Penjaga Perbatasan Saudi Tewas Ditembak dari Wilayah Yaman

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Seorang penjaga perbatasan Saudi tewas dan tujuh lainnya luka-luka ketika ditembaki dari seberang perbatasan di Yaman yang memukul rute patroli mereka di sepanjang perbatasan selatan kerajaan Saudi.

Serangan itu terjadi sekitar pukul 6:30 hari Sabtu (30/05/2015) ketika, menurut kementerian dalam negeri Saudi, serangan tembakan "dari seberang perbatasan dengan Yaman" mengenai penjaga perbatasan saat mereka berpatroli di kota Harth, daerah Jazan, Agence France-Presse melaporkan.

Wilayah Jazan selama ini menjadi sumber penembakan yang fatal.

Kementerian itu menambahkan bahwa kekuatan penjaga perbatasan "berurusan dengan situasi yang sesuai" saat bekerja sama dengan militer cabang lain.

Serangan terbaru ini berakibat jumlah personil militer Saudi dan warga sipil yang tewas menjadi 31 orang sejak awal koalisi Arab yang dipimpin Saudi berusaha memulihkan pemerintah Yaman yang sah, Presiden Hadi, yang berada di pengasingan.

Sementara itu, pesawat-pesawat tempur koalisi yang dipimpin Arab menghantam pangkalan militer pendukung pemberontak Houthi di ibukota Yaman, Sanaa, sejak Sabtu malam dan Ahad dini hari, kata warga.

Serangan tersebut menghantam sebuah pangkalan udara dekat bandara Sanaa dan instalasi militer yang menghadap kompleks istana presiden.

Koalisi telah menyerang pasukan Syiah Houthi yang didukung Iran dan sekutu mereka yang telah menguasai banyak wilayah negara itu.

Serangan Saudi dan sekutunya mengakibatkan pertempuran mematikan antara  Syiah Houthi dan pasukan Saudi di sepanjang perbatasan selatan negara termasuk penembakan dari daerah pemukiman di provinsi perbatasan.

Di Yaman, pertempuran antara pasukan pro-dan anti-pemerintah yang telah berlangsung berminggu-minggu telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang tewas dan lebih dari setengah juta orang kehilangan tempat tinggal menurut PBB.

Deddy |  AFP | Alarabiya | Jurniscom

Warga Spanyol Peringati Hari Serangan Berdarah Israel, Mavi Marmara

SPANYOL (Jurnalislam.com) – Ratusan orang Spanyol berkumpul pada hari Ahad (31/05/2015) di desa Bueu di Galicia, barat laut Spanyol, untuk memperingati tahun kelima serangan berdarah Israel terhadap Mavi Marmara, armada kapal bantuan untuk Gaza, saat Marianne Boat dari Freedom Flotilla III berlabuh di pelabuhan desa .

Puluhan orang, termasuk warga Palestina, berkumpul di depan balai kota membawa bendera Palestina dan meneriakkan "Viva Palestina" (Hidup Palestina), dan "Ayer Sudafrica, Hoy Palestina. Sanciones a Israel (Kemarin Afrika Selatan, Hari ini Palestina, Boikot Israel)".

Orang-orang berbaris sepanjang jalan di Bueu disertai dengan orkestra dan berhenti di pelabuhan Bueu memberi hormat kepada para aktivis di atas kapal Marianne yang menuju ke Gaza.

Aktivis hak asasi manusia dari seluruh dunia dan generasi telah menaiki perahu sebagai bagian dari "The Ship to Gaza" Freedom Flotilla III yang bertujuan mengakhiri cengkeraman Israel atas Palestina.

Marianne akan bergabung dengan kapal lain dan berencana untuk mencapai Gaza pada pertengahan Juni.

Upaya tahun ini adalah yang ketiga sejak 2010 ketika sembilan orang tewas setelah pasukan komando Israel menyerang enam kapal sipil di Freedom Flotilla yang pertama.

