Soal TNI Berjilbab, Kolonel (Purn) Herman Ibrahim : "Soliditas Itu Bukan Dibangun oleh Pakaian"

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Kolonel Purnawirawan Herman Ibrahim, menyesalkan pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang melarang korps wanita (kowan) TNI mengenakan Jilbab.

Menurut Herman, TNI harus memberikan hak dan kebijakan afirmatif kepada perempuan-perempuan Islam yang menjadi anggota militer. 

"Saya kira TNI Harus menerima realitas bahwa umat Muslim itu harus diberi hak dan kebijakan afirmatif yang berpihak kepada mereka, khususnya kepada orang Islam perempuan yang menjadi anggota militer. Mereka semuanya adalah muslimah-muslimah yang harus dihormati haknya sebagai muslim," kata Herman kepada Jurniscom melalui sambungan telepon, Sabtu (30/5/2015).

Herman mengaku kecewa dengan kebijakan panglima TNI tersebut. Menurutnya, TNI seharusnya mengakomodir anggota perempuannya yang berjilbab, karena dalam Islam menutup aurat itu wajib.

"Sehingga saya kecewa itu, kenapa kita harus mempersoalkan jilbab. Padahal kalau dalam Islam, rambut itu aurat yang harus ditutup. Jadi hak-hak yang berkaitan dengan keyakinan mereka itu harus dihormati. Saya pikir kalau ada mereka yang berjilbab itu harus diakomodir oleh TNI," ujarnya.

Herman juga menyangkal pernyataan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal M. Fuad Basya yang mengatakan Kowan berjilbab dikhawatirkan akan mengganggu soliditas TNI.

"Soliditas itu bukan dibangun oleh pakaian," tutupnya singkat.

Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.