PM Mesir beserta Staf-stafnya Mengundurkan diri

KAIRO (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Mesir Ibrahim Mehleb dan staf-stafnya resmi mengundurkan diri pada hari Sabtu (12/09/2015), sementara menteri perminyakan Mesir diberi satu minggu untuk menyusun pemerintahan baru, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh presiden.

"Pada pertemuan yang diadakan pagi ini, Perdana Menteri Ibrahim Mehleb secara resmi menyerahkan pengunduran pemerintahannya kepada presiden Mesir setelah mengirimkan laporan komprehensif tentang kinerja pemerintah periode teakhir ini," kata pernyataan itu.

Pernyataan itu melanjutkan untuk dicatat bahwa Presiden Abdel Fattah al-Sisi telah menugaskan kabinet yang bertugas keluar untuk tetap di tempat sebagai pemerintah sementara sampai pemerintah baru bisa disusun.

Sementara itu, Ismail Sharif, menteri perminyakan dan sumber daya mineral, diangkat ke jabatan perdana menteri dan diberikan satu minggu untuk menyusun pemerintahan baru, menurut pernyataan presiden.

Rencana pengunduran diri itu terjadi setelah banyaknya kritik dalam waktu lama mengenai kinerja pemerintah di beberapa bidang baru-baru ini.

Pengunduran diri terjadi hanya beberapa hari setelah menteri pertanian negara itu, Salah Helal, ditangkap dengan tuduhan korupsi dalam pelayanannya.

Mesir berada dalam gejolak sejak militer menggulingkan Muhammad Mursi, presiden pertama negara itu yang dipilih secara bebas, dalam 2013 kudeta militer.

Sejak penggulingan dan pemenjaraan Mursi, pasukan keamanan telah meluncurkan tindakan keras kepada pendukung dan simpatisan Mursi, membunuh ratusan dan memasukan puluhan ribu pendukung dan simpatisan Mursi ke balik jeruji besi.

Al-Sisi menunjuk Mehleb sebagai perdana menteri pada bulan Maret tahun lalu.

Mehleb menggantikan Hazem al-Beblawi, yang diasumsikan menjadi perdana pada musim panas 2013 setelah  penggulingan Mursi oleh militer, yang dipimpin pada waktu itu oleh al-Sisi.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Syeikh Ayman al-Zawahiri Bantah Hasutan Abu Bakr al-Baghdadi

JURNALISLAM.COM – Syeikh Ayman al-Zawahiri, dalam sebuah pesan audio terbaru memberikan pernyataan bahwa pemimpin tertinggi Islamic State (IS), Abu Bakr al-Baghdadi, melakukan "hasutan" dan menegaskan bahwa IS bukanlah pemimpin bagi seluruh kaum Muslim sebagaimana diklaim oleh al-Baghdadi 14 bulan lalu di sebuah Masjid Mosul menurut laporan ABC News, sebagaimana yang dilansir World Bulletin, Jumat (11/09/2015).

Dalam rekaman audio yang dirilis online pada hari Rabu (09/09/2015), Amir Al Qaeda muncul untuk mengkonfirmasi bahwa ia tidak langsung menangani pertikaian antara IS dan sayap Al Qaeda di Suriah, Jabhah Nusrah, karena akan dianggap melegitimasi IS.

Jabhah Nusrah dapat memastikan operasi kontra-terorisme Amerika di suriah mengalami kegagalan, tambahnya.

Cabang IS di Afghanistan dan Pakistan, yang dikenal sebagai IS Provinsi Khorasan, "telah melakukan serangan tanpa henti " melawan Taliban (Imarah Islam Afghanistan) dan al Qaeda di sana, seorang pejabat kontra-terorisme mengatakan kepada ABC News.

IS, yang sebelumnya merupakan cabang al-Qaeda di Irak, memisahkan diri dari Al Qaedah Global dua tahun lalu. Dalam rekaman itu, Syeikh al-Zawahiri juga mengatakan bahwa Baghdadi mengabaikan Muslim yang menderita di Gaza dan di Pakistan.

"Kami lebih suka merespon sesedikit mungkin, mengeluarkan IS dari perhatian kita untuk memadamkan api penghasutan," Syeikh Zawahiri menjelaskan, "tapi Abu Bakr al-Baghdadi dan saudara-saudaranya tidak memberikan kita pilihan, karena mereka menuntut agar seluruh mujahidin membatalkan janji kesetiaan mereka yang telah dikonfirmasi terhadap Al Qaeda, dan berbaiat kepada kekhalifahan yang mereka klaim secara sepihak".

