorong pengusaha bakso senantiasa meningkatkan kualitasnya dengan cara penambahan modal yang dipinjamkan oleh pemerintah melalui UMKM dengan jumlah pinjaman sebesar 10 juta dan KUR di atas 100 juta.

Sekilas pengembangan bisnis yang notabenenya menyasar kaum ibu bak angin segar yang memberikan harapan di tengah tingginya kebutuhan ekonomi yang setiap hari menuntut untuk tetap dipenuhi. Mustahil hanya mengandalkan dari gaji pekerjaan para suami / bapak. Ada banyak sekali virus-virus merusak yang patut dicermati dari pengembangan bisnis kuliner.

Gempuran Budaya Asing

Berkaca pada Thailand yang berhasil menjadikan makanan utamanya Tom Yum sebagai makanan khas di kancah internasioanal memberikan potensi yang luar biasa bagi pengaruh dunia pariwisata Thailand. Ketatnya standarisasi pemerintahnya mengenai cita rasa  tak hanya diterapkan di dalam negeri tapi juga di restoran-restoran Thailand di luar negeri berhasil mengundang banyaknya wisatawan asing berkunjung ke Thailand secara langsung. 

Bukan tidak mungkin sama halnya seperti Thailand, Bekasi akan disulap  menjadi sentra kuliner dengan menjual nama besar Bakso yang kaya akan rempah-rempah sehingga bisa mengangkat dunia pariwisata Indonesia di mata internasional dan mampu menarik perhatian turis-turis asing yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Bisa dibayangkan Indonesia yang kental memegang teguh budaya ketimuran jika menghadapi banjirnya turis asing yang bertolak belakang dalam hal adat dan kebiasaan akan tergerus dengan nilai-nilai barat. Budaya barat yang cenderung sekuler dan bebas akan mudah sekali dijumpai  dibawa oleh turis-turis asing. Misalnya, cara berpakaian yang buka-bukaan menampilkan aurat, memakai tank top dan hot pant bagi turis perempuan. Lambat laun akan semakin benar-benar mudah diterima dan ditiru ditengah-tengah masyarakat yang serba permisif karena dianggap santai dan tidak ribet saat berjalan-jalan dan berada di luar rumah ( kehidupan umum ). Budaya mengumbar aurat yang telah menelanjangi perempuan dari rasa malu menjadi misi tersembunyi dibalik kedok pariwisata merupakan kemajuan dan bentuk pembebasan terhadap perempuan.

Selain sebagai ajang bisnis yang menjanjikan secara tak sadar pariwisata menjadi kunci masuk paling mudah bagi asing mengekspor produk-produk budaya mereka. Gempuran gaya hidup yang hedonis dan serba konsumtif akan menjangkiti masyarakat. Orang akan lebih memilih hidup serba instan tanpa perlu berlelah ria berbelanja sayur di pasar kemudian mengolah makanan di dapur misalnya. Atau menghabiskan waktu  berhari-hari untuk sekedar melakukan traveling kuliner. Agar tidak dianggap kurang piknik dan ketinggalan zaman.

Apabila disandingkan dengan gaya hidup yang demikian tentu adanya tuntutan agar semua keluarga tetap bisa survive dari segi penghasilan demi memenuhi gaya hidup agar tetap terkesan mentereng.

Motif Terselubung Pertumbuhan UMKM 

Pesatnya UMKM di dunia kuliner memang menjadikan gairah tersendiri bagi Pemerintah Kota guna mewadahi

UMKM dengan mendirikan sentra kuliner yang bertujuan bagaimana pemerintah kota bisa secara mandiri mendapatkan sumber pendapatan asli daerahnya sendiri. Bisa dinilai getolnya pemerintah mendorong pertumbuhan  usaha kuliner dalam industri pariwisata karena pertimbangan aspek untung rugi.

