Pasukan Kristen Serbia Memperbudak Muslimah Bosnia

Seorang gadis Muslimah Bosnia (15 tahun) mengatakan ia dan perempuan lain diperkosa oleh 19 tentara Serbia. Dia melarikan diri melalui jendela dan berlari lebih dari empat mil melewati hutan menuju wilayah yang dikuasai pemerintah Bosnia. Hidung dan telinga saudara lelakinya dipotong ketika ia menolak untuk memperkosa ibu mereka, gadis tersebut memberi kesaksian kepada pekerja bantuan.

ZENICA, BOSNIA HERZEGOVINA ( jurnalislam.com ) – Gadis itu menutup matanya tapi tidak bisa menghalangi tawa tentara Serbia ketika mereka memegangi lengan kecilnya dan memperkosanya berulang-ulang.

Dia tidak ingat berapa kali, namun dia ingat tertawa mereka : ketika mereka memperkosa dirinya dan sang ibu, yang kemudian ditembak dan dibunuh di rumah mereka di ZEPA, di Bosnia timur.

Gadis -12 tahun- itu juga ditembak, tapi ia selamat dan berhasil tiba wilayah yang dipegang pemerintah (Bosnia), Zenica di Bosnia tengah.

"Saya yakin hidupnya hancur," kata Mirha Pojskic, seorang psikolog di pusat Medica, yang mengkhususkan diri dalam membantu memulihkan perempuan dan anak-anak dari kekejaman masa perang.

Kisah gadis itu –sampai beberapa halaman dalam catatan buku kasus (casebook) tebal di Medica- suatu hari nanti bisa menjadi salah satu kisah yang diceritakan kembali di ruang sidang yang jauh. Sejak perjanjian perdamaian, para penyelidik kejahatan perang telah menambah kumpulan kesaksian dan bukti tuduhan pemerkosaan massal dan penggunaan kekerasan seksual sebagai kebijakan militer.

"Ini bisa menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah bahwa kedepannya perempuan akan maju untuk bersaksi tentang pemerkosaan setelah perang usai," kata Jasna Baksic-Muftic, sekretaris jenderal Sarajevo dari Divisi Persatuan Asosiasi Perempuan Bosnia. "Ini bisa menjadi tonggak yang sangat penting bagi jaksa kejahatan perang."

Berbagai kelompok bantuan dan konseling telah menghabiskan beberapa minggu terakhir mengorganisir catatan pasien mereka untuk peneliti dan meminta para korban apakah mereka akan bersedia untuk bersaksi di pengadilan. Ini adalah sebuah pertanyaan halus.

"Jika mereka mengatakan 'Tidak', itu sudah cukup. Kami tidak ingin mendorong mereka terlalu keras dan menimbulkan resiko terhadap semua terapi," kata Pojskic Rabu.

Medica telah memperlakukan korban perkosaan dari usia semuda 12 tahun dan setua 62 tahun, banyak dari mereka adalah pengungsi dari Bosnia timur. Kelompok Koridor-Pusat konseling Sarajevo telah menyusun puluhan kasus, termasuk wanita yang hamil dari pemerkosaan baik yang melahirkan atau yang memilih untuk aborsi -kadang-kadang dengan prosedur yang sederhana di rumah .

Dokumen lembaga bantuan Barat yang diperoleh The Associated Press memberikan contoh kesaksian yang dikumpulkan di Tuzla, kota pemerintah yang paling dekat dengan wilayah timur yang dikuasai oleh Serbia.

  • Seorang gadis berusia 15 tahun itu mengatakan ia dan perempuan lain diperkosa oleh 19 tentara Serbia. Dia melarikan diri melalui jendela dan berlari lebih dari empat mil melewati hutan menuju wilayah yang dikuasai pemerintah Bosnia. Hidung dan telinga saudara lelakinya dipotong ketika ia menolak untuk memperkosa ibu mereka, gadis tersebut memberi kesaksian kepada pekerja bantuan.
  • Seorang wanita mengaku anak 11 tahunnya dikubur hidup-hidup setelah ia dipaksa untuk menonton tentara Serbia memperkosa dan memukulinya .
  • Tentara Serbia menyayat gambar salib di kepala seorang wanita Muslimah setelah ia diperkosa secara bergerombol.

