Berita Terkini

Hamas Bentuk Komite Hadapi ‘Kesepakatan Abad Ini’ 

GAZA (Jurnalislam.com) – Gerakan Perlawanan Hamas Palestina akan membentuk Komite Nasional Tertinggi Menentang ‘Kesepakatan Abad Ini’. Pernyataan itu disampaikan anggota biro politik Hamas, Salah Al-Bardaweel.

“Kami berupaya menghadapi ‘deal of the century’ dan kami ingin mencapai persatuan nasional yang nyata yang menghormati semua rakyat Palestina,” katanya dilansir Al-Wattan Voice, Rabu (24/4/2019).

Pemimpin senior Hamas mengatakan bahwa gerakannya juga bekerja melawan normalisasi dan memperkuat perlawanan rakyat, tidak hanya di Gaza tapi juga di Tepi Barat yang diduduki.

“Ada 50 titik gesekan di Tepi Barat. Kita harus menginvestasikan perlawanan yang luas dalam hal ini.”

Ia juga menekankan pentingnya kemitraan dengan Jordania dan Lebanon mengenai ‘kesepakatan abad ini’ karena dua negara juga terancam oleh kesepakatan tersebut.

Viral, Foto Muslimah Berpose Tersenyum di Depan Pemrotes Anti-Islam

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Shaymaa Ismaa’eel (24)seorang muslimah ahli terapi perilaku di Washington mendadak terkenal setelah fotonya yang berpose di depan pemrotes anti-Islam viral di media sosial.

Wanita berhijab ini berpose tersenyum di depan beberapa pria pemrotes yang membawa poster-poster bertuliskan hujatan-hujatan terhadap Islam 

“Islam adalah agama darah dan pembunuhan dan Muhammad adalah pembohong,” salah satu tulisan yang tertera dalam poster itu.

Kejadian itu bermula saat Shaymaa usai menghadiri pertemuan internasional Islamic Circle of North America (ICNA) yang dihadiri oleh ribuan umat Islam pada Sabtu (20/4/2019). 

Dia mengatakania mendapati sejumlah pria yang berdiri di depan gedung acara sambil membawa spanduk dan poster-poster anti-Islam. 

Kebanyakan orang sangat kesal dan tidak tahu bagaimana merangkul merekaSejumlah remaja menjadi kesal dan mencoba mendekati mereka,” kata Shaymaa sebagaimana dilansir BuzzFeed News. 

https://twitter.com/ShaymaaDarling/status/1120624558657163264

Namun Shaymaa kemudian memutuskan untuk menanggapi para pengunjuk rasa itu dengan cara yang unikyaitu tersenyum dan berfoto sementara mereka terus mengangkat poster-posternya. 

Shaymaa mengaku, aksinya terinspirasi dari korban pertama serangan teror di Selandia Baru yang menyambut teroris itu dengan mengatakan “Halo, saudaraku.” 

“Pada tanggal 21 April saya tersenyum menghadapi kefanatikan dan merasakan pencapaian terbesar,” kata Shaymaa dalam tweetnya. 

Saat ini foto Shaymaa itu telah disukai oleh lebih dari 200.000 pengguna instagram dan twitter dan terus dibagikan. 

Ini Manfaat Tinggalkan Syahwat dalam Berpuasa

“Ia tinggalkan syahwat, makanan, dan minumannya demi Aku”

JURNALISLAM.COM – Sobat jurnis, tidak terasa hari demi hari telah kita lewati pasca bulan Ramadhan tahun lalu. Ada yang bertahan di dalam komitmen berbuat baik hingga bertemu dengan bulan suci, ada juga yang memudar seiring lewatnya pekan makan kupat bersama.

Menurut perhitungan kalendar, dua pekan lagi kita akan menemui bulan yang akan memperlipatgandakan setiap amalan. Yes, bulan Ramadhan.

Perlu kita syukuri bersama untuk takdir hidup yang Allah berikan hingga dapat diberikan kesempatan untuk bertemu bulan suci. Tidak sedikit dari teman, kerabat, bahkan keluarga yang mendahului untuk menemui sang pencipta.

Well, sebagaimana kita ketahui bersama, untuk mendapatkan pahala maksimal saat berpuasa, hendaknya kita untuk meninggalkan syahwat atau hasrat diri untuk melakukan sesuatu yang dilarang.

