Thaliban Sepakati Pertukaran Tawanannya Dengan Lima Mujahidin

KABUL (Jurnalislam.com) – Mujahidin Thaliban menyepakati pertukaran tawanannya bernama Bowe Rober Berghdahl, seorang tentara Amerika berpangkat sersan yang ditangkap Thaliban pada 30 Juni 2009 lalu dengan lima mujahidin Thaliban yang ditahan Amerika di penjara Guantanamo. Mereka adalah Khabarullah Khabra Kahwah, Muhammad Fadzil Anjad, Nurullah Nuri, Abdul Haq Watsiq dan Muhmman Nabi Umri.

Pertukaran yang ini ditengahi oleh pemerintah Qatar itu dibenarkan oleh Obama, seperti ditulis Al Jazeera hari ini.

"Kami telah bekerja selama beberapa tahun untuk mencapai tujuan ini, dan awal pekan ini saya bisa berterima kasih secara pribadi Emir Qatar untuk kepemimpinannya dalam membantu kami menyelesaikannya," kata Obama

Kelima mujahidin Thaliban yang dibebaskan itu mempunyai kedudukan penting dalam pemerintah Taliban ketika ditangkap oleh Amerika 2001 silam. Muhammad Fadzil Anjad adalah wakil menteri pertahanan, sementara Nurullah Nuri adalah gubernur provinsi Balkh. Kepulangan lima petinggi Thaliban itu disambut baik oleh mujahidin Thaliban, dalam sebuah pernyataannya mujahidin Thaliban menyebut pertukaran itu dengan “great joy” (sukacita yang besar).

Mereka telah diterbangkan dari teluk Guantanamo menggunakan pesawar militer C-17 milik Amerika. Tahanan Thaliban yang dibebaskan pun dalam keadaan sehat, sesuai dengan hukum Islam yang harus memperlakukan tahanan perang dengan baik, meski perlakuan sebaliknya dilakukan oleh Amerika kepada tahanan-tahanan Islam. (amaif/Aljazeera)

Ismail Yusanto : Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal Pangkal Segala Permasalahan Bangsa ini

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Dr. Muhammad Ismail Yusanto dalam pidato politiknya di acara Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) HTI di Graha Asia Plaza Tasikmalaya, Ahad (31/5/14) menyampaikan bahwa solusi segala permasalahan bangsa ini adalah dengan meninggalkan demokrasi dengan sistem ekonomi liberalnya dan menegakkan Syariat Islam dan Khilafah.

“Masalah yang terjadi di bangsa ini, yaitu korupsi, freesex, aborsi, undang-undang pro asing, kemiskinan, kedzaliman terhadap umat dan berbagai permasalahan lainnya berpangkal dari diterapkannya demokrasi dan ekonomi liberal”, tegasnya dihadapan ribuan peserta KIP pagi tadi.

Ia melanjutkan, langkah yang harus dilakukan oleh umat Islam untuk keluar dari permasalahan bangsa adalah dengan meninggalkan demokrasi dan menerapkan Syariat Islam dan Khilafah.

“Maka tidak ada lagi pilihan bagi bangsa ini jika ingin keluar dari permasalahan itu kecuali mencampakkan sistem yang rusak ini dan menerapkan Syariat Islam dan Khilafah”, pungkasnya disertai pekik takbir para peserta.

KIP HTI Tasikmalaya yang dihadiri 2.000 peserta dari berbagai daerah di Priangan Timur itu sempat ditolak oleh perguruan pencak silat NU bernama Pagar Nusa, namun acara tetap berjalan lancar hingga selesai pukul 11.30 WIB. (amaif)

 

Meski Sempat Ada Penolakan, KIP HTI Tasikmalaya Berjalan Lancar Tanpa Hambatan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Meski sempat ada penolakan dari massa Perguruan Pencak Silat NU, Pagar Nusa, acara Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) yang diadakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Tasikmalaya di Hotel Graha Asia Plaza, Ahad (31/5/14) berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah, acara berjalan lancar sesuai rencana” kata Agus Hendra, Ketua HTI Tasikmalaya.

2.000 tiket yang disediakan panitia habis terjual, “Malah kita kekurangan tiket, kata bagian kepesertaan sih udah 2.300 lebih yang mendaftar”, lanjut Kang Agus

Acara KIP HTI ini serempak diadakan di beberapa kota di Indonesia pada akhir Rajab dari tanggal 27 sampai 1 Juni 2014 dalam rangka edukasi tentang bahaya Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal.

