Ansharusyariah Nusra Sukses Gelar Tabligh Akbar "Fitnah dan Petaka Akhir Zaman" di Tiga Tempat

BIMA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah Wilayah Nusra (Nusa Tenggara) sukses menggelar Tabligh Akbar dengan Tema "Fitnah dan Petaka Akhir Zaman". Tabligh akbar dilaksanakan secara maraton di tiga tempat selama dua hari. Sabtu, 30 Mei di Masjid Baitul Hamid Kota Bima dan 31 Mei di Masjid Besar Al Amin Kabupaten Bima dan Masjid Miftahul Jannah Kota Dompu.

Ustad Fuad Al Hazimi menjadi pembicara yang membahas tentang Nubuwwat Kemunculan Syiah dan Khawarij di akhir Zaman, sedangkan Ustad Abu Al Izz Abdussalam, Lc membahas tentang Strategi Menghadapi Fitnah Akhir Jaman.

Penyampaian materi Tabligh Akbar disampaikan dengan lugas oleh kedua pembicara yang membuat masyarakat begitu antusias.

Acara berakhir pada Senin (31/52015) sore di Mudyriah Kota Dompu, sekaligus berakhir pula Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Jama'ah Ansharusy Syariah bekerjasama dengan semua pihak terkait dan masyarakat.

Reporter : Fayis Umar | Editor : Ally | Jurniscom

Imam Masjid Arizona : Protes Anti Islam Bersenjata Bangkitkan Solidaritas (Wawancara)

ARIZONA (Jurnalislam.com) – Imam masjid yang menjadi target protes anti-Islam bersenjata mengatakan bahwa insiden tersebut menghasilkan curahan dukungan dari gereja-gereja lokal dan komunitas lainnya.

Usamah Shami, presiden Islamic Community Center of Phoenix, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Selasa (02/06/2015) bahwa demonstran bersenjata telah mengintimidasi jamaah tetapi "ada sisi positif yang muncul".

Ratusan pengunjuk rasa anti-Islam, beberapa dari mereka bersenjatakan senapan serbu dan mengenakan seragam militer, berjaga-jaga di masjid di negara bagian Arizona, membawa plakat yang menggambarkan Nabi Muhammad dan berteriak menghina jamaah dan kelompok demonstran pendukung Islam. Kedua kelompok demonstran dipisahkan oleh barisan polisi AS dan tidak ada insiden kekerasan yang dilaporkan.

Panitia pawai anti-Islam memilih masjid sebagai lokasi unjuk rasa karena dua orang yang gagal melakukan serangan pada pameran kartun Nabi yang menampilkan gambar Nabi Muhammad SAW di negara bagian Texas bulan lalu sering menghadiri masjid tersebut.

Imam Shami mengatakan kepada Al Jazeera bahwa keduanya hadir di masjid tetapi tidak berafiliasi dengan masjid dan tidak dipengaruhi oleh pengajaran di masjid.

Berikut adalah transkrip dari wawancara Shami dengan Al Jazeera:

Al Jazeera: Bagaimana Anda mengetahui protes itu akan berlangsung?

Shami: Kami dihubungi oleh otoritas lokal dan federal. Sebelumnya juga terjadi protes pada 17 Mei tetapi tidak mendapatkan banyak perhatian dan tidak ada kejadian pada waktu itu.

Al Jazeera: Apakah ada insiden sebelumnya di masjid?

Shami: Selalu ada orang yang datang di depan masjid dan menyerukan pidato kebencian tapi tidak pernah ada sesuatu yang direncanakan dan diorganisir.

Al Jazeera: Apakah penembak Garland (Dallas) memiliki afiliasi dengan masjid?

Shami: Mereka pernah menghadiri kajian di masjid, tapi seperti masjid lainnya, siapa pun bisa datang. Salah satu dari mereka datang ke masjid pada tahun 2005 dan sekali lagi pada tahun 2011. Ketika ia sedang berada dalam masa percobaan dia berhenti datang. Pria lainnya, Mr. Soofi, jarang datang ke masjid, jadi mungkin itu sebabnya para pendemo tersebut berusaha untuk menghubung-hubungkan dua orang tersebut dengan masjid ini.