Pendukung tahun ini adalah Kapal Palestina dari Canadian Boat to Gaza, Greece Ship to Gaza, Freedom Flotilla Italia, Norway Ship to Gaza, South Africa Palestine Solidarity Alliance, Spain Rumbo a Gaza dan Turkey's Humanitarian Relief Foundation (IHH).

Di kota Bueu, beberapa keluarga Palestina membawa makanan tradisional dan disajikan kepada warga kota dan para aktivis, sebagai tindakan "solidaritas" dan "dukungan" menurut warga  Palestina yang tinggal di Galicia.

"Ini adalah hal terkecil yang bisa kita lakukan untuk orang-orang pemberani yang mengorbankan hidup mereka di Mavi Marmara dan orang-orang di Marianne saat ini kembali mengambil risiko, demi Saudara-saudara kita yang diblokir di Gaza," kata Sami kepada Anadolu Agency.

"Ini adalah hal yang luar biasa," kata Sami dengan air mata menetes.

Kota Bueu menayangkan sebuah film dokumenter berjudul "All Aboard" yang disutradarai oleh jurnalis Spanyol yang selamat dalam serangan Mavi Marmara, Laura Arau.

"Film ini menceritakan apa yang terjadi di atas kapal Mavi Marmara 5 tahun yang lalu. Film ini didedikasikan untuk mereka yang kehilangan nyawa mereka saat membela kemuliaan Palestina, [sebagai sumber] motivasi bagi para aktivis yang mengambil bagian dalam Freedom Flotilla III dan mengirim pesan kepada orang-orang Palestina yaitu, ‘Kalian tidak dilupakan’, "kata Arau kepada Anadolu Agency.

Acara ini diselenggarakan oleh aktivis dari dua LSM Spanyol, Rumbo a Gaza dan Pallas@s en Rebeldia, keduanya bekerja untuk mengakhiri blokade terhadap Gaza.

Enam kapal sipil di Freedom Flotilla diserang di perairan internasional oleh pasukan Israel pada 31 Mei 2010, ketika mereka mencoba untuk mematahkan blokade Israel di Jalur Gaza.

Sembilan aktivis Turki tewas dan 30 orang lainnya luka-luka, termasuk seorang aktivis yang meninggal setelah menderita luka parah hampir empat tahun.

Serangan itu meningkatkan ketegangan antara Israel dan Turki, yang menarik duta besarnya dari Tel Aviv.

Israel telah mempertahankan blokade ketat atas Jalur Gaza sejak 2007, ketika kelompok perlawanan Palestina Hamas mengambil alih kendali di wilayah itu.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Kajian Umum Bersihkan Masjidku dari Aliran Sesat Syiah dan Komunis Dihadiri Ribuan Orang

SOLO (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Solo menghadiri kajian umum bertema "Bersihkan Masjidku dari Aliran Sesat Syiah dan Komunis" di Masjid Agung Surakarta, Jln. Masjid Agung, Baluwarti, Pasar Kliwon, Surakarta, Ahad (31/5/2015).

Kajian umum yang diselenggarakan oleh Komunitas Masjidku Makmur (KMM) itu menghadirkan tiga pembicara sekaligus, diantaranya KH Muh. Halim, SH, Ustadz Ir. Andri Kurniawan M. Ag, dan Ustadz Farid Ahmad Okbah.

Ustadz Muh. Halim, mengatakan umat islam harus sadar tentang pentingnya di kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. "Karena ancaman yang semakin nyata dihadapan kita, Negeri Indonesia tercinta ini ke depan akan berhadapan dengan aliran sesat Syi'ah dan komunis," tegas putra sulung Kyai Naharrus Surur pimpinan Pondok Pesantren Takmirul Solo itu.

Sementara Ustadz Andri Kurniawan memberikan gambaran tentang kewaspadaan terhadap PKI gaya baru bahwa orang-orang PKI telah menduduki jajaran pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Jokowi. 

Sedangkan Ustadz Farid Ahmad Okbah, beliau tidak lagi menjelaskan tentang kesesatan Syiah, akan tetapi lebih kepada strategi menghadapnya. 

