Arkeolog Temukan Komplek Makam Saudagar Arab di Raja Ampat

JAYAPURA (Jurnalislam.com) – Jejak para saudagar Arab di Nusantara semakin terkuak. Balai Arkeologi Jayapura, Papua menemukam komplek makam saudagar Arab di kawasan Raja Ampat.

"Kami menemukan komplek makam saudagar Arab, orientasi makam utara-selatan," jelas Kepala Balai Arkeologi Jayapura, M Irfan, Selasa (9/12/2014).

Hasil eskavasi sementara Balai Arkeologi Jayapura menemukan bukti kalau makam ini sudah ada sejak abad ke 18. Di sana juga ada jejak pemukiman para saudagar Arab ini.

"Dari sebaran artefak keramik, secara relatif pemukiman mereka telah dibangun sekurang-kurangnya abada 17," urai dia.

Menurut Irfan, selain makam, pihaknya juga melakukan penelitian pada jejak pemukiman para saudagar ini. "Para keturunan saudagar ini juga masih ada sampai sekarang," imbuh dia.

Ally | Detik | Jurniscom

Satpol PP Bandung Copot Reklame Iklan Mesum A Mild

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Satpol PP Kota Bandung menurunkan reklame iklan rokok A Mild yang dinilai mesum. Diturunkannya iklan yang menampilkan gambar sepasang pemuda pemudi sedang berpelukan itu karena desakan dari masyarakat.

"Ada keluhan warga yang disampaikan melalui twitter, kemarin kita langsung kita bersihkan (papan reklame tersebut)," ujar Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung Teddy Wirakusumah saat dihubungi Republika di Bandung, Selasa (6/1/2014).

Menurut Teddy iklan yang meresahkan tersebut hanya ada satu titik di Kota Bandung yakni di Jalan Cihampelas. Timnya pun langsung menurunkan papan reklame pada Senin (5/1/2014). Selain papan reklame yang dianggap meresahkan, Teddy mengatakan timnya dilapangan juga membersihkan papan reklame jenis rokok lainnya.

Ally | Republika | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Surat Terbuka Koalisi Perlindungan Anak Kecam Iklan Rokok Mesum

HM Sampoerna Hentikan Iklan Mesum A Mild

Tokoh Israel : Israel Diambang Kehancuran

TEL AVIV (Jurnalislam.com) – Kemampuan negara Israel ternyata dipertanyakan oleh tokoh Israel sendiri. Kemampuan militer Israel yang diagung-agungkan dunia ternyata tumpul saat harus menghadapi pejuang Gaza.

Ia memprediksi Israel akan hancur ke depannya.

Amos Oz, seorang tokoh dan budayawan Israel mengatakan bahwa Israel di bibir jurang kehancuran. Ia menyampaikan pesimismenya tentang masa depan Negara Israel melalui TV2 Israel.

Bahkan Amos tak sendirian. Sebagian cendikiawan Zionis menyatakan, pendiri Israel generasi pertama sangat konsen mempertahankan Israel sementara generasi baru zionis lebih memilih melarikan diri ke Jerman.

Mereka tidak memiliki loyalitas kepada Negara bonekanya yang ditegakkan di atas kekuatan terorisme dan senjata. Generasi baru itu tak lagi yakin dengan pembenar-pembenar agama untuk membela Israel.

Budayawan Oz Israel melanjutkan ucapannya, realita yang dihadapi Israel sangat buruk dan tanpa solusi berdirinya dua Negara maka pasti akan berdiri Negara rasis atau Negara Arab. Anak-anak dan cucu kita akan menyaksikan kondisi yang mengenaskan, tegas Oz.

Elit Israel tidak paham kecuali bahasa bunuh membunuh, darah dengan darah. Penyebabnya karena Negara Eropa yang menanam Negara Israel di kawasan yang sedang bergolak namun juga suci, maka kemana larinya? Tak ada jalan keluar kecuali perang yang akan menggerus Negara Israel.

Oz menyamakan mafia balas dendam “Zaran Talal” dari warga Israel sama seperti kelompok Nazi.

“Saya tak akan minta maaf dengan penyebutan saya ini. Apa yang dilakukan Zaran persis seperti dilakukan oleh neo Nazis di Eropa. Keduanya membakar masjid.” Tegas Oz.

Oz adalah sosok yang kontroversial di Israel, dia menginginkan pemukim garis keras Yahudi harus diklasifikasikan sebagai teroris, setelah serentetan serangan rasis terhadap pemeluk Kristen dan properti warga Palestina di Tepi Barat dan Israel.

