Berita Terkini

Mardani Minta KPU Umumkan Data 440 Petugas KPPS yang Meninggal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera mengumumkan data lengkap 440 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal.

“KPU harus segera umumkan 440 korban petugas KPPS yang meninggal mulai dari nama, alamat dan posisi tugas (PPS atau PPK),” katanya melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam, Senin (6/5/2019).

Lebih lanjut, politisi Fraksi PKS tersebut mengatakan bahwa mereka adalah pejuang demokrasi. “Mereka patut dihargai, kalau perlu dibuatkan tugu peringatan,” ujarnya.

Wakil ketua BPN ini juga mengatakan jumlah petugas meninggal itu seperti seperti korban bencana alam. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah dan masyarakat bisa menghormati para korban. 

“Jumlah seperti itu banyak, seperti korban bencana. Mari kita hargai dan hormati para korban ini. Kami juga menghimbau kita bisa memberikan bantuan dari negara dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Secara pribadi, ia menganggap ini sebagai salah satu bencana demokrasi yang tidak boleh terulang.

Zaitun Rasmin Ajak Umat Doakan Kemenangan Mujahidin Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dua malam sebelum Ramadhan, zionis Israel menembakkan roket ke jalur Gaza, Palestina. Puluhan warga Palestina dikabarkan meninggal dan ratusan lainnya luka-luka.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah, KH Zaitun Rasmin menyatakan serangan ini adalah bukti bahwa Yahudi tidak rela terhadap syiar Islam, karenanya di awal Ramadan ini, Palestina sebagai simbol perjuangan Umat Islam digempur bom dan agresi militer.

“Innalilahi wa innailaihi roojiun. Memang serangan ini membuktikan bahwa Yahudi Israel tidak akan pernah suka umat Islam dan syiar Islam, termasuk Ramadhan,” katanya kepada Jurnalislam.com, di Arrahman Qur’anic Learning Islamic Center, Tebet, Senin (6/5/2019).

Atas penyerangan yang kesekian kali dilakukan Israel, dia menekankan kepada semua Umat Islam untuk terus memperkuat diri dan selalu bertekad melawan penjajahan.

Selain itu, ia mengimbau kepada muslim dunia banyak berdoa kepada Allah untuk Muslim Palestina agar diberi kekuatan dan pertolongan untuk bisa mengalahkan Israel.

“Mudah-mudahan saudara di Gaza diberi kekuatan dan bisa mengalahkan musuh-musuhnya di sana. Israel serta temen-temennya bisa hancur di sana. Kita (harus) terus galang bantuan. Bantu buka puasa dan sahur di sana. Terutama Mujahidin di sana,” tukasnya.

Ramadhan Momen Hilangkan Sebutan Cebong dan Kampret

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Politisi Partai PKB Abdul Kadir Karding mengimbau masyarakat agar menghilangkan sebutan cebong dan kampret.

Dia mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum rekonsiliasi politik.

“Jangan ada lagi sebutan-sebutan yang mendiskreditkan kepada mereka yang berbeda seperti cebong atau kampret,” kata Abdul Kadir Karding dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/5).

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan, sadar atau tidak perbedaan politik telah menghilangkan kehangatan dan keakraban sebagai warga negara.

Dia menegaskan, kondisi ini tak bisa terus menerus dibiarkan.

Dia mengajak masyarakat untuk memperbanyak silaturrahim, ibadah, amal saleh dan kegiatan lain yang bermanfaat bagi diri, orang sekitar dan bangsa.

Dia mengimbau agar lebih baik warga mengisi bulan suci ramadhan ini dengan meningkatkan kualitas puasa.

“Ramadhan menjadi momentum kehangatan dan keakraban itu harus kita nyalakan kembali,” tambah Karding lagi.

sumber: republika.co.id

BSMI: Serangan Israel Saat Ramadhan Nyata Kejahatan Kemanusiaan!

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mengecam keras serangan Israel ke ke Gaza, Palestina pada awal Ramadhan tahun ini.

Serangan tersebut juga menarget kantor berita Turki Anodulu Agency di Gaza. Dilaporkan setidaknya 19 orang Palestina gugur dalam serangan udara tersebut.

Ketua Umum BSMI Djazuli Ambari menegaskan, Israel setidaknya melakukan dua kejahatan besar dalam serangan tersebut.

Pertama, militer Israel melakukan kejahatan persis pada hari pertama bulan suci Ramadhan datang.

Hal ini, papar dia, semakin menegaskan jika Israel tidak lagi peduli tentang rasa kemanusiaan terhadap penduduk Gaza yang tengah menyambut hari pertama Ramadhan.

