Tag: bulan puasa
-
Artikel
Unik, Puasa di Oman Bisa Berbeda Durasi
MUSCAT (Jurnalislam.com) – Durasi berpuasa selama Ramadhan berbeda-beda di setiap negara. Rata-rata waktu berpuasa tahun ini sekitar 15 jam di beberapa negara Arab dan negara Muslim lainnya. Dilansir Republika.co.id, di Oman, durasi berpuasa selama Ramadhan bervariasi tergantung wilayah tempat tinggal. Umat Muslim yang tinggal di bagian utara Oman berpuasa rata-rata 14 setengah jam setiap harinya. […]
Selengkapnya: Unik, Puasa di Oman Bisa Berbeda Durasi -
Artikel
Ini Manfaat Tinggalkan Syahwat dalam Berpuasa
“Ia tinggalkan syahwat, makanan, dan minumannya demi Aku” JURNALISLAM.COM – Sobat jurnis, tidak terasa hari demi hari telah kita lewati pasca bulan Ramadhan tahun lalu. Ada yang bertahan di dalam komitmen berbuat baik hingga bertemu dengan bulan suci, ada juga yang memudar seiring lewatnya pekan makan kupat bersama. Menurut perhitungan kalendar, dua pekan lagi kita […]
Selengkapnya: Ini Manfaat Tinggalkan Syahwat dalam Berpuasa -
Internasional
Berbagi Ramadhan di Masjid – masjid London
LONDON (Jurnalislam.com) – Sebagai jutaan umat Islam di seluruh dunia menyambut Ramadhan dengan semangat keagamaan, masjid-masjid London menjadi tuan rumah beberapa kegiatan, termasuk makanan berbuka puasa gratis, untuk menyambut bulan suci. "Orang-orang di sini dapat berpartisipasi," Salman Farsi, petugas komunikasi di Masjid East London, mengatakan kepada Al Arabiya News pada Senin (22/06/2015). "Semangat Ramadhan yang […]
Selengkapnya: Berbagi Ramadhan di Masjid – masjid London -
Nasional
Prof Dr Salim Badjri : Wapres dan Menag Gila Kedudukan dan Lupa Mati
CIREBON (Jurnalislam.com) – Dua petinggi negara ini, menteri agama Lukman Hakim Saifuddin dan wakil presiden Jusuf Kalla baru-baru ini membuat pernyataan kontrovesial yang dinilai telah menyakiti umat Islam. Pada Jumat (5/6/2015) lalu, Lukman Hakim dalam twitternya mengatakan, pada bulan ramadhan warung makan jangan ditutup dan orang yang tidak berpuasa harus dihargai. "Warung2 tak perlu dipaksa […]
Selengkapnya: Prof Dr Salim Badjri : Wapres dan Menag Gila Kedudukan dan Lupa Mati