“Tahun 2014, tema yang kita angkat itu tentang demokrasi. Tema besarnya Indonesia Milik Allah, subtemanya berbeda-beda setiap bulan. Kebetulan untuk bulan Juni subtema yang kita angkat adalah Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal dan bagaimana solusinya, itu yang menjadi fokus acara kita tadi”, paparnya.

Sebelumnya acara serupa juga sukses digelar di Bogor dan Sumedang. (amaif)

Disebut Anti Pancasila, Konferensi Islam dan Peradaban HTI di Tasikmalaya Ditolak Perguruan Pencak Silat NU

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Konferensi Islam dan Peradaban yang tengah digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Tasikmalaya di Hotel Graha Asia Plaza Jl. KH. Zaenal Mustofa sempat mendapat penolakan dari Perguruan Pencak Silat Nahdlatul Ulama, Pagar Nusa Cabang Kabupaten Tasikmalaya yang berdemonstrasi di depan Tugu Adipura, Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Kamis (31/5/14).

Dalam aksinya mereka membentangkan spanduk sepanjang 3 meter berisi “Tolak Khilafah, Bubarkan Hizbur Tahrir Indonesia”. Koordinator aksi, Yoga Arif Maulana dalam orasinya menyampaikan bahwa Pagar Nusa siap membubarkan konferensi HTI dengan segala resikonya.

“Jika aparat, baik pemerintah Kota Tasikmalaya, Polri maupun TNI tidak mampu membubarkan Konferensi HTI tersebut, maka kami PC Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya siap membubarkan acara tersebut dengan segala resikonya,” tegasnya

Menurutnya HTI merupakan kelompok yang mengancam keutuhan NKRI yang membuat makar karena tidak mengakui Pancasila dan UUD 45.

“Ya jelas, mereka itu melakukan makar terhadap keutuhan NKRI dan persatuan bangsa. HTI ingin merubah dasar negara kita, mereka tidak mengakui Pancasila, UUD 45. Maka, sudah merupakan kewajiban kita sebagai penerus perjuangan para ulama pendiri bangsa untuk mengusir dari bumi Indonesia,” papar seperti ditulis nu.or.id, Sabtu (31/5/14).

Tidak hanya itu, ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad An’am Nazily di dalam juga mengancam akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi jika Konferensi tetap dilaksanakan.

Ketua HTI Tasikmalaya, Ustadz Agus Hendra membenarkan adanya aksi penolakan dari Pagar Nusa. Kang Agus, sapaan akrabnya, juga mengaku kerap mendapat SMS terror.

“Menurut keterangan Intel, mereka akan terus melakukan aksi, tapi hingga saat ini tidak ada. Mereka juga kabarnya akan membuat tenda (stand) di depan (gedung Graha Asia Plaza) untuk menghalang-halangi kita, tapi tidak ada juga”, ujarnya kepada jurnalislam di sela-sela persiapannya tadi malam, Sabtu (31/5/14).

Kang Agus menjelaskan bahwa Hizbut Tahrir Indonesia Tasikmalaya juga telah mendatangi sesepuh NU di Tasikmalaya. “Namun mereka bilang tidak tahu menahu,” lanjut Kang Agus.

Konferensi yang akan dihadiri oleh anggota dan undangan se-Priangan Timur itu mengagendakan sosialisasi bahaya demokrasi dan sistem ekonomi liberal. Juru bicara, Ismail Yusanto juga dikabarkan akan hadir. (amaif)

Muhammad AS Hikam: Khutbah Jumat di Masjid Tidak Sah Jika Bicara Politik Kepartaian

Jurnalislam.com – Pengamat politik yang juga tokoh Nahdlatul Ulama, Muhammad AS Hikam, menyikapi perdebatan soal upaya “menginteli” ceramah-caramah di masjid terkait kampanye capres/cawapres. Menurutnya, jika khutbah Jum’at berisi kampanye kepartaian, khutbah tidak sah secara ritual sekaligus menggagalkan fungsinya dalam memberikan pesan moral kepada umat.

“Khotbah Jumat  jadinya, bukan saja menjadi tak sah secara ritual, tetapi gagal menjalankan fungsinya: sebagai wahana memberikan tausiah (pesan) moral kepada ummat. Ia lantas tidak ada tuh bedanya dengan kampanye politik biasa dan berpotensi memecah belah jama’ah !” tulis AS Hikam di situs The Hikam Forum.