Masjid tidak memiliki pengaruh pada mereka dan salah satu dari mereka berada di bawah pengawasan pihak berwenang, FBI sedang mengawasinya.

Al Jazeera: Apakah pemerintah pernah mendukung masjid?

Shami: Pihak berwenang setempat, polisi Phoenix pada khususnya, sangat mendukung. Mereka sudah berada di sini saat acara ini berlangsung berusaha mempertahankan perdamaian. Mereka khawatir tentang kemungkinan terjadinya insiden dengan para pengunjuk rasa yang memiliki senjata, mereka pikir mereka mungkin akan menggunakan senjata-senjata tersebut.

Al Jazeera: Bagaimana perasaan jamaah melihat orang-orang bersenjata di luar masjid?

Shami: Mereka merasa terintimidasi, terutama anak-anak. Beberapa dari mereka tetap di rumah, takut mengekspos anak-anak mereka terhadap kebencian itu. Juga mereka tidak tahu apa yang akan terjadi, kita tidak ingin anak-anak dan keluarga terluka. Mereka sangat terintimidasi … orang-orang ini (pengunjuk rasa anti-Islam) memiliki senapan serbu.

Al Jazeera: Apakah Anda berpikir sentimen anti-Islam menjadi lebih luas?

Shami: Gambar-gambar yang berasal dari Timur Tengah saat ini, terutama ISIS, memiliki dampak psikologis terhadap masyarakat. Ada juga industri di AS yang mempromosikan Islamofobia dan menghasilkan uang dari islamofobia. Islamofobia mengambil keuntungan dari orang-orang yang tidak memperoleh informasi dengan benar… Ada kelompok yang menginginkan warga Amerika merasa takut kepada tetangga Muslim mereka.

Al Jazeera: Peran apa dimainkan para politisi AS untuk mengabadikan perasaan itu?

Shami: Banyak Tea Party Republicans memperoleh dana mereka dari sumber-sumber yang mendukung Islamofobia. Banyak politisi mendapatkan uang dari kelompok Islamofobia

Al Jazeera: Bagaimana masyarakat lokal merespons?

Shami: Malam yang sama saat protes terjadi, sebuah gereja di jalan mengadakan kontra-protes dan jumlah kontra-demonstran mereka lebih tinggi daripada yang anti-Muslim. Kemarin kami mengadakan acara yang dihadiri berbagai kelompok lintas agama, sekitar 900 orang datang ke masjid, beberapa dari mereka datang membawa bunga. Banyak orang menyadari bahwa mereka perlu berbicara menentang kebencian … ada sisi positif di sini.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

Jabhah Nusrah Bunuh Semua Pasukan Syiah Hizbullah di 2 Pos Perbatasan Libanon

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah menyatakan pada hari Selasa (02/06/2015) bahwa mereka telah membunuh pasukan Syiah Hizbullah dan menyita senjata mereka dalam serangan terhadap dua pos Hizbullah di dekat pinggiran Arsal, World Bulletin melaporkan.

Faksi  jihad tersebut mengumumkan pada akun Twitter nya bahwa mujahidin Jabhah Nusrah  menyerang dua posisi Hizbullah yang terletak antara pinggiran desa Nahleh dan Arsal di  Lebanon.

Tidak disebutkan jumlah pasukan Hizbullah yang tewas, namun dikatakan bahwa semua yang ditempatkan di dua pos tersebut tewas.

Al-Manar TV milik Syiah Hizbullah juga melaporkan bahwa pasukan Jabhah Nusrah menyerang dua posisi mereka di daerah Harf Mohsen.

TV tersebut tidak menyebutkan kematian di antara pasukan Hizbullah.

Syiah Hizbullah dan tentara rezim Suriah melancarkan serangan di wilayah Qalamoun pada 4 Mei, mengerahkan tentara rezim Suriah yang berbasis di utara menuju pinggiran kota perbatasan timur laut Lebanon, Arsal.

Serangan gabungan tersebut mengakibatkan penguasaan lebih dari 310 kilometer persegi dari 780 kilometer persegi tanah Lebanon dan Suriah yang telah dikendalikan koalisi Mujahidin bulan lalu.

