Israel Bombardir Jalur Gaza

JALUR GAZA (jurnalislam.com) – Pada hari Selasa (8/7/2014) Israel kembali meningkatkan serangannya terhadap Hamas di wilayah Palestina setelah ada peningkatan serangan roket Hamas ke kota-kota Israel.

Perlawanan Hamas itu terjadi sehari setelah sembilan warga Palestina tewas akibat lebih dari 60 serangan udara Israel menyerang Jalur Gaza pada hari Senin. Pejuang Palestina meluncurkan lebih dari 80 roket hari itu .

Roket milik Hamas menghantam hingga masuk jauh  ke dalam wilayah Israel yang  belum pernah terjadi sebelumya.

"Kami sedang bersiap untuk pertempuran melawan Hamas yang akan berlangsung lama," kata Menteri Pertahanan Moshe Yaalon dalam sebuah pernyataan.

Israel mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan lebih dari 273 serangan udara terhadap jalur Gaza pada hari Selasa.

Kabinet Israel secara resmi memanggil hingga 40.000 tentara cadangan menjelang kemungkinan serangan darat. Setidaknya 1.500 tentara telah dikerahkan di sekitar Gaza.

Hafez Hamad, salah satu pemimpin Brigade Al-Quds, sayap militer Jihad Islam, dikabarkan syahid  dalam serangan di rumahnya di Beit Hannoun, tetangga dan petugas rumah sakit mengatakan.

Dua anak, dua perempuan dan satu laki-laki dewasa juga dilaporkan terbunuh dalam serangan itu.

Di wilayah Gaza yang padat penduduk, ledakan bergema siang dan malam, menggentarkan bangunan dan menimbulkan gumpalan asap. Setidaknya terdapat lima orang anak di antara 12 orang yang tewas di Gaza pada hari Selasa, kata para pejabat Palestina.

Bahkan world bulletin melansir berita sedikitnya 20 orang tewas di seluruh Gaza pada hari Selasa kemarin, para pejabat Palestina mengatakan, akibat pemboman yang menurut Israel merupakan awal dari sebuah serangan yang panjang terhadap Hamas.

Militer Israel mengatakan bahwa invasi darat akan mungkin dilaksanakan, meskipun tidak dalam waktu dekat, dan mendesak warga dalam jarak 40 km dari wilayah pesisir untuk tetap dekat dengan shelter perlindungan bom.

Warga Israel berlarian untuk berlindung saat sirene terdengar di ibukota bisnis Tel Aviv dan kota suci Yerusalem sewaktu Gaza melancarkan serangan terdalam mereka sejak konflik berkobar kembali tiga pekan lalu setelah penculikan dan pembunuhan tiga pemukim Israel.

Sirene serangan udara kemudian terdengar di Yerusalem, di mana puluhan roket mendarat dekat dengan kota. Israel mengatakan daerah lain yang ditargetkan termasuk Beer Sheva, Ashdod dan Ashkelon .

Hamas mengatakan juga menembaki roket di Haifa utara (jarak 140km dari Gaza) sedangkan Israel mengatakan satu roket mendarat di Hadera, 100 km dari Gaza – lebih jauh daripada yang sebelumnya pernah dicapai.

Militer Israel mengatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, lebih dari 100 roket telah ditembakkan di wilayahnya.

Keadaan darurat telah dinyatakan di ibukota bisnis Israel. Beberapa roket bisa dicegat oleh sistem anti-rudal Iron Dome.

Setidaknya 38 warga Israel terluka dalam serangan roket Palestina, layanan darurat nasional Israel Magen David Adom mengatakan pada hari Selasa. Layanan medis mengatakan di akun Twitter-nya bahwa enam orang terluka ringan dan 32 lainnya dirawat akibat kepanikan yang ditimbulkan serangan roket Palestina.

"Kami tidak akan mentolerir serangan roket terhadap kota-kota kami, dan karena itu saya memerintahkan perluasan signifikan dari operasi IDF (Angkatan Pertahanan Israel) melawan Hamas dan kelompok militan muslim lainnya di Jalur Gaza," kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan.  [ded412/Aljazeera/news desk]

Pemred Jakarta Post Siap Lakukan Apapun Untuk Tebus Kesalahannya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemimpin redaksi The Jakarta Post (TJP) Meidyatama Suryodiningrat menyatakan siap melakukan apa saja untuk menebus kesalahannya memuat karikatur yang menghina Islam. Pernyataan itu ia sampaikan di depan Amir Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) Wilayah Jakarta Ustadz Haris Amir Falah dan Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Muballigh Jakarta (KMJ) Edy Mulyadi yang menyambanginya ke kantor TJP tadi pagi, Selasa (8/7/2014).

“Jakarta Post mengakui keteledoran dan kesalahan karena memuat kartun yang telah memicu kemarahan ummat Islam tersebut. Untuk itu, kalau ada hal lain yang harus kami lakukan untuk menebus kesalahan ini, kami siap melakukannya,” kata Meidyatama.

