Di Konferensi NGO Se-ASEAN, KISPA Sampaikan Komitmen Bangsa Indonesia Bebaskan Palestina

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ustaz Ferry Nur mengatakan, Indonesia akan senantiasa membela rakyat Palestina.

Pernyataan itu disampaikan dalam “Konferensi NGO ASEAN Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa” di Putrajaya, Malaysia, Sabtu (23/3/2019).

“Jika Anda pergi ke salah satu wilayah di Indonesia, tepatnya kota Kudus ada Masjid Al Aqsha. Itu merupakan bukti Indonesia cinta Al-Quds. Indonesia adalah negara yang menolak penjajahan,” katanya.

Ia menjelaskan, pembelaan Indonesia terhadap Palestina sudah menjadi amanat Undang-undang.

Oleh sebab itu, siapapun yang memimpin Indonesia dia harus membela Palestina.

Ferry menambahkan, Palestina adalah negara pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia ketika dijajah dulu.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada Palestina karena mendukung kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

Ia juga mengisahkan tentang saudagar kaya asal Palestina yang menyumbangkan tabungannya untuk kemerdekaan Indonesia.

“Dahulu ada seorang saudagar kaya asal Palestina namanya Muhammad Ali Taher. Haji Agus Salim menemui beliau, lalu diberikan semua tabungan untuk mendukung kemerdekaan Indonesia dari tangan Belanda,” paparnya.

Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa generasi saat ini memberikan dukungan penuh. Ada 20 lebih NGO kemanusiaan di Indonesia yang mendukung penuh perjuangan Palestina.

“Bagi masyarakat Indonesia, perjuangan mendukung kemerdekaan ini harus dilanjutkan,” pungkasnya.

Reporter: Ally M Abduh

Wow, Pastor Palestina Ini Imbau Umat Kristen Dukung Perjuangan Pembebasan Baitul Maqdis

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Tokoh Kristen asal Yerusalem, Pastor Dr Alex Awad mengimbau kepada umat Kristiani untuk tidak ikut serta bersama Zionis Israel dalam memerangi rakyat Palestina.

“Setiap orang Kristen yang mendukung penjajahan Israel atas Palestina, saya tidak setuju,” tegasnya kepada wartawan di Kompleks Islam Putrajaya, Malaysia, Sabtu (23/3/2019).

Pernyataan itu menyinggung masih banyaknya umat Kristen di dunia yang bangga dengan simbol-simbol Israel dan mendukung kemerdekaannya. Padahal, kata dia, umat Kristen dan umat Islam bersatu melawan penjajahan tersebut di Palestina.

“Kami Kristen, Muslim dan Yahudi kita harus memperjuangkan keadilan di Palestina. Kita harus mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk kemerdekaannya,” paparnya.

Alex mengungkapkan, nasib umat Kristen di Palestina nyaris sama dengan umat Islam. Rumah mereka dirampas, keluarganya dibunuh.

Ia melanjutkan, ayahnya tewas ditembak sniper tentara zionis Israel sekitar tahun 70-an. Ia bersama ibu dan tujuh orang saudaranya pun harus mengungsi bersama rakyat Palestina lainnya.

Dr Alex yang berasal dari keluarga Kristen taat di Yerusalem itu hadir dalam acara Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis.

Ia menjelaskan, kehadirannya dalam acara ini untuk meluruskan pemahaman umat Kristen bahwa perjuangan rakyat Palestina bukan hanya milik umat Islam.

“Untuk itulah saya ada disini, Isu pendudukan Zionis Israel sebenarnya bukan sekadar isu umat Islam, sebaliknya itu adalah isu kemanusiaan karena korbannya bukan hanya umat Islam saja,” pungkasnya.

Reporter: Ally M Abduh

Menhan Malaysia: Siapa yang Menguasai Baitul Maqdis Maka Bisa Mengusai Dunia

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Malaysia, Tuan Mohamad Sabu hadir memberi sambutan dalam Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa di Komplek Putrajaya, Malaysia, Sabtu (23/3/2019).