Mulai dari makanan, minuman, hingga hubungan seksual suami dan istri yang merupakan syahwat-syahwat keinginan diri yang paling besar.

Menahan syahwat dalam berpuasa

 

Sobat jurnis, ternyata pendekatan diri dengan meninggalkan syahwat-syahwat kesenangan tersebut dalam puasa mengandung beberapa manfaat sebagai berikut.

1. Menundukkan nafsu; sebab kekenyangan, kesegaran, dan kepuasan berhubungan seksual membuat diri cenderung angkuh, arogan, dan lalai.

2. Mengosongkan hati untuk aktivitas pikir dan dzikir; sebab pelampiasan keinginan-keinginan nafsu syahwat akan membuat hari keras dan buta, sehingga lebih lanjut akan menghalanginya untuk bertafakur dan berdzikir kepada Tuhannya, serta membuatnya lalai.

Sementara perut kosong akan menyinari hati, melembutkannya, menghilangkan kekerasannya, dan mengosongkannya untuk berkosentrasi sepenuhnya dalam zikir dan pikir.

3. Membuat orang kaya bisa mengetahui betapa berharganya nikmat yang diberikan Allah kepadanya dan dapat berempati dengan orang-orang fakir yang tidak dikaruniai kelebihan makanan, minuman, maupun pasangan.

Sebab dengan menahan diri dari hal tersebut pada waktu tertentu dan merasakan kesukaran karena hal tersebut, ia akan selalu teringat pada orang yang merasakan kesulitan tersebut sepanjang waktu.

Sehingga, ia pun termotivasi untuk mensyukuri segala nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya secara berlimpah, mengasihi saudaranya yang membutuhkan, dan berempati kepadanya dengan segala sesuatu yang memungkinkan.

4. Puasa menyempitkan pembuluh darah yang merupakan alur lalu lintas setan dalam tubuh manusia, sehingga ruang gerak setan semakin menyempit. Dengan puasa, godaan setan menjadi tenang, dan letupan syahwat serta amarah akan melemah.

Oleh karena itu, Nabi menyebut puasa sebagai tali pengekang (wija) mengingat ia mampu mengekangnya dari syahwat seksual.

Sobat jurnis, perlu diingat, pendekatan diri kepada Allah dengan meninggalkan syahwat-syahwat yang diperbolehkan di luar waktu puasa ini tidak bisa terwujud sempurna, kecuali setelah mendekatkan diri kepada-Nya dengan meninggalkan segala hal yang dilarang-Nya yah.

Sumber: Seri Mengungkap Keutamaan Bulan-bulan Islam: Ramadhan Meraih Rahmat & Ampunan, Ibnu Rajab Al-Hanbali

Modern Cikande Kembangkan Kawasan Industri Halal Ramah Lingkungan

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE) tengah mengembangkan kawasan industri halal bertajuk Modern Halal Valley dengan mengusung konsep lahan hijau yang ramah lingkungan.

Modern Halal Valley adalah generasi terbaru dari pengembangan kawasan industri modern yang memenuhi standar tertinggi dalam memenuhi standarisasi halal, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan.

“Modern Halal Valley akan menjadi zona industri halal yang merangkul nilai-nilai standar halal Internasional dalam hal halal, sehingga keamanan pangan dan kelestarian lingkungan dipastikan terjaga,” ungkap Direktur Utama MCIE Pascall Wilson kepada Bisnis baru-baru ini.

Modern Halal Valley rencananya akan menjadi klaster industri halal yang terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia seluas 500 hektare yang berlokasi di kawasan ModernCikande Industrial Estate (MCIE) di Cikande, Serang, Banten.

Adapun, klaster ini nantinya merangkum Halal Intregrated Supply Chain, Standard Factory Building, Industrial Land, dan Logistic Park.

Tempat UKM

Kemudian, Modern Halal Valley nantinya ditujukan sebagai rumah bagi pengembangan usaha kecil menengah (UKM).

Yang dalam keberadaan industri halal memiliki peran strategis sebagai industri pendukung bagi penyediaan bahan baku serta produsen produk konsumen untuk pasar Indonesia dan internasional.

Untuk UKM, Modern Cikande menawarkan bangunan dengan ukuran 1.250 meter persegi yang dapat digunakan sebagai pabrik maupun fasilitas penyimpanan dengan standar halal internasional.

