Hukum Dan Batasan-batasan Wanita Dalam Bekerja

Banyak persoalan yang dialami oleh kaum wanita muslimah di adab modern ini, karena tidaklah mudah untuk mengaplikasikan konsep-konsep yang mereka terima di majelis ilmu dan menjadi sosok sempurna sebagai seorang muslimah. Terutama bagi kaum muslimah yang sudah merambah perguruan tinggi, dan kemudian lulus serta dihadapkan pada kenyataan harus bekerja atau mencari nafkah.

Tidak semua wanita muslimah mulus jalannya, setelah menyelesaikan studinya, kemudian ada pria shalih yang melamarnya dan siap menempatkannya dalam istana dan ketenangan rumah tangganya. Tidak semua wanita muslimah setelah menikah tinggal di bawah perlindungan seorang suami yang kokoh bangunan rumah tangga dan ekonominya. Dan tidak semua wanita muslimah memiliki orang tua yang siap men-support-nya dalam kondisi apapun yang dialaminya.

Untuk itu, menjadi kewajiban bagi setiap wanita muslimah untuk mengetahui bagaimana sebenarnya agama mereka yang hanif (lurus) ini mengaturnya. Dan lapangan pekerjaan seperti apa yang diperbolehkan bagi mereka?

Berikut beberapa fatwa yang menyangkut hukum dan jenis-jenis lapangan pekerjaan bagi wanita muslimah serta batasan-batasan mereka dalam bekerja.

Lajnah Daimah lil Ifta’ ditanya :

“Apa hukum wanita bekerja? Dan lapangan pekerjaan apa saja yang dibolehkan bagi seorang wanita untuk bekerja didalamnya?

Jawaban :

“Tidak seorang pun berselisih bahwa wanita berhak bekerja, akan tetapi pembicaraan hanya berkisar tentang lapangan pekerjaan apa yang layak bagi seorang wanita muslimah…” (Majallatul Buhuts al Islamiyah, 19/160)

Lapangan pekerjaan seperti apa yang layak bagi wanita?

Lebih lanjut Lajnah Daimah lil ifta’ menjawab :

“…Ia berhak mengerjakan apa saja yang biasa dikerjakan oleh wanita biasa lainnya di rumah suaminya dan keluarganya seperti memasak, membuat adonan kue, membuat roti, menyapu, mencuci pakaian, dan bermacam-macam pelayanan lainnya serta pekerjaan bersama yang sesuai dengannya dalam berumah tangga. Ia juga berhak mengajar, berjual beli, menenun kain, membuat batik, memintal, menjahit dan semisalnya…” (Majallatul Buhuts al Islamiyah, 19/160).

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah menerangkan:

“..Lahan pekerjaan seorang wanita adalah yang dikhususkan untuknya seperti pekerjaan mengajar anak-anakk perempuan baik secara administratif ataupun secara pribadi, pekerjaan menjahit pakaian wanita di rumahnya dan sebagainya..” (Fatawa Mar’ah, 1/103).

Sedangkan menurut Syaikh Abdul Aziz rahimahullah,

“Pekerjaan seorang wanita dengan suaminya di ladang atau pabrik atau rumah, maka tidak ada dosa baginya dan demikian pula apabila ia bersama dengan mahram-mahramnya yang tidak terdapat di dalamnya orang lain sebagaimana hukum pekerjaannya bersama wanita-wanita lain…” (Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Syaikh Bin Baz, 4/308).

Para wanita dalam Islam diberikan kebebasan dalam beraktifitas. Dalam rangka menjaga kehormatan para wanita, kesucian serta martabatnya, Islam mengatur dan memberikan batasan-batasan seberapa jauh para wanita beraktifitas.

“Keikutsertaan seorang wanita untuk bekerja dalam lapangan pekerjaan seorang laki-laki akan menyebabkan percampuran dalam pergaulan yang tercela dan berdua-duaan dengannya. Dan hal tesebut adalah perkara yang sangat vital. Akibatnya juga sangat fatal dan hasilnya buruk serta akibatnya tidak baik yakni bertentangan dengan dalil-dalil Islam yang menyuruh wanita untuk tetap berada di rumahnya dan mengerjakan pekerjaan yang dikhususkan dan diciptakan Allah SWT untuknya agar menjadikannya jauh dari ikhtilath (berduaan dengan lain mahram)”.