Strategi pemerintah mendapatkan sumber kas daerahnya dengan mengenakan berbagai pungutan dan tarikan pajak sebesar 0,5 % dari sebelumnya 1% tentu akan menambah pundi-pundi kas di daerah. Meskipun diturunkan besarnya tarikan pajak masih dirasa sangat memberatkan pelaku industri. Sayangnya pemerintah tetap menutup mata rapat-rapat. Ini belum lagi jika pada kenyataannya di lapangan banyak terjadi pungutan-pungutan liar dari para oknum.

Sangat tak masuk akal apabila negara justru mengandalkan sumber-sumber pendapatannya dengan meningkatkan bisnis UMKM ini. Sementara disisi lain ada sumber-sumber utama yang bisa dijadikan pendapatan kas negara namun malah dikomersialisasi oleh segelintir elite dan pemilik modal.

Seperti di wilayah bagian paling utara Bekasi ditemukan banyak terdapat sumur minyak. Sayangnya SDA tersebut tidak dikelola dengan benar sehingga tetap saja jerat kemiskinan kerap membayangi masyarakat setempat. (https://seputarbekasikab.wordpress.com)

Alasan lain pemerintah mendorong pertumbuhan bisnis yang inovatif atas dasar program SDGs ( Sustainable Development Goals ) yang sebelumnya adalah MDGs ( Milennium Development Goals ). Masuk pada point ke 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dengan alasan memenuhi target tuntutan negara-negara di dunia  menyelesaikan persoalan kemiskinan dan kesenjangan status sosial sehingga pemerintah mendorong pertumbuhan industri yang inklusif dan inovatif.

Rakyat dipaksa untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan dalih menguraingi angka pengangguran dan menumbuhkan penghasilan ekonomi. Sementara kran tenaga kerja asing terbuka lebar terus membanjiri Indonesia. Akibatnya warga negaranya sendiri kehilangan peluang / kesempatan kerja.  Jelas sekali pengembangan usaha kreatif dan inovatif merupakan gagasan absurd ala kapitalis memberantas angka pengangguran.

Islam Pro Usaha Kreatif dan Inovatif

Islam tidak pernah menghalangai dan menutup peluang bagi seseorang untuk menghasilkan atau menciptakan suatu hal atau produk yang baru. Islam selalu mendukung adanya inovasi, kemajuan, kreativitas   mengingat kondisi dan tempat yang berubah-ubah (dinamis).

Disinilah letak perbedaan antara sistem ekonomi kapitalis dan Islam. Sistem Islam mendorong pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata hanya dilihat dari besarnya pendapatan melainkan bagaimana terpenuhinya hak asasiyah (pokok) yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan yang lainnya itu terpenuhi. Penghasilan itu mampu memenuhi kebutuhan asasiyah pada skala orang per orang (kepala) bukan secara umum.

Disinilah diperlukan peran negara dalam memberikan solusi tanpa tumpang tindih. Mekanismenya dalam pengembangan usaha, Islam akan menciptakan iklim usaha dengan birokrasi yang mudah, menghapuskan pajak serta melindungi industri dari persaingan yang tidak sehat. Menutup pintu rapat-rapat bagi masuknya tenaga kerja asing, mereka boleh bekerja hanya ketika negara meminta bantuan. Sehingga lapangan kerja benar-benar pro rakyat.

Berikutnya negara berkewajiban menghilangkan sistem investasi yang dikelola oleh swasta / pemilik modal. Sebab, negaralah yang bertanggung jawab secara langsung memberikan pendanaan kepada pelaku usaha tanpa sistem ribawi yang diambil dari pos-pos yang sudah ditentukan. Ini akan berjalan sesuai hukum Islam jika sumber daya alam serta aset-aset negara dikelola dengan benar. Wallahu’alam.

 

Trump: Keputusan Golan Diambil Setelah Mendapat Pelajaran Sejarah Singkat

LAS VEGAS (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump mengatakan, keputusan kontroversialnya mengakui pencaplokan Israel  atas Dataran Tinggi Golan pada tahun 1981 adalah hasil dari perbincangan tentang sejarah singkat dengan penasehatnya. Demikian dilansir Reuters, Sabtu (6/4/2019).