Secara khusus, AS Hikam mengingatkan, bahwa pengawasan dan pemantauan khotbah Jumat di masjid tidak akan dianggap sebagai sebuah tindakan sensorship atau pengintelan. “Apakah inisiatif yang dilakukan oleh sebagian pendukung pasangan Jokowi-JK untuk memantau Khotbah Jum’at merupakan tindakan yang secara hukum bisa dipertanggung- jawabkan, dan secara politik tidak beresiko menjadi bomerang bagi diri sendiri?” tulis AS Hikam.

Sebelumnya, anggota Tim Sukses Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari tidak menampik adanya upaya untuk “mengawasi”  ceramah-ceramah agama di masjid masjid. Eva menegaskan bahwa memang kader partai yang Muslim diminta untuk melakukan aksi intelijen terhadap masjid-masjid. (ded412/intelijen)

Kota Bima Hujan Abu, Stok Masker Kurang

BIMA (Jurnalislam.com) – Akibat dari letusan Gunung Sangiang, kota Bima dan sekitarnya dilanda hujan abu. Hujan abu mulai terlihat sejak Sabtu (31/5/14) pagi.

Tebalnya abu membuat warga harus menggunakan masker, namun warga kesulitan mendapatkannya karena apotek-apotek kehabisan persedian masker.

“Masker laku keras, apotek-apotek sampai kehabisan stok”, kata seorang warga.

Gunung berapi yang berada di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima itu meletus pada hari Jumat (30/5/14) sore pukul 15. 55 WITA, semburan abu vulkaniknya mencapai ketinggian 3.000 meter. Hingga saat ini tercatat sudah empat kali letusan.

Letusan gunung berketinggian 1.981 mdpl itu bukanlah kali pertama. Sebelumnya, pada tahun 1985 terjadi letusan yang lebih besar dan disertai awan panas serta hujan pasir di kota Bima dan sekitarnya.

Sejauh ini belum ada laporan jatuhnya korban jiwa atau arus pengungsian dari warga sekitar. Hanya saja ketika terjadinya letusan tersebut, sempat terasa getarannya hingga ke kota Bima.

Reporter : Abu Nusaibah | Editor : Amaif

Almanar Cirebon Berhasil Gagalkan Distribusi Ratusan Dus Minuman Keras

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Almanar) berhasil menyita ratusan dus miras berbagai merek dari sebuah mobil box jenis L 300 warna hitam sekaligus menggagalkan pendistribusiannya ke sebuah Toko milik Ibu Rohmawati di Jl. Majaasem lampu merah Pelandakan, Kota Cirebon, Sabtu (31/05/014). 

Penggerebekan ini berawal dari laporan salah seorang anggota Almanar yang kebetulan melintas di depan Toko tersebut, lalu melihat mobil bos hitam sedang menurunkan berdus-dus miras. Dari penggerebekan itu Almanar berhasil menyita berbagai merek miras, diantaranya : 24 dus AO, 42 dus Intisari, 18 dus bir putih, 10 dus Killin, 11 dus Anggur Kolesom, 7 botol Jack Daniesl, 6 botol Black label, 2 botol Chivas Regal, dan 10 botol Whiskey.

Karena jumlah miras yang sangat banyak dan aparat Kepolisian yang mulai berdatangan, laskar Almanar yang dipimpin oleh Ustadz Andi Mulya itu tidak sempat menghancurkan semua barang haram tersebut. Polisi dari Polres Cirebon akhirnya membawa sisa miras dengan mobil patroli.

Menurut laporan, miras tersebut didistribusikan dari gudang ABC di daerah Mundu. Gudang ABC termasuk salah satu gudang miras terbesar se-Wiayah 3 Cirebon. Minggu lalu, Selasa (20/05/2014) Almanar juga berhasil menghancurkan 45 dus miras yang didapat dari 2 toko di Jalan Palimanan Pasar Minggu, Kabupaten Cirebon. Ibadah amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan oleh Almanar merupakan kegiatan rutin Almanar Wilayah 3 Cirebon.

Reporter : Abu Usamah | Editor : Amaif

 

Boko Haram dan Kepentingan AS di Nigeria

Tampaknya tidak ada yang mampu menghentikan Boko Haram. Minggu ini saja kami telah mendengar kabar bahwa dari tujuh desa yang diserbu oleh Boko Haram, terdapat lebih dari 100 orang tewas.