“Untuk tahap pertama, Modern Halal Valley akan mengembangkan kawasan zona logistik halal internasional seluas 50 hektare di lahan premium yang dibagi dalam beberapa sektor, mulai dari pusat distribusi nasional, kompleks ruang pendingin, dan berbagai sektor lainnya,” jelas Pascall.

Modern Halal Valley selanjutnya juga menyediakan ruang komersial bagi perusahaan yang aktif dalam bisnis halal, perdagangan, dan perbankan.

Baik skala nasional, Asia dan dunia.

Selain itu, kawasan industri halal itu juga dinilai bisa menjadi tempat yang tepat bagi para wirausahawan untuk menumbuhkan ide-ide baru.

Khususny  yang ingin berkontribusi dalam industri halal global melalui Indonesia.

“Modern Halal Valley mengundang para investor untuk berpartisipasi dalam pasar halal terbesar di dunia yaitu Indonesia.”

Sumber : bisnis.com

17 Negera Ikuti Pelatihan Halal LPPOM MUI

BALI (Jurnalislam.com)–Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bekerja sama dengan Indonesia Halal Training and Education Center (IHATEC) untuk keempat kalinya menyelenggarakan Bali International Halal Training on Halal Assurance System (HAS) di Nusa Dua Beach Hotel pada 24-26 April 2019.

Pelatihan tahun ini sekaligus merupakan penyelenggaraan pelatihan internasional ke-11 tentang Sistem Jaminan Halal oleh IHATEC LPPOM MUI.

Pelatihan diikuti oleh 98 perusahaan dari 17 negara, seperti India, Thailand, Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura, Hong Kong, Korea, Filipina, Vietnam, China, Turki, Belanda, Irlandia, Swiss, Australia, dan Selandia Baru.

“Selama tiga hari, peserta menerima berbagai materi seputar pentingnya sertifikasi halal, kriteria HAS 23000:1, kebijakan dan prosedur Halal Certification (HAS 23000:2), tahap persiapan sertifikasi halal, dan saling berbagi pengalaman dalam sertifikasi halal,” kata Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim saat membuka acara, Rabu, 24 April 2019.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun paling penting bagi penerapan Undang Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mengamanatkan pelaksanaannya paling lambat pada 17 Oktober 2019.

Kendati sampai saat ini Peraturan Pemerintah (PP) sebagai peraturan pelaksana UU masih terus dalam kajian presiden dan belum ditandatangani, ia mengajak hendaknya sebagai entitas bisnis, perusahaan selalu siap dalam segala situasi termasuk menyikapi perkembangan regulasi dengan cara mengikuti proses sertifikasi halal sesuai standar yang ada.

sumber: viv.co.id

Islam dan Solusi Massifnya Kriminalitas Remaja

Oleh : Hardita Amalia, S.Pd.I., M.Pd.I

(Jurnalislam.com)–           Kriminalitas dikalangan remaja kian hari bagai fenomena gunung es yang belum mampu terselesaikan.

Menurut data yang dilansir oleh  Kepala resort Jakarta Barat  Selama tahun 2018 hingga Februari 2019, tercatat sebanyak 122 pemuda berstatus pelajar terlibat dalam aksi kejahatan jalanan di Jakarta Barat.

Hal ini dinilai memprihatinkan karena berkaitan dengan adanya konsumsi narkoba di kalangan remaja.

Mengutip dari  jppn.com (19/4/2019) empat pemuda mengeroyok seorang siswa SMA di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, diduga dipicu persoalan asmara. Empat pelaku bernama M Misran (20), Arjuna (20), Ariansyah (19), dan Hendri Yanto (20).

Terbaru, kasus kenakalan remaja kembali ditemukan di Probolinggo, Jawa Timur.Dilansir oleh Kompas.com pada Selasa (16/4/2019).

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan bahwa kedua pelaku berinisial MWS (13) yang masih duduk di bangku SD kelas VI dan MMH (18) duduk di bangku SMP karena tak pernah naik kelas.MWS dan MWH diduga kuat telah memperkosa AZ (18) yang masih duduk di kelas 1 SMA.

Peristiwa asusila itu terjadi pada 2 April 2018, sekitar pukul 15.00 WIB. Dan perilaku asusila tersangka dilakukan berkali – kali hingga korban hamil.