Batasan yang dimaksud adalah seperti apa yang dijelaskan oleh Syeikh Abdul Aziz rahihmahullah ; “Sedangkan pekerjaan yang diharamkan atas wanita hanyalah pekerjaan yang dilakukan bersama dengan laki-laki yang bukan mahramnya…” (Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Syiekh Bin Baz, 4/308).

Kenapa diharamkan dan seberapa besarkah akibatnya? Beliau SAW menjelaskan :

“Karena hak yang demikian mendatangkan kerusakan dan fitnah yang besar sebagaimana hal tersebut mendatangkan kesempatan berdua-duaan dengannya, sehingga terlihat sebagian perhiasannya. Sedangkan hukum Islam yang sempurna membawa hasil-hasil yang maslahat dan sempurna, menutup kerusakan serta mempersempitnya, menutup jalan yang menghubungkannya kepada jalan yang diharamkan oleh Allah dalam beberapa tempat dan tidak ada jalan menuju kebahagiaan, keluhuran, kehormatan, dan keselamatan dunia dan akhirat, kecuali hanyalah dengan memegang hukum Islam, mengikatkan diri dengan hukum-hukumnya dan berhati-hati dari segala yang bertentangan dengannya.” (Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawi’ah, Syaikh Bin Baz, 4/308).

Lebih jelas lagi beliau SAW menjelaskan bahwa keikutsertaan seroang wanita untuk bekerja dalam lapangan pekerjaan seorang laki-laki akan menyebabkan percampuran dalam pergaulan yang tercela dan berdua-duaan dengannya. Dan hal tersebut adalah perkara yang sangat vital. Akibatnya juga sangat fatal dan hasiknya buruk serta akibatnya tidak baik, yakni bertentangan dengan dalil-dalil Islam yang menyuruh wanita untuk tetap berada di rumahnya dan mengerjakan pekerjaan yang dikhususkan dan diciptaan Allah SWT untuknya agar menjadikannya jauh dari ikhtilath.

Adapun dalil-dalil yang jelas dan shahih yang menunjukkan atas haramnya berdua-duaan dengan selain mahram dan melihatnya serta sarana-sarana yang menjadikan perantara untuk terlaksananya perbuatan yang diharamkan Allah SWT. Dalil-dalil yang banyak, jelas memutuskan percampuran yang menyebabkan perbuatan yang akibatnya tidak terpuji diantaranya adalah dalam firman Allah :

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kami berhias dan bertingkah laku seperti seorang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersikan kamu sebersih-bersihnya. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (Sunnah Nabi)_. Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui”. QS Al Ahzaab : 33-34

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Al Ahzab : 59

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.  Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.” QS Annur : 30-31

“…Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka…”. QS Al Ahzab : 53

Nabi SAW bersabda :

“Hindarilah bercampur-campur dengan wanita. Maka berkatalah seorang laki-laki dari kaum Anshar: “Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang saudaranya ipar?” (HR. Bukhari).

Rasulullah SAW melarang untuk berdua-duaan dengan wanita selain mahram secara uum seraya berkata :

Sesungguhnya setan adalah orang ketiganya.” (HR. Ibnu Majahm An Nasai dan dishahihkan oleh Al Bani)

Dan melarang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya untuk menutup jalan kerusakan, menutup pintu dosa, mencegah sebab-sebab kejahatan dan mencegah dua macam tipu daya setan. Berdasarkan ini, maka betul apa yang dikatakan Rasulullah SAW :

“Takutlah akan dunia dan wanita, karena fitnah pertama yang menimpa Bani Israel adalah wanita.”

Seraya beliau bersabda :

“Aku tidak meninggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi seorang laki-laki daripada perempuan.”