Acara tersebut terselenggara atas kerjasama KMM bersama sejumlah elemen jamaah Islam dari Jama'ah Ansharusy Syariah, Jama'ah Ansharut Tauhid (JAT), Forum Umat Islam (HUI), Front Jihad Islam Laskar Umat Islam Surakarta, dan sebagainya.

Reporter : Riyanto : Editor : Ally | Jurniscom

 

Tolak Jutaan Dolar dari Saudi, Koalisi Arab Gempur Posisi Houthi dengan Serangan Udara

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pesawat tempur koalisi pimpinan Saudi menggempur posisi Syiah Houthi di Sanaa semalam, hanya beberapa jam setelah utusan PBB untuk Yaman tiba di ibukota yang dikuasai pemberontak  Houthi tersebut, warga mengatakan pada hari Sabtu (30/05/2015).

Di antara target serangan udara adalah rumah presiden terguling Ali Abdullah Saleh di kota kelahirannya, Sanhan, di selatan ibukota.

Serangan udara terbaru juga menargetkan markas angkatan udara yang dikuasai pemberontak  di Sanaa, gudang senjata di Sanhan, serta pangkalan udara Dailami, yang juga terletak di ibukota, saksi mengatakan kepada Agence France-Presse.

Serangan lainnya menargetkan posisi pemberontak Houthi di Marib, provinsi timur yang kaya minyak, dan wilayah barat Hodaidah.

Penyerangan datang hanya beberapa jam setelah utusan khusus PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed terbang ke Sana'a untuk melakukan pembicaraan dengan partai-partai politik, menurut sebuah situs yang dijalankan oleh Syiah Houthi.

Sebuah konferensi membahas Yaman yang seharusnya berlangsung di Jenewa Kamis lalu ditunda. Hal itu menjadi pukulan bagi upaya PBB untuk menengahi perdamaian di negara konflik yang telah menewaskan hampir 2.000 orang sejak Maret.

Serangan terjadi setelah Saleh mengatakan, dalam sebuah wawancara yang disiarkan Jumat, bahwa ia menolak tawaran Saudi yang berjumlah "jutaan dolar" untuk menentang pemberontak  yang didukung Iran.

Wawancara itu disiarkan di saluran televisi Al-Mayadeen yang berbasis di Beirut. Presenter mengatakan ia berbicara dari Sanaa.

Dalam wawancara hari Jumat, Saleh kembali menyerukan pembicaraan di Jenewa antara pihak-pihak Yaman, serta negosiasi antara Yaman dan Arab Saudi. Saleh menuduh Arab Saudi berusaha untuk menabur "hasutan" di negara yang sedang dilanda perang tersebut.

Tapi "cepat atau lambat kita akan mengadakan pembicaraan dengan Arab Saudi," kata mantan presiden itu.

Saleh mengatakan bahwa pembicaraan Yaman di Jenewa harus fokus pada "transfer kekuatan, pemilihan otoritas baru, dan kembali ke pemilu," serta "mengutuk agresi Saudi".

Saleh juga menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Abdrabbu Mansour Hadi "telah berakhir", dan bersikeras mengatakan bahwa, "Saya tidak akan menerima kuasa untuk diri sendiri atau anak saya," yaitu Ahmed, yang memimpin pasukan elit Pengawal Republik selama pemerintahannya.

Adapun menurut Saleh, Iran "tidak menimbulkan ancaman untuk Yaman sama sekali". Ia mengatakan bahwa dia tidak pernah langsung bersentuhan dengan Republik yang didominasi Syiah tersebut.

Saleh dipaksa mengundurkan diri pada awal 2012 setelah melancarkan tindakan keras berdarah saat berlangsung protes menyerukan agar tiga dekade pemerintahan tangan besinya berakhir.

Pasukannya telah mendukung pemberontak Houthi yang merebut Sana'a pada bulan September kemudian melanjutkan serangan ke bagian lain negara Yaman.

 

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

 

30 Mahasiswi Muslim Dilarang Masuk Kampus di Brussel

Brussels (Jurnalislam.com) – Pada hari Jumat  tiga puluh mahasiswa Muslim ditolak masuk ke De Mot-Couvreur Institute di Brussels karena mengenakan rok panjang, lansir World Bulletin Sabtu (30/05/2015).

