Responsive image
Responsive image
Responsive image

Azerbaijan Akan Hidupkan Kembali Wilayah Bekas Jajahan Armenia

Azerbaijan Akan Hidupkan Kembali Wilayah Bekas Jajahan Armenia

KARABAKH (Jurnalislam.com) – Presiden Azerbaijan pada Rabu (11/11) mengatakan bahwa wilayah Karabakh Atas, yang telah diduduki Armenia selama hampir tiga dekade dan baru-baru ini dibebaskan oleh Azerbaijan, akan dihidupkan kembali.

“Persatuan rakyat kami akan memungkinkan kami untuk menghidupkan kembali wilayah yang dibebaskan. Karabakh akan terlahir kembali. Itu akan dihidupkan kembali dan akan menjadi surga yang nyata,” kata Presiden Ilham Aliyev di Twitter.

Azerbaijan dan Armenia menandatangani perjanjian yang ditengahi oleh Rusia pada 10 November untuk mengakhiri pertempuran dan bekerja menuju solusi yang komprehensif. Presiden Aliyev memuji kesepakatan itu sebagai kemenangan bagi negaranya dan kekalahan bagi Armenia, dengan mengatakan keberhasilan militernya memungkinkan negara itu mengakhiri pendudukan selama tiga dekade.

“Ini adalah saat-saat paling membahagiakan dalam hidup kita masing-masing. Perang Karabakh kedua akan dicatat dalam sejarah sebagai kemenangan gemilang Azerbaijan. Semua rakyat kami menunjukkan persatuan dan solidaritas dalam memastikan kemenangan ini,” ujar dia.

Dia menyebut kemenangan itu berkat dari “profesionalisme dan keberanian” para prajurit. Kemenangan di medan perang adalah hasil kemenangan di bidang politik.

“Kami akan semakin memperkuat kemenangan bersejarah kami di ranah hukum dan politik,” ujarnya.

Menekankan bahwa masalah keamanan dan infrastruktur harus diprioritaskan untuk pemulangan para pengungsi, Aliyev mengatakan daerah memerlukan penambangan dan Baku akan melibatkan organisasi internasional dalam prosesnya. Dia menekankan pemerintahnya akan membangun kembali rumah yang hancur selama perang.

Hubungan antara bekas republik Soviet menjadi tegang sejak 1991 setelah militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Bentrokan baru meletus 27 September, dan tentara Armenia melanjutkan serangannya terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar tiga perjanjian gencatan senjata kemanusiaan, selama 44 hari. Baku membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia.

Turki menyambut gencatan senjata sebagai “kemenangan besar” bagi Azerbaijan. Sebelum perang Karabakh yang kedua, sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan Armenia secara ilegal selama hampir tiga dekade.

Sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X