Ally | InfoPalestina | Jurniscom

Rezim Syiah Assad Terbukti Gunakan Senjata Kimia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Al Jazeera telah memperoleh salinan laporan pengawas senjata kimia yang berisi bukti penggunaan senjata kimia di Suriah.

Laporan dari misi pencari fakta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), yang menyelidiki penggunaan senjata kimia, juga menyebutkan saksi mata yang melihat helikopter menjatuhkan bom barel berisi bahan kimia beracun.

Saksi melaporkan mendengar suara helikopter sebelum serangan.

Editor diplomatik Al Jazeera, James Bays, melaporkan dari PBB, mengatakan bahwa anggota barat Dewan Keamanan PBB menyalahkan pemerintah Suriah atas serangan tersebut karena hanya mereka yang memiliki akses ke helikopter.

PBB mengatakan, Samantha Power, dalam twitter mengatakan bahwa "32 saksi melihat atau mendengar suara helikopter saat bom dijatuhkan, 29 dari mereka mencium bau klorin. Hanya rezim Suriah yang menggunakan helos."

Laporan sebanyak 117 halaman ini memaparkan temuan yang paling rinci sampai saat ini mengenai penggunaan senjata kimia di Suriah, tapi tidak mengatakan pihak mana yang menggunakan mereka.

Laporan tersebut berfokus pada tiga desa Suriah, yaitu dua di Idlib dan satu di Hama, dimana ada "tingkat kepastian yang tinggi" penggunaan gas klorin terhadap rakyat Suriah.

Temuan ini konsisten dengan dua laporan misi pencari fakta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) sebelumnya.

Setelah pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB tentang kemajuan dalam proses penghancuran program senjata kimia rezim Suriah, Power mengatakan laporan baru tersebut menambah keyakinan atas tuduhan bahwa pemerintah Suriah menggunakan gas klorin sebagai senjata dalam perang sipil yang berlangsung selama empat tahun setelah sebelumnya telah berjanji untuk menyerahkan senjata beracun mereka.

Upaya untuk menghilangkan program senjata kimia rezim Suriah diluncurkan setelah serangan gas sarin pada 21 Agustus 2013 yang menewaskan ratusan warga sipil di pinggiran Damaskus Ghouta.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Pastur Gaza : Saya Bangga Melihat Mujahidin Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Seorang tokoh Gereja Katolik Jalur Gaza, Pastur Manuel Musallam mengatakan bahwa dirinya bangga akan Mujahidin Palestina yang berjuang secara jantan berhadap-hadapan dengan penjajah Israel di tanah airnya, Selasa (06/01/2015).

Dalam pernyataan resminya kepada PIC (Palestine Information Center), Musallam menyatakan kebanggaannya menyaksikan para pemuda mengangkat senjata membela rakyat dan tanah airnya. Dirinya juga menyatakan jihad yang dilakukan gerakan Muqawamah di Gaza berdampak sangat penting bagi keadaan Palestina saat ini.

Pastur Katolik ini juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh pemimpin perlawanan yang telah menyiagakan para Mujahidin Palestina di medan pertempuran.

“Sebagai warga Palestina, selama saya memiliki kekuatan sedemikian, saya berhak merebut hak-hak saya dan berdiri tegak di depan wajah musuh. Musuh telah dipaksa mengakui adanya kekuatan Muhajidin Palestina. Maka musuh juga harus dipaksa mengakui seluruh hak rakyat Palestina di atas tanah airnya sendiri,” demikian pernyataan tertulis Pastur Musallam.

Tokoh Gereja Katolik Gaza ini juga menggarisbawahi hubungan baik antara warga Nasrani Palestina dan Muslimin Gaza, “Kebaikan hubungan ini semakin baik di bawah pemerintahan Hamas,” tambahnya.

Pastor itu juga menjawab tuduhan sebagian orang, baik di Palestina maupun di Eropa, yang menuding dirinya sebagai “orang Hamas”. Manuel menjelaskan bahwa tuduhan itu adalah sebuah ‘emblem kehormatan’ bahkan sebuah ‘mahkota’ di atas kepala saya.

Ditegaskannya dalam pernyataan yang sama, “Kami tidak menderita karena Hamas, tapi kami bersama-sama menderita dengan Hamas. Dalam masa-masa yang sangat berat, Hamas melindungi warga Kristen dari orang-orang ekstrim yang dapat mencederai Gereja, khususnya waktu ramai kasus karikatur-karikatur penghinaan (terhadap Nabi Muhammad), juga saat ramai kasus pidato Paus di Vatikan yang menyinggung (umat Islam).”