Meidyatama juga mengungkapkan ketidakterkaitannya redaksi TJP dengan pencetak koran harian berbahasa Inggris itu. Menurutnya, persoalan konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi, sedangkan tanggung jawab percetakan terbatas pada kualitas cetak semata.

“Dalam soal pemuatan kartun tersebut, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami di redaksi. Kami sangat menyesal dan mohon maaf. Gramedia sebagai pencetak tidak bisa dikait-kaitkan, apalagi dimintai pertanggung jawabannya,” katanya.

Harian The Jakarta Post dalam edisi edisi Kamis 3 Juli 2014, memuat karikatur yang melecehkan symbol tauhid dalam ajaran Islam. Dalam karikatur tersebut digambarkan bendera bertuliskan lafadz “Laa ilaaha illallah” dan Muhammad rasul Allah “dihiasi” gambar tengkorak dan tulang hingga terlihat seperti bendera bajak laut. Bendera tersebut sedang dikibarkan oleh kartun pria berjenggot sambil membawa senjata, dibelakangnya ada dua orang “mujahidin” yang siap mengeksekusi lima tawanan.

Atas dimuatnya karikatur yang diduga dibuat oleh Stephane Peray itu TJP dikecam banyak pihak, khususnya umat Islam. Tim Pengacara Muslim (TPM), JAT, Muhammadiyah, PPP hingga da’i kondang pimpinan pesantren Daarut Tauhid Bandung Abdullah Gymnastiar bersuara mengecam TJP.

Reporter : abuzaidan | Editor : Amaif

Minta Maaf Saja Tidak Cukup, JAT dan KMJ Datangi Jakarta Post

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Protes dari umat Islam terhadap karikatur menghina Islam yang dimuat Jakarta Post (JP) edisi Kami (3/7/2014) terus mengalir. Meski Jakarta Pos telah meminta maaf, akan tetapi bagi Jama’ah Ansharut Tauhid  (JAT) itu saja tidak cukup.

Untuk menyampaikan sikapnya secara resmi, JAT yang diwakili amir wilayah Jakarta Ustadz Haris Amir Falah dan Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Muballigh Jakarta (KMJ) Edy Mulyadi, sekitar pukul 10 pagi tadi mendatangi kantor Jakarta Post di Jl. Palmerah Barat No. 142 – 143, Jakarta, Selasa (8/7/2014).

Ditemui langsung oleh Pemred Jakarta Post Meidyatama Suryodiningrat, Ustadz Haris menyampaikan pernyataannya terhadap pemuatan karikatur tersebut.

“Apapun namanya tetap saja ini menghina Islam, karena bendera yang ada adalah bendera kaum Muslimin, bukan hanya milik kelompok tertentu,” tegasnya.

Ustad Haris menyatakan bahwa kalimat tauhid dan Muhamad Rasulullah yang ada pada  karikatur tersebut merupakan simbol tauhid bagi ummat Islam.

“Terlebih lagi pada bagian dalam tengkorak itu ditulis kalimat, Allah, Rasul, Muhammad. Ini jelas-jelas penistaan yang sangat keji terhadap Islam dan ummatnya. Permintaan maaf saja tidak cukup. Tidak berarti persoalan selesai begitu Jakarta Post minta maaf dan menyatakan mencabut kartun tersebut,” ujar Ustadz Haris.

Menurut beliau, permintaan maaf adalah sebuah keharusan. “Sikap (minta maaf-red) itu telah direspon positif oleh umat Islam, namun tentunya tidak serta merta menghilangkan substansi penghinaan yang membuat mereka dengan iman yang masih baik merasa marah dan tersinggung,” lanjutnya.

Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah KMJ Edy Mulyadi menilai apa yang dilakukan harian berbahasa Inggris yang mendukung Jokowi dalam Pilpres 2014 itu jelas-jelas telah menghina serta menistakan Islam dan ummatnya. Baginya, dalih sebagai ketidaksengajaan dan keteledoran redaksi tidak bisa diterima untuk kesalahan sebesar dan sefatal itu.

“Saya tidak yakin redaksi bisa seceroboh itu menurunkan kartun yang sangat menghina Islam dan ummatnya. Menurut saya, apa yang dilakukan Jakarta Post sekali lagi mengkonfirmasi kebenaran firman Allah dalam QS al Baqoroh : 120 dan QS Ali Imron: 118-120, bahwa musuh-musuh Allah memang sangat membenci Islam dan ummatnya. Memang ada framing dari media-media mainstream yang dikuasai kelompok anti Islam utuk terus menyudutkan Islam dan ummatnya,” papar Edy menanggapi penyesalan dan permohonan maaf redaksi Jakarta Post yang dimuat di edisi hari ini, Selasa (8/7/2014).

Meidyatama yang menyambut baik kedatangan JAT dan KMJ sebagai pihak pertama yang menyampaikan sikapnya secara resmi, mengakui karikatur tersebut mengandung simbol-simbol keagamaan yang bisa dianggap melecehkan.