Kehadirannya menggantikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang berhalangan.

Dalam kesempatan itu, Sabu menjelaskan secara singkat alasan kenapa umat Islam harus mempertahankan Baitul Maqdis. Padahal, kata dia, secara nilai ekonomi tidak ada yang berharga di kawasan itu.

“Terkadang saya heran kenapa kita harus membebaskan Baitul Maqdis. Tidak ada emas, tidak ada berlian, tidak ada minyak di sana. Kenapa kita semua mau berkorban untuk Baitul Maqdis?” papar dia.

Ia menjelaskan, Nabi Daud dan Sulaiman ketika mengusai Baitul Maqdis mereka mampu mengusai dunia, begitu juga Raja Namrud.

“Roma, ketika mereka mengusai Baitul Maqdis, mereka mengusai dunia. Muslim, juga pernah menguasai Baitul Maqdis, mereka bisa mengusai dunia. Sekarang Zionis Israel yang mengusaianya, maka dia yang mengusasi dunia. Ada apa di Baitul Maqdis?” jelasnya.

Ia kemudian mengutip Al-Qur’an Surat Al-Israa ayat 1. “Tanah ini, Aladzii baarokna hawlahu (tanah yang diberkahi), apa artinya itu?” sambungnya.

Itulah mengapa, kata dia, Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya sangat mendukung pembebasan Baitul Maqdis dan menentang penjajahan Zionis Israel atas Palestina.

“Malaysia akan terus melawan penindasan zionis Israel. Sebab kejahatan Israel di tanah AlQuds adalah terorisme. Meskipun zionis Israel tak pernah disebut teroris ketika mereka menyerbu rumah sakit, sekolah, hingga anak-anak dan perempuan jadi korban,” pungkasnya.

Reporter: Ally M Abduh

Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Plus Digelar di Putrajaya Malaysia

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Plus Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa di Auditorium JAKIM, Islamic Complex Putrajaya, Malaysia resmi dibuka, Sabtu (23/3/2019).

Puluhan NGO dari negara-negara ASEAN dan negara lainnya hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) bekerjasama dengan Jabatan Kemajuan Islan Malaysia (JAKIM) itu.

Ketua MAPIM Tuan Haji Mohamad Azmi mengatakan, pertemuan tersebut digelar sebagai upaya untuk mencari solusi nyata dalam mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa.

“Karena kami semuanya telah sepakat bahwa Al Aqsa adalah milik kami. Kita disini untuk melakukan sesuatu,” tegasnya sesaat memberikan sambutan.

Sementara itu, Ketua Konferensi Datu Sri Ahmad Awang, menegaskan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa adalah tanggungjawab umat Islam seluruh dunia. Oleh sebab itu, umat berkewajiban menjaga dan mempertahankanya.

Acara dibuka oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk M Bin Shabu menggantikan Perdana Menteri DR Mahatir Muhammad yang berhalangan hadir.

Reporter: Ally M Abduh

JAS Malang untuk Selandia Baru: Aksi Solidaritas dan Doa Bersama

MALANG (Jurnalislam.com) – Aksi Solidaritas untuk Muslim Selandia Baru juga digelar Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) di Jalan Veteran Malang, Jumat (22/03/2019).

Aksi yang digelar seusai salat Jumat tersebut, diawali dengan salat ghaib, doa bersama, dan dilanjut dengan membentangkan banner di sekitar jalan Veteran.

Selain bentuk solidaritas, tujuan aksi ini untuk mengecam aksi terorisme di Selandia Baru, dan berharap pemerintahan setempat menjatuhi vonis seberat-beratnya bagi pelaku teror.

“Aksi ini kami selenggarakan dalam rangka mengecam aksi teroris di Selandia Baru, berharap pemerintah setempat menghukum pelaku dengan seberat-beratny,” kata Fuad Ibrahim, ketua JAS Malang seusai aksi.