Namun, karena 300 siswi Chibok masih dinyatakan hilang, insiden terpisah ini hanya menarik sedikit perhatian. Dengan mengingat fakta bahwa 5.000 orang telah tewas dan dengan keinginan menyatukan umat manusia, negara-negara Barat belum memotong bantuan mereka bagi perjuangan tentara Nigeria melawan organisasi primitif ini untuk menemukan gadis-gadis yang hilang.

Negara Barat Memainkan Peran Bak Penyelamat

Prancis mengambil langkah penting dengan mengundang semua negara regional termasuk Nigeria, Chad, Benin dan Niger untuk berpartisipasi dalam Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) dalam rangka kerjasama untuk mengalahkan Boko Haram. Seperti yang diinginkan Nigeria, KTT tersebut menghasilkan keputusan bahwa Dewan Keamanan PBB, Prancis, Inggris, Amerika Serikat dan seluruh negara yang terdaftar dalam PBB mendaftarhitamkan dan memberi sanksi bagi kelompok Boko Haram.

Pada kenyataannya keputusan ini cukup mengejutkan, karena Dewan Keamanan PBB biasanya hanya membuat keputusan semacam itu jika ancaman keamanan yang ada dianggap bersifat regional atau internasional. Boko Haram sampai saat ini hanya melakukan serangan di Nigeria, ditambah adanya desas-desus bahwa mereka juga telah melakukan serangan di Niger dan Kamerun.

DK PBB mengambil keputusan bahwa Boko Haram berubah dari ancaman lokal menjadi ancaman regional. Ada kemungkinan bahwa keputusan ini dibuat untuk membenarkan operasi Barat di wilayah tersebut. Orang mungkin berpendapat bahwa jika Boko Haram mampu melakukan tiga serangan terpisah di Nigeria dalam satu hari, mereka tentu saja dapat melakukan hal yang sama di Niger dan Kamerun. Namun sebaliknya, dapat pula ditafsirkan bahwa perburuan siswi yang diculik tersebut bisa meluas tidak hanya terbatas pada lokasi Boko Haram, dan bisa menjadi upaya untuk melakukan operasi yang lebih luas di seluruh wilayah dengan agenda tersembunyi.

Inggris, yang telah mengirimkan pesawat pencari untuk mendukung operasi adalah salah satu negara yang menjanjikan bantuan. Israel juga telah menjanjikan bantuan intelijen. Namun, bantuan terbesar yang dijanjikan adalah dari Amerika Serikat. AS telah menyebarkan berita melalui media sosial. Presiden Obama dan istrinya telah mengeluarkan sejumlah kampanye dan protes di seluruh AS agar para gadis dibebaskan. LSM Nigeria yang berbasis di AS telah mulai bepergian keliling benua Afrika untuk meningkatkan kesadaran akan kekejaman yang dilakukan oleh Boko Haram.

AS baru-baru ini membahas pengiriman 80 ahli militernya ke perbatasan Chad untuk melawan Boko Haram. Meskipun pejabat AS menentang operasi besar-besaran saat ini, pengiriman unit ini akan dianggap sebuah ekspedisi. AS pernah mengirimkan unit semacam itu ke Uganda di masa lalu, namun posisi geopolitik dan strategis Uganda memang sangat berbeda dengan Nigeria. Karena tidak ada yang mengancam kepentingan AS di Uganda, wilayah tersebut tidak membutuhkan tentara yang besar. Lalu apa yang menjadi daya tarik AS di Nigeria?

Berlomba Demi Ekonomi Nigeria

Nigeria adalah eksportir minyak terbesar Afrika dan memiliki masa cadangan gas alam tak tersentuh. Negara ini memiliki populasi 170 juta dan merupakan pasar konsumen terbesar di benua itu. Meskipun ada ketidakstabilan politik, ekonomi Nigeria terus bertumbuh, melampaui tingkat pertumbuhan Afrika Selatan. Meskipun pertumbuhan juga tercatat di Kenya, Tanzania dan Ghana, tetap tidak bisa sebanding dengan Nigeria. Dengan demikian para investor telah menetapkan untuk mengalihkan perhatian mereka ke Nigeria.