“Jakarta Post mengakui keteledoran dan kesalahan karena memuat kartun yang telah memicu kemarahan ummat Islam tersebut. Untuk itu, kalau ada hal lain yang harus kami lakukan untuk menebus kesalahan ini, kami siap melakukanya,” kata Meidyatama.

Menurutnya, persoalan konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi, sedangkan tanggung jawab percetakan terbatas pada kualitas cetak semata.

“Dalam soal pemuatan kartun tersebut, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami di redaksi. Kami sangat menyesal dan mohon maaf. Gramedia sebagai pencetak tidak bisa dikait-kaitkan, apalagi dimintai pertanggung jawabannya,” katanya sambil mengisahkan protes ummat Islam kepada tabloid Monitor pada tahun 1990an silam.

Reporter : abuzaidan | Editor : Amaif

Bahrain Usir Diplomat AS Untuk Tinggalkan Negaranya

BAHRAIN (jurnalislam.com) – Washington mengatakan bahwa mereka "sangat kalut" setelah Bahrain memerintahkan seorang diplomat tinggi AS untuk meninggalkan negara itu setelah ia bertemu dengan kelompok oposisi Syiah terkemuka.

Kementerian Luar Negeri Bahrain mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (07-07-2014) bahwa Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Buruh Tom Malinowski tidak diterima di negara ini.

Bahrain mengatakan bahwa ia telah campur tangan dalam urusan dalam negeri negara itu karena mengadakan pertemuan dengan beberapa kelompok dengan mengorbankan orang lain.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki mengatakan: "Amerika Serikat sangat prihatin dengan … keputusan Bahrain yang menuntut kepergian segera Tom Malinowski.”

"Kunjungan Asisten Sekretaris Malinowski untuk Bahrain telah dikoordinasikan jauh di muka, disambut hangat dan didukung oleh pemerintah Bahrain.
"Bertentangan dengan hubungan bilateral kita yang telah berlangsung lama dan melanggar protokol diplomatik internasional, pemerintah Bahrain bersikeras agar ada perwakilan Kementerian Luar Negeri Bahrain yang ikut hadir pada seluruh pertemuan pribadi Malinowski dengan individu ataupun kelompok yang mewakili spektrum yang luas dari masyarakat Bahrain. Tuntutan Bahrain dikeluarkan tanpa peringatan terlebih dahulu dan setelah kunjungan Malinowski sudah dimulai.”

"Tindakan ini tidak konsisten dengan kemitraan yang kuat antara Amerika Serikat dan Bahrain."

Bahrain, sebuah negara pulau kecil yang merupakan rumah bagi Armada ke-5 Angkatan Laut AS, saat ini bergolak oleh protes yang berlangsung hampir setiap hari oleh kelompok Syiah yang mencari hak-hak politik yang lebih besar dan terinspirasi oleh gelombang revolusi Arab Spring sejak awal 2011.

Malinowski, yang tiba di negara itu pada hari Minggu dan telah dijadwalkan untuk tinggal selama tiga hari, diperintahkan untuk pergi setelah mengadakan pertemuan dengan kelompok oposisi Syiah Bahrain, Al-Wefaq.

Tindakan Malinowski, tambah pernyataan itu, " bertentangan dengan norma-norma diplomatik konvensional."

Juru bicara Al-Wefaq Khalil Abdul Jalil mengatakan kepada kantor berita AP bahwa Malinowski bertemu dengan kelompok Syiah pada hari Minggu malam dan dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan bersama dengan mereka dan kelompok-kelompok oposisi lainnya pada Selasa. [ded412/Aljazeera]

 

Kelompok Salibis Serang Masjid 34 orang terluka di Afrika Tengah

REPUBLIK AFRIKA TENGAH (jurnalislam.com) – Tiga puluh empat orang terluka, termasuk empat orang dalam keadaan kritis, dalam serangan granat tangan, Senin (07-07-2014)  di sebuah masjid di kota Paoua Republik Afrika Tengah, media lokal mengatakan.

Sekelompok radikal kristen melemparkan sebuah granat tangan ke arah jamaah Muslim di masjid, surat kabar lokal La Nouvelle Centrafrique melaporkan.

Republik Afrika Tengah berubah memanas tahun lalu ketika pejuang Seleka yang mayoritas Muslim menggulingkan presiden Francois Bozize, seorang Kristen yang memperoleh kekuasaan dalam kudeta 2003. Para pejuang Muslim kemudian menempatkan Michel Djotodia, seorang Muslim, sebagai presiden sementara.

Sejak itu, negara mengalami konflik  antara milisi anti-Balaka Kristen dan pejuang Seleka Muslim.

Agama Kristen, yang merupakan mayoritas penduduk negara itu, menuduh Muslim mendukung mantan pejuang Seleka dengan tuduhan menyerang keluarga Kristen, menjarah harta benda dan melaksanakan eksekusi.