Ayat-ayat dan hadits-hadits ini adalah dalil-dalil yang menjelaskan kewajiban menjauhi ikhtilath yang menyebabkan rusaknya keluarga dan hancurnya masyarakat. Dan ketika Anda melihat kedudukan wanita di beberapa negeri umat Islam, maka akan Anda dapati bahwa mereka telah menjadi hina dan tercela karena keluar dari rumahnya yang menjadikannya mengerjakan hal-hal yang sebenarnya bukan tugasnya. Orang-orang yang berakal dari negara-negara Barat telah menyeru keharusan untuk mengembalikan wanita pada kedudukannya semula yang telah disediakan oleh Allah SWT dan diatur sesuai dengan fisik dan akalnya, tetapi seruan itu telah terlambat.

Demikianlah aqwal ulama tentang masalah hukum dan batasan-batasan yang dibolehkannya untuk bekerja bagi wanita.

Dari pembahasan di atas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa sebaik-baiknya wanita adalah tetap tinggal di rumah dan menegerjakan pekerjaan yang ada di dalamnya. Seperti firman Allah SWT yang tercantum dalam Surat Al Ahzab ayat 33-34. Dan tidak keluar dari rumah kecuali tuntutan syar’i. sedandainya terpaksa keluar rumah, mereka tetap harus menutupi auratnya, seperti firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 59, menahan pandangan dan harus beserta mahram.

Diterjemahkan dari Al Fatawa Al Jami’ah lil Mar’arti al Muslimah. Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan

 

Al-Qaeda Serang Bandar Udara Yaman

YAMAN (jurnalislam.com) – Mujahidin Al-Qaeda menyerang sebuah bandar udara di Yaman dan mengebom fasilitas menara kontrol udara, menurut pejabat keamanan Yaman.

Para pejabat mengatakan serangan yang terkoordinasi terjadi pada hari Kamis pagi (26/6/2014) di bandara Sayoun provinsi selatan Hadramawt tersebut di serang dari tiga arah.

Tidak ada laporan tentang korban di bandara tetapi pertempuran masih terus berlangsung, kata seorang sumber kepada Reuters.

Pada sekitar waktu yang sama, para pejabat keamanan mengatakan seorang pembom Istisyhad mengendarai mobil bermuatan bahan peledak berhasil menerobos pintu masuk sebuah pangkalan militer di sebuah kota di provinsi Hadramout dan menewaskan dua tentara.

Sebuah sumber militer mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sedikitnya enam tentara dan tiga warga sipil tewas dalam serangkaian serangan di kota, termasuk dua warga sipil yang tewas di sebuah pabrik kurma.

Washington dan negara-negara Teluk khawatir bahwa ketidakstabilan yang berkelanjutan di Yaman akan dimanfaatkan Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) untuk mengkonsolidasikan posisinya dan meluncurkan berbagai serangan di luar negeri. [ded412/Aljazeera/news desk]

 

Sambut Ramadhan Dengan Menjadi Pribadi Pemaaf

Menjelang datangnya bulan Ramadhan, maka sangatlah tepat rasanya untuk kita saling memaafkan satu sama lain agar dapat memasuki bulan yang sangat agung nanti kita bisa memfokuskan diri pada kegiatan ibadah-ibadah yang wajib maupun Sunnah, menjadikannya seakan-akan ia merupakan Ramadhan terakhir bagi kita.

Salah satu sifat mulia yang diajarkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya adalah sifat pemaaf. Perhatikanlah ayat-ayat berikut,

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. QS Al Araaf : 199

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Annur : 22

Tetapi orang yang bersabar dan mema'afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. QS Asyuro : 43

Maka, salah satu sifat orang yang bertaqwa yang dihasilkan oleh penerapan Syariat Islam dimana salah satunya adalah ibadah shaum Ramadhan, adalah menjadi pribadi yang pemaaf sebagaimana yang disebutkan Al Qur’an Surat Ali Imran ayat 143 berikut ini,

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Sangat logis jika dalam pergaulan dan kebersamaan sehari-hari dalam berjama’ah apalagi bermasyarakat, akan selalu timbul kesalahan berbicara dan bersikap hingga sengaja ataupun tidak sengaja telah menyakiti orang lain. Selama kesalahan-kesalahan itu bukan secara sadar untuk melecehkan dan merusak Dienul Islam, yakni hanya masalah-masalah duniawi, maka kita sebagai pengikut Rasulullah SAW harus bisa menjadi sosok yang pemaaf kepada pihak lain, apalagi sesama kaum Muslimin.