Menyisihkan pengeluaran tambahan, Pemerintah Nigeria juga telah meningkatkan pengeluaran di bidang pertahanan sebesar 130 miliar Naira. Dengan 22 % dari anggaran negara dilimpahkan untuk militer, maka Nigeria juga akan menandatangani perjanjian persenjataan dengan Amerika Serikat, Israel, Inggris, Perancis dan China. Prancis sebelumnya benar-benar tidak tertarik untuk membuat penjualan ke Nigeria, tapi setelah kejadian di Pantai Gading, Nigeria menjadi mitra ekonomi bagi Perancis. Adapun Israel, mereka memiliki bagian penting dari pasar pertahanan Nigeria. Menteri Luar Negeri Israel Avigador Lieberman dalam kunjungannya ke Nigeria menandatangani 12 perjanjian pertahanan. Inggris, kecuali tahun 1960-1969 pasca kemerdekaan, telah menjadi pedagang senjata utama bagi Nigeria.

Apakah AS Bermain Sebagai Mesias ?

Jika kita melihat kembali pada sisi militer, AS sebenarnya masih belum menyelesaikan satu unit pun di Chad, namun mereka sudah memiliki pangkalan udara drone di Niger yang telah diketahui umum. Namun, AS memilih Chad daripada Niger. Hai ini menunjukkan rencana mereka untuk membuka front baru. Telah diketahui juga bahwa 150 tentara yang awalnya ditugaskan untuk Uganda belum juga dikirim untuk melawan Joseph Kony. Sebagian prajurit tersebut saat ini malah tersebar di Uganda, Rwanda, Kongo, Afrika Tengah dan Sudan Selatan untuk melatih tentara pribumi. Dengan cara ini, mereka dapat mengendalikan wilayah yang lebih luas di Afrika. Di satu sisi dapat dikatakan bahwa AS, Inggris, Perancis dan beberapa negara NATO lainnya sedang memperkuat cengkeraman mereka di wilayah-wilayah tersebut sambil meyaksikan kekerasan yang sedang berlangsung. Tidak akan berlebihan bila dikatakan bahwa dalam waktu dua puluh tahun ke dalam, kekuatan-kekuatan ini akan memiliki pengaruh besar atas pertahanan Afrika.

Angkatan Laut AS mempertahankan tentara mereka di Guinea untuk memerangi perdagangan narkoba serta pembajakan sebagai bagian dari proyek AFRICOM, yang juga mencakup pantai Kamerun, Nigeria dan Benin. Pada tahun 2010, AS ingin mendirikan basis di Lagos setelah Nigeria keluar dari perjanjian sebelumnya yang seharusnya berupaya membantu menghentikan ekspor bensin ilegal dari delta Niger. Setelah Nigeria setuju untuk memaafkan Komisi Delta Niger rencana untuk mendirikan sebuah basis AS dibatalkan. Namun, sekarang Presiden Nigeria Goodluck Jonathon sudah berubah kembali ke perjanjian, namun saat ini para kritikus yang menentang pembentukan sebuah pangkalan AS telah dibungkam, karena tentara AS dikatakan tidak datang hanya untuk bensin, namun datang untuk mendukung negara dalam perjuangan melawan terorisme terbesar sepanjang sejarah.

AS kini memberikan pelatihan bagi tentara Nigeria dekat perbatasan Chad sehingga mereka dapat menemukan gadis-gadis yang hilang. Namun, jelas bahwa pelatihan ini tidak diberikan dengan niat tulus. Bukankah semua masalah di Somalia disebabkan oleh US yang berada di belakang pendudukan Ethiopia? Bukankah AS yang melatih tentara Ethiopia untuk menghancurkan Persatuan Pengadilan Islam, yang mengadopsi karakter moderat? Pendudukan ini hanya menyebabkan ketidakstabilan di Somalia dan memunculkan radikalisme.

Di Nigeria, ada populasi Muslim besar yang tidak diperhatikan AS. Perang AS dengan Boko Haram akan sangat mempengaruhi populasi ini. Mereka sudah paling menderita akibat serangan Boko Haram. Dengan radikalisasi Nigeria yang mayoritasnya berjumlah 80 juta Muslim, kemungkinan kata-kata Franz Fanon yang berbunyi 'bumi yang celaka’ ketika terjadi tabrakan dengan sekutu Barat tidak boleh dilupakan.