Ally | BumiSyam | Jurniscom

RS Gaza Kekurangan Makanan Untuk Pasien

GAZA (Jurnalislam.com) – Kementerian Kesehatan Palestina sudah tidak mampu memberikan makanan kepada para pasien di rumah sakit. Hal ini dilaporkan oleh relawan asal Indonesia yang menetap di Gaza, Abdillah Onim setelah mengikuti rapat dengan Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza.

Dalam pesan yang disampaikan kepada redaksi muslimdaily pada hari Selasa (6/1/15), Abdillah Onim mengatakan bahwa kementrian kesehatan Palestina meminta perhatian dan dukungan berbagai pihak terutama lembaga-lembaga kemanusian untuk memberikan bantuan kesehatan ke Gaza.

Berikut isi pesan dari Abdillah Onim :

Assalamu alaikum wrwb saudara ku muslim di Nusantara, saya baru selesai meeting dg direktur utama di Kementrian kesehatan Palestina di Gaza. .Beliau sampaikan bahwa mulai besok tidak ada lagi makanan untuk para pasien di Rumah Sakit khususnya di rumah sakit Syifa Gaza City. Kata beliau,  mulai besok dst belum ada NGO baik lokal maupun asing yg akan memberikan atau mengambil alih bantuan kemanusiaan berupa makanan untuk para pasien. NGO asing yang baru saja menyelesaikan distribusi makanan adalah NGO asal indonesia yaitu RodjaTV & Radio rodja,mereka menanggung makanan bagi pasien selama 20 hari lebih dan akan berakhir besok.  Semoga ada NGO lain khususnya NGO asal Indonesia yang dapat melanjutkan demi pasien, tegas Abo Ahmad, pejabat kementrian kesehatan.
Karena memang hingga krisis yang dialami oleh pihak menkes Gaza seperti krisis BBM,krisis bahan makanan belum ada solusi. Mohon sebarkan semoga berita ini bisa sampai ke menkes RI. Amin.

Abdillah Onim di Gaza Palestina

Abdillah Onim | MuslimDaily | Jurniscom

Aksi Solidaritas Aktivis Perancis Tuntut Pencabutan Blokade Gaza

PARIS (Jurnalislam.com) –  Aksi solidaritas berlangsung di lapangan Shatila, di Paris, ibukota Perancis, Selasa (06/01/2015) dalam rangkaian acara pekan Eropa mendukung Gaza, yang digagas Kampanye Eropa Untuk Akhiri Blokade.

Aksi solidaritas dihadiri para aktifis Perancis pendukung Palestina, di samping sejumlah perwakilan Arab dan dunia Islam. Mereka menuntut dibukanya perlintasan Rafah yang berbatasan dengan Mesir, dan dicabutnya blokade Gaza, serta dimulainya rekonstruksi dan dibukanya perlintasan laut dan pelabuhan di Gaza.

Kampanye Eropa Untuk Akhiri Blokade meluncurkan pekan solidaritas untuk Gaza sejak pekan lalu, memperingati 6 tahun perang Gaza di akhir tahun 2008 lalu.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Mujahidin IIA Hantam Konvoi Militer AS, 6 Tewas dan Puluhan Terluka

KABUL (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan martir (isytishad)  menghantam konvoi militer  pasukan Polisi Uni Eropa atau pasukan penjajah asing di dekat markas besar Uni Eropa di Yaka Toot area kota Kabul pada Senin pagi, 5 Januari 2015, menghancurkan kendaraan yang membawa pasukan asing dan membunuh atau melukai puluhan pasukan penjajah pimpinan AS, Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam, mengatakan.
 
“Aksi ini dilakukan oleh Muhammad Tahir, seorang Mujahid dari skuad martir Imarah Islam Afghanistan dengan membanting setir mobil corolla yang  sarat dengan bahan peledak  lalu menabrakannya  ke dalam konvoi pasukan asing sekitar jam 09:00 pagi waktu setempat, “ tambahnya.

Sedangkan di Nangarhar pada hari yang sama, koresponden Al-Emarah melaporkan bahwa pada sore harinya  operasi martir juga menghantam konvoi militer pasukan penjajah AS di kota Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar.
 