Rasulullah SAW telah memberikan satu contoh yang sangat ideal ketika setelah meraih kemenangan, walaupun beliau telah terusir dari Mekah dan tertahan semua harta bendanya serta teraniaya oleh penduduk Mekah dengan penganiayaan yang sangat pedih pada permulaan kenabian beliau, akan tetapi setelah beliau meraih kemenangan, jiwanya yang agung dan akhlaknya yang mulia tidak memperkenankan untuk membalas dendam, bahkan beliau memaafkan setiap orang yang telah menzaliminya dengan pemaafan yang umum. Padahal beliau mampu untuk membalas dendam kepada mereka dengan balasan setimpal.

Beliau bersabda kepada mereka : “Pergilah kalian! Karena kalian telah bebas..”. Laa tatsriba alaikumul yaumu (Hari ini tidak aka nada yang menyalahkan kalian semua).

Ada doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca pada malam-malam Ramadhan, yakni:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkai Suka memaafkan (hambaMu), maka maafkanlah aku.” (HR. at-Tirmidzi, 3513 dan Ibnu Majah 3850, dinyatakan shahih oleh Syeikh Al Bani)

Keutamaan Bulan dan Shaum Ramadhan

Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Telah tiba kepada kamu sekalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh barakah. Allah mewajibkan kamu berpuasa. Apda bulan itu semua pintu-pintu langit (Surga) dibuka dan semua pintu-pintu neraka ditutup, serta dibelenggunya syetan pada bulan itu. Dalam bulan itu, Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, maka barangsiapa yang diharamkan baginya kebaikan malam itu berarti ia tidak akan beroleh kebaikan.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

Dalam riwayat Imam Ahmad dan An Nasa’i, sabda Rasululah SAW yang menerangkan bahwa pada bulan Ramadhan hingga usainya bulan itu, akan ada malaikat-malaikat Allah yang menyeru, “Wahai orang yang beramal shaleh, bergembiralah dn wahai orang-orang yang beramal jelek, berhentilah!”

Sedangkan ibadah Shaum Ramadhan sendiri memiliki berbagai keutamaan, diantaranya :

  1. Menghapus dosa-dosa kecil, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Shalat lima waktu, antara shalat jum’at ke shalat jum’at berikutnya, antara shiyam Ramadhan kepada shiyam Ramadhan berikutnya dapat menghapus dosa-dosa diantara keduanya selama menjauhi dosa-dosa besar”. (HR. Muslim)
  2. Shiyam Ramadhan dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu, sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan shaum pada bulan Ramadhan karena iman dan penuh perhitungan, maka diampunilaj dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Adapun keutamaan ibadah shaum termasuk yang di luar bulan Ramadhan adalah :

  1. Amalan shaum, sebagaimana tilawah (membaca) Al Qur’an diizinkan oleh Allah SWT untuk memberi syafaat orang-orang yang mengamalkannya di akhirat nanti. Hal tersebut berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
  2. Orang yang sepanjang hidupnya mengamalkan shiyam, baik yang wajib maupun yang Sunnah, akan diberikan fasilitas pintu khusus masuk ke surga Allah yang diberi nama Rayyan, sebagaimana yang disampaikan oleh Sahal RA melalui riwayat Imam Bukhari.

Kebahagiaan apalagi yang melebihi dihapusnya dosa dan kesalahan kita oleh Allah SWT. Dimana dengan itu rahmatNya meliputi kita sehingga dapat masuk ke dalam surgaNya, bertemu kekasih yang mulia, Nabi Muhammad SAW dan meraih nikmat paling agung dengan diperlihatkannya Wajah Allah SWT yang selama ini kita rindukan.