Selain itu ia juga mengajak warga Malang untuk mendoakan korban tewas pada Jumaat lalu di dua Christchurch, Selandia Baru.

“Agar ditempatkan ditempat yang mulia disisi Allah,” pungkasnya.

Diketahui, pada hari ini, Jumat (22/3/2019) digelar aksi solidaritas untuk Selandia Baru serentak di beberapa kota.

Berbeda! PBNU Dukung Wiranto Gunakan UU Terorisme untuk Pelaku Hoaks

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Meski wacana Menkopolhukam, Wiranto yang akan menggunakan undang-undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme untuk pelaku berita bohong atau hoaks dikritik dan ditentang banyak pihak, tetapi tidak dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Wakil Ketua Umum PBNU Maksum Machfoed menyebut, bentuk-bentuk teroris dan pelaku hoaks itu bermacam-macam. Intinya, adalah menebar ketakutan.

“Ya bagus sekali harusnya itu. Jadi gini, teroris itu bisa macam-macam, hoaks itu bisa berwajah teroris, kalau itu kenapa tidak (diterapkan)?” ujar Maksum di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (21/3/19).

Ia mengaku, hoaks itu adalah aksi yang dilakukan dengan tujuan membuat hidup tidak tenang dengan sumber yang tidak dapat di percaya. Selain itu, kata dia, hoaks bentuk nya bermacam, bisa melalui dunia maya maupun nyata.

“Intinya teror to. Teror itu bisa lewat mulut, bisa lewat tindakan fisik, bisa lewat sms, bisa lewat hoaks. intinya teror,” tegasnya.

Menurut Maksum, teror itu bukan hanya dituju pada tindakan fisik dengan senjata pemusnah massal saja, namun juga bisa melalui lisan.

“Jadi intinya, substansinya teror, bukan fisikal teror. Memang, teror pake granat? No. Memang, teror pake senjata tajam? No. Teror pakek mulut juga bisa,” tandasnya.

Namun begitu, menurut dia, indikator untuk pemberlakuan UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme kepada pelaku hoaks tertentu harus diperhatikan dengan cermat. “Iya (pemberlakuanya), tidak ngawur, kemudian dianggap teror,” tandasnya.

Sebelumnya, Wiranto menyebut hoaks merupakan bagian dari tindakan terorisme. Menurutnya, terorisme ada dua, yakni fisik dan nonfisik.

Kecam Aksi Keji di New Zealand, Ini Kata Pemuda Hijrah Al Bantany

CILEGON (Jurnalislam.com) – Pemuda Hijrah Al Bantany ikut mengecam tindakan keji yang menewaskan puluhan umat Islam di dua Masjid Christchurch, New Zealand beberapa waktu lalu.

“Kami mengecam, mengutuk pelaku dan komplotan yang berada di belakang kejadian tersebut,” kata Rulian mewakili Ta’lim Cloud, salah satu komunitas hijrah, bagian dari Pemuda Hijrah Al Bantany di Cilegon, Senin (18/3/2019).

Senada dengan itu, Nofan dari Komunitas Bikers Subuhan Banten mendesak agar pelaku diberikan hukuman berat dan sebanding dengan aksi kejamnya.

“Menuntut agar pemerintah setempat memberi hukuman yang seberat-beratnya bagi pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Switch_on atau komunitas Sahabat Hijrah dari Cilegon mengajak para pemuda di Banten untuk peduli terhadap umat Islam di manapun berada.

“Semoga para korban mendapat pahala syuhada. Dan mengajak pemuda Islam untuk berperan lebih aktif dan peduli lagi terhadap saudara seaqidah di tempat lain,” ungkap Rona perwakilan dari Switch_on.

Sampai saat ini korban tewas akibat aksi terorisme di Masjid Selandia Baru sudah mencapai 50 orang. Pihak keamanan setempat sedang berusaha mengusut tuntas para pelaku aksi teror ini.

Sebagaimana diketahui, Pemuda Hijrah Al Bantany merupakan sebuah wadah untuk komunitas-komunitas hijrah di Banten.