Direktur sekolah mengatakan bahwa mereka melanggar peraturan sekolah karena menurutnya rok panjang adalah 'simbol religiusitas."

Para siswa mengajukan protes di luar sekolah menuntut untuk masuk sekolah. Namun polisi akhirnya dipanggil oleh sekolah dan membubarkan aksi protes siswa.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Pawai Anti Islam di Phoenix Dihadang Demonstran Pendukung Islam, Amerika

Phoenix  (Jurnalislam.com) – Ratusan orang menghadiri unjuk rasa anti-Islam di luar sebuah masjid di kota Phoenix AS pada hari Jumat (29/05/2015), berhadapan dengan ratusan kontra-demonstran yang mendukung hak dan kebebasan umat Islam.

Kedua kelompok mengambil posisi di kedua sisi jalan di depan Islamic Community Center of Phoenix, dengan barisan polisi berdiri di tengah-tengah untuk menjaga mereka agar tetap terpisah, media lokal melaporkan.

Tayangan live televisi menunjukkan demonstran di sisi anti-Islam melambaikan bendera Amerika dan memegang spanduk bertuliskan "Stop Islam", sementara sisi yang lain membawa plakat yang bertuliskan "Hentikan kebencian" dan "Kasihilah sesamamu".

Beberapa pengunjuk rasa anti-Islam secara terbuka menggunakan bahasa kasar yang kuat dan komentar rasis pada plakat mereka, tapi tidak dikenakan tuntutan menghasut kebencian terhadap komunitas Muslim yang damai.

Salah satu pengunjuk rasa anti-Muslim terlihat mengenakan t-shirt yang mengatakan: "Support Your Local White Boy" dengan lambang SS Nazi di atasnya.

Diberi judul "Freedom of Speech Rally Round II / Pawai Kebebasan Berbicara Putaran II", penggambaran acara anti-Islam tersebut di Facebook diduga sebagai "Tanggapan atas serangan Texas baru-baru ini di mana 2 teroris bersenjata, berusaha melakukan Jihad."

Dalam sebuah posting Facebook hari Jumat, penyelenggara pawai, Jon Ritzheimer, yang juga mantan Marinir, mengakui bahwa acara ini "bodoh".

"Saya mengakui bahwa apa yang saya lakukan memang bodoh tapi menginjak bendera Amerika juga bodoh, dan saya mendukung hak dan kebebasan mereka untuk melakukan pawai," katanya.

Pawai itu terjadi hanya tiga minggu setelah dua orang bersenjata menyerang sebuah acara serupa di pinggiran Dallas, yaitu di Garland, Texas.

Meskipun perdebatan dan keamanan memanas, pawai hari Jumat pada umumnya berlangsung damai dan tidak ada penangkapan yang dilaporkan pada 20:45 waktu setempat (GMT 0345).

Kedua kelompok saling berteriak satu sama lain.

The Islamic Community Center of Phoenix adalah masjid yang diduga sering dikunjungi para penyerang bersenjata, Elton Simpson dan Nadir Soofi, beberapa waktu sebelum penembakan Garland. Para tersangka diduga menembaki acara kartun anti-Muslim di Garland pada 3 Mei, yang menyebabkan seorang penjaga keamanan terluka sebelum polisi kemudian menembak mati mereka.

Pawai hari Jumat rencananya dimulai sekitar waktu yang sama saat Muslim memulai sholat malam mereka di dalam masjid.

Pawai itu mengawali kontes kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad, mirip dengan yang di Texas. Namun, tidak ada satupun kontes seperti itu yang diadakan pada pukul 20:45, waktu setempat.

Ritzheimer juga mendorong para peserta untuk datang dengan senjata pada pawai tersebut.

Halaman Facebook yang didedikasikan untuk acara mengatakan: "Orang-orang juga didorong untuk memanfaatkan amandemen kedua tepat di acara ini, untuk berjaga-jaga bila amandemen pertama kami berada di bawah banyak serangan."