Marhabaan Yaa Syahrul Mubarak

Semoga Allah SWT melimpahkan taufik dan hidayahNya serta menganugerahkan kesabaran dan kei stiqomahan bagi kita dan kaum muslimin semuanya, terutama bagi saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah di jalanNya, sehingga dapat menjalankan segala tuntunan Rasulullah dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

Oleh : Syaikh Abu Bakar Ba’asyir, Hafidzahullah, Fakallahu Ashrah

Dinukil dari Majalah Ansharut Tauhid Edisi 13 Tahun II, Rajab-Sya'ban 1431 H | Juli 2010 M

IMS Dipercaya Kelola Layanan Kesehatan di Mentawai

MENTAWAI (Jurnalislam.com) – Islamic Medical Service (IMS) dipercaya oleh Atase kedutaan Arab Saudi untuk mengelola klinik layanan kesehatan masyarakat di Kepulauan Mentawai.

Klinik yang diberi nama H. Muhammad Idris Batubara itu terletak di Markas Syeikh Saleh Ar Rajhi, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

drg. Fathul Adhim, Direktur IMS mengatakan berdirinya klinik ini diharapkan dapat membantu peningkatan kesehatan masyarakat di Kepulauan Mentawai.

“Masyarakat Mentawai sulit sekali memperoleh pelayanan kesehatan. Ini dikarenakan karena belum tersedianya ruma sakit-rumah sakit yang memadai. Bahkan dalam kondisi darurat banyak masyarakat yang berobat menyebrang ke pulau Padang,” kata Fathul saat peresmian klinik H. Muhammad Idris Batubara, Kamis (19/6/2014) lalu.

Fathul mengisahkan, pernah ada tokoh Islam Mentawai yang sakit kemudian tidak tertolong nyawanya karena terlambat mendapat perawatan medis.

“Waktu tempuh melalui lau ke Padang sekitar 10 – 11 jam. Sementara jadwal kapal tidak setiap hari. Ustadz itu wafat di tengah jalan saat kami bawa menuju rumah sakit di Padang dengan kapal speed boat yang kami sewa,” jelas Fathul.

Klinik ini, tamba Fathul, memiliki layanan dokter umum dan bidan 24 jam serta ambulans speed boat. Layanan ini dibiayai oleh Yayasan Sosial Pendidikan dan Dakwah Mentawai yang merupakan bentukan Atase Keduataan Besar Arab Saudi .

Peresmian klinik H. Muhammad Idris Batubara ini dibarengi dengan pelaksanaan khitanan massal 100 muallaf Mentawai.

IMS merupakan lembaga kesehatan nasional yang berdiri pada 6 Agustus 2008. Lembaga ini didirikan oleh ormas Hidayatullah.

Berdirinya IMS adalah untuk memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang tidak mampu.

Reporter : Ibnu Syafaat

Editor : Amaif

 

Ekonomi AS Mengalami Krisis Terburuk Dalam Lima Tahun

NEW YORK (jurnalislam.com) –  Laporan yang dirilis pada hari Rabu (25/6/2014) menunjukkan Ekonomi AS mengalami kuartal terburuk dalam lima tahun sejak awal tahun 2014.

Ekonomi terbesar di dunia ini menyusut pada tingkat tahunan sebesar 2,9 persen selama tiga bulan pertama tahun ini, menurut revisi akhir laporan produk domestik bruto Departemen Perdagangan AS.

Turunnya konsumsi rumah tangga dan revisi tajam pada biaya perawatan kesehatan memberikan kontribusi terhadap kejatuhan perekonomian AS.

Laporan itu membuat sebagian besar analis Wall Street terkejut, bahwa ekonomi Amerika  diperkirakan akan menunjukkan penurunan 1,9 persen dari kuartal sebelumnya.

Laporan pada hari Rabu tersebut adalah revisi kedua dari data GDP. Yang sebelumnya perkiraan sementara pertama di bulan April menunjukkan kenaikan 0,1 persen ternyata meleset .

Penurunan PDB riil mencerminkan penurunan investasi swasta, ekspor, serta belanja negara dan pemerintah daerah.

Musim dingin yang parah di Amerika, memberikan pengaruh terhadap melemahnya perkiraan PDB pertama dan kedua, namun dalam revisi, penurunan ini lebih diakibatkan oleh asumsi yang terlalu optimis tentang pengeluaran rumah tangga untuk rencana perawatan kesehatan 'Obamacare', analis menjelaskan.