Tidak hanya itu massifnya kenakalan remaja pun terjadi secara merata di berbagai wilayah di Indonesia tak terkecuali di wilayah Karimun Batam.

Diikutip dari batam news.co.id (11/04/2019), kenakalan remaja di Karimun mulai memprihatinkan. Setiap razia ketertiban yang digelar, selalu saja remaja yang terjaring.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengakui hal ini. Razia sering digelar pada saat-saat tertentu, namun tetap saja kenakalan remaja tetap tinggi. Diantaranya massifnya anak muda Karimun Batam yang berpesta minuman keras.

Faktor Penyebab Massifnya Kriminalitas Remaja

Menurut Penulis beberapa faktor penyebab massifnya kriminalitas remaja,diantarany :

Pertama,lost identity  remaja muslim. Kita melihat,bahwa Indonesia adalah negri muslim terbesar di dunia ,Indonesia adalah gambaran representasi muslim dunia.

Tak terkecuali yang terjadi pada  remaja kita,yang kehilangan jati dirinya sebagai seorang remaja muslim yang terikat dengan hukum syara’.

Kondisi pergaulan yang serba hedonis,menyebabkan free sex,hingga hamil di luar nikah menjadi hal biasa yang marak terjadi.

Barat menjadi kiblat dan life style remaja kita. Hingga tak mengherankan,menyebabkan lemahnya aqidah dan keimanan remaja muslimin hingga terseok hilangnya identitas remaja muslim saat ini.

Kedua,lemahnya benteng keluarga. Masifnya kriminalitas remaja,menurut banalisa penulis adalah adalah karena lemahnya support sistem yang baik yakni pengasuhan utama orang tua juga keluarga.

Orang tua dan keluarga menentukan kualitas generasi remaia,jika  orang tua mampu menjadi madrasah pertama utama yang mengajarkan aqidah Islam juga nilai – nilai akhlak karimah akan menjadi benteng utama.

Khususnya bagi anak menghadapi arus zaman yang serba liberal seperti sekarang namun kini kita menghadapi banyaknya remaja yang melakukan kriminalitas sebab broken home yang terjadi dalam unit keluarga.

Ketiga,lemahnya kontrol  masyarakat. Menurut penulis,lingkungan masyarakat memiliki andil besar dalam membentuk ekosistem yang baik yang mampu mentransfer nilai – nilai  luhur kepada warganya.

Sehingga hal tersebut berkorelasi dengan sistem yang diterapkan dalam tatanan masyarakat.

Saat ini sistem demokrasi kapitalisme menjadi pengatur dalam kehidupan sehingga menyebabkan manusia bebas berekspresi sehingga manusia cenderung membuat aturan sendiri dan melakukan segala sesuatu berdasarkan nafsunya.

Tanpa melihat koridor agama.Dan tak hanya itu konteks sekulerisme menjadi penyebab utama maraknya kriminalitas termasuk yang dilakukan para remaja.

Keempat, lemahnya peranan negara. Dalam analisa penulis,saat ini negara belum melakukan upaya komprehensif dalam menyelesaikan persoalan kriminalitas remaja, membuka kran budaya – budaya hedonis Barat masuk ke .

Serta menfasilitasinya menjadi faktor utama penyebab kriminalitas remaja. Maka negara harus serius menjadikan  Islam sebagai problem solving dalam permasalahan kriminalitas remaja ini.

Islam Menyelesaikan Kriminalitas Remaja

Islam adalah agama yang komprehensif memberikan solusi secara sempurna dan menyeluruh dalam setiap problem kehidupan termasuk dalam hal menyelesaikan kriminalitas remaja.

Solusi dalam menyelesaikan kriminalitas remaja,diantaranya yang utama adalah bagaimana menginternalisasi aqidah Islam secara menyeluruh dalam diri remaja, sehingga terbentuk pola fikir dan pola sikap ( syakhsiyah Islam ).

Semua diaplikasikan pada diri seorang remaja. Remaja menyadari esensi penciptaan dirinya dalam kehidupan sebagai abdullah dan khalifatullah di muka bumi.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S  Ad zariyat ayat  56 yakni :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

 

Artinya : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Dalam Q.S Al Baqarah ayat 30 Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Tidak hanya itu maka keluarga sebagai supporting system utama dalam membentuk karakter mulia pada remaja maka keluarga muslim harus memiliki pondasi keimanan yang kokoh dan menyeluruh sehingga terbentuknya generasi mulia generasi rabbani yang memiliki akhlak yang luhur.