Menurut laporan awal, pengangkut personel lapis baja telah dihancurkan dan 6 tentara agresor Amerika telah tewas dalam operasi syahid yang dilakukan oleh Yar Afzal Nangarhari, seorang Mujahid pemberani dari unit martir Imarah Islam Afghanistan dengan menggunakan kendaraan yang sarat dengan bahan peledak.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Jabhah Nusrah Serang Posisi Hizbullah di Perbatasan Lebanon

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah, cabang resmi Al Qaeda di Suriah, meluncurkan serangan terhadap posisi Hizbullah di dekat kota Suriah, Falita di sepanjang perbatasan Lebanon kemarin. Menurut The Daily Star, sebuah publikasi Lebanon, empat pasukan Syiah Hizbullah dan lima pasukan rezim Suriah tewas dalam serangan itu. Jumlah korban di pihak dari Al nusrah belum diketahui, Jabhah Nusrah belum merilis informasi apapun mengenai korban tersebut.

Dalam foto yang diposting ke Twitter, Jabhah Nusrah mengatakan bahwa pejuangnya "menaklukkan posisi al Masroob milik Hizbullah Iran." Al Masroob terletak di wilayah Qalamoun di pedesaan Damaskus dekat perbatasan Lebanon. Beberapa jam setelah klaim kemenangan mereka, Jabhah Nusrah mengatakan bahwa pasukannya mundur dari wilayah tersebut setelah "membakar dan merebut senjata dan amunisi." Reuters mencatat bahwa militer rezim Suriah menanggapi serangan dengan menembaki posisi mujahidin Jabhah Nusrah dengan mortir. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa pertempuran masih berlangsung di daerah tersebut kemarin malam.

Syiah Hizbullah, yang merupakan wakil Iran di Lebanon, telah mengirimkan ribuan pasukan Syiah ke Suriah untuk membantu rezim Syiah Assad. Syiah Hizbullah telah bekerjasama dengan pasukan rezim Assad melawan berbagai Faksi Jihad. Hizbullah telah bertempur dengan Jabhah Nusrah dan faksi faksi jihad di perbatasan Lebanon. Pada bulan Agustus 2014, faksi faksi jihad tersebut bertempur di kota perbatasan Lebanon, Arsal. Beberapa bulan kemudian, Jabhah Nusrah dan Hizbullah baku tembak lagi di Libanon, kali ini di Falita.

Deddy | The long War Journal | Jurniscom

 

Demo Anti Islam di Jerman Semakin Meningkat

JERMAN  (Jurnalislam.com) – Setidaknya 18.000 orang di kota Jerman timur Dresden ikut serta dalam aksi unjuk rasa menentang pengaruh Islam di negara-negara Barat, mendorong kontra-protes besar-besaran di beberapa kota.

Meskipun Kanselir Angela Merkel menghimbau untuk membatalkan demonstrasi tersebut karena dianggap rasis oleh banyak orang, namun jumlah orang yang turun ke jalan-jalan untuk mendukung gerakan tersebut semakin meningkat. Aksi yang berlangsung pada hari Senin (05/01/2015) tersebut digagas oleh populis sayap kanan yang dikenal sebagai "Patriotik Eropa Menentang Islamisasi negeri Barat" (PEGIDA)

Penyelenggara demonstrasi di Berlin, Stuttgart, Cologne dan Dresden mengatakan bahwa mereka berkumpul melawan diskriminasi dan xenophobia, bukan untuk mempromosikan pesan toleransi.

Bisnis, gereja, perusahaan besar di Cologne dan lainnya berencana untuk menjaga bangunan dan fasilitas lainnya dalam solidaritas dengan demonstrasi terhadap protes yang sedang diselenggarakan oleh PEGIDA.

Selama tiga bulan terakhir, pendukung demonstrasi PEGIDA di timur kota Dresden, sebuah daerah yang hanya memiliki sedikit imigran atau Muslim, telah membengkak dari beberapa ratus menjadi 17.500 sebelum Natal.

Demonstrasi Dresden telah melahirkan demonstrasi PEGIDA yang lebih kecil di tempat lain, termasuk pertemuan yang direncanakan di Berlin dan Cologne pada Senin malam di mana beberapa ratus orang diperkirakan akan hadir.

Sebaliknya, sekitar 10.000 kontra-demonstran diperkirakan akan berkumpul di Berlin, 2.000 di Cologne dan 5.000 lainnya di Stuttgart di mana tidak ada protes PEGIDA direncanakan di kota-kota tersebut.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom