Berita Terkini

Stagnan 5 %, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah Ekspektasi

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di bawah ekspektasi membuat respon pasar menjadi negatif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2019 sebesar 5,07% secara tahunan atau -0,52% dibanding kuartal sebelumnya.

Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan kuartal I-2018 yang tercatat 5,06% secara tahunan dan lebih rendah dari kuartal IV-2018 yang sebesar 5,18%.

Angka tersebut di bawah prediksi dan konsensus bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di level 5,20%.

Muhammad Al Fatih, Analis Samuel Sekuritas menilai IHSG hari ini terdampak dari sentimen regional yang disebabkan dari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) yang menyatakan akan kembali menaikkan tarif impor Tiongkok yang bisa saja menyulut kembalinya perang dagang.

Selain itu, hasil data ekonomi Indonesia yang di bawah ekspektasi membuat IHSG kian tertekan. “Efeknya kemudian kurs nilai tukar dolr AS menguat,” ujar Al Fatih kepada Kontan.co.id, Senin (6/5).

Lebih lanjut menurutnya, pertumbuhan ekonomi dunia akan melemah. Dan, negara berkembang akan terkena dampak karena masih tergantung dengan global seperti impor dan ekspor. Transaksi Indonesia dengan Tiongkok juga cukup besar

Al Fatih menambahkan, sektor terkait ekspor dan impor akan terdampak. Pun sektor yang rentan dengan perubahan kurs nilai tukar. “ASII akan terdampak karena sebagian komponen masih impor,” ujar Al Fatih.

Kendati demikian pihaknya memproyeksikan sektor konsumer terutama yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari akan lebih baik melihat sentimen dari puasa dan lebaran. INDF dan ICBP jadi salah satu emiten yang masih bisa diperhitungkan.

Sumber: kontan.co.id

 

Prabowo Bicara Kecurangan Pemilu di Hadapan Media Asing

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengundang media asing dan menceritakan adanya kecurangan pilpres 2019 yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Pertemuan tersebut digelar di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta.

Prabowo mengatakan bahwa Indonesia telah menjalani kampanye politik yang sangat berat dan panjang. Lalu dia menyampaikan kecurangan yang terjadi pada pemilu.

“Pada intinya, kami mencoba untuk menjelaskan kepada warga dunia dan Indonesia tentunya bahwa kami mengalami pemilu dengan aksi kecurangan yang terbuka dan terbukti melenceng dari norma demokrasi,” katanya melalui keterangan pers, Senin malam (6/5/2019).

Prabowo menjelaskan bahwa kecurangan masif yang pihaknya anggap sistemik tersebut terlihat dari beberapa hal.

Salah satunya pemberdayaan aparat kepolisian yang secara terang-terangan dan institusi pemerintahan seperti badan intelijen.

“Kami memiliki banyak bukti dan laporan. Kecurangan surat suara seperti surat suara yang sudah dicoblos sebelum pemilu misalnya yang ditemukan di Malaysia, dan berikutnya hal-hal lain,” jelasnya.

Capres nomor urut 02 ini menuturkan sangat menyayangkan hal ini.

Sebab, Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dan bangsa Indonesia memilih demokrasi di tahun 1998.

Baginya, demokrasi adalah pergantian kekuasaan tanpa adanya kekerasan dan berlangsung dengan damai.

Akan tetapi saat ini sistem demokrasi di Indonesia ada yang ingin merusak dengan melanggar ketentuan-ketentuan yang ada oleh sekelompok orang.

“Tapi apa yang terjadi saudara-saudara, inilah yang terjadi di Indonesia. Keinginan 267 juta penduduk Indonesia sedang dilanggar dan dipisahkan. Karena itulah, kita tengah berusaha untuk menegakkan demokrasi di Indonesia menjadi demokrasi yang benar, yang jujur, untuk mengubah sebuah sistem menjadi lebih baik kedepannya,” ucapnya.

UBN Akan Diperiksa Lagi Terkait Dugaan Kasus Jelang Aksi 212

JAKARTA (Jurnalislam.com)–. Pihak kepolisian akan memanggil Ustaz Bachtiar Nasir untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu 8 Mei 2019 terkait dugaan pencucian uang dituduhkan jelang Aksi 212 2016.

Dalam surat panggilan tertulis Kepolisian Nomor S. Pgl/ 1212/V/RES.2.3/2019/ Dit Tipideksus tertanggal 3 Mei 2019, , Senin 6 Mei 2019, disebutkan pria yang karib disapa UBN ini dipanggil untuk didengar keterangannya sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TTPU).

 

Ia dituding melakukan tindak pidana asal mengalihkan aset yayasan dengan melawan hukum.

 

olisi mengusut kasus yang diduga sebagai tindak lanjut dari pencucian uang dana Yayasan Keadilan untuk Semua yang menyeret nama mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia itu

“Ya, sudah dikirim surat panggilannya,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadir Tipideksus) Bareskrim Polri Kombes, Daniel Tahi Monang Silitonga, saat di hubungi, Senin 6 Mei 2019.

Daniel membenarkan Bachtiar Nasir menjadi tersangka dalam kasus dugaan TPPU YKUS yang ditangani Bareskrim pada tahun 2017.

“Sudah lama, itu kasus lama. Kasus yang 2017 itu,” ucapnya.

Surat pemanggilan tersebut ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus selaku penyidik, Brigadir Jenderal Polisi, Rudi Heriyanto Adi Nugroho.

sumber: viva.co.id

TNI Bantah Hoaks Babinsa dan AD Punya Data Prabowo Menang

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat membantah jika institusinya memiliki data hasil perolehan suara Pemilihan Presiden 2019.

“Tidak benar bahwa Angkatan Darat, Babinsa memiliki data atau hasil Pemilu karena memang kami tidak ditugaskan untuk mendata (hasil pemilu),” ujar Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa di Markas Besar AD, Jakarta Pusat, Senin, 6 Mei 2019.

Ia menegaskan, bahwa jajaran prajurit TNI dalam pesta demokrasi serentak di seluruh Indonesia hanya ditugaskan untuk melakukan pengamanan di seluruh wilayah Tanah Air.

“Jadi tugas AD yang dioperasionalkan oleh Mabes TNI itu adalah pengamanan. Mulai masa kampanye, masa tenang, distribusi logistik hingga selesai,” katanya.

Dijelaskannya, prajurit TNI diminta oleh institusi Polri untuk membantu pengamanan Pemilu.

Dengan demikian, Andika kembali  menegaskan, bahwa tidak benar prajurit TNI mencatat hasil perolehan suara pemilihan umum karena proses perhitungan saja masih berlangsung di Komisi Pemilihan Umum.

“Bagaimana kami memiliki hasil. Perhitungannya saja masih berlangsung, apalagi dianggap kita memiliki C1 dan formulirnya tidak benar. Informasi tersebut adalah berita bohong,” katanya.

Penjelasan Jenderal Andika Perkasa ini menanggapi pernyataan dari Mantan Mantan Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli, Minggu, 6 Mei 2019.

“Barusan belanja buah di supermaket. Didatangi ibu-ibu dan bapak yang saya tidak kenal. Ibu-ibu katakan, “Pak Ramli harus bicara lebih keras, ini sudah ndak benar! Kemudian datang seorang Letkol AD, “Pak ini sudah kebangetan, laporan-laporan Babinsa PS (Prabowo Subianto) sudah menang. Bahkan di kompleks Paspamres!,” ujar Rizal Ramli dalam akun Twitternya @RamliRizal.

Sumber: viva.co.id

Mardani Minta KPU Umumkan Data 440 Petugas KPPS yang Meninggal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera mengumumkan data lengkap 440 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal.

“KPU harus segera umumkan 440 korban petugas KPPS yang meninggal mulai dari nama, alamat dan posisi tugas (PPS atau PPK),” katanya melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam, Senin (6/5/2019).

Lebih lanjut, politisi Fraksi PKS tersebut mengatakan bahwa mereka adalah pejuang demokrasi. “Mereka patut dihargai, kalau perlu dibuatkan tugu peringatan,” ujarnya.

Wakil ketua BPN ini juga mengatakan jumlah petugas meninggal itu seperti seperti korban bencana alam. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah dan masyarakat bisa menghormati para korban. 

“Jumlah seperti itu banyak, seperti korban bencana. Mari kita hargai dan hormati para korban ini. Kami juga menghimbau kita bisa memberikan bantuan dari negara dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Secara pribadi, ia menganggap ini sebagai salah satu bencana demokrasi yang tidak boleh terulang.

Zaitun Rasmin Ajak Umat Doakan Kemenangan Mujahidin Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dua malam sebelum Ramadhan, zionis Israel menembakkan roket ke jalur Gaza, Palestina. Puluhan warga Palestina dikabarkan meninggal dan ratusan lainnya luka-luka.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah, KH Zaitun Rasmin menyatakan serangan ini adalah bukti bahwa Yahudi tidak rela terhadap syiar Islam, karenanya di awal Ramadan ini, Palestina sebagai simbol perjuangan Umat Islam digempur bom dan agresi militer.

“Innalilahi wa innailaihi roojiun. Memang serangan ini membuktikan bahwa Yahudi Israel tidak akan pernah suka umat Islam dan syiar Islam, termasuk Ramadhan,” katanya kepada Jurnalislam.com, di Arrahman Qur’anic Learning Islamic Center, Tebet, Senin (6/5/2019).

Atas penyerangan yang kesekian kali dilakukan Israel, dia menekankan kepada semua Umat Islam untuk terus memperkuat diri dan selalu bertekad melawan penjajahan.

Selain itu, ia mengimbau kepada muslim dunia banyak berdoa kepada Allah untuk Muslim Palestina agar diberi kekuatan dan pertolongan untuk bisa mengalahkan Israel.

“Mudah-mudahan saudara di Gaza diberi kekuatan dan bisa mengalahkan musuh-musuhnya di sana. Israel serta temen-temennya bisa hancur di sana. Kita (harus) terus galang bantuan. Bantu buka puasa dan sahur di sana. Terutama Mujahidin di sana,” tukasnya.

Ramadhan Momen Hilangkan Sebutan Cebong dan Kampret

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Politisi Partai PKB Abdul Kadir Karding mengimbau masyarakat agar menghilangkan sebutan cebong dan kampret.

Dia mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum rekonsiliasi politik.

“Jangan ada lagi sebutan-sebutan yang mendiskreditkan kepada mereka yang berbeda seperti cebong atau kampret,” kata Abdul Kadir Karding dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/5).

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan, sadar atau tidak perbedaan politik telah menghilangkan kehangatan dan keakraban sebagai warga negara.

Dia menegaskan, kondisi ini tak bisa terus menerus dibiarkan.

Dia mengajak masyarakat untuk memperbanyak silaturrahim, ibadah, amal saleh dan kegiatan lain yang bermanfaat bagi diri, orang sekitar dan bangsa.

Dia mengimbau agar lebih baik warga mengisi bulan suci ramadhan ini dengan meningkatkan kualitas puasa.

“Ramadhan menjadi momentum kehangatan dan keakraban itu harus kita nyalakan kembali,” tambah Karding lagi.

sumber: republika.co.id

BSMI: Serangan Israel Saat Ramadhan Nyata Kejahatan Kemanusiaan!

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mengecam keras serangan Israel ke ke Gaza, Palestina pada awal Ramadhan tahun ini.

Serangan tersebut juga menarget kantor berita Turki Anodulu Agency di Gaza. Dilaporkan setidaknya 19 orang Palestina gugur dalam serangan udara tersebut.

Ketua Umum BSMI Djazuli Ambari menegaskan, Israel setidaknya melakukan dua kejahatan besar dalam serangan tersebut.

Pertama, militer Israel melakukan kejahatan persis pada hari pertama bulan suci Ramadhan datang.

Hal ini, papar dia, semakin menegaskan jika Israel tidak lagi peduli tentang rasa kemanusiaan terhadap penduduk Gaza yang tengah menyambut hari pertama Ramadhan.

“Yang kedua, menarget sebuah kantor berita resmi milik Pemerintah Turki menegaskan jika Israel tak lagi menghargai kebebasan pers yang dijunjung tinggi di seluruh dunia,” papar Djazuli dalam keterangannya, Senin (6/5).

Djazuli menyebutkan, Ramadhan sebagai bulan suci umat Islam seharusnya dihormati oleh negara manapun di dunia.

Pada bulan Ramadhan, umat Islam tengah melakukan ibadah sepanjang hari.

“Kita tidak pernah tahu apakah serangan-serangan keji ini menggugurkan penduduk Palestina saat mereka sedang beribadah.

Sebab selama Ramadhan, 24 jam kehidupan umat Islam ada dalam kondisi beribadah. Menyerang orang yang tengah beribadah di bulan Ramadhan adalah kejahatan kemanusiaan,” papar Djazuli.

Institusi Persi Diserang

Sementara, serangan terhadap kantor berita Anadolu Agency merupakan pukulan keras terhadap kemerdekaan pers.

Yang bahkan harus tetap dilindungi dalam kondisi perang sekalipun.