“Yang kedua, menarget sebuah kantor berita resmi milik Pemerintah Turki menegaskan jika Israel tak lagi menghargai kebebasan pers yang dijunjung tinggi di seluruh dunia,” papar Djazuli dalam keterangannya, Senin (6/5).

Djazuli menyebutkan, Ramadhan sebagai bulan suci umat Islam seharusnya dihormati oleh negara manapun di dunia.

Pada bulan Ramadhan, umat Islam tengah melakukan ibadah sepanjang hari.

“Kita tidak pernah tahu apakah serangan-serangan keji ini menggugurkan penduduk Palestina saat mereka sedang beribadah.

Sebab selama Ramadhan, 24 jam kehidupan umat Islam ada dalam kondisi beribadah. Menyerang orang yang tengah beribadah di bulan Ramadhan adalah kejahatan kemanusiaan,” papar Djazuli.

Institusi Persi Diserang

Sementara, serangan terhadap kantor berita Anadolu Agency merupakan pukulan keras terhadap kemerdekaan pers.

Yang bahkan harus tetap dilindungi dalam kondisi perang sekalipun.

“Ini bukti Israel tak lagi peduli dengan tatanan dunia. Mereka merasa superior di atas bangsa-bangsa lain sehingga tak lagi peduli dengan aturan dan etika yang disepakati oleh negara internasional,” papar dia.

Djazuli mendesak, Pemerintah Indonesia yang tengah didaulat sebagai Ketua Dewan Keamanan PBB menyeret persoalan ini di badan internasional yang berkantor di New York itu.

“Inilah momentum bagi Indonesia yang dipercaya sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB untuk berbuat sesuatu yang nyata bagi Palestina seperti yang selama ini dijanjikan,” ungkap Djazuli.

FUI Kendal Ajak Masyarakat Bergembira Hidupkan Ramadhan dengan Amal Salih

KENDAL (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Kendal ( FUIK ) dalam menyambut bulan Ramadhan mengadakan  kegiatan Aksi Pawai Tarhib Ramadhan di Weleri, Ahad (05/05/2019).

Sebelum Acara di Mulai Ketua FUIK Ustaz Taufik Dzon menyampaikan bahwa acara tarhib digelar sebagai syiar dakwah.

“Diharapkan  pawai ini sebagai peringatan bagi orang – orang yang menodai bulan ramadhan dengan masih melakukan kemaksiatan.” tuturnya.

Ia meminta masyarakat menyambut ramadhan dengan gembira dengan memperbanyak ibadah kepada Allah.

Pawai tersebut diikuti oleh puluhan ormas Islam dari berbagai daerah di Kabupaten Kendal.

Dalam Acara tersebut peserta membawa spanduk dan Bendera Ormas masing-masing yang di mulai dari Masjid Al Huda weleri.

Aksi yang di mulai jam 08.00 dari Masjid Al Huda menuju Pasar Weleri terus ke arah Jenarsari ke arah Caruban hingga ke Pasar Kidul dan diakhiri di masjid Al Huda lagi.

Selain  membagikan Jadwal Imsyakiyah, peserta aksi juga  membagikan Nasi Kuning dan air minum kepada masyarakat yang ditemui.

Salah satu perserta yang mewakili Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sholeh menyampaokan agar para pedagang makanan menghormati pula orang –orang yang berpuasa di siang hari.

reporter l Anom

Pengurus Baru Himi Persis Cianjur Periode 2019 Resmi Dilantik

CIANJUR (Jurnalislam.com)–Pengurus Daerah Himpunan Mahasiwi Persatuan Islam (PD Himi Persis) Cianjur menggelar pelantikan pengurus baru 2019 di Aula Gedung Persistri Cianjur, Ahad, (5/5/2019).

Pengurus generasi pertama  Yanti ruslianti memberikan pesan kepada pengurus yang baru.

Nasihat agar tidak bersedih ketika kaderisasi tidak sesuai dengan harapan.

Menurutnya justru hal tersebut menjadi motivasi agar lebih bersemangat lagi menyampaikan dakwah Islam.

Khususnya di kalangan pemudi dan mahasiswi di kampus-kampus.

“Jangan pernah merasa takut atau sedih dengan jumlah kader yang sedikit, namun jadikan itu sebagai senjata untuk saling bahu-membahu dalam meningkatkan kualitas dakwah,” kata Yanti .

Himi Persis ini, lanjut Yanti, merupakan organisasi sebagai lahan jihad yang luar biasa dalam kehidupan sebagai mahasiswi.