Jabhah Nusrah adalah faksi jihad yang paling menonjol yang beroperasi di Qalamoun.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Acara Tari Seronok Dibiarkan, Al Mumtaz Tegur Managemen Asia Plaza

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Selain mendatangi Harian Umum Kabar Priangan, Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) juga mendatangi kantor management Pusat Perbelanjaan Modern Asia Plaza di Jl. HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Senin (1/6/2015). Berdasarkan laporan yang diterima Al Mumtaz, pada hari Ahad (31/5/2015), sebuah acara bermuatan maksiyat berupa pentas modern dance digelar di Mal terbesar se Priangan Timur itu. Malam harinya, di tempat yang sama, acara promo produk otomotif menggelar pesta DJ.

Diterima langsung Manager Operasional Asia Plaza, Roni, managemen Asia Plaza menyambut baik kedatangan Al Mumtaz.

“Saya lebih suka seperti ini datang dan berdialog, lebih enak dan nyaman untuk sharing dan menyampaikan pendapat daripada demo di luar,” kata Roni.

Jubir Al Mumtaz, Abu Hazmi membuka dialog dengan menanyakan alasan kenapa pentas modern dance seronok dibiarkan di Asia Plaza. “Padahal itu memperlihatkan aurat dan goyangan erotis, sementara pengunjung yang datang dan melihat banyak anak-anak,” tanya Abu Hazmi membuka pembicaraan.

Namun jawabannya lagi-lagi kecolongan. “Kami saat itu tidak tahu ada pentas dancer seronok, karena dalam draft perjanjian dengan kami  tidak ada pentas dancer, itu promosi alat olahraga. Saya mohon maaf dan saya akan segera hentikan dan putus kontrak dengan pihak klien kami itu,” ujar Roni.

Perwakilan dari MUI Kota Tasikmalaya, Ustadz Ikmal, yang juga hadir dalam kesempatan itu menasehati managemen Asia Plaza agar lebih selektif dalam menggelar acara-acara hiburan.

“Saya minta kepada managemen Asia Plaza untuk menyeleksi event, kegiatan dan acara-acara lain supaya menghormati nilai-nilai akhlak dan moral. Jangan sampai melangggar dan merusak masyarakat,” tuturnya.

Ustadz Ikmal mengaku mendapat banyak laporan tentang berbagai kegiatan kemaksiyatan di Asia Plaza banyak yang melanggar aturan. “Semisal karaoke mesum dan miras. Mari kita sama-sama jaga kota Tasik ini dari berbagai kerusakan moral, ini kewajiban semua warga bukan kewajiban ulama saja,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Soni Sonagar yang ikut mewakili Al Mumtaz angkat bicara. Beliau mempertanyakan profesionalisme managemen Asia Plaza yang tidak mengawasi kegiatan-kegiatan yang merusak moral.

“Saya mengapresiasi adanya Asia Plaza yang dengan profesional melayani masyarakat kota Tasikmalaya dalam hal memfasilitasi kebutuhan masyarakat sehingga masyarakat mudah berbelanja memenuhi kebutuhannya, Namun saya mempertanyakan kenapa Profesionalisme manajemen Asia Plaza tidak berlaku dalam mengawasi kegiatan-kegiatan yang merusak moral, dengan seringnya kecolongan, saya berharap kedepannya tidak ada lagi alasan kecolongan, sehingga kegiatan-kegiatan yang merusak moral bebas dilakukan di sini,” papar aktivis PUI itu.

Menanggapi masukan-masukan dari Al Mumtaz, Roni mewakili managemen Asia Plaza berterima kasih atas nasihat dan tegurannya. ”Insya Allah saya juga Muslim ikut bertanggung jawab dan akan menyeleksi lagi lebih ketat kegiatan-kegiatan yang ada,” ungkap Roni.

Roni menambahkan, Asia Plaza juga menyelenggarakan kegiataan-kegiatan positif seperti mempersilahkan penggunaan Masjid untuk kegiatan pengajian dan menyantuni anak-anak yatim.

“Setiap bulan Ramadhan, kami mengadakan santunan dan buka bersama bagi anak yatim. Insya Alloh Ramadhan Ini kami akan mengadakan buka bersama dengan 2500 anak yatim,” papar Roni.