“Ini bukti Israel tak lagi peduli dengan tatanan dunia. Mereka merasa superior di atas bangsa-bangsa lain sehingga tak lagi peduli dengan aturan dan etika yang disepakati oleh negara internasional,” papar dia.

Djazuli mendesak, Pemerintah Indonesia yang tengah didaulat sebagai Ketua Dewan Keamanan PBB menyeret persoalan ini di badan internasional yang berkantor di New York itu.

“Inilah momentum bagi Indonesia yang dipercaya sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB untuk berbuat sesuatu yang nyata bagi Palestina seperti yang selama ini dijanjikan,” ungkap Djazuli.

FUI Kendal Ajak Masyarakat Bergembira Hidupkan Ramadhan dengan Amal Salih

KENDAL (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Kendal ( FUIK ) dalam menyambut bulan Ramadhan mengadakan  kegiatan Aksi Pawai Tarhib Ramadhan di Weleri, Ahad (05/05/2019).

Sebelum Acara di Mulai Ketua FUIK Ustaz Taufik Dzon menyampaikan bahwa acara tarhib digelar sebagai syiar dakwah.

“Diharapkan  pawai ini sebagai peringatan bagi orang – orang yang menodai bulan ramadhan dengan masih melakukan kemaksiatan.” tuturnya.

Ia meminta masyarakat menyambut ramadhan dengan gembira dengan memperbanyak ibadah kepada Allah.

Pawai tersebut diikuti oleh puluhan ormas Islam dari berbagai daerah di Kabupaten Kendal.

Dalam Acara tersebut peserta membawa spanduk dan Bendera Ormas masing-masing yang di mulai dari Masjid Al Huda weleri.

Aksi yang di mulai jam 08.00 dari Masjid Al Huda menuju Pasar Weleri terus ke arah Jenarsari ke arah Caruban hingga ke Pasar Kidul dan diakhiri di masjid Al Huda lagi.

Selain  membagikan Jadwal Imsyakiyah, peserta aksi juga  membagikan Nasi Kuning dan air minum kepada masyarakat yang ditemui.

Salah satu perserta yang mewakili Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sholeh menyampaokan agar para pedagang makanan menghormati pula orang –orang yang berpuasa di siang hari.

reporter l Anom

Pengurus Baru Himi Persis Cianjur Periode 2019 Resmi Dilantik

CIANJUR (Jurnalislam.com)–Pengurus Daerah Himpunan Mahasiwi Persatuan Islam (PD Himi Persis) Cianjur menggelar pelantikan pengurus baru 2019 di Aula Gedung Persistri Cianjur, Ahad, (5/5/2019).

Pengurus generasi pertama  Yanti ruslianti memberikan pesan kepada pengurus yang baru.

Nasihat agar tidak bersedih ketika kaderisasi tidak sesuai dengan harapan.

Menurutnya justru hal tersebut menjadi motivasi agar lebih bersemangat lagi menyampaikan dakwah Islam.

Khususnya di kalangan pemudi dan mahasiswi di kampus-kampus.

“Jangan pernah merasa takut atau sedih dengan jumlah kader yang sedikit, namun jadikan itu sebagai senjata untuk saling bahu-membahu dalam meningkatkan kualitas dakwah,” kata Yanti .

Himi Persis ini, lanjut Yanti, merupakan organisasi sebagai lahan jihad yang luar biasa dalam kehidupan sebagai mahasiswi.

“Himi Persis ini merupakan lahan yang luar biasa, sehingga marilah kita gunakan kesempatan yang luar biasa ini,” pungkasnya.

Sementara itu ketua terpilih Dede Rohimah kedepanya kepengurusannya akan semakin menggiatkan lagi dakwah dikalangan mahasiwi.

Di antaranya selain program kerja dakwah juga akan dimasifkan beberapa kajian keilmuan agar menjadikan mahasiswi di Cianjur sebagai mahasiswi yang Solehah dan intelektual.

“Himi Persis Cianjur memiliki program kerja dalam bidang dakwah dan keilmuan serta kajian yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dakwah dan mengembangkan eksistensi himi Persis di luar otonom Persis,” ucap Dede.

Selain pelantikan, dalam kegiatan yang bertema ‘Perjalanan Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam Cianjur dari masa ke masa’ ini juga dibarengi dengan diskusi, untuk meningkatkan strategi dakwah Islam dikalangan mahasiwi.

Reporter: Saifal