Minoritas Muslim di negara itu sering menjadi sasaran oleh kelompok radikal Kristen. [ded412/AA]

Lagi, Zionis Yahudi Bunuh Dua Warga Palestina

TEPI BARAT (jurnalislam.com) – Bentrokan pecah di Tepi Barat pada hari Minggu (6/7/2014) antara puluhan warga Palestina dan pasukan Israel. Bentrokan terjadi setelah pembunuhan dua orang Palestina yang ditabrak seorang pria Israel.

Sejauh ini, 14 warga Palestina telah ditangkap selama konfrontasi dengan pasukan Israel di kota Tamra utara, menurut pernyataan polisi Israel Minggu malam.

Bentrokan juga meletus di kota-kota Nazaret serta kota-kota di Tepi Barat, yaitu Abu Deis dan al-Eizariya – dua kota terakhir terletak berdekatan dengan Yerusalem, menurut pernyataan yang disiarkan di radio lokal .

Sepuluh ribu polisi Israel telah dikerahkan ke daerah-daerah bentrokan, pernyataan tersebut menambahkan.

Dua warga Palestina tewas pada hari Minggu ketika seorang pria Israel menabrak mereka dengan kendaraan di kota Haifa Israel utara, saksi mata mengatakan.

Dua orang Palestina yang dibunuh, bernama Sobhi Abu Hamed dan Anwar Satal, berasal dari kota-kota Tepi Barat Qalqiliya dan Tulkarem.

Sebelumnya keluarga dari warga Palestina berusia 16 tahun Mohamed Abu Khdeer mengatakan bahwa pemukim Israel telah menculik dan membunuhnya di Yerusalem Timur pekan ini.

Tubuh hangus Abu Khdeer ditemukan pada hari Rabu di sebuah hutan dekat Yerusalem dan dicurigai merupakan serangan "balas dendam" oleh pemukim Yahudi atas pembunuhan tiga remaja Israel yang hilang dari pemukiman di Tepi Barat baru-baru ini.

Laporan otopsi awal menunjukkan bahwa Mohamed dibakar hidup-hidup oleh para penculiknya.

Rekaman yang diambil dari kamera keamanan di dekat rumah Yerusalem menunjukkan tampaknya pemukim Yahudi memang menculik anak itu.

Dalam rekaman itu, para penculik terlihat memaksanya masuk ke dalam mobil mereka lalu melaju.

Ketegangan meningkat di wilayah Palestina sejak tiga pemukim yahudi  hilang pada bulan Juni dan ditemukan tewas pekan lalu di dekat kota Hebron, Tepi Barat.

Tiga minggu sejak hilangnya para pemukim, Israel telah menangkap ratusan warga Tepi Barat Palestina, termasuk anggota parlemen, mantan menteri kabinet dan anggota gerakan Hamas yang berbasis di Gaza yang dituduh menculik dan membunuh tiga orang tersebut oleh Israel. [ded412/AA]

Apa dan Bagaimana Shalat Sunnah Witir

niat shalat witir lengkapJURNALISLAM.COM – Islam adalah agama yang ilmiah. Setiap amalan, keyakinan, atau ajaran yang disandarkan kepada Islam harus memiliki dasar dari Al Qur’an dan Hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sebagai tuntunan begitu juga dalam hal ibadah, baik dalam ibadah sunnah maupun wajib . Maka dalam kesempatan kajian ramadhan kali ini kami akan membahas tentang apa dan bagaimana shalat sunnah witir itu .

a. Definisi shalat witir.

Al-wutru atau al-witri, menurut bahasa adalah bilangan ganjil, seperti satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, sebelas, dan seterusnya. Dari Sahabat Ali Radhiyallahu anhu, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ εأَوْتِرُوا يَا أَهْلُ اَلْقُرْآنَ فَإِنَّ اَللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Berwitirlah wahai ahli qur,an, sesungguhnya Allah itu ganjil, Dia menyukai yang ganjil.” (HSR. Muslim :754, at-tirmidzi :468, an-Nasai :1/ 247, Ibnu Majah :1186).

عن ابى هريرة قال.قال النبي ε اِنَّ الله َوِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ.

“Sesungguhnya Allah itu tunggal yang menyukai bilangan ganjil” (HSR. Bukhori :6410, Muslim : 2677).

Witir menurut syari’at adalah shalat yang dikerjakan diantara ‘isya hingga terbit fajar. Shalat witir juga sebagai penutup shalat malam dan dinamai dengan witir karena berjumlah ganjil.

b. Hukum dan waktu shalat witir.

Shalat sunnah Witir termasuk sunnah muakkadah.

Dari ‘Ali Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Sesungguhnya shalat witir itu tidak wajib. Dan tidak sebagaimana shalat kalian yang wajib. Namun, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Witir kemudian berkata:

يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوْا، فَإِنَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ.

“Wahai ahlul Qur-an, shalat witirlah. Karena sesungguhnya Allah itu ganjil (tunggal) dan menyukai orang yang shalat Witir.” [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1186)]

Adapun waktu shalat witir adalah sebelum terbit fajar, yakni antara ‘isya hingga terbit fajar. Sebagaimana hadits berikut:

مَنْ أَدْرَكَ اَلصُّبْحَ وَلَمْ يُوتِرْ فَلَا وِتْرَ لَهُ.