Dialog ditutup dengan nasihat ketua Al Mumtaz, Ustadz Hilmi. Beliau mengingatkan agar jangan sampai kegiatan-kegiatan yang dilakukan pihak Asia Plaza itu dirusak oleh kegiatan negatif.

“Saya Apresiasi kegiatan yang positif itu, namun jangan lupa jaga, jangan sampai kegiatan positif itu di nodai dengan sedikit kegiatan yang merusak tapi akibatnya fatal,” tutupnya.

Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) adalah aliansi yang terdiri dari ormas Islam, pesantren, majelis ta'lim dan ulama.

Reporter : Aryo Jipang | Editor : Ally | Jurniscom

 

Berita Terkait : 

Adakan Konser Dangdut Erotis, Harian Umum Kabar Priangan Minta Maaf

 

Adakan Konser Dangdut Erotis, Harian Umum Kabar Priangan Minta Maaf

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) mendatangi kantor Harian Kabar Priangan di Perumahan Bumi Resik Panglayungan, Kota Tasikmalaya, Senin (1/6/2015). Kedatangan Al Mumtaz untuk bersilaturahmi serta memperingatkan surat kabar milik Pikiran Rakyat Group itu yang menjadi panitia penyelenggara Jabar Fair 2015 yang di dalam rangkaian acaranya menggelar konser musik Dangdut erotis di Lapangan Dadaha, Tasikmalaya pada Sabtu, (30/5/2015) malam.

Ditemui oleh direktur Harian Kabar Priangan, Ayi, pihak Kabar Priangan menyambut baik kedatangan Al Mumtaz. Dalam pertemuan itu, juru bicara Al Mumtaz, Abu Hazmi menyampaikan keberatannya atas acara Dangdut seronok dalam event tersebut.

“Kami datang untuk menyampaikan keberatan atas nama masyarakat Tasikmalaya terkait pentas Dangdut seronok di event Jabar Fair, sekaligus kami meminta semua acara yang akan di gelar yang bermuatan maksiyat supaya dibatalkan. Ini nasihat dan tadzkiroh dari kami sebagai sesama muslim, sebelum Allah subhanahu Wa Taala menegur kami dengan musibah yang lebih besar,“ tuturnya.

Ayi mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Al Mumtaz atas keikutsertaanya mengontrol kegiatannya. “Saya bersyukur masih ada yang mengingatkan,” tuturnya.

Ayi mengatakan bahwa pihaknya kecolongan atas pentas tersebut. Padahal sebelum event Jabar Fair digelar, lanjut Ayi, pihaknya sudah mensosialisasikan aturan peserta dan pelaku hiburan di Jabar Fair agar menghormati kultur masyarakat Tasikmalaya yang religius dan digelari kota Santri.

“Kami meminta supaya pelaku hiburan tidak menampilkan atau memamerkan hal-hal yang melanggar tata kesopanan, bahkan kepada para artis dari luar kota saya syaratkan untuk berpakaian yang sopan dan berperilaku yang sopan seperti membatasi goyangan bagi para penyanyi,”paparnya.

Atas nama panitia, Ayi pun memohon maaf secara terbuka kepada masyarakat Tasikmalaya dan berjanji untuk lebih selektif dalam menggelar event-event selanjutnya.

“Saya atas nama panitia memohon maaf kepada masyarakat Tasikmalaya dan kami berjanji akan mengawasi dan menyeleksi secara ketat acara-acara agar tidak melanggar aturan, bila perlu jika terjadi akan kami hentikan langsung, pentas-pentas yang melanggar," tegasnya.

Ketika disinggung soal Perda Syariat yang belum lama disahkan di Kota Tasikmalaya, Ayi mengaku sudah mengetahui dan akan mematuhinya.

“Bagi saya ada perda atau pun tidak ada tata nilai akhlak dan moralitas tetap harus dijaga. Karena saya takut Allah yang langsung menegur saya, terima kasih Al Mumtaz atas nasihatnya,” pungkasnya.

Maraknya berbagai pentas hiburan yang bermuatan maksiyat baru-baru ini di Kota Tasikmalaya, mendorong Aliansi Aktifis dan Masyarakat Tasikmalaya (Al Mumtaz) untuk bergerak. Berdasarkan laporan masyarakat kepada Al Mumtaz.