Mungkin Nigeria sedang menuju perang saudara seperti yang terjadi di Kongo. Amerika Serikat dan Perancis mungkin sedang mempersiapkan untuk memperbaharui kebohongan mereka tentang niat mereka untuk menyelamatkan orang-orang dan membawa perdamaian dengan cara yang sama ketika mereka berbohong tentang intervensi mereka dalam perang sipil Uganda dan Rwanda, yang menyebabkan total 5 juta orang tewas. (jurnalislam/worldbuletin)

PDIP Sedang Menunjukkan Sifat Aslinya

SOLO (Jurnalislam.com) – PDI Perjuangan berencana akan memantau masjid-masjid seluruh Indonesia guna mengawasi materi-materi khutbah Jum’at untuk mengantisipasi black-campaign yang dilakukan lawan politiknya. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicaranya, Eva Sundari pagi tadi, Sabtu (31/05/2014) kepada media setelah mendengar kabar PDIP Jakarta Timur telah menggagas ide spionase itu. Langkah PDIP tersebut menimbulkan tanggapan tegas dari berbagai pihak khususnya aktifis Islam.

Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin (MMI), Irfan S. Awwas dalam sebuah pernyataan hari Jumat (30/05/2014) menentang keras rencana tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla itu.

“PDIP telah memosisikan diri sebagai musuh Islam dan kaum Muslimin,” tegasnya seperti ditulis Hidayatullah, pagi tadi.

Senada dengan itu, Ustadz Abdurachim Ba’asyir memandang bahwa dengan langkah tersebut PDIP sedang menunjukkan sifat aslinya yang anti Islam.

“Menurut saya, PDIP sedang menunjukkan sifat aslinya sebagai komunitas yang anti Islam. Walau mereka berusaha untuk menutupinya dengan menjadikan sosok yang selama ini dekat dengan umat Islam sebagai wakil bagi capresnya, tampaknya hal itu hanya trik untuk mengelabui suara umat Islam dan merebut suara mereka”, kata anak bungsu Ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu kepada Jurnalislam melalui sambungan telepon, Sabtu (31/05/2014).

Ustadz Iim, begitu sapaan akrabnya mengatakan, “PDIP belum berkuasa saja sudah menunjukkan kebencian dan kecurigaan pada umat Islam”.

“Tapi percayalah, sejarah perjalanan partai ini telah memperlihatkan kepada kita tentang bagaimana sebenarnya sikap mereka kepada Islam dan umatnya,” sambung beliau

Beliau menyarankan kepada umat Islam agar tetap waspada dan tidak terkecoh oleh tipudaya kelompok-kelompok anti Islam itu.

“Saya sarankan agar umat Islam waspada terhadap mereka dan tidak terkecoh dengan tipudayanya”, ungkapnya.

PDIP Jakarta Timur telah mengintruksikan kader-kadernya untuk mengawasi materi khutbah jumat di masjid-masjid. Rencana itu kemudian diamini oleh Eva Sundari dan akan diinstruksikan kepada kadernya di seluruh Indonesia (Awas! PDIP Inteli Masjid). (amaif)

Di Kupang, Seorang Ibu Melahirkan Seekor Anak Tokek

KUPANG (Jurnalislam.com) – Seorang Ibu malang di Kupang harus rela menerima seekor anak tokek menjadi anak ketiganya. Nelci Nubatonis, seorang Ibu asal Kampung Oemolo, Desa Oenuntono, Kecamatan Oemofa, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Jumat (30/05/2014) pagigmelahirkan seekor anak tokek.

Proses persalinan Nelci dibantu oleh seorang bidan Puskesmas Oenuntono yang bernama Josephine Lydia Hellen Wadu di rumah Nelci.

"Proses melahirkan tadi pagi pukul 05.30 Wita. Kandungannya juga sudah berusia delapan bulan. Saat melahirkan, tidak tahu juga, tiba-tiba keluar lendir darah bersamaan dengan tokek itu," ungkap Josephine Lydia Hellen Wadu kepada Kompas.com, Jumat (30/5/2014) sore

Josephine pun sempat terkejut karena baru melihat kejadian itu. Karena aneh dengan kejadian tersebut, ibu dan tokek itu kemudian dibawa ke Puskesmas Oenuntono pada siang hari sekitar pukul 14.30 Wita. 

"Kita juga tidak menanyakan kepada pasien kenapa bisa terjadi seperti ini. Namun, informasi dari warga di sekitar sini yang mengenal pasien menyatakan kalau selama ini kemungkinan mereka bertapa," beber Josephine. 

Pasien sendiri, kata Josephine, mempunyai suami bernama Wempi Loasana dan anak tokek ini adalah anak ketiga dari pasangan tersebut. (amaif/kompas)