Laporan yang lebih buruk dari perkiraan tersebut adalah jatuhnya pasar saham di seluruh dunia. [ded412/AA]

 

Gerakan Auction4Syam Tawarkan Cara Kreatif Bantu Rakyat Suriah

Jurnalislam.com – Prihatin dengan kondisi muslimin di Suriah, sejumlah anak muda yang tergabung dalam MD Community bekerjasama dengan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) mengadakan kegiatan lelang barang layak pakai selama Ramadhan. Aksi gerakan yang dinamai “Auction4Syam” ini diwujudkan dengan pengumpulan barang berharga dan layak pakai dari masyarakat untuk kemudian dilelang dan dijualonline.

Menurut kordinator gerakan #Auction4Syam Ferdiansyah, hasil lelang barang akan disalurkan kepada rakyat Suriah melalui Tim 12 HASI yang akan menjalankan misi kemanusian di Suriah pada pertengahan Ramadhan.

"Jadi, hasil lelang barang-barang itu akan disalurkan melalui Tim 12 HASI yang akan menjalankan misi kemanusian di Suriah pada pertengahan Ramadhan," ujar Ferdi,Senin (23/06).

Ferdi mengatakan, gerakan #Auction4Syam bertujuan mengedukasi pemuda Muslim di Indonesia bahwa bantuan untuk Muslim di Suriah bisa berupa apa saja. Rasa kepedulian terhadap Muslimin Suriah diharapkan menjadi sebuah kebiasaan bagi pemuda muslim di Indonesia.

“Sesuai dengan tagline Lelang Barang Terbaik untuk Syam Selama Ramadhan, kami  berusaha mengumpulkan barang-barang yang masih dalam kondisi baik. Bahkan ada beberapa yang masih belum terpakai sama sekali namun dijual dengan harga sangat miring. Hal ini kami upayakan semata-mata agar bisa mengumpulkan banyak donasi untuk saudara muslimin di Suriah,” urai Ferdi, Senin (23/06).

Melalui gerakan Auction4Syam ini, diharapkan dapat memfasilitasi setiap orang yang ingin ikut berdonasi untuk Suriah namun tidak dalam bentuk uang tunai. Oleh karena itu, gerakan ini berusaha mengumpulkan barang-barang berkualitas dari masyarakat untuk kemudian dijual.

Meski Bekas, Jaga Kualitas

Gerakan #Auction4Syam sengaja diluncurkan jelang Ramadhan. Memanfaatkan Ramadhan saat banyak orang berbelanja kebutuhan menjelang Idul Fitri sengaja dibidik sebagai momentum gerakan.

Menurut penanggungjawab pengumpulan barang gerakan ini, Nurul Apriliani, meskipun barang yang dijual barang bekas namun tetap berkualitas.

“Barang yang kami lelang bentuknya beragam. Dari mulai pakaian, perabotan mewah, sampai perhiasan emas. Ternyata di antara masyarakat kita banyak yang memiliki kepedulian kepada kaum muslimin Suriah. Barang-barang yang terkumpul adalah barang berkualitas dan boleh dibeli siapa saja yang berminat belanja sambil bersedekah terbaik untuk Syam,” ujar Nurul, penggagas gerakan #Auction4Syam.

Bagi masyarakat yang memiliki barang layak jual dapat disalurkan melalui Auction4Syam dengan menghubungi Takua (08988043285) Nara (085353131902) Fuah (085693460919) atau Nurul (081294866460).

Pelelangan dan Penjualan barang akan dilakukan melalui jejaring sosial Twitter @Auction4Syam, Instagram @Auction4Syam dan Facebook Auction Forsyam. Calon pembeli bisa langsung melihat barang-barang terbaik dengan harga terjangkau melalui akun jejaring sosial tersebut. Untuk donasi tunai, dapat disalurkan melalui Rekening Bank Syariah Mandiri 7787797703 a/n Auction4Syam. [Puri/Brama]

 

AS : Pasukan Penasihat Telah Tiba di Irak Untuk Memulai Penilaian

IRAQ (jurnalislam.com) – Selasa (24/6/2014) Pentagon menegaskan bahwa 40 personel pasukan penasihat khusus AS berada di Irak dan sudah mulai bekerja untuk menilai pasukan Irak sementara tambahan 90 personel AS lainnya telah tiba di negara itu untuk mulai mendirikan pusat operasi bersama di Baghdad.