“Himi Persis ini merupakan lahan yang luar biasa, sehingga marilah kita gunakan kesempatan yang luar biasa ini,” pungkasnya.

Sementara itu ketua terpilih Dede Rohimah kedepanya kepengurusannya akan semakin menggiatkan lagi dakwah dikalangan mahasiwi.

Di antaranya selain program kerja dakwah juga akan dimasifkan beberapa kajian keilmuan agar menjadikan mahasiswi di Cianjur sebagai mahasiswi yang Solehah dan intelektual.

“Himi Persis Cianjur memiliki program kerja dalam bidang dakwah dan keilmuan serta kajian yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dakwah dan mengembangkan eksistensi himi Persis di luar otonom Persis,” ucap Dede.

Selain pelantikan, dalam kegiatan yang bertema ‘Perjalanan Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam Cianjur dari masa ke masa’ ini juga dibarengi dengan diskusi, untuk meningkatkan strategi dakwah Islam dikalangan mahasiwi.

Reporter: Saifal

Serangan Israel ke Gaza Didukung Penuh Donald Trump

GAZA (Jurnalislam.com) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan pihaknya mendukung serangan pasukan Israel di Gaza yang telah menewaskan 25 rakyat Palestina. Trump menuding kelompok perlawanan Palestina dari Hamas dan Jihad Islam yang bersalah atas kondisi tersebut.

“Kepada warga Gaza, aksi-aksi para teroris dalam melawan Israel ini hanya akan membuat Anda lebih menderita. Akhiri kekerasan dan bekerjalah menuju perdamaian – itu bisa terjadi!” kata Trump dalam cuitannya di twitter.

“Sekali lagi, Israel menghadapi rentetan serangan roket mematikan oleh kelompok-kelompok teroris Hamas dan Jihad Islam. Kami mendukung Israel 100% dalam mempertahankan warganya,” sambung dia.

Sedikitnya 25 warga Palestina tewas di Gaza termasuk ibu hamil dan anak-anak akibat serangan udara brutal yang dilancarkan tentara penjajah Israel sejak Jumat (4/5/2019) lalu. Tidak hanya itu, Israel juga menghancurkan kantor berita Turki Anadolu Agency. Tindakan itu telah mengundang kecaman dunia internasional, namun seperti biasa, Israel tidak peduli.

 

Hamas: Semakin Gencar Serangan, Semakin Kuat Rakyat Melawan

GAZA (Jurnalislam.com) – Merespon serangan udara brutal zionis Israel yang menargetkan penduduk sipil Gaza sejak beberapa hari lalu, Kepala Biro Politik Hamas Ismael Haniya menegaskan, jika Israel tidak menghentikan serangannya, maka medan perang akan semakin meluas.

Berikut pernyataan lengkap Ismael Haniya menanggapi serangan udara zionis Israel di Gaza:

Pasukan pendudukan Israel memulai babak baru kekerasan terhadap warga sipil Palestina pada Jumat lalu ketika mereka membenci para demonstran damai Palestina di Great Return March, membunuh dan melukai sejumlah warga sipil Palestina secara sengaja dan sengaja. Pada hari yang sama, pasukan Israel menembaki sekelompok warga Palestina yang berjarak tiga kilometer dari pagar pemisah.

Sejak Jumat, pendudukan Israel telah meningkatkan serangan terhadap sasaran sipil di Jalur Gaza, menyerang rumah, lokasi sipil, dan situs pemerintah dan membunuh bayi, wanita, dan orang tua. Sebagai tanggapan, faksi perlawanan Palestina memutuskan untuk membela orang-orang Palestina dari serangan-serangan mencolok Israel. Mereka juga menanggapi pelanggaran Israel untuk menekan pendudukan Israel untuk menghentikan agresi dan menerapkan pemahaman gencatan senjata yang disepakati.

Kami menekankan bahwa semakin mengerikan serangan Israel terhadap warga sipil Palestina, semakin kuat respons Palestina.

Mengingat bahwa pendudukan Israel telah menolak untuk menerapkan pemahaman gencatan senjata dan menghentikan waktu untuk menghindarinya, hal itu telah memicu kemarahan orang-orang yang terkepung di Gaza. Kemudian, pasukan pendudukan Israel melakukan kejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan dengan menargetkan warga sipil dan menyerang lokasi-lokasi sipil, hanya membunuh warga sipil Palestina.

Sebaliknya, faksi-faksi perlawanan Palestina, terutama Brigade al-Qassam, telah menanggapi serangan-serangan Israel dengan penuh perhitungan.

Hamas menekankan bahwa ketenangan dapat dipulihkan hanya setelah menghentikan agresi Israel terhadap Jalur Gaza dan menerapkan pemahaman gencatan senjata oleh pendudukan Israel. Orang-orang Palestina yang terkepung di Jalur Gaza selama lebih dari 12 tahun hanya menuntut hak-hak dasar mereka, seperti semua hukum dan konvensi internasional.

Akhirnya, jika pendudukan Israel tidak menerapkan pemahaman gencatan senjata, medan perang akan semakin meluas.

Ismail Haniyeh

Kepala Biro Politik Hamas

Belajar Dari KH Mas Mansyur, Sang Pelopor

Oleh : M. Arsyad Arifi
Koordinator Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Republik Yaman

Siapa yang tak kenal KH Mas Mansyur? Kiai kharismatik yang menjadi tokoh “Empat Serangkai” pemimpin PETA (Pusat Tenaga Rakyat) bersama Soekarno, Hatta, dan Ki Hajar Dewantara.

Kyai yang pandai berpotret, suka memakai sarung dan peci ini lahir dari pasangan K.H. Mas Ahmad Marzuki dan Raudah di Surabaya, 25 Juni 1896 tepatnya di kampung Sawahan, Surabaya. Beliau tumbuh dalam lingkungan religius, mengingat ayahnya sendiri merupakan bagian dari keluarga Pondok Pesantren Sidoresmo Surabaya.

Murid Kyai Khalil Bangkalan dan Kyai Muhammad Thaha Sidoresmo ini terkenal cerdas, gemar membaca, dan suka mendengarkan nasehat. Bakat kepemimpinannya, menurut Muslihat (kakaknya), sudah terlihat sejak kanak-kanak. “ Ketika masih kanak-kanak, ia sering bermain sekolah-sekolahan dan ia seakan menjadi guru, bantal-bantal itu diibaratkan para murid” terang Muslihat.

Maka dari itu orang tuanya menyarankan beliau untuk naik haji dan berguru kepada Syekh Mahfudz Termas di Makkah. Di tengah-tengah pembelajarannya, terjadi pergolakan politik yang membuatnya harus pindah dari Saudi Arabia. Akhirnya turunlah sauh KH Mas Mansyur di negeri Firaun. Beliau melanjutkan pembelajarannya di Universitas Al-Azhar Cairo. Pada saat inilah beliau bertemu dengan banyak tokoh pembaharu seperti Muhammad Abduh, Rasyid Ridha terkenal dengan tafsirnya “Al-Manar”, Kasim Amin, Muhammad Haykal yang terkenal dengan karyanya “Hayatu Muhammad”, Abbas M. Akkad hingga Saad Zaghlul yang dikenal sebagai bapak kemerdekaan Mesir

Jiwa pelopor KH. Mas Mansyur mulai tumbuh dan terpatri dalam sanubarinya. Kalau Albert Camus mengatakan, “Aku memberontak maka aku ada“, dapat dikatakan KH Mas Mansyur, “Aku membaharu maka aku ada.”

Seusai menuntut ilmu, pulanglah ia ke tanah air pada tahun 1915. Sepulangnya di rumah, ia mendapati pertumbuhan pergerakan nasional terjadi di berbagai tempat, yang pada pada akhirnya mempertemukan ia dengan Persyarikatan Muhammadiyah karena kecocokan visi dan misi.

Tak butuh waktu lama semenjak perkenalannya beliau langsung jatuh cinta dengan Muhammadiyah. Maka beliau masuk ke dalamnya pada tahun 1921. Setelah masuk, jiwa pelopornya yang didapatkan saat di Mesir pun berkobar. Setelah mendapat izin dari KH Ahmad Dahlan maka dengan penuh semangat KH Mas Mansyur mendirikan Muhammadiyah Cabang Surabaya di tahun itu juga. Tak hanya itu, ia pun mengusulkan berdirinya Majelis Tarjih pada Kongres Muhammadiyah yang ke-16 di Pekalongan tahun 1927. Alasannya adalah guna mencegah timbulnya percekcokan dan perselisihan masalah-masalah agama di kalangan Muhammadiyah. Sebab hal itu akan menghambat jalannya kemajuan organisasi, serta akan meretakkan ukhuwah islamiyah. Di samping itu, untuk mencegah timbulnya penyalahgunaan hukum agama demi kepentingan pribadi.