Utusan HAM Amerika Serikat, John Shattuck mengatakan Departemen Luar Negeri dan PBB telah mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung klaim bahwa perkosaan adalah "salah satu bidang utama di mana kejahatan perang berlangsung."

"Bukti itu, saya yakin, sedang ditinjau dengan teliti oleh pengadilan kejahatan perang," katanya pekan ini di Sarajevo.

Sidang pembukaan pengadilan The Hague tersebut, yang dijadwalkan pada 18 Maret akan menandai untuk pertama kalinya bahwa tindak perkosaan termasuk sebagai kejahatan perang. Seorang wanita, yang diidentifikasi hanya (dengan inisial nama) sebagai "F" dalam dokumen pengadilan, hadir untuk bersaksi melawan Dusan Tadic, seorang penjaga penjara Serbia yang dituduh melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan.

Wanita itu akan diizinkan untuk memberikan bukti kesaksian melalui hubungan video satu arah .

"Tanpa beberapa cara untuk melindungi perempuan, siapa yang akan mau bersaksi ?" Tanya Kirsten Wienberg, koordinator pusat Medica .

Pengadilan internasional telah mendakwa 52 tersangka -tujuh Kroasia dan 45 Serbia, termasuk komandan militer Jenderal Ratko Mladic dan pemimpin politik Radovan Karadzic. Pengadilan ini akan segera memulai sidang untuk memungkinkan pengungkapan tuduhan publik terhadap para tersangka yang tidak dalam penahanan, sidang ini dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana perkosaan tersebar luas selama perang selama 3 1/2- tahun.

Pejabat pemerintah Bosnia mengatakan sebanyak 30.000 perempuan Muslim telah diserang secara seksual.

"Kita mungkin tidak akan pernah tahu angka yang sebenarnya," kata Pojskic , psikolog Medica. "Dengan setiap kasus baru, korban itu mengatakan dia tahu dua atau tiga orang lain yang diperkosa dan siapa saja lainnya yang belum maju bersaksi. "

Tidak ada statistik tentang jumlah kehamilan dari perkosaan, namun ahli konseling dan ahli kesehatan percaya itu setidaknya ada beberapa ribu kasus kehamilan dari akibat perkosaan biadab yang dilakukan pasukan salib Serbia dan para-militernya..

Salih Rasavac, direktur Koridor, telah menasihati 65 wanita yang mengaku mereka menjadi hamil akibat pemerkosaan. Tiga puluh lima melakukan aborsi -beberapa dilakukan di akhir kehamilan yang membuat mereka tidak subur. Sisanya melahirkan anak-anak mereka, namun semua kecuali satu orang meninggalkan bayi-bayi tersebut di rumah sakit tanpa melihat terlebih dahulu, katanya. Suatu sikap yang sulit untuk disalahkan bagi mereka –para wanita muslimah Bosnia- yang menjadi korban penghinaan, penganiayaan, serta pemerkosaan brutal yang sistematis oleh pasukan Serbia dan para-militernya.

Wanita yang memlihara bayinya –seorang anak lelaki yang lahir pada tahun 1993- mengatakan dia ditahan oleh gerombolan Serbia selama 14 bulan di sebuah rumah di pinggiran kota Sarajevo yang dikuasai Kristen Serbia, dan diperkosa oleh puluhan orang.

Suaminya telah menerima anak itu, namun perempuan tersebut menderita perang batin.

"Ketika dia baik aku ingin menyentuh dan memeluknya, tapi aku tidak bisa. Tanganku kadang-kadang berhenti di udara," ujar Rasavac lirih. "Ketika ia bertingkah buruk, aku tidak bisa menghukumnya. Itu mengingatkan aku pada penghinaan yang kurasakan."

Faris | bosniangenocide | Jurniscom

 

Arti kata :

The Hague : pusat pemerintahan dan administrative Belanda, di pantai Laut Utara, ibukota provinsi Holland Selatan; berpenduduk 475.681 (2008). Siding Pengadilan Internasional (The International Court of Justice) berpusat disini.

Konseling  : pemberian bantuan dan bimbingan dalam menyelesaikan masalah pribadi, sosial, atau psikologis dan berbagai kesulitan, terutama oleh seorang profesional.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X