Siapa saja yang mendapatkan shalat Shubuh dalam keadaan belum berwitir, maka tidak ada Witir baginya,” (HR. Ibnu Khuzaimah :1090, Ibnu Hibban :2409, al-Baihaqi : II/ 478) .

Disunnahkan menyegerakan shalat witir pada awal malam bagi yang takut tidak bisa bangun pada akhir malam. Sebagaimana disunnahkan mengakhirkannya pada akhir malam bagi yang merasa yakin akan bangun di akhir malam.

Dari Abu Qatadah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Bakar, ‘Kapan engkau shalat Witir?’ Dia menjawab: ‘Aku shalat Witir sebelum tidur.’ Beliau lalu bertanya pada ‘Umar, ‘Kapan engkau shalat Witir?’ Dia menjawab, ‘Aku tidur kemudian shalat Witir.’” Dia (Abu Qatadah) berkata, “Beliau berkata kepada Abu Bakar: ‘Engkau telah mengambilnya dengan hati-hati.’ Dan berkata kepada ‘Umar: ‘Engkau telah mengambilnya dengan kekuatan.’ [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 988)], Shahiih Ibni Khuzaimah (II/145 no. 1084), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (IV/311 no. 1421), Sunan Ibni Majah (I/379 no. 1202) ].

c. Jumlah bilangan raka’at nya.

Bilangan raka’at shalat witir adalah ganjil yaitu; dimulai dari satu raka’at, tiga raka’at, lima raka’at, tujuh raka’at, sembilan raka’at, hingga tiga belas raka’at lebih. Sebagaimana hadits berikut;

وَعَنْ أَبِي أَيُوبَ الأَنْصَارِيِّ، أَنَّ رَسُولَ الله εقَالَ: “الْوَتْرُ حَقُّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمِ، مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلاثٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبّ أَنْ يُوِتَرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ”.

Dari Abi Ayyub al-Anshori Radhiyallahu anhu,’Bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda,”Witir adalah haq setiap muslim, Siapa saja yang suka berwitir lima raka’at, maka kerjakanlah, dan siapa yang suka berwitir tiga raka’at, kerjakanlah.dan siapa yang suka berwitir satu raka’at, maka kerjaknlah.” (HSR. Empat Ahli Hadits, kecuali Tirmdzi).

عَنْ اَبِيْ هُرَيرَةَ قَالَ رَسُولُ اللهε: لاَ تُوتروا بِثَلاَثٍ تُشَبِّهُوهُ بِصَلاَةِ الْمَغْرِب وَلَكِنْ أَوْتِرُوا بِخَمْسٍ أَوْ بِسَبْعٍ أَوْ بِإِحْدَى عَشْرَةَ أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ.

Dari Abu Huroiroh Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,”Janganlah kamu shalat Witir tiga raka’at, yang menyerupai shalat Maghrib, shalat Witirlah lima raka’at, atau tujuh, atau sembilan, atau sebelas, atau lebih dari itu.” (HSR. Al-Baihaqi, Ibnu Hiban, Muhammad bin Nashr).

d. Tatacara shalat witir.

Ada beberapa cara dalam mengerjakan shalat witir dengan variasi sebagai berikut ;

1. Satu raka’at dengan satu kali tahiyyat lalu salam.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ εيُصَلِّي مَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ فِي كُلِّ اثْنَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَة

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anha, berkata, ” Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallamshalat antara ‘Isya hingga Fajar sebelas raka’at, beliau salam pada tiap dua raka’at, dan witir satu raka’at.” [Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/477 no. 990)] .

2. Tiga raka’at dengan satu kali tahiyyat dan satu kali salam.

وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ? يُوتِرُ بِثَلَاثٍ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anha, berkata, “Adalah Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallamberwitir tiga raka’at tanpa terputus (oleh duduk) diantara ketiganya.” [Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (III/33 no. 1147), Shahiih Muslim (I/509 no. 738)]

3. Lima raka’at dengan satu kali tahiyyat dan satu kali salam.

وَعَنْ عائشة قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ εيُصَلِّي مِنْ اَللَّيْلِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً, يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ, لَا يَجْلِسُ فِي شَيْءٍ إِلَّا فِي آخِرِهَا

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anha, dia berkata, “Adalah Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Shalat malam 13 raka’at, beliau berwitir lima raka’at tanpa duduk kecuali pada raka’at terakhir (HSR. Muslim :1/ 296).

4. Tujuh raka’at dengan satu kali tahiyyat dan satu kali salam.

وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ بِلَفْظِ : ثُمَّ صَلَّى سَبْعًا أَوْ خَمْسًا لَمْ يُسَلِّمْ إِلَّا فِي آخِرِهِنَّ .