Dan tentu peran besar masyarakat dan negara dalam menyelesaikan kriminalitas remaja ini menjadi penentu utama pula.

Sebab masyarakat dan  negara  yang Islam secarah kaffah akan menjadikan bagian masyarakat didalamnya  memiliki perasaan pemikiran serta tolak ukur yang berlandaskan Islam akan menjadi miniatur utama dalam membentuk tatanan sosial yang luhur.

Kita melihat dalam sejarah bahwa selama kurun waktu penerapan Islam,Islam mampu mencetak generasi – generasi remaja rabbani yang bersyakhsiyah Islamiyah, serta mampu menjadi leader perubahan ditengah – tengah umat.

Kita bisa melihat sosok remaja mus’ab bin umair serta muhammad Al Fatih, penakluk Konstantinopel,di usia belia mereka,mereka habiskan untuk berjuang di jalan Allah, menebar manfaat bagi Islam dan masyarakat serta mereka hadir menjadi remaja pemimpin umat di usia belia.

Dengan ketakwaan dan keimanan yang tinggi serta mampu menjadi teladan sepanjang masa.

Maka dengan penerapan Islam secara komprehensif kita akan mampu melahirkan generasi hebat layaknya Mus’ab bin Umair dan Muhammad Al Fatih yang akan menjadi oase di era modern seperti sekarang.

Penulis adalah Dosen STAI PTDII Jakarta, Penulis Buku Anak  Muda Keren Akhir Zaman Qibla Gramedia, Founder Sekolah Ibu Pembelajar

 

Sambut Ramadhan, ACT Luncurkan Program ‘Marhaban Yaa Dermawan’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak seluruh umat Muslim untuk memperbanyak amal melalui program yang terangkum dalam tema ‘Marhaban yaa Dermawan’.

Presiden ACT, Ahyudin mengatakan, momen Ramadhan adalah saat terbaik untuk melipatgandakan ikhtiar dan amalan.

“Walaupun Indonesia masih disibukkan dengan politik, Ramadhan merupakan momen penyatuan berbagai perbedaan,” kata Ahyudin dalam sambutannya di Menara 165, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Untuk program ini, ACT menargetkan dapat menyalurkan pangan 15 ribu ton ke dalam dan luar negeri.

“Kita sudah kirim proposalnya ke ‘langit’ untuk melayani umat dengan 15 ribu ton pangan. Mohon didoakan dan di-support. Marhaban Yaa Dermawan untuk 10 ribu ton dalam negeri dan 5 ribu ton luar negeri,” ujarnya.

Bantuan tersebut akan mulai disalurkan pekan ini melalui Kapal Ramadhan. “Ramadhan juga menjadi spirit menebar amalan kebaikan,” sambung dia.

Sementara itu, Vice president Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar menjelaskan program Marhaban Yaa Dermawan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia berbagi kepada sesama. Karena yang sama-sama diketahui, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kedermawanan paling tinggi di dunia.

“Kami yakin seluruh umat Muslim sangat merindukan kehadiran Ramadan, dan menjadi momen terbaik bagi para dermawan untuk berbagi,” katanya.

Menurutnya, program Marhaban Yaa Dermawan bertujuan sebagai pengentas kemiskinan, yang memang masih tinggi di Indonesia. Bukan hanya Indonesia, perekonomian sejumlah negara berpenduduk mayoritas Muslim juga masih mengkhawatirkan, baik karena konflik internal maupun eksternal yang berkepanjangan.

Untuk Ramadhan kali ini, ACT telah menyiapkan sederet program unggulan dalam tema Marhaban yaa Dermawan, antara lain, Kapal Ramadhan, Dai Tepian Negeri, Dapur Ramadhan, Pembangunan Family Shelter, Masjid dan Sekolah di Lombok dan Palu, Rumah untuk Yatim dan Syuhada di Palestina, Paket Ifthor dan Paket Lebaran untuk Palestina, Suriah, Yaman, Somalia dan Rohingya.

“Untuk target penerima manfaat untuk program dalam negeri, sekitar 6,2 juta jiwa dari akumulasi seluruh program Ramadhan,” ujarnya.