"Ada beberapa fase di sini," John Kirby, sekretaris pers Pentagon, mengatakan kepada wartawan Selasa kemarin. "Tahap pertama adalah penilaian, dan berdirinya pusat operasi bersama adalah bagian penting dari itu."

Diperkirakan 50 personel AS akan bergabung dengan 90 orang lainnya untuk membantu mendirikan pusat bersama dalam beberapa hari mendatang, sehingga jumlah semua penasihat AS dan pasukan khusus di Irak sebesar 180 personel.

Presiden AS Barack Obama telah mengumumkan pada hari Kamis bahwa hingga 300 personel AS akan dikerahkan ke negara itu untuk membantu pasukan pemerintah Irak dalam upaya mereka melawan para mujahidin.

Tim penilai akan membantu AS untuk menentukan berapa banyak tambahan tim penasihat AS harus dikirim, dan kemana mereka harus pergi.

Kirby menegaskan bahwa AS menargetkan hingga 35 misi pengintaian di Irak per hari untuk mendapatkan data intelijen mengenai situasi keamanan Irak, dan mengatakan bahwa tim intel akan bergabung membantu tim penilai AS. [ded412/AA]

Pesawat Pakistan International Airlines Dihujani Tembakan di Peshawar

 PAKISTAN (jurnalislam.com) – Pesawat Pakistan International Airlines ke Peshawar dari Riyadh ditembaki dari darat saat mendarat di Bandara Internasional Bacha Khan.

Seorang wanita dikonfirmasi meninggal dan setidaknya dua orang lainnya terluka dalam insiden yang terjadi Selasa (24/6/2014) tersebut, sumber-sumber lokal mengatakan kepada Al Jazeera.

"Tembakan berasal dari luar bandara, seorang penumpang wanita dan dua penjaga terluka, wanita itu kemudian meninggal di rumah sakit," kata juru bicara maskapai Mashud Tajwar mengatakan kepada kantor berita AFP.

Pesawat dengan nomor penerbangan PK-756 tersebut berhasil mendarat dengan selamat setelah dihujani tembakan. Pesawat Airbus A310 itu membawa 178 penumpang selama penerbangan.

Muhammad Faisal, seorang pejabat senior polisi, mengatakan terdapat 4-5 peluru yang menghantam pesawat.

"Operasi Penerbangan ditangguhkan sementara," kata Faisal kepada AFP.

Polisi mengepung daerah di luar bandara setelah serangan itu dan mencari mereka yang bertanggung jawab, Faisal mengatakan, menambahkan bahwa salah satu pramugara dalam kondisi kritis.

Pejabat senior polisi lainnya mengatakan insiden tersebut bisa menjadi sebuah bencana, seperti pesawat PIA yang sedang terbang 1.500 meter di atas permukaan tanah ketika diserang. [ded412/Aljazeera]

 

Nuri al – Maliki Bentuk Pemerintahan Baru Untuk Memerangi Mujahidin Atas Desakan Dari Washington

IRAQ (jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan pada hari Senin (23/6/2014) bahwa dukungan Washington terhadap pasukan keamanan Irak untuk memerangi mujahidin yang melanda utara dan barat negara itu akan terus diberikan secara "intens dan berkelanjutan." 

Kerry mengatakan bahwa selama pembicaraan dengan Perdana Menteri Nuri al-Maliki di Baghdad, pemimpin Irak tersebut menegaskan kembali komitmennya untuk membentuk pemerintahan baru tanggal 1 Juli besok.

Para mujahidin telah menguasai perbatasan gurun Turaibil, satu-satunya titik penyeberangan legal antara Irak dan Yordania, setelah pasukan keamanan Syiah Irak melarikan diri, kata sumber-sumber keamanan Irak dan Yordania.