Selain konser musik dangdut dalama acara Jabar Fair 2015, Al Mumtaz juga menerima laporan adanya acara modern dance yang digelar di pusat perbelanjaan modern Asia Plaza Tasikmalaya. Berdasarkan laporan tersebut, acara promo alat olahraga itu menampilkan penari-penari berpakaian seronok dan bergoyang erotis di tengah-tengah pengunjung yang didalamnya anak-anak.

Reporter : Aryo Jipang | Editor : Ally | Jurniscom

Konser dangdut erotis dalam acara Jabar Fair 2015

Suasana pertemuan Al Mumtaz dengan Harian Umum Kabar Priangan, Senin (1/6/2015)

Serangan Istisyhad Hantam Markas Musuh di Jalalabad Lebih dari 16 PasukanTewas dan 30 Terluka

NANGARHAR (Jurnalislam.com)  – Sebuah serangan istisyhad terbaru dalam rangkaian "Operasi Azm", menghantam markas polisi di pusat kota Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar kemarin malam, menewaskan 16 pasukan boneka, El Emarah News melaporkan hari Senin (01/05/2015).

Sebuah tim yang terdiri dari empat orang dari unit istisyhad Imarah Islam, Momin Khan dan Irfanullah berasal dari Nangarhar, Muhammad Aslam dari Logar dan Obaidullah dari provinsi Ghazni melakukan operasi yang sukses sekitar pukul 11:00 tadi malam, menargetkan markas polisi dan departemen kontraterorisme saat pertemuan antara penjajah lokal dan asing sedang berlangsung.

Pertama kali Momin meledakkan mobil berisi bahan peledak di pintu gerbang markas polisi untuk memulai serangan, kemudian 3 penyerang lainnya bersenjatakan senjata berat dan kecil memaksa masuk ke kompleks dan memulai operasi semalam di dalam instalasi.

Tiga penyerang istisyhad kemudian terlibat dalam baku tembak berdarah dengan musuh yang berlangsung sampai dini hari hari.

Sebanyak 16 pasukan termasuk polisi, pegawai badan intelijen dan departemen kontraterorisme serta para penyerbu asing yang sedang mengadakan pertemuan tewas dan lebih dari 30 lainnya terluka dalam operasi sepanjang malam.

Operasi berakhir setelah keempat Mujahidin menyerahkan nyawa mereka berjuang dalam pertarungan mematikan dengan musuh sepanjang malam. Semoga Allah menerima mereka sebagai Syuhada!

Sedangkan di Helmand Mujahidin Imarah Islam melancarkan serangan terkoordinasi di pos pemeriksaan musuh dan pangkalan yang terletak di jalan Kajaki di wilayah Garmawo daerah Sarwan Kala, distrik Sangin, dini hari sekitar pukul 05:00 pagi ini (kemarin).

Serangan memicu bentrokan yang dikatakan masih berlangsung hingga saat ini. Sejauh ini 4 pos pemeriksaan telah dikuasai, puluhan orang bersenjata tewas dan terluka dan telah dievakuasi oleh 2 helikopter.

4500 senapan mesin dan senapan putaran juga telah disita, demikian juga 10 putaran RPG. Sementara itu 3 Mujahidin dilaporkan menderita luka-luka ringan danseorang  lainnya  dihargai syahid (semoga Allah menerima dia).

Hingga sekarang pertempuran masih berlangsung, rincian lebih lanjut akan diberikan setelah informasi tiba.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Mahkamah Agung AS Dukung Tuntutan Wanita Muslim yang Ditolak Bekerja karena Hijab

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Mahkamah Agung pada hari Senin (01/06/2015) memutuskan mendukung seorang wanita Muslim yang tidak dipekerjakan oleh sebuah ritel fashion karena ia mengenakan jilbab selama wawancara pekerjaan.

Dalam voting 8-1, hakim menemukan bahwa Abercrombie & Fitch gagal mengakomodasi kebutuhan religius Samantha Elauf dengan menolak mempekerjakan dia pada tahun 2008 untuk sebuah posisi di toko Abercrombie Kids di Tulsa, Oklahoma.