Selain itu, ACT juga memperkuat esensi wakaf di tanah air, seperti program warung wakaf, lumbung pangan wakaf, dan lumbung ternak wakaf. Adapun target dari serangkaian program ini, adalah 2,1 juta penerima manfaat di 223 titik di seluruh Indonesia.

Islam Solusi Tuntas Selesaikan Massifnya Kriminalitas Remaja 

 Oleh : Hardita Amalia, S.Pd.I., M.Pd.I  
(Mom of Two, Dosen STAI PTDII Jakarta, Penulis Buku Anak Muda Keren Akhir Zaman Qibla Gramedia, Peneliti dan Anggota Adspik Nasional, Pemerhati Pendidikan, Konsultan Parenting, Founder Sekolah Ibu Pembelajar) 

KRIMINALITAS di kalangan remaja kian hari bagai fenomena gunung es yang belum mampu terselesaikan. Menurut data yang dilansir oleh Kapolres Jakarta Barat selama tahun 2018 hingga Februari 2019, tercatat sebanyak 122 pemuda berstatus pelajar terlibat dalam aksi kejahatan jalanan di Jakarta Barat. Hal ini dinilai memprihatinkan karena berkaitan dengan adanya konsumsi narkoba di kalangan remaja.

Mengutip dari  jppn.com (19/4/2019) empat pemuda mengeroyok seorang siswa SMA di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, diduga dipicu persoalan asmara. Empat pelaku bernama M Misran (20), Arjuna (20), Ariansyah (19), dan Hendri Yanto (20).

Terbaru, kasus kenakalan remaja kembali ditemukan di Probolinggo, Jawa Timur. Dilansir oleh Kompas.com pada Selasa (16/4/2019), Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan bahwa kedua pelaku berinisial MWS (13) yang masih duduk di bangku SD kelas VI dan MMH (18) duduk di bangku SMP karena tak pernah naik kelas. MWS dan MWH diduga kuat telah memperkosa AZ (18) yang masih duduk di kelas 1 SMA.

Peristiwa asusila itu terjadi pada 2 April 2018, sekitar pukul 15.00 WIB. Dan perilaku asusila tersangka dilakukan berkali-kali hingga korban hamil. Tidak hanya itu massifnya kenakalan remaja pun terjadi secara merata di berbagai wilayah di Indonesia tak terkecuali di wilayah Karimun Batam. Dikutip dari batamnews.co.id (11/04/2019) kenakalan remaja di Karimun mulai memprihatinkan. Setiap razia ketertiban yang digelar, selalu saja remaja yang terjaring.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengakui hal ini. Razia sering digelar pada saat-saat tertentu, namun tetap saja kenakalan remaja tetap tinggi. Diantaranya massifnya anak muda Karimun Batam yang berpesta minuman keras.

Faktor Penyebab Massifnya Kriminalitas Remaja

Menurut Penulis beberapa faktor penyebab massifnya kriminalitas remaja, diantaranya: Pertama, lost identity remaja muslim. Kita melihat,bahwa Indonesia adalah negri muslim terbesar di dunia. Indonesia adalah gambaran representasi muslim dunia. Tak terkecuali yang terjadi pada remaja kita yang kehilangan jati dirinya sebagai seorang remaja muslim yang terikat dengan hukum syara’. Kondisi pergaulan yang serba hedonis menyebabkan free sex hingga hamil di luar nikah menjadi hal biasa yang marak terjadi. Barat menjadi kiblat dan life style remaja kita. Hingga tak mengherankan, menyebabkan lemahnya aqidah dan keimanan remaja muslimin hingga terseok hilangnya identitas remaja muslim saat ini.

Kedua, lemahnya benteng keluarga. Masifnya kriminalitas remaja, menurut banalisa penulis adalah adalah karena lemahnya support sistem yang baik yakni pengasuhan utama orang tua juga keluarga. Orang tua dan keluarga menentukan kualitas generasi remaia. Jika orang tua mampu menjadi madrasah pertama utama yang mengajarkan aqidah Islam juga nilai-nilai akhlak karimah akan menjadi benteng utama bagi anak menghadapi arus zaman yang serba liberal seperti sekarang. Namun kini kita menghadapi banyaknya remaja yang melakukan kriminalitas sebab broken home yang terjadi dalam unit keluarga. 