Dari Ibnu Abbas. Menurut riwayat Abu Daud dengan lafadz: “Kemudian beliau shalat tujuh raka’at atau lima raka’at, beliau berwitir dengannya (tujuh/ lima) dan tidak salam, kecuali pada raka’at terakhir (dari yang tujuh/ lima),” (HSR. Abu Daud)

5. Tujuh raka’at dengan tahiyyat awwal pada raka’at ke-enam, dan tahiyyat akhir pada raka’at ketujuh, kemudian salam.

فَلَمَّا أَسَنَّ وَأَخَذَ اللَّحْمَ أَوْتَرَ بِسَبْعِ رَكَعَاتٍ لَمْ يَجْلِسْ إِلاَّ فِى السَّادِسَةِ وَالسَّابِعَةِ وَلَمْ يُسَلِّمْ إِلاَّ فِى السَّابِعَةِ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَتِلْكَ هِىَ تِسْعُ رَكَعَاتٍ يَا بُنَىَّ

Menurut riwayat Abu Daud : “Ketika beliau (nabi) telah tua dan gemuk, beliau berwitir tujuh raka’at dengan tidak duduk, kecuali pada raka’at ke-enam dan ketujuh, serta tidak salam kecuali pada raka’at ketujuh, kemudian beliau shalat dua raka’at sambil duduk, maka itu menjadi sembilan raka’at wahai anakku.” (HSR. Abu Daud :1 / 309).

6. Sembilan raka’at dengan tahiyyat awwal pada raka’at kedelapan, dan tahiyyat akhir diraka’at kesembilan, lalu salam.

عن سعيد بن هشام وَيُصَلِّى تِسع رَكَعَات لايَجْلِسُ فيهَا إِلا فِى الثامِنَةِ .فَيَذْكُرُ اللهَ وَيَحْمَدُهُ وَبَدْعُوهُ ثُيمِّ يَنْهَضُ وَلا يُسَلَمُ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلّىَ التَاسِعَةَ ثُمَّ يَقْعُدُ فَيَذْكُرُ اللهَ وَيَحْمَدُهُ وَيَدْعُوهُ ثُم يُسَفمُ تَسْلِيمًا يُسْمعُنَا ثُمَ يُصَلّى رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ مَا يُسَفَمُ وَهُوَ قَاعِدٌ فَتِلكَ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَة ، يَابُنَىَّ .

Dari Sa’id bin Hisyam,…..Kemudian Nabi shalat sembilan raka’at dengan tanpa duduk kecuali pada raka’at kedelapan, kemudian beliau berdzikir kepada Allah , memujiNya, dan berdo’a kepadaNya, kemudian bangkit dan tidak salam, kemudian berdiri lalu shalat yang kesembilan raka’atnya lalu duduk, kemudian berdzkir kepada Allah, memujiNya dan berdo’a kepadaNya, lalu beliau salam dengan salam yang beliau perdengarkan kepada kami, lalu belliau shalat dua raka’at setelah salam sambil duduk, maka itu menjadi sebelas raka’at wahai anakku, ” [Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 1510)], Shahiih Muslim (I/512 no. 746), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (IV/219 no. 1328), Sunan an-Nasa-i (III/199)].

Jika berwitir dengan tiga raka’at, maka membaca surat yang disebutkan dalam hadits berikut ini

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Dulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada shalat witir: Sabbihisma Rabbikal A’laa (Al-A’laa), Qul yaa ayuhal kaafiruun (Al-Kaafiruun), dan Qul huwallaahu Ahad (Al-Ikhlash), masing-masing untuk setiap raka’at.” [Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 1607)], Sunan at-Tirmidzi (I/288 no. 461), Sunan an-Nasa-i (III/236) dengan tambahan di awalnya] .

e. Qunut Dalam Witir
Dari al-Hasan bin ‘Ali Radhiyallahu ahuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku bacaan yang kuucapkan pada shalat Witir:

اَللّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِـيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ.

“Ya Allah, tunjukilah aku sebagaimana Engkau menunjuki orang yang mendapat petunjuk-Mu. Jagalah aku sebagaimana Engkau menjaga orang yang mendapat penjagaan-Mu. Peliharalah aku sebagaimana orang yang mendapat pemeliharaan-Mu. Berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan apa yang Engkau tetapkan. Karena sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan, dan tidak ada sesuatu yang (dapat) mengatur-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang mentaati-Mu. Mahasuci dan Mahatinggi Engkau, ya Allah.” [Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 1647)], Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’-buud) (IV/300 no. 1412), Sunan at-Tirmidzi (I/289 no. 463), Sunan Ibni Majah (I/372 no. 1178) dan Sunan an-Nasa-i (III/248)] .

Menurut Sunnah, qunut ini dilakukan sebelum ruku’.

Berdasarkan hadits Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan Qunut dalam shalat Witir sebelum ruku’.” [Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 1266)], Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (IV/352 no. 1414).

Tidak disyari’atkan qunut dalam shalat wajib kecuali jika terjadi musibah dan bencana. Ketika itu, Qunut dilakukan setelah ruku’, dan tidak dikhususkan untuk shalat wajib tertentu.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak mendo’akan keburukan atau kebaikan bagi seseorang, maka beliau melaksanakan qunut setelah ruku’.” : [Shahiihul Jaami’ush Shaghiir (no. 4655)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (VIII/226 no. 4560)] .