Para pemimpin suku bernegosiasi untuk menyerahkan pos-nya kepada para mujahidin yang menguasai dua penyeberangan utama dengan Suriah dalam beberapa hari terakhir sehingga kondisi ini mengakibatkan  kekuatan pemerintah Syiah Irak terdorong kembali ke Baghdad.

Pasukan etnis Kurdi mengontrol pos ketiga yang berbatasan dengan Suriah di utara, tanpa kehadiran pasukan pemerintah Iraq sepanjang 800 km (500 mil) perbatasan barat yang meliputi beberapa jalur perdagangan paling penting di Timur Tengah.

Washington menarik pasukannya dari Irak pada tahun 2011 setelah pendudukan dan invasi mereka sejak tahun 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein. AS telah berjuang untuk membantu pemerintah Maliki untuk membendung para mujahidin yang merebut kota-kota utara bulan ini.

Presiden AS Barack Obama pekan lalu sepakat untuk mengirim hingga 300 tentara pasukan khusus sebagai penasihat, tetapi menahan diri untuk melakukan serangan udara dan menempatkan  pasukan darat .

Ketua parlemen Osama al-Nujaifi, setuju dengan Kerry bahwa pendekatan twin-track (dua jalur) dibutuhkan untuk mengalahkan ancaman dari para kelompok mujahidin: "Kita harus menghadapinya melalui operasi militer langsung dan melalui reformasi politik," katanya kepada Kerry. [ded412/news desk]

 

JAT Gelar Tarhib Ramadhan 1435 H di Masjid Al Muhajirin Grogol

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jama’ah Ansharut Tauhid bekerja sama dengan DKM Masjid Al Mujahirin, Grogol, Jakarta Barat, mengadakan acara Tarhib Ramadhan, Ahad (22/6/2014). Acara tersebut menghadirkan 3 pembicara, antara lain Ustadz Haris Amir Falah (Amir JAT Wilayah Jakarta), Ustadz Muhammad Achwan (Amir Binniyabah JAT), dan Ustadz Abu Al Izz (Direktur Al Tsauroh Institute).

Ustadz Haris Amir Falah sebagai pembicara pertama menjelaskan tentang Ramadhan sebagai bulan Tarbiyah (pendidikan) dan Jihad.

“Seharusnya bukan Ramadhan dapat dijadikan sebagai bulan Tarbiyah bagi setiap pribadi muslim untuk dapat melakukan perbuahan-perubahan secara total di dalam dirinya,” jelasnya.

“Bulan Ramadhan juga adalah syahrul jihad, yakni bulan dengan semangat untuk berjuang membela agama Allah,” lanjut Ustadz Haris.

Sebagai pembicara kedua Ustadz Abu Al Izz menjelaskan tentang kemenangan-kemenangan yang diraih para sahabat Rasul dalam peperangan di bulan Ramadhan. Selain itu beliau juga menjelaskan dua kebahagiaan yang diraih oleh seseorang yang melaksanakan syaum Ramadhan, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan pertemuannya dengan Allah SWT di surga kelak.

Ustadz Muhammad Achwan sebagai pembicara terakhir memaparkan 5 keutamaan yang tidak diberikan kepada umat nabi-nabi yang lain. Pertama, apabila masuk awal Ramadhan Allahs SWT memandang kepada umat Muhammad denagn pandangan kasih saying dan dijauhkan dari azabNya. Kedua, bau mulut irang yang berpuasa pada sore hari itu lebih harum di sisi Allah daripada wangi minyak kesturi. Ketiga, malaikat memintakan ampun kepada Allah untuk umat Muhammad. Keempat, Allah memerintahkan kepada syurga untuk mempersiapkan tempat bagi umat Muhammad yang taat. Dan yang terakhir, apabila telah akhir Ramadhan Allah mengampuni dosa-dosa orang yang melaksanakan shaum Ramadhan.

Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB itu dihadiri oleh ratusan jama’ah dari kalangan aktifis dan masyarakat umum dan berakhir pukul s/d 11.30 WIB dengan melakukan shalat dzuhur berjama’ah.

Reporter : Abu Asiilah

Editor : Amaif