Ketiga, lemahnya kontrol masyarakat. Menurut penulis, lingkungan masyarakat memiliki andil besar dalam membentuk ekosistem yang baik yang mampu mentransfer nilai-nilai luhur kepada warganya, maka hal tersebut berkorelasi dengan sistem yang diterapkan dalam tatanan masyarakat. Saat ini sistem demokrasi kapitalisme menjadi pengatur dalam kehidupan sehingga menyebabkan manusia bebas berekspresi sehingga manusia cenderung membuat aturan sendiri dan melakukan segala sesuatu berdasarkan nafsunya tanpa melihat koridor agama. Dan tak hanya itu konteks sekulerisme menjadi penyebab utama maraknya kriminalitas termasuk yang dilakukan para remaja. 

Keempat, lemahnya peranan negara. Dalam analisa penulis, saat ini negara belum melakukan upaya komprehensif dalam menyelesaikan persoalan kriminalitas remaja. Membuka kran budaya-budaya hedonis Barat masuk ke Indonesia serta menfasilitasinya menjadi faktor utama penyebab kriminalitas remaja. Maka negara harus serius menjadikan Islam sebagai problem solving dalam permasalahan kriminalitas remaja ini. 

Islam Menyelesaikan Kriminalitas Remaja 

Islam adalah agama yang komprehensif memberikan solusi secara sempurna dan menyeluruh dalam setiap problem kehidupan termasuk dalam hal menyelesaikan kriminalitas remaja. Solusi dalam menyelesaikan kriminalitas remaja,diantaranya yang utama adalah bagaimana menginternalisasi aqidah Islam secara menyeluruh dalam diri remaja,sehingga terbentuk pola fikir dan pola sikap ( syakhsiyah Islam ) pada diri seorang remaja. Remaja menyadari esensi penciptaan dirinya dalam kehidupan sebagai abdullah dan khalifatullah di muka bumi. Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S  Ad zariyat ayat  56 yakni : 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 

Artinya:Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Dalam Q.S Al Baqarah ayat 30 Allah berfirman :  

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ 

Artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Tidak hanya itu maka keluarga sebagai support sistem utama dalam membentuk karakter mulia pada remaja maka keluarga muslim harus memiliki pondasi keimanan yang kokoh dan menyeluruh sehingga terbentuknya generasi mulia generasi rabbani yang memiliki akhlak yang luhur.

Dan tentu peran besar masyarakat dan negara dalam menyelesaikan kriminalitas remaja ini menjadi penentu utama pula. Sebab masyarakat dan  negara  yang Islam secarah kaffah akan menjadikan bagian masyarakat didalamnya  memiliki perasaan pemikiran serta tolak ukur yang berlandaskan Islam akan menjadi miniatur utama dalam membentuk tatanan sosial yang luhur.

Kita melihat dalam sejarah bahwa selama kurun waktu penerapan Islam. Islam mampu mencetak generasi-generasi remaja rabbani yang b-ersyakhsiyah Islamiyah, serta mampu menjadi pemimpin perubahan di tengah-tengah umat. Kita bisa melihat sosok remaja Mus’ab bin Umair serta Muhammad Al-Fatih penakluk konstantinopel. Di usia belia mereka dihabiskan untuk berjuang di jalan Allah, menebar manfaat bagi Islam dan masyarakat serta mereka hadir menjadi remaja pemimpin umat di usia belia, dengan ketakwaan dan keimanan yang tinggi serta mampu menjadi teladan sepanjang masa. Maka dengan penerapan Islam secara komprehensif kita akan mampu melahirkan generasi hebat layaknya Mus’ab bin Umair dan Muhammad Al-Fatih yang akan menjadi oase di era modern seperti sekarang. 

Sebut Pemilu 2019 Terburuk, Tokoh Solo Siap Lawan Kecurangan

SOLO (Jurnalislam.com)- Tokoh Solo dan Mega Bintang Mudrick M Sangidoe mengatakan bahwa pemilu tahun 2019 ini merupakan sejarah kelam jalannya demokrasi di Indonesia karena banyaknya kecurangan yang dilakukan oleh kubu petahana.

Ia bersama relawan Prabowo-Sandi Soloraya mengaku siap melawan bentuk ketidakadilan dan kecurangan-kecurangan tersebut.

“Pemilu yang terbrengsek di indonesia baru kali ini,” katanya di Rumah Aspirasi, Laweyan, Solo, senin, (22/4/2019).

“Jadi kalau sampai mentok itu kecurangan kita bersiap melawan kecurangan dan ketidadilan,” sambungnya.