Adapun qunut yang dilakukan pada shalat Shubuh secara terus menerus, maka itu adalah bid’ah

Sebagaimana dijelaskan oleh para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Abu Malik al-Asyja’i dari Sa’ad bin Thariq, ia berkata, “Aku berkata pada ayahku, ‘Wahai ayah, engkau pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali di Kufah ini kira-kira selama lima tahun. Apakah mereka melakukan qunut pada shalat Shubuh?” Dia berkata: “Wahai anakku, itu adalah perkara yang diada-adakan (bid’ah).” [Irwaa’ul Ghaliil (no. 435)], Ahmad (al-Fat-hur Rabbani) (III/472 dan VI/394), Sunan Ibni Majah (I/393/1241) ].

Mustahil Rasulullah Shallallahu mengucapkan:

اَللّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ.

Pada setiap Shubuh setelah bangkit dari ruku’ sambil mengeraskan suaranya, lalu para Sahabat mengamininya, secara terus-menerus hingga beliau wafat. Lantas hal ini tidak diketahui umat sesudah beliau. Bahkan ditinggalkan oleh mayoritas umatnya, jumhur Sahabat, bahkan oleh mereka semua. Sampai-sampai seseorang dari kalangan Sahabat berkata, ‘Sesungguhnya itu adalah perkara yang diada-adakan (bid’ah).’ Sebagaimana yang dikatakan oleh Sa’ad bin Thariq al-Asyja’i.” Zaadul Ma’aad (I/271).

Demikian, semoga Allah memberi kita taufiq untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam yang sahih. Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat dan ampunannya kepada kita di bulan mulia ini. Semoga amal-ibadah di bulan suci ini kita berbuah pahala di sisi Alloh Subhanahu Wa Ta’ala .

Sumber: Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz, Penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi

 

Editor: Deddy | Jurnalislam

Rekaman Video Pertama Abu Bakar Al Baghdadi

IRAK (Jurnalislam.com) – Untuk pertama kalinya Abu Bakar Al Baghdadi muncul dalam sebuah rekaman video. Dalam video yang dipublikasikan hari Sabtu (5/7/2014) itu, Abu Bakar Al Baghdadi sedang menyampaikan khutbah Jum'at.

Dalam video khutbah tersebut ia menyampaikan kepada umat Islam tentang keutamaan Ramadhan dan pengangkatan dirinya sebagai khalifah.

“Saya pemimpin Anda, meskipun saya bukan yang terbaik dari Anda, jadi jika Anda melihat bahwa saya benar, dukunglah saya, dan jika Anda melihat bahwa saya salah, nasihatilah saya,” kata "khalifah" Al Baghdadi. 

Di akhir khutbahnya, Al-Baghdadi mendorong para pejuangnya untuk terus berjihad seraya menyebutkan keutamaan yang akan didapat mujahidin. Kemudian, ia menutup dengan doa meminta pertolongan untuk mujahidin dan diteguhkan dalam kebenaran dan Islam.

Abu Bakar Al Baghdadi diangkat sebagai Khalifah oleh Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) bersamaan dengan pergantian nama Daulah Islam Irak dan Syam menjadi Daulah Islam pada awal Ramadhan lalu.

Lihat Videonya Disini

JAT Kembali Rilis Peringatan & Nasihat Untuk Para Petinggi NKRI

JAKARTA (jurnalislam.com) – Berlandaskan pada kewajiban sesama muslim untuk saling menasehati, Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) kembali merilis risalah peringatan dan nasehat kepada para petinggi negeri ini khususnya yang beragama Islam. Nasihat itu berisi tentang peringatan dan nasehat kepada para petinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menerapkan hukum Allah SWT secara Kaffah beserta cara menerapkannya sebagaimana telah menjadi kewajiban bagi kaum Muslimin.

Dalam risalah yang berjudul “Risalah Peringatan dan Nasehat Karena Alloh Kepada Hamba-hamba Alloh terutama Yang Dibebani Amanah Mengatur Bumi Alloh Nusantara/Indonesia dan Rakyatnya”, JAT menekankan tujuh poin untuk dicermati oleh umat Islam yang diamanahi jabatan untuk mengatur bumi Allah, Indonesia, diantaranya :

1. Nasehat kepala negara
2. Tugas kepala negara
3. Cara mengatur negara dan rakyatnya
4. Hukum Allah yang diamalkan untuk mengatur negara
5. Hukum Alloh yang diamalkan untuk mengatur negara dan rakyatnya
5. Hakekat Thaghut, dan
6. Hakekat Indonesia

Juru bicara JAT Ahmad Fatih mengatakan bahwa risalah ini adalah bukti kepedulian terhadap bangsa ini.