Rencana awal para pengunjuk rasa anti-Muslim adalah berkumpul di sebuah restoran di Phoenix utara sebelum pawai.

Ketika manajer restoran mengetahui tentang rencana itu, mereka memutuskan menutup restoran selama tiga jam demi menjamin keselamatan pelanggan mereka, 12 News melaporkan.

Perwakilan dari komunitas Muslim area Phoenix mendesak umat Islam untuk mengabaikan acara tersebut.

"Pada dasarnya ini adalah persimpangan antara Islamofobia dan budaya senjata, retorika kekerasan datang bersama-sama dengan sentimen anti-Muslim dalam situasi yang sangat berbahaya," Imraan Siddiqi, yang mengarahkan Arizona dalam Dewan Hubungan Amerika-Islam, mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Kamis.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

As Tingkatkan Lagi Bantuan Militer untuk Israel

WASHINGTON (Jurnalislam.com) World Bulletin melaporkan hari Jumat (29/05/2015), bantuan militer AS untuk Israel cenderung meningkat setelah 2017.  

Sebelumnya  paket bantuan senilai $ 3 miliar per tahun akan berakhir pada 2017. Seorang pejabat AS, yang berbicara kepada Reuters pada kondisi anonimitas, mengatakan negosiator saat ini mendekati kesepakatan baru senilai pembayaran rata-rata tahunan $ 3.6 hingga $ 3.7 miliar.

Seorang pejabat Israel, yang juga menolak disebut namanya, menyebutkan bahwa bantuan yang mereka harapkan berkisar antara $ 3,5 miliar dan US $ 4 miliar.

"Mereka (Amerika Serikat) berusaha untuk memadamkan api setelah kami mempermasalahkan kesepakatan Iran," tambah pejabat itu, mengacu pada negosiasi program nuklir Teheran yang menurut Israel tidak cukup.

Di Washington, Pentagon tidak segera berkomentar. Seorang juru bicara Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon, saat ditanya tentang bantuan AS mengatakan:  “Bantuan tersebut bukan suatu hal yang baru saja dibahas." Dia tidak menjelaskan.

Pemerintah AS sebelumnya menandatangani kesepakatan 10 tahun dengan Israel pada tahun 2007 berupa pemberian 30 miliar dolar yang sebagian besar harus dikeluarkan untuk produk militer Amerika.

Washington telah mengalokasikan ratusan juta dolar lebih untuk pertahanan rudal Israel.

Setahun yang lalu, saat berbicara tentang paket bantuan baru, seorang pejabat AS mengatakan Israel menginginkan peningkatan yang signifikan tetapi pemerintahan Obama, yang dilanda pemotongan biaya domestik, tidak mungkin setuju karena disesuaikan dengan inflasi.

Deddy  | World Bulletin | Jurniscom

Peduli Muslim Rohingya, Mahasiswa STAI Ibrahimy Banyuwangi Gelar Aksi Teatrikal

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibrahimy Genteng menggelar aksi solidaritas untuk Muslim Rohinya. Mereka melakukan aksi teatrikal di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Sabtu (28/5/2015).

Aksi teatrikal itu menggambarkan kondisi Muslim Rohingya yang memprihatinkan. Mereka yang hidup dengan penuh kesengsaraan karena terancam dibantai oleh umat Budha di negaranya, Myanmar.

Sebelum aksi teatrikal, puluhan mahasiswa itu menggelar longrmach dari Jalan KH. Hasyim Asyari sembari meneriakan yel-yel pembelaan terhadap muslim Rohingya dan mengusung beberapa poster dan spanduk "Save Rohingya Myanmar”.  

“Mana PBB, ASEAN, ini tragedi kemanusiaan,” pekik seorang orator. 

Koordinator aksi, Dodik Fitriansyah, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan moral kepada para pengungsi Muslim Rohingya.

“Pemerintah Indonesia harus peduli dengan pengungsi Rohingya,” katanya.

Dodik juga mengatakan, aksi itu tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga siswa dari beberapa sekolah tingkat  menengah. 