"Ketaatan iman saya seharusnya tidak mencegah saya mendapatkan pekerjaan. Saya senang bahwa saya berdiri mempertahankan hak-hak saya, dan saya bahagia bahwa EEOC ada di sana mendukung saya dan membawa keluhan saya ke pengadilan," kata Elauf dalam sebuah pernyataan yang disediakan oleh Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) yang mengajukan gugatan atas nama dirinya. "Saya berterima kasih kepada Mahkamah Agung atas keputusan hari ini."

Elauf mendapatkan nilai tinggi selama proses perekrutan calon pegawai, namun skor-nya diturunkan karena ia mengenakan jilbab selama wawancara.

"Peraturan Penampilan" di toko fashion tersebut diantaranya melarang penggunaan pakaian hitam, rambut muka (kumis, janggut), rambut yang dicat highlight, anting-anting panjang/besar, dan pada saat wawancara mereka juga melarang memakai topi, termasuk jilbab. Itu karena telah berubah.

Diskriminasi berdasarkan agama adalah ilegal di bawah hukum federal, kecuali majikan dapat membuktikan bahwa jika mereka menampung keinginan pemohon akan berdampak kesulitan yang tidak semestinya.

Perusahaan berpendapat bahwa mereka tidak tahu bahwa dibutuhkan pengecualian dress code karyawan karena Elauf tidak mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Muslim.

Pengadilan memutuskan bahwa Abercrombie & Fitch seharusnya "tahu-atau setidaknya menduga-bahwa scarf yang dikenakan tersebut adalah untuk alasan agama.”

"Ada bukti yang cukup dalam catatan summary judgment untuk mendukung temuan bahwa pengambil keputusan di Abercrombie mengetahui bahwa Elauf adalah seorang Muslim dan bahwa dia mengenakan jilbab untuk alasan agama," tulis Hakim Antonin Scalia.

Clarence Thomas, satu-satunya juri berkulit hitam di pengadilan, adalah satu-satunya suara yang tidak sepakat.

Namun dengan kemenangan bagi Elauf, keputusan pengadilan tidak sepenuhnya menyelesaikan kasus ini. Kasus ini akan kembali ke pengadilan distrik Denver yang sebelumnya telah menjatuhkan putusan menolak tuntutan Elauf untuk mempertimbangkan apakah akan menyesuaikan dengan putusan Senin tersebut.

Seorang juru bicara Abercrombie & Fitch mengatakan perusahaan sedang mempertimbangkan "langkah selanjutnya" dalam kasus ini.

"Meskipun Mahkamah Agung membalikkan keputusan the Tenth Circuit, mereka tidak menentukan bahwa A & F melakukan diskriminasi terhadap Ms. Elauf. Kami akan menentukan langkah-langkah berikutnya dalam litigasi," kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan.

Adam Soltani, yang bekerja dengan Elauf untuk membuka kasus awalnya pada tahun 2008, mengatakan bahwa keputusan Mahkamah Agung adalah "kemenangan besar."

"Saya pikir keputusan itu adalah kemenangan besar bagi pluralisme agama di negara kita karena akan berhubungan dengan semua pakaian agama, bukan hanya jilbab bagi perempuan Muslim," Soltani, yang menjabat sebagai direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam Oklahoma, kepada Anadolu Agency.

"Sayangnya kita hidup di zaman di mana umat Islam yang tinggal di seluruh negeri menghadapi banyak tantangan dalam hal Islamofobia dan ketakutan dan kesalahpahaman tentang iman," tambahnya.

Pengunjuk Rasa Anti Islam dan Pro Islam Bentrok di Melbourne, Australia

MELBOURNE  (Jurnalislam.com) – Kekerasan pecah antara kelompok anti-Islam melawan pengunjuk rasa anti rasisme di negara bagian Victoria, Australia, pada hari Ahad (31/05/2015), dengan beberapa pengunjuk rasa berkelahi di tangga balai kota Melbourne.

The Age melaporkan bahwa bentrokan dimulai ketika anggota kelompok sayap kanan Inggris United Patriots Front (UPF) berusaha menyerbu balai kota untuk 'menurunkan' dewan sayap kiri, tetapi usaha mereka digagalkan oleh ratusan kontra-demonstran.