Kecurangan tersebut disebut Mudrick sudah terjadi dimana-mana dan terlihat sangat masif dan sistematis.

“Kita mengikuti di medsos bahwa banyaknya kecurangan dan bawaslu juga sudah menyebut ribuan kecurangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Mudrick juga mengkritik lambatnya Sistem Informasi Hitung (Situng) resmi milik KPU, ia bahkan menilai hal itu akan membuat celah kubu petahana untuk kembali melakukan kecurangan.

“KPU kelihatan sekali berpihak kepada 01, tidak adil dan tidak jujur, Itu terlalu lama, karena sampai saat ini baru berapa persen, dan ini ada kesengajaan untuk memperlambat,” paparnya.

“Artinya dalam hal ini mereka memberikan kesempatan untuk melakukan yang curang lagi,” imbuhnya.

Mudrick meyakini pemenang Pilpres kali ini adalah pasangan Prabowo dan Sandi, namun demikian, ia meminta masyarakat untuk tetap sabar menunggu KPU dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks.

“Pertama kita siap siap dan mendengarkan perintah langsung dari pak Prabowo dan ulama ulama,” tandasnya.

Dinilai ‘Kearab-araban’, Pemerintah Komunis Cina Hancurkan Masjid di Gansu

XINJIANG (Jurnalislam.com) – Pemerintah Komunis Cina membongkar paksa sebuah masjid di Desa Gazhuang, kota Zheqiao, Provinsi Gansu, Cina pada 11 April lalu. Masjid yang baru selesai dibangun kurang dari satu bulan itu dihancurkan karena dinilai terlalu kearab-araban.

Kendati belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Cina, namun seorang warga muslim setempat mengungkapkan bahwa pejabat setempat pernah menyampaikan alasan tersebut kepada warga.

“Tidak ada langkah-langkah kemanan yang diterapkan, mereka memulai pembongkaran seperti anjing gila. Kuba dihancurkan,” kata warga yang berada di lokasi.

Menurut laporan Deutsche Welle Cina, pemerintah setempat telah memerintahkan masyarakat untuk tidak mendokumentasikan pembongkaran tersebut dalam bentuk apapun. Polisi juga menangkap sejumah warga yang kedapatan merekam dan membagikan video pembongkaran tersebut.

Seseorang yang merekam video ini dan mengirim kepada video tersebut kepada wartawan independen dari Xinjiang bernama Erkin Azat yang saat ini tinggal di Kazakhstan, lalu mengunggahnya ke internet.

Dalam video tersebut, nampak aparat sedang membongkar masjid dengan alat-alat berat. Nampak juga warga muslim yang memprotes tindakan tersebut terlihat menangis di tanah.

Menurut Azat yang menggunakan nama panggilan itu karena takut akan keselamatan keluarganya di Xinjiang, individu itu juga memberitahunya bahwa beberapa orang yang mengambil video itu ditangkap kemudian.

“Menurut sumber saya, pembongkaran di wilayah Gansu dimulai tahun lalu. Masjid hancur dan sangat sulit untuk memverifikasi sosok sebenarnya dari masjid yang dihancurkan di Gansu.

“Tujuan pemerintah (Cina) adalah masjid untuk setiap kota atau distrik dan masjid di pinggiran kota sekarang hilang. Hanya satu masjid yang disimpan jika organisasi internasional datang untuk mewawancarai komunitas Muslim, “katanya. Tambah Azat, warga Muslim takut pergi ke masjid, menyuarakan pendapat mereka dan takut untuk ditanyai.

“Situasi di Gansu telah berkecamuk sejak tahun lalu, sama seperti apa yang terjadi di Xinjiang,” jelasnya.

Sebelumnya, sebuah majalah daring yang giat memperjuangkan kebebasan dan HAM berbasis di Itali, Bitter Winter mengungkap sebuah dokumen rahasia Partai Komunis Cina (PKC) yang memerintahkan aparat untuk merubah tempat-tempat ibadah umat Islam menjadi ‘gaya Cina’ dan menghilangkan gaya arab.

Bitter Winter juga berulang kali melaporkan tentang penghapusan simbol dan struktur Islam di berbagai daerah di Cina seperti di Provinsi Hebei, Ganzu, Shaanxi, dll.

Sumber: Bitter Winter