Pengaruhnya yang sangat berarti di tubuh Muhammadiyah inilah yang membuatnya akhirnya terpilih menjadi Ketua PB Muhammadiyah pada tahun 1937-1943. Beliau menjadi nahkoda bahtera Muhammadiyah yang ketiga setelah KH Ahmad Dahlan dan KH Ibrahim.

Kepeloporannya tak hanya di lingkungan Muhammadiyah saja, bersama HOS Cokroaminoto, KH Mas Mansyur ikut menahkodai Sarekat Islam yang menjadi satu-satunya wadah perjuangan umat Islam di bidang politik kala itu. Beliau juga tergabung dalam MIAI atau Majelis Islam A’la Indonesia yang menjadi cikal bakal Masyumi yang sangat masyhur pengaruhnya. Juga melalui PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpinnya ia membentuk BKR yang bertransformasi menjadi TKR yang kini menjadi TNI.

Selain peran di politik pemerintahan, tokoh Muhammadiyah ini sangat akrab dengan semua kalangan, termasuk juga dengan Nahdhatul Ulama. Tercatat setelah kepulangannya dari timur tengah, bersama KH Wahab Chasbullah mempelopori berdirinya kelompok diskusi “Taswirul Afkar” di Surabaya. Lalu mereka membentuk suatu perkumpulan yang bergerak dalam bidang pendidikan yang diberi nama “Djami’ah Nahdhatul Wathan” dari perkumpulan inu kemudian didirikan sekolah yang cukup modern kala itu dengan “Khitabul Wathan” di Surabaya. Perkumpulan ini berkembang pesat hingga muncullah cabang-cabang di berbagai tempat. Selain itu beliau ikut mempelopori berdirinya STI yang menjadi Sekolah Tinggi Islam pertama dan satu-satunya di Indonesia kala itu.

Tinta emas prestasi yang diukir oleh KH Mas Mansyur membuat pada puncaknya beliau meraih gelar Pahlawan Nasional yang disematkan oleh Presiden Soekarno melalui surat keputusan Presiden RI no. 590 th. 1961 tertanggal 19 November 1961.

Sekian banyak prestasi yang ditorehkan oleh KH. Mas Mansyur memberikan kesimpulan bahwasannya beliau adalah sosok ulama yang tak menyukai stagnasi dan kebekuan ide maka dari itu beliau mendobraknya dengan pembaharuan di segala, tempat, waktu dan dengan siapapun kawannya. Jiwa kepeloporan inilah ibrah yang harus kita ambil dari beliau karena Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

Barangsiapa mencontohkan dalam Islam contoh yang baik maka baginya mendapat pahala dari amal itu sendiri dan mendapat pahala dari amalan orang yang mengamalkannya dengan apa yang telah ia contohkan tanpa berkurang pahalanya sedikitpun dan barangsiapa mencontohkan dalam Islam contoh yang buruk maka baginya mendapat dosa dari amal itu sendiri dan mendapat dosa dari amalan orang yang mengamalkannya dengan apa yang telah ia contohkan tanpa berkurang dosanya sedikitpun (H.R. Muslim)

Maka dari itu, mari kita menjadi pelopor dalam kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Wallahua’lambishawab

Mukalla, 1 Mei 2019

Pukul 23.30 WPT

Sambut Ramadhan, FPI Jember Gelar Pertemuan dengan Elemen Umat Islam

JEMBER (Jurnalsilam.com) – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, DPW Front Pembela Islam (FPI) Jember mengadakan acara silaturahmi antar ormas Islam di markaz FPI Jember, Sabtu (4/5/2019).

Acara ini bertajuk “Menyongsong Datangnya Bulan Ramadhan 1440 H Menuju Kemenangan Adil dan Makmur”.

Helatan ini juga dihadiri oleh elemen umat Islam, dan undangan para relawan pendukung Prabowo-Sandi.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua FPI Jember Ustaz Muhammad Faizin berharap agar Imam Besar mereka, Habib Rizieq Syihab bisa kembali ke Tanah Air dengan sehat walafiat.

“Kami yakin secara nasional di bulan yang penuh berkah ini kita bisa menyambut kedatangan imam besar kami Habib Rizieq Shihab,” katanya.

Ia juga memberi pesan kepada para relawan dan simpatisan pendukung Prabowo – Sandi.

Dalam pesannya, diharapkan mereka meyakini paslon yang didukung mereka bisa menang.

Apalagi katanya, di Ramadhan ini, umat Islam disarankan banyak berdoa.

“Semoga Allah mengabulkan doa muslimin yang mengharapkan Indonesia yang tentram dan damai, mendapatkan pemimpin yang amanah, adil, dan mendukung perjuangan umat,” katanya.

reporter: Samsul