“Risalah yang tulus yang dikeluarkan JAT merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib bangsanya. Dimana sekarang sudah sangat jarang para ulama, muballigh dan tokoh yang mengambil peran buat memberikan tadzkiroh kepada penguasa dan JAT mengambil bagian itu,” jelasnya kepada redaksi, Jum’at (7/4/2014).

Risalah ini, lanjut beliau, adalah pertanggungjawaban Jamaah Ansharut Tauhid dihadapan Allah SWT dalam melaksanakan perintah Allah dalam Surat Al A’raaf ayat 164.

Ahmad Fatih menjelaskan, risalah ini dikeluarkan karena melihat hancurnya Negara ini sejak diproklamasikan hingga saat ini serta keprihatinan kami terhadap ulama-ulama yang justru menceburkan diri ke dalam sistem syirik demokrasi.

“Bahkan mereka malah menyerukan kepada umat untuk terlibat dan ikut serta di dalamnya,” lanjut Ahmad Fatih.

Beliau juga berharap agar para pejabat, ulama dan umat Islam di negeri ini bisa sadar dan kembali kepada hukum Allah SWT.

“Mudah-mudahan dengan keluarnya risalah ini menyadarkan para pejabat negeri ini, para ulama dan umat agar mau kembali kepada hukum Allah. Hukum yang akan membawa kemaslahatan di dunia dan akhirat,” tutupnya.

Editor : Amaif | Sumber : ansharuttauhid.com

Download Risalahnya disini :

link doc : https://app.box.com/s/ntr13sts06z3jk032b2n

link pdf : https://app.box.com/s/blqxyfn2go8b1gj1z6qb

Sikap "Tawaquf Ukhuwah" Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Berawal dari pemberitaan dari beberapa media islam online tentang dukungan ustadz Abu Bakar Ba'asyir terhadap kekhilafahan yang dideklarasikan Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS), dan menghormati sikap tawaquf pengurus JAT. Kami mengadakan diskusi terbatas menjelang buka puasa, Jumat (5/7/2014) . Salah satu yang dibahas adalah bentuk sikap dan tawaquf yang dicontohkan oleh Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Lalu kami menyebutnya "Tawaquf Ukhuwah".

Apakah ini merupakan tawaquf model baru yang melahirkan syubhat atau konspirasi dan tidak berdasar Qur’an dan Sunnah sehingga layak disebut bid'ah? Tentu saja tidak. Tawaquf ukhuwah yang kami istilahkan ini adalah bentuk adab tawaquf dan cara tawaquf yang dicontohkan oleh ulama hanif Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Beliau dengan hanif dan bijak meski dengan sudut pandang sendiri mendukung kekhilafahan yang dideklarasikan awal Ramadhan itu. Apakah beliau telah berbai'at? Tentu bukan bahasan itu yang kami ungkapkan disini. Terlebih ketika membahas rukun bai'at terhadap orang yang ditawan musuh.

Kami hanya menggarisbawahi sikap seorang ulama yang meski belum berbai'at, namun mengungkapkannya dengan bahasa yang halus, yaitu dengan kata dukungan. Karena dukungan beliau itu bukanlah tanpa sebab. Dukungan tersebut kami yakini bukanlah dukungan tanpa ilmu. Dukungan itupun kami meyakini penuh dengan pertimbangan dan kebijakan beliau yang menjadi sorotan, panutan, dan rujukan umat Islam.

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir tidak secara frontal menghakimi dan tergesa-gesa mengatakan sah atau tidak sah tanpa proses keilmuwan dan tabayyun yang tentu memerlukan waktu. Ustadz Abu Bakar Ba'asyir tidak secara lugas menggembosi semangat dan tahridh umat Islam untuk beri'dad dan berjihad menyambut kebaikan. Ustadz Abu Bakar Ba'asyir tidak secara terang-terangan mengkritik di hadapan umat yang tentu akan menimbulkan kegaduhan dan kegelisahan di kalangan umat islam.

Tentu mungkin anggapan di sebagian orang, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir tidak bisa disamakan dengan ulama-ulama besar, ulama internasional, para masayikh yang memiliki gelar dan sanad yang lengkap. Ustadz Abu Bakar Ba'asyir "hanyalah" ustadz yang ucapan, tindakan, serta karyanya dijadikan rujukan para ulama, dan mujahid di negeri ini.

Sikap inilah yang sangat kami nantikan, di tengah kerisauan sebagian ikhwah yang tidak kunjung berakhir dalam perdebatan. Sikap inilah yang sangat kami harapkan, menjadi pemersatu ukhuwah di tengah penghakiman sebagian pihak yang menyatakan sah/tidak terkait deklarasi khilafah. Sikap inilah yang menjadi contoh tawaquf tanpa menghujat, menggurui, menghakimi, bahkan menggembosi perjuangan bahkan semangat dan harapan kaum muslimin.

Dengan segala hormat, dan rasa sayang kami kepada beliau -semoga Allah melindungi dan membebaskannya- kami selalu mencintai dan merindukan sosok ulama yang mampu ber“tawaquf ukhuwah". 

Editor : Amaif