Aksi Solidaritas untuk New Zealand Berlanjut di Semarang, FUIS: Mereka Teroris Sebenarnya!

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Ummat Islam Semarang (FUIS) menggelar aksi solidaritas untuk New Zealand di Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (18/3/2019).

Aksi kecaman atas pembunuhan massal kaum muslimin di dua Masjid Christchurch, New Zealand ini merupakan bentuk kepedulian dari warga Semarang.

“Aksi ini adalah bentuk kecaman terhadap pembunuhan kaum muslimin,” kata ketua FUIS, Wahyu Kurniawan di lokasi.

Selain itu, ia meminta kepada kepala-kepala Negara untuk ikut bersuara terhadap peristiwa tersebut dan meminta kasus ini dikategorikan aksi terorisme.

“Mereka adalah teroris yang sebenarnya,” tegasnya.

Sementara itu, orator lainnya ustaz Amur Yuda berharap, dengan pengorbanan puluhan muslim ini dapat menjadi hikmah untuk menarik orang-orang untuk memeluk agama Islam.

“Pengorbanan darah yang keluar dari umat muslim menjadikan cahaya untuk berbondong-bondong masuk Islam,” pungkasnya.

Acara yang berakhir menjelang waktu salat Ashar tersebut berjalan lancar meski sempat diguyur hujan deras.

Kasus Siyono Berlanjut, Mustofa Nahra Siapkan Saksi Kunci dalam Sidang Pra Peradilan

SOLO (Jurnalislam.com) – Tokoh Muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya mengatakan, pihaknya akan menghadirkan saksi kunci dalam sidang pra peradilan kasus kematian Siyono.

“Jadi (kasus) Siyono ini ada saksi baru yang telah kami kumpulkan,” katanya kepada jurniscom di Kartopuran, Serengan, Solo, Sabtu (15/3/2019).

Diketahui, kasus kematian Siyono oleh Densus 88 menemui babak baru setelah Tim Pembela Pembela Kemanusiaan (TPK) mengajukan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Klaten, Kamis (28/2/2018).

Ia menyebut, saksi baru ini akan menjadi saksi kunci untuk membuka misteri di balik kematian Imam masjid ini.

Menurutnya, saksi yang akan dihadirkan nanti akan mengungkapkan sejumlah fakta baru yang selama ini belum banyak diketahui publik.

“Akan terbuka. Suatu saat kita akan tampilkan,” tandasnya.

Kecam “Tragedi” di Selandia Baru, Ribuan Warga Solo Gelar Aksi Solidaritas

SOLO (Jurnalislam.com) – Aksi terorisme di dua Masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019) memicu reaksi umat Islam Indonesia, Solo salah satunya.

Ribuan warga yang dipimpin Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) turun ke jalan untuk menggelar aksi solidaritas di Bundaran Gladak, Solo, Sabtu (16/3/2019).

“Kami turut berduka dalam tragedi penembakan di Masjid al-Noor dan Linwood di Selandia Baru yang menewaskan puluhan jamaah Masjid,” ungkap ketua DSKS, Ustaz Muinidillah Basri di lokasi.

Muin, sapaan karibnya juga menekankan umat Islam yang berada di Selandia Baru untuk tetap tenang dan istiqomah menjalankan syariat Islam.

Aksi Solidaritas untuk Selandia Baru di Solo. Foto: Ridho/Jurnis

“Tidak surut selangkahpun dalam berislam dan berdakwah di Selandia Baru,” pesan dia.

Sementara itu, ia juga mendesak proses hukum yang saat ini berjalan terhadap pelaku untuk tetap sesuai dan konsisten, serta memberikan hukuman yang seberat-beratnya.

DSKS juga mendesak pemerintah Selandia Baru, agar meningkatkan keamanan dan melindungi seluruh warga negara untuk aman dalam menjalankan setiap kegiatan agamanya.

“Agar dapat hidup damai dan menjalankan ajaran agama dengan aman,” pungkasnya.