UPF adalah kelompok sempalan dari Reclaim Australia – faksi sayap kanan yang mempermasalahkan  hal-hal tentang “mengenakan burqa”, "ekstremisme Islam" dan "ketakutan bahwa hukum syariah saat ini mengalami peningkatan".

Walaupun polisi – beberapa diantaranya berada di atas kuda – telah berusaha untuk menjaga agar dua kelompok tersebut tetap terpisah, sejumlah kecil kelompok berhasil menerobos garis, yang mengarah ke konfrontasi fisik.

Dalam video Facebook, Shermon Burgess – penyelenggara protes sayap kanan – mengatakan bahwa UPF telah bertemu hari Ahad untuk "memprotes ekstrimis sayap kiri yang membenci Anzacs (tentara Australia dan New Zealand), membenci bendera Australia dan membenci cara hidup kita."

Para demonstran, beberapa dari mereka banyak yang membawa bendera Australia, sementara beberapa lainnya mengenakan t-shirt dengan gambar swastika Nazi, mengatakan kepada The Age bahwa mereka berkumpul untuk menanggapi "kekerasan sayap kiri" yang mereka hadapi selama bentrokan di Melbourne dan Hobart pada tanggal 4 April.

Dalam insiden April, kelompok anti-Islam dan anti-rasisme berbenturan, dengan banyak orang dirawat karena luka ringan saat Reclaim Australia mengadakan aksi unjuk rasa untuk menentang "hukum syariah, pajak halal dan Islamisasi."

Sebelumnya di hari Ahad, kelompok ekstrem kanan telah meluncurkan pidato berisi "sayap kiri pengkhianat", "sertifikasi halal" dan "ancaman teror Islam".

Sementara itu, pengunjuk rasa saingan meneriakkan "jangan ada Nazi, jangan pernah ada lagi."

Kelompok sayap kanan mengatakan mereka telah menargetkan balai kota di pinggiran Richmond untuk "menurunkan" seorang anggota dewan sayap kiri lokal.

Namun, hal itu tidak terjadi. Mereka kalah jumlah sehingga dipaksa mundur ke belakang garis polisi.

Sekitar satu setengah jam setelah pertemuan, kelompok sayap kanan mulai bubar sementara kontra-demonstran dengan gembira meneriakkan "f … off Nazi sampah" dan "Kalian akan selalu kalah di Melbourne," The Age melaporkan.

Seorang anggota kelompok anti-rasisme kemudian mengatakan kepada 9NEWS bahwa mereka muncul untuk memprotes klaim UPF bahwa Muslim tidak diterima di Australia.

"Muslim lebih dari disambut," kata pengunjuk rasa.

Sabtu malam, aktivis Kampanye Melawan Rasisme dan Fasisme, Jerome Small, menyebut acara tersebut adalah "demonstrasi yang fantastis dari orang-orang biasa di Melbourne yang keluar untuk mengatakan bahwa Nazi tidak akan menyebar kotoran mereka di jalan-jalan sekitar."

"Mereka tidak mencapai tujuan mereka hari ini, kami tidak akan membiarkan mereka mencapai tujuan mereka di masa depan," katanya kepada The Age.

Polisi mengatakan bahwa siapapun seharusnya akan dikenakan hukuman setelah ia terbukti membawa pisau, tapi tidak ada luka serius yang terjadi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Ikatan Ulama Palestina Mengutuk Kekejaman Budha Myanmar Terhadap Muslim Rohingya

GAZA CITY (Jurnalislam.com) – Sekitar 250 santri Daarul Qur'an Indonesia Cabang Gaza bersama para ulama Palestina serta warga Gaza lainnya ambil bagian dalam aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya di pelataran Graha Daarul Qur'an Indonesia, Salahuddien Street, North Gaza, Palestina, Kamis (28/52015)

"Kini saudara seakidah kami di Myanmar sedang dilanda musibah, sedang didzolimi. Lebih dari 7000 orang di usir dari kampung halaman mereka kini terombang ambing tanpa arah tujuan di lautan bebas selat Malaka dan sebagian terdampar di perairan Malaysia juga perairan Indonesia," kata Ketua Ikatan Ulama Palestina, Syeikh Dr. Marwan Abu Raas kepada relawan Indonesia di Gaza, Abdillah Onim.

Oleh sebab itu, Ikatan Ulama Palestina mengecam kekejaman umat Budha terhadap Muslim Rohinya.

"Kami atas nama Ikatan Ulama Palestina dan segenap rakyat Palestina menyatakan menolak dan mengutuk kekejian, kekejaman oleh kaum Budha terhadap kaum muslimin Rohingnya Burma," tegasnya.

Dalam aksi solidaritas itu, ratusan warga gaza meneriakan yel-yel dukungan kepada Muslim Rohingya. Mereka juga membentangkan spanduk berukuran 3 x 6 meter bertuliskan kalimat ukhuwah dan bukti cinta dari rakyat Gaza Palestina. Aksi yang digelar selepas ashar itu ditutup dengan doa untuk Muslim Rohingya.

Kontributor : Abdillah Onim | Editor : Ally | Jurniscom

Warga Gaza Gelar Aksi Solidaritas untuk Muslim Rohingya

GAZA CITY (Jurnalislam.com) – Sejumlah warga Gaza, Palestina menggelar aksi unjuk rasa untuk solidaritas Muslim Myanmar. Perang tidak seimbang yang mengakibatkan duka nestapa di bumi Masjidil Aqsa itu tidak menyurutkan mereka untuk menunjukkan rasa cinta mereka kepada saudaranya, Muslim Rohingya.

Dari Gaza, relawan Indonesia, Abdillah Onim melaporkan, tidak sedikit dari masyarakat Gaza yang selalu bertanya dan mengkonfirmasi terkait derita pilu yang sedang dialami oleh Muslim Rohingnya.

"Hal serupa pun sering ditanyakan oleh para aktivis pegiat kemanusiaan di Gaza, kaum akademik, pihak Masjid bahkan warga sipil pun, jika berpapasan di Masjid atau di pasar sering melontarkan pertanyaan yang sama, bagaimana kabar dengan saudara-saudara kami Muslim di Burma, sembari menyisipkan doa buat saudara mereka di Burma," kata Onim dalam pers rilisnya kepada Jurniscom, Ahad (31/5/2015).

Onim juga menuturkan, masyarakat Gaza mengira Myanmar masih berada dalam lingkup atau wilayah Indonesia. Mereka pun merasa terpanggil untuk memberikan dukungan moril kepada muslim Rohingya, meskipun hanya dengan doa dan dukungan moril.

Para guru penghafal Al Qur'an dari markaz tahfidz Daarul Qur'an Indonesia Cabang Gaza, berkoordinasi dengan Ikatan Ulama Palestina di Gaza, berinisiatif untuk mengadakan aksi solidaritas dukungan moril bagi Muslim Rohingnya yang sedang terdzolimi.

"Khususnya bagi ribuan pengungsi yang terombang ambing di perairan Malaka, perairan Indonesia dan perairan Malaysia di mana tak berhaluan arah tujuan, bak manusia perahu, terpanggang oleh terik matahari dan kerasnya gelombang selat Malaka, dengan harapan bisa terdampar di daratan Indonesia dan Malaysia, dan kini tidak kurang dari 1000 orang yang terdampar di daratan Aceh," lanjut Onim.

Sekitar 250 santri Daarul Qur'an Indonesia pada hari Kamis (28/52015) bersama para ulama Palestina serta warga Gaza lainnya ambil bagian dalam aksi yang digelar di pelataran Graha Daarul Qur'an Indonesia, Salahuddien Street, North Gaza, Palestina.

"Lebih mengharukan lagi, lebih dari 70 orang dari mereka adalah anak yatim, para janda dimana suami mereka telah syahid di medan jihad saat bertempur melawan militer zionis Israel," kata Onim.

Mereka menerikan yel-yel dukungan terhadap Muslim Rohingya, membentangkan spanduk berukuran 3 x 6 meter bertuliskan kalimat ukhuwah dan bukti cinta dari rakyat Gaza Palestina. Aksi yang digelar selepas ashar itu ditutup dengan doa untuk Muslim Rohingya.

Aksi solidaritas warga Gaza untuk Muslim Rohingnya juga pernah digelar setahun lalu.

Kontributor : Abdillah Onim | Editor : Ally | Jurniscom

Foto Aksi Solidaritas Warga Gaza untuk Muslim Rohingya