 

Deddy | Jurniscom

20 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Milisi Syiah Houthi di Pasar Marib

YAMAN (Jurnalislam.com) – Dua puluh warga sipil tewas di Marib pada hari Jumat (11/09/2015) saat milisi Syiah Houthi yang didukung Iran secara sporadis menyerang sebuah pasar yang ramai di kota timur Yaman tersebut, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Pasukan Syiah Houthi dan milisi yang setia kepada pemimpin terguling Ali Abdullah Saleh meluncurkan roket Katyusha di pusat Marib, menghantam daerah pemukiman dan gedung pemerintah, laporan tersebut menambahkan.

Al Arabiya juga melaporkan, sebelumnya pada hari Jumat, pesawat tempur koalisi pimpinan Arab mencapai gudang senjata yang dikuasai Syiah Houthi di utara ibukota Sanaa.

PBB, pada hari Kamis mengatakan bahwa pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik di Yaman ditetapkan berlanjut minggu depan di wilayah tersebut dan mendesak semua pihak untuk berpartisipasi "dengan maksud baik," kantor berita Reuters melaporkan.

Intervensi Arab Saudi dan sekutu Arab pada bulan Maret mencoba mengembalikan Presiden Yaman kembali ke kekuasaan dan mengalahkan pemberontak  Houthi sekutu Iran. Perang telah membawa negara itu ke jurang kelaparan dan perdamaian pembicaraan belum dapat mengakhiri pertempuran.

Seorang pejabat pers PBB mengatakan bahwa utusan khusus Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, menyambut baik komitmen pemerintah Yaman, Houthi dan Kongres Umum Rakyat Yaman untuk bergabung dalam pembicaraan, yang akan berlangsung di wilayah tersebut pekan depan.

Deddy | Jurniscom

Korban Jiwa Runtuhnya Crane di Masjidil Haram Bertambah menjadi 107 Orang

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Jumlah korban jiwa Jamaah Haji dalam peritiwa jatuhnya sebuah crane yang menimpa bangunan Masjidil Haram pada Jumat sore kemarin bertambah menjadi 107 orang meninggal dunia, lansir Aljazeera, Sabtu (12/09/2015).

Selain korban yang meninggal dunia, 238 orang terluka dalam peristiwa itu, menurut Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi.

Press Agency Saudi mengutip juru bicara untuk dua Masjid suci yang mengatakan bahwa crane jatuh disebabkan oleh angin kencang dan hujan lebat.

Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan korban penuh darah dan puing-puing crane yang jatuh menghantam langit-langit hingga runtuh.

Gambar lain menunjukkan antrian relawan pria Saudi untuk menyumbangkan darah mereka  kepada yang terluka.

"Semua orang yang terluka dan meninggal dunia  telah dibawa ke rumah sakit. Tidak ada korban ditinggalkan di lokasi," Jenderal Suleiman al-Amr, direktur jenderal Otoritas Pertahanan Sipil, mengatakan kepada televisi Al Ikhbariya.

Selanjutnya dia mengatakan, “ Angin kencang dan hujan lebat telah menumbangkan pepohonan dan mengguncang crane”.

"Crane jatuh di dekat gerbang Al-Salam di bagian atas wilayah Al-Masaa, yang mengakibatkan  runtuhnya sebagian kecil  atap bangunan dari Al-Masaa dan bagian lain dari Al-Mataf, daerah sekitar jembatan Ka'bah," Amr mengatakan kepada televisi pemerintah Saudi.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

ALMANAR Razia Rumah Bandar Pil Koplo, Ribuan Disita

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Nahi Munkar (ALMANAR ) Cirebon kembali menunaikan ibadah amar ma'ruf nahi munkar. Kali ini puluhan laskar ALMANAR  menggerebek rumah seorang bandar narkoba bernama Dudung Danu Santosa di Jl. Aria Kiban No. 298 RT 04 RW 06 Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jumat (11/9/2015).

Bermodalkan laporan dari warga sekitar dan hasil investigasi tim ALMANAR, Almanar menyisir dan memeriksa sebuah kamar dan menemukan sebuah keramik dibawah tempat tidur yang tidak menempel. Ketika diperiksa ternyata di bawah keramik itu terlihat sebuah lubang yang digali seluas keramik.

"Alhamdulillah ketika anggota Almanar menggeledah rumahnya di temukan ribuan pil koplo. Dudung menyimpan obat-obatan di bunker kecil di bawah tempat tidurnya," jelas koordinator aksi, Abu Usamah kepada Jurniscom.

Namun ALMANAR tidak mendapati sang bandar berada di rumah. Menurut Abu Usamah, Dudung telah mengetahui rumahnya akan didatangi ALMANAR. 

"Sepertinya sudah tercium aksi ALMANAR sore itu. Ketika disergap Almanar, Dudung tidak ada di rumah," lanjut Abu Usamah.

Dalam aksi yang disaksikan oleh beberapa aparat kepolisian dari resort Kota Cirebon itu, Ketua ALMANAR Ustadz Andi Mulya mengatakan bahwa Almanar sudah berkali-kali memperingatkan Dudung dan mengajaknya bertaubat, namun tidak digubris. 

"Warga bukan hanya gerah tapi juga resah dengan pekerjaan Dudung yang menjual pil koplo. Namun mereka mengaku tidak berani bertindak sendiri," kata Andi Mulya usai menyerahkan barang bukti ribuan pil setan tersebut ke Satnarkoba Polres Cirebon Kota sore itu juga.

"Dari ALMANAR juga sudah dua kali memperingatkan Dudung, tapi tetap saja Dudung ini menjual obat-obatan terlarang itu. Jikalau sampai terulang lagi Dudung masih menjadi bandar obat dan menjualnya maka jangan salahkan kami akan kami bakar rumahnya," tegas ustadz Andi.

Lebih lanjut ustadz Andi menyampaikan bahwa narkoba merupakan agenda orang-orang kafir untuk merusak akal generasi muda umat Islam.

Bigbos-bigbos bandar obat itu siapa yang punya? Itu orang-orang kafir yang sengaja untuk mencekoki generasi muda umat Islam supaya rusak akalnya sehingga setelah rusak generasi muda Islam ini tidak lagi mau memikirkan agamanya, negaranya yang ada teler," pungkasnya.

Dalam razia tersebut, total 3.227 butir pil dari mulai tramadol, trihex dan dextro diserahkan kepada Polres Kota Cirebon.

 

Reporter : Agung | Editor : Ally | Jurniscom

Desak Tutup Gereja GIdI, LUIS dan Ansharusyariah Jateng Datangi Pemkab Sragen

SRAGEN (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Tengah pada Jumat (11/9/2015) kemarin mendatangi pemkab Sragen untuk mendesak Bupati Sragen menindak keberadaan 2 rumah yang dijadikan tempat ibadah ilegal oleh Gereja Injili di Indonesia (GIdI). 

Ditemuia oleh perwakilan Bupati melalui asisten I bagian pemerintahan, Wangsit mengatakan akan menggelar rapat untuk meninjau kembali temuan LUIS tentang keberadaan gereja ilegal GIdI tersebut.

"Melalui asisten 1 bagian pemerintahan Bapak Wangsit yang mewakili bupati Sragen, bahwa temuan LUIS tentang GIDI Sragen akan dirapatkan lagi. Sebelumnya juga pernah disinggung di pemkab Sragen paska GIDI Tolikara. Pemkab akan menggunakan perber 2 menteri tentang pendirian tempat ibadah no 8 tahun 2006," kata Humas LUIS Endro Sudarsono kepada Jurniscom, Jumat (11/9/2015).

Sementara itu, lanjut Endro, ketua Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Sragen KH Moechingudin menjelasakan bahwa 2 Gereja tersebut GIdI tidak memiliki ijin dari FKUB baik ijin sementara atau ijin permanen. 

"Gereja GIdI di Sragen juga tidak memenuhi syarat kebutuhan faktual ataupun syarat administrasi 90 pengguna dan 60 pendukung," terang Endro mengutip pernyataan Ketua FKUB Sragen.

Dalam kesempatan itu, aktifi LUIS dan Ansharusyariah juga mendatangi salah satu bangunan yang dijadikan gereja oleh GIdi. Disana mereka membantangkan spanduk bertulislan penolakan terhadap keberadaan GIdI di Sragen yang dinilai terkait dengan GIdI Papua yang belum lama ini telah melukai umat Islam di Tolikara.

Editor : Ally | Jurniscom

 

Pangkalan Udara AS di Bagram Diserang Mujahidin IIA Ditengah Peringatan 9/11

PARWAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam sejak Kamis sore menyerang pangkalan militer terbesar di distrik Bagram, provinsi Parwan sebanyak tiga kali di tengah perayaan pasukan AS untuk menghormati memori 9/11, Al-Emarah News melaporkan Jumat (11/09/2015).

Pangkalan udara tersebut pertama kali diserang pada Kamis sore diikuti dengan serangan kedua yang dilakukan di tengah malam kemarin, sementara serangan ketiga dilakukan Jumat pagi.

Besarnya serangan dan kerugian yang diderita belum diketahui.

Sedangkan di Padakhsan Mujahidin Imarah Islam telah membersihkan 70 desa dari musuh dengan merebut 5 instalasi militer di distrik Raghistan provinsi Badakhshan di utara Afghanistan dalam serangan yang ditujukan pada instalasi militer musuh, bangunan kantor polisi pemerintah yang telah berlangsung lebih dari beberapa hari terakhir,.

Hampir semua wilayah di distrik tersebut sekarang berada di tangan Mujahidin, setelah markas polisi dan kabupaten diserang sejak pagi.

Mujahidin membuat kemajuan yang cukup hingga ke garis pertahanan musuh dan sekitar 21 pasukan boneka termasuk 4 komandan tingkat atas tewas dan sejumlah besar dari mereka terluka sejauh ini. 3 pejuang mujahidin syahid dengan lebih dari 4 terluka dalam seluruh operasi.

Terlepas dari kerugian tersebut di atas Mujahidin tidak menderita kerugian seperti yang disebutkan oleh media musuh yang bertujuan untuk mematahkan semangat.

Pasukan boneka menderita korban tertinggi selama beberapa hari.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Koalisi Mujahidin Suriah Dekati Penjara Pusat di Timur Damaskus

DAMASKUS (jurnalislam.com) – Jaysh al-Islam, sebuah koalisi mujahidin di Suriah, mengumumkan pada hari Jumat (11/09/2015) bahwa mereka menguasai daerah Tal-Kurdi yang dekat dengan penjara pusat di Adra, sebelah timur ibukota Suriah, Damaskus, Anadolu Agency melaporkan

Jaysh al-Islam merilis sebuah video yang menunjukkan lokasi di Tal-Kurdi, yang juga menampilkan mayat pasukan rezim Suriah.

Sementara itu, sumber mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa "tujuan serangan itu adalah untuk mengambil alih penjara dan membebaskan para tahanan di dalamnya, khususnya tahanan perempuan."

Jaysh al-Islam, yang dipimpin oleh Zahran Aloush, adalah salah satu koalisi mujahidin  terbesar di Suriah, yang memiliki kehadiran yang signifikan di Ghouta timur.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

65 Jamaah Haji Meninggal Dunia dan 154 Terluka Setelah Sebuah Crane Jatuh di Masjidil Haram

MEKAH (Jurnalislam.com) – Setidaknya enam puluh lima orang jamaah haji meninggal dunia dan 154 lainnya terluka dalam Masjidil Haram, Mekah, setelah sebuah crane runtuh pada hari Jumat (11/09/2015), Al Arabiya News Channel melaporkan mengutip otoritas Pertahanan Sipil Saudi .

Reporter Al Jazeera Hasan Patel, melaporkan dari Mekkah, menurut saksi yang mengatakan kepadanya bahwa sebuah crane jatuh di lantai tiga Masjidil Haram sekitar pukul 05:45.

Wartawan kami mengatakan masjid itu penuh sesak, meskipun belum masuk waktu sholat maghrib yaitu pukul 06:30.

Diyakini crane tersebut rubuh akibat angin kencang.

“Puluhan ambulans menuju ke lokasi. Pihak berwenang menutup daerah tak lama setelah itu,” katanya.

“Seluruh tempat sudah menjadi situs konstruksi. Yang membuat lebih buruk adalah bahwa sekitar pukul 5:30 turun hujan deras,” lanjutnya.

Jutaan Jamaah Haji dari seluruh dunia mengunjungi Mekah untuk ibadah haji tahunan yang dimulai akhir bulan ini.

Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan korban jamaah haji penuh darah dan puing-puing crane yang tampaknya jatuh menghantam langit-langit hingga runtuh.

LUIS Minta Pemkab Sragen Tutup Dua Gereja Liar GIdI

SOLO (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mendesak Bupati Sragen untuk segera menutup 2 rumah yang dijadikan tempat ibadah oleh jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIdI) di Kampung Batu Kulon RT 18 RW 6, Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Sragen dan Kampung Jatirejo RT 3 Sambi Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah.

Berdasarkan laporan dari warga Sragen serta hasil investigasi LUIS di lapangan, jemaat GIdI pimpinan pendeta Andreas tersebut tidak berizin serta keberadaannya telah meresahkan warga sekita.

"Keberadaanya telah mengkhawatirkan dan meresahkan warga, karena GIdI di Sragen merupakan bagian GIdI yang ada di Tolikara Papua yang terbukti telah melakukan tindakan melawan hukum dan mencederai toleransi antar umat beragama serta kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Humas LUIS, Endro Sudarsono dalam pernyataannya kepada Jurniscom, Kamis (10/9/2015).

Selain itu, LUIS juga meminta kepada pemkab Sragen untuk menutup dan menghentikan aktivitas GIdI tersebut karena belum ada ijin dari Bupati Sragen dan sudah meresahkan warga karena perkembangan ancaman pimpinan GIDI Papua terhadap pelaksanaan Idul adha 1436 H di Tolikara.

Editor : Ally | Jurniscom