Reporter : Findra l Editor : Ally | Jurniscom

 

Soal TNI Berjilbab, Kolonel (Purn) Herman Ibrahim : "Soliditas Itu Bukan Dibangun oleh Pakaian"

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Kolonel Purnawirawan Herman Ibrahim, menyesalkan pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang melarang korps wanita (kowan) TNI mengenakan Jilbab.

Menurut Herman, TNI harus memberikan hak dan kebijakan afirmatif kepada perempuan-perempuan Islam yang menjadi anggota militer. 

"Saya kira TNI Harus menerima realitas bahwa umat Muslim itu harus diberi hak dan kebijakan afirmatif yang berpihak kepada mereka, khususnya kepada orang Islam perempuan yang menjadi anggota militer. Mereka semuanya adalah muslimah-muslimah yang harus dihormati haknya sebagai muslim," kata Herman kepada Jurniscom melalui sambungan telepon, Sabtu (30/5/2015).

Herman mengaku kecewa dengan kebijakan panglima TNI tersebut. Menurutnya, TNI seharusnya mengakomodir anggota perempuannya yang berjilbab, karena dalam Islam menutup aurat itu wajib.

"Sehingga saya kecewa itu, kenapa kita harus mempersoalkan jilbab. Padahal kalau dalam Islam, rambut itu aurat yang harus ditutup. Jadi hak-hak yang berkaitan dengan keyakinan mereka itu harus dihormati. Saya pikir kalau ada mereka yang berjilbab itu harus diakomodir oleh TNI," ujarnya.

Herman juga menyangkal pernyataan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal M. Fuad Basya yang mengatakan Kowan berjilbab dikhawatirkan akan mengganggu soliditas TNI.

"Soliditas itu bukan dibangun oleh pakaian," tutupnya singkat.

Editor : Ally | Jurniscom

Ke Aceh, Me-Dan Serahkan Langsung Bantuan Kepada Pengungsi Muslim Rohingya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Lembaga kemanusiaan non pemerintah, Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) telah menyerahkan bantuan kepada pengungsi Muslim Rohingya di Aceh pada Rabu (21/5/2015).

Bantuan berupa makanan dan uang senilai Rp 60 juta itu diterima secara simbolis oleh perwakilan Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Langsa dan diberikan langsung kepada pengungsi Muslim Rohingya di titik penampungan, yaitu Pelabuhan Kuala Langsa, Bayeun dan Lhokseumawe.

"Pengungsi di Langsa ada 790 orang, di Bayeun 409 orang dan Lhoksuemawe 455 orang. Kebutuhan pangan, pakaian, sanitasi cukup.Kebutuhan gizi anak kurang, mereka hanya makan lauk telor dan mie," kata Sekjen Me-Dan, Sunaryo kepada Jurniscom, Jumat (29/5/2015).

Sunaryo menceritakan pengungsi Rohignya terlihat senang atas bantuan dari Me-Dan dan masyarakat Indonesia lainnya. 

"Mereka senang sekali, bahkan ada yang nangis terharu saat kita kasihkan bantuan itu," ungkap Naryo.

Selain itu, Sunaryo yang baru saja kembali dari Aceh mengungkapkan keinginan para pengungsi Muslim Rohinya untuk tinggal di Indonesia. Pasalnya, menurut Sunaryo, mereka enggan kembali ke negaranya karena takut dibunuh.

"Pengungsi rohingya gak mau balik ke Myanmar. Dari pada jauh jauh balik untuk dibunuh mereka lebih baik mati di sini aja, silahkan bunuh kami saja kata mereka sambil mengkode tangan bentuk pistol ke kepala mereka" ujar Sunaryo mengisahkan.

Me-Dan juga masih membuka kesempatan bagi kaum Muslimin yang ingin membantu saudara Muslim lainnya yang membutuhkan di belahan bumi lainnya dalam program Peduli Umat Islam.

Partisipasi donasi ditambah angka unik untuk identifikasi alokasi

1. Rohingnya kode 1000

2. Pengadaan ambulance kode 2000

3. Syam kode 3000

4. Palestina kode 4000

Editor : Ally | Jurniscom