Berbicara pada pertemuan Koalisi Yahudi Republik di Las Vegas, Trump mengatakan dia membuat keputusan cepat selama berdiskusi dengan penasihat perdamaian Timur Tengahnya, termasuk Duta besar AS untuk Israel, David Friedman dan menantunya, Jared Kushner.

“Saya berkata, ‘Teman, bantu saya. Beri saya sejarah singkat. Saya ingin cepat. Saya punya banyak hal yang sedang saya kerjakan: Cina, Korea Utara. Cepat beritahu saya,” kata Trump disambut gelak tawa audiens.

“Bagaimana Anda menyukai gagasan saya mengenali dengan cepat apa yang sedang kita diskusikan?” kata dia menceritakan lagi percakapannya.

Tak lama setelah itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Trump pada 25 Maret lalu. Trump kemudian menandatangani proklamasi yang secara resmi memberikan pengakuan AS atas Golan sebagai wilayah Israel. Langkah itu diumumkan Trump dalam tweetnya sehari sebelumnya.

Israel mendapatkan Dataran Tinggi Golan dalam perang Timur Tengah pada 1967 dan mencaploknya pada 1981 dalam tindakan yang tidak diakui secara internasional.

“Aku pergi, BING!, semua selesai,” kata Trump.

Sumber: Reuters

Gila, PM Israel Bilang Membunuh 300 Rakyat Gaza adalah Keputusan yang Bijaksana

GAZA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel telah menggunakan kekuatannya dengan ‘bijak’ di Gaza ketika mereka membunuh lebih dari 300 warga Palestina di pagar timur yang dikepung.

“Lebih dari 300 warga Palestia dekat perbatasan ketika mereka mencoba menembus pagar dan menculik tentara kami. Kami telah menggunakan kekuatan dengan bijaksana dan dengan kuat,” kata dia saat diwawancara Israel Hayom dilansir Middle East Monitor, Sabtu (6/9/2019).

Dia juga mengklaim kebijakannya telah membuat Hamas mengalami krisis ekonomi parah.

“Mereka (warga Gaza) berada dalam kesulitan ekonomi yang sangat besar dan Hamas berad dalam kendali dan menginginkan ketenangan sehingga dapat menghadapi tekanan besar di Gaza,” lanjutnya.

Dia menambahkan, “Kesulitan ekonomi adalah masalahnya sendiri, tetapi kesulitan kemanusiaan adalah masalah kita. Masalah sanitasi, penyakit, hal-hal yang bisa membaut jalan mereka kepada kita. Jadi kami katakan, mencegah terjadinya masalah dan membuat pencegahan. Tujuannya adalah pencegahan, tetapi juga mencegah masalah lingkungan dan kemanusiaan yang dapat membahayakan Israel,” papar dia.

Ketika ditanya bagaimana mengenai Gaza, Netanyahu menjawab, “Pilihan sebenarnya adalah untuk menduduki dan memerintah di Gaza. Anda tidak memiliki siapa pun untuk diberi. Saya tidak akan memberikannya kepada Presiden Abu Mazen (Mahmoud Abbas),” kata dia.

“Hubungan antara Gaza dan Tepi Barat telah terputus. Mereka adalah dua entitas yang terpisah, dan saya pikir dalam jangka panjang itu bukan sesuatu yang buruk bagi Israel,” sambungnya.

Ia menuding Mahmoud Abbas lah yang telah membawa krisis itu ke Gaza karena telah mengurangi aliran dana PA untuk Gaza.

“Dia (Mahmoud Abbas) pikir dengan melakukan itu dia dapat membuat gaza terbakar. Kami akan membayar untuk pendudukan Gaza dengan kehilangan banyak nyawa, dan di Israel ia kembali akan mendapatkan Gaza di piring perak. Itu tidak akan terjadi,” tegasnya.

Netanyahu melanjutkan, “Uang yang dia potong adalah uang Palestina. Israel tidak membayar. Uang itu ditutupi oleh Watar dan menghentikan rencana Abu Mazen, serta memotong Gaza dari Tepi Barat.”

“Jika ada yang akan mengira bahwa akan ada negara Palestina yang mengeliliingi kita dari kedua sisi, itu bukan sesuatu yang akan terjadi,” ujarnya.

Soal Deal of the century

Habib Rizieq Ungkap 10 Alasan Mengapa Warga Antusias Dukung Prabowo -Sandi

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyampaikan sejumlah alasan mengapa calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno disambut oleh banyak masyarakat di seluruh Indonesia. Habib Rizieq menyebut ada sepuluh alasan.

“Satu, karena Prabowo-Sandi adalah capres cawapres hasil Ijtima Ulama, alhamdulilah. Kedua, karena Prabowo-Sandi setia kepada pancasila dan UUD 1945 yang sejati untuk membela agama dan negara,” kata Habib Rizieq dalam orasinya yang ditayangkan di layar Stadion Gelora Bung Karno pada kampanye terbuka, Ahad (7/4).

Ketiga, Habib Rizieq mengatakan Prabowo-Sandi telah menandatangani pakta integritas di hadapan para habaib dan ulama yang hadir di Ijtima Ulama. Alasan keempat, Prabowo-Sandiaga dianggap mencintai dan menghormati para ulama serta menolak dan menentang kriminalisasi terhadap ulama.

“Kelima karena prabowo sandi tidak memusuhi agama Islam maupun agama lainnya. Keenam, karena Prabowo-Sandi berakal sehat sehingga tidak memaksa orang gila untuk memilih dan juga tidak pernah mengadu domba antaranak bangsa. Yang ketujuh karena Prabowo-Sandi tidak pernah bohongi rakyat apalagi menyakitinya,” jelasnya.

Kedelapan, Habib Rizieq melanjutkan, Prabowo-Sandiaga dinilai tidak melindungi PKI dan orang-orang yang berpaham liberal. Selain itu Prabowo-Sandiaga juga dianggap tidak melindungi aliran sesat dan maksiat.

Kemudian yang kesembilan, Prabowo-Sandiaga dianggap sebagai pribadi yang jujur dan tidak curang di dalam pemilu dan tidak melakukan intimidasi terhadap siapapun dalam memilih, serta tidak melakukan black campaign terhadap lawan politiknya.

“Dan kesepuluh karena Prabowo Sandiaga membawa perubahan Indonesia yang lebih baik. Alhamdulilah, alhamdulilah, alhamdulilah,” tuturnya.

Ia menganggap kemenangan Prabowo-Sandiaga telah ada di depan mata. Alasan-alasan tersebuit merupakan indikasi kemenangan tidak akan pernah bisa dikalahkan kecuali jika dicurangi.

“Mari kita jadikan kecurangan sebagai musuh bersama, sebab kecurangan adalah musuh agama bangsa dan musuh negara. Mari ciptakan pemilu yang jujur dan adil,” ajaknya.

sumber : republika.co.id

 

Sandiaga Uno Terharu Ratusan Ribu hingga 1 Juta Orang Hadiri Kampanye Akbar

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno sangat terharu akan banyaknya pendukung yang hadir dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno hari ini, Minggu (7/4). Para pendukung hadir sejak dini hari, bahkan salat Subuh bersama.

“Lautan manusia pagi ini, saya haru biru, sudah hadir lebih dari satu juta yang ke GBK,” kata Sandi saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap kehadiran umat yang membeludak itu bisa mengantarkan kemenangannya bersama Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto.

“Pagi ini puluhan ribu, ratusan ribu, mungkin satu juta kumpul di sini, insyaallah kemenangan ini semakin dekat, kita percaya dengan Bapak Prabowo, kita wujudkan mimpi tersebut, kita wujudkan masyarakat adil dan makmur,” ujar sandi.

“Insyaallah kita hadirkan Indonesia menang, Indonesia adil makmur,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sandi juga bercerita soal dirinya yang telah melakukan kunjungan ke lebih dari 1.500 daerah di seluruh Indonesia.

Saat itu, kata dia, banyak sekali curhatan dari warga terkait mahalnya biaya hidup, dari mulai listrik hingga sembako.

“Pengangguran terap dirasakan, harga jual malah mahal. Anjlok. Saya sampaikan bahwa Prabowo-Sandi akan menyelesaikan masalah ekonomi kita, saya ingin sampaikan suara rakyat yang jujur. Ayo kita bergerak, 17 april, [ke] TPS. Tusuk Prabowo-Sandi,” katanya.

Berbagai usia hadir di lokasi, tua, muda, bahkan tak sedikit anak-anak di bawah umur ikut dibawa oleh keluarga atau orangtua mereka sendiri ke arena kampanye akbar Prabowo-Sandi.

sumber: cnnindonesia.com

Innalillahi, Ilmuwan Ekonomi Islam Indonesia, Prof. Uswatun Hasanah Meninggal Dunia

YOGYAKARTA (Jurnlaislam.com)—Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Anggota Dewan Syariah Nasional MUI cum Guru Besar UI Prof. Dr. Hj. Uswatun Hasanah meninggal dunia, Sabtu (6/4/2019) di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Almarhumah wafat meninggalkan suami Drs. Hadimulyo, M.Sc (mantan anggota DPR-RI) dan 3 orang anak. Semasa hidupnya, Prof. Uswatun dikenal sebagai pegiat ekonomi Islam, khususnya pengembangan wakaf di Indonesia.

Sekitar tahun 2004, Uswatun diminta oleh Kementerian Agama menjadi Anggota Tim Penyusun Rancangan Undang-Undang tentang Wakaf dan Anggota Tim Penyusun Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Undang-Undang  Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

Saat Kementerian Agama merancang pembentukan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Uswatun menjadi Sekretaris Tim Ad Hoc Persiapan Pembentukan BWI.

Beliau  kemudian diusulkan oleh Menteri Agama menjadi Anggota BWI periode pertama dan diangkat dengan SK Presiden.

Selain berkarier di perguruan tinggi, Uswatun aktif di perkumpulan dan asosiasi para penggiat ekonomi Islam.

Seperti pengurus  Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), anggota Dewan Syariah Nasional MUI.

Ia pernah menjadi Ketua Tim Pembina Pendidikan Agama Islam pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Sering diundang memberikan makalah dalam acara seminar, lokakarya dan pertemuan ahli menyangkut bidang kepakarannya.

(mr/dbs)

 

 

 

 

BMKG – Muhammadiyah Jalin Kerjasama

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Tindaklanjuti perjanjian antara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Perwakilan dari Majelis Lingkungan Hidup (MLH) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah lakukan kunjungan ke Kantor BMKG Pusat.

Muhjidin Mawardi, ketua MLH PP Muhammadiyah menyampaikan perihal kunjungan yang dilakukannya.

Kunjungan yang dilakukan merupakan upaya kerjasama anatara PP Muhammadiyah yang dalam kesempatan ini diwakili oleh MLH dan MDMC untuk meminimalkan korban bencana.

“Perjanjian ini merupakan bentuk usaha BMKG untuk semakin mendekatkan diri pada publik dengan menggandeng organisasi umat, yang dapat membantu BMKG menyebarluaskan informasi MKG pada masyarakat dengan menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti oleh Umat,” tutur Muhjidin.

Peringatan dini untuk mengantisipasi bencana alam misalnya telah dilakukan BMKG 3 (tiga) hari sebelum kejadian, tetapi masyarakat atau pihak terkait tidak cepat tanggap dan tidak ditindaklanjuti, sehingga banyak memakan korban.

Untuk itulah, PP Muhammadiyah melakukan Kesepakatan Bersama dengan BMKG yang bertujuan untuk meningkatkan peran serta  organisasi dalam peningkatan pemahaman dan penyebarluasan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika kepada masyarakat/Umat.

Menyambut niatan tersebut, Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG mengatakan, pihaknya membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk membangu menyiapakan masyarakat atau umat tangguh bencana.

Salah satunya adalah dengan organisasi Muhammadiyah yang memang sudah dikenal sebagai organisasi Islam sosial kemasyarakatan yang memiliki peran penting dalam penanganan bencana.

sumber : muhammadiyah.or.id

 

Musyawarah Ulama dan Tokoh Solo Tegaskan Dukungan kepada Prabowo-Sandi

SOLO (Jurnalislam.com)- Musyawarah Ulama dan Tokoh Nasional bertajuk ‘Sinergitas Umara dan Ulama Membangun Bangsa’ di Hotel Lorin Dwangsa Solo, Hotel pada sabtu, (6/4/2019) menghasilkan tujuh keputusan.

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr. Muinudinillah Basri mengatakan bahwa keputusan pertama adalah mempertegas dukungan kepada Prabowo-Sandi untuk menjaga kedaulatan bangsa.

Kedua, yaitu agar selalu konsisten dalam memperjuangkan Islam agar dapat pertolongan Allah.

Ketiga, mengajak para ulama dan tokoh umat untuk lebih bersatu dalam perjuangan dan terus bekerja keras perlu pengorbanan menyongsong kemenangan.

“Keempat, menyerukan kepada KPU dan Bawaslu agar dapat menyelenggarakan Pemilu Pilpres dengan jujur adil dan transparan juga kepada aparat keamanan TNI Polri dan ASN untuk menjaga netralitas sehingga tidak menimbulkan potensi konflik di masyarakat,” kata Dr Muin.

Kelima Dr Muin mengingatkan kepada Prabowo dan Sandi yang insya Allah akan memimpin Indonesia 5 tahun kedepan.

“Agar menepati fakta integritas itjima ulama, dan selalu memperhatikan bimbingan dan masukan para ulama,” ungkapnya.

Keenam, menyerukan dan mengingatkan kaum muslimin agar menggunakan hak pilihnya dan tidak golput.

Golput, katanya, akan  mengakibatkan golput itu terpilihnya pemimpin pemimpin yang tidak amanah dan tidak cakap, serta menguntungkan pihak asing atau pihak yang membahayakan kedaulatan bangsa dan negara.

Dan yang terakhir, Dr Muin menyerukan, “Kepada umat Islam secara umum dan laskar secara khusus, untuk menjaga dan mengawal suara rakyat dari TPS TPS hingga KPU pusat,” tandas Dr Muin.

Usung Tema Kebangkitan Ekonomi Islam, DKM Krakatau Steel: Acara Untuk Menginspirasi Umat

CILEGON (Jurnalislam.com) – Forum DKM Krakatau Steel menggelar ‘Kajian Dhuha’ di Masjid Al Muthowwir Kompleks Al Azhar Krakatau Steel, Cilegon, Sabtu (6/4/2019).

Kajian dengan tema “Ekonomi Islam Solusi Kesejahteraan Rakyat” menghadirkan pemateri Muhaimin Iqbal, praktisi ekonomi Islam dan pemilik gerai dinar.com.

Pihak panitia Supriyanto mengatakan, tema besar ekonomi Islam ini diselenggarakan agar umat dapat membangun perekonomian dengan lebih baik.

“Agar menjadi inspirasi untuk umat dan membangun perekonomian Islam yang kuat,” katanya seusai acara.

Sementara itu Muhaimin Iqbal menjelaskan, Ekonomi Islam merupakan ekonomi yang berdasarkan dari Alquran dan sunnah Nabi.

“Jadi tidak ada yang lebih baik daripada ekonomi Islam,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semua prinsip dan dasar ekonomi Islam sudah ada di dalam Alquran dan Sunnah. Tinggal kita, kata dia, menggali dan menerapkannya.

Peserta kajian memadati acara

“Peluang untuk membangkitkan ekonomi Islam tergantung seberapa besar usaha umat Islam itu sendiri dan jadikanlah Masjid sebagai pusat kebangkitan ekonomi umat,” pesan dia.

Acara yang digelar pada waktu dhuha ini mendapatkan respon d yang baik dari peserta. Akbar (30 tahun) asal Cilegon salah satunya. Menurutnya, pemaparan pemateri dapat menginspirasi kebangkitan ekonomi umat.

“Acaranya sangat bagus, sangat memginspirasi sekali. Terutama pak Muhaimin Iqbal dalam menjelaskan kondisi di lapangan